Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KULIAH EKONOMI SUMBER DAYA

TUGAS No: 3
PERTENTANGAN KEPENTINGAN ANTARA MELAKSANAAKAN
PEMBANGUNAN ATAU MENJAGA LINGKUNGAN

Dosen Pengampu
Prof. Dr. Ir. H. Luthfi Fatah, MS

Disusun oleh :

Ahmad Yanto (1720524310001)

PROGRAM STUDI MAGISTER EKONOMI PERTANIAN


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2018
PENDAHULUAN

Pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup menjadi acuan bagi

kegiatan berbagai sektor pembangunan agar tercipta keseimbangan dan

kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga

keberlanjutan sehingga pembangunan tetap terjamin.

Pembangunan ekonomi merupakan ranah strategis yang harus

senantiasa dibangun dan dikembangkan karena menyangkut hajat hidup orang

banyak. Kendatipun demikian, perlu disadari bahwa dengan maraknya

pembangunan perekonomian dewasa ini sebagai tuntutan kebutuhan, justru

memunculkan masalah yang cukup dilematis, yaitu menyangkut

ketidakseimbangan antara pembangunan perekonomian pada satu sisi

dan pelestarian alam dan lingkungan disisi lain. Fenomena menurunnya kualitas

sumber daya alam, terjadinya kerusakan lingkungan secara massif, polusi,

banjir dan semakin luasnya lahan kritis, merupakan bukti dari dampak

pembangunan ekonomi yang tidak sejalan degan pelestarian alam dan

lingkungan.

Antara pembangunan ekonomi dan menjaga kelestarian alam serta

lingkungan, seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Pembangunan ekonomi selain memiliki dampak positif, juga memiliki

dampak negatif. Faktanya, dari segi positif pembangunan ekonomi telah

mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendongkrak pendapatan

nasional. Namun jika dilihat dari sisi negatif pembangunan ekonomi juga

dapat berdampak terjadinya deplesi sumberdaya alam akibat over exploitation,


pencemaran tanah, air, dan udara akibat polusi industri, banjir, serta

berdampak pada terjadinya perubahan iklim (climate change). Dari sudut

pandang ini menimbulkan satu pertanyaan, apakah trade off antara

pembangunan ekonomi dan kepentingan menjaga kelestarian alam dan

lingkungan merupakan keniscayaan.

TINJAUAN PERATURAN YANG BERLAKU

Pembangunan nasional di bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup pada

dasarnya merupakan upaya untuk mendayagunakan sumber daya alam

untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan memperhatikan

kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang

berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal, serta

penataan ruang. Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di atas,

GBHN 1999-2004 mengamanatkan:

1. Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar

bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke

generasi.

2. Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan

hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan

penggunaan, dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.

3. Menerapkan indikator-indikator yang memungkinkan pelestarian

kemampuan keterbaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang

dapat diperbaharui untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.


4. Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada

pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya

alam secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup sehingga

kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur dengan undang-undang.

5. Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya

kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan

keseimbangan lingkungan hidup, pembangunan yang berkelanjutan,

kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat lokal serta penataan

ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undang-undang.

Paradigma hubungan antara lingkungan dan pengembangan ekonomi dalam

pandangan bank dunia (1994) dalam Sanim (2006) adalah sebagai berikut

1. Pembangunan Ekonomi dan manajemen lingkungan yang sehat adalah

aspek acomplomentary dari agenda yang sama.

2. Tanpa perlindungan lingkungan yang memadai, pembangunan akan terjadi

merusak; tanpa pengembangan, perlindungan lingkungan akan jatuh.

3. Pengembangan dan enivironmental; dikotomi palsu

Pandangan yang disampaikan Bank Dunia di atas dapat dijelaskan bahwa

pembangunan ekonomi dan lingkungan adalah dua hal yang saling melengkapi.

Dengan demikian pemanfaatan sumber daya alam harus dikelola secara benar dan

harus dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya. Semua atribut dalam suatu barang

atau kegiatan bersifat saling melengkapi, hal tersebut tentu akan menimbulkan

gangguan terhadap suatu kegiatan lain. Pandangan Bank Dunia tersebut juga

menyatakan bahwa perlindungan atas kelestarian sumber daya alam dengan


proporsi penggunaan yang tepat akan mendorong pembangunan (ekonomi) pada

suatu wilayah.

