Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PEMBAHASAN

Telah diperiksa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dengan keluhan


timbul benjolan di pipi kanan yang mengarah ke hidung tidak disertai nyeri
berdenyut. Keluhan dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, awalnya berukuran kecil dan
tidak nyeri, lama kelamaan semakin membesar.
Kista dentigerous merupakan kista odontogenik yang berhubungan dengan
mahkota gigi yang impaksi, tidak erupsi atau yang sedang tumbuh. Kista ini
melekata pada gigi di daerah cemento enamel junction. Kista dentigerous lebih
sering terjadi pada gigi permanen. Pada kista dentigerous terjadi akumulasi cairan
sisa proliferasi enamel atau penurunan enamel epitelium dan mahkota gigi. Kista
dentigerous yang berukuran kecil bersifat asimptomatik. Pasien hanya
mengeluhkan kista yang semakin membesar tanpa adanya rasa nyeri. Kista dapat
tumbuh semakin besar dan dapat mengekspansi tulang yang berada di sekitarnya
dan tidak terasa nyeri. Frekuensi tersering adalah pada laki-laki dengan insidensi
tertinggi terjadi pada usia 10 hingga 30 tahun. Pasien pada kasus ini merupakan
seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.
Pasien juga mengeluhkan hidung tersumbat sebelah kanan. Hal ini
dikarenakan oleh perluasan dari kista dentigerous. Kista ini biasanya akan meluas
ke arah yang memiliki tahanan yang sedikit seperti bukal lingual/palatal. Pada
pasien, kista meluas ke arah hidung sehingga akan menekan rongga hidung dan
menyebabkan hidung pasien tersumbat. Pertumbuhan kista dapat menyebabkan
terjadinya gigi impaksi. Kista dentigerous akan menghalangi terjadinya erupsi pada
gigi yang terlibat.
Pada pemeriksaan status lokalis region facial, tampak wajah asimetris dan
terdapat benjolan di pipi kanan yang meluas ke arah hidung, konsistensi keras dan
permukaannya rata. Benjolan teraba paling keras di bagian dekat hidung.
Kista yang berukuran besar dapat menyebabkan wajah asimetris akibat
perluasan kista ke daerah yang memiliki tahan paling rendah. Benjolan yang teraba
paling keras di dekat hidung adalah gigi yang gagal mengalami erupsi. Hal ini
dibuktikan dari pemeriksaan foto panoramik yang didapatkan adanya daerah yang
hiperlusen dan gigi 13 (kaninus) yang impaksi. Tampak gigi 13 tidak erupsi dan
berpindah tempat.

Tampak kista mendorong gigi 13 ke arah hidung

Kista dentigerous pada umumnya melibatkan gigi molar dan premolar.


Selain itu lokasi yang sering terjadi adalah kaninus rahang atas. Secara radiografi,
kista dentigerous akan tampak dengan gambaran hiperlusen yang berbatas tegas
dan jelas, dapat unilokular atau multilokular, radiolusen perikoronal dengan batas
sklerotik di sekitar mahkota gigi yang tidak erupsi. Gigi tersebut kemudian akan
berpindah tempat dan akar gigi di dekatnya akan mengalami resorbsi.
Pasien dilakukan tindakan enukleasi kista dengan pendekatan Caldwell Luc
(CWL)/ intra oral antrostomy dan pencabutan gigi yang terlibat yaitu gigi 13.
Prosedur CWL merupakan penetrasi dinding anterior dari sinus maksilaris dan
drainase sinus ke dalam hidung melalui antrostomy. Tindakan CWL dilakukan
dengan insisi mukosa bukal pada region kaninus maksila. Tatalaksana ditujukan
untuk enukleasi dari kista dan pengangkatan gigi yang belum erupsi. Pemilihan
jenis perawatan tergantung pada lokasi dan ukuran kista, gigi yang terlibat, dan
hubungan dengan gigi yang berdekatan. Kista dentigerous yang besar dapat diterapi
dengan marsupialisasi. Tindakan ini akan mengurangi tekanan pada kista sehingga
akan menyebabkan berkurangnya defek pada tulang. Kemudian kista akan diangkat
beberapa waktu kemudian dengan prosedur bedah minimal invasif dan tidak
menimbulkan defek yang luas.
Prognosis pada kista dentigerous adalah baik. Rekurensi jarang terjadi jika
kista diangkat secara menyeluruh.
BAB V
KESIMPULAN

Kista dentigerous merupakan kista odontogenik yang menutupi mahkota gigi


yang impaksi, berasal dari folikel di sekitar gigi yang belum erupsi. Kista ini
biasanya terjadi antara usia dekade pertama dan ketiga serta dapat ditemukan pada
anak-anak dan remaja periode pertumbuhan gigi campuran.
Penatalaksaan kista bertujuan untuk enukleasi dari kista dan ekstraksi dari
gigi yang terlibat, tergantung pada umur pasien, keparahan impaksi dan bentuk akr
yang berhubungan dengan gigi. Prognosis pada kista dentigerous adalah baik, dan
jarang terjadi rekurensi jika kista diangkat secara menyeluruh.