Anda di halaman 1dari 8

PENANGGULANGAN POLUTAN

1. Polusi Air

 Pengertian Polusi Air


Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lainnya
kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air terganggu ditandai
dengan perubahan bau, rasa dan warna.
 Polutan Air
Air adalah zat yang sangat penting karena sangat diperlukan oleh makhluk hidup
baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Keadaan air yang berpengaruh
terhadap makhluk adalah suhu, kadargaram (salinitas), dan tingkat kesamaan
(pH) air. Kualitas air yang terganggu dapat dilihat atau ditandai dengan adanya
perubahan bau (menyengat), rasa (asam), dan warnanya (hitam pekat).Zat -zat
pencemar (polutan) yang berada di air, antaralain:
a. Logam berat dan senyawa kimia dari limbah pabrik yang dibuan g ke sungai,
kolam, dan perairan lainnya
b. Detergen, kaleng, plastik, sisa-sisa makanan, dansebagainya dari limbah rumah
tangga atau limbah domestik.
c. Pestisida, pupuk buatan, dan sisa sampahpertanian dan kegiatan pertanian.
d. Lumpur-lumpur hasil erosi dan tanah longsor.
e. Zat asam dari hujan asam.
f. Tumpahan minyak.
 Indikator Polusi Air
 Indikator fisik
kekeruhan, bau, warna, dan suhu, dapat menjadi indikator bagi polusi., Air
yang bersih seharusnya jernih (tidak keruh), tidak berbau, tidak berwarna,
dan suhunya relatif sedang. Kekeruhan air berhubungan dengan konsentrasi
partikel padat yang tersusupensi dalam air. Kekeruhan air dapat diukur
secara sederhana menggunakan alat yang disebut cakram Secchi (secchi
disc). Cakram Secchi ditandai dengan warna hitam dan p utih. Cakram masih
dapat dilihat dengan jelas menunjukkan tingkat penetrasi cahaya pada
perairan tersebut. Bau dan warna atau perubahan suhu ekstrirr pada air dapat
menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan tertentu dalam air.
 Indikator kimia
Kandungan senyawa-senyawa kimia dalam air dapat menjad . indikator
terjadinya pencemaran/polusi air. Contohnya :
 Kandungan Nutrisi : Nutrisi yang terlarut di air seperti unsur
nitrogen, fosfor, dan karbon dibutuhkan untuk pertumbuhan
organisme fotosintetik di perairan.
 Kandungan Logam berat : timbal, merkuri, sanida, dan kadmium,
menunjukkan telah terjadi polusi air.
 Oksigen Terlarut (dissolved oxygen/DO) : Pengukuran oksigen
terlarut akan menunjukkan volume oksigen yang terlarut di air.
Masuknya zat polutan, seperti buangan pupuk atau sampah
organik, dapat menurunkan volume oksigen terlarut. Jumlah
oksigen terlarut di air sebaiknya antara 4,0 hingga 12,0 rng/L.
 Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/
BOD) : BOD berhubungan dengan DO, Semakin rendah kadar
oksigen terlarut DO) dalam air, semakin tinggi kadar BOD dalam
air tersebut.pengukuran terhadap BOD secara tidak langsung
menunjukkan kadar DO.
 pH/ tingkat keasaman : pH air yang normal adalah antara 6,5
hingga 9,0. Masuknya polutan yang bersifat asam dapat
menurunkan nilai pH air dengan ekstrim (sangat asam atau sangat
basa).
 Indikator biologi
Jumlah dan susunan organisme dalam air sangat berhubungan dengan tingkat
polusi air. Beberapa fitoplankton, seperti diatom dan dinoflagelata, dan
zooplankton dari kelompok rotifera, rentan terhadap polutan sehingga
keberadaannya di perairan mengindikasikan kondisi air yang cukup bersih.
Sebaliknya keberadaan protozoa parasit dan bakteri koliform dalam air
mengindikasikan telah terjadi polusi air. Tingginya jumlah bakteri koliform
pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar kotoran/
tinja manusia dan hewan. Keberadaan bakteri koliform pada perairan dapat
mengindikasikan adanya mikroorganisme patogen, seperti protozoa parasit,
bakteri patogen, dan virus, yang juga biasa terdapat pada manusia dan hewan.
 Dampak Polusi Air
 Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar
oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan
sampah.
 Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya
mataharisehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan
alga, yang menghasilkan oksigen.
 Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk
jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai
organisme air.
 Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa
fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang
dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).
 Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali
menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga
menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya
proses fotosintesis.
 Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat
proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.
 Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan
pendangkalan.
 Upaya Penanggulangan Polusi Air
 Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau
mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
 Tidak membuang sampah ke sungai.
 Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
 Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya
bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
 Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber -sumber air
bersihlainnya tidak tercemar.
 Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
 Mengurangi beban emisi dari kenderaan bermotor dan industri.
 Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
 Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM
(Environmental Pollution Control Manager)
2. Polusi Tanah

