Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS GRAVITASI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS

TUGAS 3 ANALISIS KUANTITATIF GEOGRAFI


(KELOMPOK)

1. Riri Amanda 1806241923


2. Agus Taruna 1806151410

Program Studi Magister Ilmu Geografi


Departemen Geografi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
2018
ANALISIS GRAVITASI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS

A. PENDAHULUAN

Analisis Model gravitasi ini dalam implementasinya dapat digunakan untuk menganalisis
interaksi dalam ruang, sehingga dapat untuk merencanakan kebutuhan prasarana
perhubungan dan merencanakan letak pusat pelayanan dalam suatu wilayah.

Berkaitan dengan model gravitasi, berikut akan dianalisis bagaimana untuk menentukan
interaksi antara Kecamatan yang berada di Wilayah Kabupaten Banyumas, menentukan
lokasi paling optimal yang dapat dicapai dari dua lokasi, serta bagaimana potensi penduduk di
Kabupaten Banyumas tersebut.

Adapun model analisis tersebut terdiri dari:

1. Melihat Interaksi Antar Ruang

Model gravitasi interakasi ruang adalah sebagai berikut :

Keterangan:
I12 = Interaksi antara wilayah 1 & 2
P1 = Jumlah penduduk wilayah 1
P1 = Jumlah penduduk wilayah 2
J12 = Jarak antara wilayah 1 & 2
a = konstante empirik (dianggap 1)
b = eksponen jarak (dianggap 2)

Dimana :

Nilai b bervariasi antara 0,4 sampai 3,3. Jika reliefnya datar dan daerahnya luas maka nilai b
adalah 0,4, tetapi jika topografinya kasar dan daerah geraknya sempit maka nilai b adalah 3,3.
Jalan tengahnya, digunakan angka “mean” yang bernilai 1,94 dan kemudian dibulatkan
menjadi angka 2.

2. Mengetahui Titik Henti

Metode Titik Henti dikembangkan dari model gravitasi, untuk menentukan lokasi paling
optimal yang dapat dicapai dari dua lokasi.

1
Rumus yang digunakan :

Keterangan :
J2 = Jarak Titik Henti diukur dari Titik 2
P1 = Jumlah penduduk wilayah 1
P2 = Jumlah penduduk wilayah 2
J12 = Jarak antara wilayah 1 & 2.

3. Menghitung Potensi Penduduk

Dengan modifikasi pada rumus dasar, potensi penduduk disebuah kota dapat diketahui.
Rumus yang digunakan :

Keterangan :

PP1 = Potensi penduduk di tempat 1


J1 = Jarak tempat 1 dengan tempat terdekat dg tempat 1
J12 = jarak antara tempat 1 dan tempat 2
A = konstante empirik
B = eksponen jarak

B. DATA DAN INFORMASI

Kawasan atau daerah yang akan diuji adalah beberapa kecamatan yang ada di Wilayah
Kabupaten Banyumas. Kecamatan dimaksud dengan asumsi memiliki titik-titik interaksi
antara kecamatan yang satu dengan lainnya seperti terlihat pada Gambar 1 Peta Titik
Interaksi antar Kecamatan di Kabupaten Banyumas.

2
Gambar 1. Peta Titik Interaksi Antara Kecamatan di Kabupaten Banyumas

Ajibarang
Purwokerto Barat
1

3
16,6
23
9,3
Wangon
Rawalo
2
5
Sokaraja
13,7 4

Gambar 2. Jarak Antar Titik yang Diamati

3
Dari kelima Kecamatan tersebut terdapat data jumlah penduduk dan jarak masing-
masing antar kecamatan seperti terlihat pada tabel 1.

Tabel 1
Jumlah Penduduk dan Jarak Antar Titik Kecamatan yang Diamati
Kabupaten Banyumas Tahun 2014

Jumlah Penduduk 2014 Jarak


No. Kecamatan
(Jiwa) Titik Km
1 Ajibarang 93.415 P1-P2 11.6
2 Wangon 74.911 P2-P4 13.7
3 Purwokerto Barat 51.373 P4-P3 23
4 Rawalo 46.621 P3-P5 9.3
5 Sokaraja 81.971

Sumber : - BPS Kabupaten Banyumas tahun 2014


- Hasil Perhitungan Jarak antar titik yang diamati

C. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan informasi dan data di atas dapat ditentukan dan dianalisi terkait interaksi
wilayah, titik henti dan potensi wilayah di Kabupaten Banyumas.

