Anda di halaman 1dari 10

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BUMI WARAS

NOMOR : 268b / SK / RSBW / VII /2016

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN (PKRS)
RS. BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT BUMI WARAS

Menimbang : a. bahwa dalam upaya menunjang partisipasi pasien dan keluarga


dalam pengambilan keputusan dan proses pelayanan, maka
diperlukan penyelenggaraan pendidikan pasien dan keluarga;

b. bahwa agar pendidikan pasien dan keluarga dapat terlaksana


dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur utama Rumah
Sakit Bumi Waras sebagai landasan bagi penyelenggaraan
pendidikan pasien dan keluarga;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam


butir a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur utama
Rumah Sakit Bumi Waras;
Mengingat :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
Tentang Rumah Sakit;
2. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1426 / MenKes / SK / XII /
2006 Tentang Petunjuk Tehnis Promosi Kesehatan Rumah Sakit
( PKRS ).
3. Undang – undang No 36 / 2009 Tentang Kesehatan.
4. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 004 tahun 2012 Tentang
Petunjuk Tehnis Promosi Kesehatan Rumah Sakit;
5. Visi dan misi Rumah Sakit Bumi Waras Bandar Lampung

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Kesatu : KEPUTUSAN DIREKTUR RS BUMI WARAS TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN
RUMAH SAKIT ( PKRS ) BUMI WARAS BANDAR
LAMPUNG

Kedua : Kebijakan tentang Pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit


Bumi Waras sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini

Ketiga : Keputusan kebijakan pelayanan promosi kesehatan Rumah Sakit


Bumi Waras sebagaimana dimaksud dalam lampiran surat keputusan
ini harus digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan
pelayanan pendidikan pasien dan keluarga.

Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan apabila di


kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Bandar Lampung


Pada tanggal : 1 juli 2016
Direktur Utama,

dr. Kuswandi Sp.JP


Lampiran: Keputusan Direktur RS. Bumi
Waras
Nomor : 268b/SK/RSBW/VII/2016
Tanggal : 1 juli 2016

KEBIJAKAN PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT ( PKRS )


RS. BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG

I. KEBIJAKAN UMUM :
Kebijakan Umum Rumah Sakit Bumi Waras sesuai yang di tetapkan oleh Direktur
Rumah Sakit Bumi Waras.

II. KEBIJAKAN KHUSUS :


A. Kepemimpinan, Ketenagaan & Perencanaan PKRS
1. Komite Promosi kesehatan Rumah Sakit ( PKRS ) Bumi waras melakukan
perencanaan kegiatan untuk tahun berikutnya dengan berpedoman pada laporan
tahun sebelumnya.
2. Komite PKRS dipimpin oleh seorang ketua Komite dengan kualifikasi
pendidikan dokter yang berada dibawah Direktur Utama yang bertanggung
jawab penuh kepada direktur Utama
3. Ketua Komite PKRS dibantu oleh wakil ketua dan seorang sekretaris dengan
kualifikasi pendidikan DIII Keperawatan. Sekretaris membawahi beberapa
anggota yang berasal dari kepala unit.
4. Komite PKRS Bumi Waras di bentuk dan di tetapkan oleh Direktur untuk
menyusun program pelayanan promosi kesehatan di RS. Bumi Waras
5. Komite PKRS menjalankan tugas dan fungsinya sesuai uraian tugasnya
masing masing .
6. Komite PKRS mengelola promosi kesehatan baik dalam lingkungan Rumah
sakit maupun diluar lingkungan Rumah Sakit Bumi Waras.
7. Komite PKRS Bumi Waras menyurun perencanaan kegiatan mencakup
perencanaan tempat, SDM, metode, sasaran, anggaran yang tertuang dalam
pogram kerjanya
8. Perencanaan promosi kesehatan di Rumah Sakit Bumi Waras, Komite PKRS
bekerjasama dengan setiap instalasi / unit pelayanan untuk pembuatan materi
pendidikan pasien dan keluarga
9. Rumah sakit Bumi Waras melalui Komite PKRS merencanakan penyediaan
pendidikan pasien dan keluarga untuk menunjang partisipasi pasien dan
keluarga dalam pengambilan keputusan dan pelayanan
10. Perencanaan pemberian promosi kesehatan dibuat harus melalui identifikasi
tingkat pengetahuan / persepsi pasien /keluarga tentang materi yang akan di
samapaikan.
11. Pendidikan pasien dan keluarga di berikan fokus pada pengetahuan dan
ketrampilan spesifik yang dibutuhkan pasien dan keluarga dalam pengambilan
keputusan.

