Anda di halaman 1dari 38

Daftar Isi

Daftar Isi.......................................................................................................1
1. Pendahuluan...........................................................................................2
2. Pembahasan...........................................................................................4
2.1 Pengertian kanker.........................................................................4
2.2 Jenis-Jenis Kanker.........................................................................4
2.3 Penyebaran kanker, asupan zat-zat yang dapat memicu
pertumbuhan sel kanker dan tips untuk melawan kanker............5
2.4 Hubungan antara kanker dengan tumor.......................................8
2.5 Pengertian kanker serviks.............................................................8
2.6 Etiologi..........................................................................................9
2.7 Fakta Tentang Kanker Serviks......................................................10
2.8 Ciri-Ciri Kanker Serviks................................................................12
2.9 Gejala-Gejala Kanker Serviks.......................................................13
2.10 Faktor-Faktor Penyebab Kanker Serviks......................................15
2.11 Stadium Kanker Serviks...............................................................19
2.12 Pencegahan Kanker serviks.........................................................21
2.13 Perawatan Kanker Serviks...........................................................23
2.14 Obat Tradisional Untuk Mencegah Kanker Serviks......................27
2.15 Pola Makanan Sehat Untuk Mencegah Kanker Serviks...............31
3. Penutup................................................................................................35
Daftar Pustaka............................................................................................37
Pencegahan dan Perawatan Kanker
Serviks

1. Pendahuluan
Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uteri
merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah
kanker payudara. Setiap tahunnya, terdapat kurang lebih 500.000
kasus baru kanker leher rahim (cervical cancer), sebanyak 80%
terjadi pada wanita yang hidup di negara berkembang. Paling
sedikit 231.000 wanita diseluruh dunia meninggal akibat kanker
rahim. Dari jumlah itu, 50% kematian terjadi di negara-negara
berkembang. Hal tersebut terjadi karena pasien datang dalam
stadium lanjut. Menurut data Departemen Kesehatan RI, penyakit
kanker leher rahim saat ini menempati urutan pertama daftar
kanker yang di derita kaum wanita. Saat ini di Indonesia terdapat
sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus
setiap tahunnya. Selain itu, lebih dari 70% pasien yang datang ke
rumah sakit di temukan dalam keadaan stadium lanjut. Kanker
serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan
kematian dalam jangka waktu relatif singkat. Selama kurun waktu
5 tahun, usia penderita antara 30-60 tahun, terbanyak antara 45-50
tahun. Periode laten dari fase pra invasif untuk menjadi invasif
memakan waktu sekitar 10 tahun. Hanya 9% dari wanita berusia
di bawah 35 tahun menunjukkan kanker serviks yang invasif pada
saat didiagnosis, sedangkan 53% dari KIS (Karsinogen In-Situ)
terdapat pada wanita di atas usia 35 tahun (Azizah, 2010: 6).
Dari pendapat tersebut dapat kita ketahui bahwa angka
kematian akibat kanker serviks dari tahun ke tahun semakin

2
meningkat terutama pada wanita dengan usia produktif hingga
menopause. Hal ini dikarenakan kurangnya deteksi dini pada
pasien penderita kanker serviks. Sehingga banyak pasien yang
datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut. Akibatnya
sering menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif cepat.
Sehingga pasien cenderung mengalami gangguan kualitas hidup
dengan usia yang relatif singkat tersebut. Dalam hal ini Diananda
(2009: 124) mengatakan bahwa kanker serviks cenderung terjadi
pada usia pertengahan atau usia produktif. Di Indonesia, serviks
merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita
usia produktif. Pada usia 30-50 tahun. Perempuan yang sudah
kontak seksual akan beresiko tinggi terkena kanker serviks. Usia
tersebut merupakan puncak usia produktif perempuan sehingga
akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan
, maupun kesehatan seksual.
Selain itu kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki
oleh masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah
pedesaan yang masih sangat rendah tingkat pengetahuannya
terhadap penyakit kanker. Sehingga tidak heran bahwa saat ini
masih banyak wanita yang meninggal akibat penyakit ini. Dalam
hal ini Fikriyawati & Yanti (2006: 8) mengatakan bahwa
kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan
keengganan untuk melakukan deteksi dini menyebabkan lebih dari
70% mulai menjalani perawatan medis justru ketika sudah berada
dalam kondisi parah dan sulit disembuhkan.
Kanker serviks tidak muncul dengan sendirinya melainkan
ada sebab atau faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko
kanker serviks. Akan tetapi faktor-faktor tersebut dapat di hindari
dan dicegah dengan beberapa cara yang cukup mudah. Demikian
pula dengan pasien penderita kanker serviks dapat dilakukan
perawatan sehingga penyakit ini tidak bertambah parah.
Oleh sebab itu topik ini begitu penting untuk di bahas
mengingat semakin banyak korban yang meninggal akibat
penyakit ini. Selain itu pembahasan topik ini juga bertujuan untuk
menambah informasi kepada para pembaca sehingga dapat
3
mengenali dan mendeteksi dini tentang tanda-tanda maupun gejala
yang di timbulkan oleh penyakit kanker serviks. Dengan harapan
jumlah penderita kanker serviks semakin berkurang baik di
Indonesia maupun di luar negeri. Serta secara tidak langsung kita
telah ikut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan di
Indonesia.
2. Pembahasan
2.1 Pengertian kanker
Sebelum kita mengetahui apakah pengertian kanker
serviks, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang
dimaksud kanker dan apa yang dimaksud serviks. Dalam hal
ini Junaidi (2007: 2) menyatakan bahwa kanker adalah suatu
penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh
tidak normal atau abnormal dan tidak terkendali sehingga
dapat menjadi tumor ganas yang dapat menghancurkan dan
merusak sel atau jaringan yang sehat. Meskipun demikian,
kanker memiliki perbedaan gejala sesuai dengan lokasi dan
seberapa ganas sel kanker berkembang di dalam tubuh.
Penyakit kanker merupakan pembunuh utama kematian di
negara berkembang.
2.2 Jenis-Jenis Kanker
Beberapa jenis kanker yang paling mematikan menurut
American Cancer Society yaitu sebagai berikut.
A. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru merupakan kanker yang dianggap
paling mematikan dan telah banyak membunuh warga AS
khususnya mereka yang berusia antara 55-65 tahun.
Penyebab utamanya ialah rokok.
B. Kanker hati
Sebagian besar penderita kanker hati dimulai dengan
adanya kanker di tempat lain yang kemudian menyebar ke
hati. Meskipun jarang terjadi, namun Anda harus waspada
dengan menjaga kondisi tubuh tetap dalam keadaan fit dan

4
menjalankan pola hidup sehat sebagai bentuk investasi
sepanjang masa.
C. Kanker payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling
umum ditemukan pada wanita setelah kanker rahim.
D. Kanker prostat
Kanker prostat merupakan penyebab kematian kedua
setelah kanker paru-paru dan bronkial. Kanker prostat ini
biasanya mulai tumbuh secara perlahan pada kelenjar
prostat yang berfungsi dalam memproduksi air mani.
Beberapa jenis kanker ini mudah untuk diobati karena
penyebarannya hanya pada kelenjar prostat.
E. Kanker darah atau leukimia
Leukemia memiliki beberapa jenis yang semuanya
berdampak pada jaringan pembentuk sel darah dalam
tubuh seperti sistem limfatik dan tulang belakang. Hal ini
mengakibatkan tubuh lebih banyak memproduksi sel darah
putih secara berlebih sehingga bersifat membahayakan.
F. Kanker leher rahim atau kanker serviks
Kanker leher rahim adalah pertumbuhan sel-sel kanker
di leher rahim/serviks yang abnormal. Sel-sel kanker
tersebut mengalami perubahan ke arah displasia atau
keganasan. Kanker ini hanya menyerang perempuan yang
pernah atau sedang dalam status sexually active. Jadi, jika
seorang perempuan tidak pernah melakukan hubungan
seksual, maka ia tidak akan mengalami kanker rahim.
2.3 Penyebaran kanker, asupan zat-zat yang dapat
memicu pertumbuhan sel kanker dan tips untuk
melawan kanker
Menurut Ghofar (2009: 5) Kanker menyebar melalui
tiga cara yaitu :
A. Penyebaran ke jaringan sekitarnya (per continuitatum
spread)

