Anda di halaman 1dari 14

Autopsi Verbal

No. Dokumen : 440 / /SOP/PKM/1U/2018

No. Revisi :
DAFTAR
Tanggal Terbit :
TILIK
PUSKESMAS
Halaman :
1 ULU

NO. Langkah Kegiatan Tidak


Ya Tidak
Berlaku
1. Petugas mendapatkan data kematian warga di wilayah
puskesmas 1Ulu dari kader/warga/kelurahan.

2. Petugas mendatangi rumah keluarga warga yang


meninggal dengan membawa surat tugas.

3. Petugas melakukan pengisian form autopsi verbal sesuai


dengan umur warga yang meninggal.

4. Petugas mengumpulkan form autopsi verbal yang telah


diisi ke dokter fungsional puskesmas.

5. Dokter fungsional menetapkan penyebab kematian warga


berdasarkan hasil autopsi verbal.

6. Puskesmas menerbitkan surat keterangan kematian atas


warga tersebut berdasarkan hasil autopsi verbal.

Tingkat kepatuhan (Compliance Rate) Jumlah


yang di
bagi
dengan
jumlah
(Ya+Tidak)
x 100%
AUTOPSI VERBAL

No. Dokumen : 440/ /SOP/PKM/1U/2018


No. Revisi : -
SOP Tanggal
:
Terbit
Halaman : 1/2
PUSKESMAS Hj. Lela Harmiyati,SKM.MKM
1 ULU NIP.196910101995022001

Autopsi verbal adalah suatu form yang diisi oleh petugas paramedis yang telah dilatih
1. Pengertian untuk membantu menegakkan penyebab kematian warga yang meninggal bukan di rumah
sakit. Keterangan kematian adalah surat yang dikeluarkan puskesmas setelah petugas
membuatkan autopsi verbal.

2. Tujuan Sebagai panduan untuk mengisi form autopsi verbal dan membuat surat keterangan
kematian.

3. Kebijakan Keputusan kepala puskesmas no.440/ /SOP/PKM/1U/2018 tentang pembuatan sop


pelayanaan,program dan kegiatan puskesmas 1 ulu.
4. Referensi Manual Mutu Puskesmas 1 Ulu Palembang tahun 2018

5.Prosedur 1. Alat : -
2. Bahan :
a. Form Kuesioner Autopsi Verbal Umur 12 Tahun keatas
b. Form Kuesioner Autopsi Verbal Umur >28 hari - 12 Tahun
c. Form Kuesioner Autopsi Verbal Umur 0-28 hari
d. Surat keterangan kematian.

6. Langkah- 1. Petugas mendapatkan data kematian warga di wilayah puskesmas 1 ulu dari
langkah kader/warga/kelurahan.
2. Petugas mendatangi rumah keluarga warga yang meninggal dengan membawa
surat tugas.
3. Petugas melakukan pengisian form autopsi verbal sesuai dengan umur warga yang
meninggal.
4. Petugas mengumpulkan form autopsi verbal yang telah diisi ke dokter fungsional
puskesmas.
5. Dokter fungsional menetapkan penyebab kematian warga berdasarkan hasil autopsi
verbal.
6. Puskesmas menerbitkan surat keterangan kematian atas warga tersebut berdasarkan
hasil autopsi verbal.
7. Bagan Alir
Petugas mendapatkan data
Petugas mendatangi rumah
kematian warga di wilayah
MULAI keluarga warga yang meninggal
puskesmas gandus dari
dengan membawa surat tugas.
kader/warga/kelurahan.

Dokter fungsional Petugas mengumpulkan Petugas melakukan


menetapkan penyebab form autopsi verbal yang pengisian form autopsi
kematian warga telah diisi ke dokter verbal sesuai dengan
berdasarkan hasil autopsi fungsional puskesmas. umur warga yang
verbal meninggal.

Puskesmas menerbitkan surat


keterangan kematian atas warga SELESAI
tersebut berdasarkan hasil autopsi
verbal.

8.Hal-hal yang Petugas dapat mengisi form autopsi verbal dengan tepat.
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait _

10. Dokumen _
terkait

11.Rekaman
Histori perubahan No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS 1 ULU
Jalan H. Faqih Usman No. 2329 Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Telepon : (0711) 511497 Kode pos 30257
E-mail : puskesmas_1ulu@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


KEMATIAN (COD / COUSE OF DEATH)

