Anda di halaman 1dari 24

HALAMAN SAMPUL

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM

“ORATOR”
(ORBITAL ELEVATOR)

BIDANG KEGIATAN :
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh :

Ketua : Rizki Alan Fauzi (30171180F) Angkatan 2017


Anggota 1 : Fendi Prayudha (17170140E) Angkatan 2017
Anggota 2 : Erni Rohmawati (16160122E) Agkatan 2016

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
2018
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv
DAFTAR TABEL .................................................................................................. iv
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG .............................................................................. 1
B. Tujuan Program ........................................................................................ 2
C. Manfaat Program ...................................................................................... 2
GAGASAN ............................................................................................................. 3
KESIMPULAN ..................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 11
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................... 12
A. LAMPIRAN 1. Biodata Ketua , Anggota dan Dosen Pembimbing ............ 12
\B. LAMPIRAN 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan Dan Pembagian Tugas
17
C. LAMPIRAN 3. Surat Pernyataan Ketua Tim ............................................... 18

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Skema diagram lift luar angkasa (sumber :CLIMB Volume 2) ............ 4
Gambar 2.a. desain lift luar angkasa lurus. ............................................................. 5
Gambar 2.b. deasin lift luar angkasa meruncing. (sumber: P.K. Aravind) ............. 5
Gambar 3. Jalur pelayaran interansional laut Tiongkok Selatan (Sumber:
Cimsec.org) ............................................................................................................. 6
Gambar 4.a. peta wilayah rawan gempa di Indonesia., Gambar 4.b. peta wilayah
rawan tsunami di Indonesia (sumber: inatews.bmkg.go.id) .................................... 6
Gambar 5. Gambar lilitan penampang carbon nano tube (sumber: CLIMB volume
2) ............................................................................................................................. 8
Gambar 7. Peta infrastruktur Kabupaten Lingga (sumber: lok.pu.go.id)................ 9

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Perbandingan biaya peluncuran antara roket dengan lift luar angkasa ..... 1
Tabel 2. Perbandingan sifat antara baja, kevlar dan carbon nanotube .................... 7

iv
v
1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Eksplorasi luar angkasa merupakan hal yang sangat memungkinkan pada


zaman sekarang . Dengan banyaknya misi pengiriman manusia ke luar angkasa
yang berhasil, menandakan bahwa manusia memang mampu untuk menjelajah ke
luar angkasa. Transportasi yang umum digunakan untuk eksplorasi ke luar
angkasa adalah roket yang tentunya memiliki kelemahan, antaralain: mahal, boros
bahan bakar, dan kebanyakan hanya bisa digunakan untuk sekali pakai.
Alternatif transportasi yang kami bahas adalah lift luar angkasa. Lift luar
angkasa adalah sebuah menara tinggi yang berdiri pada sebuah titik di bagian
khatulistiwa (equator) hingga ketinggian yang cukup di atas orbit geostasioner, di
mana itu akan berakhir ditambatkan pada disebuah pengimbang beban lift. Lift
luar angkasa ini merupakan alat transportasi ramah lingkungan karena dengan
adanya kendaraan bertenaga elektromagnetik akan disematkan sebagai tabung
yang mengangkut penumpang. Dan juga dapat digunakan berkali-kali memiliki
jalur sendiri untuk berjalan ke orbit umi maupun kepermukaan bumi. Sehingga
alat transportasi ini dapat memangkas biaya bahan bakar maupun beberapa
pembuatan komponen roket yang dapat digunakan sekali pakai.
Dikutip dari IDN Times berikut ini adalah perbandingan biaya peluncuran roket
dibanding dengan lift orbital untuk mengorbit

