Anda di halaman 1dari 7

1.

PENDEKATAN TEORI TEORITIS DALAM KEPERAWATAN KELUARGA

Model keperawatan yang secara khusus telah disesuaikan dengan praktik


keperawatan keluarga mencakup model keperawatan yang disusun oleh Imogene
King, Suster Callista Roy, Betty Newman, Dorothea Orem, Martha Rogers dan
Margaret Newman.

A. Model lingkungan Nightingale


Florance Nightingale sebenarnya tidak menyajikan suatu teori keperawatan
atau keperawatan keluarga. Meskipun demikian, ia menyebutkan keluarga
disebagian besar tulisannya dan dikebanyakan praktik keperawatannya.
Nightingale meningkatkan layanan baik layanan perawat-kebidanan maupun
layanan kesehatan diberikan dirumah dan menulis “Catatan Keperawatan” untuk
wanita yang ditugaskan merawat anggota keluarga yang sakit dan menjaga
kesehatan anak di rumah. Dalam sebuah dokumen yang berjudul “Training Nurses
for the Sick Poor” (Nightingale, 1949) ia mengatakan perawat untuk terlibat
dalam perawatan orang sakit dan keperawatan kesehatan di lingkungan rumah.
Nightingale melakukan berbagai upaya untuk mendorong wanita awam
memberikan asuhan keperawatan yang baik dirumah mereka diikuti dengan
upayanya membuat program pelatihan untuk perawat ‘profesional’.

B. Teori Pencapaian Tujuan King


Imogene King (1981, 1987) mengembangkan model proses transaksi pada
sistem yang saling memengaruhi yang disebut sebagai Teori Pencapaian Tujuan.
Dalam model King (1981), tujuan perawat adalah membantu individu memelihara
kesehatan mereka sehingga dapat mengerjakan perannya. Model King berfokus
pada interaksi perawat-pasien, yang merupakan forum untuk mengidentifikasi
tujuan, masalah dan kekhawatiran individu. Dalam karya awalnya, King
memasukkan pendekatan keluarga sebagai ruang lingkup. Konsep King mengenai
klien individu dapat diperluas hingga memasukkan keluarga karena modelnya
mencakup konsep yang relevan dengan keluarga seperti persepsi, interaksi,
komunikasi, transaksi, ruang, waktu, tumbuh kembang dan stress (Whall &
Fawcett; 1991a). King secara luas mendefinisikan keluarga sebagai kelompok
kecil individu yang diikat bersama untuk sosialisasi anggotanya dan untuk
menurunkan nilai dan norma perilaku di sepanjang rentang kehidupan (King,
1983; Frey & Sieloff 1995). Keluarga dipandang baik sebagai suatu sistem
interpersonal maupun sistem sosial. Sejak awal tahun 1989, perawat menggunakan
model King dalam memberikan asuhan keluarga.

C. Model Adaptasi Roy


Dalam karya awal Roy (1976), keluarga dipandang sebagai ruang lingkup
individu. Kemudian Roy dan Roberts (1981) mengubah penjabaran “konsep
keluarga sebahgai konteks” menjadi “keluarga sebagai suatu sistem adaptif
meliputi individu, memiliki input, kendali interna dan proses umpan balik dan
output” (Whell&Fewcett, 1991a, hlm. 23). Roy menjelaskan bahwa keluarga,
individu, kelompok, organisasi sosial, dan komunitas, dapat menjadi unit analisis
dan fokus praktik keperawatan. Hanna dan Roy (2001) membahas kesinambungan
pengembangan model Roy tekait dengan keperawatan keluarga dan mencatat
bahwa keluarga dapat dijabarkan sebagai ruang lingkup individu atau keluarga
dapat dijabarkan sebagai orang atau kelompok yang saling terkait.

D. Model Sistem Kesehatan Newman


Newman membahas keluarga sebagai klien sejak awal perkembangan model.
Aspek utama dalam model ini adalah variabel fisiologis, sosiobudaya,
perkembangan dan spiritual, sturuktur dasar dan sumber energi, garis ketahanan,
garis pertahanan normal, garis pertahanan fleksibel, stresor, reaksi, pencegahan
primer, sekunder dan tersier, faktor intra-,inter-, dan ekstrapersonal dan rekonstitusi
(George, 1995). Newman (1983) mendefinisikan keluarga sebagai “sebuah
kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih yang menciptakan dan
mempertahankan budaya umum. Menurut Newman, keluarga dipandang sebagai
sebuah sistem yang terdiri atas subsistem anggota keluarga. Fokus teori Newman
adalah pada hubungan antar individu anggota keluarga. Tujuan keluarga adalah
mempertahankan stabilitas dengan menjaga integritas struktur dasar keluarga
tersebut (Whall & Faweet, 1991b). Anderson dan Tomlinson (1992) menyajikan
paradigma Sistem Kesehatan Keluarga yang menggabungkan beberapa konsep
kesehatan keluarga, praktik keperawatan, dan Model sistem Perawatan Kesehatan
Newman. Model keperawatan konseptual Newman makin bertambah penting pada
abad ke-21 karena penekanan pelayanan kesehatan terus bergerak ke arah pelayanan
kesehatan berbasis komunitas.

