Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

IMAN KEPADA NABI DAN RASUL ALLAH

Disusun oleh:

Debby Vitara (180500122)

Kartika Wanda Damayanti (180500177)

Trisna Setyawati (180500159)

Luklul masfiyah (180500180)

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ALMA-ATA
2018
1
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT , atas segala


limpahan serta rahmat dan karunia-NYA kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah yang bertemakan “Iman Kepada Nabi dan Rasul”.
Kami menyadari bahwa di dalam penulisan makalah ini berkat bantuan
dan tuntunan Allah SWT dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak , untuk
didalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah
SAI yang memberikan materi kepada kami tentang iman sebelumnya sehingga
kami dapat mengerjakan tugas ini, walaupun pada kenyataanya makalah kami
masih jauh dari kata sempurna baik dari segi materi maupun dalam segi
penulisannya.
Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan
pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyelesaikannya . Kami dengan
tangan terbuka menerima masukan atau saran dan usul guna penyempurnaan
makalah ini .

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman
kepada Rasul-Rasul Allah merupakan rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada
Rasul artinya mempercayai dengan sepenuh hati atas kedatangan Rasul,mulai dari
Rasul yang pertama yaitu Nabi Adam as hingga Rasul terakhir yaitu Nabi
Muhammad SAW.
Ajaran yang dibawa oleh para nabi dan Rasul sejak Nabi Adam as hingga
Nabi Muhammad SAW. Merupakan suatu rangkaian yang memiliki satu tujuan
yaitu mengesankan Allah SWT. Berupa syariat atau hukum tertentu yang
kemudian disampaikan atau di ajarkan kepada umatnya. Oleh karena itu,kita
sebagai seorang muslim,wajib beriman atau mempercayai kepada para Rasul
utusan Allah sehingga dengan hal itu kita akan mengamalkan semua ajaran yang di
bawa oleh Rasul utusan Allah tersebut. Dengan berpegang hidup pada Allah dan
sunah Rasul maka kita akan hidup bahagia di dunia dan juga akhirat.
Namun, di dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita hanya mengetahui
tentang pengertiannya saja itupun hanya terbatas, tanpa mengetahui akan
pemahamnnya lebih dalam dan penerapannya di dalam kehidupan yang kita jalani
atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita patut dan wajib
mempelajari, memahami dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, tentu
akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.

1.2. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa pengertian iman kepada Rasul.
2. Untuk mengetahui cara kita beriman kepada Rasul Allah.
3. Untuk mengetahui jumlah Rasul yang wajib kita ketahui.
4. Untuk mengetahui tugas dari para Rasul Allah.
5. Untuk mengetahui hikmah dari beriman kepada Rasul Allah
6. Untuk mengetahui bagaimanakah cara kita untuk mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Nabi dan Rasul

Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena
mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang
yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa
berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi
secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun
tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang
mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya.
Sebagian ulama menyatakan bahwa definisi ini memiliki kelemahan, karena
tidaklah wahyu disampaikan Allah ke bumi kecuali untuk disampaikan, dan jika
Nabi tidak menyampaikan maka termasuk menyembunyikan wahyu Allah.
Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam,
Syaikh Ibn Abdul Wahhab menggunakan definisi ini dalam Ushulutsalatsah
dan Kasyfu Syubhat, begitu pula Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin.
“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok
orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang
pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada
umatnya. Ulama lain menyatakan bahwa ketika Nabi tidak diperintahkan untuk
menyampaikan wahyu bukan berarti Nabi tidak boleh menyampaikan wahyu.
Wallahu’alam. Perbedaan yang lebih jelas antara Nabi dan Rasul adalah seorang
Rasul mendapatkan syari’at baru sedangkan Nabi diutus untuk mempertahankan
syari’at yang sebelumnya.
Percaya kepada raul-rasul Alloh merupakan pengamalan rukun iman yang
ke empat. Iman kepada para rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa
para rasul adalah orang laki-laki yang telah menerima wahyu dari Alloh untuk
disampaikan kepada umatny agar mereka beriman. Bedanya dengan nabi adalah
kalau nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari alloh untuk dirinya sendiri,
tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain. Sedang rasul adalah orang
yang menerima wahyu dari alloh, selain untuk dirinya sendiri, juga berkewajiban
menyampaikan kepada orang lain, seperti pengertian berikut Rasul adalah seorang
laki-laki , mereka yang diberi wahyu oleh Alloh tentang agama dan mendapat
perintah supaya menyampaikan kepada semua mahluk. Jika tidak diperintahkan
untuk menyampaikan (tabligh), orang itu disebut nabi saja. Rasul merupakan orang
laki-laki pilihan Alloh yang diberi wahyu.
Firman Alloh :