Adapun analisis masing-masing model adalah sebagai berikut:

1. Analisis Interaksi Wilayah

93415∗74911 6997811065
I1.2. 1 = 1 = 52.005.135
11.6² 134,56

74911∗46621 3492425731
I2.4. 1 = 1 = 18.607.415
13.7² 187,69

51373∗46621 2395060633
I4.3 1 = 1 = 4.527.525
23² 529

51373∗81972 4211147556
I3.5 1 = 1 = 48.689.416
9.3² 86,49

Kesimpulan : I1.2 > I3.5 > I2.4 > I4.3

4
2. Titik henti wilayah Kabupaten Bayumas

J1 − 2
𝑥=
P1
1 + √P2

11.6 11.6 11.6


J2 = 93415
= 1+1.11 = 2.11 = 5.49
1+√
74911
13.7 13.7 13.7
J4 = 74911
= 1+1.26 = 2.26 = 6.06
1+√
4621
23 23 23
J3 = 46621
= 1+0.94 = 1.94 = 11.85
1+√
51373

9.3 9.3 9.3


J5 = 51373
= 1+0.78 = 1.78 = 5.22
1+√
81972

3. Analisis Potensi Wilayah Kabupaten Banyumas

Untuk menghitung potensi penduduk setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas


perlu disusun tabel jarak antar masing-masing wilayah kecamatan seperti terlihat
pada gambar 3 dan tabel 2.

Gambar 3. Jarak Antar Titik yang Diamati

5
Tabel 2. Jumlah Penduduk dan Jarak Antar dan Menuju Kecamatan Masing-masing
di Wilayah Kabupaten Banyumas

.................dan seterusnya.

93415 74911 51373 46621 81971


PAjibarang = 1 1 2 + 1 (16,6)2 + 1 (16,89)2 + 1 (30,3)2 + 1 (26,19)2 = 1.978,22
( 16,6)
2

93415 74911 51373 46621 81971


PWangon = 1 (16,6)2 + 1 1 2 + 1 (33,49)2 + 1 (13,7)2 + 1 (46)2 = 2.268,42
( 13,7)
2

93415 74911 51373 46621 81971


PPurwokerto Barat = 1 (16,89)2 + 1 (33,49)2 + 1 1 2 +1 (23)2
+ 1 (9,3)2 = 3.806,04
( 16,89)
2

93415 74911 51373 46621 81971


PRawalo = 1 (30,3)2 + 1 (13,7)2 + 1 (23)2
+ 1 1 2 + 1 (32,3)2 = 1.670,13
( 13,7)
2

93415 74911 51373 46621 81971


PSokaraja = 1 (26,19)2 + 1 (42,79)2 + 1 (26,19)2 + 1 (9,3)2 + 1 1 2 = 4.606,77
( 9,3)
2

6
Tabel 3.
Nilai Konversi Potensi Penduduk

No Kota Nilai Potensi Penduduk


1 Ajibarang 1.978,22 42,94
2 Wangon 2.268,42 49,24
3 Purwokerto Barat 3.806,04 82,62
4 Rawalo 1.670,13 36,25
5 Sokaraja 4.606,77 100

Gambar 4. Peta Isohyet Antar Kota di Banyumas

D. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan model gravitasi diatas dapat disimpulkan
bahwa terkait dengan Wilayah Kabupaten Banyumas adalah sebagai berikut :

7
1. Jika dilihat dari model interaksi ruang antar kecamatan di Banyumas, terjadi interaksi
dan keterkaitan pergerakan dan aktivitas tinggi di antara Kecamatan Ajibarang dan
Kecamatan Wangon. Hal tersebut juga terjadi di Kecamatan Purwokerto Barat dan
Sokaraja. Demikian juga antara Kecamatan Rawalo dan Kecamatan Rangon terjadi
karena kedekatan jarak antar kedua kecamatan ini. Namun interaksi Kecamatan
Rawalo dengan Purwokerto Barat tidak terlalu besar daya tariknya hal ini
dimungkinkan karena kondisi topografi dan jarak yang jauh.

2. Dalam rangka mengembangkan, menetapkan dan atau membangun pusat-pusat


pelayanan misalnya berupa tempat transit atau kegiatan antar kecamatan di Wilayah
Kabupaten Banyumas dapat ditentukan sebagai berikut:

a. Untuk menetapkan tempat pusat pelayanan antara Ajibarang dan Wagon maka
dapat ditentukan jarak 5,49 Km dari Kecamatan Wagon

b. Untuk menetapkan tempat pusat pelayanan antara Wangon dan Rawalo maka
dapat ditentukan jarak 6,06 Km dari Kecamatan Rawalo

c. Untuk menetapkan tempat pusat pelayanan antara Rawalo dan Purwokerto Barat
maka dapat ditentukan jarak 11,85 Km dari Kecamatan Purwokerto Barat

d. Untuk menetapkan tempat pusat pelayanan antara Peurwokerto Barat dan


Sokoraja maka dapat ditentukan jarak 5,22 Km dari Kecamatan Sokoraja.

3. Berdasarkan perhitungan potensi penduduk dalam metode gravitasi dapat


disimpulkan bahwa Kecamatan Sokoraja dan Purwokerto Barat adalah kecamatan
yang paling potensial diantara kecamatan lainnya berdasarkan interaksi antar
kawasan di Kabupaten Banyumas.