Anda di halaman 1dari 5

METODOLOGI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN

PENGUJIAN SUBSTANTIF GOLONGAN TRANSAKSI

Pengujian pengendalian dan pengujian substantive transaksi untuk siklus pembelian dan
pembayaran terbagi dalam dua bagian besar berikut :

1. Pengujian pembelian, yang berkaitan dengan tiga dari empat fungsi bisnis yang telah disinggung
di atas, yakni : order pembelian, penerimaan barang dan jasa, dan pengakuan utang

2. pengujian pengeluaran kas, yang berkaitan dengan fungsi keempat, yakni pengolahan dan
pencatatan pengeluaran kas

Pemahaman Pengendalian Internal

Pemahaman tentang pengendalian internal untuk siklus pembelian dan pembayaran


sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko, dapat diperoleh auditor dengan mempelajari bagan
alir yang berlaku pada perusahaan klie, mereview daftar pertanyaan pengendalian internal dan
melaksanakan pengujian mengikuti jejak transaksi pembelian dan pengeluaran kas.

Menilai Risiko Pengendalian Direncanakan

1. Otorisasi pembelian

Pemberian otorisasi yang tepat untuk pembelian menjamin bahwa barang dan jasa yang dibeli
sungguh-sungguh barang yang dibutuhkan perusahaan dan dengan demikian menghindarkan
terjadinya pembelian yang berlebihan atau tidak diperlukan.

2. Pemisahan Pemegang Aset dari Fungsi Lainnya

Untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan, barang harus diawasi secara fisik sejak barang
tersebut diterima hingga digunakan atau dijual.

3. Pencatatan Tepat Waktu dan Review Independen atas Transaksi

Pada sejumlah perusahaan, pencatatan utang yang timbul dari transaksi pembelian dilakukan
ketika barang atau jasa diterima. Pada perusahaan lainnya, pencatatan ditangguhkan hingga faktur
dari pemasok diterima.

4. Otorisasi Pembayaran
Pengendalian terpenting atas pengeluaran kas meliputi:

 Penandatanganan check oleh individu yang diberi otorisasi oleh perusahaan


 Pemisahan tanggungjawab untuk menandatangani check dan melaksanakan fungsi utang
usaha.
 Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh penandatangan check sebelum
suatu check ditandatangani

Menentukan Luasnya Pengujian Pengendalian

Apabila auditor bermaksud untuk mengandalkan pada pengendalian untuk mendukung


penilaian risiko pengendalian pendahuluan di bawah maksimum, auditor melakukan pengujian
pengendalian untuk mendapatkan bukti bahwa pengendalian telah beroperasi dengan efektif.

Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi Untuk


Pembelian

1. Pembelian Terbukukan adalah untuk Barang dan Jasa yang Diterima (Keterjadian)

2. Pembelian yang Terjadi telah DIbukukan (Kelengkapan)

3. Pembelian Dicatat dengan Akurat (Ketelitian)

4. Pembelian Digolongkan dengan Benar (Penggolongan)

Perancangan Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi Untuk


Pengeluaran Kas

Auditor biasanya melaksanakan pengujian pembelian dan pengeluaran kas pada saat yang
sama. Untuk transaksi-transaksi tertentu yang dipilih dari jurnal pembelian untuk diperiksa, faktur
penjual, laporan penerimaan barang, dan dokumen pendukung lainnya diperiksa pada saat yang
sama. Dengan demikian verifikasi dilakukan secara efisien tanpa mengurangi efektivitas
pengujian.

Sampling Atribut Untuk Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Golongan Transaksi

Ada tiga hal yang berbeda pada siklus pembelian dan pembayaran dibandingkan dengan
siklus-siklus lainnya:
1. siklus ini menyangkut banyak akun, baik yang berupa akun-akun laba-rugi, maupun akun-akun
neraca

2. dalam siklus transaksi ini sangat lazim diperlukan pertimbangan yang signifikan, seperti
misalnya dalam hal sewa guna dan biaya kontruksi.

3. jumlah rupiah untuk transaksi individual, seringkali berjumlah sangat besar.

