Anda di halaman 1dari 6

Kajian Teknologi Boiler: Spreader Stoker, Pulverized Coal (PC) dan Circulating Fluidized Bed (CFB)

No

Uraian

Stoker

PC

CFB

1

Ukuran Coal

10 – 50 mm

25 µm

5 – 15 mm

2

Jenis batu bara yang digunakan

Wide range

Tertentu dan tidak cocok menggunakan low rank coal

Wide range

3

Temp

700 – 900 ºC

1050 – 1150 ºC

850 – 900 ºC

pembakaran

5

Boiler efisiensi

Rendah (maks

Tinggi (maksimal

Tinggi (maksimal

82%)

92%)

90%)

6

Kapasitas

< 25 MW

50-1300 MW

< 340 MW

pembangkitan

7

Emisi

Tinggi

Tinggi jika tidak dipasang FGD

Rendah (injeksi limestone secara langsung mengurangi SOx)

(Pertikulat,

NOx, SOx)

 

1. Stoker Boiler a. Karakteristik:

a.1 Dapat menggunakan hampir semua bahan bakar padat, contohnya: batu bara (bitominous, sub bitominous, lignite), bagas, dan kayu. a.2 Kapasitas operasi:

- kapasitas uap dari 10 ton/jam sampai dengan 200 ton per jam

- tekanan uap dari 15 kg/cm 2 (g) sampai dengan 125 kg/cm 2 (g)

- temperatur uap sampai dengan 540 °C

b. Jenis Stoker Boiler. Secara umum terdapat 2 jenis stoker boiler, yaitu:

dengan 540 ° C b. Jenis Stoker Boiler. Secara umum terdapat 2 jenis stoker boiler, yaitu:
dengan 540 ° C b. Jenis Stoker Boiler. Secara umum terdapat 2 jenis stoker boiler, yaitu:

b.1 Spreader Stoker

b.1 Spreader Stoker Gambar 1 Spreader Stoker Boiler [1] Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas

Gambar 1 Spreader Stoker Boiler [1] Batubara diumpankan secara kontinyu ke tungku diatas bed pembakaran seperti gambar 1. Batubara yang halus akan terbakar saat masih melayang sebelum menyentuh grate (suspensi), sedangkan batu bara yang besar akan jatuh dan terbakar di grate. Metode pembakaran ini memberikan fleksibilitas yang baik terhadap fluktuasi beban, dikarenakan penyalaan terjadi secara cepat bila laju pembakaran meningkat. Karena hal ini, spreader stoker lebih disukai dibanding jenis stoker lainnya dalam berbagai penerapan di industry.

b.2 Chain Grate/Travelling Grate Boiler

di industry. b.2 Chain Grate/Travelling Grate Boiler Gambar 2 Chain Grate/Travelling Grate Boiler [1] Batubara

Gambar 2 Chain Grate/Travelling Grate Boiler [1]

Batubara diumpankan ke ujung grate baja yang bergerak. Ketika grate bergerak sepanjang tungku, batubara terbakar sebelum jatuh diujung sebagai abu. Diperlukan tingkat keterampilan tertentu, terutama bila menyetel grate, damper udara dan baffles, untuk menjamin pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon

, untuk menjamin pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon Iwan Arnanto Putro Page
, untuk menjamin pembakaran yang bersih serta menghasilkan seminimal mungkin jumlah karbon Iwan Arnanto Putro Page

yang tidak terbakar dalam abu. Sebuah grate batubara digunakan untuk mengendalikan kecepatan batubara yang diumpankan ke tungku dengan mengendalikan ketebalan bed bahan bakar. Ukuran batubara harus seragam sebab bongkahan yang besar tidak akan terbakar sempurna pada waktu mencapai ujung grate.

2. Pulverized Coal (PC) Boiler

a. Karakteristik:

Batu bara digerus sampai berbentuk seperti serbuk dengan ukuran rata-rata sekitar 25 µm. Serbuk batu bara tersebut ditiupkan bersama udara pembakaran ke dalam furnace.

ditiupkan bersama udara pembakaran ke dalam furnace. Gambar 3 Pulverized Coal (PC) Boiler [2] b. Perbandingan

Gambar 3 Pulverized Coal (PC) Boiler [2]

b. Perbandingan PC Boiler dengan Stoker Boiler. Kelebihan PC Boiler bila dibandingkan dengan Stoker Boiler:

1. Respon lebih cepat dalam perubahan beban

2. Efisiensi lebih tinggi

Kekurangan PC Boiler bila dibandingkan dengan Stoker Boiler:

1. Lebih mahal untuk size yang kecil

2. Memerlukan energy yang lebih besar untuk menggerus batu bara

mahal untuk size yang kecil 2. Memerlukan energy yang lebih besar untuk menggerus batu bara Iwan
mahal untuk size yang kecil 2. Memerlukan energy yang lebih besar untuk menggerus batu bara Iwan

3. Cirlculated Fluidized Bed (CFB) Boiler

a.

Karakteristik:

1. Bed partikel padat seperti, partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala batubara,

2. batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan cepat dan bed mencapai temperatur yang seragam.

3. Pembakaran dengan fluidized bed berlangsung pada temperatur sekitar 840oC hingga 950°C.

4. Temperatur ini jauh berada dibawah temperatur fusi abu, maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari.

abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. Gambar 4 CFB Boiler [3] Iwan Arnanto Putro

Gambar 4 CFB Boiler [3]

abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. Gambar 4 CFB Boiler [3] Iwan Arnanto Putro
abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. Gambar 4 CFB Boiler [3] Iwan Arnanto Putro

b. Perbandingan CFB Boiler dengan PC boiler [4]

b. Perbandingan CFB Boiler dengan PC boiler [4] Iwan Arnanto Putro Page 5
b. Perbandingan CFB Boiler dengan PC boiler [4] Iwan Arnanto Putro Page 5
b. Perbandingan CFB Boiler dengan PC boiler [4] Iwan Arnanto Putro Page 5

DAFTAR PUSTAKA

1. WORKSHOP: “TEKNOLOGI BOILER BERBAHAN BAKAR

BATUBARAUNTUK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK” 09–10November 2010,

Hotel Manhattan Jakarta.

2. http://www.babcock.com/products/boilers/tower.html

4. S. Kavidass. Why Build a Circulating Fluidized Bed Boiler to Generate Steam and Electric Power. The Babcock & Wilcox Company Barberton, Ohio, U.S.A.

to Generate Steam and Electric Power. The Babcock & Wilcox Company Barberton, Ohio, U.S.A. Iwan Arnanto
to Generate Steam and Electric Power. The Babcock & Wilcox Company Barberton, Ohio, U.S.A. Iwan Arnanto