Anda di halaman 1dari 26

PROFIL

UPTD PUSKESMAS BATU


JANGKIH
TAHUN 2017

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
TAHUN 2018
-2-

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Esa
dimana telah melimpahkan rahmat-nya sehingga Profil Puskesmas Batu Jangkih
ini dapat diselesaikan sebagai salah satu pedoman pelaksanaan kegiatan baik
secara Administrasi pelaporan keuangan maupun ketika kegiatan dilaksanakan.

Penyusunan Profil Puskesmas Batu Jangkih ini dimaksudkan untuk


memberikan gambar tentang kondisi Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017,
dengan demikian maka diharapkan dapat dilakukan perbaikan-perbaikan
terhadap program-program yang masih belum mencapai target yang diharapkan.

Kami telah berusaha untuk menyajikan yang terbaik, namun tidak ada
karya manusia yang sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan. Oleh
karena itu dengan segala kerendahan hati kami harapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi sebuah karya yang baik.

DITETAPKAN DI : BATU JANGKIH


PADA TANGGAL : 8 JANUARI 2018
KEPALA UPTD PUSKESMAS BATU JANGKIH,

L. MUNAWAR
-3-

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Kementerian
Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan yang bermutu. Namun disadari bahwa pembangunan
kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. Antara lain masih terjadinya
kesenjangan status kesehatan masyarakat antar wilayah, antar status sosial dan
ekonomi, munculnya berbagai masalah kesehatan/ penyakit baru atau penyakit
lama yang muncul kembali.

Dengan melihat keadaan geografis, demografi dan status sosial ekonomi


masyarakat kecamatan Praya Barat Daya serta melihat berupa strategisnya
keberadaan Puskesmas Batu Jangkih dalam melaksanakan program
pembangunan khususnya pembangunan bidang kesehatan dan pemerataan
pelayanan kesehatan untuk masyarakat daerah terpencil, sudah sepantasnya
pemerintah seharusnya dapat memberikan perhatian khusus terhadap
Puskesmas Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya dengan mengalokasikan
sarana dan prasarana kesehatan yang lebih memadai mendistribusikan
kebutuhan ketenagaan kesehatan yang lebih seimbang dengan wilayah kerja,
memberikan inisiatif kepada petugas kesehatan secara proposional, yang pada
akhirnya tidak menimbulkan kesenjangan pelayanan kesehatan di daerah sangat
terpencil dengan daerah-daerah pesisir dan perkotaan sehingga apa yang
menjadi cita-cita Pembangunan Kesehatan Nasional sesuai Undang-Undang RI
NO 23 Tahun 1992 akan dapat tercapai dengan baik.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan manajemen Puskesmas dalam mengelolah
kegiatan-kegiatan dalam upaya peningkatan fungsi Puskesmas sebagai
pusat pembangunan pembinaan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan
di wilayah kerja Puskesmas Batu Jangkih, dan Memberikan gambaran
secara umum tentang letak Geografis, Topografi dan Administratif wilayah
kerja Puskesmas Batu Jangkih.
2. Tujuan Khusus
a. Dapat memberikan data dan informasi analisa secara umum di wilayah
kerja puskesmas Batu Jangkih yang meliputi kondisi geografis,
topografis, dan sosial ekonomi pada tahun 2017.
b. Dapat memberikan data dan informasi sasaran di puskesmas Batu
Jangkih pada tahun 2017.
-4-

c. Dapat memberikan data dan informasi program dan kegiatan yang


sudah dilaksanakan di puskesmas Batu Jangkih pada tahun 2017.
d. Dapat memberikan data dan informasi status kesehatan dipuskesmas
Batu Jangkih pada tahun 2017.
e. Dapat memberikan data dan informasi Sumber Daya Kesehatan
dipuskesmas Batu Jangkih pada tahun 2017.

