Anda di halaman 1dari 19

Metode interview

Definisi: pengumpulan data dengan cara Tanya jawab antara peneliti dengan objek penelitian.
Fungsi: metode primer, pelengkap atau sebagai kriterium
(1) sebagai metode primer
Wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpul data, atau sebagai metode diberi
kedudukan yang utama dalam serangkaian metode-metode pengumpulan data lainnya.

(2) sebagai metode pelengkap


Ketika wawancara digunakan sebagai alat untuk mencari informasi-informasi yang tidak
dapat diperoleh dengan cara lain.

(3) sebagai kriterium


Pada saat-saat tertentu metode wawancara digunakan orang untuk menguji kebenaran dan
kemantapan suatu datum yang telah diperoleh dengan cara lain, seperti observasi, test,
kuesioner, dan sebagainya. Dalam fungsinya sebagai kriterium ini, wawancara harus
diselenggarakan dengan berhati-hati sebab untuk dijadikan batu penilai, wawancara tidak
boleh diragukan kemampuannya untuk menggali fakta-fakta secara teliti.

Jenis:
a) Ditinjau dari segi banyaknya interviewee yang terlibat, wawancara dikelompokkan
menjadi 2 :

o Wawancara Pribadi
Dalam wawancara pribadi tiap-tiap kali wawancara hanya berhadap-hadapan secara face to
face seorang pewawancara dengan seorang subyek wawancara. Wawancara secara ini
memberikan privacy yang maksimal sehingga kemungkinan untuk memperoleh data yang
intensif memang sangat besar. Jika checking dapat dilakukan dalam wawancara itu juga,
maka ketelitian dan kemantapan informasi yang diperoleh akan dapat dicapai secara
maksimal. Kecuali itu dalam wawancara personal pengobservasian ekspresi dan gerak-gerik
yang diwawancara akan dapat dilakukan lebih mudah. Ini akan memberikan bantuan yang
tidak kecil kepada pewawancara dalam memberikan pernilaian terhadap jawaban-jawaban
yang diberikan oleh yang diwawancara, pernilaian mana akan memberikan kesempatan
kepada pewawancara untuk memutuskan apakahia perlumelancarkan suatu probing atau
tidak, perlu memberikan paraphrasing atau tidak.

o Wawancara Kelompok
Dalam wawancara kelompok seorang pewawancara (atau lebih) sekaligus menghadapi dua
orang atau lebih yang diwawancara. Hadirnya dua orang yang diwawancara itu sebenarnya
bukan ciri mutlak dari wawancara kelompok.

Cara:
Tahapan yang dapat digunakan dalam wawancara adalah:
· Tentukan jenis wawancara yang akan digunakan. Kalau penelitian kualitatif,
sebaiknya gunakan wawancara tidak terstruktur untuk pewawancara yang sudah
berpengalaman, atau semi terstruktur untuk pewawancara yang belum berpengalaman.
· Rencanakan item pertanyaan dengan baik sehingga pelaksanaan akan lebih
efisien. Pewawancara harus mengerti tentang topik penelitian dan informasi apa saja yang
akan diungkap dari responden.
· Bagi pewawancara yang belum berpengalaman, tidak ada salahnya untuk
melakukan latihan, atau simulasi terlebih dahulu. Bisa juga dengan mengikuti proses
wawancara yang dilakukan oleh rekan yang lebih senior.
· Gunakan sarana semaksimal mungkin sehingga informasi yang ada tidak
terlewatkan. Buatlah panduan dengan checklist (seperti metode dokumentasi) atau gunakan
alat perekam audio atau video.
· Aturlah waktu dengan baik agar pelaksanaan wawancara dapat berjalan dengan
efektif dan jika perlu dapat dilakukan tatap muka lebih dari satu kali sesuai dengan keperluan
penelitian.
Sumber: http://faris12metalcore.blogspot.com/2015/05/pengertian-dan-fungsi-wawancara-
menurut.html

Metode pencatatan dokumen


Definis:
Menurut Nurhadi Magetsari dkk, pengertian dokumentasi adalah bahan yang termasuk dalam
jenis, bentuk, dan sifat apapun tempat informasi direkam, rekaman yang ditulis atau dipahat,
yang menyampaikan informasi berupa fakta.
Fungsi:
Setelah memahami pengertian dokumentasi, selanjutnya kita juga perlu mengetahui apa
fungsinya. Berikut ini adalah fungsi dokumentasi secara umum dan fungsi dalam perusahaan.
1. Fungsi Dokumentasi Secara Umum
 Menyediakan informasi tentang isi dokumen bagi pengguna
 Memberikan alat bukti dan data akurat mengenai keterangan dokumen
 Melindungi dan menyimpan fisik serta isi dokumen
 Menghindari kerusakan terhadap dokumen
 Mempersiapkan isi dokumen sebagai bahan penelitian para ilmuwan
 Mengembangkan koleksi dokumen bagi bangsa dan negara
 Memberikan jaminan keutuhan dan keotentikan infomasi dan data yang ada dalam
dokumen
2. Fungsi Dokumentasi dalam Perusahaan
Dalam perusahaan, ada banyak sekali fungsi dokumentasi, antara lain:
1. Sebagai memori perusahaan yang digunakan untuk menjaga instansi
2. Membantu mengambil keputusan, melakukan perencanaan dan melakukan
pengawasan
3. Digunakan sebagai alat pembuktian
4. Digunakan sebagai rujukan histors
5. Penyedia informasi bagi keuangan, personalia dan hal lain yang kelak pasti
dibutuhkan oleh berbagai menejemen perusahaan
6. Untuk keperluan pendidikan karyawan baru
7. Untuk memelihara hubungan perusahaan dengan masyarakat, terlebih klien

Jenis:
1. Dokumen Berdasarkan Kegiatan
 Dokumen Pribadi; dokumen berhubungan dengan kepentingan individu.
Contohnya: SIM, Akta Lahir, KTP, Ijazah.
 Dokumen Niaga; dokumen yang berhubungan dengan perniagaan atau transaksi
jual beli. Contohnya: cek, nota, kuitansi.
 Dokumen Pemerintah, yaitu dokumen terkait informasi ketatanegaraan suatu
pemerintahan. Contohnya; Undang-Undang, Peraturan Pemerintah.
2. Dokumen Berdasarkan Bentuk Fisik
 Dokumen Literer; dokumen yang ada karena dicetak, ditulis, digambar, atau
direkam. Umumnya dokumen ini ada di perpustakaan). Contoh: buku, majalah,
film.
 Dokumen Korporil; dokumen berupa benda bersejarah. Umumnya dokumen ini
ada di museum. Contoh: patung, fosil, dan lain-lain.
 Dokumen Private; dokumen berupa surat/ arsip yang biasanya disimpan dengan
sistem kearsipan. Contoh: surat niaga, surat dinas, laporan.
3. Dokumen Berdasarkan Fungsinya
Dilihat dari segi fungsinya, jenis dokumentasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Dokumentasi dinamis, yaitu dokumen yang bisa digunakan secara langsung dalam
penyelesaian pekerjaan (dinamis aktif, dinamis semi aktif, dan dinamis in aktif).
2. Dokumentasi statis, yaitu dokumen yang tidak bisa digunakan secara langsung
dalam penyelesaian pekerjaan (dokumen koprol, dokumen literal, dokumen
private).
4. Dokumen Berdasarkan Sifatnya
 Dokumen tekstual; dokumen yang berisi informasi dalam bentuk tertulis. Contoh:
majalah, buku, catalog, surat kabar dan lain-lain.
 Dokumen nontekstual; dokumen yang menyajikan informasi dalam bentuk teks
dan gambar. Contohnya: peta, grafik, gambar, rekaman, dan lain-lain.
5. Dokumen Berdasarkan Jenisnya
 Dokumen fisik; dokumen yang berhubungan dengan materi, ukuran, berat, tata
letak, sarana prasarana, dan lain-lain.
 Dokumen intelektual; dokumen yang dibuat berdasarkan tujuan, isi subjek,
sumber, metode penyebaran, cara memperoleh, keaslian dokumen, dan lain-lain.
6. Dokumen Berdasarkan Dokumentasi
 Dokumen Primer; dokumen yang menyajikan informasi tentang hasil penelitian
asli atau langsung dari sumbernya. Contoh: paten penelitian, laporan, disertasi.
 Dokumen Sekunder; dokumen yang menyajikan informasi mengenai literatur
primer. Biasanya disebut juga dengan dokumen bibliografi.
 Dokumen Tersier; dokumen yang menyajikan informasi mengenai literatur
sekunder. Contoh: buku, teks panduan literatur.
Jenis-Jenis Dokumen dalam Bisnis
Dalam dunia bisnis, dokumentasi ini menjadi hal yang penting karena perusahaan bisa
melakukan strategi dan analisis berdasarkan data yang valid. Dokumentasi juga berperan
sebagai pengukur kondisi perusahaan.
Jenis-jenis dokumen bisnis sangat banyak sekali. Biasanya perusahaan menggunakan
dokumen untuk berkomunikasi dan bertransaksi agar mencapai persetujuan yang legal. Nah,
ada beberapa jenis dokumen bisnis yang wajib Anda ketahui. Antara lain:
1. Email dan Memorandum
Karyawan biasanya menggunakan email untuk berinteraksi, namun sebelum media ini
populer, mereka sering memakai memorandum.Akan tetapi ternyata memo juga masih
dipakai bila ada hal yang wajib dijaga privasinya, terlebih lagi soal filing.
2. Business Letters
Business letters digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak di luar perusahaan. Hal ini
bisa meliputi kolega, konsumen, servis, profesional, pemerintah, calon karyawan dan masih
banyak lagi. Jaman sekarang, surat bisnis lebih banyak dikirim via email karena lebih efektif.
3. Business Report
Business report formatnya lebih formal dan lebih panjang dengan cakupan topik seperti data
finansial, sales figures, safety compliance, marketing plans dan sejenisnya. Business report
ini juga lebih detail dengan penambahan chart,images, graphs, case studies hingga statistik.
Umumnya laporan ini juga diberikan pada investor seperti laporan penjualan dan
perbandingannya.
4. Dokumen Transaksi
Dokumen transaksi digunakan untuk memangkas waktu agar transaksi bisnis jadi lebih cepat.
Biasanya dalam bentuk invoice, surat order dan sebagainya. Tergantung jenis bisnisnya.
5. Dokumen Finansial
Dokumen finansial mencatat laporan keuangan, proposal, laporan pajak, laporan payrolls,
history bank dsb. Laporan ini digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan. Apakah
pendapatannya dalam beberapa bulan belakangan surplus atau tidak.
Dari sekian beberapa jenis dokumentasi, salah satu yang paling penting yaitu dokumen
perdagangan. Dokumen-dokumen niaga ini bisa mulai Anda pelajari pada daftar berikut:
 Surat/dokumen perkenalan
 Surat/dokumen daftar harga
 Surat/dokumen penawaran
 Surat/dokumen pesanan
 Surat/dokumen invoice (tagihan)
 Surat/dokumen pengiriman barang
 Rekening dan Faktur
 Surat/dokumen pengaduan
 Surat/dokumen berisi tuntutan beserta penyelesaiannya
 Surat/dokumen gugatan
 Surat/dokumen memo kredit
 Surat/dokumen pengajuan kredit
 Surat/dokumen perjanjian
 Surat/dokumen rekomendasi
 Surat/dokumen keputusan
Sumber: https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-dokumentasi.html
Cara:
Mencatat, melakukan dokumen, rekaman histori, dll

Metode studi kasus


Definisi:
Studi kasus adalah metode pengumpulan data yang bersifat integrative dan komprehensif.
Integrative artinya menggunakan berbagai teknik pendekatan dan bersifat komprehensif yaitu
data yang dikumpulkan meliputi seluruh aspek pribadi individu secara lengkap (Dewa Ketut
Sukardi, 1983).
Fungsi:
Melakukan pengamatan terhadap ilmu social dengan objek yang diteliti
Jenis:
Studi kasus kesejarahan mengenai organisasi, dipusatkan pada perhatian organisasitertentu
dan dalam kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuri perkembangan organisasinya. Studi
kasus ini sering kurang memungkinkan untuk diselenggarakan, karena sumbernya kurang
mencukupi untuk dikerjakan secara minimal.

Studi kasus observasi, mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalui observasi peran-
serta atau pelibatan (participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi
tertentu.. Bagian-bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain: (a) suatu tempat
tertentu di dalam sekolah; (b) satu kelompok siswa; (c) kegiatan sekolah.
Studi kasus sejarah hidup, yang mencoba mewawancarai satu orang dengan maksud
mengumpulkan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara
sejarah hidup biasanya mengungkap konsep karier, pengabdian hidup seseorang, dari lahir
hingga sekarang.

Studi kasus kemasyarakatan, merupakan studi tentang kasus kemasyarakatan (community


study) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas),
bukannya pada satu organisasi tertentu.

Studi kasus analisis situasi, jenis studi kasus ini mencoba menganalisis situasi terhadap
peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya terjadinya pengeluaran siswa pada sekolah tertentu,
maka haruslah dipelajari dari sudut pandang semua pihak yang terkait, mulai dari siswa itu
sendiri, teman-temannya, orang tuanya, kepala sekolah, guru dan mungkin tokoh kunci
lainnya.

Mikroethnografi, merupakan jenis studi kasus yang dilakukan pada unit organisasi yang
sangat kecil, seperti suatu bagian sebuah ruang kelas atau suatu kegiatan organisasi yang
sangat spesifik pada anak-anak yang sedang belajar menggambar.

Cara:
Langkah-langkah Metode Pembelajaran Studi Kasus
1. Pemilihan kasus: dalam pemilihan kasus hendaknya dilakukan secara bertujuan
(purposive) dan bukan secara rambang. Kasus dapat dipilih oleh peneliti dengan
menjadikan objek orang, lingkungan, program, proses, dan masvarakat atau unit sosial.
2. Pengumpulan data: terdapat beberapa teknik dalarn pengumpulan data, tetapi yang
lebih dipakai dalarn penelitian kasus adalah observasi, wawancara, dan analisis
dokumentasi. Peneliti sebagai instrurnen penelitian, dapat menyesuaikan cara
pengumpulan data dengan masalah dan lingkungan penelitian, serta dapat
mengumpulkan data yang berbeda secara serentak;
3. Analisis data: setelah data terkumpul peneliti dapat mulai mengagregasi,
mengorganisasi, dan mengklasifikasi data menjadi unit-unit yang dapat dikelola.
Agregasi merupakan proses mengabstraksi hal-hal khusus menjadi hal-hal umum guna
menemukan pola umum data. Data dapat diorganisasi secara kronologis, kategori atau
dimasukkan ke dalam tipologi.
4. Perbaikan (refinement): meskipun semua data telah terkumpul, dalam pendekatan
studi kasus hendaknya clilakukan penvempurnaan atau penguatan (reinforcement) data
baru terhadap kategori yang telah ditemukan. Pengumpulan data baru mengharuskan
peneliti untuk kembali ke lapangan dan barangkali harus membuat kategori baru, data
baru tidak bisa dikelompokkan ke dalam kategori yang sudah ada;
1. Penulisan laporan: laporan hendaknya ditulis secara komunikatif, rnudah dibaca, dan
mendeskripsikan suatu gejala atau kesatuan sosial secara jelas, sehingga rnernudahkan
pembaca untuk mernahami seluruh informasi penting.

Pengertian Biografi
Biografi adalah tulisan mengenai seluk-beluk kehidupan seseorang yang ditulis oleh
orang lain. Biografi berisi tentang kejadian-kejadian yang penting yang dialami seseorang
dalam hidupnya yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi orang tersebut.
Kelemahan metode ini adalah sangat dipengaruhi oleh sikap dan penilaian penulis
terhadap orang yang ditulis biografinya. Karena itu dalam menganalisis dan
menginteretasikan data biografi harus dilakukan secara hati-hati, tidak langsung menerima
tulisan tersebut secara mutlak tanpa reserve.
Biografi juga merupakan catatan pribadi seseorang yang ditulis orang lain misalnya :
guru, orang tua, saudaranya, temannya yang dapat berupa :
a. Perjalanan hidup anak
b. Perkembangan anak
c. Cita-cita dan harapan anak
d. Pengalaman mengenaskan yang dialami anak
Pada umumnya jarang sekali biografi yang ditulis orang tua, guru, saudara, dan teman
tentang konseli sebagaimana contoh diatas, kecuali atas permintaan itu pun dapat terwujud
dengan rapport yang intensif antara konselor dan penulis biografi.
Cara menggunakan Biografi
1. Cari tokoh yang menjadi panutan
2. Cari gambaran tentang kejadian-kejadian penting yang dialami oleh seseorang tersebut
dalam hidupnya yang mempengaruhi kehidupan perkembangan dan pembentukan pribadi
orang tersebut.

Pengertian Autobiografi
Autobiografi adalah tulisan mengenai gambaran tentang kejadian-kejadian yang
dialami oleh seorang dalam hidupnya yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan
pribadinya yang ditulis oleh individu itu sendiri. Jadi autobiografi merupakan biografi yang
ditulis sendiri oleh yang bersangkutan. Metode ini masih sulit diterapkan di SD dan SLTP
bahkan siswa SLTA karena masih diragukan kemampuannya untuk menuliskan diri sendiri
tentang apa yang dialami dan dirasakan.
Kesulitan lain yang mungkin dihadapi adalah keterbukaan palsu yang dituliskan,
dalam arti siswa hanya mau menuliskan hal-hal yang baik saja, dan dengan sengaja maupun
tidak sengaja menyembunyikan hal-hal yang kurang baik. Untuk mengecek kebenaran tulisan
tersebut siswa diminta untuk menuliskan autobiografinya secara berulang-ulang.
Autobiografi bertujuan sebagai alat pengumpul data untuk mengetahui bagaimana
perkembangan hidup individu tertentu secara menyeluruh.
Manfaat dari menulis suatu Autobiografi tergantung dari kerelaan siswa untuk
membuka diri; dari kemampuan sisawa untuk berefleksi; dari kemampuan siswa untuk
mengungkapkan pengalaman hidupnya secara tertulis; serta dari kemampuan petugas
bimbingan untuk menginterprtasikan secara bijaksana dan seimbang.
Manfaat Autobiografi bagi orang lain adalah :
1. Memperoleh gambaran mengenai kejadian-kejadian penting dalam kehidupan individu.
2. Mengetahui reaksi-reaksi pribadi atau sikap pribadi terhadap kejadian-kejadian penting
yang dihadapi individu dalam kehidupannya.
3. Memperoleh data mengenai individu atau pribadi murid dan lingkungan.
Bentuk-bentuk Autobiografi
Autobiografi mempunyai dua bentuk (Wibowo, 1984 : 63), yaitu :
a. Autobiografi Berstruktur
Autobiografi berstruktur yaitu autobiografi dalam penulisannya menurut garis-
garis yang telah ditentukan lebih dahulu. Konselor memberikan petunjuk kepada siswa
mengenai cara menulisnya dan disesuaikan dengan keadaan masing-masing siswa, membuat
hal-hal yang menarik, tidak terlalu sukar dan telah bisa dikenal oleh siswa. Sebab dengan
demikian akan dapat mendorong siswa untuk lebih detail dalam menceritakan dan
menuliskan tentang dirinya.
Biasanya pertanyaan dan pernyataan sederhana dan bersifat pribadi lebih menarik
siswa untuk menulisnyannya.
Misalnya : Kegiatanku pada waktu libur semester.
Bagaimana saya dapat memecahkan masalah saya ?
Pergaulan saya sehari-hari dengan teman sekelas.
Pengalaman hidupku yang paling mengesankan.
b. Autobiografi Tidak Berstruktur
Autobiografi tidak berstruktur adalah autobiografi yang disusun bukan
berdasarkan pertanyaan-pertanyaan khusus yang telah ditentukan. Dasar pandangan teknik ini
adalah siswa dapat lebih banyak mengungkapkan dirinya sendiri atas dorongan
kemampuannya sendiri.
Kesulitan yang mungkin terjadi dalam menulis autobiografi tidak berstruktur ini
adalah siswa kesulitan tentang apa yang akan diceritakan dan dituliskan tentang dirinya, dari
mana dia mulai menulis
Jika teknik ini hendak dgunakan untuk memahami individu, maka konselor
sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Harus ada kepastian bahwa membuat autobiografi mempunyai manfaat membantu siswa
mengatasi masalah yang dihadapi sesuai dengan taraf perkembangannya, jenis masalah, dan
keterampilan siswa, dan keterampilan siswa dalam mengarang (mengekspresikan isi hati dan
perasaan).
2. Siswa tidak boleh dipaksa untuk membuat autobiografi. Konselor harus lebih dulu
menjelaskan tujuan penulisan autobiografi, yaitu untuk mengenal diri sendiri dengan baik.
3. Konselor harus memberikan beberapa petunjuk mengenai cara menulis autobiografi,
misalnya urutan kejadian yang sangat penting dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan.
4. Penulisan autobiografi bukanlah dimaksudkan untuk membenarkan semua sejarah hidup
sampai hal-hal yang sekecil-kecilnya, tetapi dapat diambil judul yang sangat berkenan bagi
siswa.
5. Dalam menganalisis dan menginterpretasi data autobiografi hendaklah mencari hal-hal
yang relevan dan harus mengingat keterbatasan dari teknik ini.
6. Kerahasiaan Autobiografi harus dijamin sepenuhnya. Untuk itu konseli dapat ditawari
menerima kembali karangannya setelah dipelajari oleh konselor.
7. Seandainya konseli tidak menerima usul untuk menulis otobiografi atau dipandang kurang
mamopu menyusunnya konseli dapat ditanyai apakah dia mempunyai suatu buku harian yang
diisi secara berkla. Kalau demikian, konselor dapat meminta izin untuk melihatnya karena
didalamnya mungkin terdapat informasi yang bermanfaat.
Beberapa hal yang dapat ditulis dalam autobiografi antara lain dapat berupa :
1. Cita-cita
2. Pengalaman yang paling mengesankan
3. Pelajaran hidup.

Cara Menggunakan Autobiografi


Autobiografi :
1. Kenali siapa kita (dieksplorasi melalui fisik, gambaran diri)
2. Tuliskan tentang asal-usul kita
3. Ceritakan tentang kehidupan masa kecil kita
4. Riwayat sekolah kita
5. Ceritakan bagaimana kehidupan kita menuju dewasa

metode eksperimen

1. Metode Eksperimen
Eksperimen dapat didefenisikan sebagai kegiatan terinci yang direncanakan untuk
menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji sesuatu hipotesis. Suatu
eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan jenis respon yang
diharafkan dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga kondisi-kondisi yang akan
dikontrol sudah tepat. Untuk keberhasilan ini, maka setiap eksperimen harus dirancang dulu
kemudian di uji coba.
a. Pengertian Metode Eksperimen
Metode eksperimen menurut Djamarah (2002) adalah cara penyajian pelajaran, di
mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam
proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk
mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek,
keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri ,
mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan
dari proses yang dialaminya itu.
Metode eksperimen (percobaan) adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara aman
dan dalam pembelajaran melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri
proses dan hasil percobaan itu, (Sumantri, 1999:157).

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen adalah


cara penyajian pelajaran dengan suatu percobaan, mengalami dan membuktikan sendiri apa
yang dipelajari, serta siswa dapat menarik suatu kesimpulan dari proses yang dialaminya.

b. Karakteristik Metode Eksperimen


Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan metode ekperimen
serta hubungannya dengan pengalaman belajar siswa, seperti yang dikemukakan oleh
Winataputra (Triadi, 2011), yaitu:
1. Ada alat bantu yang digunakan
2. Siswa aktif melakukan percobaan
3. Guru membimbing
4. Tempat dikondisikan
5. Ada pedoman untuk siswa
6. Ada topik yang dieksperimenkan
7. Ada temuan-temuan.
Pengalaman belajar siswa dari penggunaan metode eksperimen :
1. Mengamati sesuatu hal
2. Menguji hipotesis
3. Menemukan hasip percobaan
4. Membuat kesimpulan
5. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa, dan
6. Menerapkan konsep informasi dari ekperimen

Dari karakterisitik tentang metode eksperimen dapat ditarik kesimpulan bahwa


metode eksperimen dapat dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran IPA dalam
meningkatkan sikap ilmiah siswa, sikap ilmiah dapat muncul dalam pembelajaran melalui
pengalaman melakukan eksperimen.
Pembelajaran melalui eksperimen siswa menjadi lebih aktif, guru berusaha
membimbing, melatih dan membiasakan siswa untuk terampil menggunakan alat, terampil
merangkai percobaan dan mengambil kesimpulan yang merupakan tujuan pembelajaran IPA
dalam melakukan metode ilmiah dan sikap ilmiah siswa.Dengan percobaan (eksperimen)
melatih siswa untuk merekam semua data fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan dan
bukan data opini hasil rekayasa pemikiran.
Eksperimen membelajarkan siswa terlibat secara aktif sebagai upaya meningkatkan
sikap ilmiah siswa. Dalam penemuan fakta dan data metode observasi dari sebuah
eksperimen mempunyai peranan yang sangat penting bagi peningkatan sikap ilmiah yang
diharapkan.Berdasarkan karakteristiknya, metode eksperimen paling cocok diterapkan bagi
siswa SD pada pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah.

c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen

Menurut Menurut Rusyan (Maulidia, 2011) metode eksperimen memiliki kelebihan


dan kekurangan antara lain sebagai berikut:
a. Melatih disiplin diri siswa melalui eksperimen yang dilakukannya terutama kaitannya
dengan keterlibatan, ketelitian, ketekunan dalam melakukan eksperimen.

b. Kesimpulan eksperimen lebih lama tersimpan dalam ingatan siswamelalui eksperimen yang
dilakukannya sendiri secara langsung.

c. Siswa akan lebih memahami hakikat dari ilmu pengetahuan dan hakikat kebenaran secara
langsung.

d. Mengembangkan sikap terbuka bagi siswa

e. Metode ini melibatkan aktifitas dan kreatifitas siswasecara langsung dalam pengajaran
sehingga mereka akan terhindar dari verbalisme.

Adapun kelemahan metode eksperimen antara lain:

a. Metode ini memakan waktu yang banyak, jika diterapkan dalam rangka pelajaran di
sekolah, ia dapat menyerap waktu pelajaran.

b. Kebanyakan metode ini cocok untuk sains dan teknologi, kurang tepat jika diterapkan pada
pelajaran lain terutama bidang ilmu pengetahuan sosial.

c. Pada hal-hal tertentu seperti pada eksperimen bahan-bahan kimia, kemungkinan memiliki
bahaya selalu ada. Dalam hal ini faktor keselamatan kerja harus diperhitungkan.
d. Metode ini memerlukan alat dan fasilitas yang lengkap jika kurang salah satu padanya,
eksperimen akan gagal.

Sumantri (1999:158) kelebihan dan kekurangan metode eksperimen adalah sebagai


berikut:
1. Kelebihan metode eksperimen
a) Membuat siswa percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri dari pada hanya
menerima kata guru atau buku.
b) Siswa aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui
percobaan yang dilakukan.
c) Dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah.
d) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objetif, realistik dan menghilangkan
verbalisme.
e) Hasil belajar menjadi kepemilikan siswayang bertalian lama.
2. Kekurangan/kelemahan metode eksperimen
a) Memerlukan peralatan percobaan yang komplit,
b) Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang
lama.
c) Menimbulkan kesulitan bagi guru dan siswaapabila kurang berpengalaman dalam
penelitian.
d) Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan
penyimpulan.

Berdasarkan pendapat diatas jelas bahwa penerapan metode eksperimen dalam


kegiata pembelajaran disekolah memiliki kelebihan dan manfaat.Kelebihan tersebut
beriorentasi pada optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai secara efektif. Disamping kelebihan yang dapat dirasakan oleh siswa dalam
pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen ada juga kekurangan atau
kelemahannya didalam pembelajaran eksperimen, hal ini menuntut kemampuan guru dalam
menerapkan metode pembelajaran eksperimen dengan mengawasi proses kerja sama dalam
belajar yang dilakukan olah siswa. Hal ini berarti bahwa peran guru sangatlah penting dalam
memberikan pengawasan sekaligus bimbingan bagi siswa.
d. Langkah-Langkah Metode Eksperimen
Untuk terlaksananya dengan baik kita harus tahu langkah-langkah yang harus
ditempuh dalam mengimplementasikan metode eksperimen agar dapat berjalan dengan lancar
dan berhasil. Langkah-langkah eksperimen yang dikemukakan Ramyulis (2005 : 250) sebagai
berikut:
1. Memberi penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan dalam eksperimen
2. Menentukan langkah-langkah pokok dalam membantu siswa dengan eksperimen
3. Sebelum eksperimen di laksanakan terlebih dahulu guru harus menetapkan:
a. Alat-alat apa yang diperlukan
b. Langkah-langkah apa yang harus ditempuh
c. Hal-hal apa yang harus dicatat
d. Variabel-variabel mana yang harus dikontrol
4. Setelah eksperimen guru harus menentukan apakah follow-up (tindak lanjut) eksperimen
contohnya :
a. Mengumpulkan laporan mengenai eksperimen tersebut
b. Mengadakan tanya jawab tentang proses
c. Melaksanakan teks untuk menguji pengertian siswa

Menurut Fathurrahman (Abdillah, 2011) Langkah-langkah dalam pembelajaran


dengan metode eksperimen adalah a) Perencanaan: yaitu meliputi kegiatan menerangkan
metode eksperimen, membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang dapat diangkat,
menetapkan alat-alat yang diperlukan, menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu
dicatat dan variabel-variabel yang harus dikontrol; b) Pelaksanaan: melaksanakan
pembelajaran dengan metode eksperimen, mengumpulkan laporan, memproses kegiatan dan
mengadakan tes untuk menguji pemahaman siswa.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan metode eksperimen menurut
Fathurrahman (Abdillah, 2011) adalah sebagai berikut:
a. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan.
b. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen.
c. Sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikan pengarahan tentang
petunjuk dan langkah-langkah kegiatan eksperimen yang akan dilakukan.
d. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah
direncanakan, bila hasilnya belum memuaskan dapat diulangi lagi untuk membuktikan
kebenarannya.
e. Setiap individu atau kelas dapat melaporkan hasil pekerjaannya secara tertulis

Pengertian Kuesioner

Pengertian Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan


analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama
di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang
sudah ada.

Kuesioner juga dikenal sebagai angket. Kuesioner merupakan sebuah daftar pertanyaan yang
harus diisi atau dijawab oleh responden atau orang yang akan diukur. Hal yang didapatkan
melalui kuesioner adalah kita dapat mengetahui keadaan atau data pribadi seseorang,
pengalaman, pengetahuan, dan lain sebagainya yang kita peroleh dari responden.

Kuesioner berbentuk daftar pertanyaan. Harapan yang diinginkan melalui penyusunan


kuesioner adalah mampu mengetahui variabel-variabel apa saja yang menurut responden
merupakan hal yang penting . Adapun tujuan penyusunan kuesioner adalah guna
memperbaiki bagian-bagian yang kurang tepat untuk diterapkan dalam pengambilan data
terhadap responden.

Responden bisa dengan mudah memberikan jawaban karena alternatif jawaban sudah
disediakan misalnya dalam bentuk membubuhkan checklist pada kolom. Selain itu, kuesioner
juga memerlukan waktu yang singkat untuk menjawab pertanyaan.

Kuesioner digunakan secara tepat apabila mencakup :

 Responden atau orang yang merespon atau menjawab pertanyaan memiliki jarak
saling berjauhan.
 Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna jika mengetahui
berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu
fitur khusu dari sistem yang diajukan.
 Melakukan studi guna mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat
sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
 Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan
dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.

Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli


Berikut merupakan pengertian kuesioner menurut para ahli.

Dewa Ktut Sukardi (1983)


Pengertian kuesioner menurut Dewa Ktut Sukardi adalah suatu bentuk teknik alam
pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan tidak perlu/wajib
memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.
Bimo Walgito (1987),
Menurut Bimo Walgito definisi kuesioner adalah daftar pertanyaan dalam penelitian yang
diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan.

Tujuan Kuesioner
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah :

 Mendapatkan data yang relevan dengan tujuan penelitian.


 Mendapatkan data dengan reliabilitas dan validitas yang setinggi mungkin.

Fungsi Kuesioner
Berikut ini merupakan fungsi kuesioner, antara lain :

 Guna mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan


catatan permanen.
 Guna menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.
 Pembuatan evaluasi progam bimbingan.
 Guna mengambil sampling sikap atau pendapat dari responden.

Baca Juga : Pengertian Distributor, Suplier, Agen, Reseller, dan Dropshipper

Jenis-Jenis Pertanyaan Dalam Kuesioner


Dalam kuesioner, pertanyaan-pertanyaannya dibedakan menjadi berikut.

Pertanyaan Tertutup (Closed Question)


Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-
pilihan respons yang tersedia bagi responden. Responden hanya dapat memilih jawaban yang
tertera pada kuesioner. Responden tidak dapat memberikan jawabannya secara bebas yang
mungkin dikehendaki oleh responden yang bersangkutan. Umumnya jenis kuesioner ini
digunakan apabila masalahnya telah jelas.

Pertanyaan Terbuka (Open Question)


Pertanyaan terbuka adalah jenis pertanyaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya
kepada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapannya. Orang yang ingin
mendapatkan opini biasanya menggunakan kuesioner jenis ini.

Pertanyaan Terbuka dan Tertutup (Open and Closed Question)


Pertanyaan terbuka dan tertutup adalah percampuran antara pertanyaan terbuka dan
pertanyaan tertutup.

Petunjuk yang dapat digunakan untuk memilih bahasa dalam kuesioner adalah sebagai
berikut.

 Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin.


 Usahakan kata-kata yang digunakan tetap sederhana.
 Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidakjelasan dalam pilihan kata-
kata.
 Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
 Pertanyaan yang digunakan harus singkat.
 Jangan memihak responden dengan berbicara kepada mereka dengan pilihan bahasa
tingkat bawah.
 Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Selain itu, hindari juga bias dalam
pertanyaan-pertanyaan yang menyulitkan.
 Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat, artinya orang-orang yang mampu
merespon. Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
 Sebelum menggunakannya, pastikan terlebih dahulu bahwa pertanyaan-pertanyaan
tersebut secara teknis cukup akurat.
 Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi
responden.

Kelebihan Metode Kuesioner


Berikut ini merupakan beberapa kelebihan metode kuesioner.

 Tidak membutuhkan kehadiran peneliti.


 Mampu dibagikan secara bersama-sama kepada seluruh responden.
 Waktunya fleksibel, tergantung waktu senggang responden.
 Dapat dibuat anonim atau tanpa nama sehingga responden tidak malu dalam
menjawab pertanyaan yang diajukan.
 Pertanyaan dapat distandarkan.

Kekurangan Metode Kuesioner


Berikut ini merupakan kekurangan metode kuesiner.

 Responden sering tidak teliti, terkadang ada pertanyaan yang terlewatkan.


 Responden sering tidak jujur meskipun anonim.
 Kuesioner sering tidak kembali apabila dikirim lewat pos atau jasa pengiriman
Iainnya.
 Responden dengan tingkat pendidikan tertentu kemungkinan kesulitan mengisi
kuesioner.

Syarat Membuat Kuesioner yang Baik


Syarat-syarat yang harus dipenuhi guna membuat kuesioner yang baik adalah :

 Pertanyaan dibuat dengan bahasa yang jelas dan tidak ambgu atau multitafsir.
 Pertanyaan berkaitan dengan masalah yang hendak dipecahkan dalam penelitian, dan
menggunakan bahasa baku yang mudah dipahami.
 Banyak membaca jurnal yang berjudul tentang penelitian-penelitian dengan metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner.
 Guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal tidak ada salahnya sebagai peneliti
yang memberikan kuesioner kepada responden memilih waktu yang tepat, dan
usahakan jangan sampai menggangu pihak responden.

Baca Juga : Pengertian Segitiga, Jenis-Jenis, Rumus, dan Contoh Soalnya

Skala dalam kuesioner


Pengertian penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap
suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik
tersebut.

Berikut merupakan alasan penganalisis sistem mendesain skala.

 Guna mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.


 Supaya responden memilih subjek kuesioner.

Bentuk skala pengukuran dibedakan menjadi 4 macam, yakni :

Nominal
Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah. Skala nominal berfungsi
untuk mengklasifikasikan sesuatu. Pada umumnya semua analis dapat menggunakan skala
jenis ini guna mendapatkan jumlah total untuk setiap klasifikasi.

Contoh skala nominal adalah :

Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda gunakan ?

1 = Pengolah kata 2 = Spreadsheet 3 = Basis Data 4 = Program e-mail

Ordinal
Skala ordinal hampir sama dengan skala nominal, yakni sama-sama memungkinkan
dilakukannya klasifikasi. Perbedaan antara skala ordinal dan skala nominal adalah jika skala
ordinal menggunakan susunan posisi. Skala jenis ini sangat berguna karena satu kelas lebih
besar atau kurang dari kelas lainnya.

Interval
Skala interval mempunyai karakteristik, yakni interval di antara masing-masing nomor adalah
sama. Berkaitan dengan karakteristik ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-
data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.
Rasio
Skala rasio merupakan jenis skala yang paling jarang digunakan. Skala rasio hampir sama
dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala
rasio mempunyai nilai absolut nol.

Langkah-Langkah Penyusunan Angket atau Kuesioner


Berikut merupakan langkah-langkah penyusunan angket atau kuesioner.

 Menentukan tujuan penggunaan angket atau skala psikologis. Skala psikologis yang
penulis buat bertujuan untuk mengungkapkan variabel pengaruh bimbingan karir
terhadap kemandirian siswa dalam memilih karir
 Membuat kisi-kisi angket, yang meliputi indikator dan jumlah item pertanyaan atau
pernyataan.
 Menentukan bentuk angket atau skala psikologis. Bentuk angket yang digunakan
penulis adalah angket terstruktur.
 Membuat item pertanyaan skala psikologis dalam bentuk pilihan ganda dengan option
dan skor.

 Pengertian dan Macam macam Metode Tes - Menurut Suharsimi


Arikunto tes adalah “serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan
untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelengensi, kemampuan atau bakat yang
dimiliki oleh individu atau kelompok”. (Suharimi Arikunto, 2006 : 150)



 Sedangkan menurut Mukhtar Bukhari dalam bukunya “ Teknik- teknik Evaluasi “
mengatakan, tes adalah suatau percobaan yang diadakan untuk mengetahui ada
tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang peserta didik atau kelompok
peserta didik. (Suharimi Arikunto, 2006 : 29)
 Bila ditinjau dari sasaran atau objek yang akan dievaluasi, tes dapat dibedakan
sebagai berikut:
 a. Tes kepribadian (Personality test), yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap
kepribadian seseorang
 b. Tes Bakat (Aptitude test), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau
mengetahui bakat seseorang
 c. Tes Intelegensi (Intelegence test), yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan
estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara
memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya
 d. Tes Sikap (Attitude test), yaitu alat ayang digunakan untuk mengadakan
pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang
 e. Tes Minat (Measures Of Interest) yaiu alat yang digunakan untuk menggali
minat seseorang terhadap sesuatu
 f. Tes Prestasi (Achievement test), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur
pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. (Suharimi Arikunto, 2006 : 150-
151)
 Kemudian ditinjau dari bentuknya tes dapat dibedakan menjadi:
 a. Tes tertulis meliputi:
 1. Objektif yang terdiri atas:
 a. Benar salah
 b. Pilihan ganda
 c. Menjodohkan
 d. Melengkapi
 2. Esei (Essay)/ Subjektif
 3. Kombinasi Keduanya

 b. Tes Lisan (Oral Test). (Suharimi Arikunto, 2006 : 161-165)
 Metode tes dalam penelitan ini digunakan sebagai metode utama untuk
mengumpulkan data dari variabel Y (tingkat pemahaman pada materi Fiqih). Bentuk
tes yang dugunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif berbentuk multiple choice
(pilihan ganda).
 Ada dua metode yang sering dipakai dalam meneliti perkembangan manusia,
yaitu longitudinal dancross sectional.

Metode Longitudinal, adalah peneliti mengamati dan mengkaji perkembangan


satu atau banyak orang yang sama usia dalam waktu yang lama. Misalnya penelitan
Luis Terman (dalam Clark, 1984) yang mengikuti perkembangan sekelompok anak
jenius dari masa prasekolah sampai masa dewasa waktu mereka sudah mencapai
karier dan kehidupan yang mapan. Perbedaan karakteristik setiap saat itulah yangt
diasumsikan sebagai tahap perkembangan. Penelitian dengan metode longitudinal
mempunyai kelebihan, yaitu kesimpulan yang diambil lebih meyakinkan, karena
membandingkan karakteristik anak yang sama pada usia yang berbeda-beda, sehingga
setiap perbedaan dapat diasumsiukan sebagai hasil perkembangan dan pertumbuhan.
Tetapi, metode ini memerlukan waktu sangat lama untuk mendapat hasil yang
sempurna.

 Metode Cross Sectional, peneliti mengamati dan mengkaji banyak anak dengan
berbagai usia dalam waktu yang sama. Misalnya, penelitian yang pernah dilakukan
oleh Arnold Gessel (dalam Nana Saodih Sukmadinata, 2009) yang mempelajari
ribuan anak dari berbagai tingkatan usia, mencatat ciri-ciri fisik dan mentalnya, pola-
pola perkembangan dan memampuannya, serta perilaku mereka. Perbedaan
karakteristik setiap kelompok itulah yang diasumsikan sebagai tahapan
perkembangan. Dengan pendekatan cross-sectional, proses penelitian tidak
memerlukan waktu lama, hasil segera dapat diketahui. Kelemahannya, peneliti
menganalisis perbedaan karakteristik anak-anak yang berbeda, sehingga diperlukan
kehati-hatian dalam menarik kesimpulan, bahwa perbedaan itu semata-mata karena
perkembangan.