Anda di halaman 1dari 45

ANALISIS KONTEKS

SMP __________
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Disusun dan didokumentasikan oleh:


TIM PENGEMBANG KURIKULUM
SMP _____________

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP _______________
Alamat : _____________ Kab. Kendal
 (0294) ________ Kode Pos ______ E-mail: _________
2017
LEMBAR PENGESAHAN

Analisis Konteks SMP ___________________ yang telah disusun oleh Tim Pengembang
dan berdasarkan masukan dari komite seklah dan pengawas sekolah disahkan pada:
Hari : Senin
Tanggal : 17 Juli 2017
Dokumen ini digunakan sebagai salah satu acuan dalam penyusunan Dokumen Kurikulum
Sekolah tahun pelajaran 2017/2018

Mengetahui: ___________, 17 Juli 2017


Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah,

Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. ___________


NIP 19640222 198503 1 006 NIP
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan
Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya kepada kita. Berkat ridhaNya Analisis Konteks SMP
_____________ dapat tersusun.
Dokumen ini disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum sekolah dengan cara
menghimpun hasil diskusi kondisi nyata dibandingkan dengan kondisi ideal yang dilakukan
oleh tiga kelompok, yaitu: (1) Kelompok Analisis Standar Nasional Pendidikan, (2)
Kelompok Analisis Kondisi Satuan Pendidikan, (3) Kelompok Analisis Kondisi Lingkungan
Satuan Pendidikan.
Tujuan disusunnya analisis konteks adalah untuk mengetahui secara detail kondisi
sekolah. Dokumen ini dapat dijadikan sebagai acuan sekolah untuk menyusun dokumen I
Kurikulum. Hasil analisis ini juga digunakan sebagai bahan pertimbangan dari pihak-pihak
yang terkait untuk mengambil kebijakan sekolah
Tersusunnya analisis ini tidak lepas dari bantuan, dukungan, dan saran dari berbagai
pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kendal yang memberikan motivasi
kepada kami dalam mengembangkan sekolah
2. Pengawas Sekolah yang telah membimbing kami dalam merencanakan, melaksanakan
dan evaluasi ketercapaian delapan standar nasional pendidikan di sekolah.
3. Komite sekolah yang telah memberi dukungan dalam mengembangkan sekolah.
4. Guru dan Karyawan sekolah yang telah memberikan masukan untuk kebijakan
sekolah terutama masukan informasi dari analisis konteks ini.
5. Para siswa yang juga telah memberikan inspirasi dalam penyusunan program-program
sekolah.
Kami menyadari bahwa analisis ini masih ada kekurangan. Kritik dan saran dari
semua pihak sangat kami harapkan untuk perbaikan ke depan. Semoga analisis konteks yang
telah tersusun ini dapat bermanfaat bagi kemajuan sekolah khususnya dan dunia Pendidikan
pada umumnya. Amiin.
_________, 17 Juni 2017
Kepala Sekolah

__________________________
NIP
DAFTAR ISI i

Halaman Sampul .......................................................................................................... i


Halaman Pengesahan ................................................................................................... ii
Kata Pengantar.............................................................................................................. iii
Daftar Isi....................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
A. Latar Belakang....................................................................................................
B. Dasar Kebijakan..................................................................................................
C. Tujuan dan Manfaat.............................................................................................
BAB II HASIL ANALISIS...........................................................................................
A. Analisis Standar Nasional Pendidikan................................................................
B. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan....................................................................
C. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan...............................................
BAB III PENUTUP......................................................................................................
A. Kesimpulan..........................................................................................................
B. Rekomendasi........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisi ideal sekolah menurut Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005, yang meliputi: (1) Standar Isi, (2)
Standar Proses, (3) Standar Kompetensi Lulusan, (4) Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, (5) Standar Pengelolaan, (6) Standar Sarana dan Prasarana, (7) Standar
Pembiayaan, dan (8) Standar Penilaian. Dalam rangka pemenuhan delapan standar
tersebut, sekolah perlu mengupayakan penjaminan terhadap ketercapaian masing-masing
stndar yang dikenal dengan pemnjaminan mutu. Upaya yang dilakukan dalam bentuk
siklus kegiatan: (1) Pemetaan Mutu, (2) Rencana Pemenuhan Mutu, (3) Pelaksanaan
Rencana Mutu, (4) Monitoring dan Evaluasi/Audit Mutu, serta (5) Peningkatan Standar
Mutu/Penentuan Standar Mutu Baru.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan
dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata
pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang
dan jenis pendidikan tertentu. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan. Standar Kompetensi lulusan merupakan kompentensi baik
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang standar bagi lulusan. Standar pendidik dan
tenaga kependidikan adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun
mental, serta pendidikan dalam jabatan. Standar sarana dan prasarana adalah standar
nasional pendidikan yang berkait dengan kriteria minimal tentang ruang
belajar,berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat
bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi. Standar pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan
dengan perecanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan
pendidikan, kabupaten/ kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur
komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.
Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan
mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
B. Dasar Kebijakan
Dasar kebijakan penyusunan laporan hasil analisis konteks adalah;
1. Undang–undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2005 Nomor 41, Tambahn Lembaran
Behara Republik IndonesiaNomor 4496), sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 45, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5105) sebagimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
(Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilian Pendidikan Dasar dan Menengah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar
Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar
Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar
Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar
Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Kualifikasi
dan Kompetensi Konselor;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan
Kesiswaan;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya
Operasi Nonpersonalia Tahun 2009 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SDLB,
SMPLB, SMALB;

C. Tujuan dan Manfaat


Tujuan pembuatan laporan hasil analisis konteks adalah ;
1. Mengetahui sejauh mana pencapaian sekolah dalam melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan Standar nasional Pendidikan
2. Menguraikan kondisi riil sekolah dalam upaya mencapai delapan standar nasional
pendidikan
3. Menyampaikan informasi kepada yang terkait untuk mengambil kebijakan kepada SMA
Muhammadiyah Wonosari.

