Anda di halaman 1dari 3

PENDESAINAN SISTEM PENGENDALIAN

MANAJEMEN
A. TUJUAN ORGANISASI
Organisasi adalah kumpulan orang yang memiliki kompetensi yang berbeda -
beda yang berusaha untuk mewujudkan kepentingan bersama dengan memanfaatkan
sumberdaya. Tujuan bersama yang ingin di wujudkan oleh organisasi adalah
penciptaan kekayaan. oleh karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai institusi
pencipta kekayaan (wealth-creating institution). Dengan kekayaan,organisasi akan
mampu memberikan kesejahteraan bagi semua pihak yang menaruh kepentingan
terhadap organisasi. Kekayaan dapat bersifat material dan immaterial. Organisasi
bermotif laba bertujuan untuk menghasilkan kekayaan material yang di ukur dari laba
yang dihasilkan dari usahanya. Organisasi nirlaba ada yang bertujuan untuk
menghasilkan kekayaan material yang di ukur dari sisa hasil usaha.Oleh karena
organisasi mengkonsumsi sumber daya ekonomi untuk mewujudkan tujuannya
diperlukan perencanaan pengendalian memadai terhadap berbagai kegiatan yang
dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk menjadikan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan organisasi harus
melaksanakan 3 kegiatan :
1. Mendesain produk dan jasa yang pas dengan kebutuhan customer
2. Memproduksi produk dan jasa secara cost effective
3. Memasarkan produk secara effective kepada customer

B.MEWUJUDKAN ORGANISASI SEBAGAI PENCIPTA KEKAYAAN


Tiga kegiatan utama diperlukan perencanaan dan pengendalian memadai terhadap
keseluruhan kegiatan tersebut. sistem perencanaan dan pengendalian manajemen
didesain untuk melaksananakan tiga kegiatan utama tersebut untuk menjamin
pencapaian tujuan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan.
tindakan seseorang sangat ditentukan oleh cara pandang orang tersebut , Kegiatan
utama ditujukan untuk :
1. Menghasilkan Customer yang puas.
2. Menghasilkan financial return memadai.
Dengan mendesain produk kebutuhan customer dan memasarkan produk dan jasa
tersebut secara efektif kepada customer, perusahaan akan mampu menghasilkan
costumer value yang puas. Costumer yang puas akan akan menghasilkan aliran masuk
pendapatan ke dalam perusahaan sehingga menghasilkan finanacial return yang
memadai untuk memproduksi produk dan jasa tersebut secara cost effective
perusahaan membutuhkan karyawan yang produktif dan berkomitmen. Karyawan
yang produktif dan berkomitmen akan mampu mengkonsumsi sumber daya hanya
untuk aktivitas penambah nilai bagi customer, sehingga kegiatan produksi produk dan
jasa dapat dilaksanakan secara cost effective. Cost effectiveness ini memberikan
konstribusi bagi perusahaan dalam menghasilkan financial return memadai.

Dalam lingkungan bisnis kompetitif, perusahaan tidak hanya dituntut untuk menjadi
institusi pencipta kekayaan, namun perusahaan dituntut untuk menjadi institusi
pelipatganda kekayaan. Bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang
kompetitif, perusahaan harus memiliki keunggulan sebagai gabungan dari keunggulan
perusahaan mendesain produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan customers.

C.SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Untuk menjadikan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan diperlukan suatu
sistem yang disebut " Sistem Pengandalian Management". Sistem pengendalian
managemen adalah suatu sistem yang digunakan untuk merencanakan berbagai
kegiatan perwujudan visi organisasi melului melalui misi yang telah dipilih dan untuk
mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana kegiatan tersebut ada
empat frasa penting berikut :
1. Misi dan Visi Organisasi
2. Sistem pengendalian managemen merupakan sistem perencanaan kegiatan.
3. Sistem pengendalian menegemen merupakan sistem implementasi dan pemantauan
pelaksanaan rencana kegiatan.

