Anda di halaman 1dari 1

KASUS Peptic Ulcer Disease

Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut yang
meningkat sejak 1 hari yang lalu, nyeri terutama di ulu hati dan perut kiri atas. Nyeri
akan bertambah setelah pasien makan. Keluhan disertai rasa mual dan muntah setiap
makan dan minum. Muntah darah (+), BAB berdarah (-). Riwayat minum obat
pereda nyeri dan jamu-jamuan dalam waktu yang lama (-). Pola makan OS tidak
teratur, sering terlambat makan, dan suka makanan yang sangat pedas.

Dari pemeriksaan tanda vital, didapatkan hasil dalam batas normal.


Dari Pemeriksaan perut (abdomen), ditemukan nyeri tekan di ulu hati dan perut kiri
atas.
Dari pemeriksaan labor, didapatkan :
HB 9 g/dL, Ht 42%, eritrosit 4,2 10ˆ6/µL, trombosit 210 10ˆ3/µL, leukosit 8 10ˆ3/µL.
Pada pasien dilakukan pemeriksaan endoskopi, didapatkan kesan tukak gaster.

Pasien didiagnosis dengan Peptic Ulcer Disease

Pasien dirawat dan diberi terapi :


Transfusi darah 2 kantong
Diet lambung 2
Infus NaCl 500 cc/8 jam
Lansoprazol 4 x 1 amp (30 mg) (inj)
Vit K 3 x 1 amp (inj)
Metoklopramid 3 x 10 mg (oral)
Sukralfat 3 x 10 cc (oral)
Transamin 3 x 500 mg
Rebamipid 2 x 1

Setelah pasien dirawat selama 3 hari, pasien sudah boleh pulang, obat tetap diberikan,
yaitu :
Lansoprazol 2 x 30 mg (oral)
Metoklopramid 3 x 10 mg (oral)
Sukralfat 3 x 10 cc (oral)
Rebamipide 2 x 100 mg
dan pasien dianjurkan untuk kontrol setelah 1 bulan meminum obat.