Anda di halaman 1dari 16

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Klien : Nn A
Bangsal : Drupadi
No.Cm : 027xxx
Mahasiswa : Ni Wayan Listya Sukma Atmirah

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL BERPUSAT PADA PADA PERAWAT
KLIEN
P : Selamat pagi Kakak………. P : kontak mata, berjabat tangan, Merasa senang disapa oleh Mengucapkan salam terapeutik Ucapan salam terapeutik
mnedekati klien perawat dan berharap klien mau sebagai langkah awal
K : kontak mata, menjabat tanagan berkenalan dalam membina hubungan
perawat saling percaya.

K : Selamat pagi kakak… K : mendekati perawat sambil Menurut pada perawat untuk Merasa senang karena klien Mulai terbina hubungan
tersenyum duduk di kursi mau duduk untuk berbincang- saling percaya sehingga
P : membalas senyum pasien, bincang dengan perawat klien mau duduk dengan
mengajak pasien duduk di perawat
kursi Untuk menimbulkan rasa
P: Nama saya Listya Sukma , panggilan P : kontak mata, memperbaiki Klien duduk berhadapan dan Berharap dapat melanjutkan percaya bagi klien terlebih
saya tua, Saya akan merawat kakak duduk sambil lebih mendekat siap untuk diajak bincang- bincang-bincang dahulu perawat
pada shift pagi ini pk.14.00 sampai. dan sedikit membungkuk kea bincang memperkenalkan diri
20.00, saya bersedia membantu rah klien
Kakak. Nama Kakak siapa dan suka K : memperhatikan perawat, kontak
dipanggil apa? mata

