Anda di halaman 1dari 33

PENGEMBANGAN PERANGKAT

PEMBELAJARAN

Disusun Oleh

NUR ADILA QIBTIYAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2018
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP Negeri


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/Satu
Materi Pokok : Teks Cerita Fantasi (Narasi)
Alokasi Waktu : 40’

A. Kompetensi Inti (KI)


KI1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


NO KD NO Indikator
KD Indi-
kator
3.3 Mengidentifikasi unsur- 3.3.1 Menjelaskan tokoh cerita fantasi
unsur teks narasi (cerita pada teks yang dibaca
fantasi) yang dibaca dan 3.3.2 Menjelaskan latar cerita fantasi
didengar pada teks yang dibaca
3.3.3 Menjelaskan alur cerita fantasi
pada teks yang dibaca
4.3 Menceritakan kembali isi 4.3.2 Menceritakan kembali isi teks
teks narasi (cerita fantasi) narasi (cerita fantasi) yang telah
yang didengar dan dibaca dibaca menggunakan bahasa
sendiri sesuai dengan isi, diksi,
kalimat, kelancaran, intonasi, lafal,
ekspresi, dan gesture yang tepat.
C. Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca teks fantasi, peserta didik mampu :

1. Menjelaskan tokoh cerita fantasi pada teks yang dibaca dengan tepat

2. Menjelaskan latar cerita fantasi pada teks yang dibaca dengan tepat

3. Menjelaskan alur cerita fantasi pada teks yang dibaca dengan tepat

4. menceritakan kembali isi teks cerita fantasi menggunakan bahasa sendiri sesuai
dengan isi, diksi, kalimat, kelancaran, intonasi, lafal, dan ekspresi dengan tepat

Fokus nilai spiritual dan sikap : saling menghargai, bertanggungjawab, dan jujur

D. Materi Pembelajaran (lihat lampiran 1)


a. Materi pembelajaran reguler
1) Fakta
a) Jenis-jenis cerita fantasi (cerita fantasi)
2) Konsep
a) Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
3) Prinsip
b) Ciri teks narasi (cerita fantasi)
a) Unsur-unsur teks cerita narasi (cerita fantasi)
4) Prosedur
a) Menemukan unsur-unsur teks cerita narasi (cerita fantasi)
b. Materi pembelajaran pengayaan
1) Fakta
b) Jenis-jenis cerita fantasi (cerita fantasi)
c) Ragam teks cerita fiksi
d) Informasi dalam teks cerita fiksi
2) Konsep
a) Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
b) Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
3) Prinsip
a) Ciri teks narasi (cerita fantasi)
b) Unsur-unsur teks cerita narasi(cerita fantasi)
c) Kaidah kebahasaan teks narasi.
4) Prosedur
Menemukan unsur-unsur teks cerita narasi (cerita fantasi)

c. Materi pembelajaran remedial


1) Fakta
e) Jenis-jenis cerita fantasi (cerita fantasi)
2) Konsep
c) Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
3) Prinsip
d) Ciri teks narasi (cerita fantasi)
b) Unsur-unsur teks cerita narasi(cerita fantasi)
4) Prosedur
b) Menemukan unsur-unsur teks cerita narasi (cerita fantasi)