5
B. Penyebaran melalui aliran darah ke organ-organ lainnya
(hematogeneus spread)
C. Penyebaran melalui sistem limpa (lympatic spread)
Ada tiga faktor penyebab kanker, yaitu.
A. Genetic prodicposition (faktor keturunan)
B. Genetic environment
C. Interaksi agen-agen infeksi
Namun selain faktor-faktor di atas kita juga perlu untuk
memperhatikan asupan zat-zat yang masuk ke dalam
pencernaan kita, dan tanpa kita sadari terdapat zat-zat yang
dapat memicu pertumbuhan kanker. Kanker akan tumbuh dan
berkembang dengan subur apabila mendapatkan asupan zat-
zat yang didapat dari makanan atau kegiatan seperti berikut
ini.
A. Terlalu banyak minum kopi, coklat dan teh yang memiliki
kandungan kafein tinggi. Minuman berkadar kafein tinggi
tersebut dapat diganti dengan minum teh hijau yang dapat
mencegah kanker atau minum air putih/air mineral.
B. Makanan manis seperti gula dan pemanis buatan disukai
oleh kanker serta dapat merusak kesehatan bila dikonsumsi
secara berlebihan. Sebaiknya dalam kehidupan sehari-hari
tidak perlu banyak mengkonsumsi makanan dan minuman
yang mengandung gula. Gula dapat diganti dengan madu
murni atau molases.
C. Hindari menggunakan garam yang berlebihan untuk
makanan dan minuman kita, sebaiknya gunakan garam
secukupnya dan pastikan garam yang kita pakai
mengandung yodium, bersih, dan memiliki kualitas yang
baik.
D. Hati-hati jika meminum susu hewani yang dapat
menghasilkan zat mukus dan dapat memicu kanker.
Sebaiknya mengganti konsumsi susu hewani dengan susu
nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti susu
kedelai. Karena susu kedelai tersebut sangat kaya akan gizi
dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita.
6
E. Bagi Anda yang suka makan daging merah sebaiknya
mulai dibatasi karena mengandung kadar asam yang cukup
tinggi. Hal tersebut sangat disukai oleh sel kanker.
Terkadang daging yang kita konsumsi mengandung zat
berbahaya seperti hormon tambahan, residu antibiotik,
parasit, dan zat lainnya yang merugikan kesehatan tubuh
kita.
Akan tetapi, penderita kanker tidak perlu berkecil hati
maupun pesimis. Ada beberapa tips atau langkah-langkah
yang dapat diterapkan dalam menghindari dan mengurangi
resiko serangan kanker. Dalam hal ini Nurwijaya (2010: 24)
menyatakan bahwa tips cara menghindari serangan kanker
dan melawan kanker adalah sebagai berikut:
A. Hindari stres, sedih, pesimis, depresi, dan lain-lain yang
bersifat negatif dan ubah konsisi mental Anda menjadi
positif seperti bebas stres, optimis, senang hati, proaktif,
dan lain-lain. Sikap batin negatif dapat meningkatkan
kadar asam tubuh yang disukai kanker.
B. Jalankan pola diet yang sehat dengan menjaga berat badan
yang ideal sehingga akan terjadi kesesuaian antara berat
badan dengan tinggi badan. Bila perlu Anda dapat
melakukan pola diet vegetarian yaitu diet yang
mengandalkan asupan nutrisi alami nabati seperti kacang-
kacangan, biji-bijian, sayur-sayuran dan buah-buahan.
C. Perhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi
setiap hari. Makanan dan minuman yang berserat tinggi,
mengandung sayuran hijau, bebas bahan kimia serta
mengandung sedikit lemak hewani akan membantu kita
untuk memberantas dan mencegah sel kanker yang
membahayakan kita.
D. Makanan yang diolah dengan cara dibakar dan diasapi
mengandung banyak zat radikal bebas yang memicu
kanker. Sebaiknya perbanyaklah mengolah makanan
dengan cara direbus. Untuk sayuran sebaiknya tidak

7
dimasak terlalu lama agar kandungan nutrisi tidak banyak
yang rusak karena suhu panas.
E. Batasi pemakaian gula dan garam pada makanan dan
minuman kita karena pada dasarnya sesuatu yang
berlebihan itu kurang baik. Ubah selera kita dari rasa
hambar/tawar, asin dan manis menjadi pahit dan asam.
Jangan pula terlalu banyak mencampur bahan kimia pada
makanan.
F. Konsumsilah zat yang mampu mencegah atau melawan
kanker yang baik untuk tubuh kita seperti vitamin A,
Vitamin C, teh hijau, dan lain sebagainya yang
mengandung zat antioksidan. Terlalu banyak vitamin dan
zat lain pun tidak baik untuk badan kita, sehingga kita
harus terus memperhatikan batasan kandungan gizi agar
tubuh kita tidak kekurangan atau kelebihan.
G. Ubah pola hidup menjadi lebih baik dengan tidak
menggunakan narkoba, tidak merokok, dan tidak minum-
minuman keras yang mengandung alkohol dan
mengganggu kesehatan. Gantilah kebiasaan buruk tersebut
dengan kebiasaan yang baik seperti makan sayur atau buah
segar.
H. Dengan olahraga yang teratur maka tubuh kita kaya akan
oksigen. Hal ini tidak disukai sel kanker karena sel kanker
hanya menyukai inang yang mengandung sedikit oksigen.
I. Jaga kondisi lingkungan kita dari masalah-masalah yang
memicu kanker seperti polusi udara yang dapat menimbun
zat radikal bebas seperti asap dan debu. Selain itu polusi
juga dapat membuat kita stress yang memicu pertumbuhan
sel kanker.
2.4 Hubungan antara kanker dengan tumor
Tumor adalah suatu pertumbuhan sel-sel normal yang
tumbuh tidak terkontrol, pertumbuhan tersebut tidak ada
gunanya. Tumor yang jinak adalah tumor yang tumbuh
terbatas pada organ tersebut, tumbuh lambat tidak menyebar
dan tidak menyusup ke dalam organ. Sedangkan tumor ganas
8
disebut kanker yang dapat tumbuh cepat, dapat menyusup,
dan menyebar ke organ lain (Junaidi, 2007: 2).
2.5 Pengertian kanker serviks
Dalam hal ini Diananda (2009: 3) menyatakan bahwa
kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada
jaringan leher rahim (serviks). Kanker serviks merupakan
kanker primer yang berasal dari serviks (kanalis servikalis
atau porsio). Serviks merupakan bagian ujung depan rahim
yang menjulur ke vagina. Serviks terdiri dari dua bagian yaitu
mulut rahim dan leher rahim. Tetapi secara keseluruhan
keduanya disebut serviks. Serviks juga berfungsi untuk
menghubungkan rahim dengan vagina. Bagian ini terletak
lebih rendah, berbentuk silinder atau kerucut, dan menonjol,
diperkirakan panjangnya hanya sekitar 2 inci.

