Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem saraf manusia merupakan jaringan saraf yang saling berhubungan,


sangat khusus, dan kompleks. Sistem saraf ini mengkoordinasikan, mengatur, dan
mengendalikan interaksi antara seseornga individu dengan lingkungan sekitarnya.
Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagian besar system
tubuh lainnya.

Tubuh mampu berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena


pengaturan hubungan saraf diantara berbagai system. Fenomena mengenai
kesadaraan, daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal
dari system ini. Oleh, karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar dan
berespon terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi system saraf,
yang memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang. Fenomena mengenai
kesadaran, daya pikir, daya ingat, bahasa, sensasi, dan gerakan semuanya berasal
dari sistem ini. Oleh karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar, dan
berespon terhadap rangsangan merupakan hasil dari integrasi fungsi sistem saraf,
yang memuncak dalam kepribadian dan perilaku seseorang (Price dan Wilson,
2005).

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Proses Perambatan Implus

2. Apa saja periode yang ada pada perambatan implus

3. Bagaimana Prinsip All Or None

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui fisiologi persarafan


pada tubuh manusia

Anatomi Fisiologi Manusia Page 1


BAB II

PEMBAHASAN

Tubuh kita dapat melakukan gerakan karena adanya hantaran impuls oleh
sel-sel saraf. Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh reseptor
dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa
elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh impuls, yaitu perubahan suhu,
tekanan, bau, aroma, suara, benda yang menarik perhatian, dan berbagai rasa
(asin, manis, asam, dan pahit). Impuls yang diterima oleh reseptor dan
disampaikan ke efektor, akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerak dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerak sadar (gerak biasa) dan gerak refleks.

1. Gerak sadar (gerak biasa)

Merupakan gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Contohnya


gerakan memegang buku saat ingin belajar, atau mengambil pensil saat
ingin menulis. Penjalaran impuls pada gerak sadar relative lama, melewati
jalur pajang melalui otak.

Hantaran impuls pada gerak biasa dimulai daari reseptor sebagai penerima
rangsang. Impuls tersebut kemudian dihantarkan menuju neuron sensorik untuk
kemudian diolah di otak. Respons dari otak kemudian oleh saraf motorik
dihantarkan ke efektor sehingga terjadilah gerakan. Urutan perjalanan impuls pada
gerak biasa secara skematis sebagai berikut.

Skema perjalanan impuls gerak sadar

Anatomi Fisiologi Manusia Page 2


2. Gerak refleks
Merupakan gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Penjalaran
impuls pada gerak refleks berlangsung cepat, melewati jalur pendek
dan tidak melalui otak, tetapi melalui sumsum tulang belakang.
Contohnya terangkatnya kaki saat menginjak paku, menutupnya
kelopak mata ketika benda asing masuk ke mata, dan gerakan tangan
saat memegang benda panas.

Hantaran impuls pada gerak refleks mirip eperti pada gerak biasa.
Bedanya, impuls pada gerak refleks tidak melalui pengolahan oleh pusat saraf.
Neuron di otak hanya berperan sebagai konektor saja. Ada dua macam neuron
konektor di otak dan di sumsum tulang belakang. Urutan perjalanan impuls pada
gerak refleks secara skematis sebagai berikut.

Skema perjalanan impuls gerak refleks

a. Perambatan Implus
Perambatan impuls melalui sel saraf

Rambatan impuls melalui serabut saraf terjadi dalam bentuk pulsa elektrik.
Alur impuls yang terjadi yaitu: Impuls - dendrit - badan sel saraf- neurit - keluar
melewati sinapsis

1. Perambatan impuls melalui akson tak bermielin

Perambatan impuls berlangsung dengan proses polarisasi dan depolarisasi,


merambat melalui membran. Jika kursor disentuhkan pada salah satu sisi maka
akan terjadi proses pertukaran ion positif ke dalam dan negatif keluar (lalu
kembali lagi ke posisi semula dan disusul oleh ion disebelahnya dampai diujung.
(dari arah kiri ke kanan)

Anatomi Fisiologi Manusia Page 3


2. Perambatan impuls melalui akson bermielin

Perambatan impuls melalui akson bermielin disebut perambatan saltatorik


berlangsung lebih cepat sebab pada serat bermielin impuls merambat dengan cara
melompati bagian saraf yang diselubungi mielin.

3. Perambatan impuls melalui sinapsis

Membran akson terminal yang menebal karena peningkatan densitas


sitoplasma disebut membran prasinaptik. Membrane prasinaptik berhadapan
dengan celah sinaptik, sedangkan membran permukaan neuron berikutnya disebut
pascasinaptik.

Anatomi Fisiologi Manusia Page 4


Prasinaptik banyak mengandung vesikel-vesikel yang berisi
neurotransmitter (Misalnya, asetilkolin digunakan di susunan saraf pusat dan
susunan saraf tepi, sedangkan dopamin di substansia nigra. Glisin ditemukan
terutama di sinaps-sinaps medulla spinalis). Vesikel-vesikel bergabung dengan
membran prasinaptik dan mengeluarkan neurotransmiter ke celah sinaptik melalui
proses eksositosis. Bagian akson terminal mengandung banyak mitokondria yang
berperan dalam menyediakan ATP untuk sintesis neurotransmiter baru.

Neurotransmitter dilepaskan dari ujung saraf ketika datang impuls saraf


(potensial aksi). Potensial aksi menyebabkan influks K+ yang menyebabkan
vesikel sinaptik bergabung dengan membran prasinaptik. Kemudian
neurotransmitter dikeluarkan ke celah sinaps. Ketika berada di celah sinaptik,
neurotransmiter mencapai sasarannya dengan meningkatkan atau menurunkan
potensial istirahat (resting potential) pada membrane pascasinaptik untuk waktu
yang singkat.

Protein reseptor pada membran sinaptik mengikat neurotransmitter dan


melakukan penyesuaian dengan membuka kanal ion, membangkitkan Excitatory
Postsynaptic Potential (EPSP) atau Inhibitory Postsynaptic Potential (IPSP).
Eksitasi cepat diketahui menggunakan asetilkolin (nikotinik) dan L-glutamat atau
inhibisi menggunakan GABA. Reseptor protein lain mengikat neuromodulator
dan mengaktifkan sistem messenger kedua. Selanjutnya impuls akan mengalir ke
neuron berikutnya.

b. Repolarisasi

Repolarisasi disebut juga sebagai periode penyembuhan setelah saraf


mengalami depolarisasi. Repolarisasi merupakan tahapan yang paling penting
bagi sel. Diantara depolarisasi dan repolarisasi terdapat satu periode yang disebut
sebagai periode refrakter, yaitu periode waktu tertentu saat sel saraf tidak dapat
menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya. Terdapat dua jenis
periode refrakter, yaitu:

1. Periode refrakter absolut ialah jangka waktu tertentu saat sel saraf
benar-benar tidak dapat menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua

Anatomi Fisiologi Manusia Page 5


kalinya, apapun jenis rangsangnya dan berapa pun kekuatan rangsang yang
diberikan. Periode ini biasanya berlangsung pada awal repolarisasi.

2. Periode refrakter relatif ialah jangka waktu pada akhir repolarisasi,


yang mana sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali menanggapi rangsang,
asalkan rangsang yang diberikan lebih kuat daripada rangsang sebelumnya atau
jenis rangsangnya berbeda.

c. Perambatan Implus

Impuls yang diterima oleh reseptor selanjutnya akan dihantarkan oleh dendrit
menuju ke badan sel saraf dan akson. Dari akson, impuls dihantarkan ke dendrit
neuron lainnya. Seluruh impuls saraf yang diterima memiliki bentuk yang sama,
tetapi respons terhadap impuls tersebut berbeda-beda. Hal ini terhadi karena
reseptor dan efektornya berbeda-beda.

Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran,


yaitu energi yang tersimpan untuk bekerja mengirim impuls. Energi potensial
membran tersebut dihasilkan olehperbedaan komposisi ion antara cairan

Anatomi Fisiologi Manusia Page 6


intraseluler dan ekstraseluler. Di dalam sel, kation (ion positif) utama adalah K+,
sedangkan Na+ konsentrasinya rendah. Di luar sel, kation utama adalah Na+,
sedangkan K+ konsentrasinya jauh lebih rendah. Energi potensial membran
tersebut dipertahankan dengan cara memompa K+ ke dalam sel dan Na+ ke luar
sel, sehingga konsentrasi K+ di dalam sel tetap tinggi dan Na+ tetap rendah.

