Anda di halaman 1dari 21

PELAYANAN RESEP PENDERITA RAWAT JALAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSIAHM/SPO/APT/001 00 1/1
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pelayanan resep penderita rawat jalan adalah kegiatan
pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi
kebutuhan pasien rawat jalan di Rumah Sakit dengan sistem
resep perorangan oleh apotik Rumah Sakit.
Tujuan Tercapainya pelayanan kefarmasian dengan mutu cakupan
dan efisiensi yang optimal melalui pelayanan perbekalan
farmasi pasien rawat jalan.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Penderita menyerahkan resep kepada petugas Farmasi.
2. Petugas farmasi menerima resep, meneliti, menghitung
harga, membubuhi paraf, memberi nomor resep dan
menyerahkan nomor pengambilan obat kepada penderita.
3. Petugas Farmasimeracik obat sesuai resep dokter, memberi
etike dan copy resep (bila obat tidak tersedia).
4. Petugas Farmasi mencatat obat yang keluar pada kartu
stock barang.
5. Petugas Farmasi meneliti kebenaran obat (sesuai dengan
resep) dan menyerahkannya pada penderita.
6. Penderita menerima obat sesuai nomor pengambilan obat
yang disertai bukti lunas.
7. Petugas Farmasimerekap pengeluaran barang dan mencatat
dalam buku pengeluaran barang atau stock barang.Petugas
Farmasi menyetor penerimaan harga obat pada hari yang
sama kepada Sentral Pembayaran Rumah Sakit.
8. Petugas TU Farmasi merekap semua penerimaan dan
pemakaian obat dan alat kesehatan yang digunakan pada
unit pelayanan rawat jalan yang dilaporkan setiap awal
bulan.

Unit Terkait Unit Rawat Jalan


Unit Apotik
PERENCANAAN PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSIAHM/SPO/APT/002 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Perencanaan perbekalan farmasi adalah suatu proses kegiatan
dalam pemilihan jenis, jumlah dan harga sesuai dengan
kebutuhan dan anggaran.
Tujuan Tercapainya perencanaan perbekalan farmasi dengan mutu,
cakupan dan efisiensi yang baik di Rumah Sakit.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Penanggungjawab perencanaan memberikan formulir
isian rencana kebutuhan perbekalan farmasi ke user (unit
pemakai).
2. Merekap serta menyusun kebutuhan sementara dengan
mempertimbangkan perbekalan farmasi yang masih ada di
stok serta data pemakaian tahun lalu, untuk penyusulan
anggaran tahun yang akan datang.
3. Rencana kebutuhan anggaran diajukan kepada Kepala
Badan melalui rapat anggaran.
4. Berdasarkan pada platfon anggaran yang tersedia, disusun
kembali rancangan kebutuhan perbekalan farmasi dengan
memperhatikan / skala prioritas.
Unit Terkait Unit Apotik
Bagian Keuangan
PENGADAAN PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSIAHM/SPO/APT/003 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pengadaan perbekalan farmasi adalah proses / kegiatan untuk
merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan
disetujui.
Tujuan Tersedianya perbekalan farmasi dalam jumlah, jenis yang
cukup di Instalasi Farmasi pada saat dibutuhkan.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Berdasarkan rencana kiebutuhan Instalasi Farmasi 1
tahun, penanggungjawab pengadaan barang membuat
rencana pengadaan untuk 1 triwulan.
2. Waktu pemesanan disesuaikan dengan rencana keuangan
Rumah Sakit.
3. Untuk pesanan cito atau setiap pesanan dibuatkan SP
(Surat Pesanan) yang ditandatangani oleh Kepala Instalasi
Farmasi, diketahui oleh dan disetujui oleh Direktur
Rumah Sakit.
4. Surat Pesanan dibuat 3 rangkap (asli untuk PBF,
sedangkan rangkapannya untuk manajemen RS dan
Instalasi Farmasi).