Mode Biaya peluncuran muatan per


Trasnportasi pon

Roket $10.000-40.000

Lift luar angkasa $100

Tabel 1. Perbandingan biaya peluncuran antara roket dengan lift luar angkasa

Dengan latar belakang wilayah Indonesia yang berada di daerah khatulistiwa


dan berada di jalur pelayaran internasional membuat Indonesia menjadi kawasan
yang sangat strtegis untuk pendirian lift orbital ini. Pendirian lift orbital memang
harus didirkan di daerah khatulistiwa karena daerah kathusiltiwa mempunyai gaya
sentrifugal bumi yang paling stabil untuk melawan gaya gravitasi bumi.
Sedangkan barang-barang eksplorasi luar angkasa yang bermassa besar dan hanya
dapat distribusikan lewat jalur laut membuat pendirian lift orbital di wilayah
Indonesia semakin efisien karena berada dijalur pelayaran internasional.
2

B. Tujuan Program

Membangun lift luar angkasa internasional di Indonesia sebagai solusi atas


mahalnya biaya peluncuran roket. Pembangaunan lift luar angkasa ini akan terdiri
dari Earth Port sebagai stasiun peluncuran yang berada di bumi, lilitan kabel
karbon nano tube sebgai bagin menara yang menjulang tinggi samoai ke
ketinggian geostasioner, climber sebagai kendaraan bertenaga elektromagnetik
yang mengantar muatan sampai ketinggian geostasioner dan sebuah counter
wight/penyeimbang beban yaitu tambatan yang menjadi ujung dari lift luar
angkasa yang berada di ketinggian geostasioner yang memanfaatkan gaya
sentrifugal bumi untuk melawan gaya grafitasi dan beban dari lift luar angkasa itu
sendiri.

C. Manfaat Program

Kegunaan dari PKM ini adalah memberikan bantuan teknologi dalam yaitu
sebuah gagasan mode transportasi alternatif pengganti roket dalam upaya
membawa muatan ke ketinggian geostasioner bumi. harapan dari lift luar angkasa
ini adalah menjadikannya mode transportasi luar angkasa yang efisien baik dalam
biaya, bahan bakar dan penggunaan material serta menjadi transportasi luar
angkasa yang ramah lingkungan. Dengan kondisi geografis indnesia yang
memungkinkan dalam pembangunan lift luar internasional angkasa ini,
diharapkan Indonesia menjadi negara dimana lift luar angkasa ini berdiri,
sehingga Indonesia mendapatkan manfaat berupa teknologi, ekonomi maupun
politik jika terrealisasikan.
3

GAGASAN

Sejak manusia mulai menempatkan satelit ke orbit pada tahun 1950-an,


para ilmuwan mengandalkan roket sebagai kendaraan untuk keluar dari
gravitasi Bumi dan masuk ke luar angkasa. Namun roket memiliki kelemahan
besar, yaitu biaya peluncuran yang sangat mahal. Contoh: NASA Space Launch
System, yang dijadwalkan untuk penerbangan perdananya pada Desember
2019, akan menelan biaya sekitar $1 miliar per peluncuran setara dengan
Rp.14,6 triliun. Biaya tersebut berdasarkan laporan Kantor Inspektur Jenderal
NASA (OIG) pada tahun 2017 Contoh lainnya, biaya peluncuran Falcon Heavy
dari Kennedy Space Center pada Februari 2018 lalu, berkisar antara $90 juta
dan $150 juta. Dikarenakan sistem peluncuran berbasis roket secara inheren
terbatas oleh fisik propulsi roket lebih dari 90% dari berat roket adalah
propelan, sisanya terbagi dalam berat tangki bahan bakar dan berat muatannya.
Dari permasalahan itu, ilmuwan terus memikirkan metode yang dapat
menerbangkan manusia menuju luar angkasa tanpa mengandalkan roket.
Dirangkum dari laman Howstuffworks, ada ide dari ilmuwan yang akan
membangun elevator untuk mengantarkan manusia menuju angkasa luar.
Konsep ini berasal dari tahun 1895, ketika ilmuwan Rusia Konstantin
Tsiolkovsky menyarankan untuk membangun "kastil surgawi" yang akan
dilekatkan pada struktur mirip Menara Eiffel di Paris. Seorang peneliti NASA
juga menulis makalah pada 2005 tentang teknologi apa yang perlu
dikembangkan untuk membangunnya.

