Anda di halaman 1dari 9

LAMPIRAN :

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tais


NOMOR : Tahun 2018
Tanggal : 30 April 2018

PANDUAN TRANSFER PASIEN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TAIS

KABUPATEN SELUMA

TAHUN 2018
BAB I
DEFINISI

Dalam panduan ini yang dimaksud dengan transfer pasien adalah perpindahan
pasien dari satu unit pelayanan ke unit pelayanan lain di dalam rumah sakit.
BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup panduan ini mencakup :


1. Transfer pada pelayanan emergensi dan rawat inap.
2. Transfer pada pelayanan diagnostik dan bedah/non bedah.
3. Transfer pada pelayanan non bedah dan tindakan bedah.
4. Transfer pada pelayanan rawat jalan.
BAB III
TATA LAKSANA

1. TRANSFER PASIEN PADA PELAYANAN EMERGENSI DAN RAWAT INAP


Pasien IGD yang memenuhi kriteria rawat inap mendaftar di bagian
administrasi rawat inap dan di siapkan untuk transfer :
1. Pasien/keluarga diberikan penjelasan tentang rencana pelayanan rawat inap dan
diminta bersiap untuk ditransfer ke ruangan.
2. Dokter jaga mengisi rekam medis pasien secara lengkap terkait transfer pasien
meliputi instruksi terapi, dan instruksi lainnya sesuai kondisi dan kebutuhan
pelayanan pasien, nama DPJP yang akan merawat pasien di ruangan, dan nama
ruangan perawatan.
3. Dokter membuat surat permintaan rawat inap.
4. Perawat IGD mengisi formulir tranfer pasien secara lengkap.
5. Perawat menyiapkan rekam medis dan obat-obatan.
6. Petugas penerimaan rawat inap memesan ruangan, dan ruangan menyiapkan TT
bagi pasien.
7. Perawat ruangan memberitahu ke IGD jika TT pasien sudah siap.
8. Pasien di transfer ke ruangan menggunakan alat tranfer yang sesuai kebutuhan,
kursi roda atau brankar dan pasien di beri selimut atau penutup.
9. Transfer pasien dilakukan oleh perawat dibantu oleh keluarga, jika dibutukan
disertai dengan oksigen dan alat-alat lainnya yang dibutuhkan pasien.
10. Perawat IGD dan perawat ruangan melakukan serah terima pasien secara lisan dan
tertulis di rekam medis/formulir transfer.
11. Transfer pasien antar rawat inap dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan
transfer antara IGD dan rawat inap, namun tidak melibatkan petugas administrasi
rawat inap.
12. Jika kondisi pasien memerlukan perawatan di ICU, perawat IGD/rawat inap
memberitahu lewat telpon ke ICU terkait adanya pasien yang akan di transfer.
1. Keluarga pasien diberikan penjelasan tentang kebutuhan perawatan di ICU dan
dimintakan persetujuan.
2. Pearawat ICU menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan, dan menelpon ke
IGD/rawat inap jika TT sudah siap.
3. Perawat IGD/rawat inap mengantar pasien dengan brankar , pasien diberi penutup,
dan alat-alat yang dibutuhkan, bersama dengan rekam medis, formulir transfer, dan
obat-obatan ke ICU.
2. TRANSFER PADA PELAYANAN DIAGNOSTIK DAN BEDAH/NON BEDAH
Pasien rawat inap bedah maupun non bedah membutuhkan pemeriksaan
diagnostik yang pelaksanaannnya langsung dilakukan di instalasi penunjang
diagnostik seperti pemeriksaan radiologi, pemeriksaan endoskopi, pemeriksaan
eccocardiografi, pelayanan rehabilitasi. Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah
sebagai berikut :
a) Setelah adanya rencana pelayanan untuk pemeriksaan penunjang diagnostik,
pasien diberikan penjelasan dan dimintakan persetujuan.
b) Jika pasien setuju maka ruangan perawatan memberitahukan ke instalasi
penunjang tentang adanya pasien yang memerlukan pemeriksaan
penunjang.
c) Instalasi penunjang menyiapkan sumber daya dan memberitahukan kepada
