Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN REVIEW JOURNAL

Effectiveness of Aromatherapy and Biofeedback in Promotion of Labour Outcome


during Childbirth among Primigravidas

OLEH:

KELOMPOK 2

1. PUPUT AHMAD MUHARAM (201810461011057)


2. HALIM WIJAYA (201810461011056)
3. MUFIDA HERIANA (201810461011077)
4. EMALIA IMSAMAWATI (201810461011070)
5.
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah review jurnal ini dengan baik sesuai
dengan waktu yang telah di tentukan.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk mahasiswa
yang dalam proses pembelajaran pada KEPERAWATAN MATERNITAS.

Dalam penyusunan makalah ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik
dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk
pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang.
Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan
ilmu pengetahuan.

Penyusun,

Kelompok 2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak
lama telah menjadi masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Sekitar 25-50%
kematian perempuan usia subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan.
Kematian saat melahirkan menjadi penyebab utama mortalitas perempuan pada masa
puncak produktivitasnya.

World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta
kehamilan di seluruh dunia. Dari jumlah ini, 20 juta perempuan mengalami kesakitan
akibat kehamilan (Prawirohardjo 2008). Angka kematian ibu Provinsi Jawa Tengah tahun
2012 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup,
mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2011 sebesar
116,01/100.000 kelahiran. Menurut data WHO, sebanyak 99% kematian ibu akibat
masalah persalinan atau kelahiran. Salah satu faktor penting dalam upaya penurunan
angka kematian tersebut yaitu penyediaan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal
yang berkualitas baik terhadap masyarakat, tetapi sekarang belum dapat terlaksana
dengan baik. Untuk itu pemerintah mencanangkan Making Pregnancy Safer (MPS), yang
pada dasarnya menekankan pada penyediaan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal
yang cost-effective, yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, penanganan
komplikasi obstetri dan neonatal, serta pencegahan kehamilan tidak diinginkan dan
penanganan komplikasi abortus (Departemen Kesehatan RI 2007).

Persalinan merupakan sesuatu peristiwa yang menegangkan bagi kebanyakan


wanita. Seorang ibu yang sedang menghadapi persalinan cenderung merasa takut,
terutama pada ibu primigravida. Namun ketika seorang ibu merasa sangat takut maka
secara otomatis otak mengatur dan mempersiapkan tubuh untuk merasa sakit, sehingga
rasa sakit saat persalinan akan lebih terasa. Pada ibu primigravida rasa sakit berlangsung
12-14 jam. Wall dan Malzack meyakini bahwa nyeri harus diringankan dengan efektif
karena bila nyeri disertai reaksi stress memiliki efek berbahaya terhadap ibu dan
kemungkinan juga pada janin (Danuatmaja 2006).

Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi yang fisiologis. Nyeri persalinan


merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang terjadi selama proses persalinan.
Secara fisiologi nyeri persalinan mulai timbul pada persalinan kala I fase laten dan fase
aktif, pada fase aktif terjadi pembukaan mulai dari 3-10 cm. Pada primigravida kala I
persalinan bisa berlangsung ± 20 jam, pada multigravida berlangsung ±14 jam. Nyeri
disebabkan oleh kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Makin lama nyeri yang dirasakan
akan bertambah kuat, puncak nyeri terjadi pada fase aktif, dimana pembukaan lengkap
sampai 10 cm. Intensitas nyeri selama persalinan mempengaruhi kondisi psikologis ibu,
proses persalinan, dan kesejahteraan janin (Potter & Perry 2006).

Nyeri yang tidak cepat teratasi dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi,
karena nyeri menyebabkan pernafasan dan denyut jantung ibu akan meningkat yang
menyebabkan aliran darah dan oksigen ke plasenta terganggu. Penanganan dan
pengawasan nyeri persalinan terutama pada kala I fase aktif sangat penting, karena ini
sebagai titik penentu apakah seorang ibu bersalin dapat menjalani persalinan normal atau
diakhiri dengan suatu tindakan dikarenakan adanya penyulit yang diakibatkan nyeri yang
sangat hebat (Hermawati 2009). Rasa nyeri, tegang, rasa takut yang mengganggu pada
ibu hamil dapat menghasilkan sejumlah katekolamin (hormon stress) yang berlebihan
seperti ephinephrin dan norephinephrin. Tingkat katekolamin yang tinggi dalam darah
bisa memperpanjang persalinan dengan mengurangi efisiensi kontraksi rahim dan dapat
merugikan janin dengan mengurangi aliran darah menuju plasenta. Keadaan ini dapat
mengakibatkan penatalaksanaan persalinan menjadi kurang terkendali dan memungkinan
terjadi trauma pada bayi (Astuti 2009).
Banyak cara yang dapat digunakan dalam menghilangkan rasa sakit saat
persalinan, cara tersebut antara lain dengan tindakan farmakologis dan tindakan non
farmakologis. Tindakan farmakologis yang digunakan antara lain penggunaan analgesik,
suntikan epidural, Intracthecal Labor Analgesik (ILA), dan lain-lain. Tindakan-tindakan
tersebut hampir semua mempunyai 19 efek samping pada ibu dan juga janin. Misalnya
pada analgesik dapat menembus plasenta sehingga menimbulkan efek terhadap
pernapasan bayi. Efek samping pada ibu adalah adanya perasaan mual dan pusing, serta
ibu menjadi tidak dapat mengandalkan otot perutnya dan mendorong ketika terjadi
kontraksi rahim, sehingga persalinan menjadi lebih lama (Wong 2006).

Berdasarkan alasan tersebut diatas, tindakan nonfarmakologis dalam manajemen


nyeri merupakan trendbaru yang dapat dikembangkan dan merupakan metode alternatif
dapat digunakan pada ibu untuk mengurangi nyeri persalinan. Metode non farmakologis
dapat memberikan efek relaksasi kepada pasien dan dapat membantu meringankan
ketegangan otot dan emosi serta dapat mengurangi nyeri persalinan (Astuti 2009).
Metode nonfarmakologi juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena
ibu dapat mengontrol perasaannya dan kekuatannya. Relaksasi, teknik pernapasan,
pergerakan dan perubahan posisi, massage, hidroterapi, terapi panas/dingin, musik,
guided imagery, akupresur, aromaterapi merupakan beberapa teknik nonfarmakologi
yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada
koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan (Arifin 2008). Ibu yang dipijat dua
puluh menit setiap jam selama persalinan akan lebih terbebas dari rasa sakit. Hal ini
disebabkan karena pijatan merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa Endorphin yang
merupakan pereda rasa sakit. Endorphin juga dapat menciptakan perasaan nyaman, enak,
rileks dan 20 nyaman dalam persalinan. Banyak wanita merasa bahwa pijatan sangat
efektif dalam menghilangkan rasa sakit pada saat melahirkan yang secara umum akan
membantu menyeimbangkan energi, merangsang dan mengatur tubuh memperbaiki
sirkulasi darah, kelenjar getah bening sehingga oksigen, zat makanan, dan sisa makanan
dibawa secara efektif dari jaringa tubuh ibu ke plasenta dengan mengendurkan
ketegangan yang membantu menurunkan emosi (Danuatmaja 2008).

Metode nonfarmakologi selanjutnya adalah aromaterapi. Aromaterapi adalah


terapi yang menggunakan essensial oil atau sari minyak murni untuk membantu
memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, menyegarkan serta
membangkitkan jiwa raga (Hutasoit 2002). Aromaterapi mempunyai efek yang positif
karena diketahui bahwa aroma yang segar, harum merangsang sensori, reseptor dan pada
akhirnya mempengaruhi organ yang lainnya sehingga dapat menimbulkan efek kuat
terhadap emosi. Aroma ditangkap oleh reseptor di hidung yang kemudian memberikan
informasi lebih jauh ke area di otak yang mengontrol emosi dan memori maupun
memberikan informasi juga ke hipotalamus yang merupakan pengatur sistem internal
tubuh, termasuk sistem seksualitas, suhu tubuh, dan reaksi terhadap stress (Shinobi 2008).

Dalam terapi aromaterapi, minyak esensial dari tanaman yang memijat di kulit,
dalam bentuk mandi atau inhalasi menggunaka uap atau burner. Sastra mengungkapkan
bahwa minyak esensial yang digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dengan
terapi merangsang hidung / indra penciuman (bau) melalui respon mental, peredaran
darah dan fungsi pernapasan. Selain itu meningkatkan fisik dan mental kesejahteraan
pasien. Biofeedback atau umpan balik biologis mencakup teknik terapi di mana seorang
individu akan dilatih untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri
melalui sinyal yang datang dari tubuh mereka sendiri (suhu, denyut jantung, ketegangan
otot, dll).

1.2 Tujuan Penulisan

a. Memaparkan informasi terkini dengan evidence based di area keperawatan terkait


dengan efekfitas aromaterapi dan biofeedback pada nyeri persalinan kala 1 pada
primigravida.
b. Memberikan penjelasan tentang gambaran hasil intervensi efektifitas aromaterapi
dan biofedback untuk nyeri persalinan pada primigravida.

c. Meningkatkan critical thinking tentang manfaat hasil penelitian tersebut bagi dunia
keperawatan.
BAB II

JURNAL PENELITIAN

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Profil Penelitian

3.1.1 Judul : Efek aromaterapi dan biofedback pada nyeri persalinan primigravida.
3.1.2 Peneliti : Raju Janula dan Singh Mahipal.

3.1.3. Sumber : Health Science Jurnal ISSN 1791-809X Vol. 9 No. 1-9

3.1.4. Major/Minor subject (keyword) : Aromatherapy; Biofeedback; Childbirth;


Labour pain; Primigravida

3.1.5. Abstrak :

Latar Belakang: Nyeri adalah bentuk yang paling parah dari rasa sakit yang
setiap wanita mungkin Pengalaman selama hidup intranatal. sakit parah membuat
respon stres yang mungkin menyebabkan efek berbahaya pada ibu dan janinnya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek aromaterapi dan biofeedback
dalam promosi tenaga kerja hasil saat melahirkan antara primigravida.

Metode: uji klinis ini dilakukan pada 600 wanita nulipara yang dipilih acak
yang diharapkan memiliki persalinan normal. Kasus secara acak ditugaskan untuk
kelompok Aromaterapi (n = 200), kelompok biofeedback (n = 200) kelompok dan
kelompok kontrol (n = 200). penyidik dinilai rasa sakit dengan menggunakan
analog nyeri visual yang skala.

Hasil: Enam puluh Sembilan persen (n = 137) kasus dalam kelompok aroma
massage menyatakan itu membantu, memberikan bantuan nyeri dan kesejahteraan
emosional selama persalinan. Kami Temuan menyarankan, aromaterapi adalah
membantu dalam pengurangan durasi kerja (P <0,0001). Biofeedback juga efektif
dalam mengurangi rasa sakit dan durasi persalinan saat melahirkan dibandingkan
dengan kelompok non-eksperimental.
Kesimpulan: Hasil studi ini menunjukkan bahwa penggunaan aromaterapi
dan Biofeedback berdua metode yang efektif untuk mengurangi persepsi rasa sakit
dan Durasi kerja di antara wanita selama persalinan.

Kata kunci: Aromaterapi; biofeedback; Persalinan; nyeri Buruh;


primigravida.

3.2 Deskripsi Penelitian berdasarkan Metode PICO

3.2.1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari


arometarapi dan biofedback terhadap nyeri persalinan pada primigravida.

3.2.2. Desain Penelitian

Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah


penelitian Post-Test Only Eksperimental Group Design.

3.2.3. Populasi / Sample

Pengumpulan data dilakukan dari Desember 2012 hingga

September 2013 di rumah sakit yang dipilih di Coimbatore Dist, Tamil

Nadu, India Selatan. Kriteria inklusi terdiri wanita hanya nulipara, dengan

kehamilan tunggal kehamilan usia> 36 minggu, tunggal kehamilan

dengan presentasi kepala, serviks dilatasi ≥ 4 cm dan memiliki tiga

kontraksi uterus dalam 10 menit setidaknya dengan durasi 30 detik.

Kriteria eksklusi meliputi, ketiga trimester perdarahan, intrauterine janin

retardasi pertumbuhan, beberapa kehamilan, presentasi bokong,


menjadi atletis, kecanduan (alkohol dan rokok), menggunakan analgesik

selama 3 jam sebelum dan selama intervensi, penggunaan obat

penenang, riwayat infertilitas, alergi terhadap minyak lavender selama

tes kulit.

Uji Klinis dilakukan pada 600 wanita nulipara yang dipilih secara acak
dengan persalinan normal. Kemudian dibagi kedalam 3 kelompok yaitu 200
wanita pada kelompok aromaterapi, 200 wanita pada kelompok biofeedback
dan 200 wanita lagi pada kelompok kontrol.

3.2.4. Intervention / Perlakuan oleh peneliti terhadap sampel

Ini adalah post-test hanya desain kelompok eksperimen. Informasi


dikumpulkan dalam bentuk kuesioner singkat untuk memperoleh umpan balik
ibu tentang menerima & administrasi percobaan. Setelah penjelasan dan
memperoleh persetujuan tertulis dari wanita, mereka acak ditugaskan untuk
tiga kelompok :
1) Kelompok aplikasi 1 Aromaterapi
Minyak yang digunakan untuk aromaterapi adalah minyak lavender dan
diaplikasikan oleh pijat selama persalinan oleh penyidik. Sebelum terapi,
alergi kulit diperiksa dengan melakukan tes patch pada kulit. subjek yang
dipilih secara acak (n = 200) menerima aromaterapi di mana minyak
diaplikasikan di atas punggung dan perut dengan sedikit pijat. Pijat
dilanjutkan sampai akhir tahap pertama dari persalinan. Rasa sakit itu
dinilai dalam fase laten, fase aktif dan fase transisi. perawatan
intrapartum rutin juga diberikan untuk ibu dengan bidan. Tidak ada
anggota keluarga yang yang terlibat dalam penelitian ini.
2) Kelompok aplikasi 2 Biofeedback
Penyidik pribadi menjelaskan tujuan penelitian dengan subjek yang dipilih
secara acak (n = 200). Cardiotokograph, mesin elektronik yang
digunakan untuk studi biofeedback. Di dalam, Ibu diminta untuk
mengalami bunyi jantung janin dan variasi kontraksi uterus. Ini
membantunya untuk secara sadar mengatur kedua proses psikologis dan
fisik, seperti sakit, yang tidak biasanya di bawah kendali kesadaran. Rasa
sakit itu dinilai dalam fase laten, fase aktif dan fase transisi. Rutin
perawatan intrapartum juga diberikan untuk ibu oleh bidan. Tidak
anggota keluarga yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil neonatal Data
termasuk skor APGAR pada 1 dan 5 menit.
3) Kelompok 3 Kelompok kontrol (n = 200)
Hanya menerima intervensi rutin sesuai dengan kebijakan rumah sakit.
Perawatan rutin diberikan oleh bidan dan penyidik telah mencatat
tingkat intensitas nyeri dan durasi kerja sebagaimana seperti kelompok
eksperimen.

3.2.5. Comparator / Kelompok control dengan intervensi yang berbeda

Dari penelitian ini bahwa aromaterapi dan biofeedback memiliki efek


dalam mengurangi nyeri persalinan pada ibu primigravida dengan persalinan
normal bila dibandingkan dengan kelompok kontrol.

3.2.6. Outcomes / Findings / Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini didasarkan pada temuan diperoleh dari analisis


statistik data yang dikumpulkan. Wanita diteliti adalah primigravida.
Mayoritas ibu yang diteliti yang memiliki usia antara 21-25 thn (41% dalam
kelompok aromaterapi, 48% dalam kelompok Biofeedback dan 46% pada
kelompok kontrol). Sebagian besar ibu adalah ibu rumah tangga pada ketiga
kelompok 50%, 53% dan 53% - kelompok aromaterapi, kelompok
Biofeedback dan kelompok kontrol masing-masing. Sisa ibu yang kuli itu,
teknis dan pekerja profesional.

Dalam penelitian ini rata-rata skor nyeri untuk aromaterapi kelompok


dan biofeedback berkurang bila dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Demikian pula rata-rata panjang durasi kerja juga dikurangi dalam tahap
pertama dan tahap kedua persalinan. Tapi 't' test menunjukkan bahwa ada
perbedaan yang signifikan antara aromaterapi dan kelompok biofeedback di
skor nyeri selama fase laten, fase aktif dan fase transisi. Ketika
mempertimbangkan panjang kerja ditemukan signifikan, Perbedaan antara
aromaterapi dan kelompok biofeedback di tahap pertama persalinan (p
<0,0001).

3.2.7 Strength-Limitation of the Study


1. Kekuatan penelitian :
a. Penelitian ini menggunakan studi eksperimen yang membandingkan
antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dapat
melihat keefktifan dari intervensi yang diberikan.
b. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang didesain khusus dan dilakukan
dalam waktu yang lama yaitu 1 bulan dan menggunakan sampel yang
besar yaitu 600 ibu bersalin dibagi menjadi 3 kelompok sehingga dapat
menilai dan mengevaluasi perkembangan pasien secara detail.
2. Kelemahan penelitian :
Penelitian ini terbatas hanya pada ibu primigravida dengan dua variabel seperti sakit
dan durasi persalinan.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dalam terapi aromaterapi, minyak esensial dari tanaman yang memijat di kulit,
dalam bentuk mandi atau inhalasi menggunaka uap atau burner. Sastra mengungkapkan
bahwa minyak esensial yang digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit
dengan terapi merangsang hidung / indra penciuman (bau) melalui respon mental,
peredaran darah dan fungsi pernapasan. Selain itu meningkatkan fisik dan mental
kesejahteraan pasien. Biofeedback atau umpan balik biologis mencakup teknik terapi di
mana seorang individu akan dilatih untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
mereka sendiri melalui sinyal yang datang dari tubuh mereka sendiri (suhu, denyut
jantung, ketegangan otot, dll). Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan
pengurangan rasa sakit dan durasi kerja antara terapi aromaterapi dan kelompok terapi
biofeedback selama melahirkan antara primigravida. Dengan desain penelitian post-test
eksperimen dengan kelompok kontrol.

4.2 Kritikal Thinking

Hasil studi ini menyarankan penggunaan aromaterapi dan biofeedback sebagai


metode yang efektif untuk mengurangi rasa sakit persepsi dan durasi kerja di antara
wanita selama persalinan. Sebagai intervensi keperawatan non-farmakologi, ini mudah
untuk mengelola, biaya yang efektif, tidak berbahaya, tidak memerlukan lebih banyak
pelatihan, dan menarik bagi ibu. Intervensi ini dapat digunakan oleh praktisi kesehatan
(bidan, staf medis dan perawat, siswa perawat) sebagai bagian dari rutinitas mereka saat
memberikan pelayanan dengan perempuan selama proses persalinan.

DAFTAR PUSTAKA
Andarmoyo, Sulistyo dan Suharti. (2013). Persalinan Tanpa Nyeri Berlebihan : Konsep
dan Aplikasi Manajemen Nyeri. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.
Bobak, Irene M. (2006). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.
Chapman, Vicky. (2006). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran. Jakarta : EGC.
Danuatmaja, Bony dan Meiliasari, Mila. (2008). Persalinan Normal Tanpa Rasa Sakit.
Jakarta : Puspa Swara.
Hartuti T. (2010). Panduan Ibu Hamil Melahirkan dan Merawat Bayi. Bandung : UBA
Press.
Mander, Rosemary. (2004). Nyeri Persalinan. Jakarta : EGC.
Raju Janula dan Singh Mahipal. 2015. Effectiveness of Aromatherapy and Biofeedback in
Promotion of Labour Outcome during Childbirth among Primigravidas.
http://www.hsj.gr/medicine/effectiveness-of-aromatherapy-and-biofeedback-in-
promotion-of-labour-outcome-during-childbirth-among-primigravidas.pdf