Sejak saat itu, pengurus lift luar angkasa ini terus menggembar-gemborkan
konsepnya, dan mereka telah membentuk sebuah organisasi, Konsorsium Luar
Angkasa Internasional, (ISEC) yang menyelenggarakan konferensi dan
menerbitkan laporan teknis.

Lift luar angkasa merupakan sebuah menara tinggi di dekat khatulistiwa


Bumi akan dilekatkan dengan kabel ke satelit di orbit Bumi geosynchronous,
22.236 mil (35.786 kilometer) di atas permukaan laut. 'Kendaraan' bertenaga
elektromagnetik akan disematkan sebagai tabung yang mengangkut
penumpang. Untuk lebih mudahnya, bisa dibayangkan bahwa itu adalah kereta
api yang melaju di rel vertikal. (Kholifah, 2018) Menara perlu ini dibangun di
daerah khatulistiwa karena pada daerah ini akan didapatkan gaya sentrifugal
yang paling kuat diantara bagian bumi yang lain. Selain itu rotasi bumi yang
menimbulkan gaya sentrifugal terhadap lift luar angkasa membuat ketinggian
dari beban penyeimbang lift yang berada di orbit bumi memiliki ketinggian
yang selalu stabil. Dengan ini gaya sentrifugal bumi dan gaya geosynchronus
4

akan selalu berada dalam kondisi terbaiknya untuk melawan gaya gravitasi
bumi dan beban dari kabel lift luar angkasa itu sendiri

Gambar 1. Skema diagram lift luar angkasa (sumber :CLIMB Volume 2)

Sebuah elevator luar angkasa adalah menara tinggi yang menjulang dari titik
di atas Khatulistiwa Bumi ke ketinggian jauh di atas orbit geostasioner, di mana
itu berakhir pada penyeimbang ide struktur semacam itu cukup tua, hanya saja
dalam satu dekade terakhir ini telah menarik ilmu yang serius perhatian. NASA
menugaskan beberapa studi tentang Lift pada 1990-an yang menyimpulkan bahwa
itu akan layak untuk membangun satu dan menggunakannya untuk mengangkut
muatan dengan murah dan juga untuk meluncurkan pesawat luar angkasa pada
perjalanan ke lainnya planet-planet
Lift luar angkasa dapat berdiri bebas jika salah satu beratnya diimbangi
oleh gaya sentrifugal ke luar di atasnya, sehingga tidak memberikan gaya pada
tanah di bawahnya. Lift luar angkasa berdiri bebas saat berada dalam ketegangan
sepanjang seluruh panjangnya, dengan ketegangan menyesuaikan dirinya
sehingga setiap elemen menara berada dalam kesetimbangan di bawah aksi gaya
gravitasi, sentrifugal, dan tegangan yang bekerja di atasnya. Sebagai
kesetimbangan, menyiratkan bahwa tegangan di menara menurun mengikuti
ketinggiannya melewati ketinggian geostationer . Lift luar angkasa ini dapat
berdiri bebas ketika menara yang tegangannya turun ke nol di kedua ujungnya,
sehingga tidak perlu menahan diri
Ada dua desain untuk lift luar angkasa ini antara lain desai kabel lurus dan
desain kabel meruncing.
5

(a) (b)

Gambar 2.a. desain lift luar angkasa lurus.

Gambar 2.b. deasin lift luar angkasa meruncing. (sumber: P.K. Aravind)

Desain yang berbeda untuk menara yang menghindari tekanan berlebihan


yang timbul dalam desain sebelumnya adalah menara meruncing dengan
penampang yang bervariasi dengan ketinggian sedemikian rupa sehingga
ketegangan atau gaya per satuan luas di menara tetap seragam sepanjang seluruh
panjangnya dan dengan nilai yang dapat ditopang dengan aman oleh bahan
konstruksi yang tersedia. Seperti yang akan kita lihat berikut ini, persyaratan ini
menyiratkan bahwa menara meruncing harus memiliki penampang melintang
yang meningkat secara eksponensial dengan ketinggian hingga ketinggian
geostasioner dan kemudian menurun secara eksponensial setelahnya Di mana
variasi eksponensial digantikan oleh yang linear untuk kemudahan representasi
Rasio lancip untuk kabel lift terdiri dari tiga bahan. (Aravind, 2006)
Indonesia sebagai lokasi strategis dalam pembangunan lift luar angkasa.
Dalam pendirian lift luar angkasa ini kawasan Indonesia mempunyai
kelebihannya tersendiri selain letaknya yang berada di garis lintang 0o yang
menjadi syarat utama pendirian lift luar angkasa ini. Jalur pelayaran internasional
yang menjadi pintu gerbang menuju asia timur, australia, dan negara-negara
pasifik lainnya, berada didekat garis khatulistiwa Indonesia. Sehingga
pendistribusian material untuk pembangunan sampai saat ketika lift luar angkasa
ini telah mulai beroperasi menjadi lebih mudah
6

Gambar 3. Jalur pelayaran interansional laut Tiongkok Selatan (Sumber:


Cimsec.org)

Selain hal tersebut letak Indonesia yang berda di kawasan khatulistiwa


membuat Indonesia aman dari terjangan badai yang dapat merusak lift luar
angkasa karena badai selalu bergerak menjauhi kawasan khatulistiwa. Untuk
antisipasi bencana alam lain seperti gempa bumi dan tsunami Indonesia memiliki
kawasan yang aman secara geografis dari bencana alam tersebut. Dan untungnya
masih berada sangat dekat dengan jalur pelayaran internasional.

(a) (b)

Gambar 4.a. peta wilayah rawan gempa di Indonesia., Gambar 4.b. peta wilayah
rawan tsunami di Indonesia (sumber: inatews.bmkg.go.id)

Dari peta tersebut wilayah pesisir timur sumatra dan kepulauan riau
merupakan kawasan yang aman dari bencana gempa bumi maupun
tsunami.
Total panjang lift luar angkasa dibutuhkan untuk pembangunannya adalah sekitar
144.000 km jika menggunakan desain meruncing. Ternyata kita dapat
memperpendek panjang elevator dengan menghentikannya di ujung atasnya yang
seharusnya terjadi di atas ketinggian geostasioner oleh penyeimbang dari massa
yang tepat. Tindakan penyeimbang dapat dipahami sebagai berikut: penyeimbang
7

mengalami gaya sentrifugal yang lebih besar dari gaya gravitasi Bumi dan
dipertahankan di orbitnya oleh kekuatan tambahan yang diberikan oleh kabel lift;
oleh hukum Newton ketiga, penyeimbang memberikan gaya ke luar yang sama
dan berlawanan pada kabel yang membantu mempertahankan ketegangan yang
diperlukan di dalamnya. (Aravind, 2006) Menurut perusahaan konstruksi asal
Jepang, Obayashi, yang bekerja sama dengan Universitas Shizuoka rencana
pembangunan tersebut melibatkan pembuatan kabel lilitan dari bahan karbon
nanotube sepanjang 96.000 kilometer, sebuah ‘Earth Port’ berdiameter 400 meter
di permukaan, dan sebuah counter-weight (beban pengimbang lift) seberat 12.500
ton di luar angkasa.

Material yang digunakan untuk membangun kabel lift luar angkasa adalah Carbon
Nano Tube (CNT) Rencana tersebut melibatkan pembuatan kabel lilitan dari
bahan karbon nanotube , sebuah ‘Earth Port’ di permukaan, dan sebuah counter-
weight (beban pengimbang lift) di luar angkasa. Karbon nanotube memiliki daya
tarik yang lebih kuat daripada baja, dan akan dengan mudah menahan beban kabin
lift.

