Anda di halaman 1dari 15

1.

LATAR BELAKANG

Seperti diketahui bahwa sistem manajemen hadir sejak dahulu kala


bahkan telah ada semenjak zaman mesir kuno. Hal ini dibuktikan dengan
adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari
100.000 orang selama 20 tahun. Piramida tersebut tidak akan berhasil di
bangun jika tidak ada seseorang yang mengarahkan para pekerja dan
mengendalikan pembangunan piramida tersebut.
Kini manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa
manajemen, usaha yang di keluarkan lebih banyak terbuang sia-sia dan
pencapaian tujuan pun akan lebih sulit serta membutuhkan waktu yang
lama. Sedangkan adanya manajemen mempermudah kita untuk mencapai
tujuan, menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling
bertentangan serta akan mencapai efisiensi dan efektivitas. namun definisi
manajemen itu sendiri sangat beragam dan kenyataanya, tidak ada definisi
manajemen yang telah di terima secara universal.
Perkembangan teori manejemen sampai pada saat ini telah
berkembang dengan pesat. Tapi sampai saat ini pula belum ada suatu
teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan kumpulan hukum
bagi manajemen yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan
kondisi. Para manajemen banyak mengalami dan menjumpai pandangan
pandangan tentang manajemen, yang berbeda adalah dalam penerapannya.
Dimana setiap pandangan hanya dapat diterapkan dalam berbagai masalah
yang berbeda pula, sedangkan untuk masalah masalah yang sama belum
tertentu dapat diterapkan.

Pada pembahasan mengenai perkembangan ilmu manajemen akan dibahas


tiga aliran pemikiran manajemen yaitu :

1. Manajemen Klasik
2. Manajemen Hubungan Manusiawi
3. Manajemen Modern
Oleh karena itu makalah ini berisikan uraian tentang
perkembangan (evolusi), teori manajemen dari masa ke masa. Selain
memberikan gambaran bagaimana aliran pikiran masa lalu diharapkan
tulisan ini dapat memberikan sumbangan terhadap ruang lingkup dan
perkembangan ilmu manajemen. Makalah ini juga membahas tentang
terjadinya perkembangan (evolusi) ilmu manajemen. Dimana dalam ilmu
manajemen dikemukakan ada beberapa aliran sebagai dasar pemikiran
yang dibagi berdasarkan aliran organisasi klasik, aliran hubungan
manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal teori
manajemen yang berkembang terus dengan berbagai aliran lainnya.
Adapun aliran pemikiran klasik dikenal dengan pendekatan proses
dan produk, sedangkan aliran hubungan manusiawi lebih melihat dari sisi
bagaimana sumber daya manusia yang berada dalam organisasi. Seseorang
manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan
tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan
teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer
dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi
tertentu. Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi
bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat
keputusan yang baik.
2. PEMBAHASAN

Ada beberapa aliran pemikiran manajemen, yaitu :

