Anda di halaman 1dari 4

SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA

ANTARA
SMK YPC TASIKMALAYA
DENGAN
BENGKAL MESIN A C C TASIKMALAYA
TENTANG
PRAKTEK KERJA INDUSTRI ( PRAKERIN )
Nomor : 129 / 102 . 14.28 / SMK YPC / HM / 02

Pada hari ini Kamis tanggal sebelas bulan September tahun dua ribu empat, kami yang
bertanda tangan di bawah ini :
1. Adang Abdullah, S.Pd., bertindak untuk dan atas nama kepala sekolah SMK
YPC
Tasikmalaya beralamat di jl. Rumah sakit No. 29 Kecamatan Tawang di
sebut sebagai PIHAK KESATU
2. Alek Alamsyah , bertindak untuk dan atas nama BENGKEL MESIN A C C
beralamat di jalan SL . Tobing Tasikmalaya , selanjutnya di sebut sebagai
PIHAK KEDUA

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerja sama dalam rangka peningkatan
mutu pndidikan dan sumber daya manusia dalam bidang keterampilan dan jasa siap
kerja yang diatur dalam pasal – pasal sebagai berikut:

Pasal 1
TUJUAN
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui
peningkatan mutu pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan YPC Tasikmalaya,
sesuai dengan tuntutan dunia industri serta perkembangan ilmu dan teknologi melalui
program praktek kerja industri (PRAKERIN )

Pasal 2
LINGKUP KERJA SAMA
Kerja sama ini meliputi pembinaan dan pengembangan pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan dengan perincian sebagai berikut :
1. Pelaksanaan dan pengembangan praktek kerja industri
2. Pengembangan kurikulum/standarisasi prakerin
3. Pemanfaatan fasilitas kedua belah pihak
4. Kegiatan promosi untuk kepentingan bersama
5. Transfer informasi perkembangan IPTEK
Pasal 3
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
PIHAK KESATU bertugas dan bertanggung jawab
1. Mengadakan kordinasi dengan pemerintah daerah dan intansi terkait.
2. Menyiapkan peserta diklat yang akan melaksanakan praktek kerja
industri (prakerin)
3. Menyiapkan perlengkapan administrasi peserta diklat praktek kerja
industri (prakerin)
4. Menyiapkan instrumen operasional dan buku jurnal kegiatan peserta
diklat yang melaksanakan praktek kerja industri (prakerin )
5. Mengkoordinasikan pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin)
6. Memberi penghargaan kepada industri yang telah membantu pelaksanaan
praktek kerja industri (prakerin)

PIHAK KEDUA bertugas dan bertanggung jawab


1. Menentukan jumlah peserta diklat yang akan melaksanakan praktek kerja
industri (prakerin), dengan memperhatikan kondisi/daya tampung pihak
kedua
2. Memberikan informasi tentang bidang pekerjaan/program keahlian yang
dapat dipelajari dan dikerjakan oleh peserta diklat praktek kerja industri
(prakerin).
3. Memberikan informasi tentang kemajuan yang telah dicapai peserta
diklat selama melaksanakan praktek kerja industri dengan mengisi buku
laporan pembimbing
4. Memantau kegiatan peserta diklat dengan memberi paraf pada buku
jurnal kegiatan
5. Memberi masukan kepada pihak kesatu guna perbaikan pelaksanaan
praktek kerja industri (prakerin)
6. Bekerja sama dengan sekolah dalam melaksanakan Ebtanas Produktif
7. Memberikan penilaian kepada peserta diklat yang melaksanakan praktek
kerja industri (prakerin) .
8. Mengikut sertakan peserta praktek kerja industri (prakerin) pada program
jaminan sosial tenaga kerja dengan lingkup jaminan kecelakaan kerja,
yang peraturan pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan
perundangan yang berlaku.
Pasal 4
PEMBIAYAAN
Segala pembiayaan yang timbul dalam pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin)
akan di tanggung oleh PIHAK KESATU dengan tidak menutup partisipasi dari PIHAK
KEDUA, kesepakatan lebih lanjut akan diatur kemudian.

Pasal 5
JANGKA WAKTU
kerja sama pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin) ini berlaku selama 3 (tiga)
tahun, terhitung sejak ditandatangani surat perjanjian kerja sama ini dan dapat
diperpanjang sesuai dengan kesepakatan bersama.

Pasal 6
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Lamanya pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin) dalam satu periode / angkatan
disesuaikan dengan ketentuan dari Depertemen Pendidikan Nasional, dan kesepakatan
bersama kedua belah pihak .

Pasal 7
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Apabila terjadi sesuatu hal / masalah yang timbul akibat dari kerjasama ini, akan
diselesaikan oleh kedua belah pihak dengan jalan musyawarah.
2. Apabila cara sebagaimana tersebut pada ayat 1 pasal ini tidak dapat menyelesaikan
perselisihan, selambat – lambatnya 3 (tiga) bulan setelah musyawarah tersebut,
maka perjanjian kerja sama ono batal dengan sendirinya.

Pasal 8
ADDENDUM
Penambahan dan / atau perubahan pada surat perjanjian kerjasama ini dinyatakan sah
dan mengikat kedua belah pihak apabila disepakati dan di tanda tangani oleh kedua
belah pihak.
Pasal 9
PENUTUP
1. Perjanjian kerja sama ini dibuat rangkap 2 (dua), dengan masing-masing diberi
materi yang cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama . lembar pertama
untuk PIHAK KESATU sedangkan lembar kedua untuk PIHAK KEDUA.
2. Hal-hal lain yang belum tertuang dalam naskah kerja sama ini akan di stur dan di
tetapkan kemudian, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat
perjanjian kerja sama ini.
3. Demikian surat perjanjian ini dibuat dan diselesaikan pada hari, tanggal, bulan dan
tahun sebagaimana tersebut di atas.

PIHAK KESATU PIHAK KEDUA