Anda di halaman 1dari 4

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

AIR SUNGAI YANG MENGANDUNG LOGAM BERAT

Logam berat merupakan salah satu pencemar lingkungan yang paling berbahaya.
Terdapat banyak laporan yang memberikan fakta tentang bahaya pencemaran lingkungan
terutama oleh logam di kawasan perairan, baik akibat penggunaan air nya untuk konsumsi
makhluk hidup sehari-hari, maupun ketika mengkonsumsi biota yang hidup di ekosistem
perairan yang tercemar. Pencemaran tersebut dapat berasal dari pencemaran yang
menghasilkan limbah organik seperti limbah industri, rumah tangga, minyak, pembuangan oli
kapal, dan peleburan timah. Kasus pertama dari pencemaran air dilaporkan pertama kali di
Jepang, yaitu timbulnya penyakit “itai-itai” yang menyebabkan para nelayan beserta keluarga
mengalami keracunan kronis akibat logam berat Cd yang telah mengakibatkan kematian
manusia sebanyak 100 orang.

1. Pengertian Sungai

Sungai sebagai salah satu komponen lingkungan yang mempunyai fungsi penting
bagi kehidupan manusia termasuk untuk menunjang keseimbangan lingkungan . Sebagai
akibat adanya peningkatan kegiatan pembangunan di berbagai bidang maka baik secara
langsung maupun tidak langsung akan mempunyai dampak terhadap kerusakan
lingkungan termasuk didalamnya pencemaran sungai yang berasal dari limbah domestik
maupun non domestik seperti pabrik dan industri. Oleh karena itu pencemaran air sungai
dan lingkungan sekitarnya perlu dikendalikan seiring dengan laju pembangunan agar
fungsi sungai dapat dipertahankan kelestariannya.

2. Pengertian Logam dan Logam berat


Logam sendiri merupakan bahan atau zat murni organik dan anorganik yang berasal
dari kerak bumi. Secara alami siklus perputaran logam adalah dari kerak bumi kelapisan
tanah, ke makhluk hidup, ke dalam air, selanjutnya mengendap dan akhirnya kembali ke
kerak bumi lagi (Darmono. 1995).
Sedangkan logam berat menurut Connell dan Miller (1995), merupakan suatu logam
dengan berat jenis lebih besar dari 5 gr/cm3 dan mempunyai nilai atom lebih besar dari 21
dan terletak di bagian tingah daftar periodik. Memiliki karakter yang lunak, berkilau, daya
hantar panas dan listrik yang tinggi, bersifat kimiawi, yaitu sebagai dasar pembentukan
reaksi dengan asam. Palar (2004) menambahkan, bahwa apabila akumulasi logam berat
yang masuk ke dalam tubuh berlebihan maka akan menjadi racun bagi tubuh.

3. Contoh Logam berat

Salah satu penyumbang logam berat sebagai pencemar ekosistem perairan adalah limbah
industry yang secara sengaja maupun tidak sengaja dibuang ke air. Logam-logam berat
dalam badan perairan umumnya ada dalam wujud ion-ion, baik tunggal atau berpasangan.
Beberapa logam yang menjadi pencemar air beserta bahayanya antara lain adalah :

a. Merkuri (Hg)

b. Kadmium (Cd)

c. Tembaga (Cu)

d. Nikel (Ni)

4. Metode penelitian

Pengambilan sampel air sungai diambil di 3 titik pengambilan, yaitu hilir, tengah dan
hulu serta mempertimbangkan kedekatan dengan sumber cemaran. Kemudian sungai
tersebut dibawa ke laboratorium untuk dianalisis kadar logam beratnya.
Titik pengambilan contoh dapat dilakukan di sungai dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Sungai dengan debit kurang dari 5 m3/detik, contoh diambil pada satu titik di tengah
sungai pada 0,5 x kedalaman dari permukaan air.
2. sungai dengan debit antara 5-150 m3/detik, contoh diambil pada dua titik masing-
masing pada jarak 1/3 dan 2/3 lebar sungai pada 0,5 x kedalaman dari permukaan air.
3. sungai dengan debit lebih dari 150 m3/detik contoh diambil minimun pada eman titik
masing-masing pada jarak ¼, ½ dan ¾ lebar sungai pada 0,2 x dan 0,8 x kedalaman
dari permukaan air.
Logam berat (Pb, Cd, Cu, Zn, dan Hg) dalam contoh sedimen diukur dengan
spektofotometer serapan atom (AAS) jenis Spektra A-20 dengan varian plus menggunakan
nyala campuran Udara-Asetilen. Komtrol mutu dilaboratorium dengan menggunakan
cerfiedreferencematerial (CRM) yang diperlakukan sama dengan sampel lapangan dalam
proses analisis logam berat.

5. Penanggulangan air sungai yang mengandung logam berat


Pencemaran logam berat dapat diatasi dengan proses penangkapan logam berat pada
daerah pembuangan pertama, untuk mencegah masuknya logam berat tersebut ke badan
perairan didaerah hulu sungai. Penangkapan limbah dilakukan melalui proses biosorpsi
dengan memanfaatkan media biomasa yang mudah diperoleh seperti jerami, alang-alang,
eceng gondok, sekam padi dan bagas.
Metode yang digunakan adalah absorpsi kation logam berat oleh dinding sel media
bio yang bermuatan negatif dari gugus karboksil, hidroksil, sulfidril, amina dan fosfat.
Gugus fungsi yang tidak bermuatan seperti atom N dalam peptida berfungsi sebagai ligan
yang akan membentuk senyawi koordinasi dengan kation logam. Ikatan koordinasi antara
dinding sel dan logam melibatkan ligan dan sisi aktif yang berbeda untuk setiap spesies,
antara lain gugus karboksil dan fosforil yang membentuk ikatan primer dengan logam.
Ikatan sekunder yng lemah terbentuk antara gugus hidroksil dan amil. Untuk itu dilakukan
percobaan menggunakan media bio yang mudah diperoleh seperti jerami, eceng gondok,
alang-alang, sekam padi dan bagas.
Salah satu untuk mengatasi pencemaran logam diperairan adalah dengan
bioakumulasi yaitu proses yang memanfaatkan mikroba sebagai biadsorben untuk
mengakumulasi berbagai logam.
Adapun dengan cara yang lain untuk menanggulangi air yang terkena pencemaran seperti :
A. Penyaringan dan perebusan : Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan
direbus hingga mendidih setidaknya 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova,
kista, dan mensterilkan air. Proses penyaringan ini juga menghilangkan karbondioksida dan
pengendapan kalsium karbonat.

B. Disinfeksi kimia : Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat
seperti genangan air , tangki, atau sumur.

C. Bubuk pemutih : Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih
diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat
tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan lagi.

D. Tablet klorin : Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa
ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dalam skala kecil.

E. Filter : Ada beberapa jenis filter, yaitu filter keramik dan UV filter. Bagian utama
dari filter keramik adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusional.
Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam
akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam
minuman, tetapi tidak efektif dengan firus yang bisa lolos saringan.