Tabel 2. Perbandingan sifat antara baja, kevlar dan carbon nanotube

Carbon Nano Tube memiliki densitas lebih kecil dan kekuatan tegangan tarik
maksimum yang dapat ditanggungnya tinggi membuat carbon nano tube mampu
bertahan dalam tekanan tinggi dan kondisi yang mengharuskannya untuk teteap
dalam kadaan tegang.
8

Gambar 5. Gambar lilitan penampang carbon nano tube (sumber: CLIMB volume
2)

Kendaraan bertenaga elektromagnetik dalam lift luar angkasa yang


memungkinkan untuk digunakan saat ini adalah kereta maglev (magnetically
levitated trains) Kereta Maglev mengambang kurang lebih 10 milimeter di atas rel
magnetiknya. Dorongan ke depan dilakukan melalui interaksi antara rel magnetik
dengan mesin induksi yang juga menghasilkan medan magnetik di dalam kereta
kecepatan kereta maglev saat ini sudah bisa mencapai kecepatan 600 km/jam.
Demi kenyamanan, perjalanan dalam lift luar angkasa didesain untuk memakan
waktu beberapa hari. Juga pada bagian kendaraan tidak akan menyimpan bahan
bakar demi keamanan. Keriteria ini sangat cocok dengan kereta maglev.

Gambar 6. Gambar kereta maglev (sumber: id.wikipedia.org)

Utnuk mengiplementasikan gagasan kami sebaiknya berkerja sama dengan


LAPAN sebagai badan antariksa nasional, NASA sebagai badan antariksa yang
telah meniliti teori-teori dan memiliki teknologi untuk pembangunan lift luar
angkasa ini, para peneliti di Universitas Shizuoka dan Badan Antariksa Jepang
(JAXA) yang mengujicoba miniatur lift luar angkasa, dan pemerintah Indonesia
9

yang memiliki kedaulatan penuh untuk mengizinkan pembangunanya di wilayah


Indonesia.

Demi kelancaran pembangunan lift luar angkasa ini sebaiknya pemerintah dapat
membangun infrastruktur penujang lift luar angkasa ini dan memepersiapkan
sumberdaya manusia terutama dari kalangan bangsa sendiri. Lokasi pendirian lift
orbital rekomendasi dari kami adalah kepulaun lingga karena bearada di garis
lintang 0o, dekat dengan jalur pelayaran internasional, dan tidak terlalu jauh
dengan daratan utama pulau sumatera bagian timur yang secara geografis aman
dari bencana gempa maupun tsunami.

Gambar 7. Peta infrastruktur Kabupaten Lingga (sumber: lok.pu.go.id)


10

KESIMPULAN

Dengan mahalnya biaya peluncuran roket ke luar angkasa atau lebih


tepatnya peluncuran roket untuk meninggalkan atmosfer bumi. Gagasan pendirian
lift luar angkasa dapat menjadi solusi terbaik untuk masalah tersebut. Sehingga
perjalanan menuju luar angkasa dapat menjadi hal yang lebih umum. Lift luar
angkasa ini akan terdiri dari Earthport, menara lilitan kabel karbon nanotube,
sebuh climber dan sebuah counter weight yang berada di ketinggian geostasioner
Indonesia sebagai salah satu negara yang memungkinkan untuk pendirian lift luar
angkasa tersebut tentunya kan mendapatkan manfaat pada bidang iptek, ekonomi,
maupun politik. Prediksi dari adanya fasilitas ini di Indonesia adalah
meningkatnya riset mengenai antariksa, membuat lalulintas pelayaran di
Indonesia semakin ramai dan perkembangan teknologi yang pesatyang merupakan
dampak dampak dari kemudahan manusia untuk pergi keluar angkasa . Dan
semakin majunya teknologi Dengan demikian Indonesia dapat mennggunakan
keuntungan tersebut untuk kepentingan negara dan memulai era penjelajahan luar
angkasa.
11

