Anda di halaman 1dari 3

Essay

Aku dan Bangsaku


Menjadi bagian dari bangsaku ini adalah suatu kebanggan bagi kami para
kaum muda, bangsa kami bangsa Indonesia ini memiliki berbagai keaneka
ragaman suku budaya, bahasa, adat-istiadat, dan masih banyak lagi ragam yang
bangsa kami miliki. Agar bisa menjadi warga Negara yang baik yang bisa
dialakukan setiap pribadi adalah menjadi warga Negara yang bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan sega perintah-Nya dan menjahui segala
larangan-Nya, pedilu terhadap lingkungan, baik lingkungan sekitar maupun
lingkingan alam. Selain itu kita juga harus menjadi pribadi yang peka terhadap
setiap gejala sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar, selalu bertindak
adil pada setiap keadaan dan berani bertanggungjawab atas perbuatan yang kita
lakukan. Namun melihat kondisi masyarakat sekarang ini, banyak warga yang
menilai kondisi pemuda jaman sekarang ini kurang baik, karena banyak pemuda
yang tidak memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan baik, contohnya seperti
mereka yang hanya sekedar memuaskan diri dengan happy-happyan
menghabiskan waktu dan uangnya sia-sia, mereka yang tidak peduli dengan
kebersiahan lingkungan di sekitarnya, yang membuang sampah sembarangan dan
mereka yang lebih suka tawuran dari pada belajar. Tentu hal yang seperti itu
sungguh disesalkan kerena seharusnya pemuda merupakan tunas pemimpin
bangsa di masa depan.
Namun adanya opini diatas tidaklah sepenuhnya benar, di jaman yang
serba modern dan instan ini, masih banyak para pemudanya yang peduli terhadap
bangsa ini contohnya adalah para aktivis muda mahasiswa yang seringkali
memunculkan gagasan-gagasan baru pergerakan menuju bangsa yang maju.
Dengan adanya gerkan-gerakan peduli lingkungan yang sering di canangkan oleh
para pemuda contohnya adalah kegiatan aktivis mahasiswa yang mengadakan
penanaman seribu pohon, gerakan peduli lingkungan bersih kotaku indah
negeriku, gerakan pemberantasan narkoba dan free sex dikalang remaja, dan
masih banyak lagi hal yang lain yang para pemuda lakukan untuk membangun
lingkungan yang bersih, baik, dan bermanfaat.
Untuk menjadiakan seluruh lingkungan menjadi bersih, baik, dan
bermanfaat seperti yang diharapkan pada gagasan ditas, selain dari kesadaran para
pemuda dan masyarakatnya. Peran penting seorang pemimpin lah yang dapat
menjadikan semua itu nyata, maka dari itu yang seharusnya pemimpin laukan
adalah lebih tegas dalam bemberikan segala kebijakan yang berkaitan tentang
lingkungan yang kita tinggali bersama ini, memberi sanksi keras bagi mereka
yang melakukan pelanggaran hukum, menegakkan keadilan yang ada dan
menjadikannya sama dihadapan hukum, melihat-memikirkan- dan ikut membantu
tentang masalah yang dihadapi rakyat kecil dan tidak hanya memandang keatas
saja namun ikut melihat kebawah dan merasakan apa yang rakyat kecil rasakan
selama ini. Selain itu menjaga keutuhan dan kebersamaan masyarakatnya adalah
hal yang terpenting, agar tidak terjadi perpecahan antar seasama suku sebangsa
setanah air. Menjalin hubungan yang erat dengan semua kalangan rakyat dan
menciptakn lingkungan yang saling baur membaur tanpa adanya kesenjangn sosial
diantara si kaya dan si miskin.
Menciptakan suatu lingkunagn yang baik harus dimulai dengan melihat
lingkungan masyarakat bangsa Indonesia sekarang ini. Masyarakat Indonesia
berdiri pada dua kondisi lingkungan menurut saya, yang pertama adalah kondisi