a) Teori Manajemen Klasik


1. Robert Owen
Pada permulaan tahun 1800-an Robert Owen,
seorang manajer beberapa pabrik pemintalan kapas di New
Lanark Skotlandia, menekankan pentingnya unsur manusia
dalam produksi. Dia mengemukakan bahwa melalui
perbaikan kondisi karyawanlah yang akan menaikkan
produksi dan keuntungan (laba), dan investasi yang paling
menguntungkan adalah pada karyawan atau “vital
machines”.
2. Charles Babbage
Babbage adalah penganjur pertama prinsip
pembagian kerja melalui spesialisasi. Setiap tenaga kerja
harus diberi latihan ketrampilan yang sesuai dengan setiap
operasi pabrik. Lini perakitan modern yang banyak
dijumpai sekarang, dimana setiap karyawan bertanggung
jawab atas pekerjaan tertentu yang berulang, didasarkan
pada gagasan Babbage.
b) Teori Manajemen Ilmiah
1. Frederick w. Taylor
Manajemen ilmiah mula mula dikembangkan oleh
Frederick W. Taylor sekitar tahun 1900-an. Karenanya dia
disebut sebagai “bapak manajemen ilmiah”.
Taylor telah memberikan prinsip prinsip dasar
penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan
mengembangkan sejumlah teknik tekniknya untuk
mencapai efsiensi. Empat prinsip dasar tersebut adalah :
 Pengembangan metoda metoda ilmiah dalam
manajemen
 Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap
karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas
sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya
 Pendidikan dan pengembangan ilmiah para
karyawan
 Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga
kerja.
2. Frank dan Lilian Gilbreth
Frank Gilbreth adalah seorang pelopor
pengembangan studi gerah dan waktu, menciptakan
berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia
sangat tertarik terhadap masalah efisiensi, terutama untuk
menemukan “cara terbaik pengerjaan suatu tugas’.
Sedangkan Lilian Gilbreth lebih tertarik pada aspek aspek
manusia dalam kerja, seperti seleksi, penempatan dan
latihan personalia. Baginya, manajemen ilmiah mempunyai
satu tujuan akhir: membantu para karyawan mencapai
seluruh potensinya sebagai makhluk hidup.
3. Henry L. Gantt
Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasan.
 Kerjasama yang saling menguntungkan antara
tenaga kerja dan manajemen
 Seleksi ilmiah tenaga kerja
 Sistem insentif untuk merangsang produktivitas
 Penggunaan instruksi instruksi kerja yang terperinci
Kontribusi yang terbesar adalah penggunaan metoda
grafik, yang dikenal sebagai “bagan Gantt”, untuk
perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi.
4. Harrington Emerson
Emerson mengemukakan dua belas prinsip prinsip efisiensi
yang sangat terkenal, yang secara ringkas adalah :
 Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
 Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
 Adanya staf yang cakap.
 Disiplin.
 Balas jasa yang adil.
 Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan
ajeg – sistem informasi dan akuntansi.
 Pemberian perintah – perencanaan dan pengurutan
kerja.
 Adanya standar-standar dan skedul-skedul metoda
dan waktu setiap kegiatan.
 Kondisi yang distandardisasi.
 Operasi yang distandardisasi.
 Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
 Balas jasa efisiensi – rencana insentif
c) Teori Organisasi Klasik
1. Henri Fayol
Henri Fayol, seorang industrialis Perancis,
mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi
sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi
yang kompleks. Dalam teori administrasinya Fayol
memerinci manajemen menjadi lima unsur, yaitu
1. Perencanaan, yaitu suatu kegiatan membuat
tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat
berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan tersebut.
2. Pengorganisasian, yaitu suatu kegiatan
pengaturan pada sumber daya manusia dan
sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan
untuk menjalankan rencana yang telah
ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. pemberian perintah, seorang manajer dalam
organisasi atau perusahaan, harus bisa
memerintah karyawan atau bawahan agar tujuan
dari perusahaan atau organisasi berjalan dengan
baik dan sesuai dari tujuan semula.
4. Pengkoordinasian, seorang manajer harus bisa
mengkoordinasi segala sesuatu yang ada dalam
organisasi atau perusahaan. Memastikan segala
sesuatu berjalan sesuai dengan porsinya masing-
masing dan tidak melenceng dari tujuan.
5. Pengawasan, adalah suatu aktivitas menilai
kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat
untuk kemudian dibuat perubahan atau
perbaikan jika diperlukan. Seorang manajer
harus selalu melakuakan pengawasan atas segala
sesuatu yang ada di perusahaan atau organisasi.
Fayol membagi operasi-operasi perusahaan menjadi
enam kegiatan, yang semuanya saling tergantung satu
dengan yang lain. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah (1)
teknik – produksi dan manufacturing produk, (2) komersial
– pembelian bahan baku dan penjualan produk, (3)
keuangan (finansial) – perolehan dan penggunaan modal,
(4) keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan, (5)
akuntansi – pelaporan, dan pencatatan biaya, laba dan
hutang, pembuatan neraca, dan pengumpulan data statistik,
dan (6) manajerial – perencanaan, pengorganisasian,
pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
Disamping itu Fayol juga mengemukakan empat
belas prinsip-prinsip manajemen yang secara ringkas adalah
sebagai berikut :
 Pembagian kerja – adanya spesialisasi akan
meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
 Wewenang – hak untuk memberi perintah dan
dipatuhi.
 Disiplin – harus ada respect dan ketaatan pada
peranan-peranan dan tujuan-tujuan organisasi.
 Kesatuan perintah – setiap karyawan hanya
menerima instruksi tentang kegiatan tertentu dari
hanya seorang atasan.
 Kesatuan pengarahan – operasi-operasi dalam
organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus
diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan
satu rencana.
 Meletakkan kepentingan perseorangan di bawah
kepentingan umum – kepentingan perseorangan
harus tunduk pada kepentingan organisasi.
 Balsa jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang
dilaksakan harus adil baik bagi karyawan maupun
pemilik.
 Sentralisasi – adanya keseimbangan yang tepat
antara sentralisasi san desentralisasi.
 Rantai skalar (garis wewenang) – garis wewenang
dan perintah yang jelas.
 Order – bahan-bahan (material) dan orang-orang
harus ada pada tempat dan waktu yang tepat.
Terutama orang-orang hendaknya ditempatkan pada
posisi-posisi atau pekerjaan-pekerjaan yang paling
cocok untuk mereka.
 Keadilan – harus ada kesamaan perlakuan dalam
organisasi.
 Stabilitas staf organisasi – tingkat perputaran
tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan
fungsi-fungsi organisasi.
 Inisiatif – bawahan harus diberi kebebasan untuk
menjalankan dan menyelesaikan rencananya,
walaupun beberapa kesalahan mungkin terjadi.
 Esprit de Corps (semangat korps) – “kesatuan
adalah kekuatan”, pelaksanaan operasi organisasi
perlu memiliki kebanggaan, kesetiaan dan rasa
memiliki dari para anggota yang tercermin pada
semangat korps.