DAFTAR PUSTAKA

Aliffianiko, A., 2018. Kereta Maglev. [Online]


Available at: https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_maglev
[Diakses 1 November 2018].
Anonymous, 2018. Masih Diuji Coba, Lift Luar Angkasa Ditarget Bakal
Meluncur pada 2050. [Online]
Available at: https://www.idntimes.com/science/experiment/luar-angkasa-luas/lift-
luar-angkasa-ditarget-bakal-meluncur-pada-2050-c1c2/full
[Diakses 29 Oktober 2018].
Aravind, P., 2006. The Physics of Space Elevator. Department of Physics,
Worcester Polytechnic Institute, Worcester, Massachusetts.
Artsutanov, Y. et al., 2011. CLIMB Volume 1. The Journal of International Space
Elevator Consortium.
Badan Meteorologi dan Geofisika, 2018. Indonesia Rawan Gempa Bumi &
Tsunami. [Online]
Available at: https://inatews.bmkg.go.id/new/about_inatews.php?urt=3
[Diakses 30 Oktober 2018].
Kholifah, A. N., 2018. Tinggalkan Roket, ke luar Angkasa Bisa Pakai Lift?.
[Online]
Available at: https://www.viva.co.id/digital/digilife/1069153-tinggalkan-roket-ke-
luar-angkasa-bisa-pakai-lift
[Diakses 2 November 2018].
Pearson, J. et al., 2013. CLIMB Volume 2. The Journal of International Space
Elevator Consortium.
12

LAMPIRAN-LAMPIRAN

A. LAMPIRAN 1. Biodata Ketua , Anggota dan Dosen Pembimbing

A. Ketua pelaksana
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Rizki Alan Fauzi
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi D-III Analisis Kimia
4 NIM/NIDN 30171180F
5 Tempat dan Tanggal Lahir Sukoharjo, 20 Februari 1999
6 E-mail r.kalm3221@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085799959307

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA/SMK
Nama Institusi SD N 01 Geneng SMP N 1 Gatak SMK N 1 Sawit
Jurusan - - Farmasi
Tahun Masuk-Lulus 2005-2011 2011-2014 2014-2017

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Waktu dan
No Ilmiah Judul Artikel Ilmiah
Tempat
/ Seminar
1
2
3
D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1
2
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
13

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GT
Surakarta, 6 Novembe2018

(Rizki Alan Fauzi)

B. Anggota Pelaksana 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Fendi Prayudha
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi S-1 Teknik Industri
4 NIM 17170140E
5 Tempat dan Tanggal Lahir Surakarta, 4 Juni 1999
6 E-mail fendiprayudha@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 0895365486732

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA/SMK
SD N 44 SMP N 12 SMA N 7
Nama Institusi Nusukan Surakarta Surakarta

Jurusan - IPS
Tahun Masuk- 2005-2011 2011-2014 2014-2017
Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
Waktu dan
No Ilmiah Judul Artikel Ilmiah
tempat
/ Seminar
1
2
3

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi


atau institusi lainnya)
Institusi Pemberi
No. Jenis Penghargaan Tahun
Penghargaan
1
2
14

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GAGASAN TERTULIS

Surakarta, 6 November 2018

(Fendi Prayudha)

Anggota Pelaksana II
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Erni Rohmawati
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi S1 Teknik Industri
4 NIM/NIDN 16160122E
5 Tempat dan Tanggal Lahir Surakarta, 28 Januari 1997
6 Email erni.airen@yahoo.com
7 No. Telp. / HP 08985561009

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Nusukan SMPN 4 SMAN 5
No. 44 Surakarta Surakarta
Surakarta
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah / Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah
Seminar Tempat
-

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
-
15

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
Persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM – GAGASAN TERTULIS.

