Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Keolahragaan

Volume 4 – Nomor 1, April 2016, (98 - 110)


Tersedia online: http://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga

MANAJEMEN PROGRAM LATIHAN SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB)


GAMA YOGYAKARTA

Nugroho Susanto 1), Lismadiana 2)


1 Krapyak 9 Margoagung Seyegan Sleman 55561, Indonesia. Email: noegroho.soesanto@gmail.com 2
Pendidikan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta. Jalan
Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia. Email: agglsma@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen program latihan sekolah sepakbola
(SSB) Gajah Mada (GAMA) Yogyakarta. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif,
pengambilan data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini
meliputi: anggota siswa SSB (3 orang), pelatih (1 orang), pengurus (1 orang) dan orang tua atlet (3
orang) SSB GAMA Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah sepakbola GAMA yang
dijadikan tempat pengambilan data manajemen pengelolaan program latihan sudah dilakukan dengan
optimal. Sekolah sepakbola yang dijadikan tempat pengambilan data telah menerapkan lima fungsi
manajemen. Lima fungsi manajemen itu meliputi perencanaan, pengorganisasian, aktuating,
pengendalian dan budgeting. Pelatih di sekolah sepakbola memiliki tugas untuk membuat program
latihan berdasarkan kalender kompetisi yang dikeluarkan PSSI DIY. Pelatih, orangtua dan atlet
bekerjasama untuk membuat program latihan itu dimaksudkan agar pelatih mengetahui kemampuan
atlet dengan mengadakan pengukuran awal, dan atlet menyetujui beban latihan dari program latihan
yang disusun. Mekanisme pembuatan program latihan adalah sebuah cara kerjasama pelatih, atlet dan
orang tua membuat dan menentukan program latihan yang disesuaikan dengan kalender pertandingan.
Kata Kunci: manajemen olahraga, program latihan, sekolah sepakbola

PROGRAM MANAGEMENT SCHOOL OF FOOTBALL (SSB) GAMA YOGYAKARTA

Abstract
This study aims to identify school football workout program management (SSB) Gadjah Mada
(GAMA) Yogyakarta. This type of research is descriptive qualitative research, data collection by
interview, observation and documentation studies. Subjects in this study includes: SSB student member
(3), trainers (1 person), board (1 person) and parents of athletes (3) GAMA SSB Yogyakarta. The
results showed that the school is used as a football GAMA data retrieval program management
training has been carried out with the optimum. Used as a football school data retrieval has
implemented five management functions. The five functions of management include planning,
organizing, aktuating, control and budgeting. School football coach has a duty to make an exercise
program based on the competition calendar issued PSSI DIY. Coaches, parents and athletes
collaborated to create an exercise program that is intended to determine the ability of the athlete to
the coach holding the initial measurement, and athlete approved training load of structured exercise
program. Mechanisms of making exercise program is a way of cooperation coaches, athletes and
parents to create and determine an exercise program that is tailored to match the calendar.
Keywords: sport management, exercise programs, school football

How to Cite Item: Susanto, N., & Lismadiana, L. (2016). Manajemen program latihan sekolah sepakbola (SSB)
Gama Yogyakarta. Jurnal Keolahragaan, 4(1), 98-110. Retrieved from
http://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/8133

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 99
Nugroho Susanto, Lismadiana

memenangkan pertandingan. SSB merupakan


PENDAHULUAN
pembinaan pesepakbolaan usia muda di
Sekolah sepakbola (SSB) merupakan Indonesia.
wadah pembinaan sepak bola usia dini yang Sepakbola di Indonesia mempunyai in-
paling tepat, saat ini sekolah-sekolah sepakbola duk organisasi yaitu persatuan sepakbola selu-
kebanjiran siswa. Hal ini merupakan fenomena ruh indonesia (PSSI) yang memajukan prestasi
bagus mengingat peran sekolah sepakbola seba- sepakbola dengan mengadakan kejuaraan-
gai akar pembinaan prestasi sepakbola nasional kejuaraan atau kompetisi-kompetisi antar klub
yang mampu memasok pemain bagi klub yang sepakbola, dalam hal ini dimaksudkan untuk
membutuhkan. Tujuan utama SSB sebenarnya mencari bibit-bibit pemain yang berbakat mela-
untuk menampung dan memberikan kesempat- lui organisasi atau klub-klub sepakbola yang
an bagi siswanya dalam mengembangkan ba- ada di Indonesia. Wilayah Yogyakarta khusus-
katnya. Disamping itu juga memberikan dasar nya banyak digelar pertandingan-pertandingan
yang kuat tentang bermain sepakbola yang yang bersifat resmi maupun non resmi yang
benar termasuk di dalamnya membentuk sikap, memperlihatkan tim kesebelasan dari berbagai
kepribadian dan perilaku yang baik. daerah. Bahkan setiap tahun juga diadakan
Peran dan tanggung jawab SSB mem- pekan olahraga antar pelajar dan sepakbola
punyai andil yang sangat besar bagi perkem- termasuk permainan yang dipertandingkan.
bangan prestasi sepakbola Indonesia di masa- Banyak klub yang berinisiatif membuka
masa yang akan datang. Sekolah sepakbola ini- sekolah sepakbola mulai dari tingkat dasar, usia
lah bibit-bibit pemain sepakbola yang handal remaja, dan usia pasca remaja. Hal ini bertujuan
banyak ditemukan. Pembinaan sejak awal me- untuk prestasi, regenerasi pemain dan menda-
nentukan masa depan prestasi pesepakbola. Pe- patkan keuntungan. Masyarakat Daerah Istime-
ran pelatih professional diperlukan untuk keber- wa Yogyakarta (DIY) minat sepakbola cukup
hasilan proses pembinaan. Pada hakikatnya tinggi. Salah satu wujud tingginya minat sepak-
keberhasilan atau kegagalan pembinaan usia bola itu adalah didirikannya sekolah sepakbola
dini tergantung dari kemampuan pelatih. Agar (SSB). Pendirian sekolah sepakbola di Daerah
proses pembinaan berjalan lancar selain prog- Istimewa Yogyakarta berfungsi untuk mengem-
ram latihan, sarana dan prasarana memadai, bangkan bakat anak khususnya dalam sepak-
metode melatih yang tepat, juga dibutuhkan bola. Dalam sekolah sepakbola berfungsi mem-
pelatih berkualitas yang dapat mengenal bina atletnya dari usia dini sampai ketingkat
karakteristik anak latih dari aspek fisik maupun pemain profesional. Daerah Istimewa Yogya-
psikologis. karta mempunyai wadah yang organisasi ber-
Sepakbola merupakan olahraga yang dirinya sekolah sepakbola yang sering di sebut
sangat populer di Indonesia bahkan di seluruh dengan ikatan klub (IKA). Data mengenai jum-
dunia. Hampir semua laki-laki dari anak-anak, lah SSB Daerah Istimewa Yogyakarta jumlah
remaja pemuda orang tua pernah melakukan yang terdaftar dalam ikatan klub ada 66.
olahraga sepakbola meskipun tujuan melakukan SSB GAMA ini selama dalam pembina-
olahraga ini berbeda-beda ada yang sekedar annya dari tahun ke tahun telah banyak meng-
untuk rekreasi, untuk menjaga kebugaran atau hasilkan pemain-pemain yang berkualitas dan
sekedar menyalurkan hobi/kesenangan. Ada berprestasi baik dari kelompok pemain usia
yang bertujuan untuk mencapai prestasi sebagai dini, pemain usia remaja, maupun pemain
pemain sepakbola profesional. Maraknya kom- senior. Dalam kelompok usia 14 tahun SSB
petisi liga super, divisi utama divisi satu dan GAMA memiliki prestasi yang membanggakan
sebagainya menunjukkan bahwa masyarakat karena pemain hasil binaan bergabung dengan
masih memiliki antuasiasme terhadap perkem- timnas Indonesia. Sedangkan untuk usia 19 ta-
bangan sepakbola di tanah air meskipun pres- hun ini SSB GAMA juga menyumbang pemain
tasi Timnas senior PSSI masih jauh dari harap- ketingkat nasional.
an. Menurut Muhajir (2007, p.1) sepakbola Keberhasilan dalam pembinaan tentu saja
adalah permainan beregu yang terdiri atas 11 dicapai melalui serangkaian usaha dan kinerja
orang. Tujuan dalam permainan sepakbola ini dari pengelolaan program latihan, proses pem-
untuk memasukan bola ke gawang lawan dan binaan sampai proses pelatihan yang dilakukan
mempertahankan gawang agar tidak kemasukan bersama-sama secara terprogram dan berjenjang
bola. Dalam permainan sepakbola ini meng- oleh seluruh pengurus SSB GAMA. Salah satu
utamakan kerjasama antar pemain seregu untuk komponen utama dalam sekolah sepakbola

