Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang didapat dari hubungan budaya organisasi dengan

kebosanan kerja pada perawat perioperatif di IBS RSUD Mardi Waluyo Blitar yaitu:

1. Hasil dari budaya organisasi yang terdapat di ruangan IBS yaitu hampir seluruh

responden menilai bahwa budaya organisasi kuat dengan nilai sebesar 81%.

2. Kebosanan kerja yang dialami sebagian besar perawat perioperatif di IBS yaitu

kebosanan kerja sedang dengan nilai 69%.

3. Hasil dari uji hubungan antara budaya organisasi dengan kebosanan kerja

didapatkan nilai p = 0,057 yang berarti tidak signifikan sehingga pada penelitian

ini H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak adanya hubungan antara budaya

organisasi dengan kebosanan kerja pada perawat perioperatif.

5.2 Saran

5.2.1 Bagi Rumah Sakit

Diharapkan bagi ruangan untuk selalu mempertahankan budaya organisasi yang

telah berjalan dengan baik sehingga dapat menekan tingkat kebosanan atau tingkat

stress kerja pada perawat. Hal ini tidak hanya berlaku pada ruangan IBS saja tapi juga

bagi setiap ruangan serta structural rumah sakit agar menerapkan budaya organisasi

dengan baik pula sehingga para pekerja merasa nyaman dalam bekerja sehingga

63
resiko kebosanan atau stress kerja yang dapat berimbas pada timbulnya resiko turn

over pekerja dapat terhindari.

5.2.2 Bagi Penelitian Selanjutnya

Dengan melihat keterbatasan penelitian dalam penelitian ini, diharapkan pada

penelitian selanjutnya bisa dilakukan di ruangan perawatan, mengembangkan

komponen dari variabel kebosanan kerja serta melakukan observasi sebelumnya

untuk situasi kerja yang mencakup lingkungan dan kondisi kerja dalam ruangan.

63