K : Nama saya N.K.A, saya lebih suka K : kontak mata, tersenyum


dipanggil Nn A karena saya belum P : kontak mata, tersenyum dan Klien bicara lancar, Perawat berharap dapat Menyebutkan nama
menikah menganggukkan kepala menjawab pertanyaan sesuai melanjutkan perkenalan ini menandakan kesediaan
dengan bincang-bincang. menerima hubungan
P : kontak mata hangat, bernada
P : Baiklah, saya akan memanggil dengan memohon, tersenyum Klien tampak senang disebut Perawat berharap klien mampu Belum terbina hubungan
sebutan Nn A Bagaimana kalau kita K : kontak mata, mengamati sesuai nama panggilan yang tebuka menceritakan tentang saling percaya sehingga
berbincang-bincang sekitar 15 menit perawat seperti merasa ragu disukai, klien masih ragu- masalahnya klien nampak ragu.
tentang kejadian di rumah sehingga atau agak curiga ragu untuk mengungkapkan
saya bisa membantu cara masalahnya
mengatasinya.
K : menatap tajam perawat, expresi
K : Kalau Mbok Listya memang mau curiga Klien merasa ragu dan curiga Perawat berharap hubungan Pasien merasa curiga
berbincang-bincang dengan saya harus P : kontak mata, mendengarkan dan pada perawat sehingga klien saling percaya bisa terbina agar sehingga dia tidak bisa
baik baik kalo bicara jangan bohong memperhatikan ucapan klien meminta perawat untuk bisa membantu pasien. langsung percaya kepada
P : kontak mata, menepuk bahu bersikap jujur, menjaga perawat.
P : Baiklah… saya akan bersikap jujur, serta menganggukkan kepala rahasia dan menepati janji. Perawat berusaha memenuhi
menjaga rahasia apa yang kita K : memperhatikan perawat dan Klien merasa senang dan keinginan klien sebatas masih Salah satu cara untuk
bicarakan nanti serta menepati janji. tersenyum puas puas karena perawat dalam batas wajar/sesuai membina hubungan saling
Terima kasih Nn A telah memenuhi realita. percaya adalah dengan
mengingatkan saya. keinginan/harapannya bersikap jujur, menjaga
K : tersenyum dan mempersilahkan rahasia dan menepati janji.
dengan tangannya. Klien sudah percaya dengan
P : kontak mata, tersenyum perawat tapi dia merasa
K : Nah…kalau begitu sekarang saya siap sekedar hanya untuk Perawat berharap hubungan Klien mulai menaruh
untuk diwawancara. Nn.A mau tanya diwawancarai saja. perawat-klien tidak sekedar kepercayaan dengan
tentang apa? untuk wawancara saja tapi juga perawat sehingga bersedia
untuk membantu memenuhi untuk diajak bincang-
K : Klien menatap tajam perawat kebutuhan klien. bincang lebih lanjut.
P : Terima kasih Nn A besedia untuk kemudian tersenyum Klien memperhatikan Perawat bersikap tulus untuk Dengan menyatakan
bincang-bincang dengan saya, tetapi P : kontak mata, mengamati non kesungguhan perawat untuk membantu klien mengatasi kesediaan untuk
saya tidak bermaksud hanya sekedar verbal klien membantunya. masalahnya. membantu, klien akan lebih
wawancara. Saya berharap menjadi percaya dengan perawat.
teman Nn A sehingga Nn A bisa
mengungkapkan permasalahan yang
terjadi dan saya akan berusaha
membantu Nn A dalam mencari jalan
keluarnya. Bagaimana Nn A?
K : Ooo……..begitu, jadi kakak pengin
membantu saya.
K : tampak termenung
P : Apakah Nn A masih ingat kapan masuk P : memperhatikan klien, Klien sedang memikirkan Perawat berusaha meyakinkan Bahasa non verbal bisa
rumah sakit ini dan untuk yang menganggukkan kepala dan dan merenungkan ucapan klien dengan kontak mata, memberikan penguatan
keberapa kalinya? menepuk bahu perawat. anggukan kepala dan menepuk pada bahasa verbal.
K : Saya masuk rumah sakit jiwa sudah 2 bahu Menstimulasi klien
kali, yang pertama dulu 2 tahun yang Klien tampak bersedia terhadap peristiwa dan
lalu , sekarang saya disini sudah 6 menjawab pertanyaan Perawat berharap klien waktu.
