Anda di halaman 1dari 11

Case Report Session

Tumor Orofaring

Oleh:
Widiya Tussakinah 1840312312
Ayu Wulandari Utami 1840312440

Preseptor:
Dr. Dr. Bestari J. Budiman, Sp.THT-KL(K), FICS

BAGIAN ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK


BEDAH KEPALA DAN LEHER
RSUP DR. M. DJAMIL PADANG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 1

Case Report Session


TUMOR OROFARING
Ayu Wulandari Utami, Widiya Tussakinah

PENDAHULUAN pertumbuhan lambat, tumor dapat membesar dengan

A. Latar Belakang cepat. Gambaran klinis pada mulanya sering kali

Tumor orofaring adalah suatu pertumbuhan asimtomatis, dan dianggap sebagai penyakit yang

jaringan abnormal yang terjadi pada daerah orofaring. lain. Gambaran klinis muncul apabila benjolan dalam

Jaringan tersebut dapat tumbuh pada daerah bibir, 2/3 orofaring sudah mulai membesar. Biasanya pasien

lidah anterior, mukosa bukal, dasar mulut, ginggiva mengeluh terdapat benjolan dalam rongga mulut yang

atas dan bawah, trigonum retromolar, palatum durum, terasa mengganjal, suara menjadi sengau, sulit

dan palatum molle. Pertumbuhannya dapat menelan, sering tersedak, tidur mengorok, bahkan

digolongkan sebagai ganas (maligna) atau jinak bisa juga dengan sesak nafas, tergantung dari

(benigna).1 besarnya ukuran tumor tersebut.5

Insidensi tumor orofaring di dunia belum diketahui Lebih dari 90% dari kanker

dengan pasti. Pada pria yang tertinggi terdapat di oropharyngeal adalah karsinoma sel skuamosa,

Perancis yaitu sebesar 13.0 per 100.000, dan yang pertumbuhan dari sel datar bersisik yang

rendah di Jepang yaitu 0.5 per 100.000, sedangkan melapisi rongga mulut dan orofaring. Tumor ini hampir

pada wanita yang tertinggi di India yaitu 5.8 per selalu harus dikerluarkan melalui pembedahan dengan

100.000 dan yang rendah di Yugoslavia yaitu 0.2 per radiasi sebagai tindak lanjut, kemudian terapi

100.000. Di India sebesar 20-25 per 100.000 atau dilanjutkan dengan kemoterapi. Karsinoma sel

40% dari seluruh kanker, sedangkan di Amerika dan skuamosa merupakan jenis sel yang cepat tumbuh

Eropa sebesar 3-5 per 100.000 atau 3-5% dari seluruh dan sangat berbahaya.6

tumor. Pria yang terkena 2-4 kali lebih sering daripada


B. Batasan Masalah
perempuan untuk semua kelompok ras dan etnis.
Batasan penulisan case report session ini
Insiden kanker mulut meningkat dengan meningkatnya
membahas mengenai anatomi, definisi, epidemiologi,
umur.2 Di Indonesia angka kejadian relatif rongga
etiologi dan patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis,
mulut sebesar 3,75% dan 90% terjadi jenis squamous
diagnosis banding, penatalaksanaan, komplikasi, dan
cell carcinoma (SCC). Dari penelitian yang dilakukan
prognosis tumor orofaring.
oleh Hastin ditemukan sebesar 227 kasus tumor
ganas orofaring, 209 kasus tumor ganas epitel. Tumor
C. Tujuan Penulisan
orofaring merupakan pertumbuhan dari berbagai
Penulisan case report session ini bertujuan untuk
jaringan di dalam dan sekitar mulut termasuk tulang,
memahami serta menambah pengetahuan tentang
otot dan syaraf.3
tumor orofaring.