A. Pendahuluan
Saat ini status kesehatan di Indonesia masih jauh dari harapan, ditandai
dengan masih tingginya angka kematian yang penyebab kematian nya bukan dirumah
sakit yang perlu diperhatikan terutama Angka kematian ibu (AKI),Ketidaktahuan
tentang penyakit yang diderita yang menyebabkan kematian. Sehingga memerlukan
tindakan yang promotif dan preventif yang membutuhkan intervensi dan penanganan
yang lebih lanjut.Jika tidak dilakukan intervensi yang signifikan dan efektif. Untuk
menurunkan angka kematian, salah satu faktor utama adalah dengan cara
memberikan pengetahuan kepada warga tentang cara hidup sehat dan untuk kasus
kematian ibu dengan cara menekankan penyebab komplikasi dari kematian neonatal.
Angka kematian neonatal di Indonesia menunjukkan kecenderungan penurunan yang
sangat lambat dalam kurun waktu 10 tahun bila dibandingkan dengan angka kematian
bayi dan Balita.
Terdapat tiga jenis area intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan
angka kematian dan kesakitan yaitu melalui: (1) peningkatan pelayanan yang mampu
mendeteksi dan menangani kasus risiko tinggi secara memadai, (2) pertolongan
pertama oleh tenaga kesehatan terampil serta (3) pelayanan emergensi dan
komprehensif yang dapat dijangkau.
Adapun Visi, Misi, dan Tata Nilai Puskesmas 1 Ulu adalah, Visi Puskesmas 1
Ulu: Tercapainya Masyarakat Kelurahan 1 Ulu dan 2 Ulu Sehat dan Mandiri tahun
2018 dan Misi Puskesmas 1 Ulu : Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
bermutu, Meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan,
Mengembangkan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masyarakat, Meningkatkan
kerjasama lintas program dan lintas sektor, Menciptakan kemandirian masyarakat
menuju keluarga sehat, Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam
deteksi dini Penyakit. Dan Tata Nilai Puksesmas 1 Ulu yaitu S : Sopan Santun, E :
Empati, H : Handal , A : Amanah, T : Tanggung Jawab.
B. Latar Belakang
Beberapa program penurunan angka kematian di Indonesia telah dilakukan melalui
kebijakan Making Pregnancy Safer (MPS). Salah satunya adalah dengan
meningkatkan mutu dan menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan di tingkat
pelayanan dasar dan pelayanan rujukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
mengembangkan konsep Audit Auptopsi Verbal (AV) tingkat Kota. Ruang lingkup AV
yang dikembangkan dalam pedoman ini mencakup audit untuk semua usia yang
penyebab kematiannya atau meninggal bukan di rumah sakit. AV dapat dimanfaatkan
untuk menggali permasalahan yang berperan atas kejadian morbiditas maupun
mortalitas yang berakar pada pasien/ keluarga, petugas kesehatan, manajemen
pelayanan, serta kebijakan pelayanan. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola
program di Kota dan para pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar (puskesmas
dan jajarannya) dan di tingkat pelayanan rujukan dapat menetapkan prioritas untuk
mengatasi faktor-faktor yang berpengaruh tersebut.
Data dari AV di tingkat Kota diharapkan akan dapat digunakan untuk proses audit di
tingka provinsi. Pada tingkat ini, dapat dilibatkan pakar dari berbagai macam bidang
(misalnya terkait transportasi, dan lain-lain) untuk menghasilkan intervensi yang
berbasis bukti dan diharapkan dapat memperbaiki kualitas pelayanan. Dinas
Kesehatan Provinsi berkepentingan untuk mengumpulkan data AV dari seluruh
Kabupaten/Kota di wilayahnya. Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi diharapkan dapat
memfasilitasi kegiatan AV di Kabupaten/Kota dalam hal bila terjadi kematian lintas
batas dan menyediakan pengkaji eksternal bagi Kabupaten/Kota yang
memerlukannya.

C. Tujuan
a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan di seluruh wilayah kota dalam rangka
mempercepat penuruna angka kematian terutama angka kematian ibu dan
perinatal.
b. Tujuan Khusus
a. Menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus kebidanan dan perinatal
secara teratur dan berkesimnambungan, yang dilakukan oleh dinas
kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit pemerintah atau swasta dan
puskesmas, rumah bersalin (RB), bidan praktek swasta atau BPS di
wilayah kabupaten/kota dan dilintas batas kabupaten/kota provinsi
b. Menetukan intervensi dan pembinaan untuk masing-masing pihak yang di
perlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam
pembahasan kasus
c. Mengembangkan mekanisme koordinasi antara dinas kesehatan
kabupaten/kota, rumah sakit pemerintah/swasta, puskesmas, rumah sakit
bersalin dan BPS dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan
evaluasi terhadap intervensi yang disepakati.