perawat ruangan jadwal pemeriksaan pasien.
d) Pada jadwal yang ditetapkan pasien di transfer dengan kursi roda atau
brankar didampingi oleh perawat dengan membawa surat permintaan
pemeriksaan penunjang, rekam medis, dan peralatan medis yang dibutuhkan
pasien selama transfer.
e) Pemeriksaan penunjang dilakukan terhadap pasien.
f) Setelah pemeriksaan selesai pasien dibawa kembali ruangan perawatan oleh
perawat.
3. TRANSFER PADA PELAYANAN NON BEDAH DAN TINDAKAN BEDAH
Pasien IGD atau rawat inap yang membutuhkan tindakan operasi perlu di
transfer dengan langkah-langkah sebagai berikut :
A. Pasien operasi cyto dari IGD atau rawat inap :
a) Pasien IGD/rawat inap yang memerlukan operasi cyto di siapkan di
IGD/rawat inap, kecuali sangat emergensi persiapan bisa dilaksanakan
sambil berjalan di IGD/rawat inap dan kamar operasi.
b) Dokter memberikan penjelasan kepada pasien/keluarga tentang rencana
tindakan operasi/pembiusan cyto dan melakukan informed consent.
c) Jika pasien/keluarga setuju maka perawat IGD/rawat inap memberitahukan
ke kamar operasi terkait adanya pasien yang akan di operasi cyto.
d) Perawat OK dan penata anestesi menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan
dan memberitahu ke IGD/rawat inap jika kamar operasi sudah siap
menerima pasien.
e) Dokter mengisi rekam medis pasien secara lengkap terkait rencana tindakan
operasi.
f) Perawat IGD/rawat inap menyiapkan formulir transfer, rekam medis, obat-
obatan dan peralatan sesuai kebutuhan pasien.
g) Pasien di transfer ke kamar operasi oleh perawat IGD/rawat inap dengan
kursi roda atau brankar dengan diberi penutup.
h) Pasien di serah terimakan di kamar operasi antara perawat IGD/rawat inap
dan perawat kamar operasi/anestesi.
i) Setelah operasi selesai dan pasien sudah dibolehkan keluar dari RR, petugas
RR menelpon perawat ruangan untuk menjemput pasien.
j) Petugas RR mengisi formulir transfer .
k) Pasien di serah terimakan di RR antara petugas RR dengan perawat ruangan
bersama dengan laporan operasi, rekam medis, formulir transfer, dan obat-
obatan.
l) Pasien di transfer ke ruangan oleh perawat ruangan menggunakan brankar
dan peralatan yang dibutuhkan pasien.
m) Jika kondisi pasien paska operasi memerlukan perawatan di ICU, penata
anestesi memberitahu lewat telpon ke ICU terkait adanya pasien yang akan
di transfer.
n) Keluarga pasien diberikan penjelasan tentang kebutuhan perawatan di ICU
dan dimintakan persetujuan.
o) Pearawat ICU menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan, dan menelpon ke
RR jika TT sudah siap.
p) Penata anestesi mengantar pasien dengan brankar dan alat-alat yang
dibutuhkan, bersama dengan laporan operasi dan laporan anestesi, rekam
medis, formulir transfer, dan obat-obatan ke ICU.
B. Pasien operasi elektif dari rawat inap :
a) Pasien operasi elektif di rawat inap 1 hari sebelum jadwal operasi, pasien
melakukan pendaftaran di bagian penerimaan pasien rawat inap paling
lambat pukul 14.00 WIB.
b) Pasien disiapkan di ruangan rawat inap, dilakukan preoperasi visite dan pre
anestesi visite oleh DPJP.
c) Jika pasien masuk kriteria lolos untuk tindakan operasi, maka perawat
ruangan melaporkan semua pasien rencana operasi ke kamar operasi paling
lambat pada pukul 16.00 WIB.
d) Perawat OK menyusun jadwal operasi elektif untuk keesokan harinya dan
memberitahukan jadwal tsb ke rawat inap.
e) Pagi hari pada hari operasi pasien dimandikan di rawat inap.
f) Perawat ruagan menyiapkan formulir transfer, rekam medis, obat-obatan dan
peralatan yang dibutuhkan pasien.
g) Pasien di transfer ke OK sesuai jadwal oleh perawat ruangan .
h) Perawat ruangan melakukan serah terima dengan perawat kamar
operasi/penata anestesi.
i) Setelah operasi selesai dan pasien sudah dibolehkan keluar dari RR, petugas
RR menelpon perawat ruangan untuk menjemput pasien.
j) Pasien diserah terimakan di RR kamar operasi antara perawat RR/penata
anestesi dengan perawat ruangan.
k) Pasien di transfer kembali keruangan oleh perawat ruangan , bersama dengan
rekam medis, laporan operasi dan laporan anestesi, obat-obatan dan
peralatan yang dibutuhkan pasien.
l) Jika kondisi pasien paska operasi memerlukan perawatan di ICU, penata
anestesi memberitahu lewat telpon ke ICU terkait adanya pasien yang akan
di transfer.
m) Keluarga pasien diberikan penjelasan tentang kebutuhan perawatan di ICU
dan dimintakan persetujuan.
n) Perawat ICU menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan, dan menelpon ke
kamar operasi jika TT sudah siap.
o) Penata anestesi mengantar pasien dengan brankar dan alat-alat yang
dibutuhkan, bersama dengan laporan operasi dan laporan anestesi, rekam
medis, formulir transfer, dan obat-obatan ke ICU.
4. TRANSFER PADA PELAYANAN RAWAT JALAN
Pasien rawat jalan ada yang membutuhkan beberapa pelayanan spesialistik
sekaligus dalam satu hari atau membutuhkan pelayanan rawat inap, atau membutuhkan
pelayanan emergensi,untuk itu langkah-langkah transfer yang dilakukan adalah :
A.Transfer antar poliklinik :
a) Dokter DPJP sesuai dengan rencana pelayanan melakukan konsultasi ke
dokter spesialis lainnya, dengan mengisi blanko konsultasi di rekam medis
rawat jalan.
b) Pasien diberikan penjelasan tentang keperluan konsultasi tsb, jika disetujui
maka pasien disiapkan untuk konsultasi.
c) Pasien/keluarga mendaftar ke loket pendaftaran untuk konsultasi tsb,
perawat mengantar pasien ke poliklinik yang dituju dengan membawa rekam
medis dan blanko konsultasi antar spesialis, serta SEP bagi pasien JKN.
d) Pasien yang tidak mampu berjalan dibantu dengan kursi roda.
e) Pasien yang sudah selesai konsultasi dan diberikan jawaban konsulnya oleh
dokter kembali ke poliklinik asal, bersama rekam medis, jawaban konsul dan
SEP atau dokter konsulen langsung memberikan terapi sesuai indikasi
medis, dan pasien menebus obat di apotik. Rekam medis, SEP tinggal di
poliklinik tempat pasien dikonsulkan.
B.Transfer rawat jalan ke rawat inap :
a) Pasien rawat jalan yang akan dirawat inap, melakukan pendaftaran di
bagian penerimaan pasien rawat inap.
b) Perawat poliklinik memberitahu ke ruangan perihal transfer pasien, dan
perawat ruangan menyiapkan TT.
c) Perawat mengisi formulir transfer pasien, dan mengantar pasien ke ruang
perawatan bersama rekam medis dan kertas resep.
d) Perawat poliklinik melakukan serah terima dengan perawat ruangan.
C.Transfer pasien poliklinik ke IGD:
a) Pada pasien dengan kondisi membutuhkan penanganan emergensi, maka
pasien segera di transfer ke IGD oleh perawat dengan menggunakan kursi
roda atau brankar.
b) Pasien dialihkan sebagai pasien IGD, formulir transfer tidak digunakan.
BAB IV
DOKUMENTASI
Dalam proses transfer maka dokumentasi dan rekam medis memegang peranan
sangat penting, dokumen-dokumen pendukung adalah :
1. Rekam medis.
2. Formulir transfer pasien.
3. Blanko konsultasi antar spesialis.
4. Laporan operasi dan laporan anestesi.
5. Surat permintaan rawat inap.
6. Surat persetujuan rawat ICU.
7. Surat permintaan pemeriksaan penunjang diagnostik.

Tais 30 April 2018


Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Tais
Kabupaten Seluma

dr Wiwin Herwini
NIP.19770320 200604 2 014