Gambar 1 serviks yang terinfeksi oleh kanker


Sumber: kankerleherrahim.com
2.6 Etiologi
Perjalanan penyakit karsinoma merupakan salah satu
model karsinogenesis yang melalui tahapan atau multi step,
mulai dari karsinogegenesis awal sampai terjadinya
perubahan morfologi hingga menjadi kanker infasif. Dalam
penelitian epidemiologi menunjukkan lebih dari 90% kanker
9
serviks dihubungkan dengan jenis human papiloma virus
(HPV). Beberapa bukti menunjukkan bahwa kanker dengan
HPV negatif ditemukan pada wanita yang lebih tua dan
dikaitkan dengan prognosis yang buruk. HPV merupakan
faktor inisiator kanker serviks (Azizah, 2010:7).
2.7 Fakta Tentang Kanker Serviks
Kanker adalah jenis penyakit yang paling menakutkan
bagi manusia. Lebih menakutkan lagi karena kanker
merupakan jenis penyakit penyebab kematian bagi
penderitanya. Tidak terkecuali kanker serviks. Kanker serviks
atau kanker leher rahim disebabkan oleh human papilloma
virus (HPV) onkogenik. Menurut WHO penyakit kanker
serviks penyebab kematian peringkat atas pada wanita.
Ironisnya, data WHO menunjukkan Indonesia adalah negara
tertinggi penderita kanker serviks. Dalam hal ini Junaidi
(2007: 10) menyatakan bahwa banyak mitos yang
berkembang di masyarakat seputar kanker serviks, tapi
sebelum mempercayainya lebih baik kita mencari tahu
terlebih dahulu fakta seputar kanker serviks.
A. Kanker serviks berbeda dengan kanker rahim karena
serviks ternyata berada di bagian bawah dari rahim.
Kanker serviks dipicu karena adanya sel abnormal pada
serviks.
B. Banyak yang menganggap bahwa gejala kanker serviks
adalah hal biasa yang dialami wanita sehingga tidak
dianggap berbahaya. Padahal di Indonesia penderita
kanker serviks sudah mencapai 15.000 dan 8.000 di
antaranya telah meninggal dunia.
C. Kanker serviks bukan keturunan, tetapi penyakit yang
disebabkan oleh infeksi HPV yang bersifat kanker. Ada
beberapa macam HPV dan paling banyak menyerang
wanita adalah tipe 16 dan 18, ditemukan 80% kasus kanker
serviks yang diserang oleh virus ini.
D. Semua wanita harus waspada akan adanya HPV terutama
bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan
10
tetap. Fakta selanjutnya bahwa usia bukanlah faktor yang
menentukan penderita kanker serviks.
E. Pemakaian kondom tidak dapat dinyatakan dalam zona
aman untuk terhindar dari kanker serviks. Penyebaran
HPV dapat terjadi melalui adanya kontak kulit ke area
genital.
F. Gejala kanker serviks merupakan gejala penyakit yang
sulit ditemukan perkembangannya. Gejalanya mirip
dengan wanita non-penderita. Gejala akan ditemukan
setelah memasuki stadium lanjut atau stadium III yang
telah mengalami kerusakan organ-organ di dalam tubuh.
G. Kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin.
Vaksinasi HPV dapat membuat perlindungan diri
seseorang kuat (imunitas). Pencegahan selanjutnya dapat
dilakukan dengan melakukan Pap Smear (pemeriksaan
dini) dengan berkonsultasi ke dokter.
H. Remaja putri memerlukan vaksinasi, pemberian vaksinasi
merupakan pencegahan awal untuk memperkuat sistem
pertahanan tubuh (antibodi) untuk dapat terhindar dari
HPV, sebelum memasuki usia 21 tahun.
I. Gaya hidup meningkatkan resiko terjadinya kanker
serviks. Gaya hidup tidak sehat yaitu dengan
mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung
bahan kimia berbahaya pemicu kanker, wanita perokok
aktif, mengkonsumsi alkohol dan berganti-ganti pasangan
lebih mudah terserang HPV.
J. Penggunaan pembalut kurang baik dapat memicu kanker
serviks. Pada dasarnya benda asing yang bersentuhan
dengan alat kewanitaan akan memicu jamur dan bakteri.
Mengganti pembalut yang tepat sebaiknya empat jam
sekali dalam sehari.
K. Pemberian vaksinasi HPV tidak menimbulkan efek
samping seperti pemberikan vaksin pada umumnya,
misalnya nyeri pada area penyuntikan, kemerahan dan
sedikit bengkak.
11
Oleh karena itu, perkembangan mitos di masyarakat
akan menyebabkan kesalahpahaman mengenai kanker serviks
yang akan terus berlanjut dalam masyarakat sehingga jika
tidak diluruskan akan membuat masyarakat ketergantungan
akan mitos tersebut. Jadi setelah mengetahui faktanya,
sebaiknya kita tidak mempercayai mitos yang berkembang di
masyarakat dan segera konsultasikan keluhan alat reproduksi
Anda kepada dokter.
2.8 Ciri-Ciri Kanker Serviks
Human papilloma virus penyebab kanker serviks
membutuhkan waktu yang lama untuk dapat berkembang ke
arah kanker serviks yaitu sekitar 10-20 tahun yang dapat
berawal dari infeksi kecil. Oleh karena itu para wanita sangat
dianjurkan untuk melakukan medical check up atau tes IVA
(infeksi visual dengan asam asetat) setidaknya dua tahun
sekali. Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada
daerah leher rahim dan apabila sudah memasuki tahap serius
dan tidak adanya penanganan medis. Kanker ini dapat
menyerang tubuh kita. Dalam hal ini Ghofar (2009: 16-17)
menyatakan bahwa terdapat ciri-ciri yang dapat dikenali pada
penderita kanker serviks. Berikut ini merupakan ciri-ciri
kanker serviks, sehingga dapat membantu Anda mengenali
adanya infeksi yang disebabkan oleh HPV.
A. Pada saat Anda melakukan hubungan suami istri akan
terasa sakit pada daerah kewanitaan dan disertai dengan
adanya pendarahan. Hal ini patut untuk diwaspadai, bisa
jadi ada infeksi pada area kewanitaan yang menyebabkan
virus sudah menginfeksi alat reproduksi Anda.
B. Mengalami keputihan yang tidak normal dan berlebihan,
disertai darah, berbau tidak sedap, dan timbulnya rasa gatal
di area vagina.
C. Sering merasakan sakit yang tidak wajar disekitar panggul.
D. Nyeri saat buang air kecil.
E. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah
banyak dan berlebih.
12
F. Pada saat penyakit kanker serviks memasuki stadium
lanjut, biasanya akan terjadi pembengkakan pada paha,
nafsu makan berkurang, terjadi fluktuasi dan
ketidakstabilan berat badan, rasa nyeri saat buang air kecil
dan disertai dengan pendarahan yang spontan.
2.9 Gejala-Gejala Kanker Serviks
Kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan tanda
kanker serviks membuat sebagian wanita tidak
menyadarinya. Bahkan kanker ini akan menyerang siapa saja
dalam rentan usia yang tak terbatas. Dalam hal ini Ghofar
(2009: 36-38) menyatakan bahwa perempuan cenderung
tidak sadar ketika HPV menyerangnya. HPV merupakan
mikroorganisme kecil yang berukuran kurang lebih 55 mm
dan memiliki 100 tipe HPV yang dapat menginfeksi kulit
sehingga menimbulkan kutil. Virus yang berkembangbiak
dapat menginfeksi sistem kekebalan tubuh sehingga memicu
kanker serviks.
A. Gejala awal kanker serviks
Pada stadium awal penderita kanker serviks sulit
ditemukan gejalanya. Penderita kanker serviks pada
awalnya terinfeksi virus layaknya seperti perempuan
normal. Adapun pemeriksaan secara medis dengan
bantuan tes pap smear dapat mendeteksi secara dini
adanya gejala kanker serviks. Tes Pap dapat dilakukan
pada usia di bawah 21 tahun dan selanjutnya dilakukan
secara berkala setiap tiga tahun sekali. Pada usia 30 akan
dilakukan tes Pap Smear dan juga tes HPV secara terus
menerus hingga usia 65 tahun. Adapun gejala lain yang
mengarah pada wanita yang terinfeksi HPV adalah
sebagai berikut.
1) Keputihan patogenesis
Keputihan (flour albus) yaitu keluarnya
selain darah dari kewanitaan dalam jumlah banyak.
Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan
tetapi Anda harus waspada jika Anda mengalami
13
keputihan dengan ciri-ciri berikut: keluarnya cairan
dalam jumlah banyak, cairan berubah menjadi kental,
berbau tidak sedap, berwarna tidak normal (kekuning-
kuningan, kehijauan, atau kecoklatan), timbul rasa
panas dan gatal pada area kewanitaan. Jika Anda
mengalami keputihan dengan ciri-ciri seperti di atas,
segera konsultasikan dengan dokter.
2) Sakit pada area kewanitaan
Rasa sakit yang menyerang area kewanitaan
disebabkan karena Human Papilloma Virus (HPV)
telah berkembang dan mengganggu imunitas tubuh
sehingga berakibat perut bagian bawah sakit.
3) Pendarahan
Kebanyakan wanita menganggap bahwa
pendarahan yang terjadi karena siklus menstruasi yang
tidak normal, akan tetapi perlu diwaspadai jika darah
yang keluar dari area kewanitaan Anda sering dan
berlangsung rutin maka harus memeriksakan segera
pada dokter.
4) Nyeri saat buang air kecil
Kantung kemih yang terinfeksi virus akan
mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit saat
buang air kecil, hal ini merupakan gejala kanker
serviks ketika memasuki stadium lanjut atau stadium
III.
5) Timbul rasa nyeri dan pendarahan saat berhubungan
seks
Sering berganti-ganti pasangan dalam
melakukan hubungan seksual beresiko tinggi
mengakibatkan kanker serviks. Ketika berhubungan
intim sering terasa sakit dan mengeluarkan darah yang
disebabkan oleh adanya infeksi pada leher rahim yang
parah.
6) Penurunan Nafsu Makan

