Anda di halaman 1dari 45

KONSEP DASAR

MANUSIA II

ISTIRAHAT DAN

TIDUR

Arifin Hidayat, SST., M.Kes

PENDAHULUAN

Istirahat dan tidur sangat penting bagi kesehatan.

Orang sakit seringkali membutuhkan istirahat dan tidur yang lebih banyak dari biasanya.

Terganggu

Peran perawat

ISTIRAHAT

istirahat berarti suatu keadaan

tenang,relaks,tanpa tekanan emosional,dan bebas dari perasaan

gelisah.

Jadi, beristirahat bukan berarti tidak melakukan aktivitas sama sekali.

Terkadang, berjalan-jalan di taman juga

bisa dikatakan sebagai suatu bentuk istirahat

TIDUR

Tidur adalah status perubahan kesadaran

ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun.

Tidur dikarakteristikkan dengan aktifitas

fisik yang minimal,tingkat kesadaran yang bervariasi,perubahan proses fsiologis

tubuh,dan penurunan respons terhadap

stimulus eksternal

TIDUR

Adalah keadaan tidak sadarkan diri, dimana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun/hilang. Merupakan keadaan tidak sadar yang dialami seseorang, dapat dibangunkan kembali dengan rangsangan yang cukup

( Guyton 1981; 679 )

TANDA TIDUR

Aktivitas fisik yangTANDA TIDUR minimal Tingkatan ketidaksadaran (Masing-masing orang berbeda ) Menurunnya tanggapan terhadap rangsangan dari

minimal

TingkatanTANDA TIDUR Aktivitas fisik yang minimal ketidaksadaran (Masing-masing orang berbeda ) Menurunnya tanggapan terhadap

ketidaksadaran

(Masing-masing

orang berbeda )

Menurunnyaminimal Tingkatan ketidaksadaran (Masing-masing orang berbeda ) tanggapan terhadap rangsangan dari luar (Hayter, 1980 )

tanggapan terhadap

rangsangan dari luar (Hayter, 1980 )

PERUBAHAN FISIOLOGIS KETIKA TIDUR

CardiovasculerPERUBAHAN FISIOLOGIS KETIKA TIDUR Respiratory Renal Endokrin

RespiratoryPERUBAHAN FISIOLOGIS KETIKA TIDUR Cardiovasculer Renal Endokrin

RenalPERUBAHAN FISIOLOGIS KETIKA TIDUR Cardiovasculer Respiratory Endokrin

EndokrinPERUBAHAN FISIOLOGIS KETIKA TIDUR Cardiovasculer Respiratory Renal

1. kardiovaskuler

Perubahan tekanan darah, nadi terjadi ketika tidursistem syaraf otonom

2. Respiratori

Tidak menentunya Ventilasi dan

perubahan aliran pernafasan saat tidur.

Hipoventilasi, hiperventilasi

3. Renal

Menurunnya ekskresi sodium, potasium

dan kalsium selama tidur aliran urin

menurun

Perubahan yang terjadi selama tidur,

fungsi ginjal sangat kompleks dan termasuk perubahan dalam aliran darah

ginjal, filtrasi glomerulus, sekresi

hormon.

4. Endokrin

Sekresi hormon (growth hormone,

thyroid hormone, melatonin)

FISIOLOGI TIDUR

Aktivitas tidur diatur & dikontrol di

batang otak: Reticular Activating System (RAS) dan Bulbar Synchronizing

Region (BSR).

Two-process model of sleep-wake cycle regulation.

Two-process model of sleep-wake cycle regulation. Source: Atlas of Clinical Sleep Medicine (p. 26), by M.

Source: Atlas of Clinical Sleep Medicine (p. 26), by M. H. Kryger, 2009, Philadelphia: Saunders-Elsevier. Reprinted with permission.

TEORI SAAT INI MENGENAI REGULASI TIDUR--BANGUN

1

Sleep homeostasis /

Dorongan internal, mekanisme yang tidak diketahui

o

Keinginan untuk tidur

terjadi ketika adanya dorongan internal kita untuk tidur

o

Bangun terjadi ketika

adanya dorongan interna kita untuk bangun

2

Circadian rhythms

o

Mengacu pada perubahan siklus yang tejadi selama periode 24 jam. “biological clock” terletak di otak di suprachiasmatic nucleus (SCN)

o

Disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar

TAHAPAN TIDUR

DIIDENTIFIKASI MELALUI :

EEG / ElectroencephalographyTAHAPAN TIDUR DIIDENTIFIKASI MELALUI : untuk aktivitas listrik otak EMG/ Electromyography pengukuran tonus otot EOG/

untuk aktivitas listrik otak

EMG/ Electromyography: EEG / Electroencephalography untuk aktivitas listrik otak pengukuran tonus otot EOG/ Electro-oculography mengukur

pengukuran tonus otot

EOG/ Electro-oculography mengukur gerakan matalistrik otak EMG/ Electromyography pengukuran tonus otot SOMNOGRAFI Mengkaji kegiatan selama tidur (pergrkan,

