Anda di halaman 1dari 6

Kebijakan kesehatan didefinisikan sebagai suatu cara atau tindakan yang

berpengaruh terhadap perangkat institusi, organisasi, pelayanan kesehatan dan


pengaturan keuangan dari sistem kesehatan (Walt, 1994Kebijakan kesehatan
bertujuan untuk mendisain program-program di tingkat pusat dan lokal, agar dapat
dilakukan perubahan terhadap determinandeterminan kesehatan (Davies 2001;
Milio 2001). Masalah kesehatan bukan lagi hanya berkaitan erat dengan tehnis
medis, tetapi sudah lebih jauh memasuki area-area yang bersifat
politik,ekonomi,social dan budaya

A. Kebijakan kesehatan dalam bidang politik

karena masalah kesehatan merupakan masalah politik maka untuk


memecahkannya diperlukan komitmen politik. Namun, untuk memecahkan
masalah tersebut ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Politik
kesehatan merupakan upaya pembangunan masyarakat dalam bidang kesehatan.
mengapa kesehatan itu adalah politik, karena dalam bidang kesehatan adanya
disparitas derajat kesehatan masyarakat, dimana sebagian menikmati kesehatan
sebagian tidak. Oleh sebab itu, untuk memenuhi equity atau keadilan harus
diperjuangkan.
Kesehatan adalah bagian dari politik karena derajat kesehatan atau masalah
kesehatan ditentukan oleh kebijakan yang dapat diarahkan atau mengikuti kehendak
(amenable) terhadap intervensi kebijakan politik. Kesehatan bagian dari politik
karena kesehatan adalah hak asasi manusia.
1. Pengaruh Hubungan Politik Terhadap Kesehatan
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (politics) adalah bermacam-
macam kegiatan dalam suatu sistem politik (atau negara) yang menyangkut proses
menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
Pengambilan keputusan (decision making) mengenai apakah yang menjadi tujuan
dari sistem politik itu menyangkut seleksi terhadap beberapa alternatif dan
penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Sedangkan untuk
melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijakan
Kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian
(distribution) atau alokasi (allocation) dari sumber-sumber (resources) yang ada.
2. Contoh pengaruh politik terhadap kesehatan
a. Anggaran kesehatan
Karena sehat merupakan hak rakyat dan negara pun tak ingin rakyatnya
sakit-sakitan, diambillah keputusan politik yang juga sehat. Yaitu, anggaran
untuk kesehatan rakyat mendapatkan porsi yang sangat besar, karena negara
tidak ingin rakyatnya sakit-sakitan. Pemerintah bersama DPR. Membebani
impor alat-alat kedokteran dengan pajak yang sama untuk impor mobil mewah,
juga keputusan politik.
1) UU Tembakau; Cukei rokok terus dinaikkan karena konsumsi rokok di
Indonesia semakin meningkat.
Biaya ekonomi dan sosial yang ditimbulkan akibat konsumsi tembakau
terus meningkat dan beban peningkatan ini sebagian besar ditanggung oleh
masyarakat miskin. Angka kerugian akibat rokok setiap tahun mencapai 200
juta dolar Amerika, sedangkan angka kematian akibat penyakit yang
diakibatkan merokok terus meningkat.
2) Program Pembatasan Waktu Iklan Rokok
Larangan iklan secara menyeluruh merupakan upaya untuk memberikan
perlindungan kepada masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Anak-
anak dan remaja merupakan sasaran utama produsen rokok
b. Kebijakan pemerintah
1) Peraturan pemerintah dalam bidang kesehatan meliputi undang-undang,
peraturan presiden, keputusan menteri, peraturan daerah, baik tingkat
provinsi maupun kabupaten kota, dan peraturan lainnya.
2) Kebijakan pemerintah dalam bentuk program adalah segala aktifitas
pemerintah baik yang terencana maupun yang insidentil dan semuanya
bermuara pada peningkatan kesehatan masyarakat, menjaga lingkungan
dan masyarakat agar tetap sehat dan sejahtera, baik fisik, jiwa, maupun
sosial.
B. KEBIJAKAN KESEHATAN DIBIDANG EKONOMI

Terdapat korelasi yang kuat antara tingkat kesehatan yang baik dengan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Secara statistik diperkirakan bahwa setiap
peningkatan 10% dari angka harapan hidup (AHH) waktu lahir akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi minimal 0.3–0.4% pertahun, jika faktor-faktor pertumbuhan
lainnya tetap. Dengan demikian, perbedaan tingkat pertumbuhan tahunan antara
negara-negara maju yang mempunyai AHH tinggi (77 tahun) dengan negara-negara
sedang berkembang dengan AHH rendah (49 tahun) adalah sekitar 1.6%, dan
pengaruh ini akan terakumulasi terus menerus.