lingkungan pedesaan yang dimana masyarakatnya masih membudayakan gotong
royong dan keakraban kekeluargaannya tinggi, tinggal di tempat yang masih asri
dan jauh dari polusi, namun sumber mata pencahariannya cukup rendah dan
sedikit sehingga banyak masyarakatnya yang pergi merantau dan meninggalkan
pedesaan atau melakukan urbanisasi desa. Solusi untuk masalah ini adalah
seharusnya masyarakat yang berpotensi tidak malah meninggalkan desanya,
harusnya dia membangun suatu perusahaan swasta yang bisa merekrut banyak
pegawai dan mengurangi frekuensi penganguran dan urban desa berkurang,
dengan cara pihak pemerintahan memberikan arahan kewirausahaan di desa-desa.
Selain itu harusnya pihak pemerintah harus mengembangkan potensi lahan kerja
di desa juga bukan hanya di kota. Yang kedua adalah kondisi lingkungan
perkotaan yang dimana masyarakatnya terbagi ada yang tinggal di lingkungan
mewah, dan kebanyakan orang yang tinggal di lingkungan ini adalah para petinggi
Negara dan orang-orang berada yang kebanyakan kurang peduli dengan
sekitarnya, dan ada pula yang tinggal di lingkungan kumuh di sekitar kolong
jembatan atau di sekitar bantaran gebang, masayarakat yang tinggal di lingkungan
ini kebanyakan berkerja serabutan dan jauh dari kata sehat dan layak, bahkan
banyak anak-anak terlantar di lingkungan ini. Di lingkungan perkotaan banyak
terdapat gedung- gedung bertingkat, jalantol, dan jembatan yang indah. Namun
disisi lain ada tempat kumuh, rumah susun yang sempit yang jauh dari kata layak
ikut menghiasi suasana perkotaan Indonesia. Solusi yang semestinya pemerintah
lakukan adalah memperbaiki kawasan kumuh dan menertibkan kawasan tertentu
agar tidak ada bangunan-bangunan liar yang menambah sesak dan kumuh
perkotaan. Namun juga bagi orang-orang yang kaya harusnya sadar dan ikut
membantu mereka yang membutuhkan, pemerintah harusnya juga berupaya agar
orang- orang yang kaya ikut mempedulikan nasib warga yang kekurangan dan
wilayah disekitarnya, dan tidak malah acuh-tak acuh.
Lingkungan masyarakat yang ideal dan baik tidak akan mudah tercapai
apalagi jika moral para pemimpin bangsa ini masih banyak dinodai dengan adanya
penyalahgunaan uang Negara seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Ditambah
lagi adanya kkn diantara mereka para pemimpin yang memiliki kekuasaan tinggi
dan uang yang banyak, contohnya adalah saat para petinggi Negara ikut
mengangkat anak dan saudara mereka yang kadang kala tidak mengerti urusan
Negara menjadi bagian dari para pimpinan Negara. Selain kkn, moral negara yang
perlu diperbaiki adalah seringnya terjadi suap untuk memperoleh kemakmuran
golongan atau anggotanya dan biayanya adalah uang rakyat dan negaralah yang
jadi korbannya. Seharusnya presiden sebagai pemimpin tertinggi Negara lebih
menegaskan peraturan per undang-undangan tentang korupsi dan pelanggaran
Negara, serta presiden ikut menangani langsung dan tidak bersikap lembek serta
lebih menutup-nutupi kesalahan para pejabat Negara. Melakukan segalanya secara
transparan dimana rakyat ikut tahu apa yang pemimpinnya lakukan, serta benar-
benar menangkap dan menjatuhkan hukuman pidana dan perdata bagi mereka
yang melanggar peraturan perundang-undangan dan telah melakukan korupsi,
bukan malah menjatuhkan pidana pada rakyat sipil yang hanya mengambil sandal
jepit tetangga. Bagi mereka yang melakukan penyuapan dan penyelundupan harus
ditindak tegas bukan malah di lindungi dan dibela.