bulan perawat. menjawab pertanyaan perawat.
P : kontak mata hangat, tangan Orientasi peristiwa dan
P : Bagus sekali, Nn A mampu mempersilahkan Klien bicara lancar, isi waktu klien baik, isi
mengingatnya dengan baik. pembicaraan sesuai pembicaraan sesuai.
K:- K : memperhatikan pertanyaan Perawat berharap klien mampu
perawat Senang dipuji perawat mengingat kejadian/peristiwa Reinforcement positif
P : Nn A masih ingat kejadian di rumah dan waktu. membuat klien merasa
sehinnga Nn A di bawa ke sini? Perawat memberikan dihargai.
reinforcement positif kepada
K : kontak mata, bicara lancara klien
K : Saya benci dengan keluarga saya, saya P : Memperhatikan dengan Klien mengingat- ingat Menggali masalah klien
di permainkan saya disakiti, saya sungguh-sungguh kejadian di rumah sampai dia untuk menimbulkan rasa
disuruh mencuri masuk rumah sakit. Perawat berharap klien mampu empati.
P: menganggukkan kepala, menceritakan penyebab masuk
P : Saya memaklumi perasaan kakak, Tapi tersenyum Klien mengungkapkan rumah sakit. Sudah timbul rasa percaya
menurut Nn A apakah dengan marah- K : turut tersenyum kejengkelan/ kemarahannya sehingga perawat dapat
marah semua masalah itu bisa terhapad sesuatu yang tidak Senang klien dapat mengeksplorasi perasaan
diselesaikan? Apakah kakak pernah disukai. mengungkapkan perasaannya klien tapi perawat juga
berpikir bahwa hidup ini tenang bila tapi juga was-was kalau klien harus memwaspadai
semua orang saling menyayangi dan marah-marah kemarahan klien.
tidak ada kekerasan?
P : kontak mata hangat sambil
K : Saya sekarang sudah sadar Mbok, mempersilahkan klien Klien tampak memikirkan Perawat membantu klien
bahwa saya keliru kalau menghadapi menjawab ucapan perawat berpikir tentang realitas
masalah itu dengan marah-marah K : tampak berpikir Perawat berharap klien bisa
karena tidak bisa menyelesaikan berpikir realistis
masalah.
K : bicara menggebu-gebu dengan
P : Bagus sekali, kakak sudah bisa berpikir suara keras sambil menggerak- Klien sudah mulai bisa Jika klien sudah bisa
dan bersikap realistis. Terhadap gerakkan tangannya, tatapan berpikir tentang realita berpikir tentang realita
kenyataan. mata tajam maka jangan memberi
P : mendengarkan dengan sungguh- Perawat senang karena klien kesempatan klien
sungguh sambil sudah bisa berpikir tentang menggunakan wahamnya
K : Iya Mbok……..sekarang saya sudah menganggukkan kepala. Klien merasa senang apa realita Reinforcement positif
merasa tenang dan damai yang dikatakan dibenarkan sangat diperlukan oleh
P : Kalau begitu apa yang mesti melakukan dan diberi reinforcement oleh klien
untuk menghindari supaya rasa marah perawat Perawat memberikan
Nn A tidak muncul lagi ? P : kontak mata lama, bicara dengan reinforcement positif kepada
suara pelan klien
K : Sebaiknya saya lebih banyak berdoa K : menatap lurus ke depan, Klien bisa mengungkapkan Jika klien sudah menyadari
P : saya senang dengan keputusan yang menerawan tentang perasaannya tentang realita maka dia
diambil Nn A silahkan diingat-ingat bisa mengeksplorasi
terus ya…… Klien berpikir unutk Perawat merasa senang karena tentang perasaannya.
mengambil keputusan yang klien bicara lancar dan mampu
tepat mengungkapkan perasaannya
Perawat berharap klien bisa
Klien mampu mengambil mengambil keputusan yang Menghindarkan klien dari
keputusan yang tepat tepat stressor yang bisa
memunculkan waham dan
Klien menuruti anjuran Perawat senang atas keputusan kemarahannya
perawat yang diambil klien
Memfasilitasi klien dalam
Berharap klien selalu pengambilan keputusan
mengingat-ingat untuk tetapi klien sendiri yang
melakukan keputusan yang berhak mengambil
telah diambil. keputusan.
Memotivasi klien agar
mentaati keputusan yang
telah diambil.

