Anda di halaman 1dari 2

Kegiatan kerja lapangan ketiga dilaksanakan di bendungan Tugu Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek

dengan obyek penelitian berupa bendungan. Dalam pelaksanaan KKL 3 dilakukan selama 4 hari, selama
4 hari tersebut peneliti mencari data mengenai lingkungan bendungan seperti data debit aliran,
penggunaan lahan, data kejadian longsor, kemiringan lereng dsb. Hal tersebut dilakukan untuk
memperoleh hasil yang dituju seperti menghitung debit rencana dengan pengambilan data debit,
penampang melintang sungai, dan persebaran aliran sungai.

Debit rencana yag dilakukan menggunakan data primer seperti data debit dan data curah hujan selama
10 tahun, yaitu dari tahun 2008 sampai dengan 2017. Data tersebut di gunakan untuk menentukkan
periode ulang debit rencana yang akan dilakuan. Langkah pertaa yang dilakukan adalah enentukkan
probailitas hujan dengan menggunakan metode log pearson 3 dan gumbel. Tujuan di lakukannya
perhitungan ini adalah untuk menentukkan data hujan tersebut memenuhi syarat atau tidak.

Pada hasil intensitas hujan jam-jaman yan telah telah dilakukan bahwa terdapat peningkatan intensitas
hujan dalam kurun waktu 50 tahun terakhir dimana pada tahun ke 50 intensitas hujan mengalami
peningkatan sampai 283 mm/jam. Perhitungan ini tentunya memiliki kelemahan dimana semakin jauh
rentangan waktu yang diprediksi maka tingkat error yang dihasilkan akan semakin tinggi. Oleh karena itu
dalam perhitungan intensitas hujan jam-jaman perlu dilakukan perhitungan ulang pada tahun-tahun
selanjutnya untuk mengetahui probabilitas hujan yang kelak akan terjadi. Intesitas hujan yang dilakukan
perhitungan memiliki jangka waktu hujan selama 720 menit maka gambaran hujan yang akan terjadi
dalam hitungan memiliki asumsi bahwa hujan terlama yang akan terjadi dalam waktu tahunan memiiki
waktu paling lama yaitu 3 jam.

Pengambilan data debit aliran sungai dilakukan di Hulu Sungai Keser dimana hulu sungai tersebut
merupakan pemasok air ke Bendungan Tugu. Data debit aliran yang diambil berjumlah satu data, data
tersebut diambil sebelum aliran sungai memasuki bendungan dengan asumsi anak sungai hulu DAS
Keser memiliki intensitas hujan yang sama jadi pengambilan data dilakukan pada pertemuan hulu anak
Sungai Keser, selain data debit aliran data yang diambil adalah data penampang melintang dari sungai
yang di ukur berikut hasil pengukuran penampang melintang dari data yang telah diambil.

Kemiringan Sungai Rata-rata (S)


m/m 0.161702128
panjang sungai Utama (L) Km 4.23
Pada hasil akhir dari perhitungan ini adalah perhitungan debit rencana. Hasil debit rencana terbagi atas
5 hasil yaitu debit rencana pada tahun ke-2, ke-5, ke -10, ke-20 dan ke-50. Metode yang dilakukan pada
perhitungan debit rencana Sungai Keser dilakukan dengan metode rasional dengan mempertimbangkan
luas sungai, intensitas hujan yang terjadi dan debit aliran yang telah didapatkan dari pengukuran
lapangan. Dapat dilihat bahwa perhitungan dari kala ulang 2-50 tahun intensitas hujan mengalami
kenaikan setiap kala ulanga hal tersebut mengakibatkan debit aliran Sungai Keser mengalami
peningkatan tiap kala ulang. Jika debit aliran sungai setiap tahun meningkat memiliki dampak positif
bagi bendungan seperti mempercepat pengisian bendungan, akan tetapi juga memiliki dampak negative
seperti luapan air sungai yang semakin memakan lahan di bantaran sungai ha tersebut disebabkan debit
aliran semakin bertambah sedangkan luas sungai tetap selain itu erosi dasar sungai dan tebing sungai
juga dapat terjadi mengingat daerah tersebut memiliki kemiringan lereng yang cukup curam. Berikut
data debit rencana hasil perhitungan metode rasional;

Kala
Intensitas Debit
Ulang C A (Km2)
(mm/jam) (m3/det)
(tahun)
2 0.160692 53.346623 40.76 97.06602
5 0.160692 67.899861 40.76 123.5461
10 0.160692 77.535371 40.76 141.0783
20 0.160692 86.777984 40.76 157.8955
50 0.160692 98.741597 40.76 179.6637