Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dikehidupan kita tak terlepas dengan alat ukur. Ketika seorang
chef membuat kue, chef tersebut pasti menggunakan gelas ukur untuk
menakar banyaknya air,tepung dan gula. Begitu juga dengan seorang
penjahit maupun seorang peneliti. Alat ukur sangat diperlukan, karena alat
ukur digunakan untuk mengetahui harga suatu besaran atau suatu variable,
sehingga penggunaannya harus dipahami agar alat ukur dapat digunakan
dengan cermat dan sesuai dengan pemakaian yang telah direncanakan.
(Koes Sulistiadji dan Joko Pitoyo:2009)
Alat ukur banyak sekali macam-nya, contoh: (1) Dimensi Panjang:
Meteran, Mistar, Roll meter, Caliper, dll; (2) Dimensi Massa: Neraca dan
Timbangan; (3) Dimensi Suhu: Termometer; (4) Dimensi Waktu:
Stopwatch, Jam tangan; (5) Dimensi Listrik: Voltmeter, Ohm-meter,
Amperemeter; dan sebagainya.

Voltmeter adalah alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik


dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap
letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga
buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang
dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar
berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode.
Umumnya tabung tersebut berukuran 15 cm x 10 cm (tinggi x diameter).
(Wikipedia).

Voltmeter sering digunakan di Laboratorium Sekolah untuk praktikum,


terutama praktikum fisika. Untuk jenjang SMP dan SMA alat ini jarang
digunakan, Oleh karena itu, pengenalan mengenai Voltmeter, prinsip
kerja, cara menggunakan, dan cara menyimpan perlu diketahui agar
pengukuran voltmeter akurat.

1
1.2 Tujuan Penulisan
1.2.1 Untuk mengetahui alat ukur Voltmeter

1.3 Rumusan Masalah


1.3.1 Apakah alat ukur Voltmeter dan apa saja jenis-nya ?
1.3.2 Bagaimana Prinsip Kerja Voltmeter ?
1.3.3 Apa saja jenis, bagian-bagian dan fungsi Voltmeter ?
1.3.4 Bagaimana cara menggunakan Voltmeter Analog dan Digital?
1.3.5 Bagaimana cara menyimpan Voltmeter dengan baik ?

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Voltmeter
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran
tegangan atau beda potensial listrik antara dua titik pada suatu rangkaian
listrik yang dialiri arus listrik. Pada alat ukur voltmeter ini biasanya ditemukan
tulisan voltmeter (V), milivoltmeter (mV), mikrovoltmeter, dan kilovolt (kV).
Terdapat 2 jenis Voltmeter, yaitu : Voltmeter Analog dan Voltmeter
Digital. Berikut adalah gambar Voltmeter Analog dan Voltmeter Digital.

Gambar 2.1 Voltmeter Analog & Voltmeter Digital

Kedua jenis Voltmeter ini mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk
mengukur besar-nya tegangan listrik yang mengalir pada suatu rangkaian,
yang membedakan adalah tampilannya. Jika dilihat pada gambar diatas, dapat
dilihat bahwa Voltmeter Analog menggunakan jarum penunjuk sedangkan
Voltmeter Digital menggunakan LCD.

2.2 Prinsip Kerja Voltmeter


a. Prinsip Kerja Voltmeter Analog
Prinsip kerja voltmeter hampir sama dengan ampermeter karena desainnya
juga terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier.
Galvanometer menggunakan prinsip hukum lorenzt dimana interaksi antara

3
medan magnet dan kuat arus akan menimbulkan gaya magnetic. Gaya
magnetik inilah yang menggerakkan jarum penunjuk sehingga menyimpang
pada saat dilewati oleh arus yang melewati kumparan. Makin besar kuat arus
makin besar pula penyimpangannya. Ini adalah pengunaan yang seharusnya
sebuah sakelar banyak kutub dan beberapa resistor pengali, setiap satu ukuran
untuk jangkah tersendiri:

