Anda di halaman 1dari 5

Mata Kuliah Keperawatan Anak ll

Disusun Oleh :

Mochamad Fauzi Fathoni


M16010007

S1 Ilmu Keperawatan
STIKes Madani Yogyakarta
Jalan Wonosari km.10 Karanggayam Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta
Patofisiologi dan Asuhan Keperawatan pada Anak :
Rheumatic Heart Disease dan Tetralogi of Fallot

Askep anak dengan RHD dan ToF :

1. pengkajian

2. diagnosis

3. perencanaan

4. implementasi

5. evaluasi

Definisi RHD

• suatu kondisi di mana jantung rusak karena demam rematik.

• Biasanya, kerusakan jangka panjang ini terjadi pada katup mitral, katup aorta atau keduanya.

• Kerusakan ini dapat menyebabkan katup “bocor” atau menyempit seiring waktu.

Epidemiologi

• Penyakit jantung rematik dapat dicegah dengan mencegah demam rematik.

etiologi

• Pada beberapa anak, antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap streptokokus β-
hemolytic grup A menyebabkan berbagai tingkat pancarditis, dengan insufisiensi katup terkait
pada fase akut.

• Risiko untuk penyakit jantung rematik lebih tinggi dengan episode demam rematik akut
berulang.

• Ini menyebabkan stenosis katup, dengan berbagai tingkat regurgitasi, dilatasi atrium, aritmia,
dan disfungsi ventrikel.

• Penyakit jantung rematik kronis merupakan penyebab utama stenosis katup mitral pada anak-
anak.
Definisi ToF

• gangguan pada bayi yang disebabkan oleh kombinasi empat penyakit jantung bawaan saat
lahir.

epidemiologi

• TOF termasuk kondisi langka, terjadi pada 1 dari 2500 kelahiran, dan baru terdeteksi setelah
bayi lahir.

etiologi

• TOF terjadi dalam masa kehamilan ketika jantung bayi berkembang, namun belum diketahui
mengapa hal tersebut terjadi

• Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya Tetralogy of Fallot, antara lain:

1. Infeksi virus pada masa kehamilan, misalnya rubella (campak Jerman).

2. Usia ibu di atas 40 tahun saat hamil.

3. Diabetes saat kehamilan.

4. Kekurangan gizi selama masa kehamilan.

5. Memiliki salah satu atau kedua orang tua dengan kelainan yang sama.

6. Konsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan.

7. Adanya kelainan bawaan lain, seperti sindrom Down atau sindrom DiGeorge.

patofisiologi

• Pada bayi dengan TOF, proses sirkulasi kardiovaskuler tidak berjalan normal.

• Hal itu disebabkan oleh kombinasi empat kelainan jantung bawaan.

• Kombinasi kelainan tersebut menyebabkan bercampurnya darah yang kaya oksigen dari
ventrikel kiri, dengan darah yang kekurangan oksigen dari ventrikel kanan, dan menyebabkan
kerja jantung menjadi berat.

• Kondisi ini membuat tubuh tidak memperoleh oksigen yang cukup dan bisa terjadi gagal
jantung.
Kombinasi empat kelainan jantung bawaan tersebut adalah:

• Ventricular septal defect (VSD). Munculnya lubang abnormal yang terbentuk di dinding yang
memisahkan ventrikel kanan dan kiri.

• Pulmonary valve stenosis. Kondisi ketika katup pulmonal menyempit, sehingga darah yang
menuju paru-paru berkurang.

• Posisi aorta yang abnormal, yaitu bergeser ke kanan mengikuti VSD yang terbentuk.

• Right ventricular hypertrophy atau penebalan abnormal pada ventrikel kanan. Kondisi ini
terjadi akibat kerja jantung yang terlalu berat. Jika kondisi ini terus berlangsung, jantung bisa
melemah dan terjadi gagal jantung.

manifestasi klinis

• Gejala TOF tergantung pada tingkat keparahan gangguan aliran darah dari bilik jantung sebelah
kanan dan aliran darah ke paru-paru.

• Umumnya, gejala yang dialami penderita TOF meliputi:

1. Sesak napas, terutama saat beraktivitas, misalnya pada saat bayi menyusu.

2. Kulit dan bibir membiru (sianosis) akibat peredaran darah yang kekurangan kadar oksigen.
Kondisi sianosis ini bisa memburuk saat bayi menangis.

3. Kuku tangan dan kaki berbentuk bulat dan cembung (clubbing fingers) akibat pembesaran
tulang atau kulit di sekitar kuku.

4. Mudah lelah.

5. Rewel

6. Berat badan tidak bertambah.

7. Gangguan tumbuh kembang.


tatalaksana medis

• pilihan yang efektif untuk menangani Tetralogy of Fallot--> Operasi (intracardiac repair atau
operasi sementara dengan membuat pembuluh darah baru atau shunt).

• Waktu dan jenis operasi yang dipilih tergantung pada kondisi penderita.

• Pada beberapa kasus, dokter akan memberi obat untuk mempertahankan aliran darah dari
jantung ke paru-paru, sebelum dilakukan operasi

prognosis

• Pada umumnya, bayi yang sudah menjalani operasi dapat hidup dengan normal.

• TOF yang dibiarkan tidak tertangani, bisa menimbulkan kejang, serta gangguan pada irama
jantung dan tumbuh kembang anak.

• Jika masih tidak ditangani, bisa menyebabkan kematian.

Komplikasi

• Namun demikian, tindakan operasi sendiri tetap memiliki risiko komplikasi jangka panjang,
seperti:

1. Aritmia (gangguan irama jantung).

2. VSD yang bocor kembali.

3. Penyakit jantung koroner.

4. Pembesaran pembuluh darah aorta.

5. Henti jantung mendadak.

6. Kebocoran katup jantung trikuspid.

7. Kembalinya darah dari paru-paru ke ventrikel kanan (regurgitasi pulmonal).

• Komplikasi TOF masih bisa berlanjut hingga masa remaja atau dewasa, sehingga dianjurkan
untuk rutin memeriksakan diri ke dokter jantung.