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


No. Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
A Pelacakan Kasus Pembentukan tim AV
Kematian Penyebarluasan informasi dan petunjuk teknis
pelaksanaan AV
Menyusus rencana (POA) AV
Orientasi pengelola program dalam pelaksanaan AV
Pelaksanaan kegiatan AV
Penyusunan rencana tindak lanjut terhadap temuan
dari kegiatan
Pemantauan dan evaluasi

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Menyampaikan informasi kepada staf puskesmas terkait mengenai upaya
peningkatan kualitas pelayanan melalui kegiatan AV
2. Melakukan pencatatan atas kasus kesakitan dan kematian dan penanganan
atau rujukan nya ,untuk kemudian dilaporkan kedinas kesehatan kota
3. Mengikuti pertemuan AV dikabupaten/kota
4. Melakukan pelacakan sebab kematian (otopsi verbal ) selambat-lambatnya 7
hari setelah menerima laporan. Informasi ini harus dilaporkan ke dinas
kesehatan kota selambat-lambatnya dalam waktu 1 bulan . temuan otopsi
verbal dibicarakan dalam pertemuan audit di dinas kesehatan kota .
5. Mengikuti/melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas pelayanan,sebagai
tindak lanjut dari kegiatan audit
6. Membahas kasus pertemuan AV di kabupaten/kota
7. Membahas hasil tindak lanjut AV non medis dengan lintas sektor terkait.

F. Sasaran
Seluruh masyarakat yang mengalami kematian dirumah,dijalan yang berada
dikelurahan wilayah kerja Puskesmas 1 ulu Kecamatan SU1 Palembang.
G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
BULAN
NO KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Kunjungan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
rumah keluarga
pasien cod

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Pengelola Program dan pelaksana program pelacakan kasus kematian memahami
pelaksanaan kegiatan program dan dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan
acuan yang ada.

I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan


1. Dilakukan pencatatan dan pelaporan Program pelacakan kasus kematian dari
tiap anggota tim dan bidan setempat
2. Mengevaluasi hasil kegiatan pelacakan kasus kematian setiap bulannya.

Mengetahui,
Plt. Kepala Puskesmas 1 Ulu Pemegang Program

Hj. Lela Harmiyati, SKM.MKM Helen siska, Am.Keb


Penata Tk I Non PNSD
NIP.196910101995022001
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS 1 ULU
Jalan H. Faqih Usman No. 2329 Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Telepon : (0711) 511497 Kode pos 30257
E-mail : puskesmas_1ulu@yahoo.co.id

RENCANA KEGIATAN PROGRAM COD


PUSKESMAS 1 ULU PALEMBANG TAHUN 2018

BULAN : FEBRUARI 2018


PETUGAS : HELEN SISKA, Am.Keb

N HARI/TANGGAL TEMPAT JENIS KEGIATAN SASARAN KET


O

1 SENIN/ 12 1 ULU AUTOPSI VERBAL WARGA


FEBRUARI 2018 RT 21 KEMATIAN DI KELURAHAN
RUMAH 1 ULU DAN 2
ULU YANG
MENINGGAL
DI RUMAH

Mengetahui,
Plt. Kepala Puskesmas 1 Ulu Pemegang Program

Hj. Lela Harmiyati, SKM.MKM Helen siska, Am.Keb


NIP.196910101995022001 Non PNSD
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS 1 ULU
Jalan H. Faqih Usman No. 2329 Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Telepon : (0711) 511497 Kode pos 30257
E-mail : puskesmas_1ulu@yahoo.co.id

BULAN : APRIL 2018


PETUGAS : HELEN SISKA, Am.Keb

NO HARI/TANGGAL TEMPAT JENIS KEGIATAN SASARAN KET

1 JUMAT/ 20 1 ULU RT AUTOPSI VERBAL WARGA


APRIL 2018 06 KEMATIAN DI KELURAHAN 1
RUMAH ULU DAN 2
ULU YANG
MENINGGAL DI
RUMAH

Mengetahui,
Plt. Kepala Puskesmas 1 Ulu Pemegang Program

Hj. Lela Harmiyati, SKM.MKM Helen siska, Am.Keb


NIP.196910101995022001 Non PNSD
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS 1 ULU
Jalan H. Faqih Usman No. 2329 Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Telepon : (0711) 511497 Kode pos 30257
E-mail : puskesmas_1ulu@yahoo.co.id

PEDOMAN PROGRAM KEMATIAN


COD / COUSE OF DEATH

A. Pendahuluan
Pembahasan kasus kematian adalah diskusi tentang kasus kematian yang nyata
terjadi di ruang rawat inap tentang pelaksanaan asuhan medis sejak pasien dirawat
sampai meninggal. Sub Komite Mutu Profesi Medik bertugas mempertahankan
kompetensi dan profesionalisme staf medis. SMF adalah kelompok staf medis yang
keanggotaannya sesuai dengan profesi dan keahliannya. Unit pelayanan adalah unit
yang menyelenggarakan upaya kesehatan yaitu rawat jalan, rawat inap, gawat
darurat, rawat intensif, kamar operasi, kamar bersalin, radiologi, laboratorium, dan
lain-lain. Asuhan medis adalah kegiatan medis yang diberikan kepada pasien dan
keluarganya melalui pendekatan proses kedokteran sesuai standar operasional
prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