2. James D. Mooney
Mooney, seorang eksekutif General Motors,
mendefinisikan organisasi sebagai sekelompok, dua atau
lebih, orang yang bergabung untuk tujuan tertentu. Menurut
Mooney, untuk merancang organisasi perku diperhatikan
empat kaidah dasar, yaitu (1) koordinasi – syarat-syarat
adanya koordinasi meliputi wewenang, saling melayani,
doktrin (perumusan tujuan) dan disiplin, (2) prinsip skalar
– proses skalar mempunyai prinsip, prospek dan pengaruh
sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi dan
definisi fungsional, (3) prinsip fungsional – adanya
fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda, dan
(4) prinsip staf – kejelasan perbedaan antara staf dan lini.
3. Mary Parker Follet
Follet adalah ahli ilmu pengetahuan sosial pertama
yang menerapkan psikologi pada perusahaan, industri dan
pemerintah. Dia memberikan sumbangan besar dalam
bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu sosial
dalam administrasi perusahaan. Dia menulis panjang lebar
tentang kreatifitas, kerjasama antara manajer dan bawahan,
koordinasi dan pemecahan konflik. Dia juga menguraikan
suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai
koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para
karyawan.
4. Chester I. Barnard
Chester Barnard, presiden perusahaan Bell
Telephone di New Jersey, memandang organisasi sebagai
sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi
utama manajemen, menurut pandangan Barnard, adalah
perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya-sumber
daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Menurut
teorinya, bawahan akan menerima perintah hanya bila
mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk
menuruti atasan. Barnard adalah pelopor dalam penggunaan
“pendekatan sistem” untuk pengelolaan organisasi.
d) Hubungan Manusiawi
1. Elton Mayo
“Hubungan manusiawi” sering digunakan sebagai
istilah umum untuk menggambarkan cara di mana manajer
berinteraksi dengan bawahannya. Bila “manajemen
personalia” mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam
kerja, hubungan manusiawi dalam organisasi adalah “baik”.
Bila moral dan efisiensi memburuk hubungan manusiawi
dalam organisasi adalah “buruk”. Untuk menciptakan
hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti
mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan
dan faktor faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi
mereka.
2. Fritz Roethlisberger
Fritz Roethlisberger selaku asisten riset Elton Mayo
mengadakan suatu studi tentang perilaku manusia dalam
bermacam situasi kerja di pabrik Howthorne milik
perusahaan Western Electric dari tahun 1927 sampai 1932.
Percobaan pertama dilakukan untuk meniti pengaruh
kondisi penerangan terhadap produktivitas. Ketika kondisi
penerangan dinaikkan, produktivitas juga naik seperti yang
diperkirakan. Tetapi ketika kondisi penerangan dikurangi
sampai seperti bila hanya menggunakan sinar matahari,
ternyata produktivitas tetap naik.
Percobaan selanjutnya, Mayo dan kawan kawannya
menempatkan dua kelompok yang masing masing terdiri
enam karyawati dalam ruang terpisah. Dalam satu ruangan
kondisi diubah-ubah secara periodik, dan ruang lainnya
tidak. Sejumlah variabel-variabel dicoba. Sekali lagi,
keluaran di ruang kedua ruang ternyata sama-sama
meningkat.
Mereka meyimpulkan bahwa rantai reaksi
emosional yang kompleks telah mempengaruhi peningkatan
produktivitas. Hubungan manusiawi di antara anggota
kelompok terpilih, maupun dengan peneliti lebih penting
dalam menentukan produktivitas daripada perubahan-
perubahan kondisi kerja di atas. Perhatian simpatik dari
pengawas yang mereka terima telah mendorong
peningkatan motivasi mereka.
Penemuan lainnya adalah bahwa kelompok kerja
informal – lingkungan sosial karyawan juga mempunyai
pengaruh besar pada produktivitas.
3. Hugo Munsterberg
Sebagai penetus psikologi industri, Hugo Musterberg sering
disebut “bapak psikologi industri”. Dia mengemukakan
bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat
dilakukan dengan melalui tiga cara yaitu :
 Penemuan best possible person
 Penciptaan best possible work
 Penggunaan best possible effect untuk motivasi
karyawan
e) Manajemen Modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur berbeda.
 Perilaku organisasi
Tokoh tokoh aliran ini antara lain :
1. Abraham Maslow yang mengemukakan adanya “hirarki
kebutuhan” dalam penjelasannya tentang perilaku
manusia dan dinamika proses motivasi.
2. Douglas McGregor dengan teori X dan teori Y-nya.
3. Frederick Herzberg yang menguraikan teori motivasi
higienis atau teori dua faktor.
4. Robert Blake dan Jane Mouton yang membahas lima
gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial.
5. Rensis Liken yang telah mengidentifikasi dan
melakukan penelitiannya secara ekstensif mengenai
empat sistem manajemen, dari sistem 1 : exploitif-
otoritatif sampai sitem 4: partisipatif kelompok.
6. Fred Fiedler yang menyarankan pendekatan
contingency pada studi kepemimpinan.
7. Chris Argyris yang memandang organisasi sebagai
sistem sosial atau sistem antarhubungan budaya.
8. Edgar Schein yang banyak meneliti dinamika kelompok
dalam organisasi.
 Aliran Kuantitatif
Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya
team-team riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah
industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset
operasi Inggris dalam Perang Dunia ke II. Sejalan dengan
semakin kompleksnya komputer elektronik, transportasi
dan komunikasi. Teknik teknik riset operasi menjadi
semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan
keputusan. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut
kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management
science.
3. KESIMPULAN