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 100
Nugroho Susanto, Lismadiana

adalah program latihan. Program latihan yang kan program latihan yang sistematis, berke-
digunakan SSB GAMA belum tersusun secara lanjutan dan berkesinambungan.
sistematis. Masih banyak pelatih menggunakan Menurut Siswanto (2008, p.7) mendefi-
program latihan meniru sekolah sepakbola lain nisikan manajemen merupakan suatu ilmu yang
tanpa mau untuk mengembangkan program dapat dilihat sebagai suatu pendekatan
latihan. Hal ini di buktikan dengan observasi (approach) terhadap seluruh dunia empiris,
peneliti di beberapa sekolah sepakbola di Dae- yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan
rah Istimewa Yogyakarta. Dalam pengelolaan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat
program latihan memiliki keunggulan agar diamati oleh indra manusia. Pengertian lain dari
program latihan itu efektif, efisien dan mampu manajemen menurut Usman (2006, p.3), kata
mengukur tujuan yang akan dicapai. manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari
Dalam menjalankan program latihan se- asal kata manus yang berarti tangan dan agere
pakbola di sekolah sepakbola harus mengede- yang bearti melakukan. Kata-kata itu kemudian
pankan unsur menyenangkan, karena anak-anak digabung menjadi kata kerja managere yang
sangat menyukai permainan yang bersifat artinya menangani.
menyenangkan. Menurut Desmita (2010, p.67) Managere diterjemahkan kedalam bahasa
model permainan yang menyenangkan ini tetap Inggris dalam bentuk kata kerja to manage,
harus bisa mengembangkan multilateral skill dengan kata benda management, dan manager
yang dibutuhkan dalam permainan sepakbola, untuk melakukan kegiatan manajemen. Berda-
sehingga program latihan yang diterapkan sarkan hal tersebut manajemen merupakan hal
secara menyenangkan untuk anak-anak akan serangkaian kegiatan perencanaan, menggorga-
tetap efektif dan efisien mencapai tujuannya. nisasikan, menggerakkan, mengendalikan dan
Latihan yang menyenangkan dalam bentuk mengembangkan terhadap segala upaya dalam
permainan yang sesuai untuk sepakbola juga mengatur dan mendayagunakan sumber daya
bisa dijadikan cara untuk mengukur tujuan yang manusia, sarana prasarana secara efektif dan
hendak dicapai, misalnya dengan permainan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang
bisa digunakan untuk mengungkapkan keterca- telah ditetapkan.
paian kebugaran. Menurut Hoye (2009, p.3) bahwa: Mana-
Manajemen program latihan untuk anak- ging sport organizations at the start of the 21st
anak sekolah sepakbola harus sesuai dengan century involves the application of techniques
kapasitas dan karakteristik anak-anak. Manaje- and strategies evident in the majority of modern
men program latihan untuk anak-anak hendak- business, government and non-profit organiza-
nya mengembangkan kapasitas aerobik karena tions. Sport managers engagein strategic
masa anak-anak merupakan masa keemasan planning, manage large numbers of human
mengembangkan kapasitas aerobik secara resources, deal with broadcasting contracts
maksimal. worth billions of dollars, manage the welfare of
Masa anak-anak disekolah sepakbola elite athletes who sometimes earn 100 times the
juga saat yang tepat mengembangkan teknik average working wage and work within highly
dasar yang dibutuhkan untuk cabang sepakbola, integrated global networks of international
karena pada masa anak-anak belum dibutuhkan sports federations, national sport organiza-
pembebanan yang optimal sehingga penguasaan tions, government agencies, media corpora-
teknik dasar bisa lebih dominan. Masa anak- tions, sponsors and community organizations.
anak juga masa yang tepat untuk mengembang- Berdasarkan kutipan tersebut dalam ma-
kan aspek kerja sama pada sepakbola, karena najemen olahraga pada abad 21 sekarang telah
anak-anak menyukai berkelompok. melibatkan beberapa orang yang bergelut di
Dari latar belakang tersebut disini pene- dunia bisnis untuk terjun di dunia olahraga,
liti berusaha mengungkap manajemen program pemerintah dan organisasi. Dalam hal ini mana-
latihan sekolah sepakbola GAMA Yogyakarta. jemen olahraga merencanakan strategis, menge-
Data manajemen program latihan itu berman- lola sumberdaya manusia, kontrak penyiaran
faat untuk mengetahui tingkat ketercapaian olahraga, mengelola kesejahteraan atlet dan be-
program latihan yang digunakan oleh sekolah kerja di bawah federasi olahraga internasional,
sepakbola GAMA Yogyakarta. Data manaje- nasional, organisasi olahraga, lembaga pemerin-
men program latihan yang diperoleh juga bisa tah, perusahaan-perusahaan media, sponsor dan
dimanfaatkan untuk perbaikan proses latihan organisasi masyarakat.
bagi sekolah sepakbola yang belum menerap-

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 101
Nugroho Susanto, Lismadiana