14
Penurunan nafsu makan menyebabkan
imunitas atau daya tahan tubuh menurun sehingga
rawan terjadi stress, cemas berlebih, dan mengurangi
energi. Selain itu, penurunan nafsu makan merupakan
tanda awal terjadinya gejala kanker serviks.
7) Bengkak Pada Kaki
Ketika Anda mengalami bengkak pada kaki
tanpa sebab, kemungkinan gejala ini merupakan
serangkaian tanda virus penyebab kanker serviks
menyerang tubuh Anda.
8) Cepat Lelah
Kelelahan yang menandakan Anda terjangkit
HPV adalah kelelahan tanpa sebab yang menyerang
waktu bersantai Anda.
2.10 Faktor-Faktor Penyebab Kanker Serviks
Dalam hal ini Diananda (2009: 68-72) menyatakan
bahwa terdapat beberapa jenis faktor yang dapat
menyebabkan kanker serviks, yaitu sebagai berikut.
A. Faktor alami
Faktor alami merupakan faktor yang yang timbul dengan
sendirinya atau secara alami. Faktor alami terdiri dari
sebagai berikut.
1) Faktor usia
Usia diatas 40 tahun biasanya rentan terserang
penyakit kanker serviks. Namun di jaman seperti ini
tidak menutup kemungkinan usia muda juga dapat
terserang penyakit ini.
2) Bukan faktor keturunan
Kanker Serviks ini biasanya tidak ada katannya
dengan faktor keturunan, jadi walaupun keluarga tidak
ada riwayat penyakit kanker, ini bukan berarti Anda
aman dari penyakit kanker serviks ini.
B. Faktor kebersihan
Faktor kebersihan merupakan faktor yang meliputi
kebersihan vagina wanita dari virus maupun bakteri yang
15
dapat membahayakan atau dapat menimbulkan penyakit.
Faktor kebersihan terdiri dari sebagai berikut.
1) Keputihan yang berlebihan yang tidak diobati sama
sekali
2) Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS bukan hanya
menularkan virus yang menyebabkan HIV/AIDS saja
tetapi juga dapat menularkan HPV yang menyebabkan
penyakit kanker serviks ini.
3) Pemakaian pembalut yang mengandung dioksin. Hati-
hati untuk kaum muda harus lebih teliti dalam
menggunakan berbagai macam pembalut, hindari
pembalut yang mengandung dioksin, dioksin adalah
pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut
daur ulang dari bahan bekas.
4) Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih.
C. Faktor seks
Faktor seks merupakan faktor yang meliputi hubungan
dengan pasangan atau lawan jenis. Faktor seks terdiri dari
sebagai berikut.
1) Melakukan hubungan seksual pertama pada usia dini.
Bagi Anda yang pernah melakukan hubungan seksual
di usia dini, hal ini patut Anda waspadai. Hal ini dapat
menjadi faktor yang memicu timbulnya kanker
serviks.
2) Berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan
seksual. Melakukan hubungan seksual dengan
berganti-ganti pasangan atau lawan jenis yang
terinfeksi kanker serviks mampu memicu pula
tumbuhnya kanker serviks akibat perpindahan bakteri.
3) Usia kehamilan. Angka kehamilan yang tinggi mampu
meningkatkan penyebaran HPV pada manusia.
Karena wanita dengan usia 35-50 tahun berpotensi
terkena kanker serviks.
4) Infeksi HPV golongan 18 dan 16 merupakan 80%
penyebab dari kasus kanker serviks di dunia.
16
Itulah ciri-ciri Anda sedang terinfeksi virus penyebab
kanker serviks. Hal ini seharusnya dapat Anda kenali agar
tidak terjadi penyebaran yang lebih luas terhadap kanker
serviks. Budayakan hidup sehat pada seluruh aspek kesehatan
agar mampu menghindarkan Anda dari resiko penyakit yang
berbahaya seperti kanker serviks.
Sedangkan menurut Iskandar (2007:7-14) menyatakan
bahwa ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko
terjadinya kanker serviks, antara lain adalah:
A. Usia Reproduksi.
Usia pasien sangat menentukan kesehatan maternal
dan berkaitan erat dengan kondisi kehamilan, persalinan,
dan nifas. Proses reproduksi sebaiknya berlangsung pada
saat wanita berumur 20-35 tahun, sebab pada saat itu hal
yang menyebabkan kehamilan jarang terjadi. Usia rata-
rata pasien karsinoma kanker serviks dari penelitian
retrospeksi yang dilakukan oleh schellekes & Ranti
(2008) yaitu di rumah sakit dr.Hasan Sadikin Bandung,
penderita kanker servik rata-rata berusia 30-60, terbanyak
antara 45-50 tahun.
B. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada
usia muda.
Usia yang dianggap optimal untuk reproduksi
antara 20-35 tahun. Dalam hal ini Rotkin (2009)
menyatakan hubungan antara karsinoma serviks dengan
usia saat seorang wanita mulai aktif berhubungan
seksual, dikatakan pula karsinoma serviks cenderung
timbul pada saat mulai aktif berhubungan seksual pada
saat usia kurang dari 17 tahun. Lebih dijelaskan bahwa
umur antara 15-20 tahun merupakan periode atau yang
rentan.
Periode rentan ini berhubungan dengan kiatnya
proses metaplasia pada usia pubertas. Sehingga bila ada
yang mengganggu proses metaplasia tersebut misalnya
infeksi akan memudahkan beralihnya proses menjadi
17
displasia yang lebih berpotensi untuk terjadinya
keganasan.
C. Jumlah paritas (jumlah kelahiran).
Frekuensi terjadinya kanker serviks pada pasien
yang pernah melahirkan lebih tinggi daripada pasien
yang belum pernah melahirkan. Menurut Bukhari & Hadi
(2009:9) menyatakan bahwa paritas tinggi merupakan
salah satu faktor resiko terkena kanker serviks. Golongan
wanita yang bersalin enam kali mempunyai resiko
menderita kanker serviks 1,9 kali lebih besar daripada
golongan wanita yang bersalin antara satu sampai lima
kali.
D. Tingkat Pendidikan.
Tingkat pengetahuan yang tinggi pada seseorang
akan menjadikannya lebih kritis dalam menghadapi
berbagai masalah. Sehingga pada wanita yang
mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan
meningkatkan partisipasinya dalam memelihara dan
merawat kesehatan diri dan keluarganya. Seperti nutrisi
dan kebersihan makanan yang dikonsumsi akan
senantiasa diperhatikan dengan baik.
E. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang (lebih dari
lima tahun).
Risiko invasif dan noninvasif kanker serviks telah
menunjukkan hubungan dengan kontrasepsi oral.
F. Riwayat kanker serviks pada keluarga.
Bila seorang wanita mempunyai saudara kandung
ataupun ibu yang mempunyai kanker serviks, maka ia
mempunyai kemungkinan dua sampai tiga kali lebih
besar juga untuk menderita kanker serviks daripada orang
normal.
G. Berganti-ganti pasangan.
Perilaku seksual berupa berganti pasangan seks
akan meningkatkan penularan penyakit kelamin.
Penyakit yang ditularkan seperti infeksi HPV telah
18
terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks,
penis, dan vulva.
H. Merokok.
Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar
terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang
tidak merokok.
I. Defisiensi zat gizi.
Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan
bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko
terjadinya displasia ringan dan sedang, serta
kemungkinan meningkatkan risiko terjadinya kanker
serviks pada wanita yang makanannya rendah beta
karoten dan retinol (Vitamin A).
J. Penggunaan antiseptik.
Kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan
obat-obatan antiseptik maupun deodoran akan
mengakibatkan iritasi di bagian serviks yang merangsang
terjadinya kanker.
K. Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi,
dan iritasi yang terjadi sangat lama bahkan bertahun-
tahun.
L. Pemakaian DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil
untuk mencegah keguguran.
M. Gangguan sistem kekebalan.
N. Infeksi herpes genetalis atau infeksi klamidia yang terjadi
sangat lama, bahkan bertahun-tahun.
O. Golongan ekonomi lemah.
2.11 Stadium Kanker Serviks

