Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

STATISTIKA DAN KOMPUTASI

DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINU


Oleh:
FIRNANDA KUSUMA PRATAMA
1741720012

PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK INFORMATIKA


JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2018
DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINU

1. Apa itu Distribusi Probabilitas Kontinu


Distribusi kontinyu merupakan salah satu macam distribusi probabilitas, yaitu
model matematik yang menghubungkan nilai variabel dengan probabilitas terjadinya
nilai itu. Dengan perkataan lain, kita dapat membayangkan diameter cincin piston
sebagai variabel random, karena diameter itu menjalani nilai-nilai yang berbeda dalam
populasi itu menurut mekanisme random. Maka distribusi probabilitas diameter cincin
menggambarkan probabilitas terjadinya setiap nilai diameter cincin di dalam populasi
itu. Dimana untuk distribusi kontinyu variabel yang diukur dinyatakan dalam skala
kontinyu. Oleh karena itu distribusi probabilitasnya dinamakan distribusi kontinyu.
2. Bagaimana Ciri – Ciri Distribusi Probabilitas Kontinu

a. Kurva berbentuk garis lengkung yang halus dan menyerupai genta/lonceng


b. Kedua ekor/ujungnya semakin mendekati sumbu absisnya tetapi tidak pernah
memotong
c. Distribusi normal memiliki dua parameter, yaitu  dan  yang masing – masing
menentukan lokasi dan bentuk distribusi
d. Titik tertinggi kurva normal berada pada rata –rata
e. Distribusi normal adalah distribusi yang simetris
f. Simpangan baku (Standar deviasi = ), menentkan lebarnya kurva. Makin kecil
, maka bentuk kurva makin runcing
g. Total luas daerah dibawah kurva normal adalah 1
h. Jika jarak dari masing- masing nilai X diukur dengan , maka kira – kira 68%
berjarak 1, 95% berjarak 2, dan 99% berjarak 3
3. Persamaan Distribusi Probabilitas Kontinu
1. F(x) ≥ 0 untuk semua x є R
2. ∫ ( 𝑥) 𝑑𝑥 = 1 ∞ ∞
3. (𝑎 < 𝑋 < 𝑏) = ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 ∞ ∞
4. Bagaimana cara penyelesaian kasus Distribusi Probabilitas Kontinu
Sebuah mesin roll menghasilkan lembaran baja dengan ketebalan berkisar antara 150
≤ y ≤ 200. Tentukan fungsi distribusi peluang, rata – rata, dan variansi dari ketebalan
baja jika dianggap menganut distribusi seragam.

Solusi :

5. Bagaimana cara membaca grafik


 STUDI KASUS :
Misalkan dimiliki kurva normal dengan µ = 100 dan σ = 20. Hitunglah :
a) Luas kurva normal antara 100 – 125 atau P(100 ≤ x ≤ 125)
b) Luas kurva normal antara 80 – 100 atau P(80 ≤ x ≤ 100)
c) Luas kurva normal antara 75 – 120 atau P(75 ≤ x ≤ 120)
 Pembahasan 1

a) 𝑧1= 100−100 = 0 =0 Menurut tabel luasnya = 0,5000


20 20

b) 𝑧2= 125−100 = 25=1,25 Menurut tabel luasnya = 0,8944


20 20

Maka, Luas kurva normal antara 100-125 = 0,8944 – 0,5000 =


0,3944

 Pembahasan 2

c) 𝑧1= 80−100 = −20=−1 Menurut tabel luasnya =


20 20
0,1587

d) 𝑧2= 100−100 = 0 =0 Menurut tabel luasnya =


20 20
0,5000

Maka, Luas kurva normal antara 80-100 = 0,5000 – 0,1587 =


0,3413
 Pembahasan 3

e) 𝑧1= 75−100 = −25=−1,25 Menurut tabel luasnya =


20 20
0,1056

f) 𝑧2= 120−100 = 20=1 Menurut tabel luasnya =


20 20
0,8413

Maka, Luas kurva normal antara 75-120 = 0,8413 – 0,1056 =


0,7357