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Klien : Ni A
Bangsal :X
No. CM : 039491
Mahasiswa : Yunita Nugraheni

KOMUNIKASI KOMUNIKASI ANALISA ANALISA RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
KLIEN PERAWAT
P : Selamat pagi Mas…., P : kontak mata, berjabat tangan, Masih merasa asing dengan Memberikan salam Salam terapeutik dan
kenalkan nama saya Yunita mendekati klien sambil kehadiran perawat terapeutik dan mengajak perkenalan sebagai
Nugraheni, saya biasa tersenyum klien berkenalan langkah awal dalam
dipanggil Yunita. Nama Mas K : menyambut jabat tangan, membina hubungan
siapa dan suka dipanggil kontak mata singkat saling percaya.
apa?
K : Nama saya Sw, biasa K : kontak mata singkat, sedikit Klien mau berkenalan Senang karena klien mau Klien mau berkenalan
dipanggil Sw tersenyum dengan perawat berkenalan (menyebutkan dengan perawat sebagai
nama) tanda awal terjadinya
P : Menatap klien sambil hubungan saling
P : Bagus, Mas Sw mau tersenyum Senang diberi pujian tapi Memberikan reinforcement percaya
berkennalan dengan saya klien nampak kurang positif kepada klien Pemberian
P : mengacungkan jempol sambil bersemangat dalam interaksi reinforcement positif
tersenyum berguna untuk
K : tersenyum, expresi wajah lesu Perawat bersikap tulus menumbuhkan rasa
P : Selama 10 hari ini mulai pk Klien tidak memberikan menyatakan kesediaan percaya pada klien.
07.00-13.30 WIB saya yang P : Menyentuh pundak klien, respon terhadap perkataan untuk membantu klien Dengan menyatakan
akan merawat Mas Sw di kontak mata perawat kesediaan membantu,
sini. Saya siap membantu K : menatap lurus ke depan, klien akan lebih
mengatasi permasalahan pandangan mata kosong, percaya kepada
yang Mas Sw alami. ekspresi datar perawat
K:- Melakukan evaluasi/
P : Bagaimana perasaan Mas Klien masih merasa enggan validasi data terhadap klien Evaluasi/validasi data
Sw saat ini? P : mempertahankan kontak diajak bincang-bincang dilakukan untuk
mata, sedikit membungkuk memastikan keadaan
ke arah klien Berharap klien mau klien saat ini
K : menatap lurus ke depan, mengungkapkan
K : Baik-baik saja Mbak….. kontak mata singkat Belum bisa mengeksplorasi perasaannya Perawat harus memberi
K : menatap perawat, tersenyum perasaannya kesempatan klien untuk
singkat Memulai kontrak waktu, mengungkapkan
menjelaskan tujuan perasaannya.
P : Mas Sw, bagaimana kalau Duduk berhadapan dengan pertemuan Setiap interaksi dengan
sekarang kita berbincang- P : memperbaiki duduk perawat, kelihatan agak ragu klien, perawat
bincang tentang menghadap kea rah klien, membuat kontrak yang
permsalahan yang Mas Sw kontak mata terdiri dari topik, waktu
hadapi selama 10 menit? dan tempat.
K : Ya……..terserah Mbak saja K : memperhatikan perawat, Ada keraguan pada diri klien Berharap klien bisa Belum terbina
tampak ragu bersikap terbuka hubungan saling
K : kontak mata singkat, tatapan menceritakan masalahnya percaya sehingga klien
P : Bisa kita mulai sekarang ? mata kosong Klien tampak ragu dan tidak tampak ragu.
Dimana kita bisa duduk ? P : memperhatikan respon klien semangat memenuhi ajakan Perawat menawarkan Kontrak waktu dan
perawat kontrak waktu dan tempat tempat bisa ditawarkan
P : Menyentuh pundak klien, kepada klien sesuai kehendak klien.
menatap klien, tersenyum
K : Ya Mbak…..di sini saja. hangat Bisa mengambil keputusan
K : Memperhatikan perawat, untuk memulai kontrak Berharap bisa melanjutkan Dengan melibatkan
tampak kurang bersemangat bincang-bincang klien dalam membuat
K : mengangguk, memperbaiki kontrak pertemuan
posisi duduk akan melatih kien
P : memperhatikan respon klien dalam pengambilan
P : Bagus…Mas Sw bisa Senang dan agak malu keputusan.
menentukan tempat di mendapat pujian dari Memberikan reinforcement Reinforcement positif
mana kita akan bincang- perawat positif kepada klien berguna untuk
bincang P : tersenyum hangat, meningkatkan rasa
K:- menganggukkan kepala percaya diri klien.
P : Ada kejadian apa K : tersenyum, menunduk Tampak mengingat-ingat Menggali masalah
sebelumnya sehingga Mas kejadian sebelum klien klien/penyebab utama
Sw dibawa ke sini? dibawa ke rumah sakit masuk rumah sakit Alasan masuk rumah
P : kontak mata hangat sambil sakit sering berkaitan
mempersilahkan klien untuk denga masalah utama
K : Nggak tahu Mbak……tiba- menjawab Tampak bingung, tidak Berharap klien mampu (core problem)
tiba saya sudah ada di sini. K : tampak berpikir, mampu mengingat kejadian mengingat dan
mengerutkan dahi sebelum masuk rumah sakit menceritakan kejadian
K : menggelengkan kepala, sebelum masuk rumah Menstimulasi klien
tampak bingung sakit untuk mengingat suatu
P : Apakah ada yang P : mendengarkan dengan Klien tampak tidak Menggali permasalahan kejadian atau peristiwa
mengganggu pikiran Mas sungguh-sungguh sambil konsentrasi dalam interaksi yang dihadapi klien
Sw ? menatap klien dengan perawat
P : menatap klien, menyentuh Mengeksplorasi
bahu perasaan dan pikiran
K : Nggak ada Mbak…..saya K : menerawang ke depan, Klien masih bingung dan Terkejut melihat klien klien untuk mengetahui
bingung, tatapan mata kosong belum siap diajak interaksi beranjak meninggalkan permasalahan yang
pusing……….(sambil lebih lanjut perawat dan berusaha muncul
bicara kacau tak bisa K : menggelengkan kepala dan mencegah dengan Kondisi klien yang
dimengerti perawat) beranjak meninggalkan memegang tangan klien masih bingung belum
P : Baiklah…….sekarang Mas perawat menuju ke kamar Kondisi klien belum stabil, Perawat berusaha memungkinkan untuk
Sw istirahat dulu, besuk P : terkejut, memegang tangan masih bingung dan butuh menenangkan klien dan membina hubungan
kita bincang-bincang lagi klien istirahat menganjurkan klien saling percaya.
kalau Mas Sw sudah P : sambil berjalan mengikuti beristirahat Dengan menenangkan
merasa lebih baik. klien dan mengantarkan pikiran dan istirahat
klien ke tempat tidur diharapkan klien bisa
K : tampak bingung kemudian merasa lebih baik dan
memejamkan mata bisa diajak interaksi.

ANALISA PROSES INTERAKSI


Nama Klien : Tn. Sw
Bangsal :X
No. CM : 039491
Mahasiswa : Yunita Nugraheni

KOMUNIKASI KOMUNIKASI ANALISA ANALISA RASIONAL


VERBAL NON VERBAL BERPUSAT PADA BERPUSAT PADA
KLIEN PERAWAT
P : Selamat pagi Mas Sw, bagaimana P : Mendekati klien, tersenyum, Klien berespon terhadap Memberikan salam Selalu memberikan salam terapeutik
kabarnya hari ini? mengulurkan tangan untuk sapaan perawat. terapeutik, menyapa klien ketika bertemu klien akan
berjabat tangan dengan ramah. mempererat hubungan saling
K : Menoleh ke arah perawat, percaya.
membalas senyuman
K : membalas uluran tangan Klien mau menjawab salam
K : Pagi Mbak………. perawat untuk berjabat tangan Klien menjawab salam Merasa senang karena menunjukkan respon awal yang
sambil tersenyum perawat. klien mau membalas positif untuk terbinanya hubungan
P : kntak mata, tersenyum salam perawat. saling percaya.
Unutk mengetahui daya ingat jangka
pendek klien.
P : duduk berhadapan dengan
P : Apakah Mas Sw masih ingat dengan klien, mempertahankan kontak Mengingat-ingat perawat Mengevaluasi memori
saya?Coba Mas Sw ingat-ingat, kita mata. yang pernah menemuinya. klien terhadap perkenalan
pernah berbincang-bincang kemarin. K : memperbaiki duduknya sambil yang telah dilakukan.
mengamati perawat.
K : mengerutkan dahi, tampak Perkenalan yang dilakukan dalam
K : Siapa ya Mbak, saya lupa namanya. sedang berpikir Memaklumi klien yang keadaan klien masih bingung, sulit
P : memperhatikan klien, Klien tidak mampu tidak mampu mengingat diingat oleh klien.
tersenyum mengingat nama perawat. nama perawat. Perkenalan sebagai langkah awal
untuk membina hubungan saling
P : Nama saya Yunita Nugraheni, biasa P : mempertahankan kontak mata, percaya.
dipanggil Yunita. Siapa Mas nama tersenyum Memperkenalkan diri Reinforcement bisa memguatkan apa
saya? K : tersenyum, mengangguk Memperhatikan lagi untuk mengingtakan yang diucapkan klien.
perkenalan yang dilakukan klien. Evaluasi/validasi unutk menentukan
K : Oo….Mbak Yunita. K : mengangguk-anggukkan perawat. masalah yang muncul saat ini.
kepala Memberikan
P : tersenyum, mengangguk Klien menyebutkan reinforcement dengan Kesadaran klien ditunjukka dengan
P : Mas Sw tampaknya lebih segar hari ini. P : menyentuh pundak klien, kembali nama perawat. menganggukkan kepala. adanya keinginan untuk pulang dan
Bagaimana perasaan Mas Sw saat ini ? menatap klien sambil Melakukan ingat akan keluarganya.
tersenyum Klien tampak lebih segar evaluasi/validasi tentang Reinforcement untuk menumbuhkan
K : saya baik-baik saja Mbak, saya ingin K : tersenyum, kontak mata dan bersemangat perasaan klien hari ini. kepercayaan pada diri klien dan
pulang. Kapan keluarga menjemput K : menatap perawat, menunggu dibanding kemarin. menjelaskan tujuan klien dirawat.
saya Mbak ? jawaban. Merasa senang karena
P : tersenyum, kontak mata Mulai muncul kesadaran klien mulai muncul
pada diri klien. kesadarannya.
P : bagus…jika Mas Sw sudah merasa lebih
baik. Tapi Mas Sw masih butuh P : menyentuh bahu klien, kontak
perawatan dan pengobatan lanjut agar mata, sedikit membungkuk kea Memberikan Kontrak topik, tampat dan waktu
kondisinya lebih bagus lagi jadi belum rah klien Klien sedih karena belum reinforcement dan selalu dilakukan pada tiap kali
diijinkan pulang. Kalau keluarga Mas K : tampak sedih, menunduk diijinkan pulang. menjelaskan perlunya interaksi.
Sw tak ada kesibukan pasti akan pengobatan dan
menengok Mas Sw di sini. perawatan lanjut serta
K:- berhrap klien bisa Kien menyetujui kontrak tanda mulai
P : Bagaimana kalau sekarang kita menerima penjelasan terbinanya hubungan saling percaya.
berbincang-bincang tentang masalah perawat. Alasan masuk rumah sakit pada
yang Mas Sw hadapi sehingga Mas Sw P : memperbaiki posisi duduk, pasien baru sering berkaitan dengan
di bawa ke sini ? Kita berbincang- kontak mata, mempersilahkan masalah utama.
bincang di sini saja selama 10 menit ? klien untuk menjawab Melakukan kontrak
K : Ya Mbak….. K : menatap lurus ke depan, Klien tampak sedang pertemuan meliputi topik,
pandangan menerawang memikirkan sesuatu. tempat, dan waktu dan Bila klien bicara kacau, perawat
K : menganggukkan kepala berharap klien membutuhkan teknik komunikasi
P : tersenyum menyetujui kontrak yang yang tepat seperti focusing.
P : Baiklah Mas Sw, ada kejadian apa di dibuat.
rumah sehingga Mas Sw dibawa ke sini Senang karena klien
? P : kontak mata hangat sambil Menyetujui kontrak yang menyetujui kontrak. Eksplorasi perasaan dan menyatakan
mempersilahkan klien untuk ditawarkan perawat. kesediaan membantu bisa
menjawab membangkitkan motivasi klien untuk
K : memperhatikan perawat, Menggali masalah mengungkapkan masalahnya.
K : Nggak tahu Mbak, saya kerja di Jakarta kontak mata, mengerutkan Tampak mengingat-ingat klien/penyebab utama Klien dengan waham mempunyai
sebagai tukang batu kemudian saya dahi kejadian sebelum klien masuk rumah sakit. keyakinan yang terus menerus tidak
pulang jalan kaki lalu di bawa ke sini K : menggelengkan kepala, dibawa ke rumah sakit. sesuai dengan realita dan lingkungan
oleh keluarga saya, dst (bicara kacau tak tatapan lurus ke depan budaya klien.
jelas) P : memperhatikan dengan Perawat tidak boleh menyangkal dan
P : Apakah ada sesuatu yang menjadi pikiran sungguh-sungguh sambil Berharap klien mampu membenarkan pernyataan klien tapi
Mas Sw, bisa diceritakan kepada saya ? menatap klien Masih agak bingung, mengingat dan perlu melakukan konfrontasi atas
Saya siap membantu Mas SW. belum mampu mengingat menceritakan kejadian pernyataan klien.
P : menatap klien, menyentuh sepenuhnya sebelum masuk rumah Perawat mengobservasi perilaku
bahu, menunjukkan sikap sakit. klien terkait dengan wahamnya.
empati
K : Saya dimasuki roh Sunan Kalijogo K : mengerutkan dahi seperti Memberi kesempatan Konfrontasi dilakukan untuk
sehingga saya punya ilmu dan kekuatan mengingat-ingat sesuatu Masih mengingat-ingat klien untuk meminta tanggapan klien atas
lebih yang tidak dimiliki orang kejadian yang terjadi mengungkapkan keyakinannya yang tidak sesuai
lain……dst (bicara kacau, susah sebelum klien masuk perasaannya dan dengan realita.
dipahami) K : berbicara sambil menggerak- rumah sakit. menyatakan kesediaan
P : Bagaimana Mas Sw tahu kalau dimasuki gerakkan tangannya, untuk membantu.
roh Sunan Kalijogo ? Apa yang Mas Sw pandangan lurus ke depan Perawat harus selalu mengobservasi
rasakan ? P : memperhatikan klien Tidak menyangkal dan perilaku klien terkait dengan
Klien berbicara kacau tidak tidak membenarkan wahamnya.
P : menatap klien, mengerutkan sesuai realita, mengarah ke keyakinan klien.
dahi, menunggu penjelasan waham kebesaran.
K : menggerak-gerakkan Bila respon klien terhadap wahamnya
K : Roh itu menyatu dengan jiwaku sehingga tangannya sudah selesai, perawat kembali
semua kekuatan bersemayam di Klien mendemonstrasikan Melakukan konfrontasi memfokuskan pembicaran sesuai