Sakelar lima posisi hanya membuat sambungan dengan sebuah resistor


pada setiap saat . Pada posisi bawah (penuh kekanan) , ini membuat sambungan
tanpa resistor seluruhnya, memenuhi sebuah keadaan mati "off" . setiap ukuran
resistornya merupakan jangkah ukur penuh mandiri untuk sebuah voltmeter,
semua berdasar pergerakan meter mandiri (1 mA, 500 Ω). Sebuah hasil akhir
adalah volt meter dengan empat jangkah skala penuh pengukuran yang berbeda .
tentu, untuk pantasnya, skala meter pergerakan harus dilengkapi penandaan untuk
Di dalam voltmeter terdapat kumparan dan pegas. Alat ukur kumparan putar ialah
alat pengukur yang berkerja atas dasar prinsip dari adanya suatu kumparan listrik,
yang ditempatkan pada medan magnet, yang berasal dari suatu magnet permanen.
Arus yang di alirkan melalui kumparan akan menyebabkan kumparan tersebut
berputar. Alat ukur kumparan putar adalah alat ukur penting yang dipakai untuk
bermacam arus.

 Bagian Alat Ukur Kumparan Dalam


Didalam elektronika ada jenis piranti yang sering dipakai yaitu piranti
kumparan

4
putar. Piranti ini terdiri dari komponen-komponen utama. Adapun komponen
utamanya sebagai berikut:
1. Besi permanent berbentuk tapal kuda
2. Sepatu kutub
3. Silinder dengan besi lunak
4. Kumparan yang terbuat dari kawat tembaga lembut yang terlilit pada kerangka
aluminium tipis
5. pegas spiral
6. jarum penunjuk
7. Rangka kumparan putar

5
 Prinsip Kerja
Pada gambar diperlihatkan adanya magnet yang permanent, yang
mempunyai kutub kutub,
dan di antara kutub-kutub tersebut di tempatkan suatu silinder inti besi tersebut di
atas ini, di celah udara antara kedua kutub magnet, dan silinder inti besi akan
terbentuk medan magnet yang rata, yang masuk melalui celah kutub udara ini di
tempatkan kumparan putar, yang dapat berputar melalui sumbu. Bila arus searah
yang tidak ketahui di ketahui besarnya mengalir melalui kumparan. tersebut, suatu
gaya elektro magnetis f yang mempunyai arah tertentu akan di kenakan pada
kumparan kumparan putar, sebagai hasil interaksi atara arus dan medan magnet.
Arah dari gaya f dapat di tentukan menurut ketentuan tangan dari Fleming. Besar
dari gaya ini akandapat di turunkan dengan mudah. Nyatakan besar medan magnet
dalam celah udara sebagai B, panjang kumparan sebagai a, dan lebar kumparan
sebagai b, momen putar Tp dapat dinyatakan sebagai:
Tp = bnabI

Bila n di nyatakan banyaknya lilitan dari kumparan putar. Pada setiap ujung dari
pada sumbu, di tempatkan pegas yang salah satu ujungnya melekat padanya,
sedangkan ujung yang lain pada dasar yang tetap. Setiap pegas akan memberikan
gaya reaksinya yang berbanding lurus dengan besar sudut rotasi dari sumbu, dan
berusaha untuk menahan perputaran. Jadi dengan kata lain pegas memberikan
pada sumbu moment Tc yang berlawanan arahnya dengan arah Tp. Bila
konstanta pegas dinyatakan sebagai τ, maka besar Tc dapat dinyataka sebagai :
Tc = τθ
Bila sumbu dan kumparan kumpar, berputar melalui sudut akhir sebesar θo, maka
dalam keadaan seimbang ini Tp = Tc, sehingga terdapat persamaan sebagai
berikut:
τθo = Bnab I
dan dari sini

θo = I

6
Dengan demikian sudut akhir θo dari putaran sumbu yang menjadi tempat
melekat penunjuk, di tentukan oleh persamaan di atas. Kebesaran-kebesaran
(Bnab/ τ) di sebut sebagai konstanta alat ukur.
Pada umumnya, momen seperti Tp, disebut momen penggerak, dan alat yang
menyebabkan di kenal sebagai alat penggerak. Sedangkan momen Tc di sebut
momen pengontrol.

Dengan berpegang kepada pengertian-pengertian ini, maka harga sudut rotasi


akhir dari penunjuk, pada alat pengukur kumparan putar, di tentukan oleh
hubungan antara momen penggerak dan momen pengontrol, dan dinyatakan
dalam persamaan di atas.
b. Prinsip Kerja Voltmeter Digital
Diagram rangkaian voltmeter digital diperlihatkan pada gambar terlampir.
Dalam rangkaian ini yang harus diperhatikan adalah comparator, gerbang
AND, Pencacah, Pendekode, Seven segment display, dan pengubah digital
ke analog.
Anggaplah tegangan 2 volt dimasukkan ke masukan analog dari
voltmeter( dalam hal ini catu daya DC 2 volt ), pencacah direset menjadi
0000. Comparator memeriksa masukan dari input dan dari umpan balik
hasilnya adalah masukan input lebih besar yaitu = 2 volt dan umpan balik
= 0. Keluaran comparator adalah logika 1. Logika 1 tersebut mengaktifkan

gerbang AND. Pulsa dari detak melewati gerbang AND. Pulsa tersebut
menyebabkan pencacah melanjutkan satu cacahan. Sekarang cacahan
menjadi 0001.0001 ini terpasang pada decoder dan baris b serta c dari
seven segment display berlogika tinggi sehingga memberikan pembacaan
decimal 1. 0001 juga terpasang pada pengubah digital ke analog. Sekitar
3.2 volt dari pencacah terpasang pada masukan Op-Amp melalui resistor
150 kohm. Penguatan tegangan Op-Amp tersebut adalah :
A = Rf/Rin = 47000/150000 = 0.31
Penguatan menjadi 0.31, penguatan tegangan kali tegangan masukan sama
dengan tegangan keluaran :

7
Vout = A x Vin = 0.31 x 3.2 = 1 volt
Tegangan keluaran pengubah digital ke analog adalah -1 volt, 1 volt ini
dimasukkan kembali ke pembanding.
Selanjutnya dengan 2 volt masih terpasang pada masukan, comparator
memeriksa masukan input dengan umpan balik dimana dalam hal ini
masukan input masih lebih besar yaitu 2 volt dibandingkan umpan balik
yaitu 1 volt. Comparator kembali memberikan logika 1 pada gerbang
AND sehingga gerbang AND aktif dan melewatkan pulsa detak kedua
masuk ke pencacah sehingga pencacah melanjutkan cacahannya menjadi
0010. 0010 tersebut didekode dan terbaca pada seven segment display
sebagai decimal 2. 0010 tersebut juga dimasukkan ke pengubah digital ke
analog. Pengubah digital ke analog mengeluarkan sekitar 2 volt yang
diumpan balikkan ke comparator kemudian dibandingkan dengan masukan
input. Karena masukan input sudah sama dengan umpan balik nya maka
comparator mengeluarkan logika 0 yang menutup gerbang AND sehingga
tidak ada pulsa detak yang lewat ke pencacah dengan demikian cacahan
tidak berlanjut dan tetap mengeluarkan output 0010 yang dibaca sebagai
decimal 2 pada seven segment displa

2.3 Bagian-bagian Voltmeter


a. Voltmeter Analog

Dari gambar multimeter dapat dijelaskan bagian-bagian dan fungsinya :

8
1. Sekrup pengatur kedudukan jarum penunjuk (Zero Adjust Screw),berfungsi
untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar sekrupnya
ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.

2. Tombol pengatur jarum penunjuk pada kedudukan zero (Zero Ohm Adjust
Knob),
berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya : saklar
pemilih diputar pada posisi (Ohm), test lead + (merah dihubungkan ke test
lead – (hitam), kemudian tombol pengatur kedudukan 0 diputar ke kiri atau ke
kanan sehingga menunjuk pada kedudukan 0 .
3. Saklar pemilih (Range Selector Switch),
berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Multimeter
biasanya terdiri dari empat posisi pengukuran, yaitu :
i Posisi (Ohm) berarti multimeter
berfungsi sebagai ohmmeter, yang terdiri dari tiga batas ukur : x 1; x 10;
dan K
ii Posisi ACV (Volt AC) berarti multimeter
berfungsi sebagai voltmeter AC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50;
250; 500; dan 1000.
iii Posisi DCV (Volt DC) berarti multimeter
berfungsi sebagai voltmeter DC yang terdiri dari lima batas ukur : 10; 50;
250; 500; dan 1000.
iv Posisi DCmA (miliampere DC) berarti multimeter
v berfungsi sebagai mili amperemeter DC yang terdiri dari tiga batas ukur
0,25; 25; dan 500.
Tetapi ke empat batas ukur di atas untuk tipe multimeter yang satu dengan yang
lain batas ukurannya belum tentu sama.

4. Lubang kutub + (V A Terminal),


berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub + yang berwarna merah.
5. Lubang kutub – (Common Terminal),
Berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub – yang berwarna hitam.
6. Saklar pemilih polaritas (Polarity Selector Switch),
berfungsi untuk memilih polaritas DC atau AC.
7. Kotak meter (Meter Cover),
berfungsi sebagai tempat komponen-komponen multimeter.
8. Jarum penunjuk meter (Knife –edge Pointer),
Berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.
9. Skala (Scale),
berfungsi sebagai skala pembacaan meter.

b. Voltmeter Digital

9
Bagian-bagian voltmeter Digital sama dengan bagian Voltmeter Analog.
Beda-nya hanya di Voltmeter Digital tidak ada jarum penunjuk karena
diganti dengan layar digital.
2.4 Cara menggunakan Voltmeter
1. Menyetel alat

Setel alat Anda untuk mengukur tegangan listrik. Sebagian besar alat
pengukur tegangan listrik sebenarnya adalah multimeter yang bisa mengukur
beberapa aspek dari rangkaian listrik. Jika alat Anda memiliki kenop dengan
beberapa pengaturan, setel kenop tersebut seperti di bawah ini:

10
 Untuk mengukur tegangan listrik pada sirkuit listrik AC, setel kenop ke
V~, ACV, atau VAC. Sebagian besar rangkaian listrik perumahan adalah
listrik arus bolak-baik (AC).
 Untuk mengukur tegangan listrik pada sirkuit listrik DC, pilih V–, V---,
DCV, atau VDC. Baterai dan eletronik portabel biasanya adalah listrik
arus searah (DC).

2. Pilih rentang listrik yang lebih besar dari tegangan listrik yang Anda
ukur.

Sebagian besar voltmeter memiliki beberapa pilihan untuk tegangan listrik,


sehingga Anda dapat mengubah kepekaan voltmeter untuk mendapatkan
pengukuran yang tepat dan menghindari rusaknya alat. Jika voltmeter digital Anda
tidak memiliki rangkaian pilihan maka dengan fitur "autoranging", voltmeter
digital tersebut dapat mendeteksi besar jarak tegangan listrik dengan benar secara
otomatis. Ikuti pedoman di bawah ini:

 Pilih rentang listrik yang lebih tinggi dari tegangan listrik maksimum yang
Anda ukur. Jika Anda tidak tahu tegangan listrik maksimumnya, pilih
rentang listrik tertinggi untuk mencegah rusaknya alat.
 Pada baterai biasanya tertulis besar tegangan listriknya, yaitu sekitar 9V
atau lebih kecil.
 Baterai mobil memiliki sekitar 12.6V ketika terisi penuh dan dengan
mesin yang tidak dijalankan]
 Sebagian besar negara di dunia memiliki stop kontak bertegangan listrik
240V dan 120V di Amerika dan beberapa negara

11
 mV berasal dari kata milivolt (1/1000 V), kadang-kadang digunakan untuk
menunjukkan pengaturan terendah

3 . Memasukan Kabel Penyidik

Voltmeter Anda akan dilengkapi dengan satu kabel penyidik berwarna hitam dan
merah. Setiap kabel penyidik memiliki logam pada ujungnya dan logam jack di
ujung lainnya yang akan dimasukkan ke dalam lubang jack pada voltmeter Anda.
Masukkan kabel tersebut ke dalam lubang jack dengan mengikuti pedoman di
bawah.

 Jack berwarna hitam harus selalu dimasukkan ke dalam lubang yang


berlabel "COM."
 Ketika mengukur tegangan listrik, masukkan jack berwarna merah ke
dalam lubang berlabel V (di antara simbol lainnya). Jika tidak terdapat
simbol V, pilih lubang dengan angka terkecil atau yang bersimbol mA.

4 . Mengukur Tegangan Listrik


Pegang kedua ujung kabel secara hati-hati. Jangan memegang logam ujung
kabel penyidik ketika sedang menghubungkannya dengan rangkaian listrik. Jika
karet isolator pada ujung kabel terlihat rusak atau sobek, pakai sarung tangan
isolator atau belilah kabel penyidik yang baru.

 Kedua logam ujung kabel penyidik tidak boleh bersentuhan satu sama lain
ketika sedang terhubung dengan rangkaian listrik atau akan menyebabkan
percikan listrik yang besar.

12
Sentuhkan kabel penyidik berwarna merah ke titik yang berbeda pada
rangkaian listrik. Dengan ini, rangkaian listrik paralel akan terbuat dan
menyebabkan voltmeter dapat menunjukkan besar tegangan listrik.

 Pada baterai, sentuhkan kabel penyidik berwarna hitam ke terminal


positifnya (katoda).
 Pada stop kontak, sentuhkan kabel penyidik berwarna merah ke dalam
lubang "fasa" atau lubang yang berada di bagian kanan

Naikkan rentang pengukuran jika mendapat hasil pengukuran yang


kelebihan. Segera naikkan rentang pengukuran ke pengaturan yang lebih tinggi
jika Anda mendapatkan hasil seperti di bawah ini sebelum alat Anda rusak:

 Alat digital Anda menunjukkan "OL", "overload", atau "1". Sebagai


catatan, "1V" adalah hasil pengukuran yang betul, sehingga Anda tidak
perlu khawatir bahwa voltmeter Anda rusak.

13
 Jarum analog Anda menunjukkan sisi yang berlawanan dengan skala
Anda.

A. MEMBACA SKALA VOLTMETER ANALOG


1 . Cari skala tegangan listrik pada papan skala. Pilih satu yang cocok dengan
pengaturan yang telah Anda pilih pada kenop voltmeter Anda. Jika tidak terdapat
pilihan yang cocok, bacalah dari skala yang mudah untuk dikalikan.

 Sebagai contoh, jika voltmeter Anda disetel ke DC 10V, cari skala DC


dengan skala maksimum 10. Jika tidak tersedia, cari skala DC dengan
skala maksimum 50.

14
2 . Taksir posisi jarum berdasarkan angka yang paling dekat. Skala ini adalah
skala linear seperti penggaris.

 Jarum yang menunjuk ke bagian tengah antara 30 dan 40 dibaca sebagai


35V.

15
Bagikan hasil yang Anda dapat jika Anda menggunakan skala yang berbeda.
Lewati langkah ini jika Anda membaca dari skala yang persis sama dengan
pengaturan voltmeter Anda. Jika tidak, perbaiki hasil jawaban Anda dengan
membagi nilai maksimum pada skala yang Anda gunakan dengan angka pada
pilihan kenop Anda. Bagi angka yang ditunjuk oleh jarum dengan hasil
pembagian sebelumnya untuk mendapatkan besar tegangan listrik yang
sebenarnya.

 Sebagai contoh, jika voltmeter Anda disetel pada 10V, tetapi Anda
membacanya dalam skala 50V, hitunglah dengan 50 ÷ 10 = 5. Jika jarum
menunjukkan angka 35V, jawaban Anda adalah 35 ÷ 5 = 7V.

B. MEMBACA VOLTMETER DIGITAL

16
Membaca voltmeter analog lebih mudah dibandingkan dengan membaca
voltmeter analog karena, kita hanya membaca nilai yang tercetak di layar
mutimeter digital.

2.5 Cara menyimpan Voltmeter dengan baik

1. Alat ukur analog hanya dapat dipakai untuk mengukur arus listrik DC
dengan kemampuan maksimal 500 mA. Multimeter digital mempunyai
fasilitas untuk mengukur DC dari mA sampai 10 ampere, serta dapat juga
untuk mengukur arus AC-nya.
2. Penggunaan pada skala DC V berarti mengukur tegangan DC. Penjolok
harus benar posisi warnanya. Warna merah untuk positif dan warna hitam
untuk negatif, jangan terbalik karena bisa merusak alat ukurnya.
3. Untuk mengukur AC V, penjolok boleh terbalik namun sakelar pemilih
harus ada pada posisi yang benar. Apabila untuk mengukur tegangan jala-
jala PLN yang mempunyai tegangan 220 volt maka sakelar pemilih harus
lebih besar dari 220 volt, yaitu 250 volt sehingga multimeter aman dari
kerusakan.
4. Pada saat pengukuran, multimeter harus ada tepat di depan mata agar hasil
pengukuran tepat dan benar.
5. Simpan multimeter di tengah meja praktik supaya tidak mudah jatuh
apabila tersenggol.
6. Pada saat pengukuran multimeter jangan berada di atas tangan dan alat lain
agar tidak terpengaruh oleh alat lain itu, serta tidak membahayakan si
pemakai.
7. Perhatikan jangan mengukur dalam keadaan goyang atau ada getaran dan
goncangan. Jangan mengukur resistor atau kondensator pada rangkaian
yang dialiri arus. Jangan menyimpan penjolok pada rangkaian yang sedang
diukur apabila aliran listrik pada rangkaian akan dilepas karena dapat
merusak alat akibat tegangan induktif.
8. Jika baterai multimeter sudah habis cepat keluarkan dan diganti dengan
yang baru agar cairan elektrolit baterai tidak merusak komponen
multimeter.

17
9. Setelah dipakai simpanlah di tempat yang baik agar tidak mudah jatuh,
kena benturan atau tertindih benda berat. Simpanlah di tempat sejuk,
artinya tidak di tempat yang lembap dan tidak di tempat panas.

18
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tegangan
listrik pada suatu rangkaian. Ada dua jenis voltmeter,yaitu voltmeter analog dan
Voltmeter digital. Prinsip kerja voltmeter mirip dengan Amperemeter, yaitu
menggunakan prinsip gaya Lorentz. Agar pengukuran voltmeter akurat,maka kita
harus merawat voltmeter dengan baik dan benar.
3.2 Saran
3.2.1 Tingkat pengetahuan pelajar terhadap alat ukur voltmeter sangat
kurang, sebaiknya guru/dosen lebih menjelaskan terkait prinsip kerja
voltmeter
3.2.2 Tingkat kepedulian pelajar untuk merawat voltmeter rendah,
sebaiknya ketika menerangkan alat ukur voltmeter siswa diterangkan pula
mengenai cara merawatnya.

DAFTAR PUSTAKA
https://meandmyheart.files.wordpress.com/2010/04/pertemuan-4-pengukuran-
besaran-listrik.pdf UNDUH : 27 Maret 2015
http://ekoramadhan1095.blogspot.co.id/, UNDUH: 9 Mei 2016

https://www.google.co.id/#q=prinsip+kerja+voltmeter+digital, UNDUH: 15 Mei


2016

19