Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS PENGARUH PIUTANG PROJECT DAN

PENERIMAAN KAS TERHADAP ARUS KAS (CASH FLOW)

PADA PT ELGA UTAMA ABADI

A. Latar Belakang Masalah


Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan dunia bisnis di zaman era

globalisasi menuntut seluruh perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang

maksimal. Maka Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain,

salah satunya dengan cara menstabilkan arus kas (cash flow) perusahaan agar

dapat dipergunakan secara efektif dan efisien untuk menjalankan kegiatan

operasional perusahaan. Penanganan dalam hal piutang project dan

penerimaan kas merupakan suatu aktifitas dalam perusahaan yang tidak

mungkin dapat dipisahkan. Perusahaan haruslah berhati-hati dalam

melakukan aktifitas yang berhubungan dengan piutang project dan

penerimaan kas, artinya setiap piutang project dan penerimaan kas yang

dilakukan harus diperhitungkan manfaat dan keuntungan yang akan didapat.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka setiap perusahaan harus

mempunyai kualitas arus kas (cash flow) yang baik dari segi penyajian atau

perputarannya.
Menurut pasal 10 undang-undang nomor 8 tahun 1997 mewajibkan

perusahaan untuk membuat catatan berupa neraca dan perhitungan laba rugi

dibuat di atas kertas. Apabila neraca dan perhitungan laba rugi tersebut tidak

dibuat diatas kertas maka perusahaan dianggap belum membuat catatan.

Sedangkan catatan yang berbentuk rekening, jurnal transaksi harian, atau

1
setiap tulisan yang berisi keterangan mengenai hak dan kewajiban serta hal-

hal lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha suatu prusahaan dibuat di atas

kertas atau dalam sarana lainnya. Termasuk catatan mengenai piutang project,

penerimaan kas, dan arus kas (cash flow).


Dengan adanya arus kas (cash flow) yang baik sesuai dengan standar

akuntansi keuangan (SAK), maka manajemen dalam organisasi perusahaan

dapat mengevaluasi hasil dari suatu operasi atau suatu kegiatan apakah

berjalan dengan efisien dan efektif. Selain itu arus kas (cash flow) dapat

digunakan sebagai alat pengambil keputusan dalam menjalankan operasional

perusahaan tersebut, sehingga dapat berjalan sesuai prosedur.


Peranan arus kas (cash flow) sangat besar bagi perusahaan, karena

merubah keputusan manajemen sesuai kondisi dari arus kas (cash flow)

tersebut. Hal tersebut juga harus menjadi perhatian PT ELGA UTAMA

ABADI sebagai perusahaan jasa konstruksi yang berdiri sejak tahun 1979.

Piutang project dan penerimaan kas harus dilaksanakan secara efektif dan

efisien agar tidak terjadi pemborosan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan

suatu prosedur pencatatan yang memadai untuk dapat mengawasi piutang dan

penerimaan kas. Pada perusahaan ini, diketahui belum mempunyai prosedur

pencatatan yang baik untuk mengendalikan piutang dan penerimaan kas. Kas

memberikan kekuatan bagian-bagian organisasi perusahaan untuk melakukan

kegiatan, sehingga kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin. Kas

merupakan aktiva yang paling lancar dalam arti paling sering berubah.

Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas.

Dalam kegiatan bisnis sehari – hari, uang kas merupakan alat pertukaran

sehingga segala kegiatan akan bermula dan berakhir padanya. Kas

2
mempunyai beberapa fungsi dan salah satu fungsi yang paling penting

sebagai alat pembayaran untuk kegiatan operasional perusahaan.


Dari uraian di atas dapat kita ketahui tentang pentingnya arus kas

(cash flow) dalam suatu instansi. Oleh karena itu, dalam penulisan skripsi ini

penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut, dengan mengambil judul

“ANALISIS PENGARUH PIUTANG PROJECT DAN PENERIMAAN

KAS TERHADAP ARUS KAS (CASH FLOW) PADA PT ELGA UTAMA

ABADI”.

B. Pokok Masalah

B.1. Pembatasan Masalah

Agar penelitian lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan yang

dimaksud, penulis membatasi permasalahan dengan memberikan

penegasan terhadap variabel judul sebagai berikut:

a. Piutang project: “merupakan suatu proses yang penting, yang dapat

menunjukkan satu bagian yang besar dari harta likuid perusahaan”.


b. Penerimaan kas : “transaksi keuangan yang menyebabkan aset

perusahaan berupa kas atau setara kas bertambah”.


c. Arus kas (cash flow) : “suatu laporan keuangan yang berisikan

pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan

kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau

penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode”.

B.2. Rumusan Masalah


Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah piutang project berpengaruh terhadap arus kas (cash flow)

pada PT ELGA UTAMA ABADI?


2. Apakah penerimaan kas berpengaruh terhadap arus kas (cash flow)

pada PT ELGA UTAMA ABADI?