Menurut Harsuki (2012, p.77) fungsi Pengendalian harus terdapat alat ukur
manajemen dapat dibagi menjadi dua bagian, yang dapat mengidentifikasi kejadian yang baru
yaitu yang pertama fungsi organik di mana dalam proses pengawasan. Kegiatan pengawas-
fungsi ini harus ada dan jika tidak dijalankan an dapat menjadi tolak ukur seberapa jauh hasil
maka menyebabkan ambruknya manajemen. yang telah dicapai. Menurut Manulang (2006,
Kedua, fungsi anorganik yaitu fungsi penunjang p.173) pengendalian adalah suatu proses untuk
di mana jika tersedia, maka manajemen akan menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilak-
lebih nyaman dan efektif. Misalnya fasilitas sanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi
penunjang untuk berolahraga, hal ini menjadi- dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan
kan nyaman untuk berolahraga. sesuai dengan rencana semua.
Perencanaan merupakan salah satu fungsi Penganggaran keuangan merupakan fak-
manajemen yang berkaitan dengan penentuan tor yang sangat penting karena berkaitan
rencana yang akan membantu tercapainya sa- dengan penggunaan sumber dana dapat berpe-
saran yang telah ditentukan. Perencanaan meru- ngaruh pada laba rugi suatu organisasi. Menurut
pakan awal dalam melakukan proses manaje- Manulang (2006, p.180) berdasarkan jenisnya
men. Perencanaan yang baik akan memperoleh pengngaran keuangan dibedakan menjadi dua
hasil yang lebih optimal. Menurut Siagian yaitu: (1) penganggaran terhadap indikasi peng-
(2007, p.36) perencanaan adalah usaha sadar gunaan barang dan jasa oleh organisasi selama
dan pengambilan keputusan yang telah diper- periode waktu tertentu (budget operasi), dan (2)
hitungkan secara matang tentang hal-hal yang memperincikan pengeluaran uang yang diren-
akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh canakan organisasi dalam peiode yang sama
suatu organisasi dalam rangka pencapaian tuju- dan dari mana uang tersebut akan diperoleh
an yang telah di tentukan. (budget keuangan).
Pengorganisasian merupakan salah satu Menurut Sukadiyanto (2010, pp.7-9)
fungsi manajemen yang berkaitan dengan struk- pengertian latihan mengandung beberapa
tur organisasi dan proses pengorganisasian. makna seperti: practice, exercise, dan training.
Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen Pengertian latihan yang berasal dari kata
yang berkaiatan dengan pembagian kerja. Me- practice adalah aktivitas untuk meningkatkan
nurut Fatah (2009, p.71) pengorganisasian keterampilan (kemahiran) berolahraga dengan
adalah proses pembagian kerja ke dalam tugas- menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan
tugas yang lebih kecil, membebankan tugas- tujuan dan kebutuhan cabang olahraganya. Pe-
tugas itu kepada orang yang sesuai dengan ngertian exercises adalah perangkat utama da-
kemampuannya, dan mengalokasikan sumber lam proses latihan harian untuk meningkatkan
daya serta, mengkoordinasikannya dalam rang- kualitas fungsi sistem organ tubuh manusia,
ka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. sehingga mempermudah olahragawan dalam
Menurut Handoko (2000, p.168) pengorganisa- menyempurnakan geraknya. Pengertian train-
sian merupakan proses untuk merancang struk- ing adalah penerapam dari perencanaan untuk
tural formal, mengelompokan dan mengatur meningkatkan kemampuan berolahraga yang
serta membagi tugas-tugas diantara para ang- berisikan materi teori dan praktek, metode, dan
gota organisasi agar tujuan organisasi dapat aturan pelaksanaan sesuai dengan tujuan dan
tercapai dengan efisien. sasaran yang akan dicapai. Untuk mencapai
Aktuating dilakukan dengan tujuan agar prestasi yang optimal tidak datang begitu saja
kegiatan dilakukan tetap pada jalur yang telah namun melalui proses, adapun proses yang
ditetapkan. Aktuating secara operasional adalah dilalui antara lain digunakan program latihan,
pemberian petunjuk dari atasan kepada bawah- jenis latihan, frekuensi latihan yang dilakukan
an, bagaimana tugas harus dilaksanakan, mem- serta metode latihan yang dipakai.
berikan bimbingan dalam rangka perbaikan cara Sistem latihan merupakan bagian konsep
bekerja. Aktuating berhubungan erat dengan teori dan metodologi latihan yang diimplikasi-
sumber daya manusia yang ahkirnya merupakan kan dan dijadikan pedoman bagi semua pelatih.
pusat aktivitas jalannya manajemen. Menurut Kreasi dari sistem latihan dapat dilakukan de-
Terry (2010, p.181) Aktuating adalah meng- ngan memperhatikan pengetahuan secara umum
intergrasikan usaha-usaha anggota suatu kelom- tentang teori dan metodologi latihan, hasil-hasil
pok sedemikian, sehingga dengan selesainya penelitian, pengalaman pelatih-pelatih terbaik,
tugas-tugas yang di serahkan kepada individual pendekatan-pendekatan komparasi dengan ne-
maupun kelompok. gara lain. Semua faktor yang mendukung

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 102
Nugroho Susanto, Lismadiana

tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak karta (DIY). Subjek penelitian ini SSB Gajah
terpisahkan dalam menghasilkan suatu proses Mada (Yogyakarta).
latihan yang baik.
Prosedur
Prinsip latihan merupakan hal-hal yang
harus ditaati, dilakukan atau dihindari agar Prosedur atau teknik pengumpulan data
tujuan latihan dapat tercapai sesuai dengan yang merupakan langkah paling stategis dalam pene-
diharapkan. Menurut Sukadiyanto (2010, p.13) litian. Menurut Sugiyono (2007, pp.8-9) dalam
prinsip-prinsip latihan memiliki peranan penelitian kualitatif instrumen yang digunakan
penting terhadap aspek fisiologis dan psikologis adalah wawancara, dokumentasi dan observasi.
bagi olahragawan. Wawancara adalah percakapan dengan
Menurut Muhajir (2007, p.1) sepakbola maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh
adalah permainan beregu yang terdiri atas 11 dua belah pihak yaitu pewawancara (inter-
orang. Tujuan dalam permainan sepakbola ini viewer) yang mengajukan pertanyaan dan orang
untuk memasukan bola ke gawang lawan dan yang diwawancarai (interviewer) yang mem-
mempertahankan gawang agar tidak kemasukan berikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
bola. Dalam permainan sepakbola ini meng- Secara khusus wawancara ini tergolong wawan-
utamakan kerja sama antar pemain seregu untuk cara tidak tersetruktur karena pedoman wawan-
memenangkan pertandingan. Suatu kesebelasan cara yang digunakan hanya berupa atau berisi
dinyatakan sebagai pemenang apabila dapat point atau garis-garis besar permasalahan yang
memasukan bola kegawang lawan lebih banyak akan ditanyakan atau akan diteliti saja.
dan kemasukan bola lebih sedikit jika di Observasi merupakan teknik pengumpul-
bandingkan dengan lawannya. an data yang dilakukan dengan jalan mengada-
Karakteristik atlet merupakan ciri-ciri kan pengamatan dan pencatatan secara lang-
yang melekat pada atlet semenjak usia dini. sung ke lapangan atau objek penelitian terhadap
Anak–anak usia sekolah memiliki karakteristik gejala sosial. Teknik observasi digunakan untuk
yang berbeda dengan anak yang usianya lebih menggali data dari sumber data yang berupa
muda. Dalam membina anak untuk usia dini di peristiwa, tempat atau lokasi dan benda serta
sekolah sepakbola (SSB) hendaknya pelatih rekaman gambar.
mengembangkan program latihan yang meng- Dokumentasi merupakan sumber data
andung unsur permainan, mengusahakan agar tambahan ini dapat diperoleh melalui sumber
anak dapat bergerak aktif dengan bola serta buku atau majalah ilmiah, arsip, dokumen pri-
memberikan kesempatan untuk terlibat lang- badi atau resmi, dan data riwayat hidup anggota
sung dalam latihan. maupun pengurus yang diperoleh peneliti dari
pengurus atau dari anggota Sekolah Sepakbola
METODE
(SSB) Gajah Mada (GAMA) secara langsung.
Jenis Penelitian Untuk menjadi instrumen maka seorang
peneliti harus memiliki bekal teori dan wawan-
Penelitian ini merupakan penelitian kua-
cara yang luas sehingga mampu bertanya,
litatif yang bertujuan memperoleh gambaran
menganalisis, memotret, dan mengkonstruk-
dan menganalisis mengenai pelaksanaan fungsi
manajemen program latihan pada sekolah sikan situasi sosial yang diteliti agar menjadi
sepakbola (SSB) GAMA Yogyakarta (DIY). lebih jelas dan bermakna. Menurut pendapat
Sugiyono (2007, pp.8-9) dalam penelitian sur-
Tempat dan Waktu Penelitian vei instrumen yang digunakan adalah manusia
Penelitian ini dilaksanakan di sekolah atau orang (human instrument) yaitu peneliti itu
sepakbola GAMA di Provinsi Daerah Istimewa sendiri. Alat pengumpul data utama dalam
Yogyakarta yang meliputi Kota Yogyakarta. penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.
Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei dan Juni Teknik Analisis Data
tahun 2014.
Menurut Moleong (2008, p.248) berpen-
Subjek Penelitian dapat bahwa analisis data adalah upaya yang
Subjek dalam penelitian ini adalah dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,
populasi SSB GAMA Yogyakarta. Subjek pe- mengorganisasikan data, memilah-milahnya
nelitian ini meliputi: pelatih (1 orang), pengurus menjadi satuan yang dapat dikelola, men-
(1 orang), orang tua dan atlet sekolah sepakbola sintesiskannya mencari dan menemukan pola,
(3 orang) (SSB) di Daerah Istimewa Yogya- menemukan apa yang penting dan apa yang

