Anda di halaman 1dari 1

Likuifaksi merupakan fenomena di mana kekuatan tanah berkurang karena gempa yang

mengakibatkan sifat tanah dari keadaan padat solid menjadi cair liquid. Likuifaksi
disebabkan tekanan berulang (beban siklik) saat gempa sehingga tekanan air pori
meningkat atau melampaui tegangan vertikal. Inilah yang menyebabkan benda-benda di
sekitar lokasi jadi terseret
"Likuifaksi (adalah) tanah yang kehilangan kekuatan akibat diguncang oleh gempa, yang
mengakibatkan tanah tidak memiliki daya ikat. Guncangan gempa meningkatkan tekanan
air sementara daya ikat tanah melemah, hal ini menyebabkan sifat tanah berubah dari
padat menjadi cair,"
Pada umumnya, fenomena likuifaksi terjadi pada lapisan tanah granuler (kepasiran)
yang jenuh air, kerapatan relatif rendah dan menerima beban siklik akibat gempa.
Getaran gempa mengakibatkan partikel tanah berkontraksi dan berlangsung begitu
cepat dalam kondisi undrained, hal tersebut memicu naiknya tekanan air pori pada
tanah. Ketika nilai tekanan air pori mencapai sama besar dengan tegangan total
tanah, maka tegangan efektif tanah sama dengan nol dan pada saat itulah tanah
mengalami penurunan kuat geser dan runtuh.
1.2 Tujuan
(Peak Ground Acceleration)
c. faktor aman pada titik tinjauan terhadap ancaman likuifaksi dari interpretasi
N-SPT (Standard Penetration Test) pada tiap kedalaman
d. analisis potensi kejadian likuifaksi dengan menggunakan metode LPI
(Liquefaction Potential Index), LSI (Liquefaction Severity Index) dan LRI
(Liquefaction Risk Index) berdasarkan kedalaman tanah.
1.4 Manfaat
Manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. memahami konsep dan mekanisme likuifaksi,
b. memahami prosedur analisis likuifaksi berdasarkan metode semi empiris,
c. mengidentifikasi potensi likuifaksi dan bahaya yang dapat terjadi pada daerah yang
terkana likuifaksi
d. mengurangi risiko bencana likuifaksi terhadap bangunan
e. sebagai kontribusi di bidang geoteknik, khususnya tentang potensi likuifaksi
kepada masyarakat luas,