Anda di halaman 1dari 4

No Tahapan Tempat Substrat Hasil

1 Glikolisis Sitoplasma C6H12O6 2ATP,2 asam


piruvat, 2NADH

2 Dekarboksilasi oksidatif Mitokondria Asam Piruvat Asetil CO-A

3 Siklus asam sitrat Matriks mitokondria Asetil CO-A NADH2 + ATP

4 Transpor elektron Membran dalam NADH2 dan 30ATP + 4ATP


mitokondria FADH2 +H2O +CO2

5 Siklus krebs Matriks mitokondria Glukosa 34 ATP

A. GLIKOLISIS
Glikolisis merupakan proses pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam
piruvat dengan menghasilkan ATP dan NADH. Glikolisis terjadi pada sel
mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan melalui 10 tahap reaksi. Proses ini terjadi di
sitoplasma dengan bantuan 10 jenis enzim yang berbeda.

Glukosa dalam sel dapat mengalami berbagai jalur metabolisme, baik disimpan,
diubah menjadi energi, ataupun diubah menjadi molekul lain. Apabila terjadi
kelebihan gula dalam darah, glukosa akan didimpan dalam otot atau hati dalam bentuk
glikogen. Apabila sel-sel tubuh sedang aktif membelah, glukosa akan diubah menjadi
gula pentosa yang penting dalam sintesis DNA dan RNA. Dan ketika tubuh
membutuhkan energi, glukosa akan diproses untuk menghasilkan energi melalui
tahapan glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transfer elektron.
tahapan-tahapan tersebut dapat terjadi apabila terdapat oksigen dalam jaringan
sehingga prosesnya disebut respirasi aerob (menghasilkan energi dengan adanya
oksigen). Glikolisis merupakan tahapan pertama dari proses respirasi aerob untuk
menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

ATP yang dihasilkan dalam glikolisis akan digunakan untuk berbagai proses yang
membutuhkan energi, karena ATP merupakan molekul penyimpan energi. Sedangkan
NADH nantinya akan menjalani proses transfer elektron untuk menghasilkan ATP.
Sebuah molekul NADH dalam transfer elektron akan menghasilkan tiga molekul
ATP.

Dalam tahap awalnya, proses glikolisis membutuhkan dua ATP sebagai sumber
energi. Namun dalam tahap selanjutnya, glikolisis akan menghasilkan ATP yang
dapat digunakan untuk membayar hutang ATP yang telah digunakan tadi dan masih
ada sisa ATP yang dapat digunakan untuk fungsi yang lain. Jadi dalam glikolisis,
terjadi surplus ATP, lebih banyak ATP yang dihasilkan daripada yang digunakan
dalam proses tersebut.
Proses glikolisis

Alur langkah glikolisis adalah sebagai berikut.


1. Tahap pertama, glukosa akan diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh enzim
hexokinase. Tahap ini membutuhkan energi dari ATP (adenosin trifosfat).
ATP yang telah melepaskan energi yang disimpannya akan berubah menjadi
ADP.
2. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh
enzim fosfohexosa isomerase.
3. Fruktosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 1,6-bifosfat, reaksi ini
dikatalisis oleh enzim fosfofruktokinase. Dalam reaksi ini dibutuhkan energi
dari ATP.
4. Fruktosa 1,6-bifosfat (6 atom C) akan dipecah menjadi gliseraldehida 3-fosfat
(3 atom C) dan dihidroksi aseton fosfat (3 atom C). Reaksi tersebut dikatalisis
oleh enzim aldolase.
5. Satu molekul dihidroksi aseton fosfat yang terbentuk akan diubah menjadi
gliseraldehida 3-fosfat oleh enzim triosa fosfat isomerase. Enzim tersebut
bekerja bolak-balik, artinya dapat pula mengubah gliseraldehida 3-fosfat
menjadi dihdroksi aseton fosfat.
6. Gliseraldehida 3-fosfat kemudian akan diubah menjadi 1,3-bifosfogliserat oleh
enzim gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase. Pada reaksi ini akan terbentuk
NADH.
7. 1,3 bifosfogliserat akan diubah menjadi 3-fosfogliserat oleh enzim
fosfogliserat kinase. Para reaaksi ini akan dilepaskan energi dalam bentuk
ATP.
8. 3-fosfogliserat akan diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat
mutase.
9. 2-fosfogliserat akan diubah menjadi fosfoenol piruvat oleh enzim enolase.
10. Fosfoenolpiruvat akan diubah menjadi piruvat yang dikatalisis oleh enzim
piruvat kinase. Dalam tahap ini juga dihasilkan energi dalam bentuk ATP.

Yang perlu diperhatikan adalah pada langkah ke-6 hingga ke-10. Langkah-langkah
tersebut terjadi dua kali karena terbentuk dua gliseraldehida 3-fosfat dari pemecahan
fruktosa 1,6-bifosfat. Oleh karena itu dua molekul gliseraldehida 3-fosfat masing-
masing akan menjalani langkah 6 hingga 10 tersebut.

Jadi hasil total glikolisis adalah 2 molekul asam piruvat dengan 2 ATP dan 2
NADH. Molekul ATP yang terbentuk sebenarnya ada 4, namun 2 ATP telah
digunakan untuk membayar hutang ATP yang telah dipakai pada tahap reaksi pertama
dan ketiga.

Dalam keadaan terdapat oksigen, asam piruvat akan masuk tahap dekarboksilasi
oksidatif dan siklus krebs untuk membentuk energi lebih lanjut. Namun ketika tidak
tersedia oksigen, piruvat akan menjalani proses fermentasi homolaktat atau fermentasi
alkohol. Kedua jenis fermentasi tersebut merupakan proses menghasilkan energi tanpa
kehadiran oksigen sehingga disebut respirasi anaerob.

Fermentasi homolaktat terjadi pada mikroorganisme dan hewan. Hasil akhir


proses ini adalah asam laktat yang akan tertimbun dalam jaringan dan menyebabkan
munculnya rasa lelah. Saat seorang berolahraga dengan keras, kebutuhan oksigennya
tidak tercukupi dengan pernapasannya. Maka jaringan tidak dapat menjalani respirasi
aerob sehingga yang terjadi adalah fermentasi homo laktat. Asam laktat yang
tertimbun menyababkan otot terasa lelah saat berolahraga. Asam laktat akan diubah
kembali menjadi glukosa di dalam hati namun memerlukan proses yang agak lambat.

Sedangkan fermentasi alkohol terjadi pada yeast, atau jamur bersel satu yang
biasanya digunakan untuk membuat anggur. Yeast akan mengubah piruvat menjadi
alkohol yang dilepaskan ke lingkungan yang dimanfaatkan oleh manusia untuk
membuat minuman.
B. Dekarboksilasi oksidatif