B. Fasilitas dan Peralatan


1. Persyaratan Kesehatan lingkungan rumah sakit dalam pelayanan PKRS masuk
dalam zona dengan risiko rendah
2. Semua alat penunjang medis dan alat nonmedis di Komite PKRS harus terdaftar
di inventaris Penggunaan peralatan sesuai dengan prosedur dari masing-masing
alat.
3. Limbah di Komite PKRS meliputi limbah non infeksius, limbah B3 (Batere,
catridge tinta printer, Bola lampu, dan lain-lain). Staf Komite PKRS harus
melakukan pemilahan dengan cara membuang limbah di tempat yang sesuai
dengan jenis limbahnya. Pembuangan limbah dilakukan oleh petugas cleaning .

C. Pelayanan promosi kesehatan Rumah Sakit


1. Kegiatan pendidikan pasien dan keluarga mengacu kepada pedoman
pelayanan promosi kesehatan Rumah Sakit Bumi Waras dan standar prosedur
yang di tetapkan.
2. Assesmen Kebutuhan pendidikan pasien dan keluarga dilakukan dengan
melakukan pengkajian kebutuhan dimulai pada saat pertama pasien masuk
Ruang Rawat inap
3. Assesment pasien meliputi pengkajian Kebutuhan, implementasi, nama paraf
pemberi dan penerima informasi,Hambatan dan intervensi mengatasi hambatan
4. Pelayanan promosi kesehatan Rumah Sakit meliputi :
a. Perencanaan
Perencanaan promosi kesehatan Rumah Sakit mencakup perencanaan
pemberi
informasi, penerima informasi, ruang, tempat. waktu, metode, materi dan
cara
evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi sumber
pendidikan
dan
pelatihan yang tersedia di komunitas
b. Pelaksanaan
1). Pelaksanaan promosi kesehatan Rumah Sakit dilakukan baik intern
(dalam lingkungan Rumah Sakit Bumi Waras ) dan Ekstern ( diluar
lingkungan Rumah Sakit Bumi Waras ).
2). Kegiatan pendidikan pasien dan keluarga dilakukan pada hari kerja di
Ruang rawat inap atau Rawat jalan

3). Informasi tentang kesehatan umum di berikan oleh Rumah Sakit Bumi
Waras
4). Petugas pemberi pendidikan pasien mempunyai pengetahuan yang cukup
tentang
materi yang disampaikan sesuai dengan kompetensi dan
kewenangannya.
5). Petugas pemberi pendidikan pasien mempunyai ketrampilan komunikasi
yang baik
6). Petugas yang memberikan pendidikan pasien dan keluarga adalah tenaga
kesehatan
professional, berkolaborasi dan mempunyai waktu khusus.
7). Dalam memberikan pendidikan pasien dan keluarga, Rumah Sakit dapat
bekerjasama dengan :
a). Dokter spesialis
b). Dokter umum
c). Perawat / Bidan
d). Apoteker
e). Ahli Gizi
f). Rehabilitasi medis
g). Rehabilitasi medik
i). Administrasi
8). Rumah Sakit menjalin kerjasama dengan sumber yang ada di
komunitas untuk
mendukung proses berkelanjutan kepada:
a). Puskesmas
b). Dokter praktek swasta
c.). Bidan praktek swasta
d). Home Care
e). Rumah Sakit terdekat
f). Merujuk ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas lebih baik
9). Rumah Sakit menyampaikan materi pendidikan pasien dan keluaraga
antara lain
tentang:
a). Penggunaan obat-obatan yang di dapat pasien secara efektif dan
aman (
termasuk obat untuk pulang ).
b). Penggunaan alat medis secara efektif dan aman
c). Potensi interaksi antara obat yang di resepkan dengan obat lainnya
(termasuk
obat yang tidak di resepkan ) serta makanan.
d). Diet dan nutrisi
e). Manajemen nyeri
f). Teknik rehabilitasi
10). Metode pendidikan pasien mempertimbangkan nilai nilai dan pilihan
pasien dan keluarga serta memperkenankan interaksi memadai antara
pasien, keluarga dan staf Rumah Sakit agar terjadi pembelajaran.
11). Penyampaian pendidikan pasien dan keluarga dilakukan dengan cara :
a.Verbal
c. Audio visual
d. Demonstrasi
e. Diskusi
f. Ceramah
g. Seminar
h. Praktek
12). Materi pemberian pendidikan pasien dan keluarga disampaikan
menggunakan leaflet, brosur dan lain lain yang mendukung
penyampaian pendidikan pasien dan keluarga.
13). Pemberian informasi kepada pasien harus dilakukan jika ada
penundaan/perubahan pelayanan atau informasi lain yang harus
diketahui pasien.
14). Pemberian pendidikan pasien dan keluarga untuk anak di bawah umur
dan pasien berkebutuhan khusus akan di sampaikan kepada keluarga
yang bertanggung jawab atas pasien tersebut.
15). Pasien atau keluarga yang tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa
Indonesia (
berbahasa asing ) di upayakan ada penterjemah.
16). Hasil pelaksanaan pendidikan pasien dan keluarga di dokumentasikan
dalam
Form assesement dan di simpan di rekam medis. dengan menulisan
nama,
tanda tangan pemberi dan penerima informasi serta jenis inforrmasi
yang di
berikan.
c. Monitoring
Monitoring promosi kesehatan Rumah Sakit di lakukan secara continue
untuk memantau kesesuaian kegiatan dengan program yang di tentukan.
Monitoring dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