3
3. Apakah piutang project dan penerimaan kas berpengaruh terhadap arus

kas (cash flow) pada PT ELGA UTAMA ABADI?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian


C.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok masalah tersebut diatas tujuan yang akan dicapai

dalam penelitian ini adalah:


1. Untuk mengetahui pengaruh piutang project terhadap arus kas (cash

flow) pada PT ELGA UTAMA ABADI.


2. Untuk mengetahui pengaruh penerimaan kas terhadap arus kas (cash

flow) pada PT ELGA UTAMA ABADI.


3. Untuk mengetahui pengaruh piutang project dan penerimaan kas

terhadap arus kas (cash flow) pada PT ELGA UTAMA ABADI.

C.2. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai berikut:


a. Bagi penulis
Melalui penelitian ini penulis dapat mengetahui apakah piutang project

dan penerimaan kas berpengaruh terhadap arus kas (cash flow) pada PT

ELGA UTAMA ABADI. Untuk mengetahui perbandingan antara teori-teori

yang dipelajari di bangku kuliah dengan implementasi di perusahaan secara

riil.
b. Bagi perusahaan
Melalui penelitian ini diharapkan menjadi masukan yang positif bagi

perusahaan berupa saran perbaikan dan evaluasi mengenai penyajian piutang

project, penerimaan kas dan arus kas (cash flow).


c. Bagi pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan

mengenai piutang project, penerimaan kas dan arus kas (cash flow) dan

sebagai referensi bagi pembaca yang berminat untuk melanjutkan masalah

yang berhubungan dengan penelitian ini.

4
D. Hipotesis
Hipotesis adalah prakiraan atau dugaan sementara dari hasil penelitian,

berfungsi sebagai petunjuk pemecahan masalah. Berdasarkan rumusan

masalah tersebut diatas, penulis menduga bahwa:


a. Piutang project mempunyai pengaruh terhadap arus kas (cash flow).
b. Penerimaan kas mempuyai pengaruh terhadap arus kas (kas flow).
c. Piutang project dan Penerimaan kas mempuyai pengaruh terhadap arus

kas (kas flow).

E. Landasan Teori
E.1. Pengertian Piutang
Piutang (receivable) meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap

entitas lainnya, termasuk individu, perusahaan, atau organisasi lainnya.

Piutang biasanya memiliki bagian yang signifikan dari total aktiva lancer

perusahaan. Dalam kegiatan perusahaan yang normal, biasanya piutang akan

dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehingga dikelompokkan

dalam aktiva lancar. Piutang merupakan tagihan perusahaan terhadap badan

atau seseorang akibat adanya penjualan barang atau jasa dengan cara kredit.

Secara umum piutang adalah merupakan hak atas uang, barang dan

jasa kepada orang lain. Senada dengan hal tersebut Bambang Subroto

(1991:63) berpendapat bahwa:

“Piutang adalah tagihan (klaim) kepada pihak lain atas uang, barang atau

jasa yang untuk kepentingan Akuntansi”.

Sedangkan Harngren dan Harison (1997:42) mengemukakan:

“Piutang adalah Suatu aktiva yang timbul karena perusahaan menjual

barangnya atau memberikan jasanya kepada para pelanggan dan

5
menerima janji bahwa pelanggan akan memberikan sejumlah uang kepada

perusahaan pada suatu waktu dimasa yang akan datang”.

Dari pengertian tersebut, piutang mengandung makna, tagihan yang

akan timbul atas penyerahan barang atau jasa dari perusahaan kepada

pelanggan yang akan dilunasi dengan uang dimasa yang datang.

Menurut Zaki Baridwan (1992:124) pengertian piutang sebagai

akibat dari usaha normal perusahaan tersebut piutang dagang atau dengan

kata lain bahwa piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari

penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.

Sedangkan Atep Adya Barata (1990:331) berpendapat bahwa:

“Piutang dagang (Accounts Receivable atau Trade Receivable) adalah

merupakan tagihan yang timbul atau diperoleh karena adanya kegiatan

penjualan barang atau jasa secara kredit (tidak tunai)”.

Piutang (Bahasa Inggris: accounts receivable, AR) adalah salah satu

jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang

berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk

barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Pada

sebagian besar entitas bisnis, hal ini biasanya dilakukan dengan membuat

tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan

dibayar dalam suatu tenggat waktu yang disebut termin kredit atau

pembayaran.

Piutang merupakan suatu proses yang penting, yang dapat

menunjukkan satu bagian yang besar dari harta likuid perusahaan.

Kieso dan Weygandt mendefinisikan pengertian piutang sebagai berikut :

6
“Receivables are claims held against customers and others for money,

goods, or services”. Yaitu piutang adalah klaim yang diadakan terhadap

pelanggan dan lainnya yang berupa uang, barang, atau jasa. Sedangkan,

pengertian piutang menurut S.Hadibroto, Piutang merupakan klaim

terhadap pihak lain, apakah klaim tersebut berupa uang, barang atau jasa,

untuk maksud akuntansi istilah dipergunakan dalam arti yang lebih sempit

yaitu merupakan klaim yang diharapkan akan diselesaikan dengan uang.

Penjelasan definisi di atas diketahui bahwa piutang secara luas

diartikan sebagai tagihan atas segala sesuatu hak perusahaan baik berupa

uang, barang maupun jasa atas pihak ketiga setelah perusahaan

melaksanakan kewajibannya, sedangkan secara sempit

piutang diartikan sebagai tagihan yang hanya dapat diselesaikan dengan

diterimanya uang di masa yang akan datang.

Pada umumnya piutang timbul ketika sebuah perusahaan menjual

barang atau jasa secara kredit dan berhak atas penerimaan kas di masa

mendatang, yang prosesnya dimulai dari pengambilan keputusan untuk

memberikan kredit kepada langganan, melakukan pengiriman barang,

penagihan dan akhirnya menerima pembayaran, dengan kata lain piutang

dapat juga timbul ketika perusahaan memberikan pinjaman uang kepada

perusahaan lain dan menerima promes atau wesel, melakukan suatu jasa

atau transaksi lain yang menciptakan suatu hubungan dimana satu pihak

berutang kepada yang lain seperti pinjaman kepada pimpinan atau

karyawan. Piutang merupakan salah satu elemen yang paling penting

dalam modal kerja suatu perusahaan. Sebagian piutang dapat dimasukkan

7
dalam modal kerja yaitu bagian piutang yang terdiri dari dana yang

diinvestasikan dalam produk yang terjual dan sebagian lain yang termasuk

modal kerja potensial yaitu bagian yang merupakan keuntungan.

Piutang merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan

berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja yaitu:

Kas -------- persediaan ---- piutang ------ kas.

Dalam keadaan normal dan dimana penjualan pada umumnya

dilakukan dengan kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih

tinggi dari pada persediaan, karena perputaran dari piutang ke kas

membutuhkan satu langkah, yang penting kebijaksanaan kredit yang

efektif dan prosedur-prosedur penagihan untuk menjamin penagihan

piutang yang tepat pada waktunya dan mengurangi kerugian akibat

piutang tak tertagih.

Prosedur pencatatan piutang bertujuan untuk mencat mutasi piutang

perusahaan kepad setiap debitur. Mutasi Piutang disebabkan oleh

transaksi penjualan kredit, penerimaan pembayaran dari langganan, retur

penjualan, dan penghapusan piutang.

E.2. Klasifikasi piutang

Pada umumnya piutang bersumber dari kegiatan operasi normal

perusahaan yaitu penjualan kredit atas barang dan jasa kepada pelanggan,

tetapi selain itu masih banyak sumber-sumber yang dapat menimbulkan

piutang. Smith and Skousen memberikan klasifikasi piutang terdiri atas

8
“piutang dagang (trade receivables) dan piutang bukan dagang”.

1. Piutang dagang

a. Wesel tagih atau notes receivables


Wesel tagih adalah jumlah yang terutang bagi pelanggan, di mana

pelanggan dimaksud telah menerbitkan surat utang formal kepada

perusahaan. Ini didukung oleh suatu janji formal tertulis untuk membayar.
b. Piutang usaha atau accounts receivables
Piutang usaha merupakan piutang dagang yang tidak dijamin “rekening

terbuka”. Piutang dagang merupakan suatu perluasan kredit jangka pendek

kepada pelanggan. Pembayaran-pembayarannya biasanya jatuh tempo dalam

tiga puluh sampai sembilan puluh hari. Piutang usaha diklasifikasikan dalam

neraca sebagai aktiva lancar. Piutang usaha adalah piutang yang berasal dari

penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit.

2. Piutang bukan dagang (other receivable)


Piutang lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi di luar

kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang bukan dagang ini meliputi seluruh

tipe piutang lainnya dan mempunyai beberapa transaksi-transaksi yaitu:


a. Penjualan surat berharga atau pemilik selain barang dan jasa.
b. Uang muka kepada pemegang saham, para direktur, pejabat,

karyawan dan perusahaan-perusahaan affiliasi.


c. Setoran-setoran kepada kreditur, perusahaan kebutuhan umum

dan instansi-instansi lainnya.


d. Pembayaran dimuka pembelian-pembelian.
e. Setoran-setoran untuk menjamin pelaksanaan kontrak atau

pembayaran biaya.
f. Tuntutan atas kerugian atau kerusakan.
g. Saham yang masih harus disetor.
h. Piutang deviden dan bunga.
i. Piutang pajak

9
Piutang bukan dagang umumnya didukung dengan persetujuan-

persetujuan formal dan secara tertulis. Piutang bukan dagang harus

diikhtisarkan dalam perkiraan-perkiraan yang berjudul sesuai dan

dilaporkan secara terpisah dalam laporan keuangan.

E.3. Sistem Informasi Akuntansi Penagihan Piutang

Penagihan piutang dari penjualan kredit dapat dilakukan melalui

berbagai cara, antara lain:

a. Fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang dari penjualan

kredit.

b. Dokumen yang digunakan dalam sistem penagihan piutang.

c. Sistem penagihan piutang melalui penagih perusahaan dilaksanakan

dengan prosedur.

Fungsi yang terkait dalam sistem penagihan piutang dari penjualan

kredit adalah:

a. Fungsi secretariat

Fungsi ini bertanggungjawab dalam penerimaan cek dan surat

pemberitahuan atau remittance advice melalui pos dan para debitur

perusahaan. Fungsi ini juga bertugas membuat daftar surat pemberitahuan

yang diterima bersama dari para debitur dan fungsi ini berada di tangan

bagian sekretariat.

10
b. Fungsi penagihan

Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan penagihan kepada

para debitur perusahaan berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang

dibuat oleh fungsi akuntansi dan fungsi ini berada di tangan bagian

penagihan.

c. Fungsi kas

Fungsi ini bertanggungjawab atas penerimaan cek dari fungsi

sekretariat atau fungsi penagihan dan menyetorkan kas yang diterima

dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank dalam jumlah penuh dan

fungsi ini berada di tangan bagian kas.

d. Fungsi akuntansi

Fungsi ini bertanggungjawab dalam pencatatan penerimaan kas dari

piutang ke dalam jurnal penerimaan kas dan berkurangnya piutang ke

dalam kartu piutang, dan fungsi ini berada di tangan bagian akuntansi.

e. Fungsi pemeriksa intern

Fungsi ini bertanggungjawab dalam melaksanakan perhitungan yang

ada di tangan fungsi kas secara periodik, dan melakukan rekonsiliasi

bank, untuk mengecek ketelitian catatan kas yang diselenggarakan oleh

fungsi akuntansi, dan fungsi ini berada di tangan bagian pemeriksa

intern.

11
E.4. Sistem Akuntansi Piutang

Prosedur pencatatan piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang

perusahaan kepada setiap debitur. Mutasi piutang disebabkan oleh

transaksi penjualan kredit, penerimaan kas dari debitur, retur penjualan,

dam penghapusan piutang. Informasi yang diperlukan oleh manajemen

informasi mengenai piutang yang dilaporkan kepada manajemen adalah:

1. Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur.

2. Riwayat pelunasaan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur.

3. Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu.

Dalam akuntansi piutang, secara periodik dihasilkan peernyataan

piutang yang dikirimkan kepada setiap debitur. Pernyataan piutang ini

merupakan unsur pengendalian intern yang baik dalam pencatatan

piutang, dengan mengirimkan secara periodik pernyataan piutang kepada

setiap debitur, catatan piutang perusahaan diuji ketelitiannya dengan

menggunakan tangapan yang diterima dari debitur dari pengiriman

pernyataan tersebut dan dapat menimbulkan citra yang baik dimatta para

debitur mengenai keandalaan pertanggungjawaban keuangan perusahaan.

Untuk mengetahui status piutang dan kemungkinan tertagih dan

tidaknya piutang, secara periodik fungsi pencatatan piutang menyajikan

informasi umur piutang setiap debitur kepada manajer keungan. Daftar

umur piutang ini merupakan laporan yang dihasilkan dari kartu piutang.

12
Dokumen pokok yang digunakan sebagai dasar pencatatan kedalam kartu

piutang adalah:

1. Faktur penjualan

Dokumen ini digunakan sebagi dasar pencatatan timbulnya piutang

atas dasar transaksi penjualan kredit. Dokumen ini dilampiri dengan surat

muat (bill of loading) dan surat order pengiriman sebagai dokumen

pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.

2. Bukti kas masuk

Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya

piutang dari transaksi pelunasan piutang dari transaksi pelunasan piutang

oleh debitur.

3. Memo kredit

Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan.

Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan.

4. Bukti memorial (journal voucher)

Bukti memorial adalah dokumen sumber untuk dasar pencatatan

transaksi kedalam jurnal umum. Dokumen inidigunakan sebagai dasar

pencatatan penghapusan piutang. Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi

kredit yang memberikan otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak

dapat ditagih lagi.

13
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang

menyangkut piutang adalah:

1. Jurnal penjualan

Catatan ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari

transaksi penjualan kredit.

2. Jurnal retur penjualan

Catatan akutansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang

dari transaksi retur penjualan.

3. Jurnal penerimaan kas

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat berkurangnya

piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur.

4. Kartu piutang

Catatan akuntansi ini digunakan untu mencatat mutasi dan saldo

piutang kepada debitur.

E.5. Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Piutang

Tujuan pemeriksaan (audit objective) piutang adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal

control) yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, pitang dan

penerimaan kas.

14
2. Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (ke otentikan)

dari pada piutang.


3. Untuk memeriksa collectability (kemungkinan tertagihnya) piutang dan

cukup tidaknya perkiraan allowance forbad debts (piutang tak

tertagih).
4. Untuk mngetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent

liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes

receivable).
5. Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan

prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi

Keuangan.

E.6. Pengertian Penerimaan Kas

Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat

diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran

ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya, juga simpanan dalam bank

atau tempat-tempat lainnya yang dapat diambil sewaktuwaktu Pengertian

lain dari segi akuntansi, yang dimaksud dengan kas adalah sesuatu (baik

yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat tersedia dengan segera dan

diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.

Penerimaan kas bisa berasal dari berbagai macam sumber yaitu dari

penjualan tunai, penjualan aktiva tetap, pinjaman baik dari bank maupun

dari wesel, setoran modal baru. Tetapi penerimaan kas perusahaan

biasanya berasal dari 2 sumber utama : penerimaan kas dari penjualan

tunai dan penerimaan kas dari piutang. Penerimaan kas adalah kas yang

15
diterima perusahaan baik yang berupa uang tunai maupun surat-surat

berharga yang mempunyai sifat dapat segara digunakan, yang berasal dari

transaksi perusahaan maupun penjualan tunai, pelunasan piutang, atau

transaksi lainnya yang dapat menambah kas perusahaan. “Sumber

pnerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang berasal dari transaksi

penjualan tunai” (Mulyadi,2003:455). Penerimaaan kas bisa terjadi

dengan berbagai macam cara seperti lewat pos, pembayaran langsung ke

kasir atau pelunasan ke bank. Uang yang diterima bias berbentuk uang

tunai, baik logam maupun uang kertas, cek, money order, bank draft, dan

lain – lain.

Penerimaan kas adalah transaksi yang sering terjadi. Penerimaan kas

berasal dari pendapatan jasa, penagihan piutang, penerimaan bunga

investasi, penjualan aktiva, dan berbagai sumber pendapatan lainnya.

Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi bahwa

berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas

dari penjualan tunai mengharuskan :

1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank

dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir

untuk melakukan internal check.

2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kartu

kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan

transaksi penerimaan kas.

16
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi

menjelaskan bahwa penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi

tiga prosedur berikut :

1. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.


2. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales).
3. Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.”

Berdasarkan pengertian kas tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa

kas merupakan sesuatu yang dapat diterima sebagai alat pelunasan

kewajiban pada nilai nominalnya. Transaksi penerimaan kas adalah

transaksi keuangan yang menyebabkan Asset perusahaan berupa kas atau

setara kas bertambah. Transaksi penerimaan kas dicatat ke sistem

komputer pada formulir elektronik penerimaan kas dan dibukukan oleh

sistem komputer ke jurnal penerimaan Kas sesuai dengan metode yang

ditetapkan. Setiap penerimaan kas selain nilai nominal juga harus

menunjukan tanggal terjadinya transaksi, tanggal efektif,

dokumen referensi, buyer, sumber penerimaan kas, transaksi yang terkait,

keterangan ringkas, dll. Penambahan kas yang diperoleh dari pendapatan

bunga, selisih kurs lainnya dicatat pada jurnal memorial.

Pengisian kas kecil adalah penerimaan kas pada rekening kas kecil

dan mengurangi rekening kas yang lain sehingga tidak mempengaruhi

jumlah asset perusahaan berupa kas. Dengan asumsi tersebut pengisian kas

kecil tidak dapat digolongkan sebagai transaksi penerimaan kas sehingga

pengisian kas kecil tidak dicatat pada Jurnal penerimaan penerimaan kas.

(Dalam buku besar tidak ada transaksi penerimaan kas kecil).

17
Dalam banyak kasus catatan penerimaan kas mengutamakan

nominalnya sehingga perlunya dokumen pendukung seperti

bukti setoran/rtgs/cheque/giro kurang diperhatikan, bahkan Sering

penerimaan kas di catat dari rekening koran karena buyer tidak

mengirimkan bukti setoran/pengiriman uang yang dilakukan melalui bank.

Hal ini menunjukan kelemahan manajemen keuangan yang harus

mendapatkan semua bukti penerimaan uang sehingga dalam melakukan

validasi tidak ada yang namanya dugaan berdasarkan perasaan.

Kelengkapan dokumen referensi tersebut berguna sekali dalam melakukan

validasi sehingga pekerjaan akuntansi dapat dilakukan dengan mudah,

yang berakibat akurasi laporan dapat dipercaya. Dengan Sistem akuntansi

komputer, laporan dapat divisual setiap saat dan Laporan periodik dapat

diterbitkan setiap tanggal 2 setiap bulannya.

Banyak akuntan yang masih mengandalkan rekening koran yang

diterbitkan oleh bank, sehingga laporan keuangan hanya dapat diterbitkan

setelah rekening koran diterima yaitu di atas tanggal 20. Laporan yang

diterbitkan adalah laporan basi yang tidak banyak gunanya dalam

pengelolaan perusahaan selain kewajiban administrasi. Dari kasus yang

kami tangani terdapat banyak peluang penyelewengan pada kolektor

maupun pemegang kas untuk menggunakan kas untuk keperluan pribadi

dan sering tidak terdeteksi karena selalu terjadi penumpukan dalam

menangani transaksi.

Jurnal transaksi penerimaan kas dibukukan oleh komputer

berdasarkan entry yang dicatat melalui formulir elektronik penerimaan Kas

18
yang dientry oleh bagian administrasi keuangan. Selanjutnya bagian buku

besar memvalidasi setiap transaksi melalui buku jurnal penerimaan kas.

Penerimaan kas dapat berasal dari berbagai macam sumber diantaranya

seperti pelunasan piutang, penjualan tunai tetapi ada juga sumber

penerimaan yang jarang terjadi seperti penjualan aktiva tetap. Penerimaan

kas bisa berbagi macam cara seperti lewat pos, pembayaran langsung ke

kasir atau pelunasan ke bank. Prosedur penerimaan uang melibatkan

beberapa bagian dalam perusahaan agar transaksi penerimaan uang tidak

terpusat pada satu bagian saja. Hal ini perlu agar dapat memenuhi prinsip-

prinsip internal control. Zaki Baridwan (1997 : 87) mengemukakan bahwa

untuk menghindari adanya tindakan manipulasi terhadap kas maka perlu

diterapkan prosedur-prosedur di bawa ini :

1. Harus ditujukan dengan jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan

setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetorkan ke Bank.


2. Diadakan pemisahan fungsi antaran pengurusan kas dengan fungsi

pencatatan kas.
3. Diadakan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan

pencatatan kas selain itu setiap hari harus dibuat laporan kas.

E.7. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas

Sistem Akuntansi Penerimaan Kas adalah suatu catatan yang dibuat

untuk melaksanakan kegiatan penerimaan uang dari penjualan tunai atau

dari piutag yang siap dan bebas digunakan untuk kegiatan umum

perusahaan. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas adalah proses aliran kas

yang terjadi di perusahaan adalah terus menerus sepanjang hidup

19
perusahaan yang bersangkutan masih beroperasi. Aliran kas terdiri dari

aliran kas masuk dan aliran kas keluar.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem

akuntansi penerimaan kas adalah suatu kesatuan untuk mengumpulkan,

mencatat transaksi yang dapat membantu pimpinan untuk menangani

penerimaan perusahaan.Beberapa bentuk pembayaran dari langganan di

dunia usaha yang dikenal antara lain:

a. Uang tunai.

b. Cek.

c. Giro bilyet.

d. Transfer lewat bank.

e. Wesel bank.

Cara penerimaan uang dari langganan dapat dilakukan melalui

cara:

1. Langganan membayar sendiri atau oleh petugasnya.

2. Harus ditagih oleh kreditur.

3. Kompensasi utang piutang.

20
Penerimaan kas perusahaan berasal dari dua sumber utama yaitu

penerimaan kas dari penjualan tunai dan penerimaan kas dari piutang.

a. Sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai.

Sistem penerimaan kas dari penjualan tunai dibagi menjadi tiga

prosedur Yaitu:

1. Penerimaan kas dari over-the-counter sale.

2. Prosedur peneriman kas dari cash-on delivery sale (COD sales).

3. Prosedur penerimaan dari credit card sale.

Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari

penjualan tunai yaitu:

a. Fungsi penjualan.

b. Fungsi kas.

c. Fungsi Gudang.

d. Fungsi Pengiriman.

e. Fungsi Akuntansi.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan kas

yaitu:

a. Faktur penjualan tunai.

21
b. Pita register kas

c. Credit card sales slip

d. Bill of lading.

e. Faktur penjualan COD.

f. Bukti setor bank.

g. Rekspitulasi harga pokok penjualan.

Catatan Akuntansi Yang digunakan dalam sistem akuntansi

penerimaan kas yaitu:

a. Jurnal penjualan.

b. Jurnal penerimaan kas.

c. Jurnal umum.

d. Kartu persediaan.

e. Kartu gudang.

f. Sistem Penerimaan Kas dari Piutang.

Fungsi atau unit kerja yang tekait dalam penerimaan kas dari

piutang antara lain:

1. Fungsi Sekretariat.

22
Bertanggung jawab menerima cek dan surat pemberitahuan dari

debitur. Fungsi ini juga bertugas membuat daftar surat pemberitahuan atas

dasar surat pemberitahuan yang diterima bersama cek dari para debitur.

2. Fungsi Penagihan.

Bertanggung jawab melakukan penagihan langsung kepada debitur

melalui penagih perusahaan, berdasarkan daftar piutang yang dibuat

oleh fungsi akuntansi.

3. Fungsi Kas.

Bertanggung jawab atas penerimaan cek dari fungsi sekretariat atau

dari fungsi penagihan.

4. Fungsi Akuntansi.

Bertanggung jawab dalam pencatatan penerimaan kas.

5. Fungsi Pemeriksa Intern.

Bertanggung jawab atas perhitungan uang kas yang ada di tangan

fungsi kas secara periodik.

Pendapat lain mengenai fungsi dalam penerimaan kas adalah Fungsi

yang terkait dalam penerimaan kas dari piutang yaitu:

E8. Prosedur Penerimaan Kas

1. Prosedur penerimaan kas dari over the counter sales.

23
Dalam penjualan tunai ini, pembeli datang ke perusahaan, melakukan

pemilihan barang atau produk yang akan dibeli, melakukan pembayaran ke

kasir, dan kemudian menerima barang yang dibeli. Dalam over-the counter

sales ini, perusahaan menerima uang tunai, cek pribadi (personal check), atau

pembayaran langsung dari pembeli dengan credit card, sebelum barang

diserahkan
kepada pembeli.
2. Prosedur penerimaan kas dari cash on delivery sales (COD sales)
Cash on delivery sales (COD sales) adalah transaksi penjualan yang

melibatkan kantor pos, perusahaan angkutan umum, atau angkutan sendiri

dalam penyerahan dan penerimaan kas darihasil penjualan.


3. Prosedur penerimaan kas dari credit card sales.
Merupakan salah satu cara pembayaran bagi pembeli dan sarana penagihan

bagi penjual, yang memberikan kemudahan baik bagi pembeli maupun bagi

penjual.
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi

menjelaskan bahwa untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan, sistem

penerimaan kas dari piutang mengharuskan :


1. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara

pemindah bukuan melalui rekening bank (giro bilyet). Jika perusahaan

hanya menerima kas dalam bentuk cek dari debitur, yang ceknya atas

nama perusahaan (bukan atas unjuk), akan menjamin kas yang

diterima oleh perusahaan masuk ke rekening giro bank perusahaan.

Pemindahbukuan juga akan memberikan jaminan penerimaan kas

masuk ke rekening giro bank perusahaan.


2. Kas yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor

ke bank dalam jumlah penuh.

24
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi

menjelaskan bahwa penerimaan kas dari piutang dapat dilakukan melalui

berbagai cara, adalah sebagai berikut :


1 Melalui penagihan perusahaan
2. Melalui pos
3. Melalui lock-box collection plan.”

E.9. ARUS KAS (CASH FLOW)

Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan

pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan

kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan

bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas

(Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian

dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu

periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas)

perusahaan.

Arus kas merupakan arus masuk dan keluar dari suatu perusahaan.

Arus kas disajikan dalam suatu laporan arus kas. Arus Kas adalah arus

masuk dan arus keluar kas atau setara kas (cash equivalent) atau investasi

yang sifatnya sangat likuid,berjangka pendek dan yang cepat dapat di

jadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan

nilai yang signifikan (Ikatan Akuntan Indonesia 2004 : 22). Arus Kas

adalah arus kas masuk operasi dengan pengeluaran yang dibutuhkan

untuk mempertahankan arus kas operasi dimasa mendatang (Brigham dan

Houston 2001 : 47)

25
Jadi Dari kedua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Arus

Kas adalah arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas dalam

periode tertentu yang berjangka pendek dalam pengelolaan uang yang

dimiliki perusahaan.

Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus

keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana

uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka

membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari

penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu

(biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam

aliran/arus kas yaitu:

1. Cash inflow

Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi

yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash

inflow) terdiri dari:

a. Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.


b. Penagihan piutang dari penjualan kredit.
c. Penjualan aktiva tetap yang ada.
d. Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan

terbatas.
e. Pinjaman/hutang dari pihak lain.
f. Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow

Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi

yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out

flow) terdiri dari:

26
a. Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya

pabrik lain-lain.
b. Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi

penjualan.
c. Pembelian aktiva tetap.
d. Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
e. Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
f. Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-

lain.

Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang

penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode

tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan

operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan

arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas

operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi

Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi

utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi

laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan

arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar

dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas

yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen

atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran

terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

27
Aktivitas Investasi

Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka

panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya.

Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan

merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau

penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari

sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai

investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan

investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam.

Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi

pada laporan arus kas.

Aktivitas Pendanaan

Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari

investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan

kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham,

peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman

obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap

pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan.

Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok

pinjaman.

28
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi

informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan

selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan

menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan

kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis

yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.

Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli

barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain

yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan

jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada

pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika.

Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan

dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi

telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan

tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan

umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan.

Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum

tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.

Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual

kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika

perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar

dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas

masuk ke perusahaan. Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya

29
kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka

panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.

Manfaat informasi arus kas

a. Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa

yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran

arus kas yang telah dibuat sebelumnya.

b. Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungj awaban arus kas

masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.

c. Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas

memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam

mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas

pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan

solvabilitas).

Menurut Arthur, J. Keown, David F. Scott Jr, Jhon D. Martin, J.

William Petty (2001:678) setiap usulan pengeluaran modal (capital

expenditure) selalu mengandung dua macam arus kas, yaitu:

a. Arus kas keluar netto (Net outflow of cash), yaitu: arus kas yang

diperlukan untuk investasi baru.


b. Arus kas masuk netto (Net inflow of cash), yaitu: sebagai hasil dari

investasi baru tersebut, yang sering disebut “Net cash proceeds.”

Pada dasarnya ada beberapa motif (dorongan) yang menyebabkan

perusahaan perlu memiliki sejumlah kas. Dorongan-dorongan inilah yang

30
menentukan jumlah kas yang harus dimiliki perusahaan. Motif-motif

tersebut, antara lain:

1. Motif Transaksi (Transaction Motive).

Motif Transaksi dimaksudkan bahwa perusahaan membutuhkan

sejumlah uang tunai untuk membiayai kegiatannya sehari-hari, seperti:

untuk gaji dan upah, membeli barang, membayar tagihan dan

pembayaran hutang kepada kreditur apabila jatuh tempo.

2. Motif Berjaga-jaga (Safety Motive / Precautionary Motive).

Motif Berjaga-jaga dimaksudkan untuk berjaga-jaga terhadap

kebutuhan yang mungkin terjadi, tetapi tidak jelas kapan akan

terjadinya, seperti: kerusakan mesin, perubahan harga bahan baku,

kebakaran dan kecelakaan.


3. Motif Spekulatif (Speculative Motive).

Motif Spekulatif dimaksudkan untuk mengambil keuntungan kalau

kesempatan itu ada, seperti: perusahaan menggunakan kas yang

dimilikinya untuk diinvestasikan pada sekuritas (saham atau obligasi)

dengan harapan setelah membeli sekuritas tersebut harganya akan naik.

4. Motif Compensating Balance

Motif ini sebenarnya lebih merupakan keterpaksaan perusahaan akibat

meminjam sejumlah uang di bank. Apabila perusahaan meminjam uang

di bank, biasanya bank menghendaki agar perusahaan tersebut

meninggalkan sejumlah uang di dalam rekeningnya. Misalnya: suatu

perusahaan meminjam dana dari bank sebesar Rp 500 juta dan bank

mengharuskan perusahaan memiliki simpanan di bank tersebut dengan

31
saldo Rp 50 juta. Jumlah inilah yang disebut sebagai compensating

balance.

F. Metodologi penelitian
F.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT Elga Utama Abadi yang berlokasi di Jl.

Petojo Sabangan X No. 14 Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat dan di Ruko

Grand Kalimalang Unit 8Y, Jl. KH. Noer Ali No. 8 Jati Mulya, Tambun

selatan, Bekasi 17510. Penelitian ini dimulai pada bulan November 2014

sampai dengan Pebruari 2015.


F.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalan penyusunan

proposal skripsi ini adalah:


a. Penelitian Kepustakaan (library research)
Adalah metode penelitian yang dilakukan dengan membaca literature-

literatue yang disarankan oleh dosen pembimbing, bahan kuliah di STIE

Mulia Pratama, dan data elektronik (internet) yang berhubungan dengan

masalah yang diambil penulis.


b. Penelitian lapngan (field work research)
Adalah penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan

lapangan dan mengumpulkan data dari perusahaan yang dalam hal ini pada

PT Elga Utama Abadi.


Penelitian lapangan yang penulis lakukan adalah:
1. Observasi
Adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan

langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan

pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati.


2. Wawancara (Interview)
Adalah tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan

narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu

hal.

32
3. Blangko Angket (Quesioner)
Adalah instrumen pengumpulan data atau informasi yang

dioperasionalisasikan ke dalam bentuk item atau pertanyaan.

F.3. Metode Analisa Data

Metode analisa data yang digunakan dalan penyusunan proposal

skripsi ini adalah:


a. Metode analisa kualitatif
Adalah metode analisis data yang dilakukan dengan cara

mengumpulkan data-data primer yang diperoleh dari PT Elga Utama Abadi.

Metode ini mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metode kulitatif

yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah

lainnya. Tujuan dari metodoe ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman

secara mendalam terhadap suatu masalah.


b. Metode Penelitian Kuantitatif

Adalah metode analisis data yang dilakukan dengan cara

mengumpulkan data-data sekunder yang diperoleh dari PT Elga Utama

Abadi. Metode ini yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara

obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan pengukuran,

setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah,

variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan

memberikan symbol-symbol angka yang berbeda-beda sesuai dengan

kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan

menggunakan symbol-symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara

kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan

suatu kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan

utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi

33
menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran

yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan

akan berlaku pada suatu populasi tertentu.

34