Manfaat dari laporan hasil anlisis konteks adalah sebagai salah satu bahan pertimbangan
Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SMA Muhammadiyah Wonosari untuk menyusun
dokumen 1 Kurikulum SMA Muhammadiyah Wonosari.
BAB II
ANALISIS STANDAR KONTEKS

A. Analisis Standar Nasional Pendidikan

1. Analisis Standar Isi


Komponen Deskripsi Kondisi Ideal Kondisi Riil Rencana tindak
Lanjut
1. Kerang 1.  M Melakukan  Melaksanakan
ka Kelompok embentuk secara rutin
kebiasaaan doa
Dasar mata peserta didik  Lebih
Kurikul pelajaran menjadi untuk memulai mengefektifka
um a.Agama dan manusia n
belajar (pagi) dan
akhlak yang pembimbinga
mulia beriman dan sesudah proses n tadarus Al-
b. Kewar bertakwa Qur’an tiap
pembelajaran,Shola
ganegara kepada hari Sabtu
an dan Tuhan Yang t jama’ah,Kultum selama 60
budi Maha Esa menit
siswa, mengadakan
pekerti serta  Mengefektifka
berakhlak perayaan HBI,Doa n 3S(Senyum
mulia Salam,Sapa)
bersama,Sholat
lail,pemberantasan
buta baca Al-
Qur’an

 P
eningkatan Kembangkan
Pelaksanaan perlu
kesadaran solidaritas dengan
dan secara konsisten
wawasan mengikuti kegiatan
peserta didik kemasyarakatan
akan status,
hak dan diantaranya :
kewajibanny melakukan
a dalam
kehidupan kegiatan sosial,
bermasyarak bakti sosial,
at dan
bernegara upacara peringatan
serta hari besar
peningkatan
c. Ilmu kualitas diri kenegaraan.
pengetahua sebagai
n dan manusia. Mengefektifkan
teknologi
pemanfaatn
 M Menerapkan
perpustakaan,
emperoleh diskusi kelompok
kompetensi internet sebagai
lanjut ilmu dalam
sumber belajar
pengetahuan pembelajaran
dan siswa serta
teknologi Penyediaan buku-
menambah buku-
serta buku sebagai
d. Estetik membudaya buku pegangan
a kan berpikir sumber belajar
siswa
diperpustakaan dan
Dalam Dilakukan reviuw
KTSP
pengembangan
dokumen KTSP
dikembangkan KTSP belum
oleh sekolah dan memperhatikan sehingga
prinsip-prinsip
memenuhi setiap
komite sekolah pengembangan
kurikulum terutama prinsip
berpedoman
prinsip
pengembangan
pada standar isi perkembangan,
kebutuhan, dan kurikulum
dan standar
kepentingan
khususnya prinsip
kompetensi peserta didik dan
lingkungannya. perkembangan,
lulusan serta
kebutuhan, dan
panduan
kepentingan
penyusunan
peserta didik dan
KTSP yang
lingkungannya
disusun oleh
BSNP dan
Majelis
Dikdasmen
PWM propinsi
DIY.
a. Peserta didik
3. Prinsip a. Pelaksanaan a. Peserta didik
harus
Pelaksanaan kurikulum belum maksimal
mendapatkan
Kurikulum didasarkan mendapatkan
pelayanan
pada potensi, pelayanan
pendidikan
perkembanga pendidikan yang
yang bermutu,
n dan kondisi bermutu, serta
serta
peserta didik memperoleh
memperoleh
untuk kesempatan
kesempatan
menguasai untuk
untuk
kompetensi mengekspresikan
mengekspresik
yang berguna dirinya secara
an dirinya
bagi dirinya. bebas, dinamis
secara bebas,
dan
b. Kurikulum dinamis dan
menyenangkan.
dilaksanakan menyenangkan
dengan b.Penegakkan
menegakkan kelima pilar
kelima pilar belajar dalam
belajar pelaksanaan b. Perlu
kurikulum belum peningkatan
maksimal pelaksanaan
lima pilar
belajar yaitu
(a) belajar
untuk beriman
dan bertakwa
kepada Tuhan
Yang Maha
Esa,
(b) belajar
untuk
memahami dan
menghayati,
(c) belajar
untuk mampu
melaksanakan
dan berbuat
secara efektif,
(d) belajar
untuk hidup
c. Pelaksanaan bersama dan
kurikulum berguna bagi
memungkink orang lain, dan
an peserta (e) belajar
didik c. Pelaksanaan untuk
mendapat kurikulum masih membangun
pelayanan klasikal dan dan
yang belum menemukan
maksimal memungkinkan jati diri,
sesuai peserta didik melalui proses
dengan mendapat pembelajaran
2. Struktur 1. Kurikulum a. Terdiri atas a. Terdiri atas 18 Penambahan jam
Kurikulu 18 mata mata pelajaran
kelas X sebanyak 3 jam
m pelajaran, dimana Agama
muatan lokal, terdiri atas 5 untuk
dan mapel, muatan
matematika,Sejara
pengembanga lokal bahasa
n diri jawa, dan h,Geografi
b. Alokasi pengembangan
waktu satu diri
jam pelajaran b. Alokasi waktu
adalah 45 satu jam
menit pelajaran adalah
c. Minggu 45 menit
efektif dalam c. Minggu efektif
satu tahun dalam satu
pelajaran tahun pelajaran
(dua (dua semester)
semester) adalah 47
adalah 38 – minggu
39 minggu

2. Kurikulum a. Program a. Program kelas


kelas XI dan XI dan XII
kelas XI dan
XII adalah adalah Program
XII Program IPA, IPA, Program
Program IPS, IPS, terdiri atas
Program 15 mata
Bahasa, dan pelajaran,
Program muatan lokal
Keagamaan dan
terdiri atas 15 pengembangan
mata diri
pelajaran,
muatan lokal
dan
pengembanga
n diri
b. Alokasi
waktu satu
jam pelajaran b. Alokasi waktu
adalah 45 satu jam
menit pelajaran adalah
c. Minggu 45 menit
efektif dalam
satu tahun
pelajaran c. Minggu efektif
(dua dalam satu tahun
semester) pelajaran (dua
adalah 34 – semester) adalah
38 minggu 37 minggu
Hari Sabtu lebih
1. Jumlah Jam Jumlah jam Jumlah jam dimanfaatkan
pelajaran
Setiap pembelajaran pembelajaran tatap untuk kegiatan
minggu tatap muka per muka per minggu Pengembangan
minggu adalah adalah 47 jam Diri
43 s.d. 47 jam pembelajaran Ekstrakurikuler
3. Beban
Belajar pembelajaran Seni,Olahraga
Prestasi dan Imtaq
Waktu untuk Waktu penugasan Diadakan
2. Waktu terstruktur dan
untuk penugasan Workshop untuk
kegiatan mandiri
penugasan terstruktur dan tidak terstruktur penguatan
terstruktur belum maksimal
dan kegiatan mandiri pelaksanaan
digunakan oleh
kegiatan tidak terstruktur guru program
mandiri
tidak bagi peserta pembelajaran.
terstruktur didik pada
bagi peserta
didik maksimum 60%
dari jumlah
waktu kegiatan
tatap muka dari
mata pelajaran
yang
bersangkutan.
4. Kalender 3. Alokasi Dibuat Dipertahankan
Kegiatan :
Pendidik berdasarkan atas
Waktu
an Minggu efektif Kalender
Pendidikan dari
belajar, Jeda
Disdikpora
tengah semester, Provinsi DIY dan
Majlis
Jeda
Pendidikan
antarsemester, Muhammadiyah
Wilayah
Libur akhir
tahun pelajaran,
Hari libur
keagamaan, Hari
libur
umum/nasional,
Hari libur
khusus,
Kegiatan khusus
sekolah/madrasa
h
4. Penetapan a. Permulaan a. Permulaan tahun
Kalender tahun pelajaran adalah
Pendidikan pelajaran tanggal 16 Juli
adalah bulan dan berakhir
Juli dan pada bulan 30
berakhir pada juni tahun
bulan juni berikutnya
tahun b. Hari libur
berikutnya sekolah
b. Hari libur mengikuti
sekolah ketentuan dari
ditetapkan pemerintah
berdasarkan pusat/pemerinta
keputusan h daerah ,
Menteri Majelis
Pendidikan Dikdasmen dan
Nasional, sekolah
dan/atau menetapkan hari
Menteri tidak efektif
Agama, untuk KBM/
Kepala insidental
Daerah Sekolah
tingkat c. Kalender
kab/kota, pendidikan
dan/atau disusun oleh
organisasi sekolah
penyelenggar berdasarkan
a dapat alokasi waktu
menetapkan pada SI dengan
hari libur memperhatikan
khusus
ketentuan
c. Pemerintah pemerintah/pem
Pusat/Provins erintah daerah,
i/kabupaten/k dan Majelis
ota dapat Dikdasmen
menetapkan
hari libur
serentak
untuk satuan-
satuan
pendidikan
d. Kalender
pendidikan
disusun oleh
sekolah
berdasarkan
alokasi waktu
pada SI
dengan
2. Analisis Standar Kompetensi Lulusan
SKL SKL
KET.
No SKL SATUAN PENDIDIKAN KELOMPOK KELOMPOK
MAPEL MAPEL
1 Berperilaku sesuai dengan ajaran  Agama dan  Pend. Agama
agama yang dianut sesuai dengan Akhlak Mulia  PKn

