Anda di halaman 1dari 3

Fentanyl

Merupakan sintetik opioid turunan phenyl piperidine. Sebagai analgesia, 75 –125 kali lebih poten.
(1)

Farmakokinetik
Onset lebih cepat dan durasi lebih ringkas dibandingkan morphine. Onset lebih cepat karena
fentanyl lebih larut dalam lemak. Durasi yang ringkas karena redistribusi ke jaringan inaktif seperti lemak
dan otot rangka. (1)
75% mengalami ambilan paru pertama lewat, sehingga paru merupakan tempat penyimpanan
besar dan inaktif. (1)

Metabolisme
Di metabolisme oleh N-demethylasi, menjadi norfentanyl, mirip dengan normeperidine. (1)
Diekskresi ginjal dan dideteksi sampai 72 jam di urine mirip normeperidine. (1)

Waktu paruh
Waktu paruh lebih panjang daripada morphine. Hal ini karena besarnya Vd tetapi bersihan tetap
sama. (1) Vd yang besar dikarenakan lebih larut dalam lemak. (1)

Fentanyl berikatan 79-87% dengan protein. Konsentrasi plasma dipertahankan dengan ambilan
lambat dari jaringan inaktif. (1)
Karena waktu paruh yang panjang ini diberikan berhati-hati pada usia tua dan penderita sirosis
hepatis. (1)

Cardio Pumonary Bypass (CPB)


konsentrasi plasma semua opioid menurun selama CPB. Terutama fentanyl, karena melekat kuat
dengan sirkuit CPB. Dalam hal ini lebih stabil sufentanil dan alfentanil. (1)

Penggunaan klinis
Fentanyl digunakan dengan range dosis yang luas, misalnya 1 – 2 ug/kg IV untuk memelihara
(1)
analgesia. Dosis 2 – 20 ug/kg IV sebagai tambahan untuk anestesi inhalasi untuk menumpulkan
respon sirkulasi terhadap :
(a) laringoskopi langsung, (b). perubahan akibat stimulus bedah. (1)
Keuntungan fentanyl sebagai agen anestesi tunggal : (a). kurangnya efek depresi miokard, (b).
sedikitnya pelepasan histamin, (c). menekan respon stres bedah. (1)
Kerugian fentanyl sebagai anestesi tunggal : (a). gagal mencegah respon saraf simpatik pada
stimulus bedah terutama fungsi ventrikel kiri jantung yang baik, (b). pasien cepat sadar, (c). depresi nafas
post op.
Dapat diberikan transmucosal (lozenges), 5 –20 ug/kg, tujuannya untuk premedikasi dan mudah
induksi, 45 menit sebelum operasi.
Dapat diberikan transdermal, 75 – 100 ug/jam mencapai efek puncak 18 jam. Hal ini
menggambarkan absorbsi dari kulit yang baik. (1)

Efek pada sistem organ lain


Pada prinsipnya hampir sama dengan morphine dan opioid lain . (1)

Sistem kardiovaskular
Dosis 50 ug/kg IV tidak melepas histamin. Bradikardi lebih menonjol dibandingkan morphine. (1)
Pada anak – anak dapat menekan baroreseptor sinus karotid,dosis 10 ug/kg IV. (1)

Aktifitas kejang
Sampai dosis 150 ug/kg IV tidak menimbulkan kejang pada EEG. (1)

Tekanan intra Kranial (TIK)


Pemberian fentanyl dan sufentanil pada trauma kapitis dapat meningkatkan TIK sekitar 6-9
(1)
mmHg.
Biasanya diikuti penurunan MAP dan tekanan perfusi serebral. (1)

Interaksi obat
Konsentrasi analgesia fentanyl menambah efek midazolam dan menurunkan dosis propofol. (1)
Kombinasi Opioid - benzodiazepine menunjukkan sinergisme hipnosis dan depresi nafas. Tetapi
harus berhati-hati pada efek depresi nafasnya. (1)