4
َ‫الذ ْك ِر إِن ُكنت ُ ْم الَ ت َ ْعلَ ُمون‬ ِ ُّ‫س ْلنَا قَ ْبلَ َك إِالَّ ِر َجاالً ن‬
ِ ‫وحي إِلَ ْي ِه ْم فَا ْسأَلُواْ أ َ ْه َل‬ َ ‫َو َما أ َ ْر‬
Artinya
Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan
beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah
olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. ( AL-
Anbiya:7)

2.2. Beriman Kepada Nabi dan Rasul

Cinta (mahabbah) Rasulullah SAW, hukumnya wajib atas setiap muslim. Balasan
bagi orang yang mencintai Rasulullah sangat besar. Ia akan bersama beliau di hari
kiamat. Ketika seorang lelaki sowan kepada Rasulullah lalu ditanya oleh
Rasulullah tentang apa yang ia persiapkan nanti di hari kiamat, maka ia menjawab:
“Aku tidak mempersiapkan diri untuk hari kiamat dengan banyaknya shalat, puasa
dan sadaqah, tetapi aku mencintai Allah dan RasulNya.” Rasulullah SAW
bersabda: “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai.”

Kebersamaan seseorang dengan rasulullah SAW di hari kiamat membuat dirinya


mendapatkan derajat sejajar dengan derajat Rasulullah SAW, sesuai dengan
kehendak Allah. Hal ini juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam firmanNya:

‫اء‬
ِ َ‫ش َهد‬ ِّ ِ ‫علَ ْي ِه ْم ِمنَ النه ِب ِيِّينَ َو‬
ُّ ‫الص ِدِّيقِينَ َوال‬ ‫سو َل فَأُولَ ِئ َك َم َع الهذِينَ أ َ ْن َع َم ه‬
َ ُ‫َّللا‬ ُ ‫الر‬ َ ‫َو َم ْن ي ُِطعِ ه‬
‫َّللا َو ه‬
‫سنَ أُولَ ِئ َك َرفِيقًا‬
ُ ‫صا ِل ِحينَ َو َح‬ ‫َوال ه‬

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:
Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang
saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (QS. An-Nisa’: 69)

Ketahuilah saudariku! Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul


(pokok) iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman
kepada Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar. Syaikh Muhammad ibn
Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul,
keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya .

5
Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti
pembatasan bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan
rosul-Nya.
1. Mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul.
Orang yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja
mengingkari seluruh Rasul. Allah ta’ala berfirman yang artinya,
“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’araa
26:105). Walaupun kaum Nuh hanya mendustakan nabi Nuh, akan
tetapi Allah menjadikan mereka kaum yang mendustai seluruh Rasul.
2. Mengimani nama-nama Nabi dan Rasul yang kita ketahui dan
mengimani secara global nama-nama Nabi dan Rasul yang tidak
ketahui.
3. Membenarkan berita-berita yang shahih dari para Nabi dan Rasul.
4. Mengamalkan syari’at Nabi dimana Nabi diutus kepada kita.
5. Dan penutup para nabi adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam yang beliau diutus untuk seluruh umat manusia.
Sehingga ketika telah datang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam, maka wajib bagi ahlu kitab tunduk dan berserah diri pada Islam
Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Maka demi Tuhanmu,
mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim
terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak
merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang
kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-
NisaA’ 4:65)

Pertimbangan lainnya mengapa kita harus mencintai Rasulullah adalah


karena besarnya jasa Rasulullah kepada kita. Rasulullah rela menderita hidup
sederhana dalam keadaan miskin, terusir dari kampung halamannya, mendapat
julukan majnun (gila) dan dimusuhi kaumnya demi memperjuangkan kebenaran
iman yang bisa kita nikmati saat ini.
Jasa Rasulullah terlalu banyak dan terlau besar kepada kita sampai melebihi
jasa orang tua kita sendiri dan melebihi jasa guru kita. Rasulullah rela
mengorbankan segala yang dimilikinya demi tegaknya Islam untuk keselamatan
dan kedamaian diri kita sampai akhirat kelak.
Demi memikirkan umatnya termasuk diri kita maka Rasulullah lebih makan
sehari tidak sehari puasa, lebih memilih menjadi seorang hamba daripada seorang
raja, lebih memilih miskin daripada kaya serta lebih memilih akhirat daripada
dunia dan wanita. Kehidupan beliau adalah kehidupan terbaik yang menjamin
keridhaan Allah karena budi pekertinya yang agung, kedalaman ilmunya,
kebersihan hatinya dan paling ringan beban dunianya. Oleh karena itu kita wajib
mengimanniya.

6
2.3. Jumlah Nabi dan Rasul
Jumlah Nabi tidaklah terbatas hanya 25 orang dan jumlah Rasul juga tidak
terbatas 5 yang kita kenal dengan nama Ulul ‘Azmi. Hal ini berdasarkan hadits dari
Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah
rasul?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.”
(HR. Ahmad dishahihkan Syaikh Albani). Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar
bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi?”, Nabi
shallallahu’alaihiwasallam menjawab,“124.000 dan Rasul itu 315 orang.” Namun
terdapat pendapat lain dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa jumlah Nabi
dan Rasul tidak dapat kita ketahui. Wallahu’alam.
Oleh karena itulah, walaupun dalam Al-Qur’an hanya disebut 25 nabi, maka
kita tetap mengimani secara global adanya Nabi dan Rasul yang tidak dikisahkan
dalam Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah
Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami
ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan
kepadamu.” (QS. Al-Mu’min 40:78). Selain 25 nabi yang telah disebutkan dalam
Al-Qur’an, terdapat 2 nabi yang disebutkan Nabishalallahu’alaihiwasalam, yaitu
Syts dan Yuusya’.
Berkenaan dengan tiga nama yang disebut dalam Al-Qur’an yaitu
Zulkarnain, Tuba’ dan Khidir terdapat khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan
ulama apakah mereka Nabi atau bukan. Akan tetapi, untuk Zulkarnain dan
Tuba’maka yang terbaik adalah mengikuti Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam,
Beliau shalallahu’alaihiwasalam bersabda, “Aku tidak mengetahui Tubba nabi atau
bukan dan aku tidak tahu Zulkarnain nabi atau bukan.” (HR. Hakim dishohihkan
Syaikh Albani dalam Shohih Jami As Soghir). Maka kita katakanwallahu’alam.
Untuk Khidir, maka dari ayat-ayat yang ada dalam surat Al-Kahfi, maka
seandainya ia bukan Nabi, maka tentu ia tidak ma’shum dari berbagai perbuatan
yang dilakukan dan Nabi Musa ‘alaihissalam tidak akan mau mencari ilmu pada
Khidir. Wallahu’alam.

2.4. Tugas Para Rasul ‘alaihissalam


Allah SWT mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun
penerapan syari’at dari tiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para
Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut adalah:
1. Menyampaikan risalah Allah ta’ala dan wahyu-Nya.
2. Dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
3. Memberikan kabar gembira dan memperingatkan manusia dari segala
kejelekan.
4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang
6. Menegakkan hujjah atas manusia.
7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.

7
2.5. Sifat-sifat Rasul Allah SWT
Para Rasul memiliki beberapa sifat utama melebihi manusia umumnya yaitu
:
 Benar ( shiddiq ) yaitu para Rasul selalu benar dalam perkataan dan
perbuatan.
 Terpercaya ( amanah ) yaitu Rasul tidak pernah menghianati amanah
Tuhan yang dipikulnya.
 Menyampaikan ( tabliqh ) yaitu Rasul selalu menyampaikan segala
pengajaran Allah kepada umatnya.
 Cerdik ( fathanah ) yaitu para Rasul memiliki kemampuan berfikir
yang tinggi.

Selain itu ada juga sifat-sifat Rasul seperti :


 Basyariyyaturrasul yaitu para Nabi juga membutuhkan hal-hal yang
bersifat umum seperti manusia biasa yaitu makan, minum, menikah,
berketurunan.
 Ishmaturrasul adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan
salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan
menyampaikan wahyu Allah, sehingga selalu siaga dalam menghadapi
tantangan dan tugas apapun.
 Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan
apapun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai
dengan arahan dan perintah Allah, meskipun untuk menjalankan
perintah Allah itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang
berat baik dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Dalam
hal ini para Rasul tidak pernah sejengkalpun menghindar atau mundur
dari perintah Allah.

2.6. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul


Pertanyaan yang sangat mendasar adalah bagaimana cara menumbuhkan
cinta kepada rasul. Menurut pengalaman biasanya seseorang dicintai karena adanya
kelebihan dan keutamaan dimiliinya baik dari aspek fisik karena kecantikan atau
ketampanannya, aspek ekonomi karena hartanya, aspek penampilan karena
keindahan perhiasannya, aspek bakatnya karena keterampilan yang luar biasa dan
aspek sosial karena kebaikan akhlaq kepada sesama, aspek ruhani karena
keshalihan kepada sang pencipta, aspek rasio karena kepintaraannya dan aspek
emosi karena lembut perasaannya.
Untuk memahami betul keutamaan dan kelebihan atau kebaikan dari
seseorang sehingga kita akan mencintainya hanya dapat dilakukan jika kita telah
mengenal secara baik orang tersebut dari luar dan dalam. Secara alamiah jika
sudah mengenal betul kebaikannya maka akan timbul rasa cinta. Oleh karena itu
cinta tidak akan bisa dipaksakan meskipun cinta bisa juga ditumbuhkan dengan
tipuan sehingga timbul cinta terlarang atau tipuan cinta.
8
Timbulnya cinta terlarang ini atau tertipu oleh cinta ini karena salah
manajemen cinta dalam hidupnya sehingga banyak manusia yang sengsara justru
karena cinta tersebut.
1. Untuk bisa mencintai Rasulullah jalan pertama yang harus ditempuh adalah
banyak mengenal pribadi Rasulullah sampai menemukan keutamaan, kelebihan
dan kebaikan Rasulullah secara lengkap dan utuh. Membaca sejarah nabi atau sirah
nabawi bisa memunculkan kepedulian dan rasa simpati kepada perjuangannya
sehingga timbul rasa kagum dan tumbuh rasa cinta kepadanya. Mungkin saja rasa
cinta umat ini kepada nabi tidak tumbuh karena ketidaktahuan akan kemuliaan nabi
tersebut atau karena tidak mengenal perjuangan nabi.

2. Cara berikutnya untuk menumbuhkan dan menjaga cinta kepada Rasulullah


adalah dengan mempraktekkan gaya hidup Rasulullah (sunah) dalam kehidupan
kita selama 24 jam sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Apabila hal ini bisa
dilakukan maka secara pelan-pelan cinta kepada Rasulullah semakin bertambah
sampai akhirnya timbul keinginan untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan
dalam hidupnya.

3. Langkah berikutnya untuk memantapkan cinta kepada Rasulullah adalah


melanjutkan perjuangan beliau dalam menyampaikan agama kepada seluruh umat
manusia sampai datangnya hari kiamat. Dalam QS al-Jumu’ah [62]: 2 ditegaskan
tugas Nabi Muhammad untuk membacakan ayat-ayat Allah (dakwah), menyucikan
jiwa dengan dzikir dan ibadah dan mengajrkan ilmu dan hikmah.
‫اب َو ْال ِح ْك َم َة‬
َ َ ‫علَ ْي ِه ْم َءا َيا ِت ِه َويُزَ ِ ِّك ْي ِه ْم َويُ َع ِلِّ ُم ُه ُم ْال ِكت‬ ُ ‫ث ِفى اْأل ُ ِ ِّم ِيِّيْنَ َر‬
َ ‫س ْو ًًل ِم ْن ُه ْم َيتْلُ ْوا‬ َ ‫ُه َوالهذِى َب َع‬
‫ضالَ ٍل ُم ِبي ٍْن‬ َ ‫َو ِإ ْن َكانُ ْوا ِم ْن قَ ْب ُل لَ ِفى‬
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara
mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan
mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka
sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS al-Jumu’ah [62]: 2)

4. Menurut Syeikh M. Sa’ad salah satu cara menumbuhkan rasa cinta kepada
Rasulullah adalah dengan membaca shalawat kepada Nabi setelah shubuh dan
setelah ashar masing-masing 100 kali. Rasulullah menyampaikan bahwa orang
yang utama di sisiku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat
kepadaku. “Barangsiapa yang bersholawat untukku di waktu pagi sepuluh kali dan
di waktu sore sepuluh kali, maka ia berhak mendapatkan syafa’atku.” [HR
Thabarani].

5. Upaya terkhir untuk menjadikan cinta sejati kepada Rasulullah adalah dengan
cara berdoa kepada Allah agar diberi hakikat cinta kepada Nabi
Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Dalam bulan rabi’ul awal ini bertepatan
dengan hari lahirnya Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabi’ul Awal bisa menjadi
wasilah untuk mengenang kembali kisah kehidupan Nabi Muhammad sejak lahir
sampai diangkat menjadi rasul dan mendakwahkan agama sampai akhir hayatnya.

9
Peringatan maulid Nabi meskipun bukan merupakan ibadah mahdhoh bisa
dijadikan momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad
asal dimaknai dengan benar bukan sekedar tradisi.

Seseorang yang mengaku mencintai sesuatu, akan mengalahkan kepentingan


dirinya untuk sesuatu yang ia cintai. Jika tidak demikian, tentu ia belum benar-
benar cinta; cintanya hanya sebatas dimulut saja. Pecinta Rasulullah SAW yang
sebenarnya dapat diketahui dengan tanda-tanda berikut ini:

Pertama: Mengikuti dan mengamalkan sunnah Rasul, mengikuti perkataan dan


perbuatan beliau, menjalankan perintah dan menjauhi larangan beliau, dan
bertatakrama dengan tatakrama Rasul dalam setiap keadaan, serta mendahulukan
apa yang beliau syariatkan mengalahkan kepentingan hawa nafsu dan keinginan
pribadinya.
Orang yang mempunyai tanda-tanda seperti ini adalah orang yang sempurna dalam
mencintai Allah dan RasulNya. Dan jika tanda-tanda ini hanya dimiliki sebagian,
berarti kecintaanya masih kurang, walaupun masih dikatakan mencintai Rasul.
Ketika seorang lelaki mendapat hukuman had karena telah mengkonsumsi arak,
sebagian sahabat melaknatnya. Lalu Rasulullah bersabda: “Jangan kau
melaknatnya, karena ia mencintai Allah dan rasulNya.

Kedua: Sering mengingat dan menyebut-nyebut Rasulullah SAW. disertai dengan


pengagungan, menampakkan kekhusyu’an ketika menyebut atau mendengar nama
Rasulullah SAW.

Ketiga: Mencintai orang yang mencintai Rasulullah SAW, termasuk ahlul bait
(keluarga Rasul), dan para sahabat Muhajirin dan Anshar, serta membenci orang
membenci dan menghina mereka. Rasulullah SAW bersabda dalam masalah Hasan
dan Husein:

‫ضنِي‬ َ َ‫ض ُه َما فَقَ ْد أ َ ْبغ‬


َ َ‫َّللاَ َو َم ْن أ ْبغ‬
‫ب ه‬ ‫َم ْن أَ َحبه ُه َما فَقَ ْد أَ َحبهنِي َو ِم ْن أَ َحبه ِني فَقَ ْد أ َ َح ه‬
‫َض ه‬
َ‫َّللا‬ َ ‫ضنِي فَقَ ْد أَ ْبغ‬ َ َ‫َو َم ْن أ َ ْبغ‬
“Barang siapa mencintai keduanya, maka ia benar-benar mencintaiku. Dan
barang siapa mencintaiku, maka benar-benar mencintai Allah. Dan Barang siapa
membenci keduanya, maka ia benar-benar membenciku. Barang siapa
membenciku, maka benar-benar telah membenci Allah SWT” .

Keempat: Mencintai al-Qur’an, menggunakannya sebagai petunjuk, dan berakhlak


dengan al-Quran, serta selalu membacanya.

Kelima: Bersikap lemah lembut dan mempunyai kasih sayang kepada umat
Rasulullah, memberi mereka nasehat dan berusaha dalam memberikan

10
kesejahteraan mereka dan menghilangkan mara bahaya dari mereka, seperti halnya
Rasulullah SAW yang mempunyai kasih sayang kepada orang-orang yang
beriman.
Keenam: Bersikap zuhud di dunia, dan bersahaja dalam hidup. Rasulullah SAW
bersabda kepada Abi Sa’id Al-Khudzri:

‫ع ِمنَ الس ْي ِل ِم ْن أ َ ْعلَى لوادى أ َ ِو ْال ََجبَ ِل إِلَى أ َ ْسفَ ِل ِه‬


ُ ‫إن ْالفَ ْق َر إِلَى َم ْن يُ ِحبُّنِي ِم ْن ُك ْم أ ْس َر‬
‫ه‬

“Sesungguhnya sifat fakir lebih cepat bagi orang yang mencintaiku dari pada air
bah yang mengalir dari atas menuju lembah, atau dari atas gunung”

2.7. Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt


Iman kepada Rasul Allah swt. Mengandung empat unsur yang merupakan
tanda-tanda penghayatan terhadap fungsi iman kepada Rasul-rasul Allah swt,
yaitu:
1. Mengimani bahwa risalah mereka benar-benar dari Allah swt. Barang siapa
yang mengingkari mereka walaupun hanya salah seorang Rasul, maka
dianggap kafir.
2. Firman Allah dalam Qs:Asy-Syura:105.”Kaum Nuh telah mendustakan para
Rasul.”(Qs: Asy-syura:105).
3. Mengimani Rasul yang telah kita kenal maupun yang tidak kenal namanya.
4. Firman Allah dalam Qs:Al-mu-min:78.” Dan sesungguhnya telah Kami utus
beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami
ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami
ceritakan kepadamu.”(Qs: Al-mu-min:78).
5. Membenarkan berita-berita yang bersumber dari wahyu Allah swt.
6. Mengamalkan syariat-syariat mereka yang diutus Allah swt, kepada kita.
7. Firman Allah dalam Qs:An-nissa:65.”Maka demi Tuhan, mereka pada
hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap
perkatra yang meeka perselisihakan, kemudian mereka tidak merasa dalam
hati mereka suatu keberatan terhadapm putusan yang kamu berikan dan
meeka menerima dengan sepenuhnya .”(Qs:An-nisa:65).

11
2.8. Hikmah beriman kepada Rasul Allah SWT.
Hikmah beriman kepada rasul Allah SWT dalam kehidupan, antara lain sebagai
berikut :

1. Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-
benar manusia pilihan Allah
2. Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul
3. Mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada
umatnya
4. Lebih mencintai dan menghormati rasul atas perjuangannya
5. Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup
6. Mendapat rahmat Allah
7. Mengerti tatacara bertauhid, beriman / ber’aqidah dan beribadah yang benar
8. Tuntunan menuju jalan yang benar untuk keselamatdunia akhirat
9. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat sempurna-Nya
10. Dapat membedakan antara yang benar (baik) dan yang salah (buruk )

12
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Beriman kepada Rasul Allah merupakan hal yang wajib dan patut diketahui
oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Pengertian beriman kepada rasul allah
berarti adalah kita harus mengimani atau mempercayai adanya rasul-rasul allah.
Pengertian Rasul adalah Rasul adalah lelaki pilihan dan yang diutus oleh Allah
dengan risalah kepada manusia. Rasul merupakan yang terbaik diantara manusia
lainnya sehingga apa yang dibawa, dikatakan dan dilakukan adalah sesutu yang
terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lain.
Jadi, beriman kepada rasul-rasul allah merupakan hal yang sangat berharga dan
patut dipelajari. Karena, selain memberikan hikmah-hikmah yang sangat
bermanfaat juga memberikan pembelajaran dan teladan bagi kehidupan kita baik di
dunia maupun di akhirat. Kita sebagai manusia harus mempelajari lebih dalam,
memahami lebih luas, dan menerapkannya di dalam kehidupan kita tentang
beriman kepada rasul-rasul allah agar kita dapat menjadi yang lebih baik di setiap
harinya, dan mendapat kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat.

3.2. Saran
Diskusi mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih sederhana
sehingga ada beberapa hal yang disarankan, antara lain
1. Mahasiswa harus mengetahui dan memahami mengenai pengertian iman
kepada Rasul Allah secara dalam.
2. Mahasiswa harus mampu menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari,
dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku beriman kepada Rasul-rasul
allah.
3. Mahasiswa diharapkan mampu mempelajari tentang materi Beriman kepada
Rasul-rasul allah secara intensif dan lebih luas.
4. Diharapkan mahasiswa dapat mengajak orang disekitarnya untuk ikut
menerapkan perilaku beriman kepada rasul.

13
LAMPIRAN

1. http://islamicpwr.blogspot.com/2012/10/iman-kepada-rasul-allah.html
2. https://www.eduspensa.id/pengertian-dan-fungsi-iman-kepada-rasul-allah/#a
3. http://darululum15.blogspot.com/2015/03/iman-kepada-rasul-allah.html
4. http://tugas-mia19.blogspot.com/2015/03/memperdalam-cinta-kepada-
rasulullah.html

14