Keberadaan manajemen telah ditemukan semenjak adanya


peradadaban manusia. Namun secara keilmuan, manajemen baru
terumuskan kurang lebih di abad 18 atau awal abad 19 Masehi.
Diantara tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen
secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858) dan Charles
Babbage (1972-1871). Owen seorang pembaru dan indrustrialisasi
dari Inggris adalah di antara tokoh pertama yang menyatakan perlunya
sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja.
Sedangkan Babbage seorang ahli matematika dari Inggris orang yang
pertama kali berbicara mengenai pentingnya efisiensi dalam proses
produksi.
Perkembangan teori manajemen dimulai dari teori
manajemen klasik dengan pemikiran manajemen ilmiah dari Taylor
dan teori organisasi klasik dari Mayo. Manajemen ilmiah menekankan
pada upaya menemukan metode terbaik untuk melakukan tugas
manajemen secara ilmiah. Sedangkan teori organisasi klasik
menekankan pada kebutuhan mengelola organisasi yang kompleks
yang menfokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan prinsip
dan keterampilan yang mendasari manajemen yang efektif.
Perkembangan yang memberikan fokus yang sangat berbeda dari teori
manajemen klasik disebut teori manajemen hubungan manusia yang
ditandai dengan perubahan fokus manajemen yang lebih menekankan
pada perilaku baik pada perilaku manusia maupun perilaku organisasi.
Manajemen yang baik menurut teori neo klasik ini adalah manajemen
yang menfokuskan diri pada pengelolahan staf secara efektif yang
didasari akan pemahaman yang mendalam dari segi sosiologis
maupun psikologis. Perkembangan selanjutnya yaitu dengan
menekankan pendekatan sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari
bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan.
Namun saat ini penerapan manajemen didasarkan pada pendekatan
kontingensi yang memadukan antara aliran ilmiah dengan perilaku
dalam suatu sistem yang diterapkan menurut situasi dan lingkungan
yang dihadapi.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pidarta, Made, DR. 1988. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT.


Bina Aksara.
2. Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar
Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
3. Handoko, Hani, Manajemen, BPFE-YOGYAKARTA, 2009
4. Usman, Husaini, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Bumi
Aksara, 2013
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
6. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_umum/
Bab_2.pdf
7. http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/2102669-teori-teori-
manajemen/