SOMNOGRAFItonus otot EOG/ Electro-oculography mengukur gerakan mata Mengkaji kegiatan selama tidur (pergrkan, pernafasan dan

Mengkaji kegiatan selama tidur (pergrkan, pernafasan dan kekacauan yang terjadi)

Sejak adanya alat EEG (Elektro

Encephalo Graph), maka aktivitas-

aktivitas di dalam otak dapat direkam

dalam suatu garafik . Alat ini juga dapat

memperlihatkan fluktuasi energi (gelombang otak) pada kertas grafik

1. Non-rapid Eye Movement (NREM)

2. Rapid Eye Movement (REM)

Tahap NREM

Terdiri dari gelombang α, β dan theta

Ada 4 tahapan tidur NREM:

Tahap 1

Terbentuknya gelombang alfa-theta

Transisi antara tidur dan terjaga

Kelopak mata membuka-menutup pelan-pelan

Bola mata bergerak keatas-bawah

Berlangsung 10 menit Tidur ringan (light sleep)

Gambaran gelombang alpha-theta

Gambaran gelombang alpha-theta

Tahap II

o

Gelombang theta

o

Tampak “sleep spindle” dan “K komplek”

o

Berlangsung 15 menit

o

Tidur ringan (ligh sleep)

o

Mulai relaksasi otot

o

Fungsi tubuh berlangsung lambat

o

Dapat dibangunkan dengan mudah

Tahap 3 dan 4

o

Tahap 3

o

Awal tahap dari

keadaan tidur

nyenyak

o

Sulit dibangunkan

o

Relaksasi otot menyeluruh

o

Berlangsung 15-30 menit

o

Sleep spindel dan k kpmplek tidak

tampak

o

Tahap 4

o

Tidur nyenyak

o

Butuh stimulus intensif

o

Untuk restorasi dan istirahat

o

Tonus otot menurun

o Biasa disebut deep

sleep (delta sleep)

Tahap REM (Rapid Eye Movement)

o

Terjadi setelah 90 menit dari awal tidur atau 45

menit dari tahap 4 NREM

o

Bila dibangunkan akan waspada

o

Bila bangun dapat menceritakan mimipinya

secara detail

o

Aktifasi otak meningkat

o

Mata bergerak cepat

o

HR meningkat

Siklus tidur sebagian besar merupakan

tidur NREM dan berakhir dengan tidur REM

Mimpi

Perbedaan antara mimpi-mimpi yang

timbul sewaktu tahap tidur NREM

dan tahap tidur REM adalah bahwa mimpi yang timbul pada tahap tidur

REM dapat diingat kembali, sedangkan mimpi selama tahap tidur NREM

biasanya tak dapat diingat. Jadi

selama tidur NREM tidak terjadi konsolidasi mimpi dalam ingatan

GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR

INSOMNIAGANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR HIPERSOMNIA PARASOMNIA NARCOLEPSI SLEEP APNEA

HIPERSOMNIAGANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR INSOMNIA PARASOMNIA NARCOLEPSI SLEEP APNEA

PARASOMNIAGANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR INSOMNIA HIPERSOMNIA NARCOLEPSI SLEEP APNEA

NARCOLEPSIGANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR INSOMNIA HIPERSOMNIA PARASOMNIA SLEEP APNEA

SLEEP APNEAGANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR INSOMNIA HIPERSOMNIA PARASOMNIA NARCOLEPSI

GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR INSOMNIA HIPERSOMNIA PARASOMNIA NARCOLEPSI SLEEP APNEA

INSOMNIA

Adalah gangguan tidur yang sering

terjadi dan merupakan

ketidakmampuan dalam memperoleh

kualitas maupun kuantitas tidur yang

cukup.

HIPERSOMNIA

HIPERSOMNIA Adalah kegiatan tidur yang melebihi normal/lebih dari 9 jam pada malam hari

Adalah kegiatan

tidur yang

melebihi

normal/lebih dari 9 jam

pada malam hari

PARASOMNIA

Adalah gangguan tidur yang sering terjadi

pada anak-anak, misalnya :

Somnambulisme ( tidur sambil jalan )

Enuresis Nocturnal ( ngompol dimalam

hari )

NARKOLEPSI

Adalah perasaan ingin tidur yang tidak

dapat dikendalikan.

Penderita narkolepsi dapat tidur dalam

keadaan berdiri, menyetir maupun

sedang diajak bicara.