d. Evaluasi
1). Pasien yang terindikasi adanya hambatan dalam penyampaian materi
maka pasien
dirujuk ke Komite PKRS Bumi Waras, jika hambatan tetap terjadi maka
di
lakukan rujukan promosi kesehatan ke Rumah Sakit lain.
2). Evaluasi pemberian pendidikan pasien dan keluarga harus dilakukan
antara lain dengan cara pasien dan keluarga diminta menjelaskan atau
mendemonstrasikan kembali materi yang di sampaikan.
e. Pelaporan
Pelaporan kegiatan promosi kesehatan dilakukan secara tertulis:
1). Setelah selesai kegiatan oleh petugas pemberi informasi
2). Ketua Komite PKRS Bumi Waras.membuat laporan program
kegiatan semester
dan laporan tahunan program promosi kesehatan
f. Tindak Lanjut
Tindak lanjut kegiatan promosi kesehatan di lakukan setelah ada hasil
monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan. Tindak lanjut di tetapkan oleh
komite PKRS Bumi Waras dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :
1). Kegiatan sudah selesai, hasil sesuai yang di harapkan maka melanjutkan
kegiatan
lainnya.
2). Kegiatan belum selesai belum sesuai yang di harapkan maka
melanjutkan
kegiatan yang ada
3). Kegiatan sudah selesai, hasil tidak sesuai yang di harapkan maka
melanjutkan
kegiatan dengan mengubah metode, media dan cara promosi kesehatan
dan
melakukan monitoring 3 bulan kemudian.

D. Pelayanan Administrasi
1. Rumah Sakit Bumi waras menyediakan media informasi yang di butuhkan dan
di sediakan di area yang mudah di jangkau.

2. Pasien dalam rujukan promosi kesehatan harus menggunakan form rujukan


informasi, jika rujukan ke Rumah sakit lain tidak bisa dilakukan karena sesuatu
hal dan petugas pemberi informasi dari rumah sakit lain yang hadir maka
resiko pembiayaan yang muncul menjadi tanggung jawab pasien.

E. Pengelolaan Logistik
1. Penyediaan logistik promosi kesehatan meliputi BHP ATK, cetakan
leaflet/brosur, Rumah Tangga bekerjasama dengan unit terkait di Rumah sakit
Bumi Waras
2. Proses pengadaan logistik promosi kesehatan melalui perencanaan, permintaan,
penyimpanan, Distribusi, monitoring dan evaluasi.

F. Implementasi Keselamatan Pasien dalam promosi kesehatan


1. Komite PKRS turut berperan dalam pemenuhan sasaran keselamatan pasien
meliputi : ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif,
peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat-lokasi,
tepat-prosedur, tepat-pasien operasi, pengurangan risiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan, dan pengurangan risiko pasien jatuh.
2. Insiden keselamatan pasien dalam kegiatan promosi kesehatan Rumah Sakit
meliputi KNC, KTC, KTD, dan sentinel harus tercatat dan dilaporkan kepala
unit kepada panitia keselamatan pasien rumah sakit.

G. Keselamatan Kerja
1. Promosi kesehatan Rumah Sakit dilaksanakan dengan memperhatikan aspek
K3 dengan cara identifikasi sumber bahaya dan penilaian faktor resiko dan
pengendalian faktor resiko.
2. Setiap petugas yang melakukan pendidikan pasien dan keluarga jika diperlukan
memakai APD sesuai prosedur penggunaannya dan sesuai K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja).
3. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh unit SDM kepada petugas yang
mempunyai paparan tinggi terhadap infeksi.

H. Pengendalian Mutu
1. Pemeliharaan dan kalibrasi alat promosi kesehatan dilakukan oleh Komite
PKRS bekerjasama dengan bagian Instalasi pemeliharaan Sarana Rumah Sakit..
(IPRS)
2. Pemeliharaan alat promosi kesehatan yang harus dilakukan setiap hari misalnya
TV pengunjung dll maka Komite PKRS Bumi Waras berkoordinasi dengan
terkait
3. Pendidikan dan pelatihan petugas promosi kesehatan tersusun dalam program
kerja PKRS yang dibuat komite PKRS berkoordinasi dengan Diklat Rumah
Sakit Bumi Waras.
4. Indikator mutu PKRS Bumi waras berdasarkan SPM (Standar Pelayanan
Minimal) dan indicator mutu pelayanan PKRS yang ditetapkan oleh SK
Direktur.
Ditetapkan di : Bandar Lampung
Pada tanggal : 1 juli

Direktur Utama,

dr. Kuswandi. SpJP