tubuhku. ilmu dan kekuatan yang dia terhadap pernyataan tujuan interaksi/topik.
K : sambil terus menggerak- maksudkan. klien.
P : Kekuatan seperti apa ? Apakah saya bisa gerakkan tangannya Sikap empati menunjukkan bahwa
melihatnya? P : memperhatikan respon klien perawat bisa memahami perasaan
P : memperhatikan klien, klien.
mempersilakan klien
menunjukkan kekuatan yang Keyakinan/waham klien Memperhatikan respon
dimaksud masih melekat erat pada verbal dan non verbal
K : tersenyum sambil diri klien. klien. Penolakan, kekerasan, aniaya fisik
K : Ya…..kekuatan seperti ini. memperbaiki posisi duduknya bisa mempengaruhi harga diri klien
K : menggerak-gerakkan Klien akan menunjukkan Masih melakukan yang dapat memunculkan adanya
tangannya sambil menarik kekuatan yang dimilikinya. konfrontasi dengan waham.
meminta klien
nafas dalam dan memejamkan menunjukkan kekuatan Bila ada orang lain mengalami hal
mata seperti yang diyakinimya. yang sama bisa membuat klien
P : Baiklah, Mas Sw sudah menunjukkan P : memperhatikan respon klien merasa tidak sendiri.
kekuatan yang dimaksudkan. Sekarang P : kontak mata, menunjukkan Memperhatikan respon Pada fase terminasi, perawat
ceritakan kepada saya, selama di Jakarta sikap terbuka, mempersilahkan Klien memperagakan klien terhadap melakukan evaluasi subyektif tentang
ada masalah apa ? Mungkin masalah klien untuk menjawab kekuatan yang wahamnya. perasaan klien setelah bincang-
dengan teman atau pekerjaan ? K : menatap perawat, dimaksudkan. bincang.
K : Saya kerja sebagai tukang batu tapi mengerutkan dahi kmd tampak Hubungan saling percaya terbina bila
mandor saya orang Karang Wader sedih klien mampu mengungkapkan
sering marah dan memukuli saya, upah P : memerhatikan dengan Memfokuskan tentang permasalahannya dan merasa
saya juga tak dibayar penuh. Kemudian sungguh-sungguh, Mengingat-ingat kejadian pembicaraan yang membutuhkan perawat.
saya pulang jalan kaki karena tak punya menunjukkan sikap empati di Jakarta yang membuat mengarah pada penyebab Menggali alasan masuk rumah sakit
uang. K : tampak sedih dan putus asa klien merasa tertekan. munculnya masalah pada untuk menentukan masalah yang
P : Mas Sw, tahu kenapa mandornya berbuat klien. dihadapi klien.
seperti itu ? Apakah teman lain juga ada Dalam membina hubungan saling
yang mendapat perlakuan seperti itu ? P : memperhatikan respon klien percaya, perawat harus bersikap
K : pandangan menerawang ke Menunjukkan sikap empati dan menerima klien apa
K : Saya tidak tahu Mbak…….temanku depan Sedih ketika menceritakan empati ketika klien adanya.
kadang juga ada yang diperlakukan pengalamannya di Jakarta menceritakan
seperti itu. yang sering mendapat pengalaman yang tidak Reinforcement positif untuk
K : menggelengkan kepala, perlakuan kasar dari menyenangkan. membangkitkan percaya diri klien.
P : Baiklah…….bagus sekali Mas Sw menatap perawat mandornya. Pada fase terminasi perawat
mampu menceritakannya dengan saya. P : memperhatikan klien, memberikan rencana tindak lanjut
Sekarang bagaimana perasaan Mas Sw menganggukkan kepala. Berusaha mengeksplore untuk klien.
setelah kita bincang-bincang ? Masih tampak sedih lebih dalam lagi
K : Saya senang Mbak, ada teman yang bisa P : menatap klien, tersenyum mengenang mengenai tindak Pada fase terminasi perawat
ngajak saya ngobrol. K : tersenyum, kontak mata pengalamannya di Jakarta. mengakhiri pertemuan sambil
kekerasan yang dialami membuat kontrak yang akan datang
klien. meliputi topik, tempat dan waktu.