Mekanisme Penghantaran Impuls

Penghantaran impuls dalam neuron terjadi secara konduksi yang


melibatkan peran pompa ion Na+ dan K+ sebagai berikut

1. Tahap istirahat (polarisasi)

Neuron tidak menghantarkan impuls. Saluran ion Na+ dan K+tertutup.


Keadaan di bagian luar membrane bermuatan positif (+), sedangkan di bagian
permukaan dalam mebran bermuatan negatif ( ̶ ).

2. Tahap depolarisasi

Jika neuron diberikan rangsangan, saluran Na+ akan terbuka dan ion
Na+ masuk ke dalam sel. Hal tersebut menyebabkan perubahan muatan listrik
(penurunan gradient listrik), yaitu di bagian luar membrane menjadi bermuatan
negatif ( ̶ )dan di bagian dalam membrane menjadi bermuatan positif (+).

Anatomi Fisiologi Manusia Page 7


Depolarisasi selanjutnya akan terjadi jika saluran tambahan Na+terbuka ,
sedangkan saluran K+ tetap tertutup. Hal tersebut menyebabkan keadaan di bagian
dalam membrane menjadi lebih positif.

3. Tahap polarisasi

Saluran Na+ tertutup dan tidak aktif, sedangkan saluran K+terbuk sehingga
ion K+ keluar dan menyebabkan bagian dalam mebran menjadi bermuatan negatif.
Jika saluran K+ tertutup relative lambat dan menyebabkan keadaan dalam
membrane menjadi bermuatan lebih negative, akan kembali ke tahap istirahat.

Mekanisme Penghantaran Impuls

Ada dua prinsip penghantaran impuls

1. Penghantaran impuls melalui neuron

Penghantaran impuls dengan cara ini terjadii karena adanya perbedaan muatan
listrik antara bagian luar dan bagian dalam membrane serabut saraf. Ketika
istirahat, bagian luar membrane serabut saraf bermuatan listrik positif. Sementara

Anatomi Fisiologi Manusia Page 8


itu bagian dalam membrane serabut saraf bermuatan listrik negatif. Keadaan
tersebut dinamakan polarisasi.

Penghantaran impuls melalui neuron

Ketika menerima rangsang berupa impuls, permukaan luar membrane


serabut saraf bermuatan negative dan permukaan dalamnya bermuatan positif.
Keadaan ini disebut depolarisasi. Selanjutnya akan terjadi aliran listrik dari daerah
bermuatan listri megatif ke daerah bermuatan listrik positif. Impuls kemudian
diteruskan ke neuron dan akhirnya menuju sumsum tulang belakang dan otak.
Pesan kemudian diolah oleh otak dan sumsum tulang belakang shingga timbul
tanggapan atau respons. Respons diubah menjadi impuls dan diteruskan ke neuron
motorik hingga ke efektor.

2. Penghantaran impuls melalui sinapsis

Jika impuls telah sampai di membrane prasinapsis, vesikel-vesikel akan


menuju membrane prasinapsis karena pengaruh Ca2+ yang masuk ke bonggol
sinapsis. Selanjutnya, vesikel-besikel tersebut akan melepaskan zat
neurotransmitter. Zat ini berfungsi menghantarkan impuls ke jung dedrit neuron
berikutnya. Ada beberapa macam neurotransmitter, yaitu asetilkolin (terdapat
pada sinapsis seluruh tubuh), noradrenalin (yang terdapat pada saraf simpatetik),
dan serotonin (yang terdapat pada saraf pusat dan otak). Neurotransmiter
menerima impuls dan akan berdifui melewati celah sinapsis. Selanjutnya,
neurotransmitter akan berikatan dengan protein khusus atau reseptor yang berada
di membrane pasca sinapsis. Ikatan antara neurotransmitter dengan reseptor ini
mengakibatkan impuls dapat diteruskan ke saraf lainnya.

