Anda di halaman 1dari 3

1.

Attributable Risk (AR)


Attributable risk ( AR ) adalah Risiko diatribusikan menunjukkan jumlah kasus
penyakit antara individu - individu terpapar yang dapat dikaitkan dengan paparan.
Attributable risk atau risiko diatribusikan (AR) adalah perbedaan tingkat kondisi
antara populasi terbuka dan populasi yang tidak terpapar.
Sebagian besar dihitung dalam studi kohort, di mana individu dirakit status paparan
dan diikuti selama periode waktu. Penyidik menghitung terjadinya penyakit. Kohort
tersebut kemudian dibagi dengan tingkat eksposur dan frekuensi penyakit
dibandingkan antara subkelompok . Satu dianggap terpajan dan tidak terpajan lain.
Rumus :
Rumus yang biasa digunakan dalam buku Epidemiologi untuk risiko diatribusikan
adalah Ie - Iu = AR, di mana Ie = Insiden di Iu = kejadian terkena dan tidak terpajan.
Catatan :
Ie dihitung hanya dengan membagi jumlah orang yang terkena yang mendapatkan
penyakit ini dengan jumlah yang terpapar ( N - exposeddis / N - exposedtot = Ie ) .
Demikian pula, Iu dihitung dengan membagi jumlah orang terpajan yang
mendapatkan penyakit ini dengan jumlah yang tidak terkena ( N - unexposeddis / N -
unexposedtot = Iu ) .

Contoh kasus

Kategori Jumlah kasus Orang-tahun Tingkat insidens


merokok stroke observasi (lebih stroke (per
dari 8 tahun) 100.000 orang
tahun)
Tidak pernah 70 395.594 17,7
merokok

Mantan 65 232.712 27,9


perokok
Perokok 139 280.141 49,6

Total 274 908.447 30,2


Jawaban :
Atribut risk (AR) adalah selisih insiden rate penyakit stroke antara perokok dan tidak
terkena eksposur rokok
Le – Lu = AR
49,6-17,7 =31,9
Yaitu 31,9 kasus per 100.000 penduduk
Risiko yang timbul dari AR adalah ukuran asosiasi yang memberikan informasi
tentang efek absolut dari eksposur atau risiko kelebihan penyakit pada mereka yang
terpapar dibandingkan dengan mereka yang tidak terpajan , dengan asumsi bahwa
risiko adalah kausal.

2. Population Attributable risk (PAR)


Population Attributable risk (PAR) menerangkan tentang resiko terkena penyakit
tertentu pada seluruh populasi study baik terpajan maupun tidak terpajan yang di
attributable pada sebuah pajanan dan jumlah kasus pernyakit tertentu pada seluruh
populasi baik yang terpajan maupun tidak terpajan. Risiko Populasi Diatribusikan
(atau Populasi Diatribusikan Fraksi) menunjukkan jumlah (atau proporsi) kasus yang
tidak akan terjadi dalam suatu populasi jika faktor itu dihilangkan. Risiko yang timbul
dalam suatu populasi tergantung pada prevalensi faktor risiko dan kekuatan asosiasi
(risiko relatif ) dengan penyakit.

Contoh kasus
PAR merupakan atribut risk keseluruhan penduduk dalam daerah penilitian yang
terekspos.

Kategori Jumlah kasus Orang-tahun Tingkat insidens


merokok stroke observasi (lebih stroke (per
dari 8 tahun) 100.000 orang
tahun)
Tidak pernah 70 395.594 17,7
merokok

Mantan 65 232.712 27,9


perokok
Perokok 139 280.141 49,6

Total 274 908.447 30,2

Jawaban

PAR  Insidens (rate) populasi  Insidens (rate)  tidak terpajan

PAR  (30,2  17,7) per 100.000 orang  tahun

PAR  12,5 per 100.000 orang  tahun

3. Interpetasi
a. RR = 1, risiko kelompok terpapar sama dengan kelompok tidak terpapar
b. RR > 1, terpapar menyebabkan sakit
c. RR < 1, terpapar mencegah sakit
Contoh :
Hubungan kebiasaan merokok dengan frekuensi kasus hipertensi Di
Puskesmas ngresep II , dengan menggunakan rancangan atau pendekatan
kohort.