E. Model Perawatan Diri Orem


Model perawatan diri menurut Dorothea Orem (1971) beranggapan bahwa
asuhan keperawatan dibutuhkan jika seorang dewasa tidak mampu melaksanakan
perawatan diri secara memadai untuk mempertahankan kehidupan, memelihara
kesehatan, pulih dari penyakit atau cedera (Orem,1991). Enam konsep ujtama
dalam konsep Orem adalah perawatan diri, agensi perawatan diri, kebutuhan
keperawatan diri scera teraupetik, defisit perawatan diri, institusi dan sistem
keperawatan. Dalam penelitian awalnya, Orem tidak membahas keluarga dalam
teori perawatan selain untuk menunjukan bahwa perawat perlu bekerja sama dengan
anggota keluarga guna membantu anggota keluarag melakukan perawatan diri.
Orem (1983a, 1983b) menggambarkan keluarga sebagai unit pengondisian dasar
tempat individu belajar budaya, peran dan tanggung jawab. Dalam teori Orem,
keluarga sebagian besar dipandang sebagai ruang lingkup klien individu dan bukan
sebagai penerima pelayanan kesehatan itu sendiri. Model perawatan diri Orem
dapat diperluas hingga memasukan keluarga sebagai unit perawatan. Gray (1996)
menyatakan bahwa setiap individu anggota keluarga dapat dipandang sebagai agens
perawatan diri yang memberikan kontribusi berkelanjutan bagi kesehatannya
sendiri. Anggota keluarga baik secara individu atau kelompok dapat melakukan
atau menjalankan keharusan perawatan diri yang meliputi sikap mengenai
kesehatan dan kemampuan untuk melaksanakan perilaku perawatan diri. Perawatan
diri dapat digunakan untuk membantu perkembangan promosi kesehatan dalam
keluarga dan untuk mengenali serta mengevaluasi beberapa area yang mungkin
mengalami penurunan kesehatan.

F. Ilmu Tentang Manusia sebagai Kesatuan Rogers


Martha Rogers (1970, 1986, 1990) memandang manusia sebagai kesatuan
lapang energi multidimensional yang terloibat dalam suatu proses mutual
berkelanjutan dengan lingkungannya. Menurut Rogers keperawatan adalah ilmu
humanistik dan humanitarian yang diarahkan untuk menjelaskan dan
menggambarkan tentang manusia dalam kesatuan yang sinergis dan dalam
menyusun hipotesis umum dan perkiraan prinsip yang menjadi landasan praktik
yang dapat dipahami. Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan-ilmu yang
mempelajari tentang manusia yang tidak dapat disederhanakan lagi dan
lingkungannya. Menurut Falco dan Lobo perubahan berlangsung dengan pemolaan
ulang yang berkelanjutan baik di medan manusia maupun lingkungan dengan
meresenansikan ayunan gelombang yang lebih panjang dengan frekuensi rendah
menjadi gelombang yang lebih pendek dengan frekuensi tinggi. Perubahan
mencerminkan interkasi mutual yang terjadi berbarengan antara dua medan di
berbagai koordinat. Fawcett (1991), memperluas model Rogers, menyatakan bahwa
keluarga adalah medan energi sistem terbuka yang konsisten yang selalu berubah
sebagai respons terhadap interaksinya dengan lingkungan. Casey (1996)
menerapkan teori Rogers pada keperawatan keluarga, dengan mempertimbangkan
unit keluarga sebagai kesatuan. Casey menjabarkan konsep keluarga, dari perspektif
Roger sebagai suatu sistem terbuka yang terus menerus berinteraksi dengan
lingkungan melalui pertukaran materi dan energi, yang makin lama makin
kompoleks, yang saling bergantung tetapi sama-sama membentuk kesatuan yang
berbeda yang secara terus menerus dipengaruhi oleh informasi di dalam lingkungan
dan bergantung pada permeabilitas batasanyya, keluarga berespon terhadap input
secara konstan, yang saling bergantung tetapi sama-sama membentuk kesatuan
yang berbeda yang secara terus menerus dipengaruhi oleh informasi di dalam
lingkungan dan bergantung pada permeabilitas batasanyya, keluarga berespon
terhadap input secara konstan. Kerangka konsep Rogers telah digunakan oleh para
peneliti keperawatan sebagai sebuah dasar untuk teori keperawatan mendasar dan
sebagai dasar untuk praktik keperawatan keluarga.