19
Gambar 2 stadium kanker serviks
Sumber: kankerleherrahim.com
Menurut Sukaca (2009: 47-48) menyatakan bahwa
penentuan stadium pada pasien kanker serviks sangat
penting. Hal ini berkaitan dengan jenis pengobatan dan
prospek pemulihan yang akan dilakukan. Stadium kanker
sebagai berikut.
A. Stadium 0: Sel kanker masih di selaput lendir serviks.
B. Stadium 1: Kanker masih terbatas di dalam jaringan
serviks dan belum menyebar ke badan rahim.
C. Stadium 1A: Karsinoma yang didiagnosa baru hanya
secara mikroskop dan belum menunjukkan kelainan atau
keluhan klinik.
D. Stadium 1A1: Kanker sudah mulai menyebar ke jaringan
otot dengan dalam <3 mm, serta ukuran tumor <7 mm.
E. Stadium 1A2: Kanker sudah menyebar lebih dalam (>3
mm-5mm) dengan lebar = 7 mm.
F. Stadium 1B: Ukuran kanker sudah >dari 1A2.
G. Stadium 1B1: Ukuran tumor = 4 cm.
H. Stadium 1B2: Ukuran tumor > 4 cm.
I. Stadium II: Kanker sudah menyebar keluar jaringan
serviks tetapi belum mengenai dinding rongga panggul.
Meskipun sudah menyebar ke vagina tetapi masih terbatas
pada 1/3 atas vagina.
J. Stadium IIA: Tumor jelas belum menyebar ke sekitar
uterus.
K. Stadium IIB: Tumor jelas sudah menyebar ke sekitar
uterus.
L. Stadium III: Kanker sudah menyebar ke dinding panggul
dan sudah mengenai jaringan vagina lebih rendah dari 1/3
bawah.
M.Stadium IIIA: Kanker sudah menginfeksi dinding panggul.
N. Stadium IIIB: Menyerang dinding panggul disertai
gangguan fungsi ginjal atau hidronephrosis.

20
O. Stadium IV: Kanker menyerang dinding panggul, dan
secara klinik sudah terlihat tanda-tanda infasi kanker ke
selaput lendir kandung kemih atau rektum.
P. Stadium IVA: Sel kanker menyebar pada alat atau organ
yang letaknya dekat dengan serviks.
Q. Stadium IVB: Kanker sudah menyebar pada alat atau
organ yang jauh dari serviks.
Jika kemungkinan untuk sembuh sangat kecil karena
kanker serviks telah berada dalam stadium lanjut, maka dapat
dilakukan pengobatan selanjutnya yaitu mengangkat atau
menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Biasanya
dilakukan pengobatan yang bersifat palisatif yang ditujukan
untuk mengurangi gejala-gejala yang dapat menimbulkan
kematian pada pasien.
2.12 Pencegahan Kanker serviks
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kata yang
tepat untuk Anda dalam melakukan pencegahan dini terhadap
resiko terserang kanker serviks. Tidak ada yang menyadari
gejalanya, bahkan survei menunjukkan bahwa perempuan
yang terinfeki HPV (penyebab kanker serviks) baru
memeriksakan diri setelah berada pada stadium III yang
membuat penderita mengalami kerusakan organ-organ di
dalam tubuhnya. Tidak menutup kemungkinan pola
kehidupan Anda beresiko mengalami kanker serviks.
Menurut Tapan (2007 : 25-30), pencegahan kanker
serviks dapat dilakukan dengan cara dibawah ini.
A. Pemberian vaksin kanker serviks.
Keganasan kanker serviks dapat menyerang wanita
tanpa melihat kelompok umur. Vaksin dapat diberikan
pada kelompok umur 11-26. Vaksin diberikan pada bulan
ke 1 dan bulan ke 6. Adapula untuk Anda yang memiliki
riwayat terinfesi HPV dapat diberikan vaksinasi dengan
efektivias yang tinggi. Vaksinasi dapat dilakukan oleh
dokter kandungan.
B. Deteksi dengan pap smear.
21
Pap Smear merupakan metode skrining untuk dapat
mendeteksi kanker serviks sejak dini. Pengujian ini telah
terbukti dapat mendeteksi dini terjadinya infeksi virus
penyebab kanker serviks, sehingga mampu menurunkan
resiko terkena kanker serviks dan memperbaiki
prognosis. Untuk Anda yang akan melakukan pap smear
harus memperhatikan ketentuan agar hasilnya dapat
akurat.
1) Melakukan pap smear pada dua minggu setelah hari
pertama haid.
2) Sebelum pemeriksaan sebaiknya tidak menggunakan
obat atau bahan herbal pencuci alat kewanitaan.
3) Penderita pasca persalinan dianjurkan datang enam
sampai delapan minggu untuk melakukan pap smear.
4) Selama 24 jam sebelum pemeriksaan tidak dianjurkan
untuk berhubungan seksual.
C. Hindari hubungan seks bebas.
Human papiloma virus (HPV) yaitu virus penyebab
kanker serviks dapat menular melalui hubungan seksual.
D. Hindari rokok.
Pada wanita, penderita kanker serviks diantaranya
adalah 30% dari wanita perokok aktif. Penyebabnya
adalah kandungan zat kimia yang terdapat di dalam
rokok dapat memicu infeksi virus penyebab kanker
serviks.
E. Menghindari diet tidak seimbang.
Jika Anda sering melakukan diet yang tidak
seimbang atau menghindari asupan buah dan sayur , itu
merupakan diet salah. Diet yang salah dapat memicu
perkembangan virus penyebab kanker serviks.
Kandungan yang terdapat dalam sayur dan buah justru
dapat membantu untuk melindungi Anda dari serangan
kanker serviks.
F. Produk kimia berbahaya.