B. Ruang Lingkup
Pembahasan kasus kematian dapat dilakukan melalui mekanisme rapat audit medis
dan dapat pula dilakukan di rapat kelompok staf medis. Yang perlu diperhatikan
adalah tidak semua kasus kematian harus dibahas. Pembahasan kasus kematian
tergantung dari ruang Iingkup dan besar permasalahan dari kasus kematian tersebut.

Idealnya semua kasus dapat diselesaikan di tingkat SMF, namun kita sadari
pelayanan medik adalah sangat kompleks dan antar spesialisasi bisa saling terkait.
Jadi suatu kasus kematian bisa dibahas hanya ditingkat SMF saja dan ada pula yang
langsung dibahas di tingkat rumah sakit karena kasus kematian tersebut melibatkan
banyak jenis spesialisasi.
C. Kegiatan pokok dan rincina kegiatan

No. Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan


A Pelacakan Pembentukan tim AV
Kasus Kematian Penyebarluasan informasi dan petunjuk teknis
pelaksanaan AV
Menyusus rencana (POA) AV
Orientasi pengelola program dalam pelaksanaan
AV
Pelaksanaan kegiatan AV
Penyusunan rencana tindak lanjut terhadap
temuan dari kegiatan
Pemantauan dan evaluasi

D. Tata Laksana

Mekanisme pembahasan kasus kematian dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Pembahasan kasus kematian dilakukan sesuai pengaturan waktu yang telah


ditentukan oleh masing-masing SMF;

2. Setiap pertemuan membahas minimal 1 (satu) kasus kematian;

3. Kasus yang dipresentasikan adalah kasus yang telah diberikan asuhan medis
secara lengkap namun masih terdapat kesulitan yang menyebabkan pasien
meninggal;

4. Dalam pertemuan pembahasan kasus kematian dihadiri oleh Ketua SMF, DPJP,
Komite Medik/Sub Komite Mutu Profesi Medik, Peserta didik dan apabila diperlukan
DPJP dari SMF lain;

5. Setiap kali pertemuan ilmiah harus disertai notulensi, kesimpulan dan daftar hadir
peserta yang menjadi dokumen/arsip Sub Komite Mutu Profesi Medik

E. Rincian Kegiatan, Sasaran Khusus, Cara Melaksanakan Kegiatan

No Kegiatan Sasaran Cara Melaksanakan


Rincian Kegiatan Sasaran
. Pokok Umum Kegiatan
Pelacakan Seluruh Pembentukan tim AV
Kasus warga yang Penyebarluasan informasi
Kematian kasus dan petunjuk teknis
kematian nya
pelaksanaan AV
bukan
dirumah sakit Menyusus rencana (POA) AV
yang berada Orientasi pengelola program
dikelurahan dalam pelaksanaan AV
wilayah kerja Pelaksanaan kegiatan AV
Puskesmas 1 Penyusunan rencana tindak
ulu
lanjut terhadap temuan dari
Kecamatan
SU1 kegiatan
palembang Pemantauan dan evaluasi
F. Rencana Kegiatan

2018
No. Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
1. Pembentukan tim
x
AV
2. Penyebarluasan
informasi dan
x
petunjuk teknis
pelaksanaan AV
3. Menyusus rencana
x
(POA) AV
4. Orientasi
pengelola program
x
dalam
pelaksanaan AV
5. Pelaksanaan
x x x x x x x x x x x x
kegiatan AV
6. Penyusunan
rencana tindak
lanjut terhadap x
temuan dari
kegiatan
7. Pemantauan dan
x x x x x x
evaluasi

G. Pencatatan Penyebab Kematian


Setiap kematian yang terjadi diluar fasilitas kesehatan harus dilakukan penelusuran
penyebab kematian, penelusuran penyebab kematian dilakukan dengan metode
autopsi verbal. Autovsi verbal dapat dilakukan oleh bidan atau perawat yang terpilih
melalaui wawancara dengan keluarga terdekat dari almarhum atau pihak lain yang
mengetahui penyebab kematian.

H. Pembinaan dan Pengawasan


Walikota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pencatatan
kematian dan penyebab kematian di kelurahan

I. Penutup
Peraturan walikota ini mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2017. Agar setiaop orang
mengetauinya, memerintahkan pengundangan peraturan walikota ini dengan
penempatannya dalam berita daerah kota Palembang.