Anda di halaman 1dari 12

PROFIL INDIKATOR KINERJA

KANTOR KELUARGA BERENCANA KOTA YOGYAKARTA

Sasaran Outcome :
Terwujudnya Pelayanan KB yang berkualitas dan terjangkau

1. Prosentase Cakupan Pasangan Usia Subur yang Istrinya di bawah Usia 20 Tahun (SPM
BKKBN)

Prosentase Cakupan Pasangan Usia Subur yang Istrinya di bawah Usia 20


Indikator Outcome
Tahun
Penanggungjawab Seksi Keluarga Berencana
2012 2013 2014 2015 2016
Target Outcome
Satuan : % 0,35 0,35 0,35 0,35 0,35

Definisi Indikator Jumlah pasangan usia subur penduduk yang minimal berdomisili selama 6
Outcome (enam) bulan, atau pada saat pendataan keluarga secara administrative
telah mengajukan pindah penduduk ke wilayah Kota Yogyakarta, yang
Istrinya di bawah usia 20 (dua puluh) tahun.

Tujuan Sebagai upaya pemberian pelayanan KIE KB dan KS untuk dapat


menurunkan persentase wanita menikah pada usia dibawah 20 tahun, agar
usia Kawin Pertama (UKP) wanita meningkat.

Polaritas Semakin sedikit pasangan usia subur yang istrinya di bawah 20 tahun,
semakin berhasil.

Periode Pengukuran Per Tahun

Dasar Pengukuran Berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 55/HK-010/B5/2010 Tahun


Outcome 2010 bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan secara
bertahap dan ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk mengukur kinerja dilakukan berdasarkan hasil pendataan keluarga di
14 (empatbelas) Kecamatan selama tahun anggaran yang bersangkutan,
dengan mengisi formulir pendataan keluarga, dan dimasukkan dalam
Aplikasi Mutasi Data Keluarga (MDK).

Rumusan pengukuran kinerja :


K = jumlah PUS yang istrinya di bawah usia 20 tahun x 100%
Jumlah penduduk
Apabila nilai K lebih kecil atau sama dengan target yang ditetapkan,
menunjukkan bahwa kinerja Kantor KB pada tahun berjalan sangat
memuaskan, sedangkan bila nilai K lebih besar dari target yang ditetapkan
menunjukkan kinerja kantor KB kurang memuaskan karena target tidak
tercapai.

Baseline Outcome Tahun 2011 prosentase PUS yang istrinya di bawah usia 20 tahun 0,46%.

Sasaran Kinerja Dalam kurun waktu 2012-2016, sasaran kinerja hasil adalah 0,35% pada
Outcome tahun 2012 dan tetap bertahan pada posisi tersebut sampai dengan tahun
2016.

Siapa yang Mengukur Seksi Keluarga Berencana


Outcome

Sumber Data Outcome Laporan hasil pendataan keluarga yang dituangkan dalam Aplikasi MDK
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016
Indikator Output
Catatan
12 12 12 12 12
Bulanan/Triwulan
PIK RM (Pusat
Informasi &
Konseling Remaja
dan Mahasiswa)

Catatan Kelompok 1 1 1 1 1
/ Pengelola

Catatan 1 1 1 1 1
Kelompok/pembin
a/pengelola PIK-
RM

Dokumen RKA 1 1 1 1 1

Definisi Indikator Output Laporan kegiatan PIK RM, Laporan bulanan / triwulanan kegiatan PIK RM,
catatan kelompok/pengelola PIK RM, dan dokumen RKA tahun berjalan
adalah laporan kegiatan PIK RM secara lengkap, baik dari pelaporan
notulensi, daftar hadir, bantuan operasional, maupun kegiatan lain yang
bersifat insidental yang diadakan oleh kantor KB selaku Pembina PIK R.

Dasar Pemikiran Output Laporan bulanan / triwulanan kegiatan PIK RM, catatan kelompok/pengelola
PIK RM, dan dokumen RKA ditetapkan sebagai indikator keluaran karena
merupakan hasil akhir dari kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan PIK
RM.

Penyumbang Kinerja Seksi Keluarga Berencana


Output

Sumber Data Output Laporan Kegiatan PIK R

Cara Pengumpulan Data Dibentuk Tim Pemutakhiran data MDK yang bertugas untuk :
Output dan Outcome - Entry data keluarga
- Melakukan validasi hasil pendataan
Pembuatan laporan:
- Catatan bulanan/triwulan PIK RM;
- Catatan kelompok/pengelola PIK RM
- Laporan Pengukuran Kinerja Kegiatan & PPS

Resiko Pencapaian Resiko yang mungkin terjadi apabila kinerja tidak tercapai adalah kurang
Kinerja validnya data yang tersaji khususnya tentang PUS yang istrinya dibawah 20
tahun, yang berdampak pada kurang terpantaunya program pendewasaan
usia perkawinan.
Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian kinerja antara lain:
1. Pola Asuh Orangtua yang mempunyai anak remaja yang cenderung
permisif dan kurang kontrol, sehingga menyebabkan terjadinya
kehamilan yang tidak dikehendaki;
2. Kemajuan teknologi informasi berdampak negative terhadap
percepatan kematangan remaja.

Kondisi Terkait sesuai 1. Pemutakhiran data yang ada harus diperbarui terus menerus
Kondisi Satuan Kerja berdasarkan hasil pendataan keluarga.
2. Pelatihan bagi Tim Pemutakhiran Data Keluarga untuk peningkatan
kemampuan SDM.

Kebijakan Teknis 1. Kebijakan pengumpulan data pendataan keluarga.


Pengawasan yang harus 2. Kebijakan tindak lanjut evaluasi hasil pendataan keluarga
Ditetapkan oleh 3. Kebijakan optimalisasi anggaran dan sumber daya.
Penanggung Jawab 4. Kebijakan peningkatan kualitas hasil pendataan.
Kinerja

2. Prosentase Cakupan Sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB Aktif (SPM BKKBN).

Indikator Outcome Prosentase Cakupan Sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB
Aktif
2012 2013 2014 2015 2016
Target Outcome
Satuan : % 72.36 72.65 72.93 73.22 73.50
Definisi Indikator Jumlah PUS yang menggunakan metode / alat kontrasepsi yang terdapat
Outcome pada Laporan F/I Aplikasi Siduga.

Tujuan Sebagai upaya pelayanan KIE untuk memenuhi jumlah peserta KB baru,
membina peserta KB aktif menurut metode kontrasepsi dalam rangka
mencapai penurunan angka fertilitas yang telah ditetapkan.

Polaritas Semakin banyak PUS yang menjadi Peserta KB Aktif, semakin berhasil.

Periode Pengukuran Per bulan

Dasar Pengukuran Berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 55/HK-010/B5/2010 Tahun


Outcome 2010 bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan secara
bertahap dan ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk mengukur kinerja dilakukan berdasarkan hasil laporan bulanan
(F/I/KB)
Rumusan pengukuran kinerja :
K = Jumlah PUS yang menjadi peserta KB Aktif x 100%
Jumlah Pasangan Usia Subur
Apabila nilai K lebih besar atau sama dengan target yang ditetapkan,
menunjukkan bahwa kinerja Kantor KB pada tahun berjalan sangat
memuaskan, sedangkan bila nilai K lebih kecil dari target yang ditetapkan
menunjukkan kinerja Kantor KB kurang memuaskan karena target tidak
tercapai.

Baseline Outcome Pada tahun 2011 prosentase peserta KB Aktif 72,07%.

Sasaran Kinerja Dalam kurun waktu 2012-2016, sasaran kinerja hasil adalah 72,36 % pada
Outcome tahun 2012, dan diharapkan meningkat menjadi 73,5% sampai tahun 2016.

Siapa yang Mengukur Seksi Keluarga Berencana


Outcome

Sumber Data Outcome Laporan bulanan (F/I/KB)


Uraian 2012 2013 2014 2015 2016
Indikator Output
Laporan bulanan
Januari sampai 12 12 12 12 12
dengan Desember

Definisi Indikator Output Analisa Bulanan, Laporan F/V/KB Bulanan, F/II/KB

Dasar Pemikiran Output Laporan bulanan F/I ditetapkan sebagai indikator keluaran karena
merupakan hasil akhir dari kegiatan pendataan PUS Peserta KB Aktif yang
dilaksanakan oleh Penyuluh KB (PKB).
Kinerja PKB diukur dari ketepatan waktu pengumpulan data, ketepatan
waktu penyusunan laporan dan validitas hasil pengumpulan data.

Penyumbang Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana


Output

Sumber Data Output Laporan PPKBD/Sub PPKBD

Cara Pengumpulan Data Sub PPKBD bertugas untuk :


Output dan Outcome
- Mengambil data mengenai Peserta KB Aktif di masing-masing RT sesuai
wilayah tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan.
PPKBD bertugas untuk :
- Mengumpulkan data mengenai Peserta KB Aktif di masing-masing
Kelurahan sesuai wilayah tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan dari Sub PPKBD.
PKB bertugas untuk :
- Merekap hasil pendataan dari PPKBD
- Entry hasil pendataan ke Aplikasi Siduga
Resiko Pencapaian Resiko yang mungkin terjadi apabila kinerja tidak tercapai adalah tidak
Kinerja terpantaunya peserta KB Aktif, yang akan berimplikasi pada tidak
terpantaunya hasil pengendalian penduduk.
Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian kinerja antara lain :
1. Terbatasnya kemampuan PPKBD dan Sub PPKBD,
2. Kaderisasi PPKBD dan Sub PPKBD
3. Makin menyusutnya jumlah PKB.
Kondisi Terkait sesuai 1. Data jumlah Peserta KB aktif ada di wilayah Kota Yogyakarta harus
Kondisi Satuan Kerja diperbarui terus menerus berdasarkan data dari PPKBD dan Sub
PPKBD.
2. Pelatihan bagi Petugas Pendata.
Kebijakan Teknis
1. Kebijakan pengumpulan data kinerja kegiatan.
Pengawasan yang harus
2. Kebijakan tindak lanjut evaluasi hasil pengukuran kinerja.
Ditetapkan oleh
3. Kebijakan optimalisasi anggaran dan sumber daya.
Penanggung Jawab
Kinerja 4. Kebijakan peningkatan validitas hasil pendataan.

3. Prosentase Cakupan Pasangan Usia Subur yang Ingin Ber KB Tidak Terpenuhi (SPM
BKKBN).

Prosentase Cakupan Pasangan Usia Subur yang Ingin Ber KB Tidak


Indikator Outcome
Terpenuhi
Target Outcome 2012 2013 2014 2015 2016
Satuan : % 13.29 13.216 13.14 13.07 13

Definisi Indikator Prosentase Pasangan Usia Subur yang Ingin menjarangkan anak lebih dari
Outcome 24 bulan dan/atau yang tidak ingin menambah anak lagi tetapi tidak
menggunakan alat kontrasepsi

Tujuan Dalam upaya memberikan pelayanan KIE bagi unmet need

Polaritas Semakin kecil jumlah unmet need, semakin baik.

Periode Pengukuran Per Bulan

Dasar Pengukuran Berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 55/HK-010/B5/2010 Tahun


Outcome 2010 bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan secara
bertahap dan ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk mengukur kinerja dilakukan dengan melakukan pendataan PUS yang
ingin menjarangkan anak (Ingin Anak Tunda = IAT) atau tidak ingin
menambah anak lagi (TIAL = Tidak Ingin Anak Lagi) tetapi tidak
menggunakan alat kontrasepsi
Rumusan pengukuran kinerja :
K = Jumlah PUS IAT + TIAL x 100%
Jumlah PUS
Apabila nilai K lebih kecil atau sama dengan target yang ditetapkan,
menunjukkan bahwa kinerja Kantor KB pada tahun berjalan sangat
memuaskan, sedangkan bila nilai K lebih besar dari target yang ditetapkan
menunjukkan kinerja Kantor KB kurang memuaskan karena target tidak
tercapai.

Baseline Outcome Pada tahun 2011 PUS yang Ingin ber KB tidak terpenuhi kebutuhannya
13,36%.

Sasaran Kinerja Dalam kurun waktu 2012-2016, sasaran kinerja hasil adalah 13.29% pada
Outcome tahun 2012, dan diharapkan menurun menjadi 13% sampai tahun 2016.

Siapa yang Mengukur Seksi Keluarga Berencana


Outcome

Sumber Data Outcome Laporan F/I


Uraian 2012 2013 2014 2015 2016
Indikator Output Laporan F/I bulanan 12 12 12 12 12

Definisi Indikator Laporan F/I bulanan adalah laporan capaian kegiatan yang dilaksanakan
Output pada tahun berjalan yang telah dientry melalui aplikasi Siduga.

Dasar Pemikiran Laporan F/I bulanan ditetapkan sebagai indikator keluaran karena
Output merupakan hasil akhir dari kegiatan pemantauan yang dilaksanakan oleh tim
yang ditugaskan.

Penyumbang Kinerja Seksi Keluarga Berencana


Output

Sumber Data Output Laporan kegiatan

Cara Pengumpulan Sub PPKBD bertugas untuk :


Data Output dan
- Mengambil data mengenai Peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS) yang
Outcome
tidak ber-KB dan alasannya di masing-masing RT sesuai wilayah
tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan.
PPKBD bertugas untuk :
- Mengumpulkan data mengenai Peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS)
yang tidak ber-KB dan alasannya di masing-masing Kelurahan sesuai
wilayah tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan dari Sub PPKBD.
PKB bertugas untuk :
- Merekap hasil pendataan dari PPKBD
- Entry hasil pendataan ke Aplikasi Siduga
Resiko Pencapaian Resiko yang mungkin terjadi apabila kinerja tidak tercapai adalah tidak
Kinerja terpantaunya Pasangan Usia Subur (PUS) unmeetned, yang akan
berimplikasi pada tidak terpantaunya hasil pengendalian penduduk.
Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian kinerja antara lain :
1. Terbatasnya kemampuan PPKBD dan Sub PPKBD;
2. Kaderisasi PPKBD dan Sub PPKBD;
3. Makin menyusutnya jumlah PKB;
4. Karakteristik dan sosial budaya masyarakat perkotaan yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan lebih memilih menggunakan sistim
kalender atau kontrasepsi berkala.
Kondisi Terkait sesuai
1. Data PUS unmeetned yang ada di wilayah Kota Yogyakarta harus
Kondisi Satuan Kerja
diperbarui terus menerus berdasarkan data dari PPKBD dan Sub
PPKBD.
2. Pelatihan bagi Petugas Pendata.
3. Penelitian/mini survey terkait penyebab tingginya angka unmeetned di
Kota Yogyakarta.
Kebijakan Teknis
1. Kebijakan pengumpulan data kinerja kegiatan.
Pengawasan yang
2. Kebijakan tindak lanjut evaluasi hasil pengukuran kinerja.
harus Ditetapkan oleh
3. Kebijakan optimalisasi anggaran dan sumber daya.
Penanggung Jawab
4. Kebijakan peningkatan validitas hasil pendataan.
Kinerja

4. Prosentase Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) Ber KB (SPM BKKBN).

Prosentase Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) Ber KB


Indikator Outcome

Target Outcome 2012 2013 2014 2015 2016


Satuan : % 82.90

Definisi Indikator Prosentase yang Ingin menjarangkan anak lebih dari 24 bulan dan/atau
Outcome yang tidak ingin menambah anak lagi tetapi tidak menggunakan alat
kontrasepsi

Tujuan Dalam upaya memberikan pelayanan KIE bagi unmet need


Polaritas Semakin kecil jumlah unmet need, semakin baik.

Periode Pengukuran Per Bulan

Dasar Pengukuran Berdasarkan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 55/HK-010/B5/2010 Tahun


Outcome 2010 bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan secara
bertahap dan ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk mengukur kinerja dilakukan dengan melakukan pendataan PUS yang
ingin menjarangkan anak (Ingin Anak Tunda = IAT) atau tidak ingin
menambah anak lagi (TIAL = Tidak Ingin Anak Lagi) tetapi tidak
menggunakan alat kontrasepsi
Rumusan pengukuran kinerja :
K = Jumlah PUS IAT + TIAL x 100%
Jumlah PUS
Apabila nilai K lebih kecil atau sama dengan target yang ditetapkan,
menunjukkan bahwa kinerja Kantor KB pada tahun berjalan sangat
memuaskan, sedangkan bila nilai K lebih besar dari target yang ditetapkan
menunjukkan kinerja Kantor KB kurang memuaskan karena target tidak
tercapai.

Baseline Outcome Pada tahun 2011 PUS yang Ingin ber KB tidak terpenuhi kebutuhannya
13,36%.

Sasaran Kinerja Dalam kurun waktu 2012-2016, sasaran kinerja hasil adalah 13.29% pada
Outcome tahun 2012, dan diharapkan menurun menjadi 13% sampai tahun 2016.

Siapa yang Mengukur Seksi Keluarga Berencana


Outcome

Sumber Data Outcome Laporan F/I


Uraian 2012 2013 2014 2015 2016
Indikator Output
Laporan F/I bulanan 12 12 12 12 12

Definisi Indikator Laporan F/I bulanan adalah laporan capaian kegiatan yang dilaksanakan
Output pada tahun berjalan yang telah dientry melalui aplikasi Siduga.

Dasar Pemikiran Laporan F/I bulanan ditetapkan sebagai indikator keluaran karena
Output merupakan hasil akhir dari kegiatan pemantauan yang dilaksanakan oleh tim
yang ditugaskan.

Penyumbang Kinerja Seksi Keluarga Berencana


Output

Sumber Data Output Laporan kegiatan

Cara Pengumpulan Sub PPKBD bertugas untuk :


Data Output dan
- Mengambil data mengenai Peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS) yang
Outcome
tidak ber-KB dan alasannya di masing-masing RT sesuai wilayah
tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan.
PPKBD bertugas untuk :
- Mengumpulkan data mengenai Peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS)
yang tidak ber-KB dan alasannya di masing-masing Kelurahan sesuai
wilayah tugasnya.
- Merekap hasil pendataan di formulir pendataan dari Sub PPKBD.
PKB bertugas untuk :
- Merekap hasil pendataan dari PPKBD
- Entry hasil pendataan ke Aplikasi Siduga
Resiko Pencapaian Resiko yang mungkin terjadi apabila kinerja tidak tercapai adalah tidak
Kinerja terpantaunya Pasangan Usia Subur (PUS) unmeetned, yang akan
berimplikasi pada tidak terpantaunya hasil pengendalian penduduk.
Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian kinerja antara lain :
5. Terbatasnya kemampuan PPKBD dan Sub PPKBD;
6. Kaderisasi PPKBD dan Sub PPKBD;
7. Makin menyusutnya jumlah PKB;
8. Karakteristik dan sosial budaya masyarakat perkotaan yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan lebih memilih menggunakan sistim
kalender atau kontrasepsi berkala.
Kondisi Terkait sesuai
4. Data PUS unmeetned yang ada di wilayah Kota Yogyakarta harus
Kondisi Satuan Kerja
diperbarui terus menerus berdasarkan data dari PPKBD dan Sub
PPKBD.
5. Pelatihan bagi Petugas Pendata.
6. Penelitian/mini survey terkait penyebab tingginya angka unmeetned di
Kota Yogyakarta.
Kebijakan Teknis
5. Kebijakan pengumpulan data kinerja kegiatan.
Pengawasan yang
6. Kebijakan tindak lanjut evaluasi hasil pengukuran kinerja.
harus Ditetapkan oleh
7. Kebijakan optimalisasi anggaran dan sumber daya.
Penanggung Jawab
8. Kebijakan peningkatan validitas hasil pendataan.
Kinerja

5. Prosentase pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau


perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti (SPM LH).

Indikator Outcome Prosentase pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran


dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti.
2012 2013 2014 2015 2016
Target Outcome
Satuan : % 80 85 90 95 100

Definisi Indikator Jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau
Outcome perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti, dibandingkan dengan
jumlah pengaduan yang diterima instansi lingkungan hidup dalam 1 (satu)
tahun.

Tujuan Dalam rangka menjamin hak dan peran setiap orang, sebagai bentuk
tanggungjawab instansi lingkungan hidup, dan kewajiban untuk segera
menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut.

Polaritas Semakin banyak jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan


pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti,
semakin berhasil.

Periode Pengukuran Per Tahun

Dasar Pengukuran Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun
Outcome 2008 bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib
berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang dilaksanakan secara
bertahap dan ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk mengukur kinerja dilakukan dengan :
- Menerima pengaduan dari masyarakat.
- Melakukan pengelolaan pengaduan dengan menelaah dan
mengklasifikasi pengaduan paling lama dalam jangka waktu 7 (tujuh)
hari sejak diterimanya pengaduan.
- Melakukan verifikasi pengaduan paling lama 30 (tiga puluh) hari, dan
apabila belum selesai verifikasi dapat diperpanjang 30 (tiga puluh) hari.
- Membuat laporan verifikasi dan usulan penanganan paling lama 7
(tujuh) hari sejak selesainya verifikasi.
- Membuat keputusan paling lama 14 (empat belas) hari sejak
diterimanya usulan penanganan.
Rumusan pengukuran kinerja :

Apabila nilai K lebih besar atau sama dengan target yang ditetapkan,
menunjukkan bahwa kinerja BLH pada tahun berjalan sangat memuaskan,
sedangkan bila nilai K lebih kecil dari target yang ditetapkan menunjukkan
kinerja BLH kurang memuaskan karena target tidak tercapai.
Baseline Outcome Pada tahun 2011 jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan
pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti 72%.

Sasaran Kinerja Dalam kurun waktu 2012-2016, sasaran kinerja hasil adalah 80% pada tahun
Outcome 2012, dan diharapkan meningkat menjadi 100% sampai tahun 2016.

Siapa yang Mengukur Bidang Pengawasan dan Pemulihan Lingkungan Hidup


Outcome

Sumber Data Dari masyarakat, LSM, media cetak, elektronik.


Outcome
Uraian 2012 2013 2014 2015 2016
Indikator Output
Laporan hasil tindak
lanjut pengaduan
masyarakat

Definisi Indikator Laporan hasil tindak lanjut pengaduan masyarakat adalah laporan kegiatan
Output yang dilaksanakan pada tahun berjalan.

Dasar Pemikiran Laporan hasil tindak lanjut pengaduan masyarakat ditetapkan sebagai
Output indikator keluaran karena merupakan hasil akhir dari kegiatan yang
dilaksanakan oleh tim yang ditugaskan.

Penyumbang Kinerja Bidang Pengawasan dan Pemulihan Lingkungan Hidup


Output

Sumber Data Output Laporan kegiatan

Cara Pengumpulan Dibentuk Tim Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat yang bertugas untuk :
Data Output dan
- Menerima pengaduan dari masyarakat.
Outcome
- Melakukan pengelolaan pengaduan dengan menelaah dan
mengklasifikasi pengaduan.
- Melakukan verifikasi pengaduan.
- Membuat laporan verifikasi dan usulan penanganan.
- Membuat keputusan.

Resiko Pencapaian Resiko yang mungkin terjadi apabila kinerja tidak tercapai adalah semakin
Kinerja banyaknya kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerusakan lingkungan.
Hal-hal yang menjadi faktor penghambat pencapaian kinerja antara lain :
1. Kurangnya pemahaman masyarakat/dunia usaha dalam upaya
pencegahan pencemaran lingkungan hidup.
2. Kurangnya kepedulian masyarakat akan resiko pencemaran lingkungan.

Kondisi Terkait sesuai 1. Pelatihan bagi Tim Pemantauan Rutin ke Perusahaan untuk
Kondisi Satuan Kerja peningkatakan kemampuan SDM.

Kebijakan Teknis 1. Kebijakan pengumpulan data kinerja kegiatan.


Pengawasan yang 2. Kebijakan tindak lanjut evaluasi hasil pengukuran kinerja.
harus Ditetapkan oleh 3. Kebijakan optimalisasi anggaran dan sumber daya.
Penanggung Jawab 4. Kebijakan peningkatan kualitas hasil kegiatan.
Kinerja

Sasaran Outcome :
Terjaganya kualitas sumber daya alam melalui pengendalian dan pengawasan
pemanfaatan sumber daya alam

1. Prosentase titik pantau air tanah yang memenuhi Baku Mutu air tanah.

Indikator Outcome

Target Outcome
Satuan :

Definisi Indikator
Outcome

Tujuan

Polaritas

Periode Pengukuran

Dasar Pengukuran
Outcome

Baseline Outcome

Sasaran Kinerja
Outcome

Siapa yang Mengukur


Outcome

Sumber Data Outcome

Indikator Output

Definisi Indikator
Output

Dasar Pemikiran
Output

Penyumbang Kinerja
Output

Sumber Data Output

Cara Pengumpulan
Data Output dan
Outcome

Resiko Pencapaian
Kinerja

Kondisi Terkait sesuai


Kondisi Satuan Kerja

Kebijakan Teknis
Pengawasan yang harus
Ditetapkan oleh
Penanggung Jawab
Kinerja

Sasaran Outcome :
Meningkatnya kapasitas sumber daya lingkungan hidup dan kelembagaan masyarakat
serta meningkatnya akses informasi dalam pengawasan dan pengelolaan lingkungan
hidup

1. Prosentase kelembagaan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan lingkungan tingkat RW.

Indikator Outcome

Target Outcome
Satuan :

Definisi Indikator
Outcome

Tujuan

Polaritas

Periode Pengukuran

Dasar Pengukuran
Outcome

Baseline Outcome

Sasaran Kinerja
Outcome

Siapa yang Mengukur


Outcome

Sumber Data Outcome

Indikator Output

Definisi Indikator
Output

Dasar Pemikiran
Output

Penyumbang Kinerja
Output

Sumber Data Output

Cara Pengumpulan
Data Output dan
Outcome

Resiko Pencapaian
Kinerja

Kondisi Terkait sesuai


Kondisi Satuan Kerja

Kebijakan Teknis
Pengawasan yang harus
Ditetapkan oleh
Penanggung Jawab
Kinerja

Sasaran Outcome :
Meningkatnya Ruang Terbuka Hijau melalui pengembangan dan peningkatan taman
kota, jalur hijau dan ruang terbuka kawasan lingkungan perkotaan

1. Tersedianya luasan RTH publik sebesar 20% dari luas wilayah kota/kawasan perkotaan
(SPM PU).

Indikator Outcome

Target Outcome
Satuan :

Definisi Indikator
Outcome
Tujuan

Polaritas

Periode Pengukuran

Dasar Pengukuran
Outcome

Baseline Outcome

Sasaran Kinerja
Outcome

Siapa yang Mengukur


Outcome

Sumber Data Outcome

Indikator Output

Definisi Indikator
Output

Dasar Pemikiran
Output

Penyumbang Kinerja
Output

Sumber Data Output

Cara Pengumpulan
Data Output dan
Outcome

Resiko Pencapaian
Kinerja

Kondisi Terkait sesuai


Kondisi Satuan Kerja

Kebijakan Teknis
Pengawasan yang harus
Ditetapkan oleh
Penanggung Jawab
Kinerja

Sasaran Outcome :
Meningkatkan kualitas layanan kebersihan dan pengelolaan persampahan

1. Tersedianya fasilitas pengurangan sampah di perkotaan (SPM PU).

Indikator Outcome

Target Outcome
Satuan :

Definisi Indikator
Outcome

Tujuan

Polaritas
Periode Pengukuran

Dasar Pengukuran
Outcome

Baseline Outcome

Sasaran Kinerja
Outcome

Siapa yang Mengukur


Outcome

Sumber Data Outcome

Indikator Output

Definisi Indikator
Output

Dasar Pemikiran
Output

Penyumbang Kinerja
Output

Sumber Data Output

Cara Pengumpulan
Data Output dan
Outcome

Resiko Pencapaian
Kinerja

Kondisi Terkait sesuai


Kondisi Satuan Kerja

Kebijakan Teknis
Pengawasan yang harus
Ditetapkan oleh
Penanggung Jawab
Kinerja