Anda di halaman 1dari 2

Orasi Cinta

Oleh : Muhammad Faiz Zulfan Sholihin

Terinspirasi oleh : Diskusi Sinau Bareng Caknun yang diselenggarakan oleh KMFH ugm pada November
2018 serta pengalaman pribadi.

Indonesia Lupa Apa arti Mencintai

Cinta, Adalah salah satu anugrah terbesar yang diberikan kepada manusia. Karena cinta dua
insan mantab untuk hidup berdampingan hingga akhir hayat. Karena cinta kita bias saling berdampingan
sebagai manusia. Dan tanpa cinta, dunia akan akan runtuh karena manusianya dikuasai kebencian. Indo
nesia adalah bangsa yang terkenal akan cintanya. Cinta kebada bangsanya, hingga para pahlawan rela
meninggalkan apa yang mereka punya untuk kemerdakaan bangsa. Cinta kepada sesame manusia,
hingga masyarakatnya salng mengasihi sesama manusia.

Namun, seperti kata pepatah. Cinta Itu Buta, kadang cinta juga bias membuat kita buta. Saking
cintanya kita akan insan manusia sampai kadang kita lupa bahwa sebagai insan yang kodratnya penuh
dengan ketidaksempurnaan, hingga apapaun yang melekat pada insan itu kita anggap benar secara
keseluruhan. Cinta yang membutakan kita ini kerap kali membuat kita melupakan cinta kita sesama
manusia pada siapa saja yang mengoyak atau mengganggu apa yang kita cintai. Sehingga akhirnya cinta
yang buta ini malah kerap menimbulkan kebencian.

Kita ambil contohnya, Cinta umat islam yang besar terhadap Al-quran, membuat beberapa
orang lupa untuk memafkan ketika ada seorang tokoh yang pastinya tak sempurna terkesan menghina
apa yang mereka cintai. Cinta kita yang terlampau besar akan daerah kita berasal membuat kita lupa
memaafkan dan memahami seorang tokoh lain yang pastinya juga tak sempurna terkesan menghina
tampang suatu daerah. Cinta kita yang teramat sangat kepada islam membuat kita lupa memafkan
oknum ormas yang juga manusia membakar apa yang menjadi simbol kita. Bahkan Cinta saya yang
berlebihan akan tempat saya berada sampai membuat saya lupa akan perasaan orang lain yang mungkin
akan tersakiti ketika saya membuat utas di jejaring social.

Kecintaan yang berlebih inilah yang akhirnya justru menimbulkan keegoisan, keangkuhan, serta
menyebarkan virus-virus kebencian. Yang membuat banyak dari kita termasuk saya sendiri merasa
paling benar dan berlomba mencari keburukan dan kesalahan orang lain, untuk kemudian ditelanjangi
dan dipertontonkan kepada khalayak umum sembari berteriak “Lihat Betapa Bodohnya Dia”. Padahal
belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita “telanjangi” kesalahannya. Padahal, mustinya jika kita
merasa ada yang salah dari sikap, tindakan, pemikiran, atau ucapan insan lain, dengan cinta hendaknya
kita mengasihinya, dan mengingatkan dengan lemah lembut jangan sampai kita menyakiti perasaannya.
Ibarat jika ada Bug dalam suatu sistem perangkat computer bukan komputernya yang kita buang
melainkan bug tersebut yang harus kita benahi. Tak lupa tetap mencari sisi positif dari persoalan apapun
jangan dulu termabuk oleh cinta kita pada kebenaran sampai kita hanya melihat kesalahan orang lain
saja.

Niscaya, jika kita mau mencintai dengan benar, Indonesia ini tidak akan segaduh yang sekarang.
Cintailah semua secara adil. Dan adil bukan berarti sama, cintailah hal hal yang kalian suka dengan
sewajarnya jangan sampai kecintaan kalian tadi malah menimbulkan kebencian terhadap hal lain yang
tidak sejalan dengan apa yang kalian cintai. Dan terakhir Balutlah Cinta kalian dengan perasaan gampang
memaafkan agar taada lagi kebencian yang disebarkan karena dengan memaafkan kebencian yang
menjadi racun dihati kita bias sirna.

Terima kasih.