Anda di halaman 1dari 4

PENGEMASAN KEMBALI SEDIAAN PULVIS ATAU SERBUK

DIFENYLHIDANTOIN
No. dokumen No. revisi Halaman
06.05.01.10.R00 0
Tanggal terbit Ditetapkan oleh
STANDAR 1 November 2014 DIREKTUR RUMAH SAKIT
OPERASIONAL
PROSEDUR
(……………………)
1. TUJUAN Prosedur ini dibuat untuk pelaksanaan pelayanan terhadap pengemasan
kembali pulvis difenilhidantoin (fenitoin) supaya kesalahan dalam proses
produksi

2. RUANG
LINGKUP
3. TARGET MUTU Semua pulvis difenilhidantoin (fenitoin) sesuai dengan dosisnya
4. DEFINISI 1. Good Pharmacy Practice (GPP) in Developing Countries,
Recommendations for step-wise implementation, 1998. FIP
2. Good Pharmacy Practice-l P.A.-C,D.S.C.O.-W H O.INDIA
COUNTRY OFFICE, 2005
3. SK Direktur Nomor 1333/Per/XII/1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit
4. SK Direktur Nomor 1045/Per/lX/2006 tentang pelayanan produksi
farmasi skala kecil di rumah sakit.
5. SK Direktur no. 1222/per/X/2010 Tentang standar peracikan obat.
5. REFERENSI
6. DIDISTRIBUSIK Apoteker, tenaga teknis kefarmasian bagian produksi
AN KEPADA
7. KETENTUAN
UMUM
8. PROSEDUR 1. Menyiapkan Alat dan bahan
a. ALAT
- Mortir
- Stamfer
- Sudip
- Neraca timbang 2 lengan
b. BAHAN
- Fenitoin
- Laktosa
- Kertas perkamen
2. Menyiapkan petugas dan tempat peracikan
- Cuci tangan dengan sabun sebelum melakukan peracikan dan
penimbangan
- APT/TTK menggunakan alat pelindung diri meliputi masker,
sarung tangan dan baju khusus peracikan
- Melakukan desinfeksi dengan etanol 70% pada alat berupa
mortar dan stamfer serta pada meja peracikan.
3. Pelaksanaan
- APT/TTK Menyiapkan bahan fenitoin dan laktosa.
- Menghitung kesesuaian dosis dan tidak melebihi dosis
maksimum
- Mengambil obat dan pembawanya dengan menggunakan sarung
tanganlalat/spatula/ sendok.
- Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan
mengembalikan ke tempat semula (untuk tablet dalam
kaleng)
- Mencatat pengeluaran obat pada kartu stok
- Bahan baku obat ditimbang pada timbangan yang sesuai
- Jika memungkinkan selalu dibuat bobotnya 0.5 gram
- Dengan memperhatikan faktor inkompatibilas obat, lakukan
penggerusan dan campur hingga homogen. Serbuk dibagi-
bagi menurut penglihatan, tetapi sebanyak-banyaknya 10
bunqkus. Untuk serbuk yang akan dibagi dalam jumlah lebih
dari 10 bungkus, serbuk dibagi dengan jalan menimbang dalam
sekian bagian, sehingga dari setiap bagian sebanyak-
banyaknya dapat dibuat 10 bungkus serbuk. Serbuk dikemas
dengan kertas perkamen, atau kemasan plastik lekat.
- Dilakukan pemeriksaan keseragaman bobot kandungan tidak
boleh satu serbukpun lebih dari 10% dari bobot rata-ratanya.
4. Pengemasan
- Pengemasan fenitoin dibungkus dengan kertas perkamen
- Disimpan dalam toples atau plastic berwarna coklat untuk
menghindari proses oksidasi.
- Diberikan etiket putih
- Dituliskan nama obat, potensi obat, bentuk sediaan, tanggal
pembuatan dan tanggal kadaluarsa
- Disertakan brosur obat mengenai indikasi, KI, ES, dan suhu
penyimpanan.
9. Lampiran Umum Kartu stok RS UAD
Tanggal Masuk keluar

ETIKET OBAT

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh Disahkan Oleh

Pengendali sistem mutu Kepala Perwakilan Manajemen Wakil Direktur Direktur

Bidang produksi

(………………………………) (………………………………) (……………) (…………………)