Peran ekonomi dalam hal ini, ilmu ekonomi sesungguhnya berkaitan erat

dengan lingkungan (sumber daya alam) karena ketersediaannya sumber daya alam

itu juga relatif terbatas dibandingkan dengan kebutuhan manusia. Sehingga ilmu

ekonomi merupakan kajian yang mempelajari tentang bagaimana tingkah

laku manusia baik secara perseorangan maupun sebagai masyarakat di mana

mereka terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dari berbagai

sumber daya alama yang terbatas. Dengan demikian, manusia(masyarakat)

harus melakukan pilihan alat pemuas berupa sumber daya alam dan

melakukan pilihan diantara kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam hal

melakukan pemilihan sumber daya (lingkungan) untuk memenuhi kebutuhan itu

manusia selalu mempertimbangkan adanya pemuas kebutuhan dengan tujuan

untuk memaksimalkan kepuasan maupun produksi baik perseorangan

maupun masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya sumber daya yang

terbatas sedangkan kebutuhan manusia itu tidak ada batasan maka manusia

secara sendiri maupun secara bersama - sama harus berusaha mencapai

kepuasan pribadi atau manfaat sosial yang optimal.

PERMASALAHAN YANG TIMBUL

Pengelolaan sumber daya alam pada sektor kehutanan misalnya menyebabkan

kerusakan hutan akibat adanya pembalakan, konversi lahan menjadi

pembangunan, pertanian dan lain-lainya, sangat berdampak pada kelestarian


lingkungan tetapi disisi lain pengelolaan sumber daya alam tetap dijalankan agar

pembangunan terus berlanjut.

Pengelolaan sumber daya alam sangat bermanfaat untuk pembangunan terutama

dalam rangka meningkatkan pendapatan negara melalui mekenisasi pajak,

retribusi dan bagi hasil dari pemanfaatan sumber daya alam, namun kebijakan

pererintah yang kadang tanpa adanya pengawasan optimal menyebabkan

kerusakan lingkungan karena adanya penyalah gunaan kebijakan tersebut.

Pola pemanfaatan sumber daya alam seharusnya dapat memberikan akses

kepada masyarakat lokal, bukan terpusat pada beberapa kelompok masyarakat

dan golongan tertentu. Dengan demikian pola pemanfaatan sumber daya alam

harus memberi kesempatan dan peranserta aktif masyarakat adat dan lokal,

serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber daya

alam secara berkelanjutan, sehingga kesenjangan sosialpun tidak akan tercipta

lagi.

PENYELESAIAN MASALAH

Peranan pemerintah dalam perumusan kebijakan pengelolaan sumber daya

alam harus dioptimalkan karena sumber daya alam sangat penting

peranannya terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan negara melalui

mekanisme pajak, retribusi dan bagi hasil yang jelas dan adil, serta

perlindungan dari bencana ekologis. Sejalan dengan otonomi daerah,

pendelegasian secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada

pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam dimaksudkan untuk

meningkatkan peranan masyarakat lokal dan tetap terjaganya fungsi lingkungan.


Kontrol masyarakat dan penegakan supremasi hukum dalam pengelolaan

sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup merupakan hal yang

penting, yang menyebabkan hak-hak masyarakat untuk menggunakan dan

menikmatinya menjadi terbuka dan mengurangi konflik, baik yang bersifat

vertikal maupun horizontal. Sistem hukum yang berkaitan dengan

pengelolaan sumber daya alam harus memiliki perspektif keberlanjutan,

penghormatan hak-hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, dan

pemerintahan yang baik (good governance). Peraturan perundang-undangan

yang mengatur pengelolaan sumber daya alam harus dapat mengurangi

tumpang tindih peraturan penguasaan dan pemanfaatan sumber daya alam,

dan mewujudkan keselarasan peran antara pusat dan daerah serta antarsektor.

Selain itu, peran serta aktif masyarakat dalam memanfaatkan akses dan

mengendalikan kontrol terhadap penggunaan sumber daya alam harus lebih

optimal karena dapat melindungi hak-hak publik dan hak-hak masyarakat

adat.