Menurut penelitian Sundaram dkk tahun 2005 D. Metode Penulisan

urutan lokasi terbanyak dari tumor orofaring terdapat Penulisan case report session ini

di tonsil 50%, dasar lidah 20%, palatum mole 10%, menggunakan metode penulisan tinjauan kepustakaan

vallecula dan epiglottis 10%, dinding posterior 5 %, merujuk pada berbagai literature.

dinding leteral 5%.4


TINJAUAN PUSTAKA
Manifestasi klinis tumor orofaring tergantung dari 1. Anatomi dan Fisiologi Orofaring
jenisnya. Biasanya berupa tumor atau massa yang Orofaring disebut juga mesofaring dengan
tumbuh lambat, tidak nyeri, terfiksir, dan berbatas batas atasnya adalah palatum mole, batas bawahnya
tegas. Kadang bila tumor sudah melewati fase adalah tepi atas epiglotis kedepan adalah rongga

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 2

mulut sedangkan kebelakang adalah vertebra servikal. cincin waldeyer. Tonsil palatina yang biasanya disebut
Struktur yang terdapat dirongga orofaring adalah tonsil saja terletak di dalam fosa tonsil. Pada kutub
dinding posterior faring, tonsil palatina fosa tonsil serta atas tonsil seringkali ditemukan celah intratonsil yang
arkus faring anterior dan posterior, uvula, tonsil lingual merupakan sisa kantong faring yang kedua. Kutub
dan foramen sekum.7 bawah tonsil biasanya melekat pada dasar lidah.7

Permukaan medial tonsil bentuknya beraneka


ragam dan mempunyai celah yang disebut kriptus.
Epitel yang melapisi tonsil ialah epitel skuamosa yang
juga meliputi kriptus. Di dalam kriptus biasanya
biasanya ditemukan leukosit, limfosit, epitel yang
terlepas, bakteri dan sisa makanan.7

Permukaan lateral tonsil melekat pada fasia


faring yang sering juga disebut kapsul tonsil. Kapsul ini
tidak melekat erat pada otot faring, sehingga mudah
dilakukan diseksi pada tonsilektomi.Tonsil mendapat
darah dari a.palatina minor, a.palatina ascendens,
cabang tonsil a.maksila eksterna, a.faring ascendens
a. Dinding Posterior Faring
dan a.lingualis dorsal.7
Secara klinik dinding posterior faring penting
Tonsil lingual terletak di dasar lidah dan
karena ikut terlibat pada radang akut atau radang
dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika.
kronik faring, abses retrofaring, serta gangguan otot
Di garis tengah, di sebelah anterior massa ini terdapat
bagian tersebut. Gangguan otot posterior faring
foramen sekum pada apeks, yaitu sudut yang
bersama-sama dengan otot palatum mole
terbentuk oleh papila sirkumvalata. Tempat ini kadang-
berhubungan dengan gangguan n.vagus.7
kadang menunjukkan penjalaran duktus tiroglosus dan
b. Fosa tonsil secara klinik merupakan tempat penting bila ada
massa tiroid lingual (lingual thyroid) atau kista duktus
Fosa tonsil dibatasi oleh arkus faring anterior
tiroglosus. Infeksi dapat terjadi di antara kapsul tonsila
dan posterior. Batas lateralnya adalah m.konstriktor
dan ruangan sekitar jaringan dan dapat meluas keatas
faring superior. Pada batas atas yang disebut kutub
pada dasar palatum mole sebagai abses peritonsilar. 7
atas (upper pole) terdapat suatu ruang kecil yang
dinamakan fossa supratonsil. Fosa ini berisi jaringan 2. Etiologi dan Faktor Resiko
ikat jarang dan biasanya merupakan tempat nanah Umumnya penyebab yang pasti tidak dapat
memecah ke luar bila terjadi abses. Fosa tonsil diliputi diketahui. Faktor merokok dan alkohol disebut-sebut
oleh fasia yang merupakan bagian dari fasia sebagai penyebab utama. Mengunyah sirih dan
bukofaring dan disebu kapsul yang sebenar- benarnya tembakau juga dapat sebagai fakotr penyebab tumor
bukan merupakan kapsul yang sebenar-benarnya.7 ini. Penting diketahui lamanya kontak zat karsinogen
yang terdapat pada daerah orofaring dan banyaknya
c. Tonsil
kontak dengan selaput lendir rongga mulut. Tumor
orofaring lebih sering terdapat pada usia lanjut. Faktor
Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan
limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus etnis juga menentukan. Pada wanita-wanita di India

didalamnya. yang mengisap tembakau mempunyaiinsiden tumor


ganas palatum yang lebih tinggi. Alkohol sebagai
Terdapat macam tonsil yaitu tonsil faringal suatu zat yang memberikan iritasi, secara teori,
(adenoid), tonsil palatina dan tonsil lingual yang menyebabkan terjadinya pembakaran pada tempat
ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut tersebut secara terus-menerus dan meningkatkan