E. Metode dan Model Pembelajaran


1. Model Pembelajaran : Kooperatif STAD
2. Metode Pembelajaran
a. Demonstrasi
b. Pelatihan
c. Tanyajawab
d. Penugasan

F. Media dan Alat Pembelajaran (lihat lampiran 2)


1. Media Pembelajaran
a. Teks Cerita Fantasi
b. Power Point
2. Alat Pembelajaran
a. LCD

G. SumberBelajar
Artati.Y Budi dan Darmawati.(2016).PR Bahasa Indonesia. Klaten: Intan
Pariwara
Dalimunthe ,Hendra Septian. (2016). Cerita Fantasi.
http://guruabadduasatu.blogspot.co.id/2016/10/cerita-fantasi.html
diakses pada 20 Februari 2018 pukul 10.00 WIB
Desi ,Susanti . (2012). Kajian Materi Untuk Menganalisis Sebuah Cerita.
http://desisusanti16.blogspot.co.id/2012/04/unsur-unsur-intrinsik-
dalam-cerita.html diakses pada 20 Februari 2018 pukul 09.00 WIB
Harsiati Titik, Agus Trianto, dan E. Kosasih. (2017).Bahasa Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.-Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum
dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud
http://www.ilmubindo.com/2017/08/cara-tepat-menceritakan-kembali-isi.html
diakses pada 20 Februari 2018 pukul 16.00 WIB

H. Kegiatan Pembelajaran
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU

Pendahuluan a. Peserta didik disiapkan secara psikis dan fisik 5 menit


untuk mengikuti proses pembelajaran teks
cerita fantasi;
b. Peserta didik merespons salam dari guru
c. Peserta didik menjawab sapaan kabar dari guru
d. Peserta dipresensi oleh guru
e. Peserta didik diajukan pertanyaan-pertanyaan
yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi teks cerita fantasi;
f. Peserta didik menerima penjelasan tujuan
pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai;
g. Peserta didik menerima motivasi dari guru

Inti a. Peserta didik menerima sajian materi dari guru 30 menit


tentang definisi, ciri-ciri, jenis, dan unsur-unsur
teks cerita fantasi
b. Peserta didik menerima lembar kerja peserta
didik teks cerita fantasi yang berjudul Ruang
Dimensi Alpha Karya Ratna Juwita yang
diberikan oleh guru
c. Peserta didik membentuk kelompok kecil 3-5
orang
d. Peserta didik yang telah terbentuk dalam
kelompok membaca teks cerita fantasi berjudul
Ruang Dimensi Alpha Karya Ratna Juwita pada
lembar kerja peserta didik.
e. Peserta didik bersama guru membahas lembar
kerja peserta didik dengan permainan dan media
pembelajaran
f. Peserta didik menerima lembar evaluasi
g. Peserta didik menjawab lembar evaluasi
h. Satu Peserta didik mewakili kelompok
mempresentasikan tugas evaluasi
i. Kelompok terbaik menerima penghargaan
j. Peserta didik mengumpulkan lembar evaluasi
Penutup Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta 5 menit
didik secaraindividual melakukan refleksi untuk
mengevaluasi:
1) Peserta didikbersama guru menyimpulkan butir-
butir pokok tentang cerita fantasi berjudul
Ruang Dimensi Alpha Karya Ratna Juwita
2) Peserta didik bersama guru melakukan
identifikasi keunggulan dan kelemahan kegiatan
pembelajaran pada hari itu.
3) Peserta didik menerima umpan balik dalam
proses pembelajaran mengenali teks cerita
fantasi berjudul Ruang Dimensi Alpha Karya
Ratna Juwita.
4) Peserta didik yang belum mencapai kompetensi
menerima tugas remedial dan bagi peserta didik
yang sudah mencapai kompetensi menerima
tugas pengayaan dari guru untuk mencari contoh
teks cerita fantasi di majalah, koran, atau di
buku.
5) Peserta didik menerima penyampian guru
tentang kegiatan pembelajaran pertemuan
berikutnya menyajikan cerita teks fantasi.

I. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap sikap sosial dan spiritual dilakukan dengan teknik observasi/
jurnal.
b. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan teknik tes tulis.
c. Penilaian keterampilan dilakukan dengan teknik kinerja/unjuk kerja

2. Instrumen Penilaian
a. Instrumen penilaian sikap : jurnal
b. Instrumen penilaian pengetahuan : Tes Uraian
c. Intrumen penilaian keterampilan: Rubrik kinerja/unjuk kerja
LEMBAR EVALUASI PENGETAHUAN
NAMA :
KELAS :

NO KD NO Indikator
KD Indi-
kator
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur 3.3.1 Menjelaskan tokoh cerita fantasi pada
teks narasi (cerita fantasi) teks yang dibaca
yang dibaca 3.3.2 Menjelaskan latar cerita fantasi pada teks
yang dibaca
3.3.3 Menjelaskan alur cerita fantasi pada teks
yang dibaca
Bacalah cerita fantasi berikut!
Ruang Dimensi Alpha
Karya: Ratna Juwita
“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak
tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu
memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi
alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam
waktu 12 jam.
“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.
Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak
lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam.
“Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus
berusaha meyakinkan sabahatsahabatku.
“ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.”
Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan
cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.
“Sistem oke!”
Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang
membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah
mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.
Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru
mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup
untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang
meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku
lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha.
Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku
berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan he1bat.
Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.
Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok
semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat
di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala.
“Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.
“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza
membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup
lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun
sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu
tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.

Isilah tabel berikut berdasarkan pemahamanmu!


Uraikan isi cerita fantasi dengan bahasa sendiri denga menjawab
pertanyaanpertanyaandi bawah ini!
1. Jelaskan siapa saja tokoh cerita pada cerita fantasi yang kalian baca di atas!.
TOKOH-TOKOH CERITA

2. Jelaskanlah latar apa saja yang terdapat pada cerita fantasi yang kalian baca di atas!
LATAR TEMPAT LATAR WAKTU LATAR SUASANA

3. Jelaskanlah alur apa yang terdapat pada cerita fantasi yang kalian baca di atas!
Jenis Alur Alasan
LEMBAR EVALUASI keterampilan

NAMA :
KELAS :

1. Ceritakan kembali di depan kelas teks narasi berjudul Ruang Dimensi Alpha
menggunakan bahasa sendiri dengan memerhatikan ketepatan isi, diksi,
kalimat, kelancaran, intonasi, pelafalan, dan ekspresi!
Kunci jawaban
NAMA :
KELAS :

1. Jelaskan siapa saja tokoh cerita pada cerita fantasi yang kalian baca di atas!.
TOKOH-TOKOH dalam CERITA
ERZA
DONI
ARDI

2. Jelaskanlah latar apa saja yang terdapat pada cerita fantasi yang kalian baca di
atas!
LATAR TEMPAT LATAR WAKTU LATAR SUASANA
dimensi alpha, ketika aku memasuki dalam keadaan yang
laboratorium , dimensi alpha, dalam bingung, kalang kabut, dan
ruangan., menuju waktu 12 jam, waktu 8 gugup.
lorong dimensi jam, melebihi 8
alpha.,di lorong jam,Hampir 8 jam,Kurang
dimensi alpha, 10 menit, Kurang 10 menit
ke habitatnya, lagi , Tiba-tiba, pada 500
di layar laptop.
tahun sebelum masehi.

3. Jelaskanlah jenis alur yang terdapat pada cerita fantasi yang kalian baca di atas!
Jenis Alur
Alur campuran
J. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Pembelajaran Remedial
Remedial dilakukan dengan pembelajaran ulang dan penugasan membaca
buku cerita teks fantasi di perpustakaan sekolah kemudian diidentifikasi
unsurnya.
Materi pembelajaran remedial
a. Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
b. Ciri teks narasi (cerita fantasi)
c. Unsur-unsur teks cerita narasi.
d. Jenis-jenis cerita fantasi
e. Penceritaan kembali isi teks narasi

Soal Remidial
1. Jelaskanlah ciri tokoh, latar, alur, dan tema pada cerita fantasi dan
tunjukanlah buktinya!.
2. Identifikasilah sumber cerita fantasi yang telah kamu baca!
3. Tulislah keajaiban tokoh dan persitiwa ajaib yang dialami tokoh cerita!
4. Apa bukti bahwa cerita yang kamu baca di perpustakaan dapat dikategorikan
sebagai cerita fantasi?
5. Tentukanlah jenis teks cerita fantasinya dan tunjukanlah buktinya!

