Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persepsi adalah sebuah proses individu mengorganisasikan dan
menginterpretasikan kesan sensoris untuk memberikan pengertian pada
lingkungannya.1 Mengapa persepsi itu penting, hal tersebut karena mereka
mengenai realitas itu, dunia seperti yang dipersepsikan dari segi perilaku.2
Pelayanan gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan
untuk menyelamatkan kehidupan (life saving).3 Keperawatan adalah salah
satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam penyelenggaraan
upaya menjaga mutu, pelayanan kesehatan di rumah sakit.4 John Griffith
(1987) menyatakan bahwa kegiatan keperawatan di rumah sakit dapat
dibagi menjadi keperawatan klinik dan manajemen keperawatan. Salah
satu kegiatan keperawatan klinik antara lain menjalin hubungan dengan
keluarga pasien. Keluarga perlu mendapat kejelasan sampai batas tertentu
tentang keadaan pasien.5 Oleh sebab itu, profesi keperawatan memerlukan
informasi terkait persepsi keluarga pasien terhadap pelayanan keperawatan
di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit.

Instalasi Gawat Darurat merupakan pintu utama dalam penilaian


masyarakat terhadap mutu dan kualitas sebuah rumah sakit, sehingga perlu
dijelaskan bagaimana persepsi pasien dan keluarga terhadap pelayanan
asuhan keperawatan yang diberikan untuk digunakan sebagai tolak ukur
dari penjaminan mutu rumah sakit tersebut dan upaya dalam perbaikan
pelayanan. Namun sampai dengan saat ini, persepsi masih sulit dijelaskan

1
Robbins, Stephen P. (2015). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
2
Robbins, Stephen P. (1996). Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi. Jakarta:
Prenhallindo
3
Azwar, Azrul. (2010) Pengantar Administrasi Kesehatan. Tangerang: Binarupa Aksara
4
Aditama, Candra Yoga. (2003). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Edisi 2. Jakarta:
Universitas Indonesia
5
Aditama, Candra Yoga. (2003). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Edisi 2. Jakarta:
Universitas Indonesia

1
2

Pada saat pasien masuk rumah sakit melewati pintu utama yaitu Instalasi
Gawat Darurat (IGD) disana yang lebih berperan dalam pengambilan
keputusan terhadap tindakan yang akan diberikan kepada pasien adalah
keluarga. keluarga merupakan masyarakat rumah sakit. Pada tahap awal
perkembangan, masyarakat rumah sakit amat sederhana sekali selanjutnya
berkembang menjadi masyarakat yang kritis dan memiliki rasa ingin tahu
yang tinggi.6 Rumah sakit merupakan sebuah organisasi, dimana
organisasi ini memiliki tiga kelompok yakni: penentu kebijakan, pelaksana
pelayanan non medis dan pelaksana pelayanan medis. Pada pelayanan di
ruang IGD, masyarakat rumah sakit (pasien dan keluarga) memerlukan
keputusan yang bersifat segera dalam menentukan pelayanan keperawatan.
Pengambilan keputusan terjadi sebagai reaksi atas masalah. Reaksi
tersebut tergantung dari persepsi dari pasien maupun keluarga. Faktor-
faktor yang mempengaruhi persepsi adalah faktor pada penilai (sikap,
motif, minat, pengalaman dan ekspektasi), faktor-faktor pada situasi
(waktu, latar kerja dan latar sosial) dan faktor-faktor pada target (inovasi,
pergerakan, suara, ukuran, latar belakang, proksimitas dan kesamaan)7 .

Masalah dalam pelayanan keperawatan yang ada meliputi: kurangnya


perawat yang memiliki pendidikan tinggi/ kemampuan memadai,
kurangnya jumlah perawat, kurangnya kepuasan, komunikasi, pelaksanaan
pekerjaan sesuai SOP dan masalah lain-lain.8 Kurangnya kepuasan dari
pasien atau keluarga dapat diukur dengan melakukan pengendalian mutu
melalui kuisioner. Oleh sebab itu maka kelompok tertarik untuk
melakukan studi analisis terkait persepsi keluarga pasien terhadap tindakan
pelayanan keperawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat pada Rumah
Sakit X.

6
Azwar, Azrul. (2010) Pengantar Administrasi Kesehatan. Tangerang: Binarupa Aksara.
7
Robbins, Stephen P. (2015). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.
8
Aditama, Candra Yoga. (2003). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Edisi 2. Jakarta:
Universitas Indonesia.
3

Fenomena diruang x tersebut, studi pendahuluan

1.2 Rumusan Masalah


“Bagaimana persepsi keluarga pasien terhadap tindakan pelayanan
keperawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat pada Rumah Sakit X ?”.

1.3 Tujuan Umum dan Tujuan Khusus


1.3.1 Tujuan Umum
Mengetahui persepsi keluarga pasien terhadap tindakan pelayanan
keperawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat pada Rumah Sakit
X.

1.3.2 Tujuan Khusus


1.3.2.1 Mengetahui persepsi keluarga pasien di ruang Instalasi
Gawat Darurat
1.3.2.2 Mengetahui tindakan pelayanan keperawatan di ruang
Instalasi Gawat Darurat.
1.3.2.3 Mengetahui persepsi keluarga pasien terhadap tindakan
pelayanan keperawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat.
kesiimpulan
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
Penulisan makalah ini diharapkan dapat menjelaskan tentang teori
persepsi keluarga pasien terhadap tindakan pelayanan keperawatan
di ruang Instalasi Gawat Darurat.

1.4.2 Manfaat Praktis


Penulisan makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai
penerapan aplikasi manajemen perilaku organisasi khususnya
menanggapi persepsi keluarga pasien terhadap tindakan pelayanan
keperawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat pada Rumah Sakit
4

mengingat perkembangan tuntutan dari masyarakat terhadap dunia


kesehatan.