Tanah adalah salah satu komponen penting kehidupan manusia selain air, udara, serta matahari.
Untuk negara agraris seperti Indonesia, keberadaan tanah sangat vital bagi penunjang kehidupan;
sebagai habitat mahkluk hidup dan sumber bahan makanan tumbuh.

Ulah manusia yang tak sayang pada ‘rumahnya’ berujung pada pencemaran tanah. Pencemaran
ini memicu timbulnya polusi tanah, suatu keadaan dimana tanah telah tercemar dan tak lagi
subur bahkan beracun. Ulah manusia bisa berupa pelbagai kecerobohan; bocornya limbah kimia,
penggunaan pestisida, air limbah yang

Penyebab pencemaran tanah

Salah satu penyebab pencemaran tanah adanya keberadaan limbah berbahaya. Limbah ini dibagi
menjadi tiga macam; limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. Untuk lebih
jelasnya akan dijelaskan dalam uraian berikut ini:

1) Limbah domestik

Limbah domestik umumnya berasal dari pemukiman. Ini bisa berupa pemukiman penduduk
(rumah tangga), pasar, hotel, kantor, tempat usaha, lokasi wisata, dan lain sebagainya. Jenis
limbah dalam kategori ini dibedakan menjadi dua macam; limbah padat dan limbah cair.

a. Limbah padat

Limbah ini sangat sulit diuraikan secara alamiah bahkan akan tetap utuh sampai 300 tahun.
Contoh limbah padat seperti plastik, keramik, kaleng, serat, dan sebagainya. Sebuah plastik
dalam tanah bisa terus abadi hingga ratusan tahun. Ini mengakibatkan lapisan tanah miliki
semacam barikade. Tak bisa ditembus air serta akar tanaman. Akibatnya, peresapan air serta
mineral berkurang. Jumlah mikroorganisme di tanah pun semakin menurun. Imbasnya, tanaman
akan sulit tumbuh akibat kurangnya pasokan makanan. Parahnya lagi, tumbuhanbisa mati karena
tak bisa berkembang.

b. Limbah cair

Limbah cair umumnya berupa limbah rumah tangga. Air diterjen, tinja, cat, oli, minyak, dan lain
sebagainya. Limbah-limbah ini sangat membahayakan kandungan air dalam tanah. Imbasnya,
mikroorganisme pengurai limbah bisa mati.
2) Limbah industri

Limbah industri lebih ganas daripada limbah domestik. Limbah ini bisa berupa sisa atau bekas
hasil industri yang tidak dipakai. Misalkan saja sisa pengolahan industri kimia serta logam. Zat-
zat yang terkandung di dalamnya sangat berbahaya. Tak hanya berbahaya bahkan beracun.
Pemukiman yang berada di sekitar industri bisa terkena dampak. Jika limbah tersebut meresap ke
dalam tanah, bisa mencemari air yang dikomsumsi warga dari sumur tradisonal. Pun juga
kelangsungan mikroorganisme terancam.

3) Limbah pertanian

Struktur tanah bisa rusak bila petani terus-menerus gunakan pupuk penyubur (urea). Pun juga
penggunaan pestisida non organik (kimia) secara kontinyu. Akibatnya, hara tanah berkurang. Ini
membuat tanah tak bisa ditanami jenis tumbuhan tertentu. Mikroorganisme di dalam tanah juga
terancam. Kesuburan tanah itu sendiri sejatinya tergantung pada jumlah mikroorganisme dalam
tanah.

Dampak polusi tanah

Dampak pencemaran tanah multidimensional, semua sendi kehidupan bisa ikut merasakan
akibatnya. Ibarat bermain kartu domino, dampak ini menyebar serta merambat. Satu segi terkena
imbasnya, sektor lain juga turut telan imbasnya. Dampak pencemaran tanah secara global miliki
dua resiko; bagi kesehatan dan lingkungan.

1. Kesehatan

Bahaya dampak ini bagi manusia akibat masuknya zat kimia jahat dalam tubuh. Ketika air dalam
tanah tercemar, maka air ini akan membawa racun berbahaya. Tak hanya dari limbah industri,
tercemarnya air bisa pula akibat rusaknya tanah akibat penggunaan pestisida dan herbisida. Zat-
zat yang terkandung dalam tanah yang tercemar seperti timbal, merkuri, siklodiena,organofosfat,
dan masih banyak lagi. Mulanya hanya tanah yang tercemar, merambat ke air, kemudian ke
mahkluk hidup (manusia).

2. Lingkungan

Salah satu dampak yang sangat merugikan yakni perubahan metabolisme tanaman. Perubahan ini
bisa mengakibatkan turunnya hasil panen. Dampak lain yakni ketidakmampuan tanaman dalam
menahan erosi (tanah). Pencemaran tanah juga miliki efek berkepanjangan. Mikroorganisme bisa
terancam yang akibatkan putusnya rantai makanan. Beberapa spesies dalam rantai ini musnah
yang berdampak besar pada predator serta tingkatan lain dalam rantai tersebut.
Tindakan dan penaggulangan

Preventif memang dianjurkan daripada kuratif. Namun jika melihat fakta di lapangan, sudah
terlambat untuk dicegah. Tanah terlanjur rusak. Untuk itu salah satu jalan masuk akal hanya
tindakan penangulangan. Upaya ini setidaknya bisa membuat tanah tak tercemar lebih parah.

1. Limbah domestik

Cara penanggulangan sampah secara sederhana yakni dengan memisahkan sampah organik dan
anorganik. Sampah organik bisa terurai dengan mudah di tanah. Sampah anorganik bisa pula
terurai namun membutuhkan waktu. Sampah organik yang mudah terurai bisa langsung dikubur
dalam tanah. Kubur dalam-dalam makin dalam makin baik. Sampah anorganik bisa didaur ulang.
Apabila dimanfaatkan dengan maksimal, limbah anorganik bahkan bisa jadi sebuah industri.

2. Limbah industri

Cara pengolahan limbah industri beraneka ragam. Jika limbah tersebut memang tak laik pakai,
maka harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau laut. Salah satu cara
mengolahnya dengan bakteri pengolah limbah. Bakteri aerob ini terdapat di udara. Caranya,
dengan meletakkan limbah di bak-bak terbuka sehingga bakteri leluasa lakukan proses oksidasi.
Jenis bakteri ini bernama hydrogenomonasf. Limbah industri sendiri tidak selalu berwujud cair,
bisa pula dalam bentuk lain. Jika bisa diolah untuk jadi barang baru, laik dikonsumsi, atau didaur
ulang, pelaku industri wajib lakukan hal itu.

3. Limbah pertanian

Salah satu sebab utama polusi tanah pada sektor pertanianadalah penggunaan pupuk sintetik
serta pestisida. Dua hal ini bisa dicarikan alternatif lain dengan penggunaan popok kompos dan
pestisida organik. Sedangkan untuk mensterilkan tanah bisa dilakukan dengan dua cara;
remediasi dan biromediasi.

Pencegahan

Upaya pencegahan polusi tanah pada dasarnya bagaimana manusia mengupayakan agar tanah
tidak alami pencemaran. Ini bisa dilakukan dengan pelbagai upaya mengurangi pemicu
pencemaran itu. Diantaranya sebagai berikut:

1. Terkait sampah organik yang bisa dengan mudah terurai, sebaiknya dikubur dalam-dalam.
Apabila dimungkinkan untuk diolah kembali hendaknya tempuh cara ini.
2. Ini juga berlaku untuk sampah anorganik. Jika bisa diolah, lakukan daur ulang. Jika tidak
dimungkinkan, alangkah baiknya dibakar hingga musnah. Untuk sampah yang tak bisa
dihancurkan dengan cara dibakar hendaknya dileburkan. Contoh peleburan bisa dengan
memotongnya kecil-kecil atau digiling. Jika sudah dalam bentuk partikel sangat kecil bisa
dikubur.
3. Limbah industri hendaknya diolah dulu sebelum dibuang. Langkah pengolahan telah
sedikit diuraikan di poin sebelumnya. Selain diolah, limbah industri juga bisa dimurnikan.
4. Limbah pertanian terkait pestisida (kimia) sejatinya tidak begitu berbahaya asal
penggunaannya sesuai dengan aturan. Ini juga berlaku untuk pupuk. Penggunaannya juga
tidak harus berlebihan.
5. Limbah rumah tangga sederhana seperti air bekas cucian hendaknya gunakan diterjen
yang berupa senyawa organik. Sebab, limbah ini sangat mudah diuraikan oleh
mikroorganisme.

Polusi Udara

polusi/pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sumber alami atau
oleh kegiatan manusia

polutan udara dapat dibedakan menjadi polutan primer dan polutan sekunder.

 POLUTAN PRIMER ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara

contohnya karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2).

 POLUTAN SEKUNDER terbentuk dari reaksi polutan primer Diatmosfer


contohnya sulfur trioksida (SO3) dan ozon (O3).
 Polutan di udara
Beberapa kelompok polutan/pencemar utama di udara adalah sebagai berikut:
MATERI PARTIKULAT
Materi partikulat terdiri atas berbagai partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara.
Partikel yang berukuran besar tersuspensi di udara dalam jangka waktu relative pendek
sedangkan partikel berukura kecil tersuspensi dalam jangka waktu relative panjang.
Materi partikulat berupa partikel padat biasanya disebut DEBU sedangkan yang berupa
partikel cair biasanya disebut KABUT. Contoh materi partikulat adalah partikel tanah,
serbuk sari, partikel asbes, timbal, besi, timah, tembaga dan tetesan asam sulfat (H2SO4)
6.
7. Nitrogen oksida
8. Gas nitrogen oksida yang merupakan polutan di udara terutama terdapat dalam bentuk
senyawa nitrit oksida (NO), nitrogen oksida (NO2), dan nitrat oksida (N2O). nitrogen
dioksida merupakan gas yang berwarna cokelat kemerahan dan di atmosfer dapat beraksi
menjadi asam nitrat (HNO3).
9.
10. Sulfur oksida
11. Gas sulfur oksida yang merupakan polutan utama di udara adalah sulfur dioksida
(SO2). Sulfur dioksida adalah gas tidak berwarna dengan bau yang kuat. Sulfur dioksida
dapat bereaksi di atmosfer membentuk sulfur trioksida (SO3). Sulfur trioksida dapat
beraksi dengan air menghasilkan asam sulfat (H2SO4)
12.
13. Karbon oksida
14. Karbon oksida terdiri atas gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Kedua
gas ini tidak berbau, tidak berwarna dan tidak terasa
15.
16. Hidrokarbon
17. Hidrokarbon adalah kelompok berbagai senyawa organic yang hanya mengandung
hydrogen dan karbon. Contoh hidrokarbon adalah metan (CH4) dan benzena (C6H6).
Hidrokarbon di atmosfer dapat mengalami reaksi fotokimia (reaksi yang dikatalis oleh
cahaya matahari) membentuk senyawa-senyawa seperti formaldehid dan
peroksiasetilnitrat (PAN)
18.
19. Ozon
20. Ozon yang terdapat di lapisan stratosfer merupakan senyawa penting yang , melindungi
manusia dan makhluk hidup lain dari bahaya radiasi sinar UV matahari.
21.
22. Suara
23. Suara merambat ke udara, suara yang menganggu dapat di anggap sebagai polutan di
udara. Polusi yang sebabkan suara kita kenal sebagai polusi suara atau kebisingan.
24.
25. POLUSI SUARA ATAU KEBISINGAN DIARTIKAN SEBAGAI SUARA
ATAU BUNYI YANG DAPAT MENGANGGU ATAU MERUSAK
PENDENGARAN MANUSIA DAN HEWAN. Kebisingan dapat dibagi menjadi tiga
macam, yaitu:
26.
27. a. KEBISINGAN IMPULSIVE, yaitu kebisingan yang datangnya tidak terus
menerus, misalnya suara palu ketika orang memaku
28.
29. b. KEBISINGAN KONTINYU, yaitu kebisingan yang datangnya secara terus
menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya suara mesin yang dihidupkan
30.
31. c. KEBISINGAN SEMI KONTINYU, yaitu kebisingan kontinyu yang hanya
sekejap, kemudia hilang tapi ada kemungkinan akan terulang, misalnya suara kereta api
atau pesawat terbang yang lewat.
32.
33. Tingkat kebisingan dapat diukur dengan satuan unit pengukur DESIBEL (DB). Semakin
besar desibelnya, semakin besar juga resiko kerusakan yang ditimbulkan suara
tersebutsehingga waktu kontak dengan suara yang diperbolehkan akan semakin kecil