Anda di halaman 1dari 3

KRONOLOGIS

Hari : Kamis
Tanggal : 24 Mei 2018
Petugas : Rika Samra, Leni Marlina, Resty Desrinal
Petugas : KB-BS

JAM URAIAN KEJADIAN UNIT


TERKAIT
21.05 Perawat IGD (Titin) menghubungi VK untuk konfirmasi bahwa ada
pasien kebidanan pasien dr. Zul Aida, SpOg, rencana SC jam 22.00
WIB dengan diagnosa G1P0A0H0 gr 35-36 minggu + Letsu, ketuban
sudah pecah dari pukul 18.35 wib, instruksi DPJP pasien observasi
VK, dan Bidan Indah menyiapkan ruangan kamar bersalin.

21.20 Pasien tiba di VK, dan Bid. Rika overan dengan Perawat IGD
(Titin), Perawat Titin menyampaikan pasien rencana SC jam 22.00
WIB dengan dr.ZA, SpOg sedangkan anestesi dr. Dendy, Sp.An
sudah Acc dan dr. anak dr. Dedi Gafar, Sp.A juga sudah di Acc, dan
OT juga sudah di konfirmasi untuk rencana SC jam 22.00 WIB.
Bd. Rika melakukan pemeriksaaan ulang, dan melaporkan hasil
pemeriksaaan via phone, k/u pasien baik, TTV Dalam batas normal,
djj 153x/i. Vt 5 cm, his : 2-3x 10” dalam 20 detik., presentasi
bokong,. Jawaban dr ZA “iya..masih adakan bidan ibu (Yesi) disana
ka?” Jawaban Rika, “masih bu”. Ya sudah tunggu ya “OK bu”

22.09 Pasien mengatakan sakit bertambah dan rasa mau BAB, dilakukan
VT ulang oleh Bid.Rika, pembukaan 8-9 cm. Bid. Rika melapor via
phone, advis “iya..ibu kesana, tunggu saja”.

22.20 dr ZA tiba di VK, dan langsung menginstruksi drip synto 1 ampul 20


tpm, dan Bid. Resty memasukkan drip induxin 1 ampul 20 tpm.
Dr. ZA menanyakan ke perawat Leni, dr anak siapa? Perawat Leni
menjawab dr. Dedi Gafar, Sp.A dan dr ZA menyuruh perawat Leni
untuk menelfhon dr. Cherlina saja. Pada saat itu, dr Gandra datang
ke VK dan perawat Leni menjelaskan kepada dr Gandra bahwa
jadwal oncall dr anak adalah dr.Dedi Gafar, sedangkan dr ZA
menyuruh menelpon dr Cherlina. dr Gandra menjawab apakah dr
anaknya disuruh datang/tidak? Perawat Leni menanyakan lagi
kepada dr ZA, dan beliau menjawab “tidak usah, nanti saja”. Perawat
Leni menjelaskan ke dr Gandra, bahwa dr ZA mengatakan nanti
saja.

22.22 Perawat Leni menelpon perawat NICU (Mega) dan pada saat itu
berada di Jobhar, bahwa ada pasien dari IGD masuk ke VK, rencana
SC jam 22.00 WIB, dengan diagnosa ibu G1P0A0H0 gr 35-36
minggu + Letsu, pembukaannya sudah 8cm, tapi dr ZA menyuruh
observasi di VK dengan TBJ 2100 gram, dan perawat Mega
menjawab siapa dr anaknya? Perawat Leni menjawab, belum tahu,
soalnya jadwal oncall dr. Dedi Gafar, Sp.A tetapi dr. ZA meminta dr
Cherlina, Sp.A, setelah itu jawaban Mega Ok.

22.27 Pasien pembukaan lengkap, dr ZA memimpin persalinan dengan


diawali lahirnya kaki bayi.