METODOLOGI UNTUK PERANCANGAN PENGUJIAN RINCI SALDO UNTUK UTANG


USAHA

Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien Yang Memengaruhi Utang Usaha (Tahap 1)

Usaha-usaha untuk merampingkan pembelian dan pembayaran barang dan jasa, termasuk
lebih meningkatkan pembelian persediaan secara JIT, meningkatkan berbagai informasi dengan
pemasok, dan pengumuman teknologi informasi dan e-commerce untuk transaksi bisnis, telah
mengubah semua aspek siklus pembelian dan pembayaran pada banyak perusahaan.

Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren (Tahap 1)

Auditor biasanya menetapkan materialitas kinerja untuk utang usaha relative tinggi.
Dengan alasan yang sama, auditor sering menilai risiko inheren pada tingkat medium atau tinggi.

Menilai Risiko Pengendalian Dan Merancang Serta Melaksanakan Pengujian Pengendalian Dan
Melaksanakan Pengujian Pengendalian Dan Pengujian SUbstantif Golongan Transaksi (Tahap 1
dan Tahap 2)

Pengujian substantive yang dilakukan auditor pada akhirnya akan tergantung pada
efektivitas pengendalian internal yang berkaitan dengan utang usaha. Oleh karena itu, auditor
harus memiliki pemahaman yang dalam tentang bagaimana pengendalian yang berhubungan
dengan utang usaha.

Merancang Dan Melaksanakan Prosedur Analitis (Tahap 3)

Penggunaan prosedur analitis merupakan hal penting dalam siklus pembelian dan
pembayaran seperti halnya dalam siklus yang lain, terutama dalam menemukan kesalahan
penyajian dalam utang usaha.
Merancang Dan Melaksanakan Pengujian Rinci Saldo Akun Utang Usaha (Tahap 3)

Tujuan keseluruhan audit utang usaha adalah untuk menentukan apakah saldo utang usaha
telah disajikan secara wajar dan diungkapkan dengan tepat.

Pengujian Liabilitas Sesudah Tanggal Neraca

Karena penekanan audit pada kurang saji dalam akun-akun liabilitas, pengujian sesudah
tanggal neraca sangat penting artinya bagi utang usaha. Luasnya pengujian untuk menemukan
utang yang tidak dicatat, sangat tergantung pada penilaian risiko pengendalian dan materialitas
saldo potensial dalam akun yang bersangkutan. Prosedur audit yang sama yang digunakan untuk
mencari utang tidak dicatat diterapkan pula untuk tujuan ketelitian. Berikut adalah prosedur-
prosedur yang lazim dilakukan :

1. Periksalah dokumen pendukung untuk pengeluaran kas sesudah tanggal neraca

2. Periksalah dokumen pendukung untuk faktur tagihan yang belum dibayar sampai belum
beberapa minggu setelah akhir tahun

3. Telusuri laporan peneriman barang yang diterbitkan sebelum akhir tahun dengan factor penjual
yang bersangkutan

4. Telusuri laporan dari pemasok yang menunjukkan saldo terutang ke daftar saldo utang usaha

5. Pengiriman konfirmasi kepada pemasok yang memiliki hubungan bisnis klien

Pengujian Pisah Batas

Pengujian pisah batas utang usaha dilakukan untuk menentukan apakah transaksi yang
dibukukan beberapa hari sebelum dan beberapa hari hari sesudah tanggal neraca telah dibukukan
pada periode yang tepat.

Hubungan Antara Pisah Batas dengan Observasi Fisik Persediaan

Dalam menentukkan apakah pisah batas sudah benar, sebaiknya pengujian pisah batas
dikoordinasikan dengan observasi perhitungan fisik persediaan.
Persediaan dalam Perjalanan

Dalam menentukan utang usaha auditor harus membedakan antara pembelian persediaan
yang dilakukan atas dasar FOB destinatiom dengan dilakukan atas dasar FOB origin.

Ukuran Sampel

Ukuran sampel dalam pengujian utang usaha sangat bervariasi, tergantung pada berbagai
factor seperti misalnya : materialitas utang usaha, jumlah akun yang ada, hasil penelitian risiko
pengendalian, dan hasil audit tahun lalu. Apabila pengendalian internal klien lemah, yang tidak
jarang dijumpai pada utang usaha, hamper seluruh populasi harus diperiksa. Dalam situasi yang
lain hanya sebagian kecil dipandang perlu untuk diperiksa.