Anatomi Fisiologi Manusia Page 9


Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis

d. Prinsip All or None

Potensial aksi yang terjadi mengikuti hukum All or nothing (All or none)
dan dirambatkan kesemua arah (propagation). Rangsangan yang tidak mencapai
treshold (nilai ambang), hanya menimbulkan potensial lokal yang tidak akan
disebarkan. Rangsangan adekuat atau mencapai nilai ambang, baik yang besar
atau yang kecil akan menimbulkan potensial aksi yang sama besar. Artinya,
potensial aksi tidak akan bertambah besar biarpun rangsangan diperbesar. Pada
fase depolarisasi – potensial aksi, ion Na masuk kedalam sel, sedangkan pada fase
repolarisasi, ion potasium keluar dari dalam sel.

Rangsangan yang adekuat menyebabkan permiabilitas membran terhadap


ion Na meningkat (menyebabkan saluran ion Na terbuka : terbukanya voltage
gated sodium channels) sehingga ion Na masuk kedalam (nflux), oleh karena ion
Na membawa muatan positif maka didalam sel akan lebih positif dibanding diluar
sel, fase ini disebut fase depolarisasi. Selanjutnya ion K keluar, sehinga diluar sel
kembali lebih positif dan keadaan ini disebut fase repolarisasi.

Anatomi Fisiologi Manusia Page 10


Macam-macam rangsangan yang dapat menimbulkan potensial aksi pada
jaringan eksitabel, yaitu :

a) Rangsangan elektris
b) Rangsangan kimiawi
c) Rangsangan mekanis
d) Rangsangan thermis.

Berdasarkan intensitas dan frekuensi rangsangan, maka dapat dibedakan


sebagai berikut:

a) Rangsangan subliminal : rangsangan dengan intensitas lebih kecil


dari nilai ambang (treshold) yang hanya mengakibatkan terjadinya
respon berupa potensial lokal.
b) Rangsangan liminal : rangsangan terkecil yang sudah menimbulkan
terjadinya potensial aksi, oleh karena rangsangan tersebut sudah
mencapai nilai ambang.
c) Rangsangan superliminal : rangsangan yang intensitasnya melebihi
liminal, tetapi responnya juga menimbulkan potensial aksi yang sama
besar dengan potensial aksi akibat rangsangan liminal (mengikuti
hukum All or None).
d) Berdasarkan frekuensinya dapat dibedakan rangsangan tunggal dan
rangsangan beruntun (multiple).

Pada penelitian terhadap rangsangan pada sistem saraf maupun otot


rangka, biasanya menggunakan rangsangan elektris

Anatomi Fisiologi Manusia Page 11


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas


menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.
Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf (neuron). Fungsi sel saraf adalah
mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Sistem saraf
dibagi menjadi dua, yaitu sitem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Sistem saraf
pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri
dari sitem saraf sadar dan sistem saraf tidak sadar. Saraf sebagai sistem koordinasi
atau pengatur seluruh aktifitas tubuh manusia mempunyai tiga fungsi utama, yaitu
sebagai alat komunikasi, pengendali atau pengatur kerja, dan pusat pengendali
tanggapan.

Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron
bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan).
Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson. Sel saraf yang
dihubungkan adalah sel saraf sensorik dan sel saraf motorik. Saraf yang satu
dengan saraf lainnya saling berhubungan. Hubungan antara saraf tersebut disebut
sinapsis. Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, diantaranya melalui sel
saraf dan sinapsis.

Anatomi Fisiologi Manusia Page 12


DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddart, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Edisi 8


vol.3.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.

C.Pearce, Evelyn. 2002 .Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : PT


Gramedia Pustaka Utama.

Fransisca B. Bateteicaca, 2008. Asuhan keperawatan Klien Dengan Gangguan


Sistem persarafan. Jakarta: Salemba medika.

Guyton anda Hall, 2007. Buku aar fisiologi kedokteran. Edisi 11. Akarta :
EGC

Smeltzer, Suzanne C. dan Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan


Medikal-Bedah. Edisi 8. Jakarta : EGC

Sylvia A. Price& Lorraine M. Wilson.2002. Patofisiologi edisi 6 vol. 2.


Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

http://4uliedz.wordpress.com/2009/03/21/embriologi-sistem-saraf-pusat-otak/

http://ekajayaartikel.blogspot.com/2009/10/sistem-saraf-perifer.html

http://green-airil.blogspot.com/2009/05/anatomi-fisiologi-persarafan.html

Anatomi Fisiologi Manusia Page 13