Surakarta, 6 November 2018

(Erni Rohmawati)

C. Biodata Dosen Pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Sunardi, S.Si., M.Si.
2 Jenis Kelamin L/P
3 Program Studi Analis Kimia
4 NIP/NIDN 01199603011054/0608126902
5 Tempat dan Tanggal Lahir Karanganyar, 8 Desember 1969
6 Alamat E-mail nardi_usb@yahoo.co.id
8 Nomor Telpon/HP -/081391454484

B. Riwayat Pendidikan
Gelar Akademik Sarjana S-2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi UNDIP UNS UNS
Jurusan/Prodi Kimia Ilmu Lingkungan Ilmu Lingkungan
Tahun Masuk-Lulus 1989-1995 2002-2004 2012-2018

C. Rekam Jejak Tri Dharma


C.1. Pendidikan/Pengajaran

No Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS

1 Analisis Kualitatif Organik Wajib 3

2 Metode Penelitian Ilmiah Wajib 2

3 Kewirausahaan Wajib 2
16

4 Biokimia Wajib 2

5 Keselamatan Industri Wajib 2

6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Wajib 2

7 Manajemen Bisnis Konservasi Lingkungan Wajib 2

C.2. Penelitian
No. Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
1. Studi Potensi Ekstrak Kulit Pisang Raja DRPM 2016
Nangka, Kulit Buah Rambutan dan Kulit
Buah Naga dengan Ferro Sulfat dari Scrap
Besi Bengkel Bubut untuk Green Sintesis
Nano Zero Valent Iron
2. Kinetika dan Mekanisme Reaksi Sintesis DRPM 2015
Ferro Sulfat Heptahidrat dari Limbah Besi
Bengkel Bubut
3. Kinetika dan Mekanisme Reaksi Sintesis DRPM 2014
Ferro Sulfat Heptahidrat dari Limbah Besi
Bengkel Bubut
4. Pengolahan Limbah Besi Bengkel Bubut DRPM 2013
Menjadi Sirup Dambah Untuk
Meningkatkan Hemoglobin

C.3. Pengabdian Kepada Masyarakat


Penyandang Tahun
No. Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat dana

1. 2018 PKM Pande Besi DRPM 2018


2. 2017 Pengembangan Produksi Tablet Hisap DRPM
2017
Wortel
3. 2017 IbM Obat Tradisional DRPM 2017
4. 2016 IbM Mie Sehat DRPM 2016
5. 2015 IbM Technopreneur Ferro Sulfat dari Scrap DRPM 2015
17

Besi untuk Siswa SMK

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GAGASAN TERTULUIS.
Surakarta, 6 November 2018
Dosen Pendamping,

(Dr. Sunardi, S. Si., M. Si.)

B. LAMPIRAN 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan Dan Pembagian


Tugas

No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


Studi Ilmu Waktu
(Jam/Minggu)
1 Rizki Alan D3 Analis Teknik 10 Penulis,
Fauzi Kimia Pembicara
2 Fendi S1 Teknik Teknik 10 Editor
Prayudha Industri
3 Erni S1 Teknik Teknik 10 Penulis
Rohmawati Industri
18

C. LAMPIRAN 3. Surat Pernyataan Ketua Tim

UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA


Alamat : Jl. Letjen. Sutoyo, Mojosongo, Surakarta – 57127
Telepon : 0271 – 852518
Fax : 0271 – 853275
Email : info@setiabudi.ac.id
SURAT PERNYATAAN KETUA KEGIATAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Rizki Alan Fauzi
NIM : 30171180F
Program Studi : D-III Analis Kimia
Fakultas : Teknik
Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-GT saya dengan judul :
ORATOR (ORBITAL ELEVATOR) yang diusulkan pada tahun anggaran 2018
bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber
lain.
Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan
ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan mengembaalikan seluruh biaya pelaksanaan yang sudah diterima ke
kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan
sebenar-benarnya.
19

Surakarta, 6 November 2018

Mengetahui, Yang menyatakan,


Kaprogdi, D-III Analisis Kimia

(Argoto Maharaya, ST., MT) (Rizki Alan Fauzi)


NIS 01199906201069 NIM 30171180F