Peningkatan kesejahteraan ekonomi sebagai akibat dari bertambah


panjangnya usia sangatlah penting. Dalam membandingkan tingkat kesejahteraan
antar kelompok masyarakat, sangatlah penting untuk melihat angka harapan hidup,
seperti halnya dengan tingkat pendapatan tahunan. Di negara-negara yang tingkat
kesehatannya lebih baik, setiap individu memiliki rata-rata hidup lebih lama,
dengan demikian secara ekonomis mempunyai peluang untuk untuk
memperolehpendapatan lebih tinggi. Keluarga yang usia harapan hidupnya lebih
panjang, cenderung untuk menginvestasikan pendapatannya di bidang pendidikan
dan menabung. Dengan demikian, tabungan nasional dan investasi akan meningkat,
dan pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan kesehatan dalam bidang ekonomi yaitu:

1. Memilih Intervensi Untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Di berbagai negara khususnya di negara-negara yang sedang berkembang,


ketersediaan sumber daya untuk mengatasi masalah kesehatan sangat terbatas, oleh
karena itu pemilihan alternatif intervensi kesehatan yang cost-effective menjadi
penting. Pada tahun 1978, melalui Deklarasi Alma Ata tujuan kesehatan bagi semua
telah disetujui oleh seluruh negara anggota Organisasi Kesehatan Sedunia (World
Health Organization-WHO). Beberapa kesepakatan dalam deklarasi tersebut adalah
komitmen negara-negara anggota terhadap keadilan kesehatan, lebih memfokuskan
pelayanan kesehatan pencegahan (preventive) dan peningkatan (promotive)
dibandingkan dengan pengobatan (curative) dan pemulihan (rehabilitative),
meningkatkan kerjasama lintas sektoral, dan meningkatkan partisipasi masyarakat

2. Menilai Status Kesehatan Penduduk

Status kesehatan penduduk biasanya dinilai dengan menggunakan berbagai


indikator yang secara garis besar dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama,
berisikan indikator yang menghitung jumlah kematian yang terjadi selama periode
tertentu. Contohnya adalah angka kematian kasar (Crude Death Rate-CDR) dan
angka kematian bayi (Infant Mortality Rate-IMR). Kelompok penduduk yang
mempunyai angka CDR dan IMR yang rendah dikatakan mempunyai status
kesehatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok penduduk yang
angka CDR dan IMR nya tinggi.

Kelompok kedua, berisikan berbagai indikator yang memperlihatkan


jumlah orang yang menderita kecacatan akibat penyakit tertentu. Contohnya adalah
jumlah penderita AIDS, Tuberkulosis (TB), Polio, dan sakit mental. Sama dengan
kelompok pertama, kelompok penduduk yang mempunyai jumlah penderita AIDS
atau TB lebih sedikit dikatakan lebih sehat jika dibandingkan dengan kelompok
penduduk yang jumlah penderita penyakit tersebut lebih banyak.

3. Lebih Meningkatkan Keadilan Melalui Pentargetan Penduduk Miskin Yang


Baik

. Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat penggunaan (utilisasi)


pelayanan kesehatan secara optimal dan mempengaruhi status kesehatan yaitu
hambatan geografik, pembiayaan, dan sosio-antropologis. Dengan melaksanakan
sistem DDK diharapkan akan menghilangkan hambatan geografis. Untuk
mengatasi hambatan keuangan dianjurkan untuk melaksanakan sistem asuransi
kesehatan untuk menggantikan sistem pembayaran pelayanan kesehatan langsung.
Asuransi kesehatan, diluar asuransi swasta komersial akan mencegah keluarga jatuh
kedalam keadaan melarat. Komisi juga menganjurkan diterapkannya skema skala
kecil pembiayaan kesehatan yang berasal dari masyarakat
C. . KEBIJAKAN KESEHATAN DIBIDANG SOSIAL DAN BUDAYA
Tujuan pembangunan di bidang sosial dan budaya adalah untuk mewujudkan
kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang
layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan
dasar. Sasaran umum yang akan dicapai adalah meningkatnya usia harapan hidup,
menurunnya laju pertumbuhan penduduk, menurunnya angka kelahiran total,
menurunnya angka kematian kasar, meningkatnya ketahanan sosial dan budaya,
meningkatnya kedudukan dan peranan perempuan, meningkatnya partisipasi aktif
pemuda, serta meningkatnya pembudayaan dan prestasi olahraga. Untuk mencapai
tujuan dan sasaran tersebut, telah dilaksanakan berbagai kebijakan dan program-
program pembangunan di bidang sosial dan budaya, yang meliputi bidang
kesehatan dan kesejahteraan sosial, termasuk kependudukan dan keluarga
berencana;serta pemuda dan olah raga.
Secara garis besar arah kebijakan pembangunan sosial dan budaya adalah
sebagai berikut.

1. Di bidang kesehatan adalah peningkatan mutu sumber daya manusia dan


lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, serta
peningkatan mutu lembaga dan pelayanan kesehatan.
2. Di bidang kesejahteraan sosial meliputi pengembangan ketahanan sosial,
peningkatan apresiasi terhadap penduduk lanjut usia dan veteran, peningkatan
kepedulian terhadap penyandang masalah sosial, serta peningkatan aksesibilitas
fisik dan nonfisik bagi penyandang cacat.
3. Di bidang kependudukan dan keluarga berencana yaitu: peningkatan kualitas
penduduk melalui pengendalian kelahiran, penurunan angka kematian,
peningkatan kualitas program keluarga berencana serta pengembangan dan
keserasian kebijakan kependudukan dengan memperhatikan aspek
kependudukan dan lingkungan sebagai sentral pembangunan.
4. Di bidang pemuda dan olahraga meliputi: penumbuhan budaya olahraga,
peningkatan usaha pengembangan generasi muda, pengembangan minat dan
semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, dan pelindungan bagi
generasi muda dari narkoba.