22
Kandungan berbahaya yang terdapat di dalam
pembungkus dan bahan plastik yang terkena panas
memicu timbulnya kanker. Minimalisir penggunaan
sterofom, bahan plastik yang dipanaskan atau terkena
sinar matahari.
G. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan
yang cukup nutrisi dan bergizi.
H. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan.
I. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang
kotor.
J. Hindari berhubungan intim saat usia dini.
K. Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang
kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi
vitamin c dan vitamin e.
2.13 Perawatan Kanker Serviks
Perempuan yang menderita kanker serviks dapat
dirawat dengan jalan operasi, terapi radiasi, kemoterapi,
terapi radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari ketiga
metode tersebut. Semua tingkatan kanker serviks pada
perempuan yang mengidap kanker ini dapat dirawat dengan
tujuan mengontrol nyeri dan gejala-gejala lainnya seperti,
menghilangkan efek-efek samping terapi, dan meringankan
masalah-masalah emosi serta praktis. Perawatan semacam ini
disebut perawatan yang menunjang, pengendalian gejala, atau
perawatan yang meredakan.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan
jenis kanker ganas yang menyerang saluran reproduksi
perempuan. Perempuan yang telah terjangkit HPV akan
mengalami rasa ketakutan berlebih dan putus asa untuk
kembali sembuh. Meskipun tidak dapat sembuh seperti
perempuan normal lainnya akan tetapi dukungan, simpati,
empati dari keluarga dan orang terdekat akan membuat
penderita bersemangat untuk sembuh. Perawatan yang
dilakukan untuk mengobati kanker serviks harus
mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran sel
23
kanker, tingkat stadium kanker serviks , usia penderita dan
lain-lain. Pada umumnya, 70% pasien kanker serviks saat
didiagnosa sudah berada dalam stadium lanjut.
Dalam hal ini Ghofar (2009: 56) menyatakan bahwa
terdapat langkah-langkah dalam perawatan kanker serviks
yaitu sebagai berikut.
A. Operasi
Operasi pengangkatan rahim dan uterus
(kandungan) dikenal dengan istilah histerektomi yaitu
dengan melakukan pengangkatan rahim penderita yang
dilakukan pada bagian rahim, vagina dan jaringan
parametrium, kemudian dilakukan pembersihan bilaterial
kelenjar getah bening pada panggul. Namun operasi ini
tidak diperlukan untuk kanker serviks dini (tingkat 0).
Ada 4 jenis tingkatan histerektomi:
1) Histerektomi parsial (subtotal). Operasi pengangkatan
yang dilakukan hanya pada rahim. Dengan operasi ini
kemungkinan seorang penderita mengalami kanker
rahim dapat dikatakan masih besar. Oleh karena itu,
disarankan melakukan pemeriksaan rutin.
2) Histerektomi total. Operasi pengangkatan rahim dan
mulut rahim. Pada operasi ini tidak dilakukan
pengangkatan tuba falopi dan ovarium.
3) Histerektomi total dan salpingo-ooforektomi bilateral
yaitu operasi pengangkatan rahim, serviks, tuba fallopi
dan ovarium.
4) Histerektomi radikal yaitu operasi pengangkatan
rahim, kelenjar getah bening, serviks, bagian atas
vagina dan jaringan dalam panggul. Operasi
pengangkatan (histerektomi) dapat melalui perut dan
alat kewanitaan (vagina). Histerektomi melalui vagina
cenderung lebih beresiko kecil dan cepat pulih . Cara
pengobatan ini sering dilakukan karena memiliki
keunggulan yaitu membersihkan lesi kanker dan
pengobatan yang lebih cepat. Akan tetapi, tidak
24
menutup kemungkinan akan mengalami gangguan
pada buang air kecil.
B. Radioterapi
Radioterapi adalah cara paling sering dilakukan
untuk pengobatan kanker serviks. Radioterapi juga sangat
cocok untuk segala kanker serviks pada stadium awal
maupun stadium lanjut. Radioterapi menggunakan radiasi
ion yang diberikan pada penderita kanker dengan
mematikan sel kanker sesuai dosis pada volume sel
kanker. Radiasi akan merusak sel kanker dan
menghambat pembelahan sel. Pemberian radiasi pada
penderita kanker serviks disesuaikan dengan ukuran,
luas, tipe dan stadium kanker. Meskipun dianggap
sebagai pengobatan kanker serviks yang sangat baik akan
tetapi memiliki efek samping pada perubahan tubuh yaitu
kulit dan rambut. Gangguan yang mungkin terjadi adalah
infeksi kandung kemih. Radioterapi dibagi menjadi
beberapa bagian sesuai dengan tingkatan stadium kanker
serviks.
1) Radioterapi seluruh panggul (whole pelvis).
2) Radioterapi karsinoma serviks uteri
3) Radioterapi brachiterapi.
C. Radiopartikel
Radiopartikel merupakan teknologi pengobatan
yang ditujukan menghambat perkembangan sel kanker
dan tidak menggangu kegiatan sehari-hari. Radiopartikel
menggunakan biji partikel seluas 1,7 cm yang kemudian
akan memancarkan sinar gamma dan tidak
menghancurkan sel-sel tubuh lain. Pengobatan ini
diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kegagalan
dalam membunuh sel kanker.
D. Kemoterapi
Kemoterapi adalah perawatan dengan
menggunakan obat-obatan anti kanker untuk membunuh
sel-sel kanker. Kemoterapi disebut pula terapi sistemis
25
(systemis therapy) karena obat-obatan yang masuk ke
dalam aliran darah dapat mempengaruhi sel-sel di seluruh
tubuh. Untuk perawatan kanker serviks, kemoterapi
biasanya digabungkan dengan terapi radiasi. Obat-obatan
anti-kanker untuk kanker serviks biasanya diberikan
melalui pembuluh darah. Pasien biasanya menerima
perawatan di rumah sakit ataupun di rumah.
E. Nutrisi
Nutrisi sangat penting untuk dikonsumsi selama
perawatan kanker. Mengonsumsi makanan dengan baik,
mendapat cukup kalori untuk mempertahankan berat
badan yang tepat dan protein yang cukup untuk
mempertahankan kekuatan Anda. Nutrisi yang baik bisa
membantu penderita kanker merasa lebih baik dan
mempunyai lebih banyak energi. Namun selama
perawatan, pasien biasanya merasa tidak nafsu makan,
mual, muntal, ataupun luka-luka mulut.
F. Pemindaian/ penyaringan (Screening)
Pemindaian dapat membantu dokter untuk mencari
sel-sel yang tidak normal sebelum kanker berkembang
agar kanker serviks dapat dicegah. Pemindaian juga
dapat membantu mendeteksi kanker dini sehingga
perawatan dapat lebih efektif. Beberapa dekade yang
lalu, jumlah perempuan yang didiagnosis menderita
kanker serviks menurun karena keberhasilan ini.
Perempuan yang berumur 65-70 tahun dan telah
melakukan minimal tiga tes Pap Smear, serta tidak ada
tes Pap Smear abnormal dalam 10 tahun terakhir dapat
menghentikan penyaringan kanker serviks. Selain itu
perempuan yang telah melakukan operasi untuk
mengangkat kandungan dan leher rahim (total
hysterectomy) juga tidak perlu melakukan penyaringan
(screening). Akan tetapi, jika operasi yang dilakukan
bersifat sebagai kanker atau dapat menyebabkan kanker,