b. Pembelajaran Pengayaan
Pengayaan dilakukan dengan menambah materi pembelajaran teks narasi
dan penugasan membaca buku cerita teks fantasi di perpustakaan sekolah
kemudian diidentifikasi unsurnya.
Materi pembelajaran pengayaan
a. Pengertian dan contoh-contoh teks narasi (cerita fantasi)
b. Unsur-unsur teks cerita narasi.
c. Struktur teks narasi.
d. Kaidah kebahasaan teks narasi.
e. Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
f. Penceritaan kembali isi teks narasi
g. Ragam teks cerita fiksi
h. Informasi dalam teks cerita fiksi

c. Media dan Alat


1. Media/alat
a. Teks cerita fantasi
b. Power point
c. LCD proyektor
d. Laptop
LAMPIRAN 1
PENGEMBANGAN
MATERI AJAR
BAB MEMAHAMI DAN
2
MENCERITAKAN KEMBALI TEKS
CERITA FANTASI

INDIKATOR
3.3 .1 Menjelaskan tokoh cerita fantasi yang 4.3.1 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita
dibaca fantasi) yang telah dibaca
3.3.2 Menjelaskan latar cerita fantasi yang menggunakan bahasa sendiri sesuai dengan
dibaca isi, diksi, kalimat,kelancaran, intonasi, lafal,
Menjelaskan alur cerita fantasi yang dibaca ekspresi, yang tepat.
PETA KONSEP

PENGANTAR
Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih
kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas. Kamu bisa menjadi
penulis hebat. Harry Potter termasuk cerita fantasy yang sangat terkenal. Di
Indonesia kita memiliki penulis hebat yang menulis berbagai cerita fantasi. Di antara
penulis hebat cerita fantasi itu adalah Ugi Agustono dan Joko Lelono. Ugi Agustono
menulis cerita fantasi berdasarkan pengamatan terhadap komodo dan suasana di
pulau Komodo. Joko Lelono juga menulis cerita fantasi dengan nuansa lokal. Kamu
juga dapat belajar menulis fantasi dengan belajar secara tekun dan tidak takut
berkreasi.
A. Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