G. Model Pengembangan Kesadaran Newman


Model pengembangan kesadaran Newman (1994) terinspirasi oleh
pengalamannya dengan penyakit pada keluarga saat ia masih muda dan masih
dipengaruhi oleh ahli teori keperawatan yang lebih awal, terutama konsep Rogers
tentang manusia sebagai kesatuan dan pentingnya pola, serta Newman juga
memadukan gagasan dari para ahli teori dan berbagai disiplin yang lain. Dalam
model Newman kesehatan didefiniskan sebagai kesadaran yang meluas dan bukan
merupakan bercabangan dengan penyakit. Empat konsep inti awal pada model
Newman adalah pergerakan, waktu, ruang dan kesadaran. Pergerakan disebut
sebagai suatu initi materi, dan waktu berhubungan dengan ritme fenomena
kehidupan. Ruang dan kesadaran tidak didefiniskan secara terpisah karena terpadu
dengan pergerakan dan waktu. Konsep terbaru Newman mencakup pengembangan
kesadaran, pola, pengenalan pola dan transformasi. Newman berpendapat bahwa
model pengembangan kesadarannya sangat sesuai dengan keperawatan kesehatan
keluarga, karena diterapkan pada keluarga, pergerakan membahas kebebasan
pergerakan individu dalam sistem keluarga sebagaimana pergerakan anggota
keluarga di luar keluarga. Newman menuliskan bahwa “pola yang akan muncul
dapat berupa aliran energi dan menggambarkan area tempat energi dihambat, area
tempat energi hilang atau menyebar atau area tempat dibangunnya energi atau
tempat kelebihan energi. Pada saat keseluruhan pola keluarga muncul kapasitas
informasi keluarga akan meningkat dengan turut serta dalam proses identifikasi”.
H. Evolusi Teori Keperawatan Keluarga
Teori keperawatan keluarga terus berkembang sejalan dengan penelitian dan praktik
keperawatan, termasuk keperawatan keluarga (Reed,1995). Banyak dari perdebatan berfokus
pada konseptualisasi baru konsep metaparadigma keperawatan dan mencerminkan pengaruh
perspektif pascamodernisasi dan neomodernisasi.Thorne dan rekan (1998) menyatakan bahwa
perkembangan teori keperawatan akan terbantu dengan menyatukan definisi konsep
metaparadigma dan mengurangi pengutuban di kalangan pendukung ahli teori keperawatan
tertentu. Penjelasan mereka tentang inti konsep keperawatan termasuk didalamnya keluarga
sebagai klien, untuk praktik keperawatan keluarga yang menekankan promosi kesehatan dan
mengenali ruang lingkup asuhan. Selain itu terdapat peralihan yang drastis pada keperawatan
keluarga menuju perspektif berbasis kekeuatan pada saat bekerja dengan keluarga (Feeley &
Gottlieb, 2000), yang bertentangan dengan perspektif berdasarkan kekurangan atau pendekatan
yang berfokus pada masalah di masa lampau. Feeley dan Gottlieb (2000) menampilkan model
keperawatan McGill sebagai sebuah contoh model yang berfokus pada kapasitas, kompetensi,
dan sumber daya keluarga.

2. TEORI STRUKTURAL – FUNGSIONAL DALAM KEPERAWATAN KELUARGA

Mendefinisikan keluarga sebagai sebuah sistem sosial dan oleh beberapa ahli keluarga
ddianggap sebagai bentuk paling awal dari teori sistem (Broderick,1993).Fokus utamanya
adalah bagaimana pola keluarga dikaitkan dengan lembaga masyarakat lain dan dengan
keseluruhan struktur dalam masyarakat.Penekanan diletakan pada fungsi dasar keluarga yaitu
ekonomi ,reproduksi ,perlindungan ,budaya ,sosialisasi ,pewarisan status, hubungan dan fungsi
kesehatan (Hanson & Boyd, 1996).
Isu utama ahli teori struktural fungsional adalah seberapa baik struktur keluarga
memungkinkan keluarga melaksanakan fungsinya.Pendekatan ini menunjukkan keluarga
sebagai suatu unit yang terbuka terhadap pengaruh dari luar, namun pada saat yang sama,
disebutkan dengan mempertahankan batasnya.Keluarga tampak sebagai institusi yang
mengadaptasi secara pasif daripada sebuah agen pengubah.Kerangka cendrung menekankan
gambaran statis tentang struktur masayarakat dan mengabaikan perubahan sebagai dinamika
struktural.Asumsi prespektifnya mencakup:
a. Keluarga adalah suatu sistem sosial dengan kebutuhan fungsi
b. Keluarga adalah suatu kelomok kecil yang memiliki gambaran umum yang biasa ada pada
semua kelompok kecil
c. Sistem sosial seperti keluarga memenuhi fungsi melayani individu selain fungsi melayani
masyarakat
d. Individu bertindak sesuai dengan serangkaian norma dan nilai yang terinternalisasi yang
dipelajari terutama dalam keluarga melalui sosialisasi
Kekuatan utama pendekatan struktural fungsional bagi praktik keperawatan keluarga adalah
bahwa pendekatan ini bersifat komprehensif dan memandang keluarga dalam konteks
komunitas yang lebih laus.Kelemahan utama pendekatan ini adalah pandangan statisnya
,yang cendrung memndang keluarga pada satu waktu bukan sebagi sebuah sistem yang
berubah seiring dengan waktu.