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 3

permeabilitas selaput lendir. Hal ini menyebabkan Ketika sel-sel kanker melepaskan diri dari
penyerapam zat karsinogen yang terdapat dalam tumor (asli) primer dan perjalanan melalui getah
alkohol atau tembakau tersebut oleh selaput lendir bening atau darah ke tempat-tempat lain dalam
mulut. Hygiene mulut serta kebiasaan makanan juga tubuh, tumor lain(sekunder) dapat membentuk. Proses
menetukan terjadinya tumor pada orofaring.8 ini disebut dengan metastasis.
Tumor (metastasis)sekunder adalah jenis yang sama
3. Patofisiologi
kanker sebagai tumor primer. Sebagai contoh, jika
Asap rokok mengandung sekitar 50
kanker payudara menyebar ke tulang, sel-sel kanker
karsinogen dan procarcinogens. Yang paling menonjol
di tulang sebenarnya sel kanker payudara. Penyakit
adalah procarcinogens hidrokarbon polosiklik aromatik
ini adalah kanker payudara metastatik, bukan kanker
dan amina aromatik. Kebanyakan karsinogen dan
tulang.9
procarcinogens membutuhkan aktivasi oleh enzim
metabolisme seperti sitokrom P450. Enzim lain 4. Manifestasi Klinis
membantu mendetoksifikasi karsinogen seperti Gejala yang paling umum
glutathione-S-transferase. dari kanker orofaring adalah:

Alcohol-induced karsinogenesis dimediasi 1. Rasa sakit akibat adanya pembengkakan atau


melalui asetaldehida. Srruktur yang secara langsung benjolan di leher bagian atas.
terkena dengan alkohol seperti orofaring dan 2. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
hipofaring berisiko mengalami cancerization. Orang 3. Kesulitan menelan.
yang merokok dan ,meminum alkohol berisiko untuk 4. Sakit telinga yang tidak kunjung sembuh.
keganasan kedua, karena mengaktifkan 5. Kesulitan membuka mulut dan rahang (dikenal
dehidrogenase alkohol dan aldehida dehidrogenase sebagai trismus).
mendetoksifikasi asetildehida. Kerentanan individu 6. Bau mulut.
dan karsinogen ini procacinogen diyakini sekunder 7. Perubahan suara.
untuk polimorfisme genetic enzim ini. 8. Penurunan berat badan.9
5. Staging
HPV-induced karsinogenesis tidak
Stadium pada tumor orofaring berdasarkan
jelas dijelaskan dan diyakini menjadi sekunder untuk
klasifikasi TNM dari American Joint Committee on
inaktivasi virus p53, gen penekan tumor. Nitrosamin
Cancer (AJCC) , sebagai berikut:
adalah karsinogen utama yang terkait dengan
tembakau yang tanpa asap. Tx Tumor primer tidak dapat
Arecoline adalah karsinogen utama yang terkait ditentukan.
dengan buah pinang
T0 Tidak ada bukti adanya tumor

Tiga cara yang kanker menyebar dalam primer.

tubuh adalah Tis Karsinoma in situ.

– Melalui jaringan. Kanker menyerang jaringan T1 Tumor berukuran 2 cm atau kurang


normal sekitarnya. dalam ukuran terbesar.
– Melalui sistem getah T2 Tumor berukuran lebih dari 2 cm
bening. Kanker menyerang sistem getah namun tidak lebih besar dari 4 cm.
bening dan bergerak melalui pembuluh getah
T3 Tumor berukuran lebih dari 4 cm
bening ke tempat lain dalam tubuh.
dalam ukuran terbesar.
– Melalui darah. Kanker menyerang vena
dan kapiler dan berjalan melalui darah ke tempat- T4a Tumor menginvasi struktur sekitar
tempat lain dalam tubuh. (korteks tulang, otot-otot ekstrinsik
lidah, sinus maksilaris, kulit wajah)

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 4

N0 Tidak terdapat metastase regional tapi tidak lebih besar dari 6 cm, atau lebih
dari satu simpul getah bening, tidak lebih
N1 KGB Ipsilateral singel, < 3 cm
besar dari 6 cm.