5. Pada setiap akhir bulan penanggungjawab pengadaan
barang farmasi membuat laporan tentang perbandingan
antara realisasi dan rencana pengadaan perbekalan
farmasi untuk disampaikan kepada Kepala Instalasi
Farmasi.
6. Pada akhir tahun menyiapkan laporan kegiatan pengadaan
barang selama 1 tahun kepada Kepala Instalasi Farmasi.
Unit Terkait Unit Apotik
Unit Gudang Apotik
Bagian Keuangan
PENERIMAAN PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSIAHM/SPO/APT/004 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Penerimaan perbekalan farmasi adalah kegiatan untuk
menerima perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai
dengan aturan kefarmasian, melalui pembelian langsung atau
sumbangan.
Tujuan Tercapainya penerimaan perbekalan farmasi dengan mutu,
cakupan dan efisiensi yang optimal di Instalasi farmasi
Rumah Sakit.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Rekanan mengirim/menyerahkan barang farmasi kepada
panitia pemeriksaan dan penerimaan barang berdasarkan
SP.
2. Panitia pemeriksa dan penerimaan barang (PPPB)
memeriksa kualitas fisik, Expire Date dan kuantitas
barang.
3. Panitia pemeriksa dan penerimaan barang
menandatangani bukti pengiriman barang dan membuat
berita acara pengriman barang.
4. Panitia pemeriksa dan penerimaan barang menyerahkan
barang farmasi kepada penanggungjawab logistik
farmasi.
5. Penanggungjawab logistik farmasi memeriksa kebenaran
kualitas dan kuantitas barang farmasi yang diterima dan
menandatangani Berita Acara Penerimaan Barang.
6. Penanggungjawab logistik farmasi menyerahkan barang
farmasi kepada petugas logistik farmasi untuk disimpan.
Unit Terkait Unit Apotik
Unit Gudang
Bagian Keuangan
PENYIMPANAN PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/005 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Penyimpanan perbekalan farmasi adalah kegiatan pengaturan
perbekalan farmasi menurut persyaratan yang ditetapkan.
Tujuan Tercapainya / terselenggaranya penyimpanan perbekalan
farmasi dengan mutu, cakupan dan efisiensi yang optimal di
Rumah Sakit.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Penanggungjawab logistik farmasi menerima barang
farmasi yang diserahkan oleh panitia penerimaan barang.
2. Barang farmasi yang diterima dan sudah memenuhi
persyaratan disimpan di dalam gudang penyimpanan
menurut jenis barang (obat jadi, cairan infus, alat
perawatan, alat kedokteran, alat kesehatan habis pakai,
gas medik, disinfektan, reagensia dan bahan gigi).
3. Penyimpanan dilakukan secara baik, teratur sesuai dengan
aturan farmasi yang berlaku agar mutu tetap terjamin,
mudah dicari dengan cepat dan aman.
4. Cara penyimpanan dilakukan dengan metode FIFO (First
In First Out) dan kecepatan distribusi barang.
5. Peetugas logistik farmasi memasukkan barang ke dalam
kartu stock.
6. Petugas logistik farmasi membukukan barang farmasi
tersebut pada buku bukti barang masuk.
7. Petugas administrasi logistik mengarsipkan berkas Berita
Acara Penerimaan Barang, Surat Perintah Kerja (SPK)
dan bukti pengiriman barang / tanda terima.Panitia
penerima barang.
Unit Terkait Unit Apotik
Unit Gudang Apotik
Bagian Keuangan
PELAYANAN INFORMASI OBAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman

RSIAHM/SPO/APT/006 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Informasi obat adalah setiap data atau pengetahuan objektif,
diuraikan secara ilmiah dan terdokumentasi mencakup
farmakologi dan penggunaan terapi dari obat. Pelayanan
informasi obat (PIO) adalah kegiatan pelayanan yang
dilakukan oleh apoteker untuk memberikan informasi secara
akurat, tidak biasa dan terkini kepada dokter, apoteker,
perawat, profesi kesehatan lainnya dan pasien.
Tujuan  Menyediakan informasi mengenai obat kepada pasien dan
tenaga kesehatan di lingkungan Rumah Sakit.
 Menyediakan informasi untuk membuat kebijakan –
kebijakan yang berhubungan dengan obat, terutama bagi
Panitia Farmasi Terapi.
 Meningkatkan profesionalisme Apoteker.
 Menunjang terapi obat yang rasional.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Memberikan dan menyebarkan informasi kepada
konsumen secara aktif dan pasif.
2. Menjawab pertanyaan dari pasien maupun tenaga
kesehatan melalui telepon, surat atau tatap muka.
3. Membuat bulletin, leaflet danlabel obat.
4. Menyediakan informasi bagi Panitia Farmasi Terapi
sehubungan dengan penyusunan formularium Rumah
Sakit.
5. Bersama dengan PMKRS melakukan kegiatan
penyuluhan bagi pasien rawat jalan dan rawat inap.
6. Melakukan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga Farmasi
dan tenaga kesehatan lainnya.
Unit Terkait Unit Apotik
Perawat
ADMINISTRASI DAN PELAPORAN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/007 00 1/1
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018 dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Administrasi dan pelaporan merupakan kegiatan yang
berkaitan dengan pencatatan manajemen perbekalan farmasi
serta penyusunan laporan yang berkaitan dengan perbekalan
farmasi secara rutin atau tidak rutin dalam periode bulanan,
triwulanan atau tahunan.
Tujuan  Tersedianya data yang akurat sebagai bahan evaluasi.
 Tersedianya informasi yang akurat.
 Tersedianya arsip yang memudahkan penelusuran surat dan
laporan.
 mendapat data/laporan yang lengkap untuk membuat
perencanaan.
 Agar anggaran yang tersedia untuk pelayanan dan perbekalan
farmasi dapat dikelola secara efisien dan efektif.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Petugas unit pelayanan membuat pencatatan dan merekap
setiap akhir bulan.
2. Bagian administrasi dan pelaporan mengumpulkan data
dari unit-unit pelayanan.
3. Bagian administrasi dan pelaporan merekap semua data
yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan Bagian
administrasi dan pelaporan mengetik masing-masing
laporan.
4. Bagian administrasi dan pelaporan mengirim laporan-
laporan ke bidang perencanaan dan rekam medik.
5. Bagian administrasi dan pelaporan mengarsipkan
laporan-laporan dengan rapi.
Unit Terkait  Unit Rawat Inap
 Unit Rawat Jalan
 Unit Gawat Darurat
 Unit Rekam Medik
DISTRIBUSI PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/008 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Distribusi/pendistribusian perbekalan farmasi merupakan
kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di Rumah Sakit
untuk pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien
rawat inap, rawat jalan serta untuk menunjang pelayanan
medis.
Tujuan Tercapainya distribusi perbekalan farmasi dengan mutu, cakupan
dan efisiensi yang optimal di Rumah Sakit.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Permintaan obat/alkes habis pakai ditulis dalam formulir
permintaan barang, dalam rangkap 2 (asli untuk gudang
dan rangkapannya untuk unit yang bersangkutan).
2. Dalam mengisi item dan jumlah permintaaan, sisa
pemakaian obat/alkes habis pakai dari permintaan
sebelumnya harus dicantumkan.
3. Formulir permintaan yang telah diisi, ditandatangani oleh
penanggungjawab unit pelayanan dan diketahui oleh
Kepala Instalasi Farmasi. Kemudian diserahkan kepada
diserahkan kepada petugas gudang Instalasi Farmasi
Rumah Sakit.
4. Petugas gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit
menyiapkan obat/alkes yang diminta dan mencatat dalam
buku pengeluaran barang dan kartu stock gudang.
5. Pada saat serah terima barang, petugas unit
pelayananyang menerima melakukan pengecekan.
Setelah cocok, petugas gudang yang menyerahkan
maupun petugas yang menerima membubuhkan nama dan
paraf.
6. Permintaan dilakukan 1 kali seminggu.
Unit Terkait  Unit Rawat Inap
 Unit Rawat Jalan
 Unit Gawat Darurat
 Unit Gudang
PELAYANAN RESEP DI LUAR JAM KERJA (IRD)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/009 00 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pelayanan resep di luar jam kerja (IRD) adalah kegiatan
pendistribusian/pelayanan perbekalan farmasi untuk
memenuhi kebutuhan pasien diluar jam kerja (IRD).
Tujuan  Tercapainya pelayanan kefarmasian dengan mutu, cakupan dan
efisiensi yang optimal melalui pelayanan perbekalan farmasi
pasien rawat darurat.
 Terjaminnya pemberian obat secara rasional sesuai formularium
selama 24 jam.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Dokter di IRD menulis / memberikan resep kepada
pasien..
2. Pasien menyerahkan resep kepada petugas farmasi
3. Petugas farmasi menerima resep.
4. Pasien membayar pada sentral pembayaran
5. Petugas farmasi melakukan peracikan, memberi
label/etiket dan menyiapkan obat, bahan dan alat yang
diminta setelah pasien/keluarnya pasien menyerahkan
bukti pelunasan.
6. Petugas farmasi menyerahkan obat, bahan/alat kesehatan
pada pasien. Petugas farmasi mencatat pengeluaran
barang farmasi pada kartu stock dan mencatat dalam buku
pencatatan.
7. Petugas farmasi merekap semua pemakaian setiap akhir
bulan dan merekap penulisan.
8. Resep generik dan non generik
9. Petugas Farmasi di apotik IRD membuat laporan kepada
Kepala Instalasi Farmasi paling lambat tanggal 5 bulan
berjalan.
Unit Terkait  Unit Rawat Inap
 Unit Rawat Jalan
 Unit Gawat Darurat
 Unit Gudang
PENGHAPUSAN DAN ATAU PEMUSNAHAN
PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/010 00 1/1
Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur
Standar
Prosedur 26 Maret 2018
Operasional dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Perbekalan farmasi yang sudah kadaluarsa atau rusak tidak
boleh digunakan dan harus dikembalikan ke distributor atau
dimusnahkan.
Tujuan Untuk penghapusan dan atau pemusnahan perbekalan farmasi yang
sudah kadaluarsa atau rusak.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Apabila ada perbekalan farmasi yang mendekati
kadaluarsa atau rusak petugas Instalasi Farmasi lapor
kepada Kepala Instalasi Farmasi / Wakilnya.
2. a. Perbekalan farmasi yang mendekati kadaluarsa oleh
Kepala Instalasi Farmasi atau Wakilnya diinformasikan
pada Staf Medis Fungsional.
b. Perbekalan farmasi mendekati kadaluarsa atau rusak
diinformasikan kepada distributor, apakah barang
tersebut dapat ditukar.
3. Apabila perbekalan farmasi tersebut ditukar maka barang
diserahkan kepada distributor dengan membuat tanda
terima barang.
4. Tanda terima disimpan oleh petugas gudang dan
diserahkan kembali ke distributor apabila barang
pengganti datang.
5. Apabila perbekalan farmasi yang kadaluarsa dan atau
rusak tidak dapat ditukar maka dilakukan pemusnahan.
6. Pemusnahan dilakukan bersama dengan petugas IPSRS
dengan cara ditanam atau dibakar dengan incenetor.
Sebelum ditanam atau dibakar barang terlebih dahulu
dihancurkan / dilarutkan.
7. Dibuat berita acara pemusnahan dengan disaksikan oleh
2 (dua) orang petugas dan selanjutnya dilaporkan kepada
Direktur oleh Kepala Instalasi Farmasi serta diarsipkan.
Unit Terkait Unit Apotik
PENGAWASAN MUTU PENGENDALIAN
PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/011 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Yang dimaksud dengan pengawasan mutu dan pengendalian
perbekalan Farmasi adalah stock opname yaitu perhitungan
sisa perbekalan Farmasi baik yang berada di tempat pelayanan
Farmasi, gudang Farmasi, ruang perawtan maupun di Instalasi
lain.
Tujuan Agar dapat mempermudah pengawasan mutu dan atau pengendalian
perbekalan Farmasi.
Kebijakan
Prosedur 1. Setiap bulan dilakukan penghitungan sisa perbekalan
Farmasi baik di tempat pelayanan farmasi, gudang
Farmasi, ruang perawatan serta di Instalasi lain oleh
petugas Instalasi Farmasi maupun petugas ruang
perawatan atau Instalasi lain yang telah ditunjuk.
2. Hasil penghitungan perbekalan Farmasi dicatat pada
lembar yang telah tersedia.
3. Apabila ada perbekalan Farmasi yang rusak atau
kadaluarsa disendirikan dan dilaporkan untuk
dimusnahkan.
4. Apabila ada perbekalan Farmasi yang menumpuk/jarang
digunakan dicatat tersendiri yang selanjutnya untuk
5. Apabila terdapat obat yang hampir kadaluarsa dicatat dan
diletakkan terpisah kemudian diinformasikan kepada
anggota SMF melalui Panita Farmasi dan Terapi dan atau
dikembalikan ke Distributor.
6. Hasil penghitungan dari masing-masing tempat
dikumpulkan dan dibuat laporan oleh Wakil Kepala
Instalasi Farmasi beserta Koordinator kemudian
diteruskan kepada Kepala Instalasi Farmasi setiap awal
bulan April, Juli, Oktober dan Januari.
7. Laporan diarsipkan oleh Wakil Kepala Instalasi Farmasi
dan atau Kepala Instalasi Farmasi.
Unit Terkait  Semua Unit yang mengambil perbekalan farmasi
 Unit Gudang
 Unit Apotik
PENANGANAN KESALAHAN PENYERAHAN
PERBEKALAN FARMASI KEPADA PASIEN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/012 00 1/2

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Yang dimaksud dengan penanganan kesalahan penyerahan
perbekalan farmasi kepada pasien adalah jalan penyelesaian
bila terjadi kesalahan penyerahan perbekalan farmasi kepada
pasien.
Tujuan Guna memperlancar penanganan apabila terjadi kesalahan
pemberian perbekalan farmasi kepada pasien baik rawat inap
maupun rawat jalan.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur A. Penanganan Kesalahan Penyerahan Perbekalan Farmasi
kepada Pasien Rawat Jalan.
1. Petugas Instalasi Farmasi menginformasikan kepada
Kepala Instalasi Farmasi / Wakilnya / Koordinator.
2. Petugas yang bersangkutan mencari alamat pada
poliklinik asal resep.
3. Petugas yang bersangkutan / Koordinator / Wakil
Kepala / Kepala Instalasi Farmasi menyampaikan hal
tersebut kepada dokter / dokter gigi penulisan resep.
4. Kepala Instalasi Farmasi / wakilnya / koordinator
menunjuk petugas Instalasi Farmasi untuk
menyelesaikan kesalahan tersebut.
5. Petugas yang ditunjuk mendatangi rumah pasien yang
salah menerima perbekalan farmasi dengan membawa
penggantinya.
6. Petugas tersebut menyampaikan penggantia
perbekalan farmasi dengan kata-kata yang asertif
kepada pasien / keluarganya.
7. Petugas melapor kepada Kepala Instalasi farmasi.
8. Kejadian tersebut ditulis pada buku yang tersedia.
B. Penanganan Kesalahan Penyerahan Perbekalan farmasi
kepada Pasien Rawat Inap.
1. Petugas Instalasi farmasi segera menghubungi
petugas ruang perawatan dimana pasien dirawat atau
petugas ruangan perawat menghubungi petugas
Instalasi Farmasi.
PENANGANAN KESALAHAN PENYERAHAN
PERBEKALAN FARMASI KEPADA PASIEN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/012 00 2/2

2. Petugas Instalasi farmasi menyelesaikan hal tersebut dengan


petugas ruang perawatan.
Unit Terkait Unit Rawat Inap
Unit Rawat Jalan
Unit Apotik
KONSELING DAN INFORMASI PERBEKALAN
FARMASI KEPADA PASIEN / KELUARGANYA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/013 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian 1. Informasi penggunaan perbekalan farmasi kepada pasien /
keluarganya diberikan pada saat pemberian perbekalan
farmasi.
2. Konsultasi farmasi dilaksanakan kepada pasien yang
menggunakan perbekalan farmasi secara rutin (penderita
hipertensi, diabetes, TBC)
Tujuan Agar pelayanan farmasi dapat lebih optimal dan dapat memberikan
penjelasan kepada pasien perihal penggunaan perbekalan farmasi
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Pasien / keluarganya (hipertensi, diabetes, TBC) dalam
penyerahan resep dipanggil ke ruang yang tersedia.
2. Pasien / keluarganya diberi informasi oleh apoteker.
3. Pasien / keluarganya dapat meminta penjelasan kepada
apoteker.
4. Apoteker memberikan penjelasan tentang penggunaan dan
efek obat tersebut.
5. Apoteker pemberi konsultasi menulis pada buku yang
tersedia.
Unit Terkait  Unit Apotik
PENYIMPANAN OBAT NARKOTIKA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/014 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Yang dimaksud dengan penyimpanan obat narkotikadalah
penyimpanan obat tersebut di almari khusus narkotik.
Tujuan 1. Demi tercapainya pengamanan, pemantauan dan pengawasan
obat narkotika maka penyimpanan obat narkotika (khususnya
pethidin/morphin injeksi) hanya di Unit Farmasi.
2. IRD boleh menyimpan untuk kasus darurat sejumlah maksimal
2 ampul.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. a. Ruang / Instalasi lain yang mempunyai persediaan
narkotik diserahkan ke Unit Farmasi oleh petugas
dengan bukti serah terima.
b. IRD bila mempunyai persediaan narkotika lebih
dari 2 (dua) ampul dan HCU lebih dari 1 (satu) ampul
diserahkan ke Unit Farmasi oleh petugas dengan bukti
serah terima.
2. Di Unit Farmasi obat narkotika tersebut disimpan di
lemari khusus dan dicatat pada buku penitipan obat
narkotika.
3. Apabila ruang perawatan / unit lain yang menitipkan
memerlukan segera, petugas yang bersangkutan
segera telepon ke Unit Farmasi.
4. Petugas Unit Farmasi segera mengirim obat narkotika
tersebut ke Ruang Perawatan / Unit lain atau petugas
ruang perawatan / unit lain ke Unit Farmasi
mengambil oabt narkotika tersebut dengan bukti serah
terima.
5. Dalam bukti serah terima ditulis tanggal, nama pasien,
ruang perawatan / instalasi lain dan jumlah obat
narkotika yang diserahterimakan serta ditandatangani
oleh penerima dan yang menyerahkan.
Unit Terkait  Unit Rawat Inap
 Unit Gawat Darurat
 Unit Apotik
PENYIMPANAN BAHAN YANG
MUDAH TERBAKAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/015 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Yang dimaksud dengan penyimpanan bahan yang mudah
terbakar adalah penyimpanan bahan kimia yang mudah
terbakar pada tempat tertentu.
Tujuan Agar bila terjadi kontaminasi dan atau kebakaran mudah dan cepat
penanggulangannya.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Apabila ada pembelian / pengiriman bahan kimia
yang mudah terbakar (alkohol) diterima oleh petugas
gudang Instalasi Farmasi.
2. Kemudian bahan kimia tersebut disimpan / diletakkan
pada tempat penyimpanan khusus bahan yang mudah
terbakas yaitu dekat dengan wastafel dan pintu keluar
serta APAR (Alat Pemadam Kebakaran Ringan).