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 103
Nugroho Susanto, Lismadiana

dipelajari, dan memutuskan apa yang dicerita- Yogyakarta sebagai wadah penampung hobi
kan kepada orang lain. Sugiyono (2007, pp.246- anak-anak di Yogyakarta dalam berolahraga
253) langkah-langkah yang harus diambil khususnya sepakbola. Sedangkan Misi sekolah
dalam analisis data penelitian kualitatif adalah sepakbola GAMA Yogyakarta sebagai sebuah
sebagai berikut ini: (1) reduksi data, (2) penya- sepakbola yang dapat mempersatukan anak-
jian data, dan (3) penarikan kesimpulan. anak dari beberapa suku dan agama yang ada di
Yogyakarta, sebagai media bagi mantan pemain
Reduksi Data (Data Reduction)
PS. GAMA atau mantan pemain PSIM Yogya-
Reduksi data merupakan suatu proses karta untuk mengajak anak-anak di Yogyakarta
berfikir sensitif untuk menelaah seluruh data, bermain bola yang baik dan benar dan sebagai
memilih atau menyeleksi data, memfokuskan bentuk nyata bahwa mantan pemain PS. GAMA
pada data-data yang penting, menyederhanakan atau mantan pemain PSIM.
data agar menjadi lebih rinci, mencari tema dan Untuk menjaga kualitas sekolah sepak-
pola datanya secara abstraksi dengan cara me- bola (SSB) GAMA dalam melakukan manaje-
rangkum prosesnya, inti sarinya, dan pernyata- men program latihan tidak lepas dari peran serta
an-pernyataan tanpa mengubah makna dan pengurus SSB GAMA, anggota SSB GAMA,
tujuan data yang berada di dalamnya sehingga orang tua, dan pelatih. Berikut ini akan dilapor-
tetap terjaga keasliannya. kan hasil penelitian manajemen program latihan
Penyajian Data (Data Display) di sekolah sepakbola (SSB) GAMA sebagai
berikut:
Display data merupakan suatu penyajian Hasil wawancara dengan Pengurus SSB
data ke dalam bentuk uraian singkat, bagan GAMA berkaitan dengan fungsi-fungsi manaje-
hubungan antar kategori, matrik, Jlowchart dan men program latihan.
sejenisnya. Penyajian data yang paling sering
digunakan dalam penelitian kualitatif adalah Perencanaan Program Latihan
dengan teks yang bersifat naratif. Penyajian da- Fungsi perencanaan pada SSB GAMA
ta dengan pendeskripsian sekumpulan informasi Yogyakarta disusun oleh seluruh pengelola,
yang tersusun akan memberikan arahan terha- dengan persetujuan dari pelatih kepala. Peren-
dap adanya penarikan kesimpulan dan pengam- canaan program latihan di SSB GAMA Yogya-
bilan tindakan. karta terdiri dari program jangka panjang dan
Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan jangka pendek. Program kerja disusun dalam
periode tiga tahunan untuk program jangka
Verifikasi atau penarikan kesimpulan panjang dan satu tahunan untuk program
merupakan suatu tahap atau proses pengam- pendek.
bilan kesimpulan terhadap teori atau temuan Penyusunan program latihan untuk anak
baru yang belum pernah ada yang bertolak dari usia dini dengan usia dewasa terdapat perbe-
pertanyaan-pertanyaan penelitian dan tujuan pe- daan dalam menyusun program latihan. Penyu-
nelitian yang senantiasa diperiksa kebenarannya sunan program latihan bagi pemain usia muda
selama penelitian berlangsung untuk keabsahan pada cabang olahraga sepakbola hendaknya
data. Teori atau temuan baru tersebut dapat be- memperhatikan karakter usia tersebut yang
rupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang masih banyak memerlukan bentuk-bentuk
sebelumnya masih remang-remang atau gelap permainan. Sedangkan untuk anak remaja harus
sehingga setelah diteliti akan menjadi jelas, dipacu fisik dan kekuatannya secara terprogram
dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, karena fisik dan mentalnya telah mendukung
hipotesis atau teori. untuk bertanding. Untuk sasaran utama dari
HASIL DAN PEMBAHASAN kelompok umur 10-12 tahun program latihan
adalah untuk mengembangkan keterampilan
Sejarah sekolah sepakbola GAMA ber- teknik dasar permainan sepakbola.
diri pada tahun 1997 didirikan oleh seorang
dokter anak yang sangat mencintai sepakbola Perencanaan Sarana Prasarana Latihan
sehingga berdirilah sekolah sepakbola GAMA Dalam melaksanakan perencanaan sarana
Yogyakarta. SSB GAMA merupakan salah satu prasarana latihan pada SSB GAMA Yogyakarta
SSB tertua yang berada di Daerah Istimewa disusun oleh seluruh pengelola. Pengurus SSB
Yogyakarta. Dalam pengelolaan SSB GAMA GAMA telah membagi tugas kepada seksi per-
mempunyai visi dan misi. Visi SSB GAMA lengkapan yang bertugas sebagai perencanaan

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 104
Nugroho Susanto, Lismadiana

sarana prasarana latihan. Perencanaan sarana sudah dikelola sesuai dengan pembagian tugas.
prasarana penunjang untuk latihan sekolah Pengurus SSB GAMA telah membagi tugas
sepakbola adalah lapangan sepakbola, bola, kepada seksi perlengkapan yang bertugas seba-
cone, tiang gawang, seragam atau rompi, alat gai pengorganisasian sarana prasarana latihan.
obat P3K untuk mengatasi terjadinya hal yang Tujuan dari pengorganisasian ialah agar dalam
tidak diinginkan ketika latihan dan mess tempat pembagian tugas dapat dilaksanakan dengan
tinggal pemain. Semua perencanaan harus dida- penuh tanggung jawab.
sarkan pada tujuan-tujuan yang mengenali bah- Tujuan dari pengorganisasian ialah agar
wa lingkungan fisik dan non-fisik harus aman, dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan de-
menarik, nyaman, bersih, praktis dan diadapta- ngan penuh tanggung jawab. Dengan pembagi-
sikan dengan kebutuhan individu siswa SSB an tugas ini diharapkan setiap anggota organi-
GAMA. sasi dapat meningkatkan sebuah keterampilan-
nya secara khusus (spesialisasi) dalam mena-
Perencanaan Dana Latihan
ngani tugas-tugas yang dibebankan. Beberapa
Perencanaan anggaran pendanaan untuk tujuan pengorganisasian dalam sarana prasarana
program latihan disusun oleh seluruh pengelola. latihan yaitu antara lain: membantu koordinasi
Pengurus SSB GAMA telah membagi tugas ke- antar pengurus, memperlancar pengawasan,
pada bendahara yang bertugas sebagai perenca- penghematan biaya, dan meningkatkan keru-
naan anggaran latihan. Anggaran klub SSB kunan hubungan antar pengurus.
GAMA dirancang berdasarkan pertemuan
Pengorganisasian Pendanaan Program
intern dengan semua pengurus dan ada bebe-
Latihan
rapa pihak dari perwakilan orang tua wali yang
diikutkan dalam pertemuan itu. Pengelolaan Dalam kepengurusan pengorganisasian
SSB GAMA dalam hal pendanaan diharapkan dana latihan SSB GAMA sudah dikelola sesuai
bisa tergalang dari orang tua siswa, sponsor dan dengan pembagian tugas. Untuk alokasi dana
donatur yang peduli pada pembinaan olah raga bendahara SSB GAMA telah merinci mulai dari
usia dini. Dari hasil pertemuan yang telah pemasukan dan pengeluaran guna untuk
disepakati maka anggaran tersebut menjadi menunjang dana latihan. Dalam menunjang ke-
laporan pertanggung jawaban keseluruh pihak lancaran jalannya program latihan keberadaan
pengurus. pendanaan penting sekali peranannya.
Pengorganisasian Program Latihan Aktuating Program Latihan
Dalam suatu kepengurusan SSB, terma- Dalam melakukan penggerakan
suk pada SSB GAMA Yogyakarta keberadaan (aktuating) program latihan untuk memberikan
struktur organisasi sangat dibutuhkan di mana perintah pelatih kepala terhadap pelatih tiap-tiap
itu berfungsi sebagai arahan tugas dan tanggung usia. Fungsi menggerakan seluruh program
jawab dari masing-masing bagian yang ada agar latihan merupakan tugas dan tanggung jawab
tidak tumpang tindih satu sama lain. Dalam pelatih kepala. Pelatih kepala dalam pengelola-
pengorganisasian merupakan sekelompok ma- an sekolah sepakbola (SSB) GAMA Yogyakar-
nusia yang berkumpul dan memiliki semangat, ta adalah orang yang paling bertanggung jawab
impian dan tujuan yang sama perlu diatur dalam dalam fungsi penggerakan dalam pengelolaan
pembagian tugas dan wewenangnya agar tidak program latihan sekolah sepakbola (SSB)
terjadi perselisihan, dan tumpang tindih dalam GAMA Yogyakarta. Fungsi penggerakan di
melaksanakan tugas. Penyusunan struktur orga- sekolah sepakbola (SSB) GAMA Yogyakarta
nisasi pada SSB GAMA berdasarkan prinsip dilakukan oleh pelatih kepala dengan berbagai
efektif dan efisien. pendekatan. Pendekatan yang menurut peneliti
SSB GAMA Yogyakarta keberadaan sering dilakukan adalah dengan melakukan
struktur organisasi sangat dibutuhkan di mana rapat koordinasi, rapat koordinasi dilakukan de-
itu berfungsi sebagai arahan tugas dan tanggung ngan antar pelatih sesuai dengan permasalahan
jawab dari masing-masing bagian yang ada agar yang membutuhkan penyelesaian. Dalam
tidak tumpang tindih satu sama lain. implementasi program latihan yang dijalankan
sesuai dengan program yang telah ada yakni
Pengorganisasian Sarana Prasarana Latihan
untuk usia 10-12 tahun adalah pengenalan
Dalam struktur kepengurusan pengorga- sepakbola (latihan dasar) sebagai persiapan.
nisasian sarana prasarana latihan SSB GAMA Program latihan ini sifatnya luwes dan mudah

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 105
Nugroho Susanto, Lismadiana

menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, se- kan sesuai dengan tujuan utama dari organisasi,
hingga dapat berubah atau diubah setiap saat yaitu mencetak pemain profesional dan ber-
tergantung pada pertimbangan-pertimbangan karakter. Pengendalian terhadap proses dan
tertentu seperti kondisi pelatih, atlet, lingkungan hasil pelaksanaan, petunjuk pelaksanaan, atau
dan alat. ketentuan lain yang telah ditetapkan dengan
Aktuating Sarana Prasarana Latihan mengawasi, memeriksa, dan mencocokkan
segala yang berkaitan dengan program latihan,
Fungsi menggerakan sarana prasarana apakah sudah berjalan baik atau belum dalam
latihan merupakan tugas dan tanggung jawab usaha untuk pencapaian tujuan dan sasaran
pengurus perlengkapan sarana prasarana. Pe- program kerja SSB GAMA. Pelaporan merupa-
ngurus perlengkapan dalam pengelolaan seko- kan salah satu dari proses pengendalian, pada
lah sepakbola (SSB) GAMA Yogyakarta adalah SSB GAMA Yogyakarta. Laporan berisi ten-
orang yang paling bertanggung jawab dalam tang rangkuman dari hasil laporan program
fungsi penggerakan dalam pengelolaan sarana latihan kegiatan yang dilaksanakan SSB GAMA
prasarana latihan sekolah sepakbola (SSB) Yogyakarta pada periode waktu tertentu.
GAMA Yogyakarta. Pengarahan dan pemberian
perintah kepada koordinator perlengkapan
dilakukan melàlui rapat intern pengurus mau- Pengendalian Sarana Prasarana Latihan
pun secara langsung di lapangan kepada pengu- Pengendalian sarana prasarana latihan
rus lain. Sebagai contoh tugas seksi perleng- adalah suatu proses untuk menerapkan peker-
kapan yaitu pengecekan peralatan penunjang jaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya,
latihan seperti setiap dua minggu sekali menge- dan bila perlu mengoreksinya dengan maksud
cek bola, pencucian rompi dan alat-alat penun- supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
jang lainnya. Tugas seksi perlengkapan ini rencana semula. Yang terlibat dalam pemeliha-
terkadang dibantu oleh pelatih seperti penge- raan seksi perlengkapan SSB GAMA. Pengen-
cekan bola dan cone sebagai garis pembatas dalian yang dilakukan oleh pengurus/pelatih
latihan. SSB GAMA terhadap sarana prasarana penun-
Aktuating Pendanaan Latihan jang latihan adalah dengan melakukan menjaga
agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara
Fungsi menggerakan pendanaan program efektif dan efisien sesuai dengan rencana yang
latihan merupakan tugas dan tanggung jawab telah ditetapkan. Pengendalian yang dilakukan
bendahara. Pengurus bendahara dalam pengelo- secara langsung yakni dari pihak pengurus
laan sekolah sepakbola (SSB) GAMA Yogya- seperti turun langsung melakukan pengecekan
karta adalah orang yang paling bertanggung terhadap fasilitas yang ada.
jawab dalam fungsi penggerakan dalam penge-
lolaan pendanaan program latihan sekolah Pengendalian Pendanaan Latihan
sepakbola (SSB) GAMA Yogyakarta. Untuk Pengendalian dana latihan adalah suatu
biaya perawatan seperti pencucian rompi, pem- proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang
belian bola, cone, dan pengecetan tiang gawang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu
diperoleh 30% dari anggaran dasar dalam SSB mengoreksinya dengan maksud supaya pelaksa-
GAMA. Sedangkan untuk sewa lapangan naan pekerjaan sesuai dengan rencana semula.
biasanya sudah ada yang menangung yakni bos Pengurus yang terlibat dalam pengendalian
besar Prof Ismangun. Untuk alokasi dana ben- dana latihan seksi bendahara SSB GAMA.
dahara SSB GAMA telah merinci mulai dari Pengendalian dana latihan di SSB GAMA
pemasukan dan pengeluaran guna untuk biasanya dilakukan pada tiap akhir bulan untuk
menunjang dana latihan. merekap pemasukan dan pengeluaran selama
Pengendalian Program Latihan latihan. Untuk tiap semesternya dilakukan pela-
poran pertanggung jawaban terhadap pengelola-
Pengendalian program latihan adalah an dana terhadap pengurus yang lain disam-
suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa paikan di rapat intern.
yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila
perlu mengoreksinya dengan maksud supaya Budgeting Program Latihan
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana Dalam mengembangkan kebutuhan prog-
semula. Sekolah sepakbola (SSB) GAMA Yog- ram selama latihan harus ada perencanaan yang
yakarta dalam proses pengendalian dilaksana- baik dan derajat dukungan administrasi yang

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 106
Nugroho Susanto, Lismadiana

adil. Pengurus yang terlibat dalam pengelolaan pendek program latihan. Dalam bidang mana-
dana latihan seksi bendahara SSB GAMA. jemen, untuk pembinaan usia dini pengurus
Sumber dana utama keuangan yang diperoleh mengelola secara bertahap sesuai dengan ke-
oleh pengurus SSB GAMA saat ini hanya mampuan yang dimiliki dan kelompok usia
diperoleh melalui uang pendaftaran dan iuran yang akan dilatih. Untuk pengelolaannya
wajib yang dibayarkan anggota SSB GAMA pengurus sudah mengelola asetnya dan
pada setiap bulan. Dalam pengelolaan dana ini melakukan pembinaan pemain usia dini secara
terbagi untuk dana latihan, sarana prasana, dan baik.
kompetisi. Program latihan disusun dari teknik dasar
yang mudah menuju ke teknik tinggi yang lebih
Budgeting Sarana Prasarana Latihan
kompleks, untuk para pemula dan junior atau
Dalam mengembangkan kebutuhan prog- anak usia dini dalam program latihannya teknik
ram selama latihan harus ada perencanaan yang dasar atau adaptasi perasaan terhadap karak-
baik dan derajat dukungan administrasi yang teristik bola sepak (ball feeling) akan diberikan
adil. Pengurus yang terlibat dalam pengelolaan dalam porsi yang lebih banyak, di mana diha-
dana latihan seksi bendahara SSB GAMA. rapkan anak dapat menguasai teknik dasar yang
Sumber dana utama keuangan yang diperoleh diberikan dan dapat diterapkan dalam permain-
oleh pengurus SSB GAMA saat ini hanya an sepakbola yang sesungguhnya sesuai dengan
diperoleh melalui uang pendaftaran dan iuran teknik yang diberikan oleh pelatih. Dalam latih-
wajib yang dibayarkan anggota SSB GAMA an permainan sepakbola, anggota SSB GAMA
pada setiap bulan. Dalam pengelolaan dana ini yang usia dini ditempatkan dalam berbagai
terbagi untuk dana latihan, sarana prasana, dan posisi agar dapat bermain dan mengenal seluruh
kompetisi. karakter dan tugasnya pada masing-masing
posisi.
Budgeting Latihan
Hasil Wawancara dengan Orang Tua Siswa
Anggaran pendanaan untuk program
SSB GAMA
latihan disusun oleh seluruh pengelola. Untuk
menunjang kelancaran jalannya program kerja Menurut pendapat orang tua anggota SSB
pengurus yang terdiri dari jangka pendek dan bahwa pengurus atau pelatih SSB GAMA su-
program jangka panjang keberadaan dana mem- dah memberikan perhatian dan pelatihan yang
punyai peran penting. Informasi mengenai dana cukup baik dan ideal di mana program latihan
anggaran yang ada di SSB GAMA bisa terga- yang disusun dan dijalankan telah bisa dirasa-
lang dari uang pendaftaran, iuran perbulan sis- kan dan menuai hasil yang baik terbukti dengan
wa dan bantuan donatur. Pengurus SSB GAMA beberapa kali SSB GAMA baik secara klub
bekerja secara sukarela sehingga jumlah iuran maupun perseorangan dapat bersaing SSB yang
yang diperoleh dari anggota SSB GAMA tidak lain dan berprestasi dengan baik. Orang tua
seluruhnya digunakan untuk membayar pengu- tidak ragu lagi terhadap kemampuan pengurus
rus dan pelatih. Tidak semua pengurus dan dan pelatih dalam menangani dan membina
pelatih di SSB GAMA mendapatkan gaji hanya anaknya.
saja uang transport. Dalam anggaran dana yang Dengan melibatkan orang tua anggota
digunakan untuk SSB GAMA adalah untuk SSB GAMA dalam mengambil suatu keputusan
penunjang program latihan, sarana dan prasa- atau membuat suatu kebijakan ini maka diha-
rana dan untuk kompetisi. rapkan dapat membantu pengurus dan pelatih
dalam pembuatan, menjalankan dan meng-
Hasil Wawancara dengan Siswa SSB GAMA
evaluasi terhadap jalannya pelaksanaan prog-
Menurut anggota siswa SSB bahwa pe- ram latihan yang telah disusun baik itu jangka
ngurus atau pelatih SSB GAMA sudah mem- panjang atau jangka pendek untuk masing-
berikan perhatian yang sesuai dengan kriteria masing kelompok usia. Di samping itu juga
dan cara melatih yang benar. Pelatih melatih keberadaan orang tua anggota SSB GAMA itu
berdasarkan acuan kepelatihan yang dimiliki juga akan sangat membantu meringankan
dan dirancang oleh pelatih. Program untuk pengurus baik dalam hal keuangan (financial)
melatih disusun oleh pelatih sesuai dengan atau evaluasi kerja dan umpan balik terhadap
kelompok usia dan sasaran yang ingin dicapai. hasil kinerja pengurus atau pelatih sebelumnya
Tahap selanjutnya yaitu dituangkan ke dalam serta untuk penyusunan rancangan kegiatan
program rencana jangka panjang dan jangka program latihan di masa yang akan datang.

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 107
Nugroho Susanto, Lismadiana

Hasil Wawancara dengan Pelatih Sekolah kelompok umur berbeda-beda. Untuk anak di
Sepakbola (SSB) Gajah Mada (GAMA) bawah usia pra kompetisi sasaran atau tujuan
latihan adalah hanya untuk menciptakan men-
Perencanaan program kerja pelatih SSB
cintai sepakbola agar anak mau bermain sepak-
GAMA terdiri dari dua program yaitu program
bola dan melalui permainan sepakbola dapat
jangka panjang dan jangka pendek. Program
membantu pertumbuhan dan perkembangannya.
jangka panjang dengan durasi waktu lebih dari
Untuk anak usia 10-12 tahun sasaran dan tujuan
3 (tiga) tahun, sedangkan program jangka pen-
program latihan lebih ditekankan pada pengua-
dek dengan durasi waktu 6 (enam) bulan sam-
saan teknik dasar, motorik, dan mentalitas
pai 1 tahun. Perencanaan pada SSB GAMA
secara individu maupun tim.
Yogyakarta disusun oleh seluruh pengelola,
dengan persetujuan dari pelatih kepala. Tim Metode adalah cara melatih yang terpen-
penyusun perencanaan dibentuk tim kecil yang ting dalam proses pelatihan bagaimana cara
berada dibawah tanggung jawab bapak pelin- mentranfer atau mengajarkan ilmu, teknik dan
dung SSB GAMA Prof Ismangun. Dalam taktik bermain sepakbola yang baik dan benar.
pelaksanaan program latihan ini pengurus Banyak metode yang digunakan dalam melatih
khususnya pelatih SSB GAMA dituntut selalu siswa sepakbola diantaranya ceramah, demon-
hadir ditempat pelaksanaan program latihan strasi, drill dan fun games. SSB GAMA dalam
berlangsung dengan tepat waktu dengan meng- menerapkan metode kepelatihan untuk anak
amati, memotivasi, mengevaluasi kekurangan usia dini lebih ke fun games. Aspek latihan
dan hambatan yang dihadapi ketika pelaksanaan yang perlu dikembangkan pada anak usia muda
program latihan untuk masing-masing kelom- adalah terutama keterampilan (teknik) gerak da-
pok usia, khususnya kelompok usia dini. sar yang benar dengan kemampuan fisik dasar
yang baik. Anak usia dini merupakan individu
Periodisasi adalah pengaturan perenca-
yang berbeda, unik dan memiliki karakteristik
naan dan tahapan dari pada suatu program
tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Usia
latihan dimana setiap tahapan dari proses latih-
dini merupakan masa keemasan dimana sti-
an mempunyai tujuan berbeda. Untuk program
mulasi seluruh aspek pengembangan berperan
latihan di SSB GAMA usia 10-12 tahun belum
penting untuk tugas perkembangan selanjutnya
menggunakan periodesasi latihan. Untuk usia
masa awal kehidupan anak merupakan masa
10-12 tahun lebih cenderung menggunakan
terpenting dalam rentang kehidupan seorang
pembentukan karakter bermain, mengasah skill
anak.
individu, serta pengenalan bermain secara tim.
Dalam tahap makro bisanya di SSB GAMA Pelaksanaan evaluasi program latihan
memakai bulanan dan untuk mikronya memakai biasanya diberikan oleh pelatih kepada siswa
mingguan. Sedangkan untuk sesi latihannya kita baik secara bersama-sama maupun individual.
sesuaikan dengan karakteristik perkem-bangan Biasanya pelatih melakukan tes evaluasi tiap
anak. bulan dan tiap ahkir semester. Alat yang
digunakan untuk evaluasinya menggunakan test
Penyusunan program latihan untuk ke-
pemanduan bakat sepakbola sebagai tolok ukur
lompok usia dini dan usia remaja sangat berbe-
untuk mengetahui kemampuan anak dalam
da, baik itu cara melatih dan beban latihannya.
menguasai teknik permainan sepakbola. Alat
Perbedaan penyusunan program latihan karena
ukur tes yang digunakan mengunakan tes se-
karakter dan kemampuan yang dimiliki oleh
macam keterampilan sepakbola. Untuk tingkat
anak usia dini sangat berbeda dengan anak
penguasaan teknik hanya dilihat berdasarkan
remaja atau senior. Anak usia dini memiliki
logika dan naluri dari pengamatan secara
sifat lebih banyak menyukai bentuk-bentuk
langsung yang dilakukan oleh pelatih ketika
permainan dan tingkat emosionalnya masih
anak-anak bermain sepakbola di lapangan.
labil (mudah dipengaruhi). Untuk kemampuan
fisiknya anak usia dini masih sangat lemah Pembahasan
sehingga sangat rentang terhadap cidera atau
terganggu proses tumbuh kembangnya apabila Manajemen program latihan sekolah
diberi beban latihan yang cukup berat, sedang- sepakbola GAMA Yogyakarta sudah disusun
kan untuk anak remaja memang harus dipacu dengan menggunakan prinsip-prinsip latihan.
fisik dan kekuatannya secara terprogram karena Hasil langsung dari sistem dan program latihan
fisik dan mentalnya telah mendukung. Sasaran yang berkualitas tinggi dapat meningkatkan
yang akan dicapai untuk masing-masing prestasi menjadi lebih tinggi. Kualitas latihan
tidak tergantung pada pelatih saja melainkan

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 108
Nugroho Susanto, Lismadiana

oleh banyak faktor. Oleh karena itu, semua terutama dalam menentukan aktivitas-aktivitas
faktor dapat meningkatkan kualitas latihan lebih manajerial beserta tanggung jawabnya. Secara
efektif dan secara tetap diperbaiki, seperti fasi- struktural, bawahan hanya menerima perintah
litas dan kemampuan atlet, termasuk program dari atasannya dan hanya bertanggung jawab
latihan. kepada atasannya. Kesatuan perintah yang ber-
Manajemen program latihan yang disu- mula sebagai penjabaran kesatuan visi organi-
sun merupakan suatu usaha strategis untuk sasi ini akan membawah seluruh SDM organi-
mencapai tujuan masa depan prestasi atlet se- sasi kepada kesatuan arah (unity of direction)
optimal mungkin. Dalam manajemen program guna mewujudkan tujuan organisasi.
latihan SSB di Daerah Istimewa Yogyakarta Fungsi menggerakan seluruh sarana
sudah memiliki program yang permanen. Klub manajemen merupakan tugas dan tanggung
olahraga atau sekolah sepakbola (SSB) merupa- jawab pelatih kepala. Aktuating dalam program
kan wadah atau organisasi yang paling utama latihan dilakukan dengan tujuan agar kegiatan
dalam tugas pembinaan prestasi para atlet khu- dilakukan tetap pada jalur yang telah ditetap-
susnya para atlet muda. Selain itu juga sebagai kan. Dalam proses aktuating program latihan
media bagi para pelatih untuk mengembangkan secara operasional adalah pemberian petunjuk
dan mengimplementasikan ilmu kepelatihan dari pelatih kepala kepada pelatih tiap usia,
yang dimiliki. Dari hasil penelitian jelas bahwa bagaimana tugas harus dilaksanakan, memberi-
ada hal-hal yang sesuai dengan kajian teori kan bimbingan dalam rangka perbaikan cara
yang dikemukakan di kajian teori dengan pengelolaan program latihan di SSB.
temuan hasil penelitian. Dalam hal ini sebagai pelatih kepala
Dalam melaksanakan perencanaan sarana dalam sekolah sepakbola (SSB) GAMA dalam
prasarana latihan pada SSB GAMA Yogyakarta menggerakan/mengarahkan kepada pelatih-
disusun oleh seluruh pengelola. Pengurus SSB pelatih yang lain yang baik bukanlah kedik-
GAMA telah membagi tugas kepada seksi per- tatoran seorang pelatih harus di beri informasi
lengkapan yang bertugas sebagai perencanaan yang di perlukan mengenai program latihan
sarana prasarana latihan. Perencanaan anggaran yang akan di jalankan. Sebagai pengaruh dalam
yaitu perencanaan dalam menetapkan anggaran. suatu organisasi adalah pimpinan eksekutif ter-
Anggaran adalah suatu rencana yang meng- tinggi, dalam hal pimpinan tertinggi di sekolah
gambarkan hasil yang diharapkan dan dinyata- sepakbola adalah manajer atau pelatih. Pelak-
kan dalam bentuk angka-angka. SSB GAMA sanaan merupakan salah satu aspek yang harus
merencanakan anggaran pendanaan untuk prog- diperhatikan di dalam proses memimpin.
ram latihan disusun oleh seluruh pengelola. Pengendalian adalah kegiatan pengawas-
Anggaran klub SSB GAMA dirancang berda- an yang dilakukan pada kegiatan yang sudah
sarkan pertemuan intern dengan semua pengu- dilaksanakan. Sistem pengendalian manajemen
rus dan ada beberapa pihak dari perwakilan program latihan di SSB GAMA terdiri atas
orang tua wali yang diikutkan dalam pertemuan struktur dan pengendalian. Dalam struktur
itu. Pengorganisasian pada hakikatnya sebagai pengendalian program latihan dipusatkan pada
proses penetapan struktur peran-peran melalui berbagai macam pusat pertanggungjawaban.
penentuan aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan Kegiatan ini merupakan proses terakhir dari
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. fungsi manajemen dan berfungsi juga sebagai
SSB GAMA telah membuat perincian pemantauan, penilaian dan pelaporan atas
tugas kerja pada pelatih dan pengurus sebagai tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
usaha untuk pembagian kerja, sehingga pende- Pengontrolan dalam SSB GAMA dilakukan
legasian wewenang pada pengelolaan program untuk mengidentifikasi apakah kegiatan yang
latihan. SSB GAMA mempunyai dua kepengu- sudah dilakukan tepat dan sesuai dengan tujuan
rusan struktur organinsasi yakni kepengurusan yang sudah direncanakan, serta mengetahui se-
kecil dan kepengurusan besar. Untuk kepengu- jauh mana keberhasilan kegiatan telah dilak-
rusan kecil yang bertugas mengelola jalannya sanakan. Selain itu juga untuk mengetahui
program latihan. Sedangkan untuk kepengurus- apakah ada hambatan dalam pelaksanaan ke-
an besar yakni untuk mewadahi dari kepengu- giatan dan mengetahui adanya penyimpangan
rusan kecil apabila suatu saat menyeleng- dari rencana yang sudah dilakukan. Hasil dari
garakan event nasional. pengontrolan kegiatan di SSB GAMA dapat
Tujuan yang jelas akan memberikan diketahui sebab-sebab adanya hambatan dan
pedoman yang mantap bagi setiap anggotanya, penyimpangan kegiatan dan bagaimana melaku-