a. Misi dan Visi Organisasi


Sistem pengendalian managemen pada dasarnya merupakan suatu sistem yang
digunakan untuk menegemen untuk membangun masa depan organisasi. Untuk
membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan terlebih dahulu dalam bisnis
apa organisasi akan berusaha. jawaban atas pertanyaan tersebut merupakan
misi organisasi. Setelah ditentukan misi organisasi, langkah berikutnya
menggambarkan kondisi organisasi dimasa depan yang hendak diwujudkan
. Gambaran kondisi organisasi di masa depan yang akan diwujudkan inilah yang
merupakan visi organisasi. Visi organisasi, melalui misi yang telah dipilih diperluak
suatu sistem perencanaan dan pengedalian kegiatan usaha, sistem pengendalian
managemen merupakan sistem untuk merencanakan kegiatan untuk mewujudkan visi
organisasi melalui misi yang telah dipilih dan implementasi serta pemantauan
pelaksanaan rencana kegiatan tersebut.

b.Sistem Perencanaan Kegiatan


Untuk mewujudkan visi organisasi melalui misi yang telah dipilih, organisasi
memerlukan sistem perencanaan kegiatan - suatu rangkaian langkah berurutan untuk
merencanakan kegiatan yang ditempuh perusahaan dalam mewujudkan visi
organisasi.
empat langkah visi organisasi terdiri dari
1).Perumusan strategi (strateg formulation)
2).Perencanaan strategik (strategic planning)
3).Penyusunan Program
4).Penyusunan Anggaran (budgeting)
keempat perencanaan kegiatan tersebut seign disebut dengan perenanaan menyeluruh
bisnis (total Bussines planning)

c. Sistem Mengimplementasikan dan Memantau Pelaksanaan Rencana Kegiatan.


Untuk melaksakanan rencana kegiatan yang telah disusun, diperlukan langkah-
langkah implementasi dan pemantauan pelaksanaan rencana tersebut. Sistem
pengendalian manajemen merupakan sistem mengimplementasikan dan memantau
pelaksanaan rencana kegiatan.

D. PENDESAINAN SPM
Pendesainan sistem pengendalian manajemen merupakan kerangka konseptual.
pendesainan sistem pengendalian manajemen dimulai dari pengamatan dan
pengidentifikasian pemacu perubahan yang berdampak terhadap karakteristik
lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan. hasil pengamatan terhadap pemacu
perubahan digunakan untuk envisioning- penggambaran karakteristik lingkungan
bisnis menjadi dasar untuk membangun paradigma yang pas dengan lingkungan yang
bersangkutan. paradigma kemudian diigunakan sebagai landasan pembangunan
sistem pengendalian manajemen, Sistem pengendalian manajemen yang terdiri dari
struktur dan proses pada gilirannya menentukan keterampilan (skillset) yang perlu
dimiliki oleh manajer untuk menjalankan sistem tersebut.
Pendesainan pada umumnya perlu dipertimbangkan:
1. Tidak ada desain sistem yang baik
atau buruk; yang ada adalah suatu desain sistem pas (fit) dengan lingkungan bisnis
yang dihadapi oleh organisasi. Kesesuaian (fitness) suatu sistem dengan lingkungan
tempat sistem tersebut digunakan akan menjadikan sistem tersebut efektif untuk
menjalankan bisnis dilingkungan tersebut. dalam mendesign sistem pengandalian
menagemen, perlu dilakukan pengamatan dan indentifikasi terhadap pemacu
perubahan. pemacu perubahan ini kemudian digunakan untuk menggambarkan
dampaknya terhadap karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh organisasi.
karakteristik lingkungan bisnis inilah yang merupakan dasar untuk mendesain sistim
yang bersangkutan . Pendekatan penyusunan sistem seperti ini disebut
dengan cintingency approach.
2.LIngkungan bisnis ibarat suatu teritorial yang untuk menjelahahinya diperlukan
suatu peta, peta yang menggambarkan lingkungan bisnis yang dihadapi oleh suatu
peta. peta yang menggambarkan lingkungan bisnis yang dihadapi oleh menegement
disebut paradigma. daengan paradigma tertentu kita memandang dunia yang kita
hadapi dan dengan paradigma ini kita bersikap dan bertindak, berdasarkan paradigma
ini kita mendesain sistem - suatu alat yang kita gunakan untuk mengorganisasi
berbagai sumber daya untuk mewujudkan sistem.