K : tersenyum, menatap perawat Klien merasa tidak sendiri Bersyukur klien merasa
P:tersenyum, menganggukkan mengalami pengalaman tidak sendiri. Telah terjalin hubungan saling
P : Coba ingat-ingat kembali , ada kejadian kepala yang tidak menyenangkan. percaya sehingga klien menyetujui
apa sebelumnya sehingga Mas Sw kontrak dan merasa membutuhkan
dibawa kemari ? perawat.
K : Saya dari Jakarta stress Mbak, pulang Klien merasa senang Memberikan
jalan kaki (keluyuran) kemudian sampai P : menatap klien, menyentuh diperhatikan oleh perawat reinforcement dan
di rumah saya dibawa keluarga saya ke bahu melakukan evaluasi
sini. K : kontak mata, mengangguk subyektif.

K : ekspresi wajah sedih, Menunjukkan sikap Senang karena bisa


P : Bagus ….Mas Sw mampu mengingatnya menunduk menerima hubungan saling membina hubungan
dengan baik. Coba nanti diingat-ingat P : mendengarkan, kontak mata percaya. saling percaya dengan
kembali apa yang masih menjadi menganggukkan kepala klien.
masalah Mas Sw selama ini.
K : Ya Mbak…
P : menyentuh bahu klien, kontak
P : Baiklah Mas Sw, pertemuan kita kali ini mata Klien akan mulai Mengeksplorasi
cukup. Bagaimana kalau kita bertemu menjelaskan alasan masuk penyebab klien dibawa ke
lagi besuk Senin pk 08.00-08.30 untuk rumah sakit. rumah sakit.
mendiskusikan tentang kemampuan
yang Mas Sw miliki ?Kita berbincang- Klien menejelaskan alasan Bersikap empati terhadap
bincang di sini lagi ? K : kontak mata, mengangguk masuk rumah sakit. ungkapan perasaan klien.
K: Ya Mbak…..besuk Senin kita ketemu P : kontak mata, tersenyum,
lagi. Terima kasih Mbak……… mempersilahkan klien untuk
menjawab
K : kontak mata, tersenyum
Menyetujui anjuran Memberikan
perawat reinforcement positif dan
rencana tindak lanjut
untuk klien.
K : mengangguk, tersenyum
P : kontak mata, tersenyum

Memperhatikan kontrak Mengakhiri pertemuan


yang ditawarkan perawat. dan membuat kontrak
untuk pertemuan
berikutnya.

Menyetujui kontrak Merasa senang karena


pertemuan berikutnya. klien menyetujui kontrak
pertemuan berikutnya.