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 109
Nugroho Susanto, Lismadiana

kan koreksi terhadap hambatan dan penyim- yangmeliputi: perencanaan, penggorganisasian,


pangan tersebut. aktuating, pengendalian dan budgeting.
Proses penyusunan anggaran pada SSB Mekanisme pembuatan program latihan
GAMA merupakan proses penetapan peran da- adalah sebuah cara kerjasama pelatih, atlet dan
lam usaha pencapaian sasaran dalam manaje- orang tua membuat dan menentukan program
men program latihan. Dalam proses penyusun- latihan yang disesuaikan dengan kalender per-
an anggaran sebaiknya pelatih juga dilibatkan tandingan. Pelatih, orangtua dan atlet bekerja-
karena yang mengetahui kebutuhan di lapangan sama untuk membuat program latihan itu
adalah pelatih. Anggaran pendanaan untuk dimaksudkan agar pelatih mengetahui kemam-
program latihan disusun oleh seluruh pengelola. puan atlet dengan mengadakan pengukuran
Untuk menunjang kelancaran jalannya program awal, dan atlet menyetujui beban latihan dari
kerja pengurus yang terdiri dari jangka pendek program latihan yang disusun. Pelatih dan atlet
dan program jangka panjang keberadaan dana berkomunikasi dari awal tentang tujuan yang
mempunyai peran penting. Informasi mengenai hendak dicapai dari program latihan yang disu-
dana anggaran yang ada di SSB GAMA bisa sun bersama-sama karena atlet harus menge-
tergalang dari uang pendaftaran, iuran perbulan tahui beban latihan yang harus dilaksanakan
siswa dan bantuan donatur. Pengurus SSB sehingga tidak merasa terpaksa melaksanakan-
GAMA bekerja secara sukarela sehingga jum- nya. Komunikasi antara pelatih dan atlet, akan
lah iuran yang diperoleh dari anggota SSB membantu atlet mengetahui manfaat penyusun-
GAMA tidak seluruhnya digunakan untuk an program latihan yaitu untuk meningkatkan
membayar pengurus dan pelatih. Untuk urusan kualitas keterampilan, kebugaran otot dan kebu-
pendanaan uang tranport kepada pelatih sebaik- garan energi olahragawan. Dalam penyusunan
nya dari pihak pengelola haru diperhatikan. program latihan pelatih di bantu oleh pihak
Berdasarkan hasil penelitian menunjuk- pengurus sekolah sepakbola yang memfasilitasi
kan bahwa manajemen pengelolaan program semua kebutuhan agar program latihan yang
latihan SSB GAMA dilakukan secara bersama- telah dibuat bisa berjalan dengan baik. Pengu-
sama antara pengurus dan pelatih di sekolah rus sekolah sepakbola harus memonitoring dan
sepakbola. Program latihan yang digunakan di meminta hasil evaluasi sehingga pengawasan
lokasi penelitian dibuat oleh pelatih sekolah terhadap program latihan bisa optimal.
sepakbola GAMA berdasarkan kalender kom-
Saran
petisi yang dikeluarkan PSSI DIY. Pelatih
membuat program latihan untuk dijadikan Saran-saran yang dapat disampaikan ke-
pedoman dalam melaksanakan program berlatih pada orang tua siswa, pengurus dan pelatih
melatih. Program latihan yang dibuat memiliki sekolah sepakbola tempat dilakukan pengam-
manfaat agar latihan lebih sesuai dengan bilan data adalah sebagai berikut:
pertandingan sehingga prestasi atlet bisa diraih. Bagi orang tua agar memberikan kebe-
basan bagi anaknya untuk memilih aktivitas
SIMPULAN DAN SARAN
yang disenanginya. Orang tua memiliki tugas
Simpulan dan tanggung jawab untuk membimbing dan
mengarahkan anak-anak agar lebih konsentrasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dan bersemangat dalam beraktivitas. Lebih
sekolah sepakbola GAMA dijadikan tempat
memperhatikan karakteristik anak yang sesuai
pengambilan data manajemen program latihan
untuk posisi dipertandingan sepakbola. Pembu-
sudah dilakukan secara optimal. Pihak pengurus
atan program latihan harus melibatkan para
dan pelatih secara bersama-sama telah membagi
atlet, orang tua dan juga didukung oleh ilmu
tugas menjalankan tujuan dan struktur organi-
pengetahuan.
sasi sesuai dengan pembagian pekerjaan. Dalam
program latihan yang digunakan di lokasi pene- DAFTAR PUSTAKA
litian dibuat oleh pelatih masing-masing seko-
Desmita. (2010). Psikologi perkembangan
lah sepakbola berdasarkan kalender kompetisi
peserta didik. Bandung: PT Remaja
yang dikeluarkan PSSI DIY. Apabila dilihat
Rosada karya
secara umum dalam proses manajemen program
latihan sekolah sepakbola GAMA Yogyakarta Fatah, N. (2009). Landasan manajemen
yang dijadikan tempat pengambilan data telah pendidikan. Bandung: Remaja Rosada
menerapkan lima aspek fungsi manajemen karya.

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259
Jurnal Keolahragaan 4 (1), April 2016 - 110
Nugroho Susanto, Lismadiana

Hani Handoko, T. (2000). Manajemen edisi 2. Russell Hoye. (2009). Sport management
Yogyakarta. BPFE: Yogyakarta. principles and applications. Oxford:
Elsevier Science & Technology Rights
Harsuki. (2012). Pengantar manajemen
Departemen.
olahraga. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada. Siagian, S.P. (2007). Fungsi-fungsi manajerial.
Jakarta: Bumi Aksara.
Manulang, M. (2006). Dasar-dasar manaje-
men. Yogyakarta: GADJAH MADA Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantatif,
UNIVERSITY PRESS. kualitatif, dan r&d. Bandung: Alfabeta.
Muhajir. (2007). Pendidikan jasmani olahraga Sukadiyanto. (2010). Pengantar teori dalam
dan kesehatan untuk kelas X. Jakarta: melatih fisik. Yogyakarta: Fakultas Ilmu
Erlangga Keolahragaan UNY.
Moleong, L.J. (2008). Metodologi penelitian Terry, G.R., dan Rue, L.W. (2010). Dasar-dasar
kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Karya.

Copyright © 2016, Jurnal Keolahragaan, Print ISSN: 2339-0662, Online ISSN: 2461-0259