Unit Terkait  Unit Apotik
PENCATATAN DAN PELAPORAN PENGGUNAAN
PERBEKALAN FARMASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/016 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Semua penggunaan dan penyaluran perbekalan farmasi dicatat
dan dilaporkan sesuai dengan ketentuan.
Tujuan Agar pencatatan dan pelaporan penggunaan perbekalan farmasi
berjalan dengan tertib administrasi.
Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA
HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Setiap hari setelah resep dilayani atau setelah terjadi
penyerahan perbekalan farmasi baik kepada pasien
maupun poliklinik / ruang perawatan / Instalasi lain.
2. Hasil rekapan setiap awal bulan dibuat laporan
pemakaian perbekalan farmasi pada pasien umum,
pemakaian narkotik dan psikotropika, pemakaian obat
OKT,pemakaian obat generik.
3. Laporan dikumpulkan oleh koordinator / petugas yang
ditunjuk kemudian diserahkan kepada Kepala
Instalasi Farmasi.
4. Kepala Instalasi Farmasi menyerahkan laporan
tersebut kepada Subag Tata Usaha untuk diteruskan
sesuai dengan ketentuan.
5. Kepala Instalasi Farmasi dan atau Wakilnya
menyiapkan arsip laporan.
Unit Terkait  Unit Apotik
PELAYANAN RESEP/DO PENDERITA RAWAT INAP
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/017 00 1/1

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur
Standar 26 Maret 2018
Prosedur dr. Evie Kusmiati
Operasional NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pelayanan resep/daftar obat penderita rawat inap adalah
kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi
kebutuhan pasien rawat inap di Rumah Sakit dengan sistem
resep perorangan melalui daftar obat pasien.
Tujuan  Tercapainya pelayanan kefarmasian dengan mutu cakupan
dan efisiensi yang optimal melalui pelayanan perbekalan
farmasi pasien rawat inap.
 Terjaminnya pemberian obat secara rasional sesuai DPHO.
 Dilaksanakan setiap hari pada jam kerja
 Melayani pasien : Umum

Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA


HM/III/2018 tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA
Harapan Mulia
Prosedur 1. Petugas farmasi melakukan peracikan, memberi
label/etiket dan menyiapkan obat, alat/bahan yang
diminta dan mencatat pengeluaran pada kartu stock.
2. Petugas farmasi mencatat pengeluaran obat, bahan
dan alkes perhari, perpasien pada buku pencatatan.
3. Petugas farmasi menyerahkan barang farmasi yang
diminta kepada petugas ruangan (perawat).
4. Petugas ruangan menandatangani bukti penerimaan
barang pada arsip di Instalasi Farmasi.
5. Petugas ruangan menyerahkan barang farmasi kepada
pasien di ruangan.
6. Petugas di ruangan merekap semua pemakaian pasien
selama perawatan.
7. Pasien membayar pada sentral pembayaran sebelum
pulang.
8. Petugas farmasi membuat rekapan/laporan pemakaian
dan penggunaan barang farmasi setiap bulan untuk
diserahkan pada ......................... paling lambat tgl 10
bln berjalan.
Unit Terkait  Unit Rawat Inap
 Unit Apotik
PELAYANAN RESEP DI LUAR JAM KERJA (IRD)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/018 00 1/1
Standar Tanggal Terbit Ditetapkan
Prosedur Direktur
Operasional 26 Maret 2018
dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pelayanan resep di luar jam kerja (IRD) adalah kegiatan
pendistribusian/pelayanan perbekalan farmasi untuk memenuhi
kebutuhan pasien diluar jam kerja (IRD).
Tujuan  Tercapainya pelayanan kefarmasian dengan mutu, cakupan dan
efisiensi yang optimal melalui pelayanan perbekalan farmasi
pasien rawat darurat.
 Terjaminnya pemberian obat secara rasional sesuai formularium
selama 24 jam.