Sering diakibatkan oleh rasa malas,

kebiasaan mabuk, rusaknya sistem

saraf central

SLEEP APNEA

Adalah pernafasan yang terhenti pada

waktu-waktu tertentu selama tidur Gangguan ini dapat akibat pembesaran

tonsil, kebiasaan mendengkur, kelainan

bentuk rahang sehingga proses ventilasi menjadi terganggu

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR

USIAFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR KEADAAN PENYAKIT STRES PSIKOLOGIK OBAT-OBATAN GAYA HIDUP

KEADAAN PENYAKITFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR USIA STRES PSIKOLOGIK OBAT-OBATAN GAYA HIDUP

STRES PSIKOLOGIKFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR USIA KEADAAN PENYAKIT OBAT-OBATAN GAYA HIDUP

OBAT-OBATANFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR USIA KEADAAN PENYAKIT STRES PSIKOLOGIK GAYA HIDUP

GAYA HIDUPFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR USIA KEADAAN PENYAKIT STRES PSIKOLOGIK OBAT-OBATAN

USIA

USIA Bayi >>> tidur Todler 10-12 jam, mulai bermain Pra sekolah 11 jam, mulai eksploitasi lingkungan,

Bayi >>> tidurUSIA Todler 10-12 jam, mulai bermain Pra sekolah 11 jam, mulai eksploitasi lingkungan, takut, mimpi Usia

Todler 10-12 jam,USIA Bayi >>> tidur mulai bermain Pra sekolah 11 jam, mulai eksploitasi lingkungan, takut, mimpi Usia

mulai bermain

Pra sekolah 11 jam,Bayi >>> tidur Todler 10-12 jam, mulai bermain mulai eksploitasi lingkungan, takut, mimpi Usia Sekolah 10

mulai eksploitasi

lingkungan, takut, mimpi

Usia Sekolah 10 jammulai bermain Pra sekolah 11 jam, mulai eksploitasi lingkungan, takut, mimpi perhari, tidur tidak nyenyak, sering

perhari, tidur tidak

nyenyak, sering mimpi

USIA

Remaja 8,5 jamUSIA Dewasa muda 8-10 jam /hari Dewasa Tua 7 jam/hari, tidur lebih nyenyak dibanding usia dewasa

Dewasa muda 8-10 jam /hariUSIA Remaja 8,5 jam Dewasa Tua 7 jam/hari, tidur lebih nyenyak dibanding usia dewasa muda Usia

Dewasa Tua 7 jam/hari, tidur lebihUSIA Remaja 8,5 jam Dewasa muda 8-10 jam /hari nyenyak dibanding usia dewasa muda Usia Tua

nyenyak dibanding usia dewasa muda

Usia Tua > 60 tahun, 6 jam/hari,7 jam/hari, tidur lebih nyenyak dibanding usia dewasa muda cenderung tidur tengah malam dan bangun pagi-pagi,

cenderung tidur tengah malam dan

bangun pagi-pagi, sering mengalami insomnia.

PENYAKIT

Kerusakan gaster atau duodenumPENYAKIT Gangguan endokrin Artritis, asma, migrain Suhu tubuh

Gangguan endokrinPENYAKIT Kerusakan gaster atau duodenum Artritis, asma, migrain Suhu tubuh

Artritis, asma,PENYAKIT Kerusakan gaster atau duodenum Gangguan endokrin migrain Suhu tubuh

migrain

Suhu tubuhPENYAKIT Kerusakan gaster atau duodenum Gangguan endokrin Artritis, asma, migrain

PENYAKIT Kerusakan gaster atau duodenum Gangguan endokrin Artritis, asma, migrain Suhu tubuh

STRES PSIKOLOGIK

CEMAS

DEPRESI

STRES PSIKOLOGIK • CEMAS • DEPRESI

OBAT-OBATAN

OBAT-OBATAN Terutama Hipnotik dan obat penenang, menurunkan tidur REM Amfetamin dan anti depresi menyebabkan lebih banyak

Terutama Hipnotik dan obat penenang, menurunkan tidur REM Amfetamin dan anti depresi menyebabkan lebih

banyak tidur REM

dan sering mimpi buruk

GAYA HIDUP

Sering minum-

minuman beralkohol

dapat menyebabkan tidur REM terpecah belah

Cafein merangsang

SSP sehingga sulit tidur

Susu membantu tidur

mengandung asam amino L-triptofan merangsang saraf

parasimpatis

merangsang SSP sehingga sulit tidur Susu membantu tidur mengandung asam amino L-triptofan merangsang saraf parasimpatis

Pengkajian

o Tanyakan kepada klien mengenai kebiasaan

tidur

o Berapa jam tidur dalam sehari

o Jika mungkin, observasi (di rumah sakit) dan

rekam ketika pasien tidur

DIAGNOSA KEPERAWATAN

o Gangguan pola tidurinterupsi jumlah waktu

dan kualitas tidur akibat faktor external o Faktor yang berhuungan:

Gangguan karena pasangan tidur

Halangan lingkungan (bising, pajanan cahaya “gelap, terang”, kurang privasi

PENUTUP

Istirahat tidur merupakan

kebutuhan dasar yang diperlukan oleh

semua orang.

Untuk dapat berfungsi optimal, maka setiap

orang memerlukan

istirahat dan tidur yang cukup

diperlukan oleh semua orang. Untuk dapat berfungsi optimal, maka setiap orang memerlukan istirahat dan tidur yang

TERIMAKASIH

TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH