Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling penting terutama dalam
bulan-bulan awal kehidupan (Sukarni, 2013). Nutrisi yang baik pada bayi
mempercepat pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Menyusui merupakan
kesempatan untuk berinteraksi sosial, fisiologis, dan bahkan edukasi antara orang tua
dan bayi. Menyusui juga dapat membangun dasar untuk mengembangkan kebiasaan
makan yang baik yang berlansung seumur hidup (Lowdermilk et.al, 2013).
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses alami mengembalikan bayi
manusia untuk menyusu yaitu dengan memberikan kesempatan pada bayi untuk
mencari dan menghisap ASI sendiri dalam satu jam pertama pada awal kehidupannya
(Utami, 2008). Edukasi orang tua, dukungan dari pasangan dan keluarga merupakan
faktor penentu utama dalam pengambilan keputusan ibu untuk menyusui
(Lowdermilk et.al, 2013). IMD merupakan faktor yang terpenting sebagai penentu
keberhasilan ASI eksklusif. Karena dengan IMD, produksi ASI akan terstimulasi
sejak dini. IMD juga mempercepat pengeluaran placenta, dan mempercepat
pengeluaran ASI (Tamara, 2011).
WHO-UNICEF mengeluarkan protokol tentang “ASI Segera” yang harus
diketahui tenaga kesehatan. Protokol tersebut adalah melakukan kontak kulit ibu
dengan kulit bayi segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam dan bantu ibu
mengenali kapan bayinya siap menyusu (Majid, 2008). Kontak langsung kulit ibu
dan bayi akan memberikan kehangatan dan ikatan antara ibu dan bayi (Maritalia,
2012).
Penelitian di negara Afrika, IMD dapat menurunkan resiko kematian bayi
usia 2-28 hari akibat infeksi saluran nafas akut dan diare (Edmond et.al, 2014).
Kontak kulit ibu dan kulit bayi serta ASI pertama (kolostrum) dapat menstimulasi
sistem kekebalan tubuh bayi (Edmond et.al 2014). ASI mengandung zat gizi dan zat
protektif yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh bayi sehingga jarang sakit
(Maritalia, 2012). Praktek IMD dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir.
Menurut penelitian yang dilakukan di Ghana , 22% kematian bayi baru lahir dapat

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 1


dicegah bila bayi menyusu pada ibunya dalam satu jam pertama (Edmond et.al,
2014). Di negara Amerika dalam dekade terakhir angka menyusui meningkat
menjadi 77% hal tersebut dikarenakan ibu melakukan IMD (Lowdermilk et.al, 2013).
Penelitian yang dilakuan di India dalam National Journal of Community Medicine
Vol 3 Issue 2 April-June 2012 (309) disebutkan bahwa keberhasilan IMD
dipengaruhi oleh pengetahuan perilaku partisipatif ibu. IMD sangat berpengaruh
terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Petugas kesehatan sangat berperan dalam
pemberian pengetahuan kepada ibu.
Dalam sebuah survey di Indonesia menunjukkan hanya 4% wanita Indonesia
melaksanakan IMD sedangkan yang 96% tidak mempraktekkannya (Verayanti,
2010). Ratarata IMD dilakukan kurang dari 1 jam setelah bayi lahir yaitu 29,3%.
Angka tertinggi IMD yang dilakukan kurang dari 1 jam di Nusa Tenggara Timur
56,2% dan terendah tercatat di Maluku 13 % (Riskesdas, 2010).
Edukasi sangat berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan dan sikap.
Dalam jurnal yang ditulis Haniarti, di Sulawesi selatan IMD kurang dari 1 jam
sebayak 30,1%. Perilaku menyusui bayi sendiri dianggap sebagian orang sebagai
tingkah laku yang tradisional (Herniati, 2012). Pengeatahuan ibu tentang IMD sangat
penting. Banyak ibu tidak mengetahui tentang manfaat IMD. Seringkali para ibu
memiliki pemahaman yang tidak benar, misalnya tidak perlu meneteki bayi karena
ASI belum keluar atau karena air susu yang keluar pertamakali dan berwarna kuning
adalah kotoran dan basi. Hal lainya yang membuat pemberian ASI tertunda misalnya
ibu merasa haus dan perlu istirahat dulu kerena lelah, masih merasa sakit, atau
menganggap bayi perlu dimandikan terlebih dahulu. Alasan-alasan tersebut tidak
seharusnya menyebabkan penundaan IMD (Alfredo et al, 2008).

RS Sentra Medika Cibinong program IMD dan Asi ekslusif menjadi salah
satu indicator mutu dimana program tersebut bagian dari PONEK ( Pelayanan
Obstetri Neonatal Esensial / Emergensi Komperhensif ). dalam 3 bulan terakhir
didapatkan pencapaian program IMD mencapai 100 % sesuai dari target, dari
pelaksanaan tersebut sering kali ditemukan bahwa klien banyak yang belum mengerti
program IMD dan dalam pelaksanaanya mereka rata-rata beralasan nyeri karena
harus dijahit, takut banyinya kedinginan serta Latar belakang pendidikan diantaranya
berpendidikan SD dan SMP. Pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 2


pengetahuan. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan mudah menerima
informasi (Mubarak, 2011). Ada baiknya program IMD dan Asi ekslusif
direncanakan pada saat ibu masa ANC dengan meningkatkan pengetahuan tentang
IMD dan Asi ekslusif pada saat ibu ANC, sehingga saat bayi lahir ibu siap dan dan
melakukan IMD dan Asi ekslusif dengan tepat dan benar. Rumah Sakit Sentra
Medika Cibinong telah mendukung program IMD dan Asi ekslusif, Hal ini
dibuktikan adanya Standart dan kebijakan Prosedur Operasional (SPO) tantang IMD
dan Asi ekslusif.
Melihat betapa pentingnya edukasi program IMD dan Asi ekslusif pada ibu
masa ANC di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, maka kami akan mengadakan
penyuluhan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Asi ekslusif. Kami berharap
dengan diadakannya penyuluhan IMD pada ibu hamil di Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong ibu hamil pada saat setelah persalinan dapat melakukan program IMD dan
Asi ekslusif dengan benar dan baik.

B. Tujuan

a. Tujuan umum
Meningkatkan pemahaman ibu tentang pentingnya memberikan ASI sedini
mungkin ( IMD ) dan Asi Ekslusif, sehingga tercapai pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan pertama dan berlanjut dengan pemberian ASI sampai anak berusia
2 tahun
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 20 menit tentang IMD dan ASI ekslusif,
diharapkan para orangtua dapat mengetahui tentang :
1. Pengertian IMD dan Asi Ekslusif
2. Prinsip Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
3. Manfaat IMD dan Asi Ekslusif
4. Kandungan (Isi) Asi
5. Cara Penyimpanan Asi
6. Perbedaan ASI dan susu Formula
7. Langkah-langkah Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Menyusui
yang Benar

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 3


BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar IMD dan Asi Ekslusif


1. Inisiasi menyusui dini (IMD)
Merupakan kemampuan bayi mulai menyusu sendiri segera setelah dia
dilahirkan. Cara melakukan IMD ini disebut pula breast crawl atau merangkak
untuk mencari puting ibu secara alamiah. Pada prinsipnya IMD merupakan
kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan di dada atau
di perut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan (bukan
dimandikan), kecuali pada telapak tangannya. Kedua telapak tangan bayi
dibiarkan tetap terkena air ketuban karena bau dan rasa cairan ketuban ini sama
dengan bau yang dikeluarkan payudara ibu, dengan demikian ini menuntun bayi
untuk menemukan puting. Lemak (verniks) yang menyamankan kulit bayi
sebaiknya dibiarkan tetap menempel. Kontak antarkulit ini bisa dilakukan sekitar
satu jam sampai bayi selesai menyusu.
Gupta (2007), menyatakan inisiasi menyusu ibu disebut sebagai tahap ke
empat persalinan yaitu tepat setelah persalinan sampai satu jam setelah
persalinan, meletakkan bayi baru lahir dengan posisi tengkurap setelah
dikeringkan tubuhnya namun belum dibersihkan, tidak dibungkus didada ibunya
segera setelah persalinan dan memastikan bayi mendapat kontak kulit dengan
ibunya, menemukan puting susu dan mendapatkan kolostrom atau ASI yang
pertama kali keluar.
Inisiasi menyusu dini adalah proses menyusu bukan menyusui yang
merupakan gambaran bahwa inisiasi menyusu dini bukan program ibu menyusui
bayi tetapi bayi yang harus aktif sendiri menemukan puting susu ibu (Alfian, M,
dkk, 2009). Setelah lahir bayi belum menunjukkan kesiapannya untuk menyusu
(Gupta, 2007). Reflek menghisap bayi timbul setelah 20-30 menit setelah lahir.
Roesli (2008), menyatakan bayi menunjukkan kesiapan untuk menyusu 30-40
menit setelah lahir.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 4


2. ASI eksklusif
Asi eksklusif Adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman
tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan (Depkes RI, 2004).
Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI saja tanpa
tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan
tanpa bubur nasi dan tim ( Roesli U, 2001 ).
Pada tahun 2001 World Health Organization / Organisasi Kesehatan
Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidup bayi
adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya (bahwa ASI
eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak berlaku lagi. (WHO, 2001).

B. Prinsip Inisiasi Menyusu Dini (IMD)


Prinsip dasar inisiasi menyusu dini adalah tanpa harus dibersihkan dulu, bayi
diletakkan di dada ibunya dengan posisi tengkurap dimana telinga dan tangan bayi
berada dalam satu garis (Markum, 1991), sehingga terjadi kontak kulit dan secara
alami bayi mencari payudara ibu dan mulai menyusu.
Prinsip dasar IMD adalah tanpa harus dibersihkan terlebih dahulu, bayi
diletakkan di dada ibunya dan secara naluriah bayi akan mencari payudara ibu,
kemudian mulai menyusu (Rosita, 2008).

C. Manfaat IMD dan ASI EKSLUSIF


1. IMD
IMD memberi kesempatan kepada bayi untuk menyusu segera setelah
lahir. Bayi setelah lahir, baik melalui persalinan normal maupun Caesar,
dibiarkan berada di dada ibu selama 30-60 menit. Bayi akan secara refleks
mencari puting susu ibunya dan kemudian menyusui.
Ada lima tahapan yang dilalui bayi saat akan menyusu dini. Di 30 menit
pertama, ia akan beradaptasi dengan trauma kelahirannya. Ini merupakan tahap
menenangkan diri atau istirahat siaga.
a. Di menit ke-30 sampai 40, bayi akan mengeluarkan suara, melakukan
gerakan mengisap dan memasukkan tangan ke mulut. Setelah itu, bayi

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 5


mengeluarkan air liur dan kakinya menekan perut ibu untuk bergerak ke arah
payudara.
b. Kemudian bayi mengecap kulit ibu dan mendapat bakteri baik yang ada di
sana. Bayi menyentuh puting dan tangannya menghentak-hendak ke dada ibu
untuk merangsang keluarnya ASI. Baru setelah itu, bayi akan menyusu.
c. Bayi yang diberi kesempatan mengisap puting ibu segera setelah lahir,
memiliki kemungkinan keberhasilan lebih besar dalam menyusu. Tak hanya
itu, saat bayi merangkak dan mencari puting susu ibu akan menjadi momen
paling membahagiakan bagi ibu.
d. Melalui IMD, ibu akan memberi kehangatan dan perlindungan yang baik
bagi bayi, selain mengurangi risiko kematian akibat hipotermi atau
kedinginan. Hal ini, ujar Dr. Utami, dikarenakan suhu tubuh ibu lebih hangat
satu derajat dari lingkungan sekitar, sehingga bayi merasa lebih nyaman dan
aman.
e. Kulit ibu yang sangat ajaib ini dapat menyesuaikan diri dengan suhu yang
dibutuhkan bayi. Bila bayi kedinginan, suhu ibu akan naik dua derajat. Bila
bayi kepanasan, suhu tubuh ibu akan turun satu derajat Celsius

Selain menciptakan kontak kulit bayi dengan kulit ibu yang memberi kehangatan
bagi bayi, IMD juga membuat perdarahan pasca kelahiran lebih sedikit. Yang tak
kalah penting, peran oksitosin terbaik adalah pada 45 menit pertama saat bayi
menyusu dini.

Sentuhan, kuluman/emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu akan merangsang
keluarnya oksitosin yang penting.

a. Bagi ibu :
1) Menyebabkan rahim berkontraksi membantu
mengeluarkan plasenta dan mengurangi perdarahan ibu.
2) Merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan
mencintai bayi, lebih kuat menahan sakit/nyeri (karena hormon
meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita/bahagia.
3) Merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matang (yang
berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 6


2. ASI Ekslusif
a. Manfaat Asi Ekslusif Bagi Bayi
1) ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi anda. Dengan
komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
2) ASI mudah dicerna oleh bayi.
3) Jarang menyebabkan konstipasi.
4) Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi.
5) ASI kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh
bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya.
6) ASI dapat mencegah karies karena mengandung mineral selenium.
7) Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang
diberikan ASI sampai lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang
lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung DHA/AA. Hal ini
ditunjukkan anak-anak yang tidak diberi ASI mempunyai IQ
(Intellectual Quotient) lebih rendah tujuh sampai delapan poin
dibandingkan dengan anak-anak yang diberi ASI eksklusif.
8) Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bln akan menurunkan
resiko sakit jantung bila mereka dewasa.
9) ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah,
infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi
mendadak.
10) Memberikan ASI juga membina ikatan kasih sayang antara ibu dan
bayi.

b. Bagi Ibu
1) Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan
kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan.
2) Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran
sebelum hamil.
3) Menyusui (ASI) membakar kalori sehingga membantu penurunan berat
badan lebih cepat.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 7


4) Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada
wanita menyusui sangat rendah.
5) Menambah panjang kembalinya kesuburan pasca melahirkan, sehingga
memberi jarak antar anak yang lebih panjang alias menunda kehamilan
berikutnya.
6) Karena kembalinya menstruasi tertunda, ibu menyusui tidak
membutuhkan zat besi sebanyak ketika mengalami menstruasi
(dr. Suririnah,2009).
D. Kandungan (Isi) ASI
1. ASI mengadung Laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan.
Didalam usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat
untuk:
a) Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
b) Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam
organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
c) Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat.
d) Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti calsium,
magnesium.
2. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-
6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4,
Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
3. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada
bayi.

E. Cara Penyimpanan Asi


Menurut Roesli (2005), penyimpanan ASI dapat dilakukan Selama
1. 4-8 jam suhu ruangan (19-25C), bila Kolostrum (asi yang keluar pertama dan
berwarna kekuningan) masih bertahan selama 12 jam
2. 1-2 hari (maksimal 8 hari) di lemari ES (0-4 C)
3. 2 minggu sampai 4 bulan difeezer lemari ES
4. 4 bulan dalam peti Freezer

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 8


F. Perbedaan ASI dan susu Formula
1. Komposisi ASI tiap 100 ml dan perbandingannya dengan susu sapi.

KADAR ZAT GIZI ASI SUSU SAPI

Protein 12 gr 3,3 gr
Lemak 3,8 gr 3,8 gr
Laktosa 7,0 gr 4,8 gr
Kalori 75,0 kal 66,0 kal
Vitamin a 53,0 ki 34,0 ki
Vitamin b1 0,11 mgr 0,42 mgr
Vitamin c 43,0 mgr 1,8 mgr
Kalsium 30,0 mgr 125,0 mgr
Besi 0,15 mgr 0,1 mgr

2. Perbedaan antara ASI dengan susu formula (dr.Suririnah,2009)

Perbedaan ASI Susu Formula


Komposisi ASI mengandung zat-zat gizi, Tidak seluruh zat gizi yang
antara lain:faktor pembentuk sel- terkandung di dalamnya dapat
sel otak, terutama DHA, dalam diserap oleh tubuh bayi.
kadar tinggi. ASI juga Misalnya, protein susu sapi
mengandung whey (protein tidak mudah diserap karena
utama dari susu yang berbentuk mengandung lebih banyak
cair) lebih banyak daripada casein. Perbandingan whey:
kasein (protein utama dari susu casein susu sapi adalah 20:80.
yang berbentuk gumpalan)
dengan perbandingan 65:35.
Nutrisi Mengandung imunoglobulin dan Protein yang dikandung oleh
kaya akan DHA (asam lemak susu formula berguna bagi
tidak polar yang berikat banyak) bayi lembu tapi kegunaan
yang dapat membantu bayi bagi manusia sangat terbatas
menahan infeksi serta membantu lagipula immunoglobulin dan
perkembangan otak dan selaput gizi yang ditambah di susu
mata. formula yang telah disterilkan
bisa berkurang ataupun
hilang.

Pencernaan Protein ASI adalah sejenis Tidak mudah dicerna:


protein yang lebih mudah serangkaian proses produksi
dicerna selain itu ada sejenis di pabrik mengakibatkan

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 9


Perbedaan ASI Susu Formula
unsur lemak ASI yang mudah enzim-enzim pencernaan
diserap dan digunakan oleh bayi. tidak berfungsi. Akibatnya
Unsur elektronik dan zat besi lebih banyak sisa pencernaan
yang dikandung ASI lebih yang dihasilkan dari proses
rendah dari susu formula tetapi metabolisme yang membuat
daya serap dan guna lebih tinggi ginjal bayi harus bekerja
yang dapat memperkecil beban keras. Susu formula tidak
ginjal bayi. Selain itu ASI mengandung posporlipid
mudah dicerna bayi karena ditambah mengandung
mengandung enzim-enzim yang protein yang tidak mudah
dapat membantu proses dicerna yang bisa membentuk
pencernaan antara lain lipase sepotong susu yang membeku
(untuk menguraikan lemak), sehingga berhenti di perut
amilase (untuk menguraikan lebih lama oleh karena itu taji
karbohidrat) dan protease (untuk bayi lebih kental dan keras
menguraikan protein). yang dapat menyebabkan
susah BAB dan membuat
bayi tidak nyaman.

Kebutuhan Dapat memajukan pendirian Kekurangan menghisap


hubungan ibu dan anak. ASI payudara: mudah menolak
adalah makanan bayi, dapat ASI yang menyebabkan
memenuhi kebutuhan bayi, kesusahan bayi menyesuaikan
memberikan rasa aman kepada diri atau makan terlalu
bayi yang dapat mendorong banyak, tidak sesuai dengan
kemampuan adaptasi bayi. prinsip kebutuhan.

Ekonomi Lebih murah: menghemat biaya Biaya lebih mahal: karena


alat-alat, makanan, dll yang menggunakan alat,makanan,
berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dll.
pemeliharaan, mengurangi Untuk memelihara sapi.
beban perekonomian keluarga. Biaya ini sangat subjektif
yang menjadi beban keluarga.

Kebersihan ASI boleh langsung diminum Polusi dan infeksi:


jadi bias menghindari penyucian pertumbuhan bakteri di dalam
botol susu yang tidak benar makanan buatan sangat cepat
ataupun hal kebersihan lain yang apalagi di dalam botol susu
disebabkan oleh penyucian yang hangat biarpun makanan

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 10


Perbedaan ASI Susu Formula
tangan yang tidak bersih oleh yang dimakan bayi adalah
ibu. Dapat menghindari bahaya makanan bersih akan tetapi
karena pembuatan dan karena tidak mengandung anti
penyimpanan susu yang tidak infeksi, bayi akan mudah
benar. mencret atau kena penularan
lainnya.

Ekonomis Tidak perlu disterilkan atau lebih Penyusuan susu formula dan
mudah dibawa keluar, lebih alat yang cukup untuk
mudah diminum, minuman yang menyeduh susu.
paling segar dan suhu minuman
yang paling tepat untuk bayi.

Penampilan Bayi mesti menggerakkan mulut Penyusuan susu formula


untuk menghisap ASI, hal ini dengan botol susu akan
dapat membuat gigi bayi mengakibatkan penyedotan
menjadi kuat dan wajah menjadi yang tidak puas lalu
cantik. menyedot terus yang dapat
menambah beban ginjal dan
kemungkinan menjadi
gemuk.

Pencegahan Bagi bayi yang beralergi, ASI Bagi bayi yang alergiterhadap
dapat menghindari alergi karena susu formula tidak dapat
susu formula seperti mencret, menghindari mencret,
muntah, infeksi saluran muntah,infeksi saluran napas,
pernapasan, asma, bintik-bintik, asma, kemerahan,
pertumbuhan terganggu dan pertumbuhan terganggu dan
gejala lainnya. gejala lainnya yang
disebabkan oleh susu
formula.
Kebaikan Dapat membantu kontraksi Tidak dapat membantu
bagi ibu rahim ibu, lebih lambat datang kontraksi rahim yang dapat
bulan sehabis melahirkan membantu pengembalian
sehingga dapat ber-KB alami. tubuh ibu jadi rahim perlu
Selain itu dapat menghabiskan dielus sendiri oleh ibu. Tidak
kalori yang berguna untuk dapat memperlambat waktu
pengembalian postur tubuh ibu. datang bulan yang dapat
Berdasarkan biodata statistik, menghasilkan cara KB alami.
ibu yang menyusui ASI lebih Berdasarkan biodata statistik,

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 11


Perbedaan ASI Susu Formula
rendah kemungkinan menderita ibu yang menyusui susu
kanker payudara, kanker rahim formula lebih tinggi
dan keropos tulang. kemungkinan menderita
kanker payudara.

G. Langkah-langkah Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)


Rosita (2008), menyatakan ada 10 langkah yang harus di lakukan untuk
terlaksananya IMD yaitu :
1. Ibu harus ditemani seseorang yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman
saat melahirkan, baik itu suami, ibu, teman atau saudara yang lainnya.
2. Membantu proses kelahiran dengan upaya-upaya di luar obat seperti pijatan,
aromaterapi dan lain-lain kecuali jika dokter sudah memutuskan untuk
menggunakan obat atau alat pemicu.
3. Memberikan posisi yang nyaman bagi ibu saat proses persalinan atau
memberikan posisi melahirkan sesuai keinginan ibu, karena tidak semua ibu
merasa nyaman dengan posisi terlentang.
4. Mengeringkan tubuh bayi dengan handuk halus segera setelah lahir tanpa
diimandikan terlebih dahulu, biarkan cairan alami yang menyelimuti kulit
bayi.
5. Meletakkan bayi di dada ibu dengan posisi tengkurap.
6. Memberikan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu hingga bayi menemukan
puting susu ibu kemudian menyusunya.
7. Memberikan bayi bergerak secara alami mencari payudara ibu jangan arahkan
menuju salah satu puting tetapi pastikan bayi dengan posisi nyaman untuk
mencari puting susu ibu.
8. Ibu yang melahirkan dengan secio caesar juga harus segera bersentuhan
dengan bayinya setelah melahirkan yang tentu prosesnya yang membutuhkan
perjuangan yang lebih.
9. Kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan bayi seperti
menimbang dan mengukur harus dilakukan setelah bayi bisa melakukan
inisiasi menyusu dini.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 12


10. Jangan memberikan cairan atau makanan lain pada bayi kecuali ada indikasi
medis.

H. Tekhnik Menyusui yang Baik dan Benar


Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Saminem,2009)
Tekhnik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi
dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Suradi dan Hesti, 2010,)
Tekhnik menyusui yang benar adalah kegiatan yang menyenangkan bagi ibu
sekaligus memberikan manfaat yang tidak terhingga pada anak dengan cara yang
benar (Yuliarti, 2010).
Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu dan
memperkuat refleks menghisap bayi. Jadi, Teknik Menyusui Yang Benar adalah
cara memberikan ASI kepada bayi dengan posisi ibu yang benar, sehingga
memudahkan bayi untuk menyusu.

I. Posisi dan perlekatan menyusui


Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyusui yang tergolong
biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring

Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 13


Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar

Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar

Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca
operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas.
Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola bila disusui
bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi
ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan
posisi ini bayi tidak tersedak (Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011)

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 14


Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal

Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan

Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 15


Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh

Gambar 8. Posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan

J. Persiapan memperlancar pengeluaran ASI


Persiapan mempelancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :
1. Membersihkan putting susu dengan air atau minyak , sehingga epital yang
lepas tidak menumpuk.
2. Putting susu di tarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk
memudahkan isapan bayi.
3. Bila putting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu.

K. Langkah –langkah menyusui yang benar


1. Cuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun.
2. Peras sedikit ASI dan oleskan disekitar puting .
3. Duduk dan berbaring sesuai posisi yang nyaman untuk ibu. jangan hanya
leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi harus lurus dan hadapkan bayi

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 16


kedada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan putting susu, biarkan
bibir bayi menyentuh putting susu ibu dan tunggu sampai terbuka lebar .
4. Segera dekatkan bayi kepayudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi
terletak dibawah puting susu. Cara meletakan mulut bayi dengan benar yaitu
dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir
bayi membuka lebar.
5. Bayi disusui secara bergantian dari payudara sebelah kiri lalu kesebelah
kanan sampai bayi merasa kenyang.
6. Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan dengan
lap bersih yang telah direndam dengan air hangat.
7. Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang
terhisap bisa keluar.
8. Bila kedua payudara masih ada sisa ASI tahan puting susu dengan kain
supaya ASI berhenti keluar.

Gambar 9. Cara meletakan bayi

Gambar 10. Cara memegang payudara

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 17


Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi

Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi

Gambar 12. Perlekatan benar

Gambar 13. Perlekatan salah

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 18


L. Cara Pengamatan Tekhik Menyusui yang benar
Menyusui dengan tekhnik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu
menjadi lecet dan asi tidak keluar secara optimal sehingga
mempengaruhi produksi ASI selanjut nya atau bayi enggan menyusu. Apabila
bayi telah menyusui dengan benar, maka akan memperlihatkan tanda-tanda
sebagai berikut:
1. Bayi tampak tenang.
2. Badan bayi menempel pada perut ibu.
3. Mulut bayi terbuka lebar.
4. Dagu bayi menemel pada payudar ibu.
5. Sebagian aerola masuk ke dalam mulut bayi, aerola bawah lebih banyak yang
masuk.
6. Hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
7. Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin aerola ( tidak hanya putting
saja),lingkar aerola atas terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan
lingkar aerola bawah.
8. Lidah bayi menopang putting dan aerola bagian bawah .
9. Bibir bawah bayi melengkung keluar.
10. Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.
11. Puting susu tidak terasa nyeri.
12. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
13. Kepala bayi agak menengadah.
14. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang disertai dengan
berhenti sesaat.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 19


M. Lama dan Frekuensi Menyusui
Sebaiknya tindakan menyusui bayi dilakukan disetiyap bayi membutuhkan
karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui
bayinya bila bayi menangis bukan karena penyebab lain (BAK,
kepanasan/kedinginan, atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa perlu
menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar
5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada
awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan
mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik karena isapan bayi
sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan
menyusui tanpa jadwal dan sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah timbulnya
masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui
pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memicu produksi
ASI.
Untuk menjaga keseimbangan ukuran kedua payudara, maka sebaiknya
setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar
berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI menjadi
lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang terakhir
disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan kutang (bra)
yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.
(Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011).

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 20


BAB III
KEGIATAN PENYULUHAN

A. Rancangan Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan pada ibu antenatal care berjudul “Inisiasi Menyusui
Dini dan Asi Ekslusif”. Kegiatan ini terdiri dari 3 sesi yaitu : pada sesi pertama
tentang pemaparan penyuluhan tentang Inisiasi Menyusui Dini dan Asi Ekslusif
Pada sesi kedua, melakukan demonstrasi dengan cara perawat mempraktekan IMD
dan tekhnik menyusui dengan benar menggunakan boneka. Pada sesi ketiga ibu
melakukan kembali cara IMD dan tekhnik menyusui dengan benar. Pada sesi ke
empat adalah Tanya jawab.

B. Media dan Alat


1. Media
- Leaflet
- Power Point (PPT)
2. Alat
a) Alat penyuluhan
- Infokus
- Pointer
b) Alat peraga/Demonstrasi
- Boneka
- Baby oil/air hangat
- Baskom kesil
- washlap/handuk kecil
- bantal
- kursi
C. Sasaran
1. Ibu hamil dengan dengan usia kehamilan trimester kedua dan ketiga
Dengan Kriteria
a) Ibu hamil usia trimester kedua (13 - 28 minggu)
b) Ibu hamil usia trimester ketiga (28 - 40 minggu)

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 21


D. Waktu Pelaksanaan
a. Hari / Tanggal : Sabtu, 10 November 2017
b. Waktu : Pukul 11.30 s/d 12.15
c. Tempat : Ruang senam hamil lantai 2
Rumah Sakit Sentra medika Cibinong

E. Pengorganisasian
1. Leader : Purnama wati Siregar, S, Kep
2. Co Leader : Imas Siti Fatma Solihat, S.Kep
Sri Setianingsih, S.Kep
3. Fasilitator dan Observer : Siti Ruspina Pane, S.Kep
Khusnul afifah, S.Kep
Aa Awaludin, S.kep
Oktarino, S.Kep
Mateus Dwi Septianjaya, S. Kep

F. Pembagian Tugas
1. Leader : Purnama wati siregar, S.Kep
Peran Leader
a. Memberikan penyuluhan kepada peserta
b. mengarahkan proses kegiatan kearah pencapaian tujuan dengan cara
memberi motivasi kepada anggota untuk terlibat dalam kegiatan
2. Co Leader : Imas, S.Kep
Peran Co Leader
a. Mengarahkan acara penyuluhan
b. Mengidentifikasi issue penting dalam proses
c. Mengidentifikasi strategi yang digunakan Leader
d. Mencatat modifikasi strategi untuk kelompok pada sesion atau kelompok
yang akan datang
e. Memprediksi respon anggota kelompok pada sesion berikutnya
3. Fasilitator dan Observer : Siti Ruspina Pane, S.Kep, Khusnul afifah, S.Kep, Aa
Awaludin, S.kep, Siti Ruspina Pane, S.Kep, Oktarino, S.Kep, Mateus Dwi
Septianjaya, S. Kep

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 22


Peran Fasilitator dan Observer
a. Mempertahankan kehadiran peserta
b. Mempertahankan dan meningkatkan motivasi peserta
c. Mencegah gangguan atau hambatan terhadap kelompok baik dari luar
maupun dari dalam kelompok
d. Menyiapkan perlengkapan media dan alat dalam kegiatan penyuluhan

G. Susunan Kegiatan
Kegiatan Penyuluhan Pelaksanaan :

Kegiatan
No Tahap Waktu Kegiatan
peserta
1. Pembukaan 10 menit  Mengucapkan salam  Menjawab
 Memperkenalkan diri salam
 Menyebutkan topik penyuluhan  Mendengarkan
 Menyampaikan pertanyaan
lisan  Menjawab
2. Isi 25 menit  Menyampaikan materi
 Demonstrasi  Menjawab
 Tanya Jawab
 Membuat kesimpulan
3. Penutup 10 menit  Evaluasi
 Tanya jawab  Menjawab
 Salam penutup salam

H. Evaluasi
a. Evaluasi struktur yang diharapkan :
1. Alat-alat yang digunakan lengkap
2. kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
b. Evaluasi proses yang diharapkan
1. penyuluhan dapat berjalan dengan lancar
2. peserta/ ibu dapat memehami penyuluhan yang disampaikan
3. peserta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan
4. Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi
5. Semua anggota kelompok dapat bekerja sama dan bekerja sesuai tugasnya

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 23


G. Hambatan
Hambatan yang mungkin ditemui dalam penyuluhan, antara lain :
1. Terjadi low educated karena tingkat pendidikan yang rendah
2. Terbatasnya waktu yang telah disediakan
3. Terbatasnya boneka sehingga tidak semua ibu dapat mempraktekan IMD dan
menyusui dengan benar
4. Kurang konsentrasi karena ibu membawa anak

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 24


BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Inisiasi menyusui dini adalah langkah penting untuk memudahkan bayi
dalam memulai proses menyusui. Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau
perut sang ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu (ASI) dan
menyusu. Proses penting inilah yang disebut inisiasi menyusui dini (IMD).
Manfaat ASI telah terbukti berperan penting sebagai sumber makanan
utama dan membantu memperkuat sistem kekebalan bayi baru lahir untuk
melindunginya dari berbagai penyakit. Proses menyusui ini sebenarnya dapat
dimulai dan dikuatkan dengan inisiasi menyusui dini.
B. Saran
1. Peserta (Ibu hamil)
Calon ibu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya pemberian
IMD dan ASI eksklusif dalam memenuhi hak anak dalam mendapatkan
asupan terbaik sejak usia dini pada Ibu yang memilki anak usia 0-6 tahun.
Pengetahuan ibu post partum tentang inisiasi menyusu dini sangat
berpengaruh untuk bayi dan ibunya. Untuk itu para ibu post partum
diharapkan meningkatkan pengetahuan tentang IMD melalui media
informasi, petugas kesehatan ataupun media lain sehingga bayi dapat
memperoleh ASI secara esklusif
2. Rumah Sakit
Rumah sakit diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hubungan
IMD terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif kepada ibu yang sedang
hamil dan memberikan dorongan untuk melakukan IMD, selain itu tiap
petugas rumah sakit diharapkan dapat memberikan informasi dan dorongan
kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif.
3. Mahasiswa
Mahasiswa diharapkan dapat tetap membantu ibu hamil dan post partum
untuk meningkatkan pengetahuan tentang IMD dan pemberian asi Ekslusif,

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 25


diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas konseling atau
komunikasi interpersonal kepada pasien, yaitu ibu-ibu hamil dan keluarga yang
mendampingi.

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 26


DAFTAR PUSTAKA

Vivian Nanny Lia Dewi, Tri Sunarsih, 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.
Salemba Medika: Jakarta
Perawatan Kebidanan Jilid III. Jakarta: Bhatara Karya Aksara Elkin, Martha
Keene. 2000
Kesehatan Wanita Sebuah Perspektif Global. Yogyakarta: UGM Press Mustafa.
1998
Dasar – Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC Kuntoro. 2000
Karin Cadwell dan Cindy Turner. 2011. Buku Saku Manajemen Laktasi. Jakarta
: EGC

Proposal Penyuluhan Inisiasi Menyusui Dini Dan Asi Ekslusif 27