3. TEORI PERKEMBANGAN KELUARGA

GGGG Asumsi dasar model perkembangan meliputi :


1. Tugas yang berbasis perkembangan terjadi pada periode terentu
2. Keberhasilan pencapain tugas peerkembangan mengarah pada kebahagiaan dan keberhasilan
tugas selanjutnya
3. Kegagalan pencapaian tugas perkembangan mengarah pada ketidakbahagiaan ,
penolakan/kesulitan dalam mencapai tugas selanjutnya

Tahap perkembangan keluarga yang dituliskan oleh Evelyn Duvall,1997 berdasarkan


pada usia anak sulung.Ia mengidentifikasi seluruh keluarga yang perlu dicapai pada tahap
perkembangan untuk pasangan hetero seksual yang memiliki anak. Tahapan dimulai dari
pernikahan pasangan dan diakhiri dengan kematian .Konsep perkembangan meliputi
perpindahan tingkat fungsi yang lebih tinggi yang menyiratkan kemajuan satu arah
.Ketidakseimbangan terjadi pada masa transisi dari satu tahap ke tahap berikutnya.
Teori perkembanganadalah suatu upaya untuk memperluas kerangka struktural
fungsional (analisis berskala besar) dan interaksi sosial (analisis berskala kecil). Teori
perkembangan keluarga menjelaskan tentang bagaimana dan apa perubahan perkembangan
dasar yang terjadi pada manusia dan kelompok sepanjang waktu .Pencapaian tugas
perkembangan keluarga membantu anggota keluarga untuk mencapai tugas mereka.
Perawat keluarga harus mengenali bahwa dalam setiap keluarga terdapat tugas
perkembangan individu dan keluarga yang perlu dicapai pada setiap tahap siklus kehidupan
individu.
Kekuatan utama pendekatan perkembangan keluarga yaitu pendekatan tersebut memberikan
dasar untuk merupakan apa yang akan dialami keluarga pada suatu periode dalam siklus
keperawatan keluarga.Kelemahannya adalah fakta bahwamodel tersebut dikembangkan pada
saat keluarga inti tradisional masih ditekankan
4. TEORI SISTEM DALAM KEPERAWATAN KELUARGA

GGG Teori sistem adalah suatu kerangka yang paling berpengaruh dan produktif
.Sebuah sistem terdiri dari serangkaian unsur yang saling terkait , Setiap sistem dikenali sebagia
suatu yang berbeda dari lingkungan tempat munculnya sistem tersebut.Sistem terbuka
menganti energi dan materi dengan lingkungan (negentropi) semetara sistem tertutup terpisah
dari lingkunagnnya (entropi).Asumsi perspektif sistem yang diterapkan pada sistem keluarga
meliputi :
a. Sistem keluarga lebih besar daripada dan berbeda dari jumlah bagiannya.
b. Terdapat hirarki dalam sistem keluarga dan antara subsistem dan keluarga serta komunitas
c. Terdapat batasan didalam sistem keluarga (batasan tertutup dan terbuka ataupun acak)
d. Sistem keluarga mengalami peningkatan kompleksitas sepanjang waktu
e. Sistem keluarga berubah secara konstan sebagi respon dan ketengangan dari lingkungan
f. Pola sistem keluarga berbentuk sirkulasi
g. Sistem keluarga adalah suatu keseluruhan yang terorganisir dengan individu dalam keluarga
dan saling berketergantungan
h. Sistem keluarga memiliki gambaran homeostatis untuk mempertahankan pokla stabil

Empat kekuatan utama pada kerngka sistem umum yaitu :


a. Teori utama yang mencakup rangkaian fenomena yang luas
b. Teori yang berbasis kontekstual, yang memandang kerluarga dalam konteks suprasistemnya
c. Teori yang berfokus pada interaksi
d. Teori holistik

Dua keterbatasan pemakaian orientasi teoritis ini dalam praktik keperawatan keluarga :
a. Teorinya sangat luas dan sanagt umum, dan harus disususn konsep dan pedoman praktik yang
spesifik di luar teori
b. Pendekatan mungkin tidak terlalu membantu ,seperti teori yang ditujukan untuk individu