26
maka perempuan tersebut harus tetap menjalani
penyaringan atau screening.
Cara diatas adalah cara yang umum digunakan untuk
pengobatan kanker serviks selain pengobatan kolaborasi
medis barat-timur, kemoterapi dan lain-lain. Penderita kanker
serviks diharapkan tidak putus asa karena dalam
perkembangan teknologi saat ini banyak sekali menemukan
teknik penyembuhan yang bisa membantu meminimalisir
kerugian kanker serviks. Segera temukan gejala awal kanker
serviks, konsultasikan segera dengan dokter agar
mendapatkan penanganan yang tepat.
2.14 Obat Tradisional Untuk Mencegah Kanker
Serviks
Di negara berkembang seperti Indonesia kanker rahim
atau kanker serviks masih sulit dideteksi sejak dini, Hal ini
terjadi karena pengetahuan, pendidikan, penyuluhan
mengenai kanker serviks masih jarang dilakukan. Padahal
Yayasan Kanker Indonesia mencatat bahwa kanker serviks
merupakan pembunuh nomor satu pada wanita. Data yang
didapat menurut WHO menunjukkan bahwa Indonesia
merupakan negara tertinggi panderita kanker serviks.
Meskipun penyebab tertinggi kanker serviks adalah
virus HPV yang berkembang dan menyerang sistem imunitas
tubuh. Akan tetapi, harus diperhatikam juga karena
penggunaan bahan kimia, makanan dan minuman yang
mengandung bahan pengawet, pewarna buatan, penyedap
rasa yang memicu timbulnya kanker serviks. Adapun untuk
wanita perokok aktif zat aditif yang terkandung pada rokok
merupakan pemicu utama kanker serviks.
Dalam hal ini Sukaca (2009: 27) menyatakan bahwa
meskipun melalui perkembangan alat-alat kedokteran dengan
teknologi canggih. Akan tetapi, pengobatan secara tradisional
dengan menggunakan bahan-bahan herbal masih sering
digunakan untuk meringankan kanker serviks. Akan tetapi

27
pengobatan tradisional tidak bisa dijadikan satu-satunya cara
untuk penyembuhan karena tetap harus menggunakan
penanganan serius dari dokter. Adapun obat tradisional dari
tumbuhan yang diyakini mengandung zat kanker untuk
pengobatan kanker serviks adalah.
A. Tanaman Sarang Semut Papua

Gambar 3 Sarang Semut Papua


Sumber: khasiatsarangsemut.com
Tanaman yang mempunyai bahasa latin
mymrmecodia pendans asli berasal dari papua. Tanaman
sarang semut mengandung flavonoid, tocoferol, poliferol,
antioksidan, antikanker. Kandungan flavonoid mampu
menghentikan perkembangan aktif sel kanker serviks dan
menghambat siklus pembelahan sel kanker yang
menyerang kekebalan tubuh atau imunitas. Uniknya
tumbuhan ini memiliki rongga di dalam umbinya seperti
tempat berinteraksi semut. Rebusan sarang semut yang
dikonsumsi setiap hari secara teratur mendapatkan hasil
positif kearah penyembuhan bagi penderita kanker
serviks.
B. Kunyit Putih

28
Gambar 4 Kunyit Putih
Sumber: sidomi.com
Kunyit yang memiliki warna putih bukan kuning,
bentuk rimpangnya putih dan bulat. Di Indonesia kunyit
putih dikenal juga dengan temu puteri atau temu rapet.
Kunyit putih mengandung minyak atsiri yang diduga
dapat mengatasi pembengkakan (anti-inflamasi) dan
meningkatkan kekebalan tubuh (immunostimulan) serta
antioksidan. Penelitian ini didukung oleh American
Institute of Cancer untuk mencegah kanker, konsumsilah
rebusan kunyit putih secara teratur setiap hari untuk
mencegah kanker serviks.
C. Keladi Tikus

Gambar 5 Keladi Tikus


Sumber: kitapunya.info
Tanaman jenis talas yang memiliki nama saintifik
Typonium flagelliforme dikenal pula dengan istilah
Rodent Tuber, Laoshu Yu. Keladi tikus berkhasiat untuk
menonaktifkan sel kanker, mematikan jaringan sel kanker
29
dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Keladi tikus
mengandung Ribosome Inacting Protein (RIP) zat
antioksidan dan zat antikurmin. Pernyataan bahwa keladi
tikus dapat menyembuhkan kanker serviks didukung oleh
penelitian Prof Dr chris KH Theo dari Universitas Sains
Malaysia.
D. Daun Sirsak

Gambar 6 Daun Sirsak


Sumber: m.beritajogja.co.id
Daun sirsak telah diteliti sejak dulu berkhasiat
membunuh sel-sel kanker, membantu sistem kekebalan
tubuh dan menghindari infeksi yang mematikan serta
mencegah radikal bebas. Minumlah rebusan daun sirsak
dari dua sampai tiga daun sirsak muda dan utuh, rebus
selama dua puluh menit kemudian saring dan minum air
rebusan tersebut dalam keadaan hangat atau dingin.
E. Tapak Dara

30
Gambar 7 Tapak Dara
Sumber: www.kuraku.net
Catharanthus roseus (tapak dara) mengandung
senyawa yaitu vinkristin dan vinblastin yang memiliki
khasiat menumpas sel kanker. Adapun untuk membuat
ramuan dari daun tapak dara harus dicampurkan dengan
buah adas, kulit kayu pulasari, gula merah kemudian
direbus dengan tiga gelas air dan air rebusan diminum
tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.
Pemeriksaan dan pengobatan yang tepat dengan
menggunakan tanaman tradisional di atas dapat
membantu meringankan sel-sel kanker kearah
penonaktifan sel-sel kanker.
2.15 Pola Makanan Sehat Untuk Mencegah Kanker
Serviks
Perempuan yang terancam kanker serviks tidak
terkecuali bagi seseorang yang berusia produktif, atau sudah
memasuki usia 35-50 tahun. Perempuan yang melakukan
hubungan seksual dibawah usia 20 tahun beresiko terserang
kanker serviks dua kali lipat lebih tinggi. Hingga saat ini sulit
ditemukan penderita kanker pada awal gejala karena
kebanyakan 70% kasus penderita kanker serviks ditemukan
pada stadium lanjut. Melakukan pencegahan dini merupakan
aset terbesar untuk kesehatan alat reproduksi Anda. Selain itu
31
kita juga harus memperhatikan asupan zat yang masuk ke
dalam tubuh kita. Dalam hal ini Bangun (2005: 36)
menyatakan bahwa terdapat sayuran dan buah-buahan yang
dapat membantu mencegah kanker. Mengonsumsi sayur dan
buah tersebut sangat dianjurkan bila Anda merasa kesulitan
untuk mendapatkan tanaman tradisional untuk mencegah
kanker seperti sarang semut papua, kunyit putih, keladi tikus,
daun sissak, dan tapak dara Anda dapat manggantinya dengan
bahan makanan berikut ini:
A. Kubis
Brassica oleracea atau dikenal dengan kubis atau
kol merupakan sayuran tertua yang berasal dari Asia-
Mediterania yang memiliki 400 varietas kubis. Kubis
mengandung fitonutrien dan vitamin A, C, dan K. Kubis
juga mengandung lupeol, sinigrin, DIM, I3C,
Sulforaphae untuk menghambat perkembangan sel
kanker, termasuk kanker serviks. Kubis memiliki
kandungan gizi yang tinggi bila dimakan mentah.
B. Brokoli dan bunga kol
Vitamin B yang terkandung di dalam brokoli dan
bunga kol mampu mencegah kanker serviks. Terdapat
kandungan folat yang mampu menurunkan pertumbuhan
sel kanker serviks. Kandungan glucoraphanin, indole-3-
carbinal, senyawa antioksidan yang merupakan senyawa
anti kanker. Tidak saja pada kanker serviks akan tetapi
kanker prostat dan kanker payudara.
C. Alpukat
Alpukat sangat disarankan untuk dikonsumsi untuk
pencegahan kanker serviks karena terdapat dua puluh
lima nutrisi penting. Alpukat mampu melawan radikal
bebas karena kandungan glutation, selain itu alpukat juga
dapat melindungi Anda dari kanker karena kandungan
asam oleat.
D. Rasberry, Bueberry, Blackberry