N2a KGB Ipsilateral singel, >3 - 6 cm


- IVB, salah satu hal berikut adalah benar:
Kanker muncul dalam kelenjar getah bening
N2b KGB Ipsilateral multipel, < 6 cm
yang lebih besar dari 6 cm dan mungkin telah
N2c KGB Bilateral /kontralateral, < 6 cm menyebar ke jaringan lain di sekitar orofaring.
Kanker mengelilingi arteri utama pada leher
M0 Tidak ditemukan metastase jauh
atau telah menyebar ke tulang di rahang atau

M1 Metastase jauh tengkorak, ke otot di sisi rahang, atau ke


bagian atas tenggorokan di belakang hidung.
Kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar
getah bening di dekatnya.
Tahapan rentang kanker orofaringeal dari
Tahap 0 sampai Tahap IV. Dalam tahap 0, kanker - IVC, kanker telah menyebar ke bagian lain
hanya ditemukan di sel-sel yang melapisi orofaring. dari tubuh. Tumor mungkin ukuran dan
Tahap tambahan dijelaskan sebagai berikut: mungkin telah menyebar ke kelenjar getah
bening.11
1. Stadium I Kanker adalah 2 cm atau lebih kecil
dan belum menyebar di luar orofaring. 6.Diagnosis
6.1 Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
2. Stadium II Kanker lebih besar dari 2 cm,
tetapi tidak lebih besar dari 4 cm dan belum Sebuah penilaian fisik untuk memeriksa
menyebar di luar orofaring tanda-tanda kesehatan umum, termasuk memeriksa
tatanda penyakit, seperti pembengkakan kelenjar
3. Stadium III Pada tahap ini, kanker adalah
getah bening di leher atau hal lain yang tampaknya
lebih besar dari 4 cm dan belum menyebar di
tidak biasa. Dokter melakukan pemeriksaan lengkap
luar orofaring. Suatu bentuk alternatif dari
dari mulut dan leher dan terlihat menuruni
tahap ini adalah bahwa kanker adalah ukuran
tenggorokan dengan cermin kecil bergagang panjang
apapun dan telah menyebar ke kelenjar
untuk memeriksa daerah abnormal. Anda- namnesis
getah bening hanya satu di sisi yang sama
kebiasaan kesehatan pasien dan penyakit masa lalu
dari leher sebagai kanker. Kelenjar getah
dan perawatan juga akan diambil.
bening yang mengandung kanker adalah 3
cm atau lebih kecil. 6.2 Pemeriksaan Penunjang

4. Stadium IV Tahap ini berisi sub-tahap IVA, a. CT SCAN


IVB dan IVC.
Sebuah prosedur yang membuat serangkaian
- IVA, salah satu dari berikut ini terjadi: kanker gambar detil dari daerah di dalam tubuh, yang diambil
telah menyebar ke jaringan orofaring dekat, dari sudut yang berbeda. Gambar-gambar yang dibuat
termasuk kotak suara, atap dari otot, rahang oleh komputer yang terhubung ke mesin x-
mulut, lidah, atau otot sentral rahang. Kanker ray. Sebuah pewarna dapat disuntikkan ke dalam
mungkin telah menyebar ke satu atau lebih vena atau ditelan untuk membantu organ-organ atau
kelenjar getah bening di dekatnya, yang jaringan muncul lebih jelas. Prosedur ini juga disebut
masih tidak lebih besar dari 6 cm. Kanker tomografi komputer, computerized tomography,
adalah ukuran apapun, hanya dalam tomografi aksial atau komputerisasi. Pemeriksaan
orofaring, dan telah menyebar ke kelenjar penunjang CT Scan dapat digunakan untuk membantu
getah bening yang satu lebih besar dari 3 cm visualisasi bentuk dari tumor, menentukan ukuran,