1. Mengidentifikasi Karakteristik Unsur Pembangun Cerita Fantasi


Gurumu akan memandu untuk membaca contoh cerita fantasi, bacalah cerita fantasi
berikut! Kamu akan mengenali dulu mengapa sebuah cerita dikategorikan sebagai
cerita fantasi? Ikuti kegiatan berikut!
Bacalah bagian cerita fantasi bagian novel Indonesia berikut!
Cerita Fantasi 1
EKOR BIRU NATAGA KEKUATAN
oleh Ugi Agustono
Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh
panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di
Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik
mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang..
Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air
tercinta.
Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak
keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima
memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau
Tana Modo, susulmenyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata
tajam.
Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai
lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari
bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari
Nataga.
“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.
Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala
dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup
banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun,
pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya
pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika
banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan
kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.
“Hai ....! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!”
Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus
asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan
binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang
mengepung.
Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para
serigala.
“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.
Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang
padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada
seluruh pasukan.
Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat
menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar.Nataga
mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang
dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan
mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala
tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan
terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada
para serigala licik itu.
Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh
panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru
dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.
Penulis: Ugi Agustono The Little Dragon
Contoh 2 kutipan bagian Novel Cerita Fantasi
Anak Rembulan (Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari) Anak Rembulan
Penulis: Djokolelono
Nono, si Anak Rembulan, berangkat sendiri berlibur ke Wlingi, tempat tinggal Mbah
Sastro. Ia selalu suka liburan di sana, karena ia bisa bersepeda keliling Wlingi dan
bermandi-mandi di Sungai Lekso yang menyegarkan. Tak jarang juga Nono
membantu Mbah Mas yang punya warung makan di Stasiun Wlingi. Suatu hari,
Nono ditugaskan untuk membeli tahu goreng ke Njari, ke tempat Mbah Pur, kakek
buyutnya. Nono pun berangkat dengan sepeda. Nono mengambil jalan pintas menuju
Njari. Di tengah perjalanan, ia berhenti sejenak untuk melihat sebatang pohon kenari
besar di tepi Kali
Njari yang pernah diceritakan oleh Mbah Pur. Menurutnya, dahulu ada seorang anak
bernama Trimo yang menghilang di dalam pohon kenari itu. Trimo menghilang
ketika ia sedang berlindung dari serangan Belanda. Ia lenyap begitu saja, seolah-olah
pohon besar itu telah menelannya. Nono beristirahat dan merendam kakinya di Kali
Njari yang dangkal. Sepedanya diparkirkan di pohon kenari tadi. Namun, ketika ia
kembali, sepeda itu tidak ada. Ia pun dikejutkan dengan kedatangan seorang anak
bernama Trimo yang memperingatkannya untuk bersembunyi. Akan tetapi, Kapitan
d’Jaree dengan mudahnya dapat menemukan tempat persembunyian mereka.
Sadarlah Nono bahwa ia sedang berada di zaman Belanda. Pohon kenari besar tadi
menghilang, digantikan oleh tenda-tenda, gerobak, kuda, serta orang-orang dan
pasukan Belanda yang tiba-tiba berdiri mengelilinginya. Nono nyaris dihukum
gantung gara-gara kaus Manchester United yang dikenakannya saat itu. Setelah itu,
dia terperangkap di Warung Mbok Rimbi yang merupakan jelmaan iblis, berkawan
dengan kelompok Semut Hitam yang ternyata adalah segerombolan pencuri. Nono
juga bertemu legenda Gunung Kelud, Mahesasuro dan Lembusuro, berjumpa dengan
Saarce si putri Belanda yang dapat mengubah dirinya menjadi burung kenari, dan
berhadapan dengan Sri Ratu yang dijuluki ‘Setan Merah’ karena kekejamannya.
Tiba-tiba Nono diminta untuk memimpin perang yang disebabkan oleh konspirasi
orang-orang dalam kerajaan.
Dikutip dari : http://www.kompasiana.com/wavesandsatellites
Setelah membaca kedua kutipan cerita fantasi tersebut, isilah tabel berikut!
TOKOH RANGKAIAN PERISTIWA
NAGATA
NONO
Identifikasi Sumber Cerita
Sumber Cerita cerita 1 Sumber Cerita fantasi 2
Komodo dan kondisi pulau komodo Kota Blitar (Wligi), sejarah perang
zaman penjajahan Belanda, legenda
Gunung Kelud, Mahesasuro dan
Lembusuro

Jadi sumber cerita fantasi dapat berupa kondisi nyata yang difantasikan.

Keajaiban yang dimunculkan dalam cerita


Tulislah keajaiban tokoh dan peristiwa ajaib yang dialami tokoh pada tabel
berikut!
Hal Teks 1 Teks 2
Keajaiban tokoh Komodo bisa melatih Saarce si putri Belanda
anak buahnya yang dapat mengubah
menyerang siluman dirinya menjadi burung
serigala kenari
Nono ...........................

Peristiwa aneh/ ajaib

Daftarlah latar apa saja yang digunakan pada cerita fantasi?


Latar Teks 1 Latar Teks 2
Tanah Moda Kota Wlingi saat ini, zaman
Belanda
Diskusikan apa ciri alur dan latar pada cerita fantasi?
Dari kegiatan yang kamu lakukan, simpulkan ciri umum cerita fantasi.
Diskusikan dalam kelompokmu!
Bandingkan hasil diskusimu dengan paparan berikut! Telaahlah apa perbedaan
dan persamaan hasil diskusimu dengan kotak info berikut!
TAHUKAH KAMU?
Ciri Umum Teks Narasi
Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian
peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan
hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana
kejadian terjadi), timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita. Rangkai n
cerita ini disebut alur.
Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.
Narasi memiliki tema/ ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita. Tema
dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwapada alur cerita.
Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya.
Amanat berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.

Apa Ciri Umum Cerita Fantasi Sebagai Salah Satu Jenis Teks Narasi?

Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan
penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar
diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi
adalah majic, supernatural atau futuristik.
Ada keajaiban/ keanehan/ kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak
ditemui dalam dunia nyata.
Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau
kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan
pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang
menarik.
Tema cerita fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik. Contoh, pertempuran
komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan
di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang,
kegelapan karena tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi
canggih pada 100 tahun mendatang,
Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam
kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur
dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi
menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh
Nono bisa mengalami kejadian pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar
zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada ceritafantasi berpindah-pindah
dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.
Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam
kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktiankesaktian tertentu. Tokoh mengalami
peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami
kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada pada seting waktu dan tempat
yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/futuristik).
Bersifat fiksi
Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar
nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Misalnya, latar cerita dan
objek cerita Ugi Agustono diilhami hasil observasi penulis terhadap komodo dan Pulau
Komodo. Tokoh dan latar difantasikan dari hasil observasi objek dan tempat nyata.
Demikian juga Djoko Lelono memberi fantasi pada fakta kota Wlingi (Blitar), zaman
Belanda, Gunung Kelud.

Kegiatan 1
Dari paparan di atas diskusikan apa bukti bahwa teks tersebut dapat dikategorikan
sebagai cerita fantasi?
B. Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi
yang Dibaca

2. Langkah-langkah Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi secara Lisan


Isi cerita fantasi dapat diceritakan secara lisan. Sebelum bercerita, kamu harus
memahami unsur-unsur intrinsik cerita fantasi yang bersangkutan. Perhatikan cara
menceritakan kembali cerita fantasi berikut.
a. Membaca keseluruhan kisah atau peristiwa dalam cerita fantasi.
b. Memperhatikan penampilan dan gerakan tubuh
c. Memperhatikan intonasi, irama, artikulasi, dan lafal.
d. Menceritakan bagian pembuka, inti, dan penutup secara urut.

Menceritakan Kembali secara Berantai Isi Teks!


Berkelompoklah dan ceritakan isi cerita fantasi dengan bahasamu sendiri.
Menceritakan Isi cerita fantasi.
Dalam kegiatan ini kamu akan menceritakan kembali isi cerita fantasi secara
berantai.
Berdasarkan ringkasan urutan peristiwa cerita fantasi di atas, lakukanlah halhal
berikut!
1. Membentuk kelompok yang terdiri atas 5 atau 6 orang satu kelompok!
2. Tiap kelompok diundi untuk ke depan kelas
LAMPIRAN 2
MEDIA PEMBELAJARAN
MEDIA PEMBELAJARAN
LAMPIRAN 3
LKPD
SMP Negeri
Tahun Pelajaran 2017/2018

Nama Siswa:
Kelas:
Bacalah teks cerita fantasi berikut ini!
Isi lah tabel rumpang yang disediakan sesuai dengan aspeknya!
EKOR BIRU NATAGA KEKUATAN
oleh Ugi Agustono
Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh
panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di
Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik
mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang..
Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air
tercinta.
Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak
keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima
memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau
Tana Modo, susulmenyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata
tajam.
Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai
lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari
bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari
Nataga.
“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.
Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala
dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup
banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun,
pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya
pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika
banyak bola api yang padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan
kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka.
“Hai ....! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!”
Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus
asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan
binatang, mulai bergerak maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang
mengepung.
Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para
serigala.
“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.
Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak bola api yang
padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan mundur kepada
seluruh pasukan.
Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat
menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar.Nataga
mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang
dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan
mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala
tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan
terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada
para serigala licik itu.
Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh
panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru
dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia.
Penulis: Ugi Agustono The Little Dragon

1.Jelaskanlah ciri tokoh pada cerita fantasi dan tunjukanlah buktinya!.


NAMA WATAK BUKTI KUTIPAN
TOKOH TOKOH

2.Jelaskan alur dan latar dalam cerita fantasi di atas!


LATAR ALUR

Tempat:
Waktu:
Suasana:

3.Tulislah keajaiban tokoh dan persitiwa ajaib yang dialami tokoh!


TOKOH KEAJAIBAN / Bukti Kutipan
PERISTIWA ANEH

4.Apa bukti kutipan bahwa teks di atas dapat dikategorikan sebagai cerita fantasi?

--------------------------------------------------------------------------------------------------
SMP Negeri
Tahun Pelajaran 2017/2018

1.Jelaskanlah ciri tokoh pada cerita fantasi dan tunjukanlah buktinya!.


NAMA CIRI TOKOH BUKTI KUTIPAN
TOKOH
Nagata Pemimpin, Bijaksana, Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang
pemberani, seluruh binatang di Tana
tanggungjawab, kuat, dan Modo, segera melesat menyeret ekor
sakti birunya.
Serigala Sombong Raut wajah mereka penuh dengan
angkara murka dan kesombongan,
disertai lolongan panjang saling
bersahutan di bawah air hujan.
Binatang- Pantang meyerah Binatang-binatang tidak putus asa.
binatang Binatang-binatang yang pantang
menyerah juga tidak takut dengan
gertakan para serigala.

2.Jelaskan alur dan latar dalam cerita fantasi di atas!


LATAR ALUR
Tanah Moda Maju
ke atas bukit,
hari itu, Saat,
tidak panik.

3.Tulislah keajaiban tokoh dan persitiwa ajaib yang dialami tokoh!


TOKOH KEAJAIBAN / PERISTIWA Bukti Kutipan
ANEH
Nagata Nagata bisa melatih anak buahnya Nataga, pemimpin perang seluruh
menyerang siluman serigala binatang di Tana
Modo,
Ekor Nagata bisa mengeluarkan Mendadak, ekor Nataga
api mengeluarkan api besar.

4.Apa bukti bahwa teks di atas dapat dikategorikan sebagai cerita fantasi?
Terjadi keajaiban yang dialami oleh tokoh. Tokoh Nagata bisa mengeluarkan api.
Bukti kutipan : Mendadak, ekor Nataga
mengeluarkan api besar.
LAMPIRAN 4
PENILAIAN
PENILAIAN

1.Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap sikap sosial dan spiritual dilakukan dengan teknik observasi/
jurnal.
b. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan teknik tes tulis.
c. Penilaian keterampilan dilakukan dengan kinerja/ unjuk kerja

2.Instrumen Penilaian
a. Instrumen penilaian sikap : jurnal
Jurnal Perkembangan Sikap Sosial dan Spiritual
Nama Sekolah : SMPNegeri
Kelas/Semester : VII/Satu
Tahun pelajaran : 20
Nama Butir
No Waktu Catatan Perilaku
Siswa Sikap

b. Instrumen penilaian pengetahuan : Tes Uraian


Kisi-Kisi Penilaian Tes Uraian dan Kinerja
Nama Sekolah : SMP Negeri
Kelas/Semester : VII/I
Tahun pelajaran : 2016
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kompetensi Teknik Butir Soal


No. Materi Indikator
Dasar Penilaian
1. 3.3 Meng- a. Pengertian 1. Menjelaskan tes 1. Jelaskan siapa
identifikasi dan contoh- tokoh cerita uraian saja tokoh cerita
unsur-unsur contoh teks
fantasi pada pada cerita fantasi
teks narasi narasi
(cerita teks yang yang kalian baca
(cerita fantasi)
fantasi) dibaca di atas!.
yang dibaca
b. Ciri umum 2. Menjelaskan 2. Jelaskanlah latar
dan didengar teks narasi latar cerita apa saja yang
(cerita tes terdapat pada
fantasi pada
fantasi) uraian
teks yang cerita fantasi yang
c. Unsur-unsur
teks cerita dibaca kalian baca di
narasi(cerita 3. Menjelaskan atas!
fantasi) alur cerita 3. Jelaskanlah alur
fantasi pada apa yang terdapat
teks yang pada cerita fantasi
dibaca yang kalian baca
di atas!
Kompetensi Teknik Butir Soal
No. Materi Indikator
Dasar Penilaian
4.3 Menceritakan 4. Menceritakan Tes 1. Ceritakan
kembali isi kembali isi teks kinerja kembali di depan
teks narasi narasi (cerita kelas teks narasi
(cerita fantasi) fantasi) yang berjudul Ruang
yang didengar
telah dibaca Dimensi Alpha
dan dibaca
meng-gunakan menggunakan
bahasa sendiri bahasa sendiri
sesuai dengan dengan
isi, diksi, memerhatikan
kalimat,
ketepatan isi,
kelancaran,
diksi, kalimat,
intonasi, lafal,
kelancaran,
dan ekspresi
intonasi,
yang tepat.
pelafalan, dan
ekspresi!

3.PedomanPenilaian Tes Uraian


Nama Sekolah : SMP Negeri
Kelas/Semester : VII/I
Tahun pelajaran : 2016
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

a. Pedoman Tes Uraian


Deskripsi No soal Skor
Peserta didik menjawab tokoh dengan lengkap (3 tokoh) 1 3
Peserta didik menjawab tokoh kurang lengkap (2 tokoh) 2
Peserta didik menjawab tokoh tidak lengkap (1 tokoh) 1
Peserta didik tidak menjawab 0

Deskripsi No soal Skor


Peserta didik menjawab alur lengkap (3 alur) 2 3
Peserta didik menjawab alur kurang lengkap (2 alur) 2
Peserta didik menjawabalur tidak lengkap (1 alur) 1
Peserta didik tidak menjawab 0

Deskripsi No soal Skor


Peserta didik menjawab dengan tepat 3 1
Peserta didik tidak menjawab 0

Total skor = 7

Nilai = total skor X 100


Skor maksimal
b. Pedoman Tes Kinerja / Unjuk Kerja
No. Kriteria Penilaian Skor
1. Isi:
- Runtut sesuai dengan cerita asli 3
- Kurang runtut dan sesuai dengan aslinya 2
- Kurang runtut dan tidak sesuai dengan 1
aslinya
2. Diksi:
- Terdapat 0-3 pilihan kata yang tidak sesuai 3
- Terdapat 4-5 pilihan kata yang tidak sesuai 2
- Terdapat >6 pilihatkata yang tidak sesuai 1

3. Kalimat:
- Terdapat 0-3 penggunaan kalimat tidak 3
efektif 2
- Terdapat 4-5 penggunaan kalimat tidak 1
efektif
- Terdapat >6 penggunaan kalimat tidak
efektif
4. Kelancaran:
- Berhenti bercerita 0-3 kali 3
- Berhenti bercerita 4-5 kali 2
- Berhenti bercerita >6 kali 1
5. Intonasi :
- Sesuai konteks 3
- Cukup sesuai konteks 2
- Kurang sesuai konteks 1
6. Pelafalan:
- Melakukan 0-3 kesalahan pelafalan 3
- Melakukan 4-5 kesalahan pelafalan 2
- Melakukan >6 kesalahan pelafalan 1
7. Ekspresi:
- Penuh penghayatan 3
- Cukup penghayatan 2
- Kurang penghayatan 1
Skor maksimal 21

Nilai = Skor yang diperoleh x 90 (nilai maksimal kinerja)


Skor maksimal