Kebijakan Peraturan Direktur Nomor 00.09/PER/DIR/RSIA HM/III/2018


tentang Panduan Pelayanan Farmasi di RSIA Harapan Mulia
Prosedur 1. Dokter di IRD menulis / memberikan resep.
2. Petugas di IRD mengentry resep tersebut di komputer dan
memberi nomor register.
3. Nomor register dibawa/antar ke apotik.
4. Petugas farmasi memanggil nomor register yang dimaksud
pada komputer.
5. Data disimpan sesuai nomor kemudian di cetak 3 rangkap.
 Rangkap 1 untuk pasien
 Rangkap 2 untuk petugas
 Rangkap 3 untuk Instalasi Farmasi
6. Pasien membayar pada sentral pembayaran
7. Petugas farmasi melakukan peracikan, memberi label/etiket
dan menyiapkan obat, bahan dan alat yang diminta setelah
pasien/keluarnya pasien menyerahkan bukti pelunasan.
8. Petugas farmasi menyerahkan obat, bahan/alat kesehatan
pada pasien.
9. Petugas farmasi mencatat pengeluaran barang farmasi pada
kartu stock dan mencatat dalam buku pencatatan.
10. Petugas farmasi merekap semua pemakaian setiap akhir
bulan dan merekap penulisan.
11. Resep generik dan non generik
12. Petugas Farmasi di apotik IRD membuat laporan kepada
Kepala Instalasi Farmasi paling lambat tanggal 5 bulan
berjalan.
Unit Terkait  Perawat dan Unit Apotik
PENGENDALIAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RSIAHM/SPO/APT/019 00 1/2
Standar Tanggal Terbit Ditetapkan
Prosedur Direktur
Operasional 26 Maret 2018
dr. Evie Kusmiati
NIK : 0/18.03/00427
Pengertian Pengawasan dan pengendalian penggunaan obat-obatan
golongan narkotika dan psikotropika dalam pelayanan kepada
pasien di apotik sesuai dengan peraturan yang berlaku
Tujuan Menjaga keamanan penggunaan obat golongan narkotika dan
psikotropika di RSIA Harapan Mulia, menghindari penyalahgunaan
obat golongan narkotika dan psikotropika
Kebijakan Peraturan Direktur RSIA Harapan Mulia tentang Peresepan
Obat Psikotropika dan Narkotika Nomor : 010/PER/DIR/RSIA-
HM/III/2018
Prosedur 1. Petugas farmasi melakukan penerimaan obat golongan
narkotika dan psikotropika.
2. Petugas farmasi melakukan penyimpanan obat golongan
narkotika dan psikotropika didalam lemari khusus dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. terbuat dari bahan yang kuat;
b. tidak mudah dipindahkan dan mempunyai 2 (dua) buah
kunci yang berbeda;
c. diletakkan di tempat yang aman dan tidak terlihat oleh
umum ; dan
d. kunci lemari khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung
jawab/Apoteker yang ditunjuk dan pegawai lain yang
dikuasakan.
3. Petugas farmasi melakukan screening resep yang
mengandung obat-obatan golongan narkotika dan
psikotropika.
4. Petugas farmasi yang membawa kunci lemari khusus
melakukan pengambilan obat narkotika dan psikotropika di
lemari khusus disaksikan oleh petugas lain yang membawa
kunci.
5. Petugas farmasi menulis jumlah pengambilan ke kartu stok
obat yang terdapat di lemari khusus penyimpanan obat
golongan narkotika dan psikotropika
PENGENDALIAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA

Standar Prosedur No. Dokumen No. Revisi Halaman


Operasional RSIAHM/SPO/APT/018 00 2/2
6. Petugas farmasi menyiapkan obat sesuai dengan resep
dengan disertai pencatatan dalam buku harian penggunaan
obat golongan narkotika dan psikotropika yang
mencantumkan identitas pasien
Unit Terkait  Perawat
 Unit Apotik