C. VISI MISI PUSKESMAS


1. Visi
Terwujudnya pelayanan kesehatan yang paripurna untuk mencapai
Kecamatan Praya Barat Daya Sehat.
2. Misi
a. Meningkatkan mutu pelayanan melalui penerapan manajemen
puskesmas dengan pendekatan keluarga.
b. Meningkatkan pembinaan kesehatan keluarga melalui peningkatan
pelayanan promotif dan preventif masyarakat.
c. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan keluarga melalui
peningkatan pelayanan kesehatan perorangan.
d. Meningkatkan kerjasama dengan pihak lintas sektoral dalam rangka
peningkatan upaya kesehatan berbasis masyarakat.
e. Meningkatkan kemampuan, profesionalitas, motovasi petugas
puskesmas sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal
kepada masyarakat.
3. Motto
Motto dari UPTD Puskesmas Batu Jangkih adalah “Kesehatan Anda
Adalah Komitmen Kami”
4. Tata Nilai
Tata nilai UPTD Puskesmas Batu Jangkih adalah PRIMA.
P : Profesionalitas
R : Ramah
I : Inovatif
M : Mutu
A : Amanah
5. Sepuluh Budaya Malu
a. Budaya malu terlambat masuk kerja
b. Budaya malu tidak ikut apel
c. Budaya malu sering minta ijin tidak masuk kerja
d. Budaya malu sering tidak masuk kerja tanpa alasan
e. Budaya malu pulang sebelum waktunya
f. Budaya malu bekerja tanpa program kerja
g. Budaya malu sering meninggalkan pekerjaan tanpa alasan
-5-

h. Budaya malu berpakaian tidak rapi dan tanpa atribut lengkap


i. Budaya malu bekerja tidak sesuai SOP
j. Budaya malu merokok dikawasan tanpa rokok
-6-

BAB II

GAMBARAN UMUM

A. LETAK GEOGRAFIS DAN TOPOGRAFI


1. Identitas Puskesmas
a. Puskesmas : Batu Jangkih
b. Kode pos : 83571
c. Alamat : Jl. Batu jangkih Lombok tengah – Buwun Mas
d. Email : pkmbatujangkih@gmail.com
e. Telpon : 085333943028
f. Kecamatan : Praya Barat Daya
g. Kabupaten : Lombok Tengah
h. Provinsi : Nusa Tenggara Barat

2. Karakteristik Wilayah Kerja

a. Letak Administratif
Puskesmas Batu Jangkih Secara administratif berada di daerah
terpencil berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Tengah no
637 tahun 2016. Sejak tahun 2010 Puskesmas Batu Jangkih mulai
beroprasi di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok
tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat sesuai Surat Keputusan
Bupati Lombok Tengah no 108 tahun 2015.
b. Letak Geografis
Puskesmas Batu Jangkih Secara Geografis berada di daerah
dataran tinggi dengan Luas Wilayah kerja sekitar 57.47 ha km² dan
di bangun diatas area kurang lebih 3800 m2.
c. Batas-batas Wilayah
1) Sebelah Utara : Desa Plambik
2) Sebelah Timur : Desa Mangkung
3) Sebelah Barat : Desa Garuda dan Desa Buwun Mas
4) Sebelah Selatan : Samudra Indonesia
-7-

d. Peta wilayah kerja

PETA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATU JANGKIH


KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA
KABUPATEN LOMBOK TENGAH

U
Desa Plambik

Kecamatan Sekotong Desa


( Lobar ) Pandan Indah
Desa Mt.
Sapah Desa
Kabul

Desa Mangkung
Desa
Bt.
Jangkih
Desa
Mt.
Ajan
Desa Selong Blanak

KETERANGAN :
1. : Batas Desa
Samudra 2. : Batas Wilayah
Indonesia Puskesmas
3. : Jalan Aspal
4. : PUSKESMAS
3. : PUSTU
:
4. POSKESDES/BIDES
-8-

e. Data wilayah dan fasilitas pelayanan

DATA WILAYAH DAN FASILITAS PELAYANAN


N DESA DESA DESA LUAS JARAK WAKTU JUM JUMLA JUML JUMLAH SEKOLAH JUMLAH FASILITAS
O TERTIN ENDEM WILAYA KE TEMPU LAH H AH PELAYANAN KESEHATAN
GGAL IK H (KM² ) PUSKE H KE DUS RUMAH KK
SMAS PUSKE UN TK SD SMP SMA PUS POLIN POS MAN
(KM) SMAS /MI /MTS /MA TU DES KES DIRI
(MENIT) DES
1 Batu 1 0 10,89 0 0 17 2505 2.505 3 10 5 2 0 1 0 0
. Jangkih
2 Montong 1 0 13,89 4 13-15 15 1574 1.574 0 8 4 1 1 1 0 0
Ajan
3 Montong 1 0 23,12 4 15-20 14 1278 1.278 3 5 3 1 1 1 0 0
Sapah
4 Kabul 1 0 9,57 7 20-30 11 2011 2.011 2 9 5 2 1 1 0 0
-9-

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT

A. MORTALITAS

Menurut Hendrick L. Blumm, ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat


kesehatan masyarakat yaitu: factor Lingkungan (environment) factor perilaku
(Behavidurs), factor pelayanan Kesehatan (health services), dan factor keturunan
(Genetic).
Ke empat factor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat diatas
tidak berdiri sendiri namun saling mempengaruhi, oleh karena itu upaya
pembangunan kesehatan harus dilaksanakan secara simultan dan saling
mendukung, upaya kesehatan yang dilaksanakan harus bersifat konfrehensif, hal
ini berarti upaya kesehatan harus mencakup upaya Preventif, Promotif, Kuratif
dan Rehabilitatif
Dengan berbagai upaya diatas diharapkan peran pemerintah sebagai
pembuat regulasi dan pelaksana pembangunan dapat dilaksanakan untuk
meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.
Deraja kesehatan dapat dilihat dari beberapa indicator, menurut Green, 1992
indikator adalah variable-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk
kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk
mengukur perubahan.
Indikator-indikaator yang dapat dipergunakan untuk menilai derajat
kesehatan masyarakat antara lain, angka Kematian (Mortalitas), Angka kesakitan
(morbiditas), Status gizi, keadaan lingkungan dan prilaku hidup masyarakat.
Beberapa Indikator yang digunakan dalam menilai derajat kesehatan
masyarakat terutama di puskesmas Batu Jangkih antara lain:
1. Angka Kematian Bayi (AKB)
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir
sampai menjelang umur satu tahun. Angka Kematian Bayi (AKB) atau Infant
Mortaliti Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi dibawah satu tahun pada
setiap 1000 kelahiran hidup.
Data Kematian yang terdapat pada komunitas dapat diperoleh melalui
laporan kegiatan neonatal yang dilaporkan oleh bidan desa atau bidan
puskesmas serta sumber data lainnya yang ada didesa seperti Pustu dan
- 10 -

kader Posyandu. Angka kematian bayi di UPT Puskesmas Batu Jangkih


antara lain:
a. Jumlah lahir Hidup + Mati : 478 bayi
b. Jumlah Kematian Neonatal : 13
2. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)
Angka kematian Ibu (AKI) atau Maternal Mortalita Rste (MMR) adalah
banyaknya kematian ibu pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi
kehamilan tanoa memandang lama dan tempat persalinan yang disebabkan
oleh kehamilannya atau pengelolaannya dan bukan oleh sebab- sebab lain
per 100.000 Kelahiran Hidup.
Data kematian ibu yang dapat diperoleh melalui laporan kegiatan Maternal
yang dilaporkan oleh bidan desa atau bidan Puskesmas serta sumber data
lainnya.
Angka kematian ibu pada tahun 2017, yang tercatat di puskesmas Batu
Jangkih yakni terdiri dari :
- Kematian ibu Hamil :0
- Kematian ibu bersalin :0
- Kematian ibu nifas :1
3. Angka Kematian Balita
Angka kematian Balita adalah adalah jumlah balita usia 1 tahun sampai
dengan 5 tahun sedangkan jumlah kematian balita selama tahun 2017 adalah
sebanyak 0 balita.

B. MORBIDITAS

Angka kesakitan (Morbiditas) yang ada pada masyarakat hal ini dapat kita
lihat dari beberapa indikator di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Pola Sepuluh Penyakit
Sepuh penyakit terbanyak di wilayah Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017
adalah sebagai berikut:
Kode Jumlah
No. Nama Penyakit
Penyakit Pasien
1 1302 Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas 465
2 21 Penyakit pada sistem jaringan dan otot 397
3 0102 Diare 271
4 12 Hipertensi 194
- 11 -

5 0105 Gastritis 179


6 1430 Ashma 112
7 1901 Kecelakaan lalu lintas 109
8 2001 Penyakit Infeksi pada kulit 107
9 2221 Demam tifoid 73
10 2003 Penyaktit kulit karena jamur 55

Dari table di atas dapat di lihat bahwa dari sepuluh besar penyakit di wilayah
kerja Puskesmas Batu Jangkih selama tahun 2017 yang paling tinggi adalah
penyakit Infeksi akut lain pada saluran pernapasan bagian atas dan urutan
kesepuluh adalah penyakit Kulit karena jamur.
2. Status Gizi
Status gizi sangat berpengaruh pada terjadinya penyakit bila status
gizinya rendah maka segala macam penyakit dengan mudah dapat
menyerang begitu pun sebaliknya bila status gizi baik maka daya tahan tubuh
juga akan baik. Di bawah ini adalah table status gizi balita di wilayah kerja
Puskesmas Batu Jangkih pada penimbangan masal tahun 2017, hasilnya
adalah sebagai berikut:
- 12 -

Status Gizi

Bb/U Tb/U Bb/Tb


No Desa

Bb Sgt Bb
Normal Sangat Pendek Pendek Normal Sgt Kurus Kurus Normal Gemuk
Kurang Kurang

1 Batu Jangkih 19 45 510 14 70 483 0 3 566 5

2 Montong Ajan 11 46 358 21 53 335 0 3 412 0

3 Montong Sapah 7 51 256 33 61 211 0 5 309 0

4 Kabul 14 60 409 35 93 355 0 10 469 4

Total 51 202 1533 103 277 1384 0 21 1756 9

Dari table di atas dapat dilihat bahwa status gizi balita di wilayah Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017 untuk BB/U Normal sebanyak
1533 balita, satus Gizi Normal TB/U sebanyak 1384 balita dan status gizi normal BB/TB sebanyak 1756 balita.
- 13 -

3. Bayi dengan Berat badan Lahir Rendah (BBLR)


Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu berat bayi yang lahir
di bawah 2,5 Kg. Bayi BBLR ini sering terjadi pada Ibu hamil KEK, bumil
Anemi dan bumil Resti. Adapun data bayi BBLR di Puskesmas Batu Jangkih
tahun 2017 adalah sebagai berikut:

NO. DESA BBLR


L P L+P
1 Batu Jangkih 5 7 12
2 Montong Ajan 2 2 4
3 Montong Sapah 0 4 4
4 Kabul 5 2 7
JUMLAH 12 15 27

Jumlah bayi BBLR pada tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas Batu Jangkih
adalah sebanyak 27 bayi.
4. Penyakit Menular
a. Angka Kesakitan Penyakit Menular
1) Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri mikobakterium tuberculosis, bakteri ini berbentuk batang dan
bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan
Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch
pada tanggal 24 maret 1882.
Adapun Jumlah kasus TB paru di Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017
adalah sbb :
a) Jumlah kasus TB BTA + : 15 Orang
b) Jumlah kasus baru TB Paru : 10 Orang
c) Jumlah BTA (+) diobati : 10 Orang
d) Angka kesembuhan BTA + : 90%
e) Angka Kematian akibat TB Paru : 3 Orang.
2) Kusta
Penyakit Kusta adalah penyakit kronik (menular menahun) yang
disebabkan olleh kuman Mycobacterium leprae yang pertama kali
menyerang susunan syaraf tepi, selanjutnya menyerang kulit,
mukosa (mulut), saluran pernapasan bagian atas, sistim retikulo
endothelial, mata, otot, tulang, dan testis. Adapun mengenai data
- 14 -

jumlah penyakit kusta di Puskesmas Batu Jangkih pada tahun 2017


adalah nihil karena tidak ada temuan kasus.
3) Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang umumnya muncul di negara
tropis, penyakit ini disebabkan oleh nyamuk. Biasanya penyakit ini
muncul ditandai dengan demam sambil menggigil jika tidak
didiagnosa dan tidak ditangani secepatnya, akibatnya dapat fatal
gigitan dari seekor nyamuk cukup utuk menyebabkan penyakit ini.
Jumlah kasus Malaria di Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017
berdasarkan Angka Kesakitan Malaria (Annual Paracite Incidence)
adalah 0,12%
4) HIV AIDS
AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome
merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut
sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan system kekebalan tubuh
manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human
Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan
kekebalan tubuh pada manusia, untuk sampai saat ini, penyakit HIV
AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan obatnya, kalaupun
ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan
virusnya saja. Adapun Jumlah kasus HIV AIDS di Puskemas Batu
Jangkih tahun 2017 adalah 2 kasus.
5) DBD
Penyakit DBD adalah penderita panas mendadak 2-7 hari
tanpa sebab yang jelas disertai tanda-tanda perdarahan sekurang-
kurangnya uji tourniquet positif dan/atau trombositopenia (trombosit
100 000/μl atau kurang) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes
Aegypti. Pada tahun 2017 tidak ditemukan kasus DBD di wilayah
kerja Puskemas Batu Jangkih
6) Penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual)
IMS adalah Penyakit Infeksi yang salah satu penularannya melalui
hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular.
Hubungan sek ini termasuk hubungan seks lewat vagina, anus
maupun mulut (Oral). Adapun Jumlah kasus IMS di puskemas Batu
Jangkih tahun 2017 adalah sbb:
a) Jumlah Kunjungan pemeriksaan IMS sebanyak 100 pasien
- 15 -

b) Jumlah Pasien yang positif terinfeksi penyakit IMS adalah 35


pasien.
5. Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular di wilayah Puskesmas Batu Jangkih pada
tahun 2017 adalah sebagai berikut:

JUMLAH
NO SUB DIREKTORAT NAMA PENYAKIT KASUS TOTAL

L P
Jantung dan
1 pembuluh Darah Hipertensi 130 67 197

2 DM dan Metabolik Diabetes Mellitus 86 91 177

Kronik dan Asma Bronkhiale 94 90 184


3
degenerative Rematoid Arthritis 160 168 328
Kecelakaan Lalu
Cidera Akibat Lintas 86 83 169
Kecelakaan Lalu
4 Kekerasan Dalam
Lintas dan 0 0 0
Rumah Tangga
Kekerasan
Kerusuhan 0 0 0

TOTAL 556 499 1055

6. Penyakit yang dapat di cegak dengan Imunisasi


Penyakit-penyakit yang dapat di cegah dengan Imunisasi di antaranya
adalah Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B
(kerusakan hati), imunisasi BCG untuk mencegah TB/Tuberkulosis (sakit
paru-paru), imunisasi Polio untuk mencegah penyakit polio (lumpuh layuh
pada tungkai kaki dan lengan tangan), imunisasi DPT untuk mencegah
penyakit Difteri/Pertusis (Penyumbatan jalan napas), batuk rejan (batuk
100 hari), tetanus, dan imunisasi Campak untuk mencegah campak
(radang paru, radang otak, dan kebutaan).
- 16 -

Cakupan Imunisasi di wilayah Puskesmas Batu Jangkih Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
BAYI DIIMUNISASI
IMUNISASI
JUMLAH LAHIR
DASAR
HIDUP DPT-HB3/DPT-
NO. DESA LENGKAP
Hb < 7 hari BCG HB-Hib3 POLIO 4a CAMPAK

L+ L+ L+
L P
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P P L P P P

1 BATU 62 119 113 61 52 113 64 56 120 66 56 122


57 75 71 146 70 59 129 61 52
JANGKIH
MONTONG
52 55 107 54 68 122 54 70 124 42 61 44 52 96
2 AJAN 103 42 61 103 44 52 96

MONTONG
35 40 75 47 49 96 43 44 87 38 45 33 36 69
3 SAPAH 83 38 45 83 33 36 69

4 KABUL 58 62 120 72 50 122 74 57 131 55 50 105 55 50 105 61 51 112 61 51 112

JUMLAH 202 219 421 248 238 486 241 230 471 196 208 404 196 208 404 202 195 397 204 195 399
- 17 -

BAB IV

UPAYA KESEHATAN

A. PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK


Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan
kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal
yang sangat penting dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan pada
masyarakat.
Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara cepat dan tepat
diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat diatasi. Berbagai
pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan
adalah sebagai berikut :
1. Pelayanan Antenatal
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan
profesional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan
dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Hasil pelayanan
antenatal dapat dilihat dari cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 atau juga disebut
akses pelayanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah
melakukan kunjungan pertama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk
mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah gambaran besaran
ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar serta
paling sedikit empat kali kunjungan (sekali pada trimester pertama, sekali pada
trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga). Angka ini dapat
dimanfaatkan untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil.
Data K1 dan K4 ibu Hamil di Puskesmas Batu Jangkih pada tahun 2017 adalah:

a. K1 = 562 dari total ibu hamil 462 (Pencapaian 121,6 %)


b. K4 = 495 dari total ibu hamil 462 (Pencapaian 107,1 %)
Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian
besar terjadi pada masa di sekitar persalinan, hal ini disebabkan
pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai
kompetensi kebidanan (profesional).
- 18 -

Adapun data persalinan dan pelayanan nifas di Puskesmas Batu


Jangkihadalah sbb:
a. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan adalah 478 (pencapaian
98,2 %)
b. Pelayanan ibu nifas adalah 487 ( Pencapaian 100 % )
c. Ibu nifas yang mendapata Vitamin A adalah 487 (Pencapaian 100%)
d. Ibu hamil mendapat tablet Fe3 adalah 562 dari total 462 ibu hamil
(Pencapaian 121,65 %)
e. Penanganan komplikasi kebidanan adalah 80 dari total perkiraan Bumil dgn
Komplikasi kebidanan 92 ( Pencapaian 86,56 %)
f. Penanganan Komplikasi Neonatal adalah 42 (pencapaian 66,5 %)
2. Cakupan Neonatal Resiko Bayi dan Balita
Penangan bumil risti/komplikasi sangat perlu ditingkatkan untuk
penurunan angka kematian ibu, namun yang sangat diperlukan adalah
peningkatan ketrampilan para petugas melalui pelatihan atau
peningkatan pendidikan serta tersedianya alat dan bahan yang cukup
disarana kesehatan.
a. Jumlah bayi baru lahir di timbang adalah 475 dari Jumlah bayi lahir
hidup sebanyak 475 (pencapaian 100 %)
b. Jumlah Berat badan bayi lahir Rendah (BBLR) adalah 27 dari total
jumlah bayi lahir hidup sebanyak 475.
c. Jumlah KN1 adalah 480 dari total jumlah target bayi 421 (Pencapaian
114 %)
d. Jumlah KN3 adalah 479 dari total jumlah target bayi 421 (Pencapaian
113,8%)
e. Bayi yang diberi ASI Eklusif adalah 308 dari total target bayi 421
(pencapaian 73,2 %)
f. Bayi mendapat VitA adalah 192 dari total jumlah bayi 211
(pencapaian 91 %)
g. Anak Balita Mendapat Vit A adalah 1441 dari total jumlah anak balita
1623 (pencapaian 88,8 %)
- 19 -

h. Balita di timbang (D/S) adalah 76%


i. Balita berat badan dibawah garis Merah (BGM) adalah 1,6%
j. Balita Gizi Buruk Mendapat perawatan adalah nihil.

B. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT RUMAH TANGGA ber –PHBS


Rumah tangga sehat adalah proporsi rumah tangga yang memenuhi 10 indikator
yaitu pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, balita di beri ASI Ekslusif,
mempunyai jaminan pemeliharaan kesehatan, tidak merokok, melakukan aktifitas
fisik setiap hari, makan sayur dan buah setiap hari, tersedia air bersih, tersedia
jamban , cuci angan pakai sabun, dan bebas jentik. Kondisi rumah tangga ber-PHBS
di wilayah kerja Puskesmas Batu Jangkih pada tahun 2017 sebanyak 65,39%.

C. PENGAWASAN DAN PEMELIHARAAN KUALITAS LINGKUNGAN


Kesehatan lingkungan adalah program pelayanan kesehatan lingkungan
puskesmas untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya
sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan tempat-tempat umum termasuk
pengendalian pencemaran lingkungan dengan peningkatan peran serta
masyarakat.sedangkan tujuannya adalah mewujudkan mutu lingkungan hidup yang
lebih sehat melalui pengembangan sestem kesehatan kewilayahan untuk
menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan.
Adapun Upaya-Upaya kesehatan Lingkungan dalam rangka Upaya kesehatan
lingkungan dan data di Puskesmas Batu Jangkih tahun 2017 antara lain:
1. Penyehatan Lingkungan dengan insfeksi sanitasi air bersih adalah 71,24%
2. Hygene sanitasi makanan dan minuman seperti pemantauan tempat- tempat
umum dan pengelolaan makanan ( TPM ) mencapai 100%
3. Penduduk yang memiliki akses sanitasi yang layak adalah 5,16%
4. Penyehatan lingkungan pemukiman dan jamban keluarga yang termasuk rumah
sehat adalah 54,46%
5. Kesehatan lingkungan pada institusi-institusi pendidikan, kesehatan dan
perkantoran yang sudah memenuhi syarat adalah 72,55%
- 20 -

D. PELAYANAN KESEHATAN DAN RUJUKAN


Pelayanan Kesehatan dan rujukan disini maksudnya adalah Pelayanan Obstetrik
dan Neonatal Emergensi Dasar dan Komperhensif (PONED dan PONEK). Pada
tahun 2017 dan hingga kini Puskesmas Batu Jangkih bukan termasuk puskesmas
PONED dan PONEK sehingga untuk pelayanan kesehatan berikut perlu dirujuk.
Adapun Pelayanan Kesehatan tersebut antara lain :
1. Akses terhadap ketersediaan darah dan komponen yang aman untuk menangani
rujukan
Adapun maksudnya disini adalah ibu hamil, postpartum dan Neonatus Komplikasi
dirujuk yang memperoleh pelayanan transfuse darah serta komponen yang aman
pada UTD PMI, UTD RS dan BANK Darah RS di satu wilayah kerja Puskesmas.
2. Ibu Hamil resiko tinggi/Komplikasi yang tertangani
Adapun maksudnya disini adalah ibu hamil resiko tinggi/ komplikasi disatu
wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu tertentu yang di tangani sesuai
dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih dipuskesmas perawatan dan
Rumah sakit pemerintah /swasta dengan fasillitas PONED dan PONEK.

3. Neonatus Resti/Komplikasi yang tertangani


Adapun maksudnya disini adalah Neonatus resti/komplikasi di satu wilayah kerja
puskesmas pada kurun waktu tertentu yang di tangani sesuai dengan standar
oleh tenaga kesehatan terlatih dipuskesmas perawatan dan Rumah sakit
pemerintah/ swasta.

E. PELAYANAN GAWAT DARURAT YANG DAPAT DIAKSES MASYARAKAT


Disini yang dimaksud adalah Upaya cepat dan tepat untuk segera mengatasi
puncak kegawatan yaitu henti jantung dengan resusitasi jantung paru otak (cardio-
pulmanary-cerebral–resuscitation) agar kerusakan organ yang terjadi dapat
dihindarkan atau ditekan sampai minimal dengan menggunakan Bantuan Hidup
Dasar (basic Life Support) dan Bantuan Hidup Lanjut ( ALS ). Pada tahun 2017
jumlah tenaga medis yang sudah mendapatkan pelatihan bantuan hidup dasar dan
bantuan hidup lanjut adalah sebanyak 3 orang.
- 21 -

F. KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


Obat dan vaksin selama tahun 2017 berasal dari IFK Kabupaten Lombok tengah
sebanyak 115 jenis. Total kebutuhan yang direncanakan untuk tahun 2018 adalah
632477 satuan obat/vaksin. Berdasarkan sisa stock tahun 2017 yaitu 215117 dan
penggunaan sebanyak 420474, maka rata-rata persentase ketersediaan obat dan vaksin
di Puskesmas Batu Jangkih adalah 96%. Kekurangan dari obat maka akan ditutupi
melalui penggunaan dana kapitasi untuk belanja obat.
- 22 -

BAB V

SUMBER DAYA KESEHATAN

Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota


yang berada di wilayah Kecamatan yang melaksanakan tugas-tugas operasional
pembangunan kesehatan. Pembangunan puskesmas di tiap kecamatan memiliki peran
yang sangat penting dalam memelihara kesehatan masyarakat.
Sumber daya kesehatan di puskesmas sangat penting guna menunjang pelayanan
kesehatan. Adapun sarana dan prasarana kesehatan di Puskesmas Batu Jangkih terdiri
dari:

A. SARANA KESEHATAN
1. Sarana Tempat Pelayanan Kesehatan.
Jumlah pustu, polindes, klinik, praktik dokter dan praktik bidan yang ada di
wilayah Puskesmas Batu Jangkih pada Tahun 2017

JUMLAH SARANA KESEHATAN YANG ADA


No Desa POLINDES/ PRAKTIK PRAKTIK
PUSTU KLINIK
POSKESDES DOKTER BIDAN
Batu - 1 0 0 0
1
Jangkih
Montong 1 1 0 0 0
2
Ajan
Montong 1 1 0 0 0
3
Sapah
4 Kabul 1 1 0 0 0
JUMLAH 3 4 0 0 0

2. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat


Dalam rangka upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, berbagai upaya
yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di
masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) diantaranya
adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin Desa),
Toga (Tanaman Obat Keluarga), POD (Pos Obat Desa), Pos UKK (Usaha
Kesehatan Kerja), Desa Siaga, dan sebagainya.
Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal di
masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu
- 23 -

kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan
penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu
dikelompokkan ke dalam 4 strata, yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya,
Posyandu Purnama, Posyandu Mandiri. Jumlah posyandu diwilayah Puskesmas
Batu Jangkih pada tahun 2017

N Desa Jumlah Posyandu


o Pratama Madya Purnama Mandiri Jml
1 Batu Jangkih 17 0 0 0 17
2 Montong 12 0 0 0 12
Ajan
3 Montong 12 0 0 0 12
Sapah
4 Kabul 11 0 0 0 11
Jumlah 52 0 0 0 52

3. Fasilitas penunjang Kesehatan


4.
No NamaFasilitas Jumlah Yang Menggunakan Pemanfaatan Ket

1 Rumah Dinas Dokter 1 Dokter Tempat Tinggal


2 Rumah Dinas 1 Kantor program-
Perawat. Petugas UKM program UKM
3 Rumah Dinas Bidan 1 Bidan dan perawat Tempat Tinggal
4 Ambulance 1 Puskesmas Penunjang
Pelayanan
5 Sepeda Motor 11 1. Lalu Munawar Penunjang
2. Sri Prihatin Pelayanan
3. Bq. Novia Karmila
4. Hj. Maryam
5. Hasanudin
6. Lalu Hartono
7. Enter Ahmad
8. Malhan Montha
9. Taufan Indra Pandi
10. Habi Supyan
11. Sri Yulia Ningsih
- 24 -

B. TENAGA KESEHATAN
Data Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Batu Jangkih pada bulan
Desember 2017

Jenis Ketenagaan berdasarkan


NO Jumlah tenaga
Fungsinya

1 Dokter 2
2 Dokter Gigi 0
3 D III
a.Keperawatan 16
b.Gigi 2
c.Gizi 2
d.Kesehatan Lingkungan 2
e.Kebidanan 26
f.farmasi 1
g.analis laboratorium 2
h.Lain – Lain
4 Sarjana (SI)
a.Kesehatan Masyarakat 1
b.sarjana keperawatan
c.gizi 3
d. Bidan 1
5 Sarjana (S2) 0
6 Bidan (D1) 1
7 Perawat (SPK) 8
8 Ners 6
9 Apoteker 2
10 Lain – Lain 3
Jumlah 78

C. PEMBIAYAAN KESEHATAN
Pembiayaan kesehatan di Puskesmas batu Jangkih bersumber dari Pemerintah
dan masyarakat. sedangkan Anggaran pemerintah bersumber dari APBN berupa
dana BOK, dan Dana JKN sedangkan Dana APBD 2 berupa dana operasional.
Secara terinci sumber dana tersebut dapat diuraikan untuk tahun anggaran 2017
sebagai berikut :
1. Dana BOK : Rp 297.888.785,-
2. Dana BPJS : Rp 46.260.000,-
3. Dana Klaiman Jamkesmas Jampersal dan DAU : Rp 78.600.000,-
4. Dana JKN : Rp 1.225.885.000,-
- 25 -

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil-hasil kegiatan dan pencapaian dalam bidang kesehatan serta
berbagai faktor yang mempengaruhi maka upaya dalam Peningkatan Derajat Kesehatan
Masyarakat melalui Pembangunan Kesehatan di Puskesmas Batu Jangkih dapat ditarik
beberapa kesimpulan antara lain :
1. Pelaksanaan program atau kegiatan kesehatan pada Tahun 2017 berjalan
dengan baik, namun hasil-hasil pencapaian kegiatan menunjukkan adanya
Peningkatan maupun Penurunan, hal ini dimungkinkan karena adanya
hambatan dan permasalahan yang ditemui di dalam pelaksanaan kegiatan
tersebut.
2. Dengan memanfaatkan sumber daya seperti sarana dan prasarana yang ada
serta didukung oleh tenaga serta dana bila dikaitkan dengan jumlah dan
frekuensi kunjungan masyarakat pada unit-unit pelayanan kesehatan dasar
cukup optimal.
3. Diperlukan adanya kerja sama yang baik antara unit- unit kesehatan dan lintas
sektor terkait dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Kecamatan
Praya Baray Daya dan dalam hal penyajian data yang valid untuk perencanaan
kesehatan di Kabupaten Lombok Tengah.
4. Angka kematian dan angka kesakitan yang merupakan indikator dari derajat
kesehatan di Puskesmas Batu Jangkih menunjukkan adanya penurunan
walaupun terdapat juga indikator yang menunjukkan peningkatan.
5. Untuk perilaku sehat Puskesmas Batu Jangkih dengan indikator desa yang
melaksanakan PHBS. Demikian juga tingkat partisipasi masyarakat dalam
upaya kesehatan yang diwujudkan dalam posyandu mulai mengalami
peningkatan.
- 26 -

B. SARAN
1. Menjalin kerjasama yang baik dengan instansi yang terkait dalam melaksanakan
pembangunan kesehatan khususnya di lingkungan puskesmas Batu Jangkih
untuk mencapai masyarakat yang sehat dan produktif.
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu, merata dan
terjangkau dengan menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang
pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat di Puskesmas Batu Jangkih.
3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan kesempatan
seluas-luasnya mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk lebih
meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.