perkembangan remaja
2 Mengembangkan diri secara  Agama dan  PKn
optimal dengan memanfaatkan Akhlak Mulia  Pend. Agama

kelebihan diri serta memperbaiki


kekurangannya

3 Menunjukkan sikap percaya diri  5 kelompok  Semua Mapel


mapel
dan bertanggung jawab atas
perilaku, perbuatan, dan
pekerjaannya

4 Berpartisipasi dalam penegakan  Iptek  Sosiologi


aturan-aturan social  Sejarah
 Ekonomi
 Geografi
5 Menghargai keberagaman agama,  Agama dan  Agama
bangsa, suku, ras, dan golongan Akhlak Mulia  PKn
 Kewraganegara  Sosiologi
sosial ekonomi dalam lingkup an dan
global Kepribadian
 Iptek
6 Membangun dan menerapkan  Iptek  Semua mapel
Iptek
informasi dan pengetahuan
secara logis, kritis, kreatif, dan
inovatif
7 Menunjukkan kemampuan  Iptek  Semua mapel
Iptek
berpikir logis, kritis, kreatif, dan
inovatif dalam pengambilan
keputusan
8 Menunjukkan kemampuan  5 kelompok  Semua mapel
mapel
mengembangkan budaya belajar
untuk pemberdayaan diri
9 Menunjukkan sikap kompetitif  5 kelompok  Semua mapel
mapel
dan sportif untuk mendapatkan
hasil yang terbaik
10 Menunjukkan kemampuan  Iptek  Semua mapel
iptek
menganalisis dan memecahkan
masalah kompleks
11 Menunjukkan kemampuan  Iptek  Semua mapel
iptek
menganalisis gejala alam dan
social
12 Memanfaatkan lingkungan secara  Agama dan  Pend. Agama
produktif dan bertanggung jawab Akhlak Mulia  Semua mapel
 Iptek iptek
 Kewarganegara  PKn
an dan
Kepribadian
13 Berpartisipasi dalam kehidupan  Kewarganegara  PKn
an dan
bermasyarakat, berbangsa, dan
Kepribadian
bernegara secara demokratis
dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia
14 Mengekspresikan diri melalui  Estetika  Seni budaya
kegiatan seni dan budaya
15 Mengapresiasi karya seni dan  Estetika  Seni budaya
budaya
16 Menghasilkan karya kreatif, baik  Estetika  Seni budaya
individual maupun kelompok  Iptek  Ketrampilan
17 Menjaga kesehatan dan keamanan  Penjasorkes  Penjasorkes
diri, kebugaran jasmani, serta
kebersihan lingkungan
18 Berkomunikasi lisan dan tulisan  Iptek  Bahasa
Indonesia
secara efektif dan santun
 Bahasa Asing
 Mulok B.
Jawa
19 Memahami hak dan kewajiban  Kewarganegara  PKn
diri dan orang lain dalam an dan  Sosiologi
Kepribadian
pergaulan di masyarakat  Iptek
20 Menghargai adanya perbedaan  Agama dan  Pend. Agama
pendapat dan berempati terhadap Akhlak Mulia  Sosiologi
orang lain  Iptek  PKn
 Kewarganegara
an dan
Kepribadian
21 Menunjukkan keterampilan  Iptek  Bahasa
membaca dan menulis naskah  Estetika Indonesia
 Bahasa Asing
secara sistematis dan estetis  Mulok B.
Jawa
 Seni budaya
22 Menunjukkan keterampilan  Iptek  Bahasa
Indonesia
menyimak, membaca, menulis,
 Bahasa Asing
dan berbicara dalam bahasa  Mulok B.
Indonesia dan Inggris Jawa
23 Menguasai pengetahuan yang  Iptek  Semua mapel
iptek
diperlukan untuk mengikuti
pendidikan tinggi

3. Analisis Standar Proses


TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
I PERENCANAAN
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
A. Silabus Pada Silabus harus Dalam Diprogramkan
memuat: pengembangan bimbingan dan
1. Identitas mata silabus guru pendampingan
pelajaran ,SK KD,
sudah melakukan teknik
Kegiatan
Pembelajaran, analisis SK-KD, membuat
Indikator
tetapi belum silabus mulai
ketercapaian,
Penilaian, Alokasi menyeluruh. dari analisis SI
Waktu,
Dalam sehingga
Sumber/Bahan/Alat.
2. Penyusunan silabus penyusunan seluruh guru
berdasarakan hasil
silabus guru dapat
pemetaan Standar
Isi. sudah menyusun menyusun
silabus secara silabus secara
mandiri tetapi mandiri sesuai
belum karakteristik
menyeluruh satuan
pendidikan
B. RPP 1. RPP memuat: Masih ada Diadakan
Identitas MP, SK,
beberapa guru pendampingan
KD Indiator
Pencapaian, tujuan, menyusun RPP dan bimbingan
Alokasi Waktu ,
tidak pembuatan
Metode
Pembelajaran, melampirkan RPP, sehingga
Kegiatan
instrumen RPP yang
Pembelajaran,
Penilaian belajar, penilaian dan atau dibuat guru
dan sumber belajar.
soal yang sesuai standar
2. Pada tahapan
kegiatan tercantum belum
pembelajaran terdiri
RPP tidak relevan
dari tahapan:
pendahuluan, tujuan pada RPP.
kegiatan inti, dan
penutup.
3. Mengacu pada
prinsip-prinsip
penyusunan RPP.
II PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
A. Persyaratan
Pelaksanaan
 Rombongan Jumlah maksimal Jumlah maksimal Perlu
Belajar
peserta didik setiap peserta didik meningkatkan
rombongan belajar setiap jejaring untuk
adalah 32 peserta didik. rombongan be- memenuhi
lajar adalah 10-22 standar, kelas
peserta didik. X setiap
rombel 32
peserta didik
 Beban kerja beban kerja guru 90 % beban kerja Mendorong
minimal
sekurang-kurang nya 24 guru mencapai 24 guru untuk
guru
(dua puluh empat) jam jam tatap muka mememenuhi
tatap muka dalam 1 dengan memenuhi 24 jam dari
(satu) minggu di sekolah lain sekolah lain
 Buku teks rasio buku teks Rasio buku tek Mengajukan
pelajaran
pelajaran untuk peserta pelajaran untuk kebutuhan
didik adalah 1 : 1 per peserta didik buku pegangan
mata pelajaran; belum mencapai siswa dalam
perbandingan 1 : RAPBS
3
 Pengelolaan - guru menciptakan - Sebagian besar - Guru yang
kelas ketertiban, dapat guru belum
kedisiplinan, menciptakan dapat
kenyamanan, ketertiban, menciptaka
keselamatan, dan kedisiplinan, n
keputusan pada kenyamanan, ketertiban,
peraturan dalam keselamatan, kedisiplina
menyelenggarakan dan keputusan n,
proses pembelajaran pada peraturan kenyamana
dalam n,
menyelenggar keselamata
akan proses n, dan
pembelajaran keputusan
pada
peraturan
dalam
menyeleng
garakan
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
proses
pembelajar
an perlu
- Sebagian besar pembinaan
guru dan
- pada tiap awal
menyampaika pelatihan
semester, guru
n silabus mata pengelolaa
menyampaikan
pelajaran pada n dan
silabus mata
tiap awal manajemen
pelajaran
semester kelas
melalui
forum
MGMP
- Perlu
pengecekan
oleh waka
kurikulum/
pengajatran
pada guru
agar guru
menyampai
kan silabus
mata
pelajaran
pada tiap
awal
semester

B. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Masih ada guru Dalam


Pembelajaran
 Pendahuluan melaksanakan kegiatan
- Penyampaian
pembelajaran pembelajaran
tujuan
- Motivasi belum sesuai guru wajib
 Kegiatan inti
dengan RPP, membawa RPP
- eksplorasi
- elaborasi dalam kegiatan sebagai kontrol
- konfirmasi
inti pembelajaran dalam
 Penutup
- Rangkuman masih pelaksanaan
- Penialaian/reflek menggunakan pembelajaran
si
- Umpan balik form lama. dan perlu
- Tugas mengoptimalka
n MGMP
untuk
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
peningkatan
kualitas proses
pembelajaran.

Perlu ada
workshop
untuk
penyusunan
RPP sesuai
dengan format
yang sudah
sesuai dengan
format baku
yang
ditetapkan
III PENILAIAN  Penilaian dilakukan Hasil penilaian Setiap guru
HASIL oleh guru terhadap
pembelajaran diwajibkan
PEMBELAJARA hasil pembelajaran
N untuk mengukur tidak dilakukan untuk
tingkat pencapaian
analisis sebagai melakukan
kompetensi peserta
didik, serta bahan acuan analisis hasil
digunakan sebagai
dalam program ulangan harian
hahan penyusunan
laporan kemajuan perbaikan proses dan analisis
hasil belajar, dan
pembelajaran bagi butir soal serta
memperbaiki proses
pembelajaran. guru. implementasi
dalam tugas
penilaian oleh
guru
1. Pemantauan
IV PENGAWASAN Pemantauan Peningkatan
a. Pemanta
PROSES
uan proses dilaksanakan oleh kerjasama
PEMBELAJARA
pembelajaran
N Kepala Sekolah antara sekolah
dilakukan pada
tahap dan Kurikulumn dengan
perencanaan, dengan Pengawas
pelaksanaan, dan
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
penilaian hasil pengumpulan dan Satuan dalam
pembelajaran.
b. Pemantauan penandatangan melaksanakan
dilakukan dengan perangkat pemantauan
cara diskusi
kelompok pembelajaran proses
terfokus, pada awal pembelajaran
pengamatan,
pencatatan, semester pada saat awal
perekaman, semester
wawancara, dan Pemantauan
dokumentasi. dilaksanakan
dengan cara
c. Kegiata Peningkatan
n pemantauan diskusi, frekuensi
dilaksanakan wawancara, dan
oleh kepala dan pemantauan
pengawas dokumentasi.
satuan oleh pengawas
pendidikan Pemantauan pendidikan.
dilaksanakan oleh
kepala sekolah
dan pengawas
satuan pendidikan
2. Supervisi Supervisi proses Pengawas
a. Supervisi proses
pembelajaran dilakukan oleh perlu
dilakukan pada Kepala Sekolah melaksanakan
tahap
dan Tim Supervisi supervisi
perencanaan,
pelaksanaan, dan minimal satu kali secara berkala
penilaian hasil setiap semester dan dapat
pembelajaran.
memberi
b. Supervisi Supervisi
pembelajaran contoh
pembelajaran
diselenggarakan pembelajaran
dengan cara dilakukan dengan
pemberian contoh, yang efektif
diskusi, dan
diskusi, pelatihan, bagi guru
konsultasi
dan konsultasi.
Perlu
Kegiatan
c. Kegiatan supervisi pemberian
dilakukan oleh supervisi
contoh oleh
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
kepala dan dilakukan oleh guru sejenis
pengawas satuan
pendidikan. kepala sekolah / atau kepala
guru senior dan sekolah
pengawas satuan Perlu
pendidikan peningkatan
frekuensi
supervisi dari
pengawas
satuan
pendidikan
3. Evaluasi Evaluasi proses Kinerja Guru
a.
Evaluasi proses pembelajaran yang belum
pembelajaran dilaksanakan sesuai standar
dilakukan untuk
setiap semester dapat
menentukan
kualitas satu kali dalam dilakukan
pembelajaran bentuk rapat supervisi klinis
secara
koordinasi Kepala agar guru dapat
keseluruhan,
mencakup tahap Sekolah dengan mengatasi
perencanaan, menggunakan permasalahan
pelaksanaan proses
pembelajaran, dan pedoman standar pembelajaran
penilaian hasil proses
pembelajaran.
Belum semua
guru melakukan
b. Mewajibkan
Evaluasi proses Evaluasi proses
semua guru
pembelajaran de- pembelajaran
ngan cara: untuk
dilakukan dengan
1) membandingk melaksanakn
an proses cara
evaluasi proses
pembelajaran membandingkan
yang dilak- sesuai standar.
proses yang
sanakan guru
dengan dilakukan guru
standar dengan standar
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
proses,
2)
mengidentifikasi
kinerja guru
dalam proses
pembelajaran
sesuai dengan
kompetensi
guru.

4. Pelaporan Pelaporan Perlaporan


Hasil kegiatan
pemantauan, dilaksanakan oleh Hasil Supervisi
supervisi, dan Pengajaran pembelajaran
evaluasi proses
kepada Kepala perlu
pembelajaran
dilaporkan kepada Sekolah disampaikan
pemangku ke- kepada
pentingan.
pengawas
untuk
pembinaan
guru dan
satuan
pendidikan

5. Tindak lanjut
a. Penguatan dan Satuan Perlu reward
penghargaan
Pendidikan belum dan punisment
diberikan kepada
guru yang telah memberikan bagi guru yang
memenuhi penghargaan telah
standar.
b. Teguran yang
kepada guru yang memenuhi
bersifat telah memenuhi standar dan
mendidik standar dan belum yang belum
diberikan kepada
guru yang belum melakukan memenuhi
TINDAK
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL
LANJUT
memenuhi pembinaan standar
standar.
c. Guru diberi optimal bagi guru
kesempatan yang belum
untuk mengikuti
memenuhi standar
pelatihan/pe-
nataran Iebih
lanjut.

4. Analisis Standar Pengelolaan


Kesesuaian Analisis
Alokasi
dengan Penyesuaian/
Program
No Kriteria setiap Komponen Kriteria Pemenuhan
Tid
Ya 1 2
ak
I KEPALA SEKOLAH
1 Kualifikasi minimal V
2 Usia Maksimal V
3 Pengalaman mengajar minimal V
4 Pangkat minimal V
5 Status Guru (Guru SMA) V
6 Kepemilikan sertifikat V
pendidik
7 Kepemilikan sertifikat kepala V
sekolah
8 Kompetensi kepribadian V
9 Kompetensi manajerial V
10 Kompetensi kewirausahaan V
11 Kompetensi supervisi V
12 Kompetensi sosial V
II WAKIL KEPALA SEKOLAH
1 Jumlah minimal V
2 Kriteria pengangkatan V
wakasek
3 Kemampuan dan keterampilan
yang dimiliki:
Wakasek Bidang Kurikulum
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V
Kesesuaian Analisis
Alokasi
dengan Penyesuaian/
Program
No Kriteria setiap Komponen Kriteria Pemenuhan
Tid
Ya 1 2
ak
c. kemitraan dan kerjasama V
Wakasek Bidang Kesiswaan
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V
c. kemitraan dan kerjasama V
Wakasek Bidang Ssarana
Prasarana
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V
c. kemitraan dan kerjasama V
Wakasek Bidang Humas
a. kemampuan memimpin V
b. kepemilikan keterampilan teknis V
c. kemitraan dan kerjasama V
Wakasek Bidang Ismuba
a. Kemampuan memimpin V
b. Kepemilikan ketrampilan teknis V
c. Kemitraan dan Kerjasama V

5. Analisis Standar Penilaian


RENCANA
KONDISI KONDISI KESENJANG
NO KOMPONEN TINDAK
IDEAL RIIL AN
LANJUT

1 Prinsip Semua RPP RPP yang Sekitar 33 % Kepala


penilaian mencantumka mencantumkan RPP belum Sekolah
(sahih, n kegiatan dan kegiatan dan mencantum- melakukan
objektif, adil, program program kan kegiatan supervisi
terpadu, penilaian penilaian dan program dengan cara
terbuka, sekitar 67 % penilaian berdiskusi dan
menyeluruh memberi
dan contoh kepada
berkesinamb guru-guru yang
ungan, belum
sistematis, mencantumkan
beracuan kegiatan dan
kriteria, dan program
akuntabel) penilaian
dalam RPP

Guru meleng-
kapi RPP

2 Teknik dan Instrumen Sebagian guru Sebagian besar Sekolah


Instrumen penilaian hasil telah guru belum menyiapkan
Penilaian belajar yang melaksanaan melaksanaan format
digunakan penelaahan penelaahan penelaahan
pendidik instrumen instrumen butir soal dan
memenuhi penilaian hasil penilaian hasil meminta
persyaratan belajar belajar semua guru
substansi, melakukan
konstruksi, telaah butir
dan bahasa. soal sebelum
diujikan
kepada peserta
didik
3 Mekanisme a. Rancangan a. Rancangan a. - a. -
penilaian penilaian
dan Prosedur b. - b. -
dari silabus dari silabus
Penilaian yang yang c. - c. -
penjabaran penjabaran d. Penil hasil d. Perlu
nya nya belajar sosialisasi
merupakan merupakan kelompok dan
bagian RPP bagian RPP estetika dan pemahaman
b. UH,UTS, b. UH,UTS, kelompok kepada guru
UAS, UKK UAS, UKK perjasorkes ttg Penil
dilakukan dilakukan belum hasil belajar
oleh oleh sesuai kelompok
pendidik di pendidik di pedoman estetika dan
bawah bawah e. Penil hasil kelompok
koordinasi koordinasi belajar perjasorkes
Satuan Satuan kelompok e. Perlu
Pendidikan Pendidikan agama dan sosialisasi
akhlag
c. Penilaian c. Penilaian dan
mulya dan
UN dan UN dan pemahaman
kelompok
Usek Usek adalah kepada guru
kewarganeg
adalah salah satu tt Penil hasil
araan dan
salah satu syarat belajar
kepribadian
syarat kelulusan kelompok
belum
kelulusan agama dan
d. Penil hasil sesuai akhlag
d. Penil hasil belajar pedoman mulya dan
belajar kelompok
estetika dan f. - kelompok
kelompok
kewarganeg
estetika dan kelompok g. -
araan dan
kelompok perjasorkes h. Kegiatan
kepribadian
perjasorkes ditentukan pengemban
ditentukan pendidik f. -
gan diri
melalui e. Penil hasil belum g. -
rapat belajar dibuktikan
dewan h. Kegiatan
kelompok dengan
pendidik pengemban
agama dan surat
berdasarkan gan diri
akhlag keterangan
hasil perlu
mulya dan
penilaian i. 40 % guru dibuktikan
kelompok
pendidik belum dengan
kewarganeg memberikan surat
e. Penil hasil araan dan hasil UH keterangan
belajar kepribadian kepada
kelompok ditentukan i. KS
siswa
agama dan pendidik menghimba
sebelum UH
akhlag u guru
f. Kegiatan berikutnya,
mulya dan untuk
Ujian yang belum
kelompok memberikan
Sekolah tuntas
kewarganeg hasil UH
(menyusun mengikuti
araan dan kepada
kisi-kisi, pembel
kepribadian siswa
mengemban remidi
ditentukan sebelum UH
gkan
melalui berikutnya,
instrumen,
rapat yang belum
melaksanak
dewan tuntas
an ujian,
pendidik mengikuti
mengolah
berdasarkan pembel
dan
hasil remidi
menentukan
penilaian kelulusan,
pendidik melaporkan
dengan hasil ujian)
memperhati
kan hasil g. Penil
ujian muatan
sekolah lokal
mengikuti
f. Kegiatan
penil
Ujian
kelompok
Sekolah
mata
(menyusun
pelajaran
kisi-kisi,
yang
mengemba
relevan.
ngkan
instrumen, h. Kegiatan
melaksanak pengemban
an ujian, gan diri
mengolah dibuktikan
dan dengan nilai
menentuka pada LHBS
n kelulusan, i. 60 % guru
melaporkan memberikan
hasil ujian) hasil UH
g. Penil kepada
muatan siswa
lokal sebelum UH
mengikuti berikutnya,
penil yang belum
kelompok tuntas
mata mengikuti
pelajaran pembel
yang remidi
relevan.
h. Kegiatan
pengemban
gan diri
dibuktikan
dengan
surat
keterangan
pembina
dan KS
i. Hasil UH
harus
dikembalia
kan kepada
siswa
sebelum
UH
berikutnya,
yang belum
tuntas
mengikuti
pembel
remidi

4 Penilaian oleh a. menginfor a. menginfor a. - a. -


masikan masikan
Pendidik b. - b. -
silabus silabus
pada awal pada awal c. Mengolah c. Dilaksanak
semester semester hasil penil an
kepada kepada untuk pendampin
siswa siswa mengetahui gan Guru
kesulitan dlm
b. Melaksana b. Melaksana belajar Mengolah
kan tes, kan tes, siswa hasil penil
pengamata pengamata untuk
n, n, d. Mengemba
mengetahui
penugasan, penugasan, likan hasil
kesulitan
atau atau bentuk pekerjaan
belajar
bentuk lain lain siswa
siswa
belum
c. Mengolah c. Mengolah disertai d. Guru
hasil penil hasil penil komentar diingatkan
untuk untuk yang untuk
mengetahu mengetahui mendidik memberi
i kemajuan kemajuan komentar
dan e. -
d. Mengemba yang
kesulitan f. -
likan hasil mendidik
belajar pekerjaan saat
siswa siswa mengembal
d. Mengemba ikan hasil
e. Memanfaat
likan hasil pekerjaan
kan hasil
pekerjaan siswa
penil untuk
siswa perbaikan e. -
disertai pembel
komentar f. -
yang f. Melaporkan
mendidik hasil
belajar
e. Memanfaat siswa
kan hasil setiap akhir
penil semester
untuk
perbaikan
pembel
f. Melaporka
n hasil
belajar
siswa
setiap
akhir
semester
5 Penilaian oleh a. Menentuka a. Menentukan a. – a. –
n KKM KKM
Satuan
melalui melalui
Pendidikan rapat rapat dewan
dewan pendidik b. – b. –
pendidik b. Mengkoordi
b. Mengkoord nasikan
inasikan pelaks
pelaks UTS, UAS, c. – c. –
UTS, UAS, UKK
UKK c. Menentukan
c. Menentuka kriteria
n kriteria kenaikan
kenaikan kelas
kelas melalui
melalui rapat dewan d. Sekolah d. Sekolah
rapat pendidik masih akan
dewan katagori menuju
d. Sekolah
pendidik standar SSN
belum
dengan
d. Menentuka menentukan
pembelajara
n program program
n system
pembel pembel
paket
SKS SKS
melalui e. Menentuka
e. Menentuka
rapat penil 4
penil 4 e. Menentuka
dewan kelompok
kelompok penil 4
pendidik mata
mata kelompok
pelajaran
e. Menentuka pelajaran mata
belum
penil 4 oleh pelajaran
melalui
kelompok pendidik harus
rapat dewan
mata melalui
pendidik
pelajaran rapat dewan
melalui f. – pendidik
rapat
dewan
pendidik
f. Menyeleng
garakan US
g. – f. –
dan
f. Menyeleng menentukan
garakan US kelulusan
dan sesuai POS
menentuka g. Melaporkan
n kelulusan hasil penil g. –
sesuai mata
POS pelajaran
g. Melaporka kepada h. Belum
n hasil orang melaporkan
penil mata tua/wali hasil
pelajaran dalam pencapaian
kepada bentuk belajar tiap
orang LHBS semester
tua/wali kepada h. Sekolah
h. Melaporkan melaporkan
dalam Disdik kab
hasil hasil
bentul kenaikkan i. - pencapaian
LHBS dan belajar
j. -
h. Melaporka kelulusan akhir
n kepada semester
pencapaian Disdik kab dua kepada
hasil Disdik kab
i. Menerbitka
belajar n SKHUN i. -
kepada
Disdik kab j. Menerbitka j. -
n Ijazah
i. Menerbitka bagi siswa
n SKHUN yang lulus
j. Menerbitka
n Ijazah
bagi siswa
yang lulus
6 Penilaian oleh a. Penil hasil a. Penil hasil - -
belajar belajar oleh
Pemerintah
oleh pemerintah
pemerintah dalam
dalam bentuk UN
bentuk UN b. Hasil UN
b. Hasil UN menentuka
menentuka n kelulusan
n kelulusan

C. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan


KOMPO KONDISI KESENJANG TINDAK
NO KONDISI RIIL
NEN IDEAL AN LANJUT
Kemampuan Kemampuan rata- Kemampuan Pengelolaan
1 Peserta
rata-rata intake rata intake siswa rata-rata intake Proses
Didik
siswa minimal minimal dibawah siswa masih pembelajaran
7,50 6,00 dibawah 6,00 ditingkatkan
sehingga
KOMPO KONDISI KESENJANG TINDAK
NO KONDISI RIIL
NEN IDEAL AN LANJUT
menghasilkan
output yang
maksimal
dengan nilai
murni di atas
6,00
Pendidik 100% pendidik 93 % pendidik 7% persentase Mempermudah
2
dan berijazah S-1 memiliki ijazah pendidik dan memberi
Tenaga S-1 belum bantuan
memiliki kepada guru
Kependidik
ijasah S-1 untuk
an
melanjutkan
pendidikan ke
S-1
a) RKB :luas a)RKB.:luas a)Kelas belum -Untuk jangka
3 Sarana
ruang 8x9m,
8x9m, mebelair ada LCD 4 th ke depan
Prasarana mebel per
siswa (mdh kuran 2 minimal 33%
diatur),ada
siswa,belum ada ruang kelas
LCD tetap
LCD dipasang LCD
b)TI:AC belum b) TI : Daya -Menambah
b)Lab TI:ber dapat berfungsi listrik,kuran daya listrik
AC,Komputer krna daya tidak g 1200 menjadi 3200
20 unit kuat, Komputer watt,LCD watt,mengajuk
,Printer,Laptop yang berfungsi terpasang an bantuan
,LCD,Hot spot 12 unit,,LCD tetap,bandwi komputer
dengan masih mobiling ch minimal sehingga
bandwich yang dan laptop 1,5MB terpenuhi 20
dapat diakses belum c) unit,memasang
oleh minimal terpenuhi,band c)Lantai tidak LCD yang
20 siswa secara wich kecil keramik,kur permanen
bersamaan c)Lab.IPA : belum ang
memenuhi bersih,admi
KOMPO KONDISI KESENJANG TINDAK
NO KONDISI RIIL
NEN IDEAL AN LANJUT
syarat,belum nistrasi
c)LabIPA.:meme berkeramik,adm belum tertib
nuhi inistrasi kurang
syarat,administ lengkap
rasi d)Perputakaan:bel
lengkap,bersih um ada kepala d)Perpust:Kep
berkeramik perpust, ala
Manajemen Perpust.,Sof Memanfaatkan
perpust manual, twar Sistem Softwar Sistem
Ruang belum Aplikasi,Pe Aplikasi
d)Perpustakaan:a tertata nempatan perpust dari
da kepala rapi,pengadaan buku. Mahasiswa
perpust,tenaga buku bertahap, praktek,Menyi
perpust,ada buku-buku baru apkan tempat
Sistem masih sangat untuk buku-
Aplikasi minim buku,
Manajemen pengadaan
Perpust ,ruang buku scr
tertata rapi, bertahap,
jumlah buku perpust digital
siswa 100% diprogramkan
terpenuhi,perp jangka
ustakaan panjang.
digital
4 Pembiayaa Terpenuhi biaya Siswa mampu 75% siswa - Efektifitas
pengembangan membayar kurang mampu dana 75%
n
keunggulan penuh kurang siswa kurang
lokal: dari 25% mampu
a) Sarana Penggunaan dana dengan
prasarana dg skala prioritas mengajukan
b) Peserta Didik pengusulan
c) Pendidik beasiswa
KOMPO KONDISI KESENJANG TINDAK
NO KONDISI RIIL
NEN IDEAL AN LANJUT
d) Tenaga - Kebijakan
Kependidikan skala
prioritas
pendanaan
tetap menjadi
alternatip
pengelolaan
dana
Sekolah memiliki Sekolah memiliki - Lebih
5 Program
RKJM RKJM disempurnakan
Sekolah
sesuai dengan
Sekolah memiliki Sekolah memiliki kebijakan
RKAS RKAS Dinas dan
Majlis serta
menyesuaikan
dengan kondisi
internal
sekolah

D. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan


RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
1 Komite/ Komite Sekolah  Komite  Periode  Belum  Masih
sekolah kepeng tampak mempe
berperan sebagai :
Dewan memiliki urus ada rtahank
1. potensi Komite pengurus an
Sekolah
Pemberi sebagai yang baru pengur
pertimbangan nara ada yang us
2. sumber hampir lebih komite
Pendukung finansial dalam selesai potensial yang
dan pemikiran peningkata  Isu dan  Sekolah potensi
3. n mutu Peratur butuh al,men
Pengontrol sekolah an dana dan gganti
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
transparansi dan Komite daerah komite yang
akuntabilitas sekolah tentang sekolah kurang
4. memiliki kebijak dapat potensi
Mediator antara potensi an menggal al
pemerintah dan membantu pendidi ang dana  Mengun
masyarakat sekolah kan masyarak dang
Fungsi Komite dalam gratis at namun unsur
pemenuha  Komite kebijaka komite
Sekolah :
n sarpras Sekolah n daerah sekolah
1. Komitmen mutu yang kurang menghar yang
pendidikan dibutuhkan berpera apkan berpote
2. Melakukan kerja dengan n aktif yang nsi
sama menggalan dalam berbeda sebagai
3. Menampung g dana dari member  Komite nara
aspirasi masyarakat ikan sekolah sumber
4. Memberikan . masuka belum dalam
masukan dan  Sekolah n, bisa pening
rekomendasi memprogr pertimb selalu katan
5. Mendorong amkan angan hadir mutu
partisipasi koordinasi dan dalam sekolah
6. Menggalang reguler rekome setiap , Wakil
dana untuk ndasi koordina kepala
7. Melakukan setiap si dan Sekola
evaluasi kegiatan kegiatan h
dan sekolah Bidang
membiasak  Sekolah Kurikul
an mempun um
berkoordin yai  Mengun
asi untuk kewenan dang
kegiatan gan pemeri
insidental untuk ntah
 Sekolah menarik Daerah
mempuyai dana dan untuk
kewenanga Komite duduk
n untuk Sekolah bersam
menarik dapat a dalam
dana dari menggal menyu
masyarakat ang dana, kseskan
sebagai namun progra
pendukung kebijaka m
an n tentang sekolah
program pendidik yang
sekolah an gratis membu
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
megham tuhkan
batnya dana
dari
masyar
akat
Wakil
Kepala
Sekola
h
Bidang
Humas

Dewan Pendidikan Sekolah Keberadaa Tidak Mensosiali
2 Dewan
Pendidik berperan sebagai menerapkan n Dewan semua sasikan
mitra kerja sekolah Manajemen Pendidika anggota peran dan
an
Peningkatan n kurang sekolah fungsi
Dan berfungsi Mutu disosialisa mengerti Dewan
sebagai wadah Berbasis sikan di tentang Pendidika
kegiatan sekolah Sekolah sekolah- keberadaa n pada
(Perlu checking di sekolah n Dewan anggota
Keputusan Sekolah Pendidika sekolah,
Mendiknas No mempunyai Dewan n Waka
044/U/2002, Lamp 1 link yang Pendidika Humas
Butir A.1.1) bisa n belum Dewan
mendukung berperan Pendidika Mengunda
terlaksanany dalam n tidak ng Dewan
a program kegiatan pernah Pendidika
sekolah dilibatkan n sebagai
dalam salah satu
kegiatan nara
sekolah sumber
dalam
penyusuna
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
n program
sekolah,
Waka
Humas
Dinas Pendidikan Sekolah Dinas Sekolah Mengunda
3 Dinas
berperan sebagai : selalu Pendidika tidak ng
Pendidik
1.Pemberi mengundang n kurang mempuny PEMDA
an
pertimbangan Dinas memaksi ai dan Dinas
2.Pendukung Pendidikan malkan wewenang Pendidika
pemikiran dan sebagai nara peran dan untuk n untuk
kegiatan sumber di fungsinya dapat bisa
3.Penyelenggara setiap memaksim bersama-
pelatihan dan kegiatan Dinas alkan sama
kompetisi Pendidika peran dan menyukses
4.Pengontrol Sekolah n kurang fungsi kan siswa
transparansi dan selalu memberik Dinas dan guru
akuntabilitas melibatkan an Pendidika yang
5Mediator antara Dinas kontribusi n menjadi
sekolah dengan Pendidikan pendanaan duta
PEMDA di setiap untuk Sekolah daerah
kegiatan pembinaa tidak yang
Dinas Pendidikan n siswa mempuny membutuh
berfungsi sebagai: Sekolah dan guru ai akses kan
1.Komintmen mutu selalu berprestasi untuk bisa partisipasi
pendidikan melaporkan yang memperol dana dan
2.Memberikan semua menjadi eh pembinaan
masukan dan kegiatan duta dukungan , Waka
rekomendasi Kabupaten dana Kurikulum
3.Melakukan pembinaan dan Waka
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
pelatihan dan Humas.
kompetisi
4.Melakukan
evaluasi

Perguruan Tinggi Sekolah Perguruan Perguruan Mengunda


4 Pergurua
berperan sebagai: mengundang Tinggi Tinggi ng pihak
n Tinggi
1.Fasilitator program dosen dari belum belum bisa Perguruan
peningkatan mutu Perguruan berperan maksimal Tinggi
2.Pendamping Tinggi secara dalam sebagai
bilingual sebagai maksimal mengiple nara
3.Pendukung pendamping dalam mentasika sumber
program guru mata pendampi n dalam
pelajaran ngan fungsinya penyusuna
Perguruan Tinggi bilingualn pada n program
berfungsi sebagai: Sekolah ya pokok sekolah
1.Komitmen mutu mengontrak pengabdia
pendidikan satu dosen Perguruan n pada Mengunda
2.Melakukan Perguruan Tinggi masyaraka ng
pengabdian pada Tinggi kurang t Perguruan
masyarakan sebagai mendapat Tinggi
3.Melakukan fasilitator kan kontra Sekolah untuk
kerjasama program prestasi kurang bersama-
4.Memberikan dari berhasil sama
masukan dan Sekolah kerjasama dalam berkomitm
rekomendasi mengundang membang en dalam
sejumlah un rangka
dosen komitmen peningkata
sebagai nara anggota n kualitaas
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
sumber sekolah diri
sebagai
pendidik
Lembaga LPMP berperan Sekolah LPMP Sekolah Mengunda
5
Penjami sebagai: selalu kurang selalu ng LPMP,
1.Pelaksana model- memprogra aktif bekerjasa dan
nan
model pembelajaran mkan dalam ma dengan Perguruan
Mutu
2.Fasilitator pendamping menjalank Perguruan Tinggi
Pendidik
pembelajaran an untuk an peran Tinggi sebagai
an
3.Nara sumber guru dan dalam nara
(LPMP)
informasi pendidikan matapelajara fungsinya program sumber
n di sekolah pendampi pembelajar
LPMP berfungsi ngan guru an, Waka
sebagai: Sekolah LPMP matapelaja Kurikulum
1.Komitmen Mutu selalu kurang ran
Pendidikan memprogra selalu Mengunda
2.Merancang model mkan in meng up LPMP ng LPMP,
pembelajaran house date sebagai Perguruan
3.Mengadakan training informasi lembaga Tinggi,
pelatihan terkait terkait yang Dinas
4.Melakukan dengan dengan mestinya Pendidika
kerjasama pembelajara kurikulum dekat n, dan
5.Melakukan n dan dengan Pemda
evaluasi pemanfaatan sekolah, untuk
tehnologi tetapi komitmen
informasi justru bersama
setiap tahun tidak menyukses
nya semua kan
anggota program
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
sekolah sekolah
tahu yang
dengan membutuh
pasti kan
fungsi dan pendukung
peran an dana
LPMP dan
kebijakan

MKKS berperan Sekolah


6 Musyaw
sebagai: berperan
arah
1.Pemberi aktif dalam
Kerja
Pertimbangan kegiatan dan
Kepala
2.Pendukung kepengurusa
Sekolah,
pemikiran n MKKS
(MKKS)
3.Mediator antara
sekolah dan Dinas Sekolah
Pendidikan dan menjadi
Pemda alamat
sekretariat
MKKS berfungsi MKKS
sebagai:
1.Komitmen mutu
pendidikan
2.Melakukan
kerjasama
3.Memberikan
masukan dan
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
rekomendasi

MGMP Kabupaten Sekolah Belum Tidak ada Mengunda


7 Musyaw
berperan sebagai: mempunyai semua kebijakan ng MKKS,
arah
1.Pelaksana kegiatan MGMP MGMP yang Dias
Guru
pengembangan guru sekolah dan Kabupaten mengikat Pendidika
Mata
Pelajaran matapelajaran memberikan berperan dan n, LPMP,
2.Pendukung dukungan maksimal/ mengharus dan Pemda
,
(MGMP) pemikiran dana untuk aktif kan guru untuk ikut

Kabupat 3. Mediator antara kegiatan matapelaja menyukses


guru matapelajaran MGMP Adanya ran kan
en
dengan MKKS, kecenderu tergabung program
Dinas Pendidikan, Sekolah ngan hari dalam MGMP
dan LPMP memberikan MGMP MGMP Kabupaten
satu hari sebagai Kabupaten yang
MGMP Kabupaten MGMP hari libur membutuh
berfungsi sebagai: guru MGMP kan
1.Komitmen mutu Kabupaten dukungan
pendidikan kurang dana dan
2.Melakukan mempuny kebijakan,
pertemuan rutin pada ai program Waka
hari MGMP yang jelas Humas
3.Melakukan dan
kerjasama kurang Mengunda
4.Melakukan lesson adanya ng MGMP
study sosialisasi sekolah
5.Melakukan program untuk
evaluasi MGMP ke menyusun
sekolah. program
RENCANA
KESENJAN
KONDISI RIIL TINDAK
KOMPO GAN
NO KONDISI IDEAL LANJUT
NEN
TANTANG
PELUANG
AN
dan
Sekolah pengemba
masih ngan
membatasi pembelajar
jumlah an serta
guru yang komitmen
bisa aktif bersama
dalam untuk hari
MGMP MGMP
Kabupaten adalah
bukan
Kurangny libur kelas
a yang
Komitmen dimanfaat
MGMP kan untuk
adalah pengemba
libur kelas ngan
yang diri,Waka
dimanfaat Kurikulum
kan untuk
pengemba
ngan
pembelaja
ran
BAB. PENUTUP

A. Kesimpulan