32
Kandungan antioksidan pada buah-buahan ras
berry memiliki antioksidan yang dapat mencegah dan
menghambat perkembangan sel kanker serviks yang
semakin berkembang.
E. Wortel
Menurut penelitian wortel mampu memperkuat
imunitas tubuh dari serangan virus termasuk virus
penyebab kanker serviks. Selain itu wortel juga dapat
melindungi tubuh dari radikal bebas.
F. Teh Hijau
Teh hijau (Hanzi) terkenal di berbagai Negara
Tiongkok, Taiwan, Jepang, Asian Tenggara dan
Hongkong. Teh hijau dapat membantu melawan anti
kanker karena kandungan polyphenol dan flavonoid yang
dapat membantu menonaktifkan sel kanker dan
membangun imunitas. Banyak olahan teh hijau dalam
bentuk makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi.
G. Tomat
Lycopene carotenoid pigment yang terdapat dalam
tomat telah dilakukan penelitian, menunjukkan bahwa
kandungan ini dapat mengurangi resiko kanker termasuk
diantaranya kanker rahim atau kanker serviks. Manfaat
tomat bisa didapatkan dari olahan tomat. Penelitian
mengenai tomat mampu memerangi kanker serviks
didukung oleh Haryad School of Public Health.
H. Minyak Zaitun
Minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh
mampu menjaga kesehatan kita. Penelitian yang terakhir
menemukan bahwa minyak zaitun dapat mencegah dan
mengobati kanker serviks serta menghentikan
pertumbuhan sel kanker, apalagi dikonsumsi secara tepat
dan teratur.
Dengan demikian makanan yang mengandung
vitamin A, B, C, E, beta karoten, polyphenol dan
flavonoid mampu mencegah dari resiko kanker serviks.
33
Berhati-hatilah dengan kanker serviks, bagi penderita
kanker serviks biasanya datang ke dokter setelah
memasuki tingkat stadium lanjut (stadium III) yang
menyebabkan pasien yang telah terinfeksi sulit
disembuhkan karena telah terjadi kerusakan pada organ-
organ tubuhnya. Pencegahan awal harus dilakukan
termasuk dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan
sempurna.

3. Penutup
Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada
jaringan leher rahim (serviks). Kanker serviks merupakan kanker
primer yang berasal dari serviks (kanalis servikalis dan atau
porsio. Penyakit ini disebabkan oleh Human Papilloma Virus
(HPV). Namun pada umumnya ada faktor resiko penyebab kanker

34
serviks yaitu pernikahan yang terlalu dini, Usia reproduksi,
jumlah kelahiran, tingkat pendidikan, sering berganti pasangan,
merokok, dan masih banyak lagi faktor yang lainnya. Gejala yang
ditimbulkan biasanya seperti keputihan pathogenesis, Sakit pada
area kewanitaan, pendarahan yang tidak normal, nyeri saat buang
air kecil, timbul pendarahan dan nyeri saat berhubungan seks,
penurunan nafsu makan, Bengkak pada kaki, dan cepat lelah.
Gejala ini biasanya muncul ketika kanker serviks sudah berada
pada stadium III (Stadium lanjut). Sehingga kebanyakan pasien
yang datang ke rumah sakitsudah berada dalam stadium lanjut.
Hal ini disebabkan karena penderita kanker serviks pada stadium
awal tidak menunjukkan gejala yang signifikan.
Sehingga diperlukan adanya pencegahan kanker serviks
sedini mungkin untuk mengurangi jumlah penderita kanker yang
semakin bertambah. Pencegahan ini dapat di lakukan dengan cara
Pemberian vaksin, deteksi dengan Pap Smear (pemeriksaan
kanker serviks sejak dini), hindari hubungan seks bebas, hindari
rokok, hindari diet tidak seimbang dan produk kimia berbahaya,
selalu jaga kebersihan terutama bagian genital serta jalani pola
hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi
dan bergizi.
Selain itu ada cara lain untuk mencegah kanker yaitu dengan
tanaman tradisional yang mengandung antioksidan yang dapat
membunuh sel kanker terutama kanker serviks. Tanaman tersebut
seperi sarang semut papua, kunyit putih, keladi tikus, daun sirsak
dan tapak dara. Tetapi tanaman tersebut tidak semua dapat dengan
mudah didapatkan ada beberapa diantaranya yang sulit untuk
didapatkan. Ada tanaman tradisional lain yang lebih mudah
didapatkan misalnya, kubis, brokoli atau bunga kol, alpukat,
rasberry atau blueberry atau blackberry, wortel, teh hijau, tomat,
dan minyak zaitun.
Namun bagi Penderita kanker serviks tidak perlu berkecil hati
ada perawatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker
serviks tersebut. Perawatan yang biasa dilakukan yaitu operasi
pengangkatan rahim, Radioterapi (radiasi pengion yang diberikan
35
pada penderita dengan mematikan sel kanker), radiopartikel
(hanya untuk menghambat sel kanker), Kemoterapi (terapi dengan
menggunakan obat-obatan), screening atau penyaringan
(menyeleksi sel-sel yang tidak normal sebelum kanker
berkembang), serta dengan memperhatikan asupan nutrisi yang
masuk ke dalam tubuh ketika menjalani perawatan.

36
Daftar Pustaka

World Health Organization. 2006. Comprehensive Cervical Cancer


Control. A Guide to Essential Practice. Geneva: WHO.
Comain S. 2009. Further Development of Cervical Cancer screening
and Anticipation of HPV vaccination in Indonesia. Female
Cancer Programme with “See and Treat” Approach.
Azizah, N.D. 2010. Hubungan Pengetahuan Tentang Kanker Serviks
Uteri Dengan Upaya Pap Smear di Kelurahan Brontokusumo
Yogyakarta.
Diananda, R. 2009. Mengenal Seluk Beluk Kanker
Serviks.Yogyakarta: Katahati.
Sukaca E.B. 2009. Cara Cerdas Menghadapi Kanker Serviks (Leher
Rahim). Yogyakarta: Genius Printika.
Nurwijaya, dkk. 2010. Cegah dan Deteksi Kanker Serviks. Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo.
Ghofar, A. 2009. Cara Mudah Mengenal dan Mengobati Kanker
Serviks. Yogyakarta: Flaminggo
Fikriawati & Yanti. 2006. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu
tentang Kanker Serviks dengan Perilaku Deteksi Dini
(Pemeriksaan Pap Smear). Program Diploma III
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Potter & Perry. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan, konsep,
proses dan praktik. Ed. 4, Vol. 1. Jakarta:EGC
American Cancer Society. 2008. Cervical Cancer Fact & Figure.
Atlanta: American Cancer Society.
Bangun, A. P. 2005. Buah & Sayuran Untuk Mengatasi Kanker
Serviks. Jakarta: Agromedia
Junaidi, Iskandar. 2007. Kanker serviks. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu
Populer.

37
Tapan, Erik. 2005. Kanker, Antioksidan & Terapi Komplementer.
Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Suara Pembaharuan Daily, 2007. Orang Indonesia Terserang Kanker
Serviks Tiap Tahun, (online),
(http://202.169.46.231/News/2007/05/14/Utama/ut01.htm, di
akses 25 November 2014).
Menkes, 2009. Aktivitas Fisik dan Diet Seimbang Mencegah Kanker
Serviks, (online), (http://radensomat.com/informasi-
kesehatan-mencegah-penyakit-kanker.html, diakses 28
November 2014).

38