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 5

ketebalan, kedalaman tumor,mengetahui invasi 5. Oral Herpes Simplex Virus


perluasan daerah sekitar, struktur tulang, dan menilai Beberapa lepuhan pada basis eritematosa diikuti
metastasis kelenjar getah bening. Selain itu juga oleh ulserasi. Diterapi dengan asiklovir.
digunakan sebagai panduan perencanaan tindakan Tzanck smear untuk inklusi intranuklear (koloni vir
selanjutnya, serta evaluasi setelah tindakan us). Kultur positif untuk herpes simpleks
pengobatan.10 6. Oral Infeksi Sitomegalovirus
Punches
b. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
out ulserasi dengan perbatasan nonindurated HIV
-positif pasien. Diterapi dengan gansiklovir.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai
ukuran tumor dan invasi jaringan lunak. Viral nuklir inklusi oleh histologi, kultur
virus jaringan.
c. Histopatologi 7. Limfoma non-Hodgkin
Bisa melibatkan cincin Waldeyer. Biopsi eksisi
Histopatologi tumor orofaring dibagi menjadi
jaringan nodul menunjukkan limfosit yang
2 jenis, yaitu ganas dan jinak. Tumor ganas orofaring
abnormal.9
yang terbanyak ada karsinoma squamosa, limfoma
non hodkins, dan tumor kelenjar saliva. 8.Penatalaksanaan
Tumor jinak diklasifikasikan berdasarkan asal sel,  Stadium I
epitel atau sel jaringan ikat. Tumor dari sel epitel Pengobatan terapi radiasi atau pembedahan.
adalah papiloma, adenoma, dan adenoma plemorfik,  Stadium II
sedangkan yang berasal dari, sel jaringan ikat adalah Pengobatan melibatkan operasi untuk
fibroma, osteoma,hemangioma, dan lipoma.10 menghilangkan kanker atau terapi radiasi.
 Stadium III
7.Diagnosis Banding
Pembedahan untuk mengangkat kanker, diikuti
1. Tonsilitis
dengan terapi radiasi.
Gejala khas termasuk sakit tenggorokan, nyeri
menelan, sakit kepala, demam, menggigil, Pengobatan lain mungkin termasuk:
amandel membengkak merah dengan bercak
putih, dan limfadenopati servikal lembut  Terapi radiasi sendiri
diperbesar. Tanda dan gejala diobati dengan
 Sebuah uji klinis dari kemoterapi yang
antibiotik. Kultur tenggorokan mungkin positif.
diikuti oleh pembedahan atau terapi
2. Ulkus Aftosa
radiasi
Gejala khas berupa
ulkus kekuningan, pinggir dikelilingi  Sebuah uji klinis dari kemoterapi
oleh halo, diikuti oleh ulkus ditutupi oleh dikombinasikan dengan terapi radiasi
membran putih atau keabu-abuan yang dikelilingi
oleh jaringan normal.  Sebuah uji klinis dari cara-cara baru
3. Oral Sifilis untuk memberikan radiasi.
bentuk soliter dengan
 Stadium IV
dasar ulserasi dengan teratur berbasis perbatasa
Untuk kasus-kasus di mana kanker orofaringeal
n terkait dengan adeno pati serviks.
dapat dihilangkan oleh operasi, pengobatan
Diterapi dengan antibiotik. Tes VDRL positif.
mungkin salah satu dari berikut:
4. Oral TB
 Pembedahan untuk mengangkat kanker
Tunggal atau multipel dengan atau
yang diikuti dengan terapi radiasi terapi
tanpa ulserasi adenopati serviks pada pasien HIV-
radiasi saja
positif. Diobati dengan
 Sebuah uji klinis menggabungkan terapi
terapi antituberculous dan antivirus.
radiasi dan kemoterapi

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 6

 Sebuah uji klinis dari cara-cara baru dapat terjadi di daerah terdekat. Selain itu, penting
untuk memberikan terapi radiasi. untuk menghilangkan faktor-faktor risiko seperti
merokok dan minum, yang meningkatkan risiko untuk
Untuk kasus-kasus di mana kanker tidak dapat kanker kedua.
dihilangkan dengan operasi, pengobatan mungkin
LAPORAN KASUS
termasuk salah satu dari berikut:
 Terapi radiasi 1.Identitas

 Sebuah uji klinis selama kemoterapi Nama : Tn. S

diikuti oleh pembedahan atau terapi No. RM : 01.02.12.28

radiasi Umur : 60 tahun

 Sebuah uji klinis dari terapi radiasi Jenis Kelamin : Laki-laki


Agama : Islam
diberikan dengan kemoterapi atau
radiosensitizers (obat untuk membuat Alamat : Dusun 1 Rimbo panjang,

sel-sel kanker lebih sensitif terhadap Pekanbaru


Tanggal masuk : 08 November 2018
terapi radiasi)
 Sebuah uji klinis dari cara-cara baru
2.Anamnesis
untuk memberikan terapi radiasi
Anamneis dilakukan secara autoanamnesis
 Sebuah uji klinis dari terapi hipertermia
pada tanggal 08 November 2018
plus terapi radiasi
Keluhan Utama :
- Pengobatan kanker orofaringeal berulang yaitu
sebagai berikut: Rasa mengganjal ditenggorokan sejak ± 5
bulan sebelum masuk rumah
 Operasi jika terapi radiasi tidak menghapus
semua kanker Riwayat Penyakit Sekarang :

 Terapi radiasi (jika tidak digunakan  Rasa mengganjal ditenggorok sejak 5 bulan
sebelumnya) atau operasi tambahan jika yang lalu.
operasi pertama tidak menghapus  Rasa dahak ditenggorok ada sejak 5 bulan
semua kanker. yang lalu.
 Suara serak tidak ada, suara bergumam ada
 Sebuah uji klinis dari kemoterapi. sejak 4 bulan yang lalu
 Riwayat sulit menelan ada sejak 4 bulan yang
 Sebuah uji klinis dari
lalu
terapi hipertermia dengan terapi radiasi.
 Riwayat nyeri menelan ada sejak 4 bulan
Setelah pengobatan, harus hati-hati dan lakukan yang lalu.
pemeriksaan kepala leher untuk mencari  Riwayat air liur terkumpul ada sejak 4 bulan
kekambuhan. Check-up akan dilakukan bulanan yang lalu.
di tahun pertama, setiap 2 bulan pada tahun  Riwayat sulit membuka mulut ada sejak 3
kedua, setiap 3 bulan di tahun ketiga, dan bulan yang lalu.
setiap 6 bulan sesudahnya.  Demam tidak ada.
 Batuk pilek tidak ada.
9. Prognosis
 Hidung berdarah tidak ada
Prognosis untuk penderita kanker orofaringeal
 Penurunan berat badan ada ± 38kg
tergantung pada usia dan kesehatan orang dan tahap
 Gangguan pendengaran tidak ada
penyakit. Hal ini penting bagi orang dengan kanker
mulut atau kanker orofaringeal untuk memiliki tindak
lanjut ujian selama sisa hidup mereka sebagai kanker

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 7

Riwayat Penyakit Dahulu : Kulit :Dalam batas normal

 Riwayat keluar cairan dari telinga sejak kecil Kelenjar getah bening :Teraba perbesaran kelenjar
ada pada umur 5 tahun getah bening di submandibula (D) ukuran 15mm x
 Riwayat trauma tidak ada 20mm, konsistensi keras, permukaan rata.
 Riwayat hipertensi tidak ada
B. Status Lokalis THT
 Riwayat DM tidak ada
Telinga
 Riwayat keganasan sebelumnya tidak ada
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Riwayat Penyakit Keluarga : Kel.kongenital - -
Daun telinga Trauma - -
Tidak ada anggota keluarga yag menderita
Radang - -
keluhan yang sama dengan pasien
Kel. Metabolik - -
Riwayat Kebiasaan Pribadi : Nyeri tarik - -
Nyeri tekan - -
 Pasien seorang, perkerja di pabrik tragus
pembuatan tempe.
Cukup lapang Cukup Cukup
 Pasien seorang perokok selama 40 tahun
Dinding liang (N) lapang lapang(N)
dengan 2 bungkus perhari telinga (N)

3.Pemeriksaan Fisik Sempit - -


Hiperemis - -
A. Status Generalis
Edema - -
Keadaan Umum : Sedang
Massa - -
Kesadaran : Komposmentis kooperatif
Ada / Tidak - -
Tekanan darah : 96/65 mmHg
Serumen Bau - -
Frekuensi nadi : 84 x/menit
Warna Kuning Kuning
Frekuensi nafas :17 x/menit
Jumlah Sedikit Sedikit
Suhu : 36,7
Jenis Kering Kering
Kepala :Normocepal

Kulit :Tidak ada kelainan


Membran timpani
Rambut :Tidak ada kelainan
Warna putih putih
Mata :Konjungtiva anemis -/- Utuh Reflek cahaya - -
Bulging - -
sklera ikterik -/- Retraksi - -
Atrofi ada ada
Thorax :Suara napas vesikuler

rhonki -/-, wheezing -/- Jumlah


- -
Perforasi perforasi
Jantung : Bunyi jantung reguler, murmur (-)
Jenis - -
Kuadran - -
Abdomen : Supel, bising usus (+) normal, hepar
Pinggir - -
dan lien tidak teraba
Tanda radang - -
Genitalia : Tidak diperiksa Fistel - -
Mastoid Sikatrik - -
Anggota gerak: Atrofi (-), normotonus
Nyeri tekan - -

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 8

Nyeri ketok - - Warna Merah Merah


Rinne muda muda
Schwabach Tidak dilakukan Spina - -
Tes garpu Weber pemeriksaan Krista Ada ada
tala Kesimpulan Abses -
Audiometri - - Perforasi -
Timpanometri - - Lokasi - -
Bentuk - -
Hidung Ukuran - -
Pemeriksaan Kelainan
Deformitas - Permukaan - -
Massa
Kel.kongenital - Warna - -
Hidung luar Trauma - Konsistensi - -
Radang - Mudah digoyang - -
Massa - Pengaruh - -
Sinus paranasal vasokonstriktor
Pemeriksaan Dekstra Sinistra Orofaring dan mulut
Nyeri tekan - - Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Nyeri ketok - - Trismus +
Rinoskopi Anterior Uvula Posisi -
Pemerikssaan Dekstra Sinistra Edema -

Vibrise + + Bifida -
Vestibulum Simetris/tidak Tertutup massa
Radang - -
Cukup + - Palatum Warna Tertutup massa

lapang (N) - + mole + Arkus Edem -


Kavum nasi Faring Bercak/eksudat -
Sempit - -
Dinding Warna -
Lapang
faring Permukaan -
Lokasi - -
Ukuran - -
Jenis - -
Warna - -
Sekret Jumlah - -
Permukaan - -
Bau - -
Muara kripti - -
Tonsil Detritus - -
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Konka Eksudat - -
Warna Merah Merah
inferior Perlengketan - -
muda muda
dengan pilar
Permukaan Licin Licin
Warna - -
Edema - -
Peritonsil Edema - -
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Abses - -
Warna Merah Merah
Konka Lokasi Dari arcus faring
muda muda
media menutup uvula
Permukaan Licin Licin
Tumor Bentuk - -
Edema - -
Ukuran - -
Cukup Deviasi
Permukaan Berbenjol-benjol
Septum lurus/deviasi
Konsistensi - -
Permukaan Licin Licin

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 9

Gigi Karies/Radiks Karies Karies tampak massa pada bagian faring sehingga menutupi
Kesan Hygiene buruk bagian dari faring dan bagian lainnya tidak dapat
Warna Merah muda dinilai. Dari anamnesisdan pemeriksaan fisik
Bentuk Normal ditegakkan diagnosis kerja suspect tumor orofaring.
Lidah Deviasi - Kemudian pada pasien dilakukan pemeriksaan
Massa - penunjang cek laboratorium, rontgen thoraks,
laringoscopy, CT Scan dan selanjutnya dianjurkan
untuk dibiopsi.
C. Diagnosis Kerja
Suspect tumor orofaring DAFTAR PUSTAKA
D. Pemeriksaan Penunjang 1. Carew JF, Shah JP. 2001. Cancer of the head

1. Laboratorium and neck. In: Blaad KI, Daly JM, Karakousis CP.

2. Rontgen Thorax Surgical Oncology-Contemporary Principles

Kesan : Cor dan pulmo dalam batas normal & Practice. Mc.Graw-Hill Co, New York pp.519-

3. Laringoscopy 525.

Kesan : Nasofaring bersih, tampak 2. Carew JF, Shah JP. Cancer of the head and neck.
pendorongan (massa) di daerah palatum In: Blaad KI, Daly JM, Karakousis CP. Surgical
molle dan dinding posterior PND (+). Oncology-Contemporary Principles & Practice.
Orofaring: tampak pendorongan dari palatum Mc.Graw-Hill Co, New York, 2001, p.519-525
molle, massa mudah berdarah. Laring tidak
3. Sofyana H. Prevalensi tumor ganas rongga mulut
dinilai. Kesimpulan: Suspect tumor orofaring
di RSUD Dr. Soetomo periode 1995 -2000.
4. CT Scan Nasofaring
Kumpulan Skripsi. Perpustakaan Universitas
Kesan: sugestif tumor orofaring suspect
Airlangga. Surabaya. 2002.
malignancy
E. Diagnosis 4. Sundaram MD, Schwartz J. Carcinoma of the
Tumor orofaring oropharynx : factors affecting outcome. In : The
F. Tatalaksana Laryngoscope. Department of Otolaryngology,
Anjuran biopsi State University of New York Downstate Medical
DISKUSI Center, New York, 2009, p 1536-1542
Pasien laki- laki 60tahun datang ke RSUP Dr. M. 5. Christopher H.R. Oropharyngeal Cancer. 2006
Djamil Padang dengan keluhan Rasa mengganjal dalam: Bailey, Byron J. Head and Neck Surgery.
ditenggorok sejak 5 bulan yang lalu. Rasa dahak 4th ed : Lippincott Williams & Wilkins vol 118.
ditenggorok ada sejak 5 bulan yang lalu. Suara serak Philadelphia.
tidak ada, suara bergumam ada sejak 4 bulan yang
6. D'Souza G, Kreimer AR, Viscidi R, et al. 2007.
lalu. Riwayat sulit menelan ada sejak 4 bulan yang
Case-control study of human papillomavirus and
lalu. Riwayat nyeri menelan ada sejak 4 bulan yang
oropharyngeal cancer. N Engl J Med 356 (19) pp.
lalu. Riwayat air liur terkumpul ada sejak 4 bulan yang
1944-56.
lalu. Riwayat sulit membuka mulut ada sejak 3 bulan
yang lalu. Demam tidak ada. Batuk pilek tidak ada. 7. Adams, G. L. Penyakit Telinga Luar. In: Adams,
Hidung berdarah tidak ada. Penurunan berat badan G. L., Boies, L. R., Higler, P. A., Effendi, H. (Ed.)
ada ± 38kg. Gangguan pendengaran tidak ada. 1997. Boies Buku Ajar Penyakit THT. Jakarta:
Penerbit EGC.
Pada Pemeriksaan fisik dan lokalis THT pada
KGB Pada leher jika di inspeksi terdapat pembesaran 8. Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti

massa dan saat di palpasi tampak terjadinya RD. 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga

pembesaran kelenjar getah bening di region colli Hidung Tenggorok Kepala Leher Edisi Keenam.

sinistra. Pada oral cavity dan orofaring ditemukan Jakarta: Balai Penerbit FKUI pp 191-3.

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas


DOKTER MUDA THT-KL PERIODE NOVEMBER - DESEMBER 2018 10

9. Weber AL, Romo L, Hashmi S. 2003. Malignant


tumors of the oral cavity and oropharynx: clinical,
pathologic, and radiologic evaluation.
Neuroimaging Clin N Am 13 (3): 443-64.

10. Christopher H.R. 2006. Oropharyngeal Cancer. In


: Bailey, Byron J. Head and Neck Surgery. 4 th ed
: Lippincott Williams & Wilkins, Philadelphia 18.

11. Pharynx. In: Edge SB, Byrd DR, Compton CC, et


al. 2010. AJCC Cancer Staging Manual. 7th ed.
New York, NY: Springer pp. 41-9

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas