Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Setiap orang yang masuk atau keluar Wilayah Indonesia wajib melalui pemeriksaan
Dokumen Perjalanan dan/atau identitas diri yang sah yang dilakukan oleh Pejabat
Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. 1 Pemeriksaan Dokumen Perjalanan
merupakan proses yang sangat penting. Hal ini dilaksanakan guna mencegah
masuknya Dokumen Perjalaan yang palsu. Proses pemeriksaan dokumen
perjalanan terdiri atas pemeriksaan terhadap fitur pengamanan, keabsahan dan masa
berlaku Dokumen Perjalanan, dan foto serta identitas yang tertera pada Dokumen
Perjalanan sesuai dengan pemegangnya.2 Jika setelah dilakukan pemeriksaan DPRI
terbukti palsu dan/atau tidak sesuai dengan pemegangnya maka Pejabat Imigrasi
yang ditunjuk wajib membatalkan Dokumen Perjalanan yang bersangkutan dan
mengusulkan yang bersangkutan untuk dimasukkan dalam daftar pencegahan. 3
Namun bagaimana dengan Dokumen Perjalanan yang belum pasti atau diduga
palsu? Maka Pejabat Imigrasi wajib melakukan pemeriksaan untuk memperoleh
keterangan. 4 Untuk mendeteksi Dokumen Perjalanan perlu dilakukan Forensik
Keimigrasian yang dilaksanakan oleh Laboratorium Forensik Keimigrasian.
Laboratorium Forensik Keimigrasian adalah salah satu seksi dibawah subdirektort
Produksi Intelejen Keimigrasian. Laboratorium Forensik Keimigrasian memiliki
tugas untuk menyiapkan bahan rumusan dan koordinasi kebijakan, bimbingan

1
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5216),
Ps. 9
2
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015
tentang Tata Cara Pemeriksaan Masuk dan Keluar Wilayah Indonesia di Tempat Pemeriksaan
Imigrasi (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 1834), Ps. 24.
3
Ibid, Ps. 40.
4
Ibid, Ps. 40.
teknis, supervisi serta pelaksanaan kebijakan di bidang pendeteksian dokumen
keimigrasian, pengumpulan, dan pemeliharaan dan pegelolaan perangkat
laboratorium forensik. 5 Laboratorium Forensik Keimigrasian saat ini hanya ada
satu dan berlokasi di Direktorat Jenderal Imigrasi. Saat ini Laboratorium Forensik
Keimigrasian tidak dapat beroperasi secara maksimal. Hal ini dikarenakan jauhnya
lokasi laboratorium dari TPI, kurangnya sarana prasarana yang ada, dan belum
adanya SOP yang mengatur. Standar Operasi Prosedur merupakan hal yag penting,
karena SOP adalah serangkaian intruksi tertulis yang dibakukan dengan
sangat rinci dan bersifat teknis maupun administratif.6 Hal inilah yang membuat
penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut terkait petingnya Standar Operasional
Prosedur untuk Laboratorium Forensik Keimigrasian.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis merumuskan salah satu permasalahan


yaitu, pentingnya Standar Operasional Prosedur untk Laboratorium Forensik
Keimigrasian.

1.3 BATASAN MASALAH

Pembahasan masalah yang akan penulis kerjakan terbatas hanya dalam lingkup
Laboratorium Forensik Keimigrasian.

1.4 TUJUAN

Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pentingnya
SOP bagi Laboratorium Forensi Keimigrasian.

5
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 1473), Ps 624
6
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : Per/21/M.Pan/11/2008
tentang Pedoman Penyusunan Standar Operational Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan
1.5 MANFAAT
1.5.1 TEORITIS

Guna memberikan saran terkait pentingnya SOP dalam pelaksanaan


Laboratorium Forensik Keimigrasian.

1.5.2 PRAKTIS

Sebagai bahan penelitian terhadap petugas yang bertugas di Laboratorium


Forensik Keimigrasian.