22.43 Bayi lahir spontan, dengan keadaan umum bayi tidak menangis,
tonus otot lemah, sianosis (+). A/S ½. Apnoe (+).
Bayi langsung dibawa ke infant warmer oleh Perawat Leni dan
perawat Leni langsung meletakkan bayi di atas infant warmer. dr ZA
langsung mengambil alih untuk melakukan resusitasi dengan di
bantu oleh dr. Gandra dan perawat leni memindahkan duk basah dan
melakukan rangsangan taktil dibagian telapak kaki bayi dan pada
saat itu bidan yang bekerja di klinik dr. Za juga ikut melakukan
rangsangan taktil di kaki bayi. Dr. ZA melakukan suction pada bayi
dan dr. Gandra melakukan rangsangan taktil dibagian dada bayi.
Dr. Za menyuruh Perawat Leni untuk memasang oksigen dan
perawat leni langsung memasang neo puff, pemberian Neo Puff
dilakukan oleh dr ZA dan dibantu oleh dr Gandra.
Dan disertai melakukan RJP. dr ZA menyuruh dr Gandra menelpon
dr Ari, Sp.A, jawaban dr Ari “setengah jam lagi saya sampai.”

22.51 Pada saat itu dr. za menyarankan untuk pemberian adrenalin dan
perawat leni mengambil ephineprin di tas resusitasi yang dibawa ke
OT dan pada saat itu diletakkan di dekat tempat mandi bayi dan pada
saat itu perawat mega datang ke VK dan dr. za keluar dari ruangan
resusitasi sambill marah – marah dan membanting kom dan pada saat
itu bidan resti juga sempat ditendang oleh dr. Za sedangkan dr. Za
pada saat itu menggunakan sepatu Boots.
Perawat leni tetap mengambil ephineprin sesuai instruksi dr. Za dan
meminta tolong perawat mega untuk mencek bersama nama obat dan
tanggal expired obat dan menyiapkan ephineprin tersebut, pada saat
itu perawat mega bertanya ke perawat leni pemberian ephineprin atas
instruksi siapa perawat leni menjawab atas instruksi dr. Za. Tetapi
tidak di kasih tau dosisnya berapa.

22.55 Perawat leni meminta perawat mega menelfhn dr. ari karena pada
saat itu perawat leni sedang melakukan VTP pada bayi dan perawat
mega memberikan telfhn tersebut ke perawat leni karena dr. Ari mau
bicara dengan perawat leni menanyakan kondisi bayi tersebut dan
perawat leni menjelaskan kondisi bayi pada saat lahir dalam keadaan
apnoe. Tonus otot lemah, sianosis (+), dan tidak menangis walaupun
sduah diberikan rangsangan taktil, suction, VTp dan RJP .
Dr. ari bertanya kenapa bayinya langsung di RJP perawat leni
menjawab “iya dok sudah dilakukan oleh dr. ZA dan di bantu oleh
dr. gandra dan jawaban dr. ari baiklah 5 menit lagi saya sampai.
Setelah itu perawat mega dan leni menyiapkan ephineprin 0,1 dan di
encerkan dengan WFI menjadi 1cc
23.00 Pada saat obat baru saja disiapkan dr. ari, spa datang dan dr. ari melihat
keadaan klinis bayi dan dr. ari mengambil alih untuk melakukan RJP pada
bayi dengan banding 3:1 dan memasukan ephineprin 0,3 sebanyak 3 x
dengan HR 10 x/mnt dan RR = 0

23.15 Resusitasi telah dilakukan dan pemberian adrenalin 0,3 sebanyak 3x juga
sudah diberikan respon jantung tidak ada.
HR = 0 dan RR = 0 dan bayi dinyatakan meninggal dunia dan dr. ari
menjelaskan ke orang tua bayi kondisi bayinya .

01.15 Perawat leni melakukan perawatan jenazah dan melakukan serah terimah
jenazah dan perawat leni mengantar bayi ke lobby untuk di bawa pulang
oleh orang tua bayi.

Pekanbaru, 24 mei 2018


Di buat Oleh Diperiksa Oleh,

(Rika. S, Leni. M, Resty. D) (Shinta Febrina) ( Nila Sukma )


Kepala Ruangan ClinicalInstruktur

Diketahui Oleh

( Asrul Rinaldi.Skep )
Manager Keperawatan