Anda di halaman 1dari 1

Corporate social responsibility and the cost of corporate bonds (Wenxia Ge, Mingzhi Liu)

Literature review and hypothesis development

Penggunaan CSR dianggap sebagai penggunaan uang pemegang saham yang buruk dan praktik ini
menyimpang dari maksimalisasi nilai pemegang saham. Menurut teori ini, aktivitas CSR
mengonsumsi sumber daya yang bisa membantu menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham;
maka kinerja CSR yang lebih tinggi dapat mengganggu kepentingan pemegang saham. Mengurangi
keuntungan juga berarti mengurangi kemampuan membayar bunga dan meningkatkan risiko
kesulitan, yang keduanya dapat dikaitkan dengan biaya pembiayaan publik yang lebih tinggi.

Sebaliknya, teori stakeholders beranggapan bahwa perusahaan harus melampau kepentingan


shareholders dan mempertimbangkan kepentingan kelompok stakeholders yang lebih luas. Dari
sudut pandang teori stakeholder, kinerja CSR dapat mengurangi biaya modal karena dua alasan.

Pertama, informasi terkait CSR menangkap dimensi risiko lingkungan perusahaan dan mengurangi
asimetri informasi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi biaya ekuitas. Biaya bond financing
mungkin lebih rendah untuk perusahaan dengan kinerja CSR yang baik, dibandingkan dengan
perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Kedua, kinerja CSR dapat meningkatkan ukuran basis investor. Investor yang sadar sosial lebih suka
mengecualikan perusahaan dengan kinerja CSR yang rendah dari portofolio investasinya. Dengan
kata lain, perusahaan dengan kinerja CSR yang tinggi dapat meningkatkan ukuran relatif basis
investor mereka. Semakin besar ukuran relatif basis investor, semakin rendah biaya modal dan
semakin tinggi valuasi pasar.

Beberapa studi menginvestigasi hubungan antara CSR dan biaya modal. Perusahaan dengan kinerja
lingkungan yang lebih baik memiliki biaya modal ekuitas yang lebih rendah. Berfokus pada
pembiayaan hutang swasta, Goss dan Roberts (2011) menemukan bahwa biaya pinjaman bank untuk
perusahaan dengan tanggung jawab sosial lebih tinggi daripada perusahaan yang lebih bertanggung
jawab.

Pembiayaan utang publik berbeda dengan pembiayaan hutang swasta dalam hal efisiensi
pemantauan dan ketersediaan informasi pribadi. Pembiayaan hutang swasta mengurangi asimetri
informasi antara peminjam dan kreditor, sedangkan pemegang obligasi publik mungkin tidak dapat
memperoleh informasi yang tegas melalui jalur pribadi. Karena kelemahan pemantauan dan
informasi ini, informasi tentang kinerja CSR perusahaan kemungkinan lebih bernilai relevan dengan
debitur publik daripada kreditur swasta.