Anda di halaman 1dari 1

Apa yang membedakan cara kerja monokromator pada uv/vis dan pada AAS?

Monokromator pada uv/vis digunakan untuk memilah satu sinar kromatis yang akan digunakan
untuk analisis sampel, sedangkan monokromator pada AAS yang terletak setelah sampel
berfungsi untuk menyaring sinar yang akan dibaca oleh detektor. Pada AAS sinar yang dibaca
oleh detektor perlu disaring karena walaupun dari awal (sumber energi) sudah berupa sinar
monokromatis tetapi sinar tersebut tercemar pada saat pembakaran sampel terjadi, sehingga perlu
dipilah lagi untuk pembacaan pada detektor.

Sebenarnya tidak sulit penjelasannya, karena seperti dibilang tadi kalau lampu yang dipakai Khas atau
spesifik artinya lampu hanya memancarkan satu panjang gelombang, tidak perlu lagi dipilih pilih, justru
setelah melewati sampel yang berada di ruang bakar panjang gelombang jadi tidak pasti karena
namanya ruang bakar pakai api, pasti ada sinar dari api, sinar inilah yang harus disaring, sehingga yang
sampai di detektor tetap panjang gelombang yang diinginkan.

Monokromator AAS berfungsi untuk memisahkan radiasi resonansi yang telah mengalami absorpsi
tersebut dari radiasi-radiasi lainnya. Radiasi lainnya berasal dari lampu katoda berongga, gas pengisi
lampu katoda berongga atau logam pengotor dalam lampu katoda berongga. Monokromator terdiri atas
sistem optik yaitu celah, cermin dan kisi.

Monokromator uv-vis berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu


mengubah cahaya yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